cover
Contact Name
Arif Setiawan
Contact Email
kembara@umm.ac.id
Phone
+6285649955997
Journal Mail Official
kembara@umm.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Tlogomas 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
KEMBARA
ISSN : 24427632     EISSN : 24429287     DOI : -
Core Subject : Education,
KEMBARA diterrbitkan sejak April 2015 oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. KEMBARA memuat artikel hasil penelitian bahasa, sastra, dan pengajarannya, yang diterbitkan pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
Cerminan Zaman dalam Puisi (Tanpa Judul) Karya Wiji Thukul: Kajian Sosiologi Sastra Candra Rahma Wijaya Putra
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 1 (2018): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v4i1.5873

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji puisi-puisi Wiji Thukul sebagai rekaman kehidupan masyarakat pada jamannya. Penelusuran puisi-puisi Wiji Thukul menarik karena pada masanya puisi-puisi tersebut dianggap subversif dan menakutkan bagi rezim yang sedang berkuasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Untuk menjawab permasalahan penelitian digunakan teori sosiologi sastra Alan Swingewod. Sumber data penelitian ini adalah puisi karya Wiji Thukul (tidak berjudul). Pada penelitian ini digunakan beberapa referensi sebagai penunjang dan evaluasi objek penelitian. Hal ini dikarenakan metode yang ditawarkan oleh Alan Swingewood dianggap berbahaya jika tanpa penguasaan kesejarahan suatu periode tertentu. Hasil penelitian menunjukan bahwa puisi Wiji Thukul merupakan menggambarkan kehidupan pengarang sebagai bagian dalam masyarakat.
PERTENTANGAN KELAS SOSIAL PADA TOKOH UTAMA DALAM DRAMA THE HEIRS BERDASARKAN PERSPEKTIF TEORI SASTRA MARXIS Abdul Basid; Zulhizawati Zulhizawati; Muh. Zuhdy Hamzah
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v4i2.5885

Abstract

The purpose of this study is to reveal the form and cause of social class opposition to the main character in drama the heirs based on the perspective of Marxist literary theory. The type of this research is descriptive qualitative research. The main data source in this study is the drama The Heirs. The technique of data collection is watching, reading, and record. While the technique of data analysis is Miles and Huberman model. The results of this study is: 1) the form of social class disagreement on the main character in the drama The Heirs is oppression; and 2) the cause of social class opposition to the main character in the drama The Heirs is: a) the relationship between the bourgeoisie and the proletarian class; and b) the implementation of hierarchical system in Jeguk High School.
THE ACCEPTABILITY OF RHETORICAL QUESTION TRANSLATION IN FIVE ON A TREASURE ISLAND BY ENID BLYTON Pathy Yulinda; Mangatur Rudolf Nababan; Djatmika Djatmika
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v4i2.5957

Abstract

 AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fungsi pertanyaan retoris dan mendeskripsikan kualitas terjemahan, khususnya pada tingkat keberterimaan dalam novel Five On A Treasure Island karya Enid Blyton dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia Lima Sekawan Di Pulau Harta yang diterjemahkan oleh Agus Setiadi. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif melalui analisis konten dan focus group discussion (FGD). Hasil temuan pada penelitian ini terdapat 14 fungsi pertanyaan retoris dari 177 data yang ditemukan, yaitu memastikan (71 data), menunjukkan rasa heran/kaget (36 data), menekankan fakta yang sudah diketahui (12 data), menyarankan (11 data), mengajak (10 data), menunjukkan keragu-raguan/ketidakpastian (8 data), menunjukkan kekaguman (8 data), memerintah (6 data), meminta (4 data), menunjukkan rasa marah (3 data), menunjukkan kebingungan (3 data), mengeluh (2 data), memperkenalkan topik baru (2 data), dan mengingatkan (1 data). Terdapat 9 fungsi baru pertanyaan retoris yang ditemukan dalam penelitian ini yang sebelumnya belum disebutkan oleh Larson (1998) dan hasil FGD menunjukkan bahwa kualitas terjemahan pertanyaan retoris, khususnya tingkat keberterimaan, menghasilkan terjemahan dengan kualitas yang cukup baik atau berterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertanyaan retoris merepresentasikan banyak fungsi dalam sebuah percakapan dan untuk penerjemah, dalam menerjemahkan pertanyaan retoris sebaiknya memahami maksud pertanyaan retoris pada teks bahasa sumber dengan baik.  Kata kunci: pertanyaan retoris, penerjemahan, kualitas terjemahan, keberterimaan AbstractThis study aims to identify the function of rhetorical questions and to describe the quality of the translation in terms of acceptability on the novel of Five On A Treasure Island by Enid Blyton and its Indonesian translation Lima Sekawan Di Pulau Harta translated by Agus Setiadi. The research method used in this study is a descriptive qualitative with content analysis and focus group discussion (FGD). The findings are:  there are 14 functions of rhetorical questions from 177 data identified, namely: to confirm (71 data), to show surprise (36 data), emphasize a known fact (12 data), to suggest (11 data), to persuade (10 data), to show uncertainty (8 data), to show amazement (8 data), to command (6 data), to request (4 data), to show angry (3 data), to show confusion (3 data), to complain (2 data), to introduce a new topic (2 data), and to admonish (1 data). There are 9 new functions of rhetorical questions that have not been identified from Larson’s concept (1998) and from FGD shows the quality of rhetorical questions translation in terms of acceptability of the novel is high quality translation. The results of this study is rhetorical question represents many functions in conversation and the translator should be wisely in understanding the intention of rhetorical questions in the source text. Keywords: rhetorical question, translation, quality of translation, acceptability
RESEPSI MAHASISWA TERHADAP NILAI MORAL TOKOH UTAMA DALAM NOVEL “AYAT-AYAT CINTA 1” KARYA HABIBURRHMAN EL SHIRAZY Wulandari Nur Fajariyah; Yumna Rasyid; Nuruddin Nuruddin
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v4i2.5966

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan resepsi mahasiswa semester VI C Jurusan PBSI (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang sudah membaca novel “Ayat-ayat Cinta 1”. Resepsi mahasiswa terhadap nilai moral tokoh utama dalam novel Ayat-ayat Cinta 1 karya Habiburrahman El Shirazy tersebut mencakup: (1) nilai moral agama; (2) nilai moral kepribadian; dan (3) nilai moral sosial. Data penelitian kulaitatif ini diperoleh melalui angket dan wawancara. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara: menyebarkan angket, melakukan wawancara, mengumpulkan data, mengklasifikasi data, dan menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai moral agama tokoh utama baik dengan persentase 9,3%, begitupula dengan nilai moral kepribadian dengan persentase 9,0%, dan nilai moral sosialnya dengan persentase 9,6%. Nilai moral tokoh utama dapat menjadi teladan dan pelajaran bagi mahasiswa sehingga dapat membentuk karakter yang kuat dalam nilai moral beragama, nilai moral kepribadian, dan nilai moral sosial.
REPRESENTASI KEBEBASAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL TRILOGI SOEKRAM KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO (TINJAUAN EKSISTENSIALISME) Nouval Rumaf; Siti Fatihaturrahmah Al. Jumroh
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v4i2.5983

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tentang representasi kebebasan tokoh utama dalam novel Trilogi Soekram karya Sapardi Djoko Damono. Permasalahan inti yang digambarkan dalam novel ini terletak pada kebebasan tokoh utama yang menjadikan dirinya sebagai individu yang aktif, optimis,dan kuat. Sehingga, mempertanyakan keberadaan dirinya di dalam cerita yang dibiarkan begitu saja oleh pengarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan representasi kebebasan tokoh utama dalam novel Trilogi Soekram karya Sapardi Djoko Damaono. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sedangkan, metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian ini terdapat dua wujud kebebasan antaralain: (a) kebebasan dalam bentuk perkataan, (b) kebebasan dalam bentuk perbuatan. Bentuk perkataan merupakan cermin individu yang menggambarkan tentang hakikat kehidupan. Sedangkan bentuk perbuatan merupakan cara-cara tokoh utama yang keluar dari hal-hal yang membatasi dirinya untuk menemukan eksistensinya di dalam cerita.
PHONOLOGICAL INTERFERENCE IN JAVANESE LANGUAGE OF BANYUMAS DIALECT IN FAMILY DOMAIN IN PURWOKERTO Yunilis Andika; Sumarlam Sumarlam; Wakit Abdullah
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v4i2.6012

Abstract

The objective of this research is to identify the type of phonological interference in Javanese Language of Banyumas dialect in family domain in Purwokerto and also its factor. As the administrative center of Banyumas regency, the researcher selects Purwokerto especially in Northern Purwokerto, Southern Purwokerto, Eastern Purwokerto, and Western Purwokerto as the location of data collection. The research is descriptive qualitative research which was conducted by sociolinguistic study. The instrument used to collect the data is the uninvolved conversation observation technique, recording technique, notation technique, questionnaire and in-depth interview. The method used to analyze the data is identifying method combined with appeal correlation technique. The result of this research shows that there is phonological interference in Purwokerto society, there are phonemic vowel and phonemic consonance, although the phonemic semivowel isn’t found in this research. The interference existed derive from Indonesian and English languages which interfere Javanese language of Banyumas dialect. The factor of the habit becomes the factor of the interference manifestation. Interference manifestation as the process of being interfered in the Javanese language structure of dialect Banyumas make an ambiguity in the using of language, in that case interference should be avoided or even should disappear. However, interference has a positive side. The phenomenon of language interference in conversation is used by speaker to support communication activity because it can cover lingual unity in that Javanese languages of Banyumas dialect don’t have.
TURN-TAKING MARKER ETHNICAL BUGIS AND BETAWI AT INDONESIAN CONVERSION IN INDONESIA Juanda; Aziz
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v4i2.6069

Abstract

Abstract.The conversation uses marker’s in the turn-taking. Turn-taking for participants has characteristics based on cultural backgrounds for the ethnically involved as participants. The purpose of this research is to analyze the interaction in the conversation and turn -taking and its marker’s. This research is a descriptive research. This research was used the approach of conversation analysis. The sources of data were drawn from the oral dialogue of ethnic Betawi and Bugis ethnic groups. The data retrieval by recording technique. The data analysis using Flow Model (Miles and A. Michael Huberman). The results this research show the interaction of turn taking conversations in Bugis and Betawi ethnic groups was dominated by more senior speakers and who have extensive knowledge insight. More junior speakers have a minimum speech turn. Pause or silence is a long time going when the topic will change. Transition markers in turn-taking are generally greetings and calls like Hen, Hah, Iye, Kok, Yah, Hm., Aah, Kalogitu, Ok, Goodnoon Madam!  Good Afternoon Mas !, Yes, That, Lho, Nih. These markers are influenced by native language and ethnic backgrounds of the participants. Keywords: Markers, turn-taking, Bugis, and Betawi
KARAKTER PERSONA DALAM SURAH TA-HA TENTANG KISAH NABI MUSA A.S MELALUI PENDEKATAN ENDOFORA Dian Cahyo Kurniawan; Mangatur Rudolf Nababan; Riyadi Santosa
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v4i2.6297

Abstract

 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sifat atau karakter persona melalui sikap dan tindakan partisipan dalam surah Ta-ha melalui pendekatan endofora. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data berupa frasa dan klausa dalam surah Ta-Ha yang diambil dari situs www.altafsir.com, Yordania. Teknik purposive sampling digunakan  untuk mengklasifikasikan data sesuai pertanyaan penelitian, kemudian ditabulasikan kedalam domain menurut konteks makna ayat. Metode pengumpulan data adalah teknik simak catat dan dikaji dengan analisis isi dokumen (contents analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter persona dalam empat domain teks, terungkap melalui pendekatan referensi endofora, dengan rincian: 1) Allah SWT bersifat Maha Kuasa, Pengasih, Penyayang, mengetahui; 2) patuh, takut dan keras; 3) Harun : patuh dan sabar; 3) Fira’un : melampaui batas, keras hatinya; 4) Bani Israel : cenderung sesat dan ingkar. Kata Kunci: karakter persona, kisah Musa, surah Ta-Ha, referensi endofora Abstract: This research aims to describe the personal character based on the attitude and behaviour of participants in surah Ta-ha through endhopora references. The method used is descriptive qualitative with data research is phrases and clauses in surah Ta-Ha, retrieved from www.altafsir.com, Jordania. Purposive sampling technique used to classify the research data based on the research question. Data is gathers in the text domain, based on the contexts of ayah. The data collecting is observes and notes technique then data analyze with content analysis. The result shows that personal characters in four domain in surah Ta-ha has reveal by endhopora reference. The personal character in details : 1) Allah SWT : Almighty, Beneficent and Merciful, Omniscient; 2) Moses :  obedient, apprehensive, persistent; 3) Aaron : obedient, patient; 3) Pharaoh : repressive, stubborn; 4) Israel sons : misguided and apostatize. Keywords: Personal character, Moses story, Surah Ta-Ha, endhopora reference
NEW VARIATION OF INDONESIAN HUMOR USING LANGUAGE EXPERIENCE Rawuh Yuda Yuwana; Riyadi Santosa; Sumarlam Sumarlam
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 5 No. 1 (2019): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v5i1.6333

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan variasi baru humor Indonesia menggunakan pengalaman bahasa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode mendengarkan dengan menggunakan teknik dasar sadap - catat. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode referensi penyamaan dengan menggunakan teknik perbandingan untuk mendukung kodifikasi, reduksi, presentasi, dan interpretasi seperti desain kerja penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah video dan meme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komedian menggunakan 8 strategi dalam bahan humornya, yaitu: (1) mengeksploitasi kebenaran umum yang sudah diketahui orang; (2) mengubah konstituen dengan pengalaman bahasanya; (3) sengaja menempatkan kata ganti yang salah; (4) menyampaikan sesuatu yang tidak lengkap; (5) mengalihkan berbagai bahasa; (6) memberikan respons yang tidak terkait sama sekali; (7) mengeksploitasi celah bahasa untuk mendistorsi maknanya; (8) menyampaikan sesuatu yang tidak wajar, absurd, bahkan terkesan kontroversi.
WACANA ROMANTISME DALAM SEJARAH SASTRA INDONESIA PERIODE KOLONIAL BELANDA (1900-1942) Dwi Susanto; Rianna Wati
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 5 No. 1 (2019): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v5i1.6376

Abstract

Sejarah sastra Indonesia didominasi oleh wacana estetik romantik atau materialisme. Hal ini memengaruhi cara pandang terhadap kesastaraan Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk melihat pembentukan dan persebaran wacana estetika romantik dalam sejarah sastra Indonesia. Teori yang digunakan adalah wacana dan kuasa dari Foucault. Objek kajian yang digunakan adalah wacana dan kuasa dalam sejarah sastra Indonesia, terutama wacana estetika romantisme. Hasil yang diperoleh adalah bahwa wacana estetika romantisme dan sejarah sastra Indonesia dibentuk dan digunakan oleh kuasa kolonialisme Belanda. Hal ini ditujukan untuk membentuk masyarakat terjajah sesuai citra dirinya. Sebagai akibatnya, wacana estetika yang lain disingkirkan dan dianggap bukan sebagai kesastaraan sehingga tidak masuk dalam sejarah sastra. Hal ini berlanjut hingga pada masa sesudahnya dan Orde Baru yang menggunakan cara dan strategi yang serupa dengan periode kolonial.