cover
Contact Name
Jurnal Iqtisad
Contact Email
iqtisad@unwahas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iqtisad@unwahas.ac.id
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/ 22 Sampangan Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL IQTISAD: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia
ISSN : 23033223     EISSN : 2621640X     DOI : 10.31942/iq
Core Subject : Economy, Social,
IQTISAD: merupakan wadah menuangkan pemikiran dalam bidang ekonomi, ekonomi, ekonomi islam dan kajian hukum, baik dalam hukum islam maupun dalam hukum ekonomi syariah. Jurnal ini diterbitkan oleh Pusat Kajian Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman (PKPI2) Fakultas Agama Islam Unwahas Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 124 Documents
Tinjauan Sosiologi Hukum terhadap Efektivitas Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri dalam Mewujudkan Kerukunan Umat Beragama di Kota Salatiga Nor Mohammad Abdoeh
Iqtisad: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Iqtisad
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/iq.v9i2.6522

Abstract

ABSTRAKThe emergence of Joint Regulations of Religion Minister and Domestic Minister No. 9 and 8 of 2006 is a significant challenge for government, religious leaders, and FKUB Salatiga in order to foster tolerance and harmony in Salatiga. Salatiga is inaugurated as a tolerant city in the midst of widespread intolerance in this country. The goal of this research is to uncover the role of the FKUB in Salatiga for achieving harmony in Salatiga based on PBM No. 9 of 2006 and No. 8 of 2006, as well as to explain the factors that impede the realization of tolerance and harmony among all religious communities in Salatiga. This study employs descriptive field research with a sociological perspective. According to the findings, FKUB Salatiga participated in various dialogues with religious leaders and community leaders, accommodated all religious organizations' aspirations, disseminated laws and regulations, and provided recommendation letters for applications to establish houses of worship. The community does not fully comprehend PBM in its entirety; there is no legal umbrella in PBM to accommodate religious sects; the establishment of funeral homes for ethnic Chinese; and a lack of socialization regarding religious harmony in sub-urban areas are all impediments. Abstrak Fenomena munculnya Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri (PBM) No. 9 Tahun 2006 dan No. 8 Tahun 2006 menjadikan tantangan besar bagi Pemerintah, Pemuka Agama dan FKUB Kota Salatiga dalam rangka mewujudkan toleransi dan kerukunan di Kota Salatiga. Pengukuhan Kota Salatiga sebagai kota tertoleransi di tengah kasus intoleransi yang marak di negeri ini. Tujuan penelitian ini untuk mengurai peran FKUB Kota Salatiga dalam mewujudkan kerukunan di Kota Salatiga berdasarkan PBM No. 9 Tahun 2006 dan No. 8 Tahun 2006 dan menjelaskan faktor yang menghambat terwujudnya toleransi dan kerukunan seluruh umat beragama di Kota Salatiga. Metode penelitian ini menggunakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif dengan pendekatan sosiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FKUB Kota Salatiga berperan dalam berbagai dialog dengan para pemuka agama dan tokoh masyarakat, menampung seluruh aspirasi ormas keagamaan, melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan, memberikan surat rekomendasi atas permohonan pendirian rumah ibadah. Adapun faktor yang menghambat ialah masyarakat sepenuhnya belum memahamisecara menyeluruh tentang PBM tersebut, tidak adanya payung hukum dalam PBM dalam mengakomodir sekte agama dan pendirian rumah pemulasaran jenazah bagi etnis Tionghoa, Kurang tersosialisasinya terkait kerukunan umat bergama di daerah pinggiran Kota.
Tradisi Pembuangan Ayam Jawa di Jembatan Kali Progo oleh Keluarga Pengantin dalam Perspektif Urf Laela Qodriyah; Sumarjoko Sumarjoko; Hidayatun Ulfa
Iqtisad: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Iqtisad
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/iq.v9i2.7098

Abstract

Abstract The throwing of chickens at Kali Progo bridge by the bride and groom's families is one of the traditional Javanese wedding ceremony traditions that we still see in Jombor Village. When the bridal procession's second journey passes through a large river, this tradition is carried out. The purpose of this research is to learn about Urf tradition of dumping chickens at Kali Progo bridge by the bride's family, as well as the origins of this tradition. This qualitative study examines and directly observes the lives of people who still practice historical, anthropological, and Islamic legal approaches. Data collection techniques were used to collect primary data from interviews with traditional leaders, religious leaders, and residents of Jombor Village who still practice this tradition. Books, documents, journals, and other secondary data sources were used, and they were then analyzed using descriptive methods. The findings of the study show that Islam forbids the belief that throwing away chickens will provide safety, because Allah SWT is the only one who can provide salvation. The urf aspect, which is based on syara' and the framework of ushul fiqh, also states that it is not permissible to do so, because this tradition includes urf fasid, which are actions that are not in accordance with the Quran and hadith or make the group's journey to difficult location. Furthermore, this tradition wastes previously discarded chickens. Keywords: Tradition; Java Chicken; Urf Abstrak Salah satu tradisi upacara pernikahan adat Jawa yang masih sering kita jumpai di Desa Jombor salah satunya adalah tradisi membuang ayam dijembatan kali progooleh keluarga pengantin baik pengantin putra maupun pengantin putri. Tradisi ini dilakukan saaat iring -iringan pengantin yang perjalanan keduanya melewati sungai yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang tradisi pembuangan ayam di jembatan Kali Progo oleh keluarga pengantin dalam perspektif urf dan asal mula adanya tradisi tersebut. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan sejarah, antropologi dan hukum Islam dengan melihat dan mengamati secara langsung kehidupan masyarakat yang masih melakukannya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari wawancara dengan tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat Desa Jombor yang masih melakukan tradisi tersebut. Sumber data sekunder diperoleh dari buku-buku, dokumen, jurnal dan lain-lain kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agama Islam tidak membolehkan meyakini dengan membuang ayam akan memberikan keselamatan, karena yang memberikan keselamatan hanyalah Allah SWT. Segi urf yang disandarkan pada syara’ dan Kerangka ushul fiqh juga menyatakan tidak diperbolehkan untuk dilakukan, karena tradisi ini temasuk urf fasid , yakni perbuatan yang tidak selaras dengan al-Quran dan hadits atau menyulitkan proses perjalanan rombongan menuju lokasi. Selain itu, tradisi ini memubadzirkan ayam yang telah dibuang.
Analysis of the Effect of Growth, Profitability, Interest Rates, Inflation and Asset Structure on Firm Value With Dividend Policy as an Intervening Variable Siham Muhammad; Apriliana Kurniasari
Iqtisad: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Iqtisad
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/iq.v9i2.7537

Abstract

This research is to analyze the effect of growth, profitability, interest rates, inflation, and asset structure on firm value. On the other hand, this research also analyzes dividend value as an intervening variable. used path analysis to analyze the data in this study. Of the 30 populations in this study, the samples that came out after using purposive sampling were from 7 companies. The purpose of this study was to determine and analyze the effect of growth, profitability, interest rates, inflation and asset structure on dividend policy and firm value. The results of this study indicate that growth and profitability have a significant effect on dividend policy; however, interest rates, inflation, and asset structure have no significant effect on dividend policy. Growth and profitability have a significant effect on firm value, but interest rates, inflation, and asset structure have no significant effect on firm value. Dividend policy has a significant effect on firm value. Growth, profitability, interest rates, inflation, and asset structure have no significant effect on firm value through dividend policy. Abstrak Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan, profitabilitas, suku bunga, inflasi, dan struktur aktiva terhadap nilai perusahaan. Di sisi lain, penelitian ini juga menganalisis nilai dividen sebagai variabel intervening. menggunakan analisis jalur untuk menganalisis data dalam penelitian ini. Dari 30 populasi dalam penelitian ini, sampel yang keluar setelah menggunakan purposive sampling adalah sebanyak 7 perusahaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pertumbuhan, profitabilitas, suku bunga, inflasi dan struktur aset terhadap kebijakan dividen dan nilai perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen; namun suku bunga, inflasi, dan struktur aset tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Pertumbuhan dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, tetapi suku bunga, inflasi, dan struktur aset tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Pertumbuhan, profitabilitas, suku bunga, inflasi, dan struktur aset tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan melalui kebijakan dividen. Keywords: Pertumbuhan; Profitabilitas; Suku Bunga; Inflasi; Struktur Aset; Nilai Perusahaan; Kebijakan dividen.
Teori Ekonomi Mikro menurut Imam Abu Ubaid dan Imam Al-Syaibani Ayi Nurbaeti; Yadi Janwari; Dedah Jubaedah; Wawan Oktriawan
Iqtisad: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Iqtisad
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/iq.v10i1.6876

Abstract

Islamic Microeconomics is a branch of economics that examines how individuals conduct economic transactions within the framework of the Qur'an and Sunnah. Imam Abu Ubaid explored this microeconomic problem in his book al-Amwal, while Imam al-Syaibani discussed it in his book al-Alkasb. This magazine examines these two major figures' perspectives on research at the microeconomic level, employing descriptive qualitative approaches, and examining sources from reference journals and books on related themes. Imam Abu Ubaid is a Muslim scholar who is well-versed in the subject. Economic Islam. Many of his ideas were expressed in his many works, the most important of which is Kitab al-Amwal. This book contains Islamic economic principles as a reference in discussions of public finance, whereas Iman As Syaibani in Kitab al Kasb draws a temporary conclusion that work is human productivity that can make a person feel kissed in the world and worthy of worship in achieving Allah SWT's pleasure.Keywords: Microeconomic Thinking; Imam Abu Ubaid; Imam al-SyaibaniAbstrakEkonomi Mikro Islami itu suatu kajian ilmu ekonomi yang membahas tentang perilaku individu dalam melakukan transaksi ekonominya dengan adanya norma-norma yang diterapkan dengan batasan Al-Qur’an dan Sunnah. Para ulama masa klasik banyak membahas tentang masalah ekonomi mikro ini, diantaranya imam Abu Ubaid dalam kitabnya al-Amwal dan imam al-Syaibani dalam kitabnya al-kasb. Jurnal ini membahas bagaimana pemikiran kedua tokoh besar ini dalam memandang kajian-kajian dalam tatarana ekonomi mikro, dengan menggunkaan metodologi kualitatif deskriptif, menggali sumber-sumber dari referensi jurnal dan buku tentang bahasan terkait.Imam Abu Ubaid merupakan salah seorang cendekiawan muslim yang ahli di bidang ekonomi Islam. Banyak pemikiran-pemikirannya dirumuskan dalam berbagai karyanya, salah satu yang paling monumental adalah Kitab al-Amwal. Kitab ini berisi tentang kaidah-kaidah ekonomi Islam yang menjadi rujukan dalam pembahasan tentang keuangan publik, sedangkan Iman As-Syaibani dalam kitab al-Kasb mengambil sebuah kesimpulan sementara bahwa kerja merupakan produktifitas manusia yang dapat menjadikannya seseorang merasa berkecupan di dunia dan bernilai ibadah dalam mencapai ridho Allah SWT.Kata kunci: Pemikiran Ekonomi Mikro; Imam Abu Ubaid; Imam al-Syaibani    
Implementasi Putusan Pengadilan Agama tentang Nafkah Anak dan Hadlanah Kholid Masyhari; Akhmad Nurasikin
Iqtisad: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Iqtisad
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/iq.v10i1.8508

Abstract

Talak or better known as divorce is the most common case in the Religious Courts (PA). In 2007 the Religious Courts (PA) of Semarang recorded 1,080 cases of divorce, both divorced and litigated. From a number of cases above, the authors classify them into two parts, firstly, divorce talak where the decision requires the husband to pay the child's living expenses until the child is an adult as mandated by the law and the Compilation of Islamic Law (KHI), the second is the decision for litigation in which the verdict is only only mentioning hadlanah rights without supporting children even though the couple has been blessed with children. The purpose of the study of the PA's decision on talak divorce is to find out whether the condemnation decision requires the husband to pay a certain amount of maintenance to the child up to the adult child who currently has his ex-wife paid or not. Then what efforts can be made by the ex-wife to get the rights of the child. Research on talak divorce decisions shows that many husbands have disobeyed the PA decision that has been inkracht (permanent legal force). Husbands who carry out the decision are 46.67 persen while the remaining 53.33 persen of husbands never provide for their children at all.  The author sees that on average (the Plaintiffs-wife) have a permanent job and can support children whose rights (hadlanah) are on them.Talak atau yang lebih dikenal dengan cerai adalah kasus yang paling banyak terjadi di Pengadilan Agama (PA). Tahun 2007 Pengadilan Agama (PA) Semarang mencatat sebanyak 1.080 kasus perceraian baik cerai talak maupun cerai gugat. Dari sejumlah kasus di atas penulis mengelompokkan menjadi dua bagian, pertama cerai talak yang amar putusannya mewajibkan suami membayar biaya nafkah anak sampai anak tersebut dewasa sebagaimana amanah undang-undang dan Kompilasi Hukum Islam (KHI), ke-dua putusan cerai gugat yang amar putusannya hanya menyebutkan hak hadlanah saja tanpa disertai nafkah anak meski pasangan tersebut telah dikaruniai anak. Tujuan dari penelitian putusan PA tentang cerai talak adalah untuk mengetahui apakah putusan yang amar condemnaturnya mewajibkan suami membayar sejumlah nafkah kepada anak sampai dengan anak dewasa yang sekarang ini hadlanahnya ada pada mantan istri dibayarkan atau tidak. Lalu upaya apa yang dapat dilakukan mantan istri tersebut untuk mendapatkan hak anak tersebut. Penelitian dari putusan cerai talak menunjukkan ternyata banyak suami yang inkar kepada putusan PA yang sudah inkracht (berkekuatan hukum tetap). Suami yang melaksanakan putusan sebanyak 46,67 persen sedang sisanya 53,33 persen suami tidak pernah memberi nafkah anak sama sekali. Penulis melihat bahwa rata-rata (Para Penggugat-istri) telah mempunyai pekerjaan tetap dan dapat menghidupi anak-anak yang hak (hadlanah) pemeliharaannya ada pada mereka.
Pencegahan Perceraian Dini di Kabupaten Indramayu Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif Miftahudin Azmi
Iqtisad: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Iqtisad
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/iq.v10i1.7811

Abstract

Divorce in the Indramayu Regency is an intriguing phenomenon to investigate because the bulk of divorce cases are carried out by young couples (under 25 years old). Arahan District is one of the areas in Indramayu with a relatively high divorce rate. In 2021, the divorce rate in Arahan District was 52 persen of the total number of marriages, implying that more than half of marriages ended in divorce. The goal of this research is to examine the causes of early divorce as well as the measures to overcome them. This article falls under the empirical category and takes a qualitative approach. The key references are obtained through interviews and assessed using a positive legal perspective. The findings revealed that a lack of public interpretation of the purpose of marriage, a lack of knowledge of the sakinah family, emotional attitudes in problem-solving, excessive jealousy, a lack of responsibility, domestic violence, a lack of parental control, and economic factors all contributed to the high number of divorces among young couples. Among the several measures to combat child marriage and divorce are raising the marriage age for women, establishing sakinah families for prospective brides, and offering premarital education assistance.Keywords: Prevention; Divorce of young age; Islamic Law; Positive LawAbstrakFenomena perceraian di Kabupaten Indramayu menjadi kajian diskusi yang cukup menarik, sebab kasus perceraian itu mayoritas dilakukan oleh pasangan muda (dibawah 25 tahun). Salah satu daerah di Indramayu yang menyumbang angka perceraian cukup tinggi adalah Kecamatan Arahan. Angka perceraian di Kecamatan Arahan pada tahun 2021 berjumlah 52 persen dari angka perkawinan pada tahun tersebut, artinya lebih dari separuh perkawinan berujung pada perceraian. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa penyebab terjadinya perceraian dini dan upaya menanggulanginya. Artikel ini termasuk kategori empiris dengan pendekatan kualitatif. Adapun rujukan primer bersumber dari wawancara dan dianalisa dengan pendekatan hukum positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyaknya perceraian pasangan usia muda disebabkan minimnya interpretasi masyarakat tentang makna perkawinan, rendahnya pemahaman terkait keluarga sakinah, sikap emosi dalam menyelesaikan masalah, kecemburuan yang berlebihan, minimnya tanggung jawab, hingga Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), minimnya kontrol dari orang tua, serta aspek ekonomi. Berbagai upaya menanggulangi pernikahan dan perceraian anak antara lain ialah menaikkan batas usia perkawinan bagi perempuan, pembekalan keluarga sakinah bagi calon pengantin dan bimbingan edukasi pra nikah.Kata kunci: Pencegahan; Perceraian dini; Hukum Islam; Hukum Positif
Pemikiran Ekonomi Islam Ibnu Khaldun: Sebuah Pendekatan Sosio Historis Mohammad Ridwan; Abdul Ghofur; Rokhmadi Rokhmadi; Gama Pratama
Iqtisad: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Iqtisad
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/iq.v10i1.8247

Abstract

This study examines Ibn Khaldun's economic ideas from the perspective of a socio-historical approach. The economic concepts of Ibn Khaldun have been widely cited as references by scholars and academicians all around the world. This article's research approach is library research because it concentrates on the figure of someone who has contributed to science through his works, which have been used as references by future generations. Based on the findings and discussions of Ibn Khaldun's thoughts on Islamic economics, it is decided that Ibn Khaldun is one of the Islamic philosophers who focuses on Islamic economic knowledge, with his major work being the Al-Muqaddimah. According to Ibn Khaldun's socio-historical approach to Islamic economics 1) Economic motives come from humans' boundless needs, while the things that can satisfy those demands are quite restricted; 2) In the field of economics, gold and silver are employed as benchmarks, namely as a means of exchange and evaluating prices, as a value of effort; secondly, as a method of communication, such as foreign exchange; and thirdly, as a savings instrument in banks. 3) A prosperous country is defined not by the amount of money it has, but by its level of production and a favorable balance of payments; 4) The connection between social and economic phenomena characterizes the socio-historical approach, with economic phenomena playing a critical role in the evolution of culture and having a substantial impact on the existence and growth of the state (daulah).Keywords: Ibn Khaldun; Economic Thought; Socio-Historical ApproachAbstrakPenelitian ini membahas pemikiran ekonomi Islam Ibnu Khaldun yang ditinjau dari pendekatan sosio historis dimana pemikiran ibnu khaldun tentang ekonomi, ini cukup banyak dijadikan rujukan oleh para peneliti dan akademisi dunia. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini menggunakan library research, karena yang dibahas adalah ketokohan seseorang yang telah berkontribusi dalam ilmu pengetahuan melalui karya-karyanya yang telah dijadikan referensi oleh generasi selanjutnya. Berdasarkan hasil dan pembahasan tentang pemikiran ibnu khaldun terkait kajian ekonomi Islam disimpulkan bahwa Ibnu Khaldun merupakan salah satu tokoh filsuf Islam yang konsen dalam keilmuan ekonomi Islam dengan karya monumentalnya adalah Al-Muqoddimah. Corak pemikiran Ibnu Khaldun tentang ekonomi Islam dengan pendekatan sosio historis diantaranya: 1) motif ekonomi timbul karena hasrat manusia yang tidak terbatas, sedangkan barang-barang yang akan memuaskan kebutuhannya itu sangat terbatas; 2) emas dan perak dijadikan tolok ukur dunia perekonomian, yakni pertama, menjadi alat penukar dan pengukur harga, sebagai nilai usaha; kedua, menjadi alat perhubungan, seperti deviezen; dan ketiga, menjadi alat simpanan di bank; 3) Negara yang kaya tidaklah diukur dari banyaknya uang yang dimilikinya tetapi ditentukan berdasarkan tingkat produksi dan neraca pembayaran positif; 4) Pendekatan sosio historis ditandai dengan adanya fenomena sosial dengan fenomena lainnya yang saling berkaitan dimana fenomena ekonomis, memainkan peran penting dalam perkembangan kebudayaan, dan mempunyai dampak yang besar atas eksistensi negara (daulah) dan perkembangannya.Kata kunci: Ibnu Khaldun; Pemikiran Ekonomi; Pendekatan Sosio Historis 
Peran Agribisnis dalam Perekonomian dan Urgensinya Menurut Pandangan al-Qur’an Muslimah Muslimah; Achmad Abubakar; Hasyim Haddade
Iqtisad: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Iqtisad
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/iq.v10i1.7939

Abstract

This research sets out from the fact that Indonesia is a country that relies on the agribusiness sector to develop the national economic growth. However, oftentimes agribusiness is only seen as a mere business activity, without delving deeply in terms of its relation to religious values, such as the perspective of the Koran. This study aims to describe the important roles of agribusiness in the economy of Indonesian and simultanously to explore its urgency in the view of the Koran. This research applies a qualitative approach with secondary data sources. Based on this study, the descriptions are obtained that the important roles of agribusiness in Indonesian include: as an absorber of a large number of workers, as one of the largest contributors to Indonesia's GDP, the amount of agribusiness imports is very low which benefits local farmers, foreign exchange earners, is an activity eco-friendly economy, as an activity that produces staple food and basic needs for survival, has a multiplier effect, relies on renewable resources, and as a crisis-resistant economic activity. In addition, based on normative studies from the perspective of the Koran, agribusiness has a very important and noble urgency, among others, as an embodiment of the role of the caliph on earth, a means to create the benefit or mashlahah for the people, and as an opportunity to be able to carry out the pillars of Islamic law, namely al-zakâh.Keywords: Role; Urgency; Agribusiness; EconomyAbstrakPenelitian ini berangkat dari fakta bahwa Indonesia merupakan negara yang mengandalkan sektor agribisnis dalam mengdongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, seringkali agribisnis hanya dipandang sebagai aktifitas bisnis semata, tanpa menggali secara mendalam dari segi keterkaitannya dengan nilai-nilai agama, semisal perspektif Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan peran penting agribisnis dalam perekonomian Indonesia sekaligus menelaah urgensinya dalam pandangan Al-Qur’an. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data sekunder. Berdasarkan kajian ini, diperoleh deskripsi bahwa  peran penting agribisnis dalam konteks negara Indonesia antara lain: sebagai sebagai penyerap tenaga kerja dengan jumlah besar, sebagai salah satu penyumbang terbesar terhadap PDB Indonesia, jumlah impor agribisnis sangat rendah yang menguntungkan petani lokal, penghasil devisa, merupakan kegiatan ekonomi yang ramah lingkungan, sebagai aktifitas yang menghasil bahan makanan pokok dan kebutuhan pokok bagi keberlangsungan hidup,  memiliki efek multiplier, bertumpu pada sumber daya yang dapat diperbaharui dan sebagai kegiatan ekonomi yang tahan krisis. Selain itu, berdasarkan kajian normatif dari sudut pandang Al-Qur’an, agribisnis memiliki urgensi yang amat penting dan mulia antara lain sebagai perwujudan peran khalifah di muka Bumi, sarana untuk menciptakan kemaslahatan umat, dan sebagai kesempatan untuk dapat menjalankan syariat rukun Islam yaitu zakat.Kata kunci: Peran; Urgensi; Agribisnis; Perekonomian
Perspektif Hukum Keluarga Islam Mensikapi Dampak Revolusi Indusri 4.0 Nur Rofiq; Khoiruddin Nasution; Umdatul Baroroh; Rahmawati Rahmawati; Nashih Muhammad
Iqtisad: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Iqtisad
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/iq.v10i1.8263

Abstract

The Industrial Revolution 4.0 has a wide range of effects on people's lives and posed a challenge for families. The goal of this research is to examine the relationship between family law and the 4.0 industrial revolution, as well as the Islamic family's reaction to the impact, the function of the family, and methods to defend the family in the face with it. This type of library study was conducted using a descriptive-qualitative technique. The study's findings indicate that the relationship between family law and the Industrial Revolution 4.0 is very close, particularly in terms of moving the wheels of the economy, and that it has a favorable impact on those who know how to use it correctly. Create a detrimental influence on people who are lulled into abusing it. The effects on the family include family emphasis centered on pursuing pleasure, a lack of parental attention, excessive use of devices, the disintegration of a full family system, and materialistic existence. The family's role in mitigating the effects of the Industrial Revolution 4.0 is to apply moral values, specifically: religious function, reproductive function, socio-cultural function, protection function, love and compassion function, economic function, socialization and education function, and environmental function. Families must also be able to establish norms and cultural standards, as well as cultivate media and information literacy and create democratic family communication patterns. While the solution is to promote a mutual understanding attitude, role actualization, reward presentation, good and effective communication, instilling positive discipline, and developing a quality generation.Keywords: Islamic Family, Revolution; Industrial 4.0AbstrakRevolusi Industri 4.0 membawa berbagai dampak dalam kehidupan masyarakat dan menjadi tantangan bagi keluarga. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan Hukum Keluarga dengan Revolusi Industri 4.0, keluarga Islam dalam mensikapi dampak, peran keluarga dan solusi mempertahankan keluarga dalam menghadapinya. Metode Penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif dengan jenis library research. Hasil penelitian menunjukkan hubungan hukum keluarga dengan revolusi industri 4.0 sangat erat sekali terutama dalam menggerakan roda perekonomian dan dampak positif bagi mereka yang pandai memanfaatkannya dengan bijak. Melahirkan dampak negatif bagi mereka yang terlena menyalahgunakannya. dampak dalam keluarga antara lain: konsentrasi keluarga fokus mencari kesenangan, kurang perhatian orang tua, kecenderungan memakai gawai secara berlebihan, putusnya sistem keluarga yang utuh dan kehidupan materialistis. Peran keluarga dalam memberi  perlindungan terhadap pengaruh Revolusi Industri 4.0 adalah menerapkan nilai-nilai moral (moral values) yaitu; fungsi agama, fungsi reproduksi, fungsi sosial budaya, fungsi perlindungan, fungsi cinta dan kasih sayang, fungsi ekonomi fungsi sosialisasi dan pendidikan, dan fungsi lingkungan. Keluarga juga harus mampu mengembangkan standar norma dan kultural, mengembangkan melek media dan informasi serta menanamkan pola komunikasi keluarga yang demokratis. Sedangkan solusinya ialah menumbuhkan sikap saling memahami, aktualisasi peran, menghadirkan penghargaan, komunikasi yang positif dan efektif, menanamkan sikap disiplin positif dan membangun generasi berkualitas.Kata kunci: Keluarga Islam, Revolusi; Indusri 4.0
Efficiency Analysis of Zakat Management Institutions in Banyumas Regency: Case Study of LAZISMU, LAZISNU and BAZNAS Afief El Ashfahany; Muhammad Iqbal Nur Ishlahudin
Iqtisad: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Iqtisad
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/iq.v10i1.8261

Abstract

In the economic field, zakat has a role as an effort to prevent the accumulation of wealth in only one community, therefore must be managed properly.This study focuses on discussing the efficiency of a zakat management institution in Banyumas district. This study discusses two private zakat institutions (LAZISMU Banyumas, and LAZISNU Banyumas) and one Government Zakat institution (BAZNAS Banyumas). This research uses the Data Envelopment Analysis method. This study also uses quantitative methods and uses secondary data types derived from financial report data for 2018, 2019, and 2020 from LAZISMU Banyumas, LAZISNU Banyumas, and BAZNAS Banyumas. The variables used in this research are input and output variables. The input variables consist of assets and operational costs. The output variable consists of collected zakat funds and distributed zakat funds. The results of this study are that in 2018 LAZISMU and LAZISNU experienced inefficiency in the CRS approach, but in the VRS approach the three zakat institutions were efficient. In 2019 LAZISNU experienced inefficiency in the CRS approach, but in the VRS approach.Keywords: Effectiveness; Harmony; ToleranceAbstrakDalam bidang ekonomi, zakat berperan sebagai upaya mencegah penumpukan kekayaan hanya pada satu golongan, oleh karena itu harus dikelola dengan baik. Kajian ini fokus membahas efisiensi lembaga pengelola zakat di Kabupaten Banyumas. Kajian ini membahas tentang dua lembaga zakat swasta (LAZISMU Banyumas, dan LAZISNU Banyumas) dan satu lembaga zakat Pemerintah (BAZNAS Banyumas). Penelitian ini menggunakan metode Data Envelopment Analysis. Penelitian ini juga menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan jenis data sekunder yang berasal dari data laporan keuangan tahun 2018, 2019, dan 2020 dari LAZISMU Banyumas, LAZISNU Banyumas, dan BAZNAS Banyumas. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel input dan output. Variabel input terdiri dari aset dan biaya operasional. Variabel output terdiri dari dana zakat yang terkumpul dan dana zakat yang disalurkan. Hasil penelitian ini adalah pada tahun 2018 LAZISMU dan LAZISNU mengalami inefisiensi pada pendekatan CRS, namun pada pendekatan VRS ketiga lembaga zakat tersebut efisien. Pada tahun 2019 LAZISNU mengalami inefisiensi pada pendekatan CRS, namun pada pendekatan VRS.Kata kunci: Efektivitas; Harmoni; Toleransi          

Page 10 of 13 | Total Record : 124