cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
PENGARUH GETARAN PADA MOTOR SAMPLING PUMP ROUGHER SCAVENGER TERHADAP KONSUMSI DAYA LISTRIK DI PT NEWMONT NUSA TENGGARA Zainuri Achmad; Sujita Sujita; Yudistira Yudistira
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v14i1.2177

Abstract

The purpose of this research is to know the influence of vibration that occur on a machine on its power consumption along with knowing the damage that made the machine vibrated.This research conducted at PT Newmont Nusa Tenggara on Concentrator Area. Sampling pump rougher scavenger machine is used as an experiment devices. Microlog CMVA55 with accelerometer sensor was used for measuring vibration velocity and data logger was used for power consumption measurer. The vibration velocity value was taken on five point in sampling pump rougher scavenger machine and the power consumption value was taken in electrical power room. Both of the measuring result will be compared to find the influence of vibration toward machine power consumption. Fish bone analysis was used to found out the root cause of the excessive vibration on the machine. The solution of the vibration problem was found by using Failure Mode and Effect Analysis method. The results showed there isan influence toward machine power consumption by the increase of vibration velocity. For 0.06 mm/s vibration velocity excalation, the power consumption increase to 40 watt per hour. For 0.08 mm/s, power consumption increase to 80 watt per hour and the highest is 324 watt per hour with vibration velocity excalation up to 0.36 mm/s. The highest power consumption 17 kWh occurred on machine A with vibration velocity average is 6.12 mm/s and the lowest occurred on machine B that is 15 kWh with vibration velocity average is 2.99 mm/s.Keywords: vibration, vibration velocity, vibration spectrum, power consumption, mechanical vibration, spectrum analyze.
UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI DAN PENGUATAN USAHA OPAK SILI MELALUI PERANCANGAN ALAT PENGHALUS SINGKONG DAN PERBAIKAN PENGEMASAN Laeli Kurniasari; Sri Mulyo Bondan Respati; Aqnes Budiarti
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i1.1456

Abstract

Dusun Sili merupakan salah satu sentra usaha produksi opak yang terletak di Desa Candisari Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Usaha ini merupakan usaha kecil yang dilakukan oleh banyak warga dusun secara perorangan. Opak merupakan makanan ringan sejenis kerupuk yang berbahan baku singkong. Proses produksi opak sili sampai saat ini masih terkendala pada proses produksi yang cukup lama serta minimnya pangsa pasar yang dapat ditembus oleh mitra. Proses produksi yang dilakukan selama ini memerlukan waktu lama mengingat proses penghalusan singkong rebus masih dilakukan secara manual dengan tenaga manusia. Secara manual, penghalusan 25 kg singkong membutuhkan waktu sekitar 4 jam, tergantung tingkat kelunakan singkong yang digunakan. Sementara minimnya pangsa pasar salah satunya disebabkan oleh pengemasan produk yang masih sangat sederhana. Adapun kegiatan yang dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah perbaikan proses produksi dengan bantuan alat penghalus singkong rebus serta proses penguatan usaha. Adapun metode yang akan dilakukan melalui perancangan, pabrikasi, pendampingan penggunaan alat penghalus singkong rebus serta pelatihan cara pengemasan produk opak. Penggunaan alat penghalus singkong dapat mengurangi waktu produksi sekaligus mengurangi kebutuhan tenaga manusia. Proses penghalusan yang biasanya membutuhkan waktu sekitar 4 jam, dapat direduksi menjadi hanya sekitar 2 jam. Sementara perbaikan proses pengemasan terbukti dapat memperbaiki tampilan produk sehingga diharapkan selanjutnya produk Opak Sili dapat meningkat pangsa pasarnya. Kata kunci : opak sili, penghalus,  pengemasan, singkong
MONITORING JARAK JAUH DAN KENDALI PENGGUNAAN LISTRIK DENGAN LOGIKA FUZZY Bustanul Arifin; Muhammad Khosyi’in; Agus Adhi Nugroho
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v13i2.2034

Abstract

Krisis energi listrik menjadi masalah utama bagi bangsa Indonesia yang mempunyai jumlah penduduk terbesar ke-4 dunia setelah China, India, dan Amerika. Penghematan listrik disampaikan pemerintah ke masyarakat agar dapat membatasi penggunaan energi  listrik terutama di lingkungan rumahnya. Perilaku masyarakat menjadi berbeda ketika menggunakan listrik di luar rumah seperti misalnya di kantor/instansi tempat bekerja. Pemborosan sering dilakukan oleh seseorang di tempat kerjanya. Padahal separuh dari hidup seseorang dihabiskan di tempat kerjanya. Metode yang digunakan adalah merancang dan membuat model maket ruangan yang dilengkapi dengan beberapa sensor yang dapat mengetahui jumlah orang, kebutuhan cahaya, serta suhu ruang untuk kemudian dikirim secara wireless ke pusat informasi. Sensor photodioda berjumlah 2 yang letaknya saling berdekatan sehingga dapat mengetahui orang yang masuk dan keluar ruangan. Penelitian ini juga menggunakan sensor PIR untuk mendeteksi keberadaan orang didekatnya. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa output sensor yang digunakan linear. Sensor suhu LM35 adalah 19,98 derajat celcius sampai dengan 40,39 derajat celcius. Setting time sensor PIR agar siap digunakan membutuhkan waktu 26,1 detik. Masing-masing input logika fuzzy ini mempunyai 3 fungsi keanggotaan yaitu jumlah mahasiswa terdiri atas sedikit, sedang, banyak. Sedangkan fungsi keanggotaan suhu adalah dingin, normal, panas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logika fuzzy yang ditanamkan dalam chip telah bekerja dengan baik dan sesuai dengan simulasi yang dilakukan menggunakan software. Dengan berbagai input serta pemrosesan algoritma yang kompleks, sistem tidak mengalami kendala yang berarti seperti keterlambatan akses data. Hal ini dikarenakan sistem menggunakan seluruh fasilitas yang ada dalam mikrokontroler, diantaranya adalah interupsi eksternal dan interupsi timer.Kata kunci: monitoring, kendali jarak jauh, logika fuzzy
STUDI RAMBATAN PANAS PADA PEMODELAN PIROLISATOR KAPASITAS 20 LITER MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS Fajar Dwi Saputro; Imam Syafa’at; Tabah Priangkoso
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i2.3083

Abstract

OPTIMASI PRODUKSI LECTHIN DARI PROSES WATER DEGUMMING MINYAK WIJEN MENGGUNAKAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY Alwani Hamad; Heru Sutopo; Anwar Ma’ruf
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v13i1.1758

Abstract

Lecithin merupakan pengemulsi alami yang memiliki dua kutup yaitu polar dan non polar sehingga dapat dimanfaatkan sebagai emulsifier dan food suplemen. Vegetable lecithin dipasaran kebanyakan berasal dari minyak kedelai. Hal ini menunjukkan bahwa perlunya mengkaji optimasi lechitin dari minyak nabati lain, seperti minyak wijen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil optimasi proses produk lechithin dari water degumming minyak wijen menggunakan response surface method (RSM) dengan central composite design untuk tiga variable yaitu jumlah air yang ditambahkan, waktu, dan lama pengadukan . Sebanyak 250 minyak wijen dipanaskan dan ditambahkan soft water (0.5 – 6%), diaduk selama 15-180 menit dan dipanaskan dengan suhu 40 – 100 oC, kemudian dipisahkan dan dikeringkan sehingga menghasilkan gums lecithin. Respon dalam penelitian adalah rendemen crude lecithin yang dihasilkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa RSM dapat digunakan untuk mengoptimasi proses produksi dengan R2 sebanyak 65,5%. Hasil optimasi menghasilkan rendemen optimum akan dihasilkan dengan komposisi 5% jumlah air yang ditambahkan pada suhu 85oC dan diaduk selama 30 menit dengan hasil rendemen sebanyak 9,55%. Kata kunci: lecithin, water degumming, minyak wijen, emulsifier, Respon surface method.
EFEK LEBAR DAN ASPEK RASIO BAN TERHADAP KETAHANAN BAN DALAM UJI PLUNGER ENERGY (PE) Setiyana Budi
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v14i1.2191

Abstract

Banyak parameter kualitas ban yang diterapkan oleh pemerintah, salah satunya adalah nilai Plunger energy Test (PE). Plunger energy adalah suatu nilai untuk merekayasa kekuatan material, konstruksi, desain dari suatu ban dalam menahan suatu beban tak terduga yang ada di jalan seperti lubang, benturan, bebatuan, kontur jalan yang tidak rata dan sebagainya. Untuk merekayasa kekuatan nilai plunger energy, produsen ban harus menguji pada laboratorium yang melakukan kegiatan pengujian terhadap ban sesuai spesifikasi / metode uji SNI yang telah diakreditasi oleh KAN dan ditunjuk dalam peraturan menteri perindustrian. Harapan pada saat mencari nilai plunger energy adalah ban menyentuh velg. Namun, jika ban pecah saat pengujian, nilai standard pengujian akan meningkat sesuai dengan nilai standard nasional Indonesia (SNI). Dalam penelitian ini telah dilakukan perbandingan lebar dan aspek rasio ban terhadap kekuatan suatu ban dalam menahan plunger energy. Penelitian dilakukan untuk memberikan wawasan pada user dalam memilih/memodifikasi ukuran ban yang tidak sesuai standard perusahaan mobil. Penelitian yang telah dilakukan mendapakan hasil bahwa jika lebar ban meningkat akan meningkat juga nilai tahanan plunger energy ban tersebut. Begitupun dengan aspek rasio, semakin besar aspek rasio ban cenderung meningkatkan nilai plunger energy ban tersebut.Kata Kunci: Aspek rasio, Pattern, Plunger energy, Lebar ban
UJI KUALITAS PRODUK BRIKET ARANG TEMPURUNG KELAPA BERDASARKAN STANDAR MUTU SNI Norman Iskandar; Sri Nugroho; Meta Fanny Feliyana
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i2.3073

Abstract

Kebutuhan akan energi semakin meningkat seiring bertambahnya populasi manusia. Upaya mencari sumber energi baru terus dilakukan termasuk sumber Energi Baru Terbarukan (EBT). Salah satu yang banyak dikaji dan diteliti dan dikembangkan adalah biomassa dimana di antara produk dari energi bersumber dari biomassa adalah briket arang tempurung kelapa. Permintaan briket arang tempurung kelapa semakin meningkat terutama dari luar negeri. Namun sebagian produk briket arang tempurung kelapa ternyata tidak diterima di pasaran luar negeri bahkan dalam negeri juga ada yang menolak dikarenakan kualitas tidak memenuhi standar. Briket arang tempurung kelapa mempunyai persyaratan mutu pasar yang dituju seperti untuk Indonesia berdasarkan standar SNI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik briket arang produksi salah satu perusahaan briket arang di Jawa tengah, berdasarkan standar SNI No.1/6235/2000. Parameter proses produksi yang diuji yaitu kadar air dan pengujian hasil produksi briket yaitu berupa geometri, densitas, kadar abu, kadar karbon, nilai kalor, dan kadar zat menguap. Hasil yang didapat adalah briket belum lolos standar SNI No.1/6235/2000 untuk parameter kadar karbon. Sedangkan pada kadar air, kadar abu, nilai kalor, dan kadar zat menguap telah memenuhi standar SNI yang menjadi acuan. Kata kunci: arang tempurung kelapa, briket, EBT, kualitas, SNI
PEMANFAATAN EDUCATIONAL DATA MINING (EDM) UNTUK MEMPREDIKSI MASA STUDI MAHASISWA MENGGUNAKAN ALGORITMA C4.5 (STUDI KASUS: TI-S1 UDINUS) Defri Kurniawan; Wibowo Wicaksono; Yani Parti Astuti
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i2.1635

Abstract

Tersedianya data yang melimpah pada institusi pendidikan harus dimanfaatkan dengan baik. Menemukan pola studi mahasiswa dan hubungan antar atribut-atribut data pendidikan yang mempengaruhi masa studi mahasiswa dalam suatu data besar, menjadi kajian dalam penelitian ini. Data mining dapat diusulkan sebagai salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk memprediksi kinerja siswa. Algoritma C4.5 diterapkan untuk menemukan pola klasifikasi terhadap mahasiswa yang telah lulus tepat waktu dan tidak tepat waktu serta melakukan prediksi terhadap data uji yang diberikan. Hasil akurasi menunjukkan algoritma C4.5 mampu melakukan prediksi dengan baik (73,68%) terhadap masa studi mahasiswa yang tepat waktu dan tidak tepat waktu. Penerapan Data Mining pada bidang pendidikan (Educational Data Mining) memberikan kemajuan dan kontribusi besar pada dunia pendidikan dan pada bidang riset data mining.   Kata kunci: Data Mining, EDM, Masa Studi Mahasiswa, Algoritma C4.5, Decision Tree
ANALISIS KEAUSAN KAMPAS REM PADA DISC BRAKE DENGAN VARIASI KECEPATAN Taufik Ahmad; Darmanto Darmanto; Syafa’at Imam
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v14i1.2182

Abstract

Kampas rem merupakan salah satu komponen kendaraan bermotor yang berfungsi untuk memperlambat atau menghentikan laju kendaraan. Dalam konsep pengereman hal yang tidak dapat dihindarkan adalah sebuah keausan. Keausan terjadi apabila dua buah benda yang saling menekan dan saling bergesekan. Dalam penelitian ini, dilakukan untuk mengetahui pengaruh kecepatan terhadap volume keausan, koefisien keausan dan laju keausan kampas rem dengan menggunakan alat uji keausan kampas rem dengan variasi kecepatan 60 km/jam, 80 km/jam dan 100 km/jam dengan beban pengereman 2 Kg. Durasi waktu pengujian yaitu 10, 15, 20, 25, 30, 35 menit. Hasil penelitian ini untuk volume keausan tertinggi dengan waktu 35 menit yaitu pada kecepatan 60 km/jam sisi kampas A 38,07 mm3 dan sisi kampas B 30,45 mm3, sedangkan kecepatan 80 km/jam sisi kampas A 64,13 mm3 dan sisi kampas B 56,10 mm3, pada kecepatan 100 km/jam sisi kampas A 43,96 mm3 dan sisi kampas B 37,70 mm3. Sedangkan nilai koefisien keausan kampas A pada kecepatan 60 km/jam sisi kampas A 8,21x10-8 mm3/N.mm dan sisi kampas B 7,72x10-8 mm3/N.mm, kecepatan 80 km/jam sisi kampas A 1,13x10-7 mm3/N.mm dan sisi kampas B 1,03x10-7 mm3/N.mm dan kecepatan 100 km/jam 1,17x10-7 mm3/N.mm dan B 1,08x10-7 mm3/N.mm. Laju keausan pada waktu 35 menit dengan kecepatan 60 km/jam sisi kampas A 3,28x10-8 gram/s.mm2 dan sisi kampas B 2,62x10-8 gram/s.mm2, kecepatan 80 km/jam sisi kampas A 4,60x10-8 gram/s.mm2 dan sisi kampas B 3,94x10-8 gram/s.mm2, untuk kecepatan 100 km/jam kampas A 6,24x10-8 gram/s.mm2 dan B 5,58x10-8 gram/s. mm2.Kata Kunci : Kampas rem, Volume keausan, Koefisien keausan, Laju keausan.
PENGARUH KOMPOSISI AIR TERHADAP KEBUTUHAN DAYA KOMPRESOR PADA SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK BIOGAS DARI LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Moch Fatichuddin; Nazaruddin Sinaga
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i2.1626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi air dalam proses digestasi terhadap kebutuhan kompresor yang digunakan untuk proses scrubbing. Variasi pada debit air di dalam digester digunakan pada rentan 1-10 ton/jam, dan pada kompresor dibuat variasi tekanan antara 9-12 bar. Kondisi temperatur dibedakan pada kondisi mesopilik dan termopilik. Pada saat kondisi mesopilik, temperatur dalam ruang digester sebesar 37 oC, dan saat kondisi termopilik, temperaturnya sebesar 55 oC. EFB digunakan sebagai material utama dalam simulasi produksi biogas ini. Jumlah EFB yang masuk ke digester sebesar 1 ton/jam, dan simulasi yang dilakukan untuk proses digestasi anaerobik menggunakan metode stoikiometri. Daya kompresor didapatkan setelah dilakukan variasi debit air, kondisi temperatur, dan tekanan kompresor, dihitung dalam satuan kW. Kebutuhan daya terbesar pada temperatur mesopilik adalah pada saat komposisi debit air 5 ton/jam dan tekanan kompresor 12 bar, dengan besar daya sebesar 50,9 kW, dan kebutuhan daya terkecil terjadi ketika komposisi debit air 1 ton/jam dan tekanan kompresor 9 bar, sebesar 42,36 kW. Kebutuhan daya terbesar pada temperatur termopilik terjadi pada debit air 5 ton/jam dan tekanan kompresor 12 bar, sebesar 39,23 kW. Produksi biogas terbaik terjadi debit air 1 ton/jam dan tekanan kompresor 12 bar. Pada kondisi ini, untuk temperatur mesopilik dan termopilik membutuhkan daya sebesar 49,39 dan 37,19 kW. Kata kunci: Biogas, Compressor, EFB, Scrubber