cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
EKSTRAKSI HIDROTOPI DENGAN MAGNETIC STIRER UNTUK MENDAPATKAN SENYAWA ANDROGHAPHOLIDE DARI TANAMAN SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA) Zakka Athoo’ Illah; Rita Dwi Ratnani; Suwardiyono Suwardiyono; Indah Hartati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i1.962

Abstract

Andrographis  paniculata  termasuk  salah  satu  tanaman  obat unggulan  Indonesia. Keunggulanya  sebagai  tanaman  obat  sudah  diteliti  secara  botani,  budidaya,  efek farmakologis, kandungan kimia, uji praklinis dan uji klinis. Andrographis paniculata memiliki aktivitas  anti  virus  dan  bersifat  immunomodulator.  Senyawa  aktif  Andrographolide  dari Andrographis  Paniculata   dapat  diambil  dengan  metode  ekstraksi  yang  bertujuan   untuk menentukan  harga  konsentrasi  minimun  hidrotop,  menentukan  konstanta  setchenow  serta pengaruh variabel  suhu dan konsentrasi hidrotop.  Penelitian menggunakan metode ekstraksi hidrotopi dilakukan dengan menambahkan larutan hidrotop (Natrium  Benzoat) kedalam 20gr serbuk sambiloto pada konsentrasi 1 hingga 2 mol. Kemudian diaduk dengan stirer selama 2 jam  dan diendapkan  selama  1  jam.  Penyaringan  dengan  bantuan  vacum  dan  terakhir menggunakan sentrifuse untuk mendapatkan ekstrak andrographolide. Kemudian dikeringkan dengan menggunakan oven. Parameter yang perlu diperhatikan adalah suhu dan konsentrasi larutan.  Hasil  penelitian  menunjukan  bahwa  perolehan  berat  substrat  andrographolide terbanyak  pada  konsentrasi  1,5  mol  dengan  variable  suhu  30 oC  yakni sebesar  0,99  gram dibanding variable suhu 35 oC yang hanya mendapatkan substrat maksimal 0,328 gram.  Dari penelitian  ini  dapat  disimpulkan  bahwa  konsentrasi  minimum  hidrotop  (1,4  mol/30 oC)  maka Konstanta Setchenow  yang diperoleh 2.026.Kata kunci:    Andrographolide  Paniculata,  Ekstraksi  Hidrotropi,  Immonomodulator, Konstanta Setchenow.
EKSTRAKSI ANDROGRAPHOLID SAMBILOTO MENGGUNAKAN LARUTAN HIDROTROP NATRIUM ASETAT DAN ETHANOL DENGAN PROSES GELOMBANG MIKRO Chandra Pribadi; Indah Hartati; Laeli Kurniasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i1.963

Abstract

Metode  ekstraksi  baru  menggunakan  ekstraksi  gelombang mikro  dengan  larutan  hidrotropi digunakan  untuk  ekstraksi Andrografolide  dari  Andrographis  Paniculata  yang  juga  dikenal sebagai “King of Bitter”. Metode ini diharapkan mampu menjadi alternatif ekstraksi zat aktif. Konsentrasi  hidrotrop  minimum perlu  dikaji  untuk  melihat  pada  konsentrasi  berapa  larutan hidrotrop  mulai  dapat  melarutkan  Andrografolid  dengan  air.  Konstanta  setchenow  adalah konstanta yang menunjukkan keefektifan larutan hidrotrop dan perlu dikaji untuk melihat pada konsentrasi  berapa  larutan  hidrotrop  bekerja  optimum.  Variabel  tetap  pada  penelitian  ini adalah:  serbuk  sambiloto  20  gram,  waktu  ekstraksi  15  menit  dan  volume  larutan  1:10. Sedangkan  variabel  berubah  adalah  konsentrasi  larutan  0M-4M,  daya  microwave  10%  dan 30%.  Hasil  terbesar  dari ekstraksi  ini  didapatkan  pada  larutan  hidrotrop  inatrium  asetat dengan menggunakan daya 30% menghasilkan andrografolid sebesar 7,5%Kata Kunci: Sambiloto, Andrograpolide, Hidrotrop, MAE
POTENSI SABUT DAN TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI ADSORBEN UNTUK MEREGENERASI MINYAK JELANTAH Lucia Hermawati Rahayu; Sari Purnavita; Herman Yoseph Sriyana
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i1.964

Abstract

Pada  penelitian  ini  dipelajari  kemampuan  sabut  dan tempurung  kelapa  sebagai  adsorben, untuk mengurangi kadar asam lemak bebas  (FFA), bilangan peroksida (PV), dan warna gelap minyak  goreng  bekas.  Pengolahan  dengan  adsorben  ini  diharapkan  dapat  meningkatkan kualitas  minyak  jelantah  sehingga  umur  pemakaian  minyak  goreng  dapat  diperpanjang. Adsorben  dari  bahan  sabut  maupun  tempurung  kelapa  disiapkan  pada  berbagai  metode perlakuan  awal,  yakni   (1)  tidak  diarangkan,  tidak  dihilangkan  ligninnya;  (2)  tidak diarangkan,  dihilangkan  ligninnya  (delignisasi);  (3)  diarangkan  biasa,  tidak  diaktivasi;    (4) diarangkan biasa, diaktivasi;   (5) dibakar 400 °C, tidak diaktivasi;    (6) dibakar 400 °C, diaktivasi;  (7)  dibakar  600  °C,  tidak  diaktivasi;  dan  (8)  dibakar  600  °C,  diaktivasi.  Proses adsorpsi dilakukan dengan mengkontakkkan minyak goreng bekas dan adsorben pada suhu 75°C selama 30 menit, kemudian minyak disaring dan diamati perubahan kadar FFA, PV, dan warna yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa sabut dan tempurung kelapa pada berbagai  metode  perlakuan  awal  dapat  mengurangi  kadar  FFA,  PV,  dan  warna  minyak goreng  bekas.  Metode  perlakuan  awal  terbaik  untuk  memperbaiki  kualitas  minyak  jelantah adalah  metode  tidak  diarangkan  dan  didelignisasi,  baik  untuk  bahan  baku  sabut  maupun tempurung kelapa. Sabut kelapa mempunyai kemampuan adsorpsi sedikit lebih baik daripada tempurung kelapa.Kata kunci : minyak goreng bekas, sabut kelapa, tempurung kelapa, adsorpsi
PRODUKSI BIOMASA MIKROALGA DENGAN NITRIFIKASI LIMBAH BERAMONIAK TINGGI Indro Sumantri; Hadiyanto Hadiyanto; Sumarno Sumarno
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i2.1052

Abstract

Biodiesel merupakan salah satu energi alternative yang saat ini memperoleh perhatian yang besar. Hal ini disebabkan oleh banyaknya keuntungan/kelebihan biodiesel, diantaranya sumber yang terbarukan, bersih dan efisien, dan lebih  ramah lingkungan. Mikroalga merupakan mikroorganisme fotosintetik yang mempunyai kandungan minyak sekitar 45-85%, sehingga sangat potensial untuk dijadikan biodiesel. Akan tetapi permasalahan yang dihadapi saat ini yaitu belum maksimalnya produksi mikroalga yang berbiomasa tinggi. Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian untuk mengoptimasi proses kultivasi dalam suatu photobioreaktor yang murah dan efisien untuk dengan menghasilkan mikroalga dengan  biomasa yang maksimum. Dalam penelitian ini akan digunakan photobioreaktor open pond skala kecil (miniPOND) dengan tujuan untuk mempermudah control dan evaluasi serta lebih mudah dan cepat untuk kultivasi mikroalga. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk memproduksi biodiesel dari mikroalga yang mempunyai biomassa tinggi dengan photobioreaktor open pond skala kecil (miniPOND). Kultivasi akan dilakukan dengan menggunakan reaktor kolam (open pond) skala laboratoirum dengan memafaatkan sinar matahari sebagai sumber fotosintesis. Penelitian yang dilakukan optimasi memperoleh data optimum untuk memproduksi mikroalga. Hal ini meliputi : jenis mikroalga yang tahan terhadap kadar amoniak tinggi yaitu Chlamydomonas, percobaan dilakukan secara batch dan kontinyu, percobaan batch digunakan untuk menentukan kondisi yang baik sebagai dasar untuk proses kontinyu. Rasio karbon dan nitrogen yang dilakukan meliputi stoikiometri (5,7 :1), dan antara 0,6 – 1,4. Percobaan dilakukan di reaktor dengan volume 50 L, laju aerasi 25 L/menit, pencahayaan lampu 45 W. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa waktu optimum untuk adalah 2 hari berdasarkan hasil pengamatan densitas optik. Pengaruh rasio C dan N tidak begitu terlihat karena hampir mempunyai nilai densitas optik yang hampir sama, densitas optik yang tinggi diperoleh untuk waktu 2 hari. Sistem kontinyu yang dilakukan terlihat bahwa untuk rasio C dan N 1:1 maka hasil panen mikroalga akan diperoleh terbaik pada waktu dua hari kultivasi. Kata kunci : biodisel, mikroalga, Chlamydomonas, rasio C/N, bioreaktor, densitas optik.
HUBUNGAN KECEPATAN, POSISI GIGI, DAN JENIS BAHAN BAKAR DENGAN KONSUMSI BAHAN BAKAR SEPEDA MOTOR Priangkoso, Tabah; Wildana, Aditya; Setyoko, Setyoko
MOMENTUM Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harga bahan bakar minyak (bbm) cenderung terus meningkat sehingga memaksa pengguna kendaraan bermotor perlu melakukan penghematan konsumsi bbm. Sepeda motor menjadi jenis kendaraan yang paling banyak digunakan di Indonesia dengan jumlah lebih dari 76 juta unit dan terus meningkat jumlahnya. Pengendara sepeda motor perlu mendapat informasi jumlah konsumsi bbm pada tiap kecepatan, posisi gigi, dan jenis bbm agar dapat beroperasi pada kisaran yang paling efisien. Penelitian ini menguji pengaruh kecepatan, posisi gigi, dan jenis bahan bakar pada sepeda motor, menggunakan Honda Supra X125, Suzuki Shogun 125, dan Yamaha Jupiter MX135 dengan bahan bakar Premium, Pertamax, dan Pertamax Plus. Penggunaan gigi yang lebih tinggi menurunkan konsumsi bbm pada ketiga jenis sepeda motor dan ketiga jenis bahan bakar. Peningkatan kecepatan juga menurunkan konsumsi bahan bakar pada setiap gigi dan untuk ketiga jenis bahan bakar. Perubahan penggunaan Premium ke Pertamax menurunkan konsumsi bahan bakar rata-rata sebesar 7,73% dan perubahan penggunaan Premium ke Pertamax Plus menurunkan konsumsi bahan bakar rata-rata sebesar 17,64%   Kata kunci: konsumsi bbm, kecepatan, posisi gigi, jenis bahan bakar
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN TITANIUM (Ti) TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PADA PRODUKSI SEPATU KAMPAS REM DAUR ULANG BERBAHAN ALUMINIUM (Aℓ) SILIKON (Si) DENGAN METODE PENGECORAN SQUEEZE M. N. Habibiy; Helmy Purwanto; Sri Mulyo Bondan Respati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i2.1054

Abstract

Pengecoran squeeze adalah pengecoran yang dilakukan dengan memberikan pengaruh tekanan kedalam rongga cetakan pada saat pembekuan logam cair. Salah satu bahan yang sering digunakan dalam proses pengecoran adalah material aluminium (Aℓ). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan unsur titanium (Ti) terhadap struktur mikro dan kekerasan hasil pengecoran squeeze (squeeze casting) pada aluminium (Aℓ) daur ulang sepatu kampas rem. Paduan tanpa penambahan unsur titanium (Ti), paduan dengan penambahan Ti 0,02%, 0,05% dan 0,07% dilebur pada tungku peleburan dan dituang dengan temperatur 700°C, pada cetakan yang telah dipanaskan pada temperatur 300⁰C serta diberi tekanan hidrolis sebesar 194 MPa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan unsur Ti 0,07% memiliki porositas paling sedikit, yaitu 3,678%, harga SDAS yang paling halus, yaitu 7,30µm dan memiliki harga kekerasan paling tinggi, yaitu 51,93 HRB. Pengecoran squeeze dan penambahan unsur Ti mampu mengurangi cacat porositas, menghaluskan SDAS, serta meningkatkan kekerasan. Kata kunci: squeeze casting, SDAS, variasi penambahan unsur Titanium.
PENINGKATAN DAYA TUTUP CAT TEMBOK EMULSI YANG MEMENUHI STANDAR SNI KARENA KELUHAN KONSUMEN DI PT. XXX Masyhad Masyhad; Widayat Widayat; Indah Riwayati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i2.1055

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk meningkatkan daya tutup cat tembok yang mendapat keluhan dari pelanggan di PT. XXX sehingga kualitasnya memenuhi standar mutu SNI. Pada penelitian pada basis 1 ditambahkan TiO2 dengan variasi kadar yaitu 4%, 6%, 8%, 10% dan 12% dan basis 2 ditambahkan Kaolin dengan variasi kadar 7%, 9%, 11%, 13% dan 15%. Masing-masing varian dilakukan proses pembuatan cat tembok. Setelah selesai, lalu dilakukan uji menurut SNI yang meliputi uji kualitatif yaitu keadaan dalam kemasan, sifat pengulasan, kestabilan dalam penyimpanan dan sifat lapisan kering, ketahanan terhadap alkali, dan uji kuantitatif yaitu daya tutup, density, kehalusan, waktu pengeringan, padatan total, kekentalan, pH, logam berat, ketahanan terhadap cuaca. Hasil penelitian menunjukkan beberapa varian memberikan daya tutup memenuhi SNI, yaitu varian TiO2 8% : 8,93 m2/L (warna cerah) dan 15,15 m2/L (warna gelap), TiO2 10% : 10,20 m2/L (warna cerah) dan 17,25  m2/L (warna gelap), TiO2 12% : 10,99 m2/L (warna cerah)  dan 19,23 m2/L (warna gelap) dan varian dengan Kaolin 15% : 8,40 m2/L (warna cerah) dan 15,63 m2/L (warna gelap), sedang hasil uji yang lain juga  sudah memenuhi SNI. Kata kunci : cat, daya tutup, emulsi
HIDROLISA ENZIMATIK PATI TAPIOKA DENGAN KOMBINASI PEMANAS MICROWAVE-WATER BATH PADA PEMBUATAN DEKSTRIN Herry Santosa; Noer Abyor Handayani
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i2.1056

Abstract

Usaha untuk mengkonversi pati tapioka menjadi dekstrin cukup prospektif. Banyaknya industri pengguna dekstrin, meningkatnya volume impor dekstrin, dipenuhinya ketersedian bahan baku tapioka dan tingginya nilai ekonomi dekstrin, merupakan pertimbangan awal untuk melakukan penelitian ini. Hidrolisa enzimatik dengan α amylase (termamyl) sebagai biokatalis dikenakan terhadap pati tapioka untuk membuat dekstrin. Penelitian dilakukan melalui 4 tahapan (1) Tahap persiapan yang meliputi karakterisasi pati tapioka dan karakterisasi microwave, (2) Tahap gelatinisasi, (3) Tahap likuifaksi, dan (4) Tahap uji hasil. Gelatinisasi dilakukan dalam microwave pada power P10 – desfrose D2 dan tahap likuifaksi dilakukan dalam waterbath pada suhu 93-95°C. Percobaan dilakukan pada kondisi terkendali (1) pH 6- 6,5, (2) kadar Ca2+ 40 ppm, (3) Dosis enzim 0,5-0,6 kg tiap ton pati kering, sedangkan konsentrasi pati dan waktu likuifaksi divariasi. Disetiap akhir percobaan dilakukan uji hasil terhadap dextrose equivqlent (DE) dan viskositas. Dari hasil percobaan diperoleh data bahwa dekstrin dengan DE dibawah 20 dihasilkan dari hidrolisa ini, pada kondisi terkendali, DE produk dekstrin dari hasil hidrolisa konsentrasi pati rendah (pada waktu yang sama) lebih tinggi dibanding DE konsentrasi pati tinggi, DE larutan dekstrin menjadi semakin tinggi dengan bertambahnya waktu, Tingginya nilai DE dapat diketahui dari turunnya viskositas produk hasil hidrolisa Kata kunci: hidrolisa enzimatik, pati tapioka, dekstrin, microwave.
ANALISIS MOMEN LENTUR MATERIAL ALUMINIUM DENGAN VARIASI MOMEN INERSIA DAN BEBAN TEKAN Darmanto Darmanto; Dwi Agung Wijaya; Imam Syafa’at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i2.1057

Abstract

Pemakaian aluminium diperkirakan pada masa mendatang masih terbuka luas baik sebagai material utama maupun material pendukung dengan ketersediaan biji aluminium di bumi yang melimpah, sifatnya yang ringan, massa jenis kecil, tahan terhadap korosi dan daya hantar listrik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui defleksi pada bahan aluminium dan untuk mengukur besaran modulus elastisitas (E) suatu bahan dari aluminium. Modulus elastisitas (E) merupakan pengukuran kemampuan material untuk menahan perubahan bentuk atau lentur yang terjadi sampai dengan batas elastisnya. Semakin besar bebannya, semakin tinggi tegangan yang timbul dan semakin besar pula perubahan bentuk yang terjadi sampai batas elastisnya yang sesuai dengan hukum hooke. Metode analisis defleksi dan modulus elastisitas (E) material aluminum ini menggunakan cara pengujian momen lentur dengan variasi tekanan 3 kg/cm2, 4 kg/cm2, dan 5 kg/cm2 serta munggunakan variasi perbedaan momen inersianya dengan ukuran spesimen persegi 1/2”, diameter5/8” dan diameter 3/4”. Hasil penelitian menunjukkan nilai dari modulus elastisitas (E) yang terjadi pada spesimen bahan uji aluminium terjadi antara 75,45 GPa s/d 78,20 GPa. Kata kunci: defleksi, modulus elastisitas, momen lentur, momen inersia
PENGARUH SUHU DAN WAKTU ADSORPSI TERHADAP SIFAT KIMIA-FISIKA MINYAK GORENG BEKAS HASIL PEMURNIAN MENGGUNAKAN ADSORBEN AMPAS PATI AREN DAN BENTONIT Lucia Hermawati Rahayu; Sari Purnavita
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i2.1058

Abstract

Penggunaan minyak goreng berulangkali pada temperatur tinggi akan menyebabkan mutu dan nilai gizi makanan yang digoreng menurun sehingga dapat berdampak buruk bagi kesehatan konsumen. Pemurnian minyak goreng bekas perlu dilakukan guna meningkatkan kualitasnya sehingga bisa digunakan kembali secara aman untuk mengolah makanan. Pemurnian minyak goreng bekas secara adsorbsi menggunakan bioadsorben ampas pati aren (APA) dan bentonit (B) pada berbagai variasi suhu dan waktu kontak telah dipelajari. Proses adsorpsi dilakukan dengan mengkontakkkan minyak goreng bekas dan campuran bioadsorben APA-Bentonit dengan rasio 1:1 pada variasi suhu 40°C , 70°C, 100°C, 150°C masing-masing selama 20, 40, 60, 80, dan 100 menit. Minyak setelah adsorbsi kemudian diamati perubahan bilangan asam (BA), bilangan peroksida (PV), dan kejernihan warnanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan BA, PV, dan intensitas warna minyak goreng bekas akibat perlakuan adsorbsi menggunakan bioadsorben ampas pati aren dan bentonit pada rasio 1:1 sangat nyata dipengaruhi oleh suhu dan waktu adsorbsi. Kondisi terbaik untuk menurunkan BA dan PV minyak goreng bekas adalah pada suhu 100°C selama 100 menit, yang mampu menurunkan BA sebesar 49,39 % dan PV sebesar75,76%. Sedangkan kondisi terbaik untuk menurunkan intensitas warna adalah pada suhu 150°C dengan waktu kontak 60 menit dengan besar penurunan intensitas warna mencapai 71,15%. Kata kunci : adsorbsi, ampas pati aren, bentonit, minyak goreng bekas