cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
PENCEMARAN AIR SUNGAI TUK AKIBAT AIR LIMBAH DOMESTIK (STUDI KASUS KELURAHAN BENDAN NGISOR DAN KELURAHAN SAMPANGAN KECAMATAN GAJAH MUNGKUR KOTA SEMARANG) L. A. Sasongko
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i1.635

Abstract

Tuk River has high potential to be polluted by domestic waste water because it passed along market area and residence. That condition is urgent to be concerned because the river empties near of Kaligarang River water taking spot which has been as drink water resources of PDAM (district enterprise of drinking water) Semarang City. Research purpose : (1) to evaluate water quality on Tuk River that caused by domestic waste water throwing include BOD, nitrate and phosphate parameter change; (2) to know the daily fluctuation of Tuk River water quality include BOD, nitrate and phosphate parameter. The research population of water quality included whole Tuk River water in Bendan Ngisor and Sampangan Village. Water sample were taken on four spot. Generally, The Tuk River was has more function as drainage channel than as water resource so debit, BOD, phosphate and nitrate more increasing from up river region to low river region. That condition was more damaged by many concrete drainage channels that makes domestic waste water infiltration not possible and the lack of open green space make the run-off flow directly to the water body. Total content of domestic waste water flow from Tuk River was indicated from content on spot D that has located at Tuk River empties which related directly with Kaligarang River. Generally, the peak of total content for a lot of domestic waste water indicator was attained on Saturday morning. It indicated that on this period there was many residents activity which produce domestic waste water. Keyword : domestic waste water, Tuk River
KAJIAN HIDROLISA ENZYMATIS JERAMI PADI UNTUK PRODUKSI BIOETANOL L. Kurniasari; I. Hartati; M. E. Yulianto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i1.636

Abstract

Penggunaan bahan bakar fosil, telah menyebabkan kenaikan konsentrasi CO2 dan gas rumah kaca yang lain di udara. Salah satu usaha memperkecil masalah tersebut adalah dengan penggunaan biofuel etanol sebagai penganti bahan bakar fosil. Saat ini bioetanol diproduksi dari tetes tebu,singkong maupun dari jagung. Salah satu alternatif bahan baku pembuatan bioetanol adalah biomassa berselulosa. Salah satu biomassa berselulosa dari limbah pertanian di Indonesia yang belum dimanfaatkan adalah limbah tanaman padi (jerami). Biomassa berselulosa terbentuk dari tiga komponen utama yakni selulosa, hemiselulosa dan lignin. Selulosa merupakan komponen utama yang terkandung dalam dinding sel tumbuhan dan mendominasi hingga 50% berat kering tumbuhan. Jerami padi diketahui memiliki kandungan selulosa yang tinggi, mencapai 34.2% berat kering, 24.5% hemiselulosa dan kandungan lignin hingga 23.4%. Konversi enzimatis biomassa berselulosa menjadi bioethanol melibatkan tiga langkah dasar yakni proses pretreatment, proses hidrolisa dan proses fermentasi. Proses pretreatment bertujuan mempermudah akses enzyme selulase untuk menghidrolisa selulosa menjadi monomer-monomer gula. Proses hidrolisa untuk memproduksi monomer-monomer gula dari selulosa dan hemiselulosa dapat berlangsung melalui proses hidrolisa asam maupun melalui hidrolisa enzimatis. Hidrolisa selulosa secara enzimatis memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi, konversi dan produktifitas. Hidrolisa selulosa secara enzymatis melibatkan beberapa enzyme yang berbeda. Enzyme yang disekresi dari filamentous fungi Trichordema reseei dapat mengkonversi biomassa menjadi gula. Hidrolisa selulosa secara enzimatis memiliki beberapa keuntungan, yakni konversi lebih tinggi, menghasilkan produk samping yang minimal, kebutuhan energi lebih rendah dan kondisi operasi yang lebih rendah. Proses enzimatis merupakan proses bersih lingkungan. Dengan menggunakan bahan baku terbarukan (renewable raw material) yang ekonomis dari limbah pertanian untuk proses produksi bioetanol dapat memberikan nilai tambah bagi petani. Saat ini, hidrolisa enzymatis merupakan teknologi yang sangat menjanjikan guna mengkonversi biomassa menjadi gula untuk selanjutnya dikonversi menjadi bioetanol. Hidrolisa sellulosa secara enzymatis dipengaruhi beberapa variable yakni rasio enzym-substrat, rasio jerami padi-air, temperatur, pH reaksi dan waktu reaksi. Glukosa hasil hidrolisa jerami padi secara enzymatis selanjutnya difermentasi untuk menghasilkan bioethanol. Kata Kunci: Jerami, Hidrolisa, Selulosa, Enzimatis
DISTRIBUSI UDARA DALAM WATER COOLING TOWER R. Firyanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 1, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v1i2.648

Abstract

Perancangan kolom packed  dibutuhkan pengetahuan yang baik seperti pada distribusi gas secara radial dan berguna untuk membuat analisa pada  water cooling tower, dimana pengaruh dimensi paling besar dipertimbangkan, dan memainkan bagian yang utama dalam perancangan. Teori yang akan dikembangkan, pertama untuk penampang lintang empat persegi panjang pada  cooling tower, yang kedua untuk sekitar  cooling tower, dimana masalah akan dikembangkan dalam koordinat silinder. Distribusi vertikal udara melalui kolom  packed  dengan penampang lintang empat persegi panjang dengan udara masuk secara simetri dari dua sisi yang berlawanan, dinyatakan dengan fungsi cosinus. Di sekeliling  cooling tower  kecepatan  udara vertikal adalah maksimum pada pusat dan minimum pada diameter tower. Kata kunci : kecepatan udara vertikal; koordinat silinder
PENGARUH KECEPATAN UDARA TERHADAP TEMPERATUR BOLA BASAH, TEMPERATUR BOLA KERING PADA MENARA PENDINGIN A. Walujodjati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 1, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v1i2.649

Abstract

Penelitian menggunakan Unit Aliran Udara (duct) yang didalamnya dilengkapi dengan tiga buah termometer, yang masing-masing digunakan untuk mengukur temperatur udara kering, temperatur udara basah  dan untuk mengukur temperatur air. Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara temperatur bola basah dan temperatur bola kering dengan variabel kecepatan udara. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa temperatur bola basah lebih rendah dari pada temperatur bola kering dan juga bila kecepatan udara dinaikkan, maka temperatur bola basah akan turun. Kata Kunci : Temperatur bola basah, temperatur bola kering, kecepatan udara, menara pendingin
PENGARUH JUMLAH ADSORBEN KARBON AKTIF DAN WAKTU PROSES BLEACHING PADA PENGOLAHAN GONDORUKEM I. Riwayati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 1, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v1i2.650

Abstract

Gondorukem merupakan produk industri pengolahan hasil hutan non kayu dari pohon pinus. Penggunaan gondorukem dalam industri contohnya dalam industri kertas , batik dan industri sabun. Kualitas gondorukem dipengaruhi oleh kandungan kotoran atau mineral dalam getah, proses pemasakan , oksidasi asam resin dan sebagainya yang dapat dilihat dari perubahan warna. Penggunaan proses bleaching pada  pengolahan gondorukem adalah salah satu usaha pengembangan teknologi pengolahan getah pinus menjadi  gondorukem untuk meningkatkan kualitas gondorukem tersebut.  Prosedur pengolahan getah pinus dengan bleaching meliputi tahap-tahap antara lain persiapan larutan getah, washing ( pencucian ), filtrasi I, proses bleaching dengan menambahkan karbon aktif sesuai dengan variabel ( 1,25 ; 2,5 ; 3,75 ; dan 5 % berat sampel ) pada suhu 700 C , filtrasi II untuk memisahkan larutan getah dan karbon aktifnya , distilasi, analisis warna dan persen transmisi.Dari hasil percobaan untuk mendapatkan warna yang baik dalam hal ini standar warna LPPH nomor 7 , dibutuhkan waktu 30 menit untuk jumlah adsorben 3,75 % berat sampel dan 60 menit untuk jumlah adsorben 2,5 % berat sampel. Kata Kunci  : Gondorukem, Bleaching , Karbon aktif
PENGARUH BEAD TERHADAP CACAT MATERIAL SPCEN SD DALAM PROSES TRY-OUT OUTER PILLAR B - LH PADA PROTOTYPE MPV CARNESIA I. Syafa’at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 1, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v1i2.651

Abstract

Komponen Outer Pillar B – LH (Penyangga Luar B Sisi Kiri yang terletak di belakang pintu depan) pada produk uji Multi Purpose Vehicle Carnesia buatan Texmaco  ini menggunakan proses  draw  untuk mencetaknya. Pencetakan dilakukan dengan  die draw  yang mendapat tekanan besar dari mesin pres.  Draw  adalah proses cetak dengan prinsip dasar menggunakan proses  tekan-tarik. Proses ini, keberadaan  bead  sebagai pemegang dan penghambat laju aliran material berfungsi sebagai “penjepit” untuk menarik pelat, sangat penting. Pengujian terhadap alat cetak ini mempunyai fungsi untuk mendapatkan komponen yang memiliki kualitas yang bagus dan tidak cacat. Cacat material yang terjadi salah satu diantaranya adalah pecah. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan meneliti tinggi bead.  Bead  dengan tinggi 4 milimeter selama proses uji coba mengalami pengurangan secara bertahap. Bahan yang dipakai adalah material standar JIS G 3141 SPCEN SD tebal 0.9 milimeter dan spesimennya adalah komponen  Outer Pillar B  –LH. Alur penelitian dimulai dengan adanya molding atau  pons  atau  alat cetak pres, gambar serta pelat. Penelitian berakhir ketika telah menghasilkan komponen yang bagus.  Penelitian ini pada awalnya menghasilkan komponen yang pecah selama pengepresan. Pengukuran ketinggian bead  dalam setiap uji coba menghasilkan ukuran panjang pecah yang juga mengalami penurunan. Selama pengujian berlangsung,  tinggi  bead  diukur. Komponen cetak yang dihasilkan, diukur panjang pecahan yang terjadi.  Hasil ini dicatat dalam setiap uji coba berlangsung. Kata kunci : die draw, bead, pecah.
PENGOLAHAN AWAL LUMPUR MINYAK DENGAN METODE VOLATILISASI L. Kurniasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 1, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v1i2.652

Abstract

Lumpur minyak merupakan salah satu bentuk limbah yang berasal dari industri pengilangan minyak. Limbah ini termasuk dalam kategori limbah B3 sehingga memerlukan pengolahan dan penanganan sebelum dibuang ke lingkungan.Bila ditinjau dari komposisinya, limbah lumpur minyak ini masih mungkin untuk dimanfaatkan. Namun tentu saja diperlukan pengolahan awal sebelum pemanfaatannya. Salah satu tahap awal pengolahan lumpur minyak adalah proses pemisahan air, minyak dan padatannya dengan cara volatilisasi. Metodologi yang digunakan dalam tahap ini adalah dengan cara volatilisasi yang bertujuan untuk memisahkan air dan minyak dari sampel lumpur minyak. Metode ini dilakukan dengan cara melakukan pemanasan sampel dalam suatu labu dengan pengambilan destilat setiap setengah jam sekali selama lima jam, dengan suhu dijaga tetap. Dalam pemanasan ini perlu diketahui adanya waktu dimana laju destilat konstan dan pemanasan tidak efektif lagi.  Dalam percobaan digunakan dua jenis lumpur minyak yaitu lumpur minyak pertamina Cilacap dan Pertamina Balongan. Hasil dari proses volatilisasi ini adalah 15,5% air, 2,67% minyak dengan persen kehilangan massa 17,67% untuk lumpur minyak Pertamina Cilacap dan 15% air, 1,9% minyak dengan persen kehilangan massa 15,99% untuk lumpur minyak Pertamina Balongan. Kata kunci : lumpur minyak, volatilisasi, destilat
ANALISA KERUGIAN PEMIPAAN PADA SAMBUNGAN DIVERGEN DAN KONVERGEN . Darmanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 1, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v1i2.653

Abstract

Pada sistem pemipaan tidak bisa terlepas dari kerugian akibat sistem  pemipaan itu sendiri. Analisa kerugian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kerugian yang ditimbulkan oleh sambungan elbow dalam sistem pemipaan air. Alat penelitian yang digunakan sistem tertutup dimana air disirkulasi dengan menggunakan pompa sentrifugal. Data output dari alat ini merupakan beda ketinggian level air  pada selang ukur sebelum dan sesudah melewati sambungan divergen dan konvergen. Dari data tersebut akan diperoleh head kerugian sambungan. Kata kunci : divergen, konvergen, heat, kerugian
EKSTRAKSI GULA STEVIA DARI TANAMAN STEVIA REBAUDIANA BERTONI R. D. Ratnani; R. Anggraeni
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 1, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v1i2.654

Abstract

Stevia Rebaudiana Bertoni  adalah sejenis Tanaman perdu yang belum banyak dikenal oleh masyarakat. Didalam Industri, banyak digunakan sebagai bahan pemanis untuk produk makanan dan minuman berkalori rendah atau sebagai pengganti gula bagi penderita diabetes.Proses pengambilan bahan pemanis dari daun Stevia Rebaudiana dilakukan dengan cara ekstraksi bubuk daun didalam pelarut ( metanol,etanol ,spiritus  , aquadest ) yang dilanjutkan dengan pencucian  menggunakan Khloroform.Kemudian dicuci kembali dengan n- Butanol dan diuapkan dengan menggunakan metanol panas kemudian disaring.Dari hasil penelitian didapatkan kondisi operasi yang relatif baik untuk mengekstraksi daun stevia ,yaitu pada delapan kali sirkulasi dengan pelarut metanol teknis.Kristal halus yang terambil dari 20 gram serbuk stevia dengan volume pelarut 200 ml berwarna coklat, berat 0.2985 gram dengan indeks bias 1.3950 Kata Kunci  : Stevia Rebaudiana Bertoni, Diabetes, Ekstraksi
ANALISA GAYA DAN KEKUATAN RANGKA MESIN BUBUT KAYU PADA INDUSTRI PEMBUATAN “STICK BILLYARD” A. Walujodjati; Purnomo .
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 1, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v1i2.655

Abstract

Mesin bubut kayu merupakan sebuah mesin yang cukup sederhana. Bagian -bagiannya yang paling utama adalah kepala tetap,  kepala lepas, penahan  -  penahan dan unit tenaga penggerak. Dalam melakukan pembubutan diperlukan senter yang dipasangkan pada kepala lepas yang berguna untuk menyangga benda kerja yang panjang pada waktu pembubutan berlangsung. Analisa gaya dan kekuatan bahan dalam perencanaan mesin bubut kayu ini adalah bersifat pemeriksaan kekuatan dari bahan  -  bahan yang dipilih, dengan kajian kekuatan terhadap patah statis.yang terdiri dari  analisa  kekuatan Bed,  analisa  kekuatan pendukung motor,  analisa  kekuatan penumpu  dudukan motor belakang dan penumpu dudukan motor depan. Hasil dari analisa  kekuatan menunjukkan bahwa tegangan yang terjadi masih dibawah tegangan ijin sehinggamesin bubut kayu  aman untuk dipakai. Kata kunci : analisa gaya, kekuatan, tegangan, mesin bubut kayu