cover
Contact Name
Jurnal Iqtisad
Contact Email
iqtisad@unwahas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iqtisad@unwahas.ac.id
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/ 22 Sampangan Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL IQTISAD: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia
ISSN : 23033223     EISSN : 2621640X     DOI : 10.31942/iq
Core Subject : Economy, Social,
IQTISAD: merupakan wadah menuangkan pemikiran dalam bidang ekonomi, ekonomi, ekonomi islam dan kajian hukum, baik dalam hukum islam maupun dalam hukum ekonomi syariah. Jurnal ini diterbitkan oleh Pusat Kajian Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman (PKPI2) Fakultas Agama Islam Unwahas Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 124 Documents
Perlindungan Hukum Pelaku Usaha Tradisional dari Ekspansi Ritel Modern Perspektif Negara Hukum Pancasila Sri Hartati; Rubiyanto Rubiyanto; Ceprudin Ceprudin; Siti Mariyam
Iqtisad: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Iqtisad
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/iq.v10i2.9583

Abstract

Legal protection for traditional retail businesses in the perspective of Pancasila state law must include efforts to create a sustainable and inclusive economic environment. By the principles of Pancasila, legal protection for traditional retail businesses can play an important role in maintaining the continuity of traditional businesses and preserving local cultural values. The Pancasila legal state is not only a legal framework but also reflects the soul and values of the Indonesian nation. The research method used in this research is descriptive-qualitative with a library approach. The law governing the layout of modern retail stores to protect traditional stores by adhering to Pancasila values has a significant impact on business and socio-economic conditions in Indonesia. Presidential Regulation Number 112 of 2007 is the main basis for setting the role of modern shops and traditional shops. Apart from implementation challenges, this regulation protects small and traditional businesses by providing equal opportunities for training and protection as well as maintaining a balance of competition. Reconstruction of modern shop organizations in residential areas with due observance of Pancasila values encourages cooperation and harmonization of modernity and local culture. By bringing together cooperation, solidarity, and diversity, this framework creates a fair, inclusive, and sustainable business environment.Keywords: Traditional retail; modern retail; law; reconstruction; PancasilaAbstrakPerlindungan hukum terhadap usaha ritel tradisional dalam perspektif hukum negara Pancasila harus mencakup upaya untuk menciptakan lingkungan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Sesuai dengan asas Pancasila, perlindungan hukum terhadap usaha ritel tradisional dapat berperan penting dalam menjaga keberlangsungan usaha tradisional dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Negara hukum Pancasila bukan hanya kerangka hukum, tetapi juga mencerminkan jiwa dan nilai-nilai bangsa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Undang-undang yang mengatur tata letak toko ritel modern untuk melindungi toko tradisional dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila berdampak signifikan terhadap kondisi bisnis dan sosial ekonomi di Indonesia. Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 menjadi dasar utama pengaturan peran toko modern dan toko tradisional. Terlepas dari tantangan implementasi, peraturan ini melindungi usaha kecil dan tradisional dengan memberikan kesempatan yang sama untuk pelatihan dan perlindungan serta menjaga keseimbangan persaingan.Rekonstruksi organisasi toko modern di kawasan pemukiman dengan memperhatikan nilai-nilai Pancasila mendorong kerjasama dan harmonisasi modernitas dan budaya lokal. Dengan menyatukan gotong royong, solidaritas dan keragaman, kerangka kerja ini menciptakan lingkungan bisnis yang adil, inklusif dan berkelanjutan.
Model of Positivization of Shari'ah Economic Law in Indonesia: A Study of Bank Indonesia Regulations 2008-2023 Ahmad Munif; Nur Hasan; Siti Tatmainul Qulub
Iqtisad: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Iqtisad
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/iq.v11i1.10766

Abstract

The objective of this article is to clarify the regulations established by Bank Indonesia (PBI) from 2008 to 2023 in relation to sharia-compliant banking. PBI represents a regulatory framework incorporating or referencing the Fatwa DSN-MUI, as mandated by the Law on Banking Regulations for Islamic Banking, which requires that the Fatwa DSN-MUI serve as a reference point for the principles of Islamic banking. This study aims to address two research questions. The first question concerns the transformation of the DSN-MUI fatwa into a PBI from 2008 to 2023. The second question is an examination of the patterns of transformation. This research is a qualitative study within the field of normative legal research. The primary object of study in this research is the legal materials, namely the PBI and SEBI, which are placed in juxtaposition with the DSN-MUI Fatwa. A content analysis of the regulations was conducted, employing a conceptual approach to identify points of convergence between the PBI and the DSN-MUI fatwa. The findings reveal that the manner in which the DSN-MUI fatwa was transformed into a PBI is evident in both stylistic and substantive aspects. A variety of terms were employed to describe the contracts and the substance of the DSN-MUI fatwas, which were subsequently developed in the PBI. The pattern of transformation of the Fatwa DSN-MUI into the PBI can be identified through the analysis of three distinct patterns: the "copy and paste" pattern, the "adaptation" pattern, and the "expansion" pattern. In order to provide definitions, this approach is employed in both the general provisions and the detailed operational provisions.Artikel ini berupaya mengelaborasi Peraturan Bank Indonesia (PBI) dari tahun 2008 hingga 2023 yang berkenaan dengan perbankan syariah. PBI merupakan peraturan yang mengadopsi atau menyerap Fatwa DSN-MUI sebagai tindak lanjut ketentuan Undang-Undang tentang Perbankan Syariah yang mengamanatkan produk Fatwa DSN-MUI sebagai parameter prinsip-prinsip syariah dalam operasional perbankan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua rumusan masalah yakni bagaimana bentuk perubahan Fatwa DSN-MUI ke dalam PBI tahun 2008-2023 dan pola transformasi Fatwa DSN-MUI ke dalam PBI tahun 2008-2023. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan kategori penelitian hukum normatif. Kajian utamanya berupa bahan hukum berupa PBI dan SEBI yang disandingkan dengan Fatwa DSN-MUI. Analisis yang digunakan berupa analisis konten peraturan dengan pendekatan konseptual mencari titik temu asas-asas atau prinsip yang terkait antara PBI dengan Fatwa DSN-MUI. Hasilnya menunjukkan bahwa bentuk perubahan fatwa DSN-MUI ke dalam PBI berupa penyerapan dalam ranah redaksi dan substansi. Berbagai macam nama akad dan substansi isi Fatwa DSN-MUI dipakai dan dikembangkan dalam PBI. Pola transformasi Fatwa DSN-MUI ke dalam PBI bisa diidenifikasi dalam tiga pola; pola copy paste, pola penyesuaian dan pola perluasan. Pola itu dipakai untuk memberikan definisi dalam ketentuan umum dan ketentuan detail operasionalnya. 
Sovereign Sukuk for Financing the Public Budget Deficit "Sukuk Al-Ijara" in Morocco: الصكوك السيادية لتمويل عجز الميزانية العامة "صكوك الإجارة" بالمغرب Jihaoui, Maroua El
Jurnal Iqtisad Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Iqtisad
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/iq.v11i1.11068

Abstract

Sovereign sukuk play an essential role in providing effective and sustainable financing for the government's expenditures and investment projects, while maintaining fiscal discipline by limiting the accumulation of public debt. Among these sukuk, we find Ijara sukuk as one of the recently developed financial instruments utilized by governments and companies to fund their projects and meet financial needs. In particular, Ijara sukuk have become increasingly prevalent in Morocco, where they play a pivotal role in funding public budget deficits and supporting the national economy. This study aims to highlight the importance of sovereign bonds in Morocco, with a particular focus on Ijarah bonds, as one of the emerging and important financial instruments in attracting savings and mobilizing the necessary funds to finance investment projects. Furthermore, the study aims to illustrate the high efficiency and efficacy of these instruments in financing public budget deficits. This is accomplished through the utilization of descriptive and analytical methodologies, which have been demonstrated to be effective in achieving the desired objectives. The study concludes that sovereign bonds, particularly Ijarah bonds, are an important instrument for achieving fiscal balance due to their distinctive features and attributes that differentiate them from other financial instruments. Sukuk negara memainkan peran penting dalam menyediakan pembiayaan yang efektif untuk memenuhi kebutuhan pemerintah di bidang pengeluaran publik dan proyek-proyek investasi tanpa harus menambah utang publik. Di antara sukuk-sukuk ini, kami menemukan sukuk Ijara sebagai salah satu instrumen keuangan baru yang digunakan oleh pemerintah dan perusahaan untuk mendanai proyek-proyek mereka dan memenuhi kebutuhan keuangan, terutama di Maroko, di mana sukuk Ijara memainkan peran yang semakin penting dalam mendanai defisit anggaran publik dan mendukung perekonomian nasional. Studi ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya obligasi negara di Maroko, terutama obligasi Ijarah, sebagai salah satu instrumen keuangan yang sedang berkembang dan penting dalam menarik tabungan dan memobilisasi dana yang diperlukan untuk membiayai proyek-proyek investasi. Studi ini juga berusaha untuk menunjukkan efisiensi dan kemampuan yang tinggi dari instrumen-instrumen ini dalam membiayai defisit anggaran publik. Hal ini dicapai dengan menggunakan pendekatan deskriptif dan analitis yang dianggap efektif dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Studi ini menyimpulkan pentingnya obligasi negara, khususnya obligasi Ijarah, dalam mencapai keseimbangan fiskal, karena fitur dan atribut unik yang membedakannya dari instrumen keuangan lainnya. يعتبر التمويل المستدام لعجز الميزانية العامة أمرا ضروري لاستقرار الاقتصاد الوطني وتحقيق التنمية المستدامة،  وفي هذا السياق تلعب الصكوك السيادية دورا مهما في توفير تمويل فعال لتلبية احتياجات الحكومة في مجالات النفقات العامة والمشاريع الاستثمارية دون اللجوء إلى زيادة الدين العام، ومن بين هذه الصكوك نجد صكوك الإجارة بوصفها واحدة من الأدوات المالية المستجدة التي تستخدمها الحكومات والشركات لتمويل مشاريعها وتلبية الاحتياجات المالية خاصة في المغرب، حيث باتت صكوك الإجارة تلعب دورا متزايد الأهمية في تمويل عجز ميزانية العامة ودعم الاقتصاد الوطني. تهدف هذه الدراسة إلى إظهار الأهمية التي تحظى بها الصكوك السيادية بالمغرب خاصة صكوك الإجارة باعتبارها من بين الأدوات المالية المستجدة والمهمة في اجتذاب المدخرات وتجميع الأموال اللازمة لتمويل المشروعات الاستثمارية، وكدى لما تتميز به من كفاءة وقدرة عالية على تمويل عجز الميزانية العامة، كل هذا من خلال الاعتماد على المنهج الوصفي و التحليلي باعتبارهما كفيلين لتحقيق الأهداف المتوخاة، وتوصلت الدراسة إلى أهمية الصكوك السيادية وخاصة صكوك الإجارة في تحقيق الموازنة العامة، وذلك لما تمتلكه هذه الأداة المالية من مميزات ومقومات تميزها عن غيرها من الأدوات. الكلمات المفتاحية: الصكوك السيادية، عجز الميزانية العامة، صكوك الإجارة، التمويل، المغرب  
Empat Konsep Pemikiran Ekonomi Islam Ibnu Khaldun dan Penerapannya di Pasar Terong Makassar Idha Fadhilah Sofyan; Sirajuddin Sirajuddin; Misbahuddin Misbahuddin
Iqtisad: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Iqtisad
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/iq.v10i2.8744

Abstract

Sejarah perkembangan ekonomi Islam tentunya tidak luput dari pemikiran-pemikiran ekonomi dimasa lalu. Kegiatan ekonomi yang menggunakan sistem ekonomi Islam semakin berkembang diberbagai wilayah manca negara termasuk negara Indonesia. Teori ekonomi Islam tidak dapat dipungkiri bahwa pemikiran tokoh-tokoh yang telah berpartisipasi terhadap prinsip-prinsip ekonomi. Dalam sejarah umat Islam banyak tokoh-tokoh yang membahas persoalan ekonomi dengan beberapa pemikiran yang turut membangun konsep teori-teori ekonomi. Salah satu tokoh cendikiawan terbesar ialah Ibnu Khaldun yang telah memberikan kontribusi penting terhadap pembangunan ekonomi didunia. Dalam penelitian ini, peneliti akan mengkaji konsep pemikiran ekonomi Ibnu Khaldun dan penerapannya terhadap pasar Terong Makassar. Penelitian ini termasuk penelitian yang menggunakan metode penelitian lapangan dan studi pustaka, dengan pendekatan kualitatif.Penelitian tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi tentang berbagai aspek yang berkaitan dengan persoalan penelitian dan dilakukan dengan menelaah buku-buku, jurnal, ataupun sumber-sumber lainnya yang sesuai dengan pembahasan dan bertujuan untuk menarik kesimpulan tentang pemikiran ekonomi Islam Ibnu Khaldun terhadap penerapannya dipasar. Hasil menunjukkan bahwa pemikiran ekonomi Ibnu Khaldun juga dipakai dalam transaksi jual beli didalam pasar Terong Makassar.
PELAKSANAAN WAKAF UANG PADA BANK SYARIAH DI INDONESIA Sriani, Endang
Iqtisad: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia Vol 12, No 1 (2025): Article In Press 2024
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/iq.v12i1.12585

Abstract

This study aims to analyze the enforcement of cash waqf at the bank of sharia Banking and to find out the constraint and the strategy conducted by sharia Banking as LKS-PWU. It is a field study by using empiric approach. The data collection techniques are observation, documentation and interview and the data are analyzed by descriptive method. The study results show that: (1) the enforcement of cash waqf at the sharia Banking can be conducted by online through the website or come to the sharia Banking immediately, whereas the waqf management (tasharruf) is more of the type of waqf by way of money (for physical development) than the cash waqf (financial investment). (2) The constraint relates to the duty and the function of Sharia Banking which are only limited to the receiving of cash waqf, Sharia Banking cannot optimize the management of cash waqf through the financial investment instrument, because the cash waqf goes to nazhir’s account directly then used by nazhir based on the wakif’s wishes. (3) The strategies which are undertaken by Sharia Banking to introduce and to increase the public interest to donate a money through LKS-PWU is by means of social media and various events held and attended by Sharia Banking.
Islamic Political Law in Economic Warfare: Indonesian Economic Policy in the Global Economic Struggle Yayan Muhammad Royani; Nazar Nurdin
Jurnal Iqtisad Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Iqtisad
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/iq.v11i2.11345

Abstract

The era of globalization has shifted the form of military warfare to hybrid warfare involving economic warfare. The contribution of Islamic political law thinking is needed for Indonesia in addressing these issues. This paper is prepared using a qualitative-descriptive method. Data collection is done using desk research and annotated bibliography methods. Three approaches are utilized: textual-contextual, Islamic legal sociology, and comparative. The research results explain that Islamic Political Law is an instrument of political policy for Islamic countries in governance, including in both wartime and peacetime situations. For the Indonesian context, Islamic political law adapts to the development of the nation-state, where Indonesia is considered a state based on agreements or peace, positioning it similarly to Islamic countries. Therefore, Islamic political law thinking is currently needed in building civilization in the era of globalization, especially in dealing with new-style colonization or neo-colonialism. Islamic political law can contribute to the formulation of Indonesian economic policies in facing global economic warfare. The concept of "Indonesian Economic" refers to the result of ijtihad in Islamic political law in the economic field. Thus, a mechanism of synergy is needed for the values embedded in the Pancasila economic system and the Sharia economic system. The five basic principles of Islamic economic values, when synergized with the basic values of Pancasila, are applied in Indonesia, considering social, cultural, political, geographical, and all other aspects.  
Studi Komparasi Hukum Jual Beli Penggunaan Uang Muka Menurut Empat Imam Madzhab Arifin, Desi Siti Habibah; Nuraeni, Neni; Januri, Fauzan
Jurnal Iqtisad Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Iqtisad
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/iq.v11i2.11255

Abstract

Down payment is called urbun in Fiqh studies. There are differences of opinion regarding the legal status of the use of the down payment or urbun. This research is a type of qualitative literature research with descriptive analysis method. Data sources come from written literature, such as books, books, scientific articles, and others related to the subject of research. The Hanafi and Shafi'i Madzhab tend not to allow it because it is considered to contain elements of uncertainty and potential injustice, while the Maliki and Hanbali Madzhab tend to allow this practice on condition that there is a clear agreement, which later became the basis for the issuance of DSN-MUI Fatwa No. 13/DSN-MUI/2000 concerning Down Payment in Murabahah. 
Jurisprudential Analysis on the Determination (Itsbat) of Marriage and the Potential Cancellation of Marriage for Illegal Guardianship (Case Study of the Marriage of Mahalini and Rizky Febian) Ilma, Nadia Arina
Iqtisad: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Iqtisad
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/iq.v11i2.12490

Abstract

Itsbat (determination) of marriage is a legal instrument to recognize marriages that are not recorded or do not meet the legal requirements under Islamic law. This research aims to analyze jurisprudence related to itsbat nikah and the potential for annulment of marriages involving illegitimate guardianship, with a case study of Mahalini and Rizky Febian’s marriage. The research uses normative juridical and empirical juridical approaches by examining legal documents such as the Compilation of Islamic Law (KHI), fiqh books, and court decisions. Secondary data was analyzed descriptively-qualitatively to describe legal facts and assess the consistency of legal application in similar cases. The results show that the appointment of a guardian without official authority violates Article 23 and Article 71 of the KHI, so it can be a basis for annulment of the marriage. In this case, although the nasab (descendant/family ties) guardian was ineligible due to religious differences, the appointment of an alternative guardian without legal legitimacy was also invalid. This research highlights the legal and social implications of the itsbat nikah decision, including its impact on the legal status of the couple and children. The novelty of the research lies in analyzing the relationship between the application of Islamic law, jurisprudence and community perceptions of public figures in the context of marriage law.Keywords: Determination of Marriage ; Invalid Guardianship; JurisprudenceAbstrakItsbat nikah merupakan instrumen hukum untuk memberikan pengakuan terhadap pernikahan yang tidak tercatat atau tidak memenuhi syarat-syarat sah menurut hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis yurisprudensi terkait itsbat nikah dan potensi pembatalan pernikahan yang melibatkan perwalian tidak sah, dengan studi kasus pernikahan Mahalini dan Rizky Febian. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris dengan mengkaji dokumen hukum seperti Kompilasi Hukum Islam (KHI), kitab fikih, dan putusan pengadilan. Data sekunder dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk menggambarkan fakta hukum dan menilai konsistensi penerapan hukum dalam kasus serupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangkatan wali tanpa otoritas resmi melanggar Pasal 23 dan Pasal 71 KHI, sehingga dapat menjadi dasar pembatalan pernikahan. Dalam kasus ini, meskipun wali nasab tidak memenuhi syarat karena perbedaan agama, pengangkatan wali alternatif tanpa legitimasi hukum juga tidak sah. Penelitian ini menyoroti implikasi hukum dan sosial dari keputusan itsbat nikah, termasuk dampaknya terhadap status hukum pasangan dan anak-anak. Kebaruan penelitian terletak pada analisis hubungan antara penerapan hukum Islam, yurisprudensi, dan persepsi masyarakat terhadap tokoh publik dalam konteks hukum pernikahan.Kata kunci: Itsbat Nikah; Perwalian Tidak Sah; Yurisprudensi
Pendekatan Hukum Keluarga terhadap Ketahanan Keluarga buruh perempuan pabrik di Rembang, Masykur, Ali; Tasfiq, Mustla Sofyan
Jurnal Iqtisad Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Iqtisad
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/iq.v11i2.12093

Abstract

Salah satu fenomena di Rembang, dimana beberapa pekerja pabrik perempuan menjadi penyumbang angka cerai gugat. Setelah ditelusuri, dengan mengambil enam pekerja pabrik sebagai informan, maka diketahui bahwa faktor yang berpengaruh besar terhadap ketahanan keluarga adalah kehadiran anak dan kebutuhan anak. Ketahanan keluarga bagi istri/perempuan yang bekerja bermacam-macam tergantung faktor dan permasalahan keluarga yang dihadapi. Namun dari beberapa hasil wawancara dapat diambil kesimpulan bahwa ketahanan keluarga bukan hanya menjadi kewajiban satu pihak saja (suami/istri saja), akantetapi perlua adanya kerjasama dalam mewujudkan ketahanan keluarga. Dalam Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Pembangunan Keluarga, di dalam Pasal 3, menyebutkan konsep ketahanan dan kesejahteraan keluarga keluarga mencakup, pertama, landasan legalitas dan keutuhan keluarga. Dua, ketahanan fisik. Tiga, ketahanan ekonomi. Empat, ketahanan sosial psikologi. Lima, ketahanan sosial budaya. 
Analisis Fundamental Saham Perusahaan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk dan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk ( Tahun 2019-2023 ) Agustina, Asiroch Yulia; Fadillah, Nurhadi
Jurnal Iqtisad Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Iqtisad
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/iq.v11i2.12090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pada saham PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk dan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk  yang merupakan saham yang bergerak pada sektor produksi semen terbesar di Indonesia dengan menggunakan analisis fundamental. Variabel fundamental yang digunakan dalam penelitian  ini yaitu CR, ROE, DER, EPS, PER dan PBV. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan data sekunder bersumber dari webset resmi kedua Perusahaan tersebut. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa dari analisis fundamental kedua saham tersebut, PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk lebih layak untuk dibeli karena memiliki kinerja dan peluang prospek yang lebih baik.

Page 12 of 13 | Total Record : 124