cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Tesa Arsitektur
ISSN : 14106094     EISSN : 24606367     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 197 Documents
TRANSFORMASI PERUMAHAN KOLONIAL DI WILAYAH DOK IX ATAS, HOLANDIA-JAYAPURA Riefaella Barends; Yashinta Irma Pratami Hematang
Tesa Arsitektur Vol 23, No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v23i2.14333

Abstract

Penataan Kota Holandia di masa pemerintahan Sekutu menyisakan rumah-rumah tua kolonial yang masih ada hingga saat ini khususnya pada perumahan di Dok IX Atas, Jayapura serta masih difungsikan sebagai rumah tinggal. Namun seiring berjalannya waktu terdapat transformasi dalam periode tertentu yang dilakukan pemilik bangunan dengan menambahkan ruang kegiatan dan menambahkan material bangunan. Dengan adanya penelitian ini, transformasi yang telah dilakukan pada rumah kolonial, penyebab transformasi serta potensi pelestarian dapat diketahui dan deskripsikan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian penggabungan kualitatif deskriptif dan metode historis periodisasi. Kualitatif dengan survey data primer, observasi lapangan, serta wawancara, sedangkan deskriptif periodikal dengan melihat perubahan pada massa bangunan menggunakan peta 2004 sebagai awal dengan fokus penelitian pada rentang waktu tahun 2014 sampai tahun 2024. Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa yang tetap bertahan dari perubahan massa bangunan rumah adalah konfigurasi tata ruang sedangkan yang berubah adalah bentuk fisik bangunan, perubahan ini dipicu oleh faktor ekonomi, perkembangan zaman serta interaksi sosial.
ANALISIS PENGARUH ARSITEKTUR BIOFILIK DAN KONFIGURASI SPASIAL TERHADAP POLA PEMILIHAN RUANG PUBLIK DI UPTOWN MALL BSB CITY SEMARANG Aji Setiawan; Budi Sudarwanto; Agung Budi ardjono
Tesa Arsitektur Vol 24, No 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v24i1.14547

Abstract

Semi-open shopping malls have emerged as commercial spaces that foster stronger connections with nature while responding to visitor behavior. This study examines the relationship between biophilic architecture and spatial configuration in shaping public space selection patterns at Uptown Mall BSB City Semarang. A mixed-method approach was employed through Space Syntax simulation, temperature and wind speed measurements, observation of spatial use  patterns, and interviews with 28 respondents across four observation areas. The findings indicate that strategically accessible areas are not always the most preferred spaces when lacking shading, thermal comfort, natural airflow, and social activities. Conversely, spaces that provide a balance between accessibility, natural atmosphere, and thermal comfort tend to encourage longer user occupancy. The novelty of this study lies in integrating Space Syntax and biophilic principles to analyze spatial selection in semi-open shopping malls. These findings contribute to the development of biophilic-based commercial public space design strategies that are more comfortable, adaptive, and responsive to visitor behavior.
MERAJUT JIWA RUANG: PERAN KEBERLANJUTAN DALAM NARASI BRANDING ARSITEKTUR BANDARA CHANGI Dhiah Agustina Qahar
Tesa Arsitektur Vol 23, No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v23i2.13708

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana Bandara Changi di Singapura merajut keberlanjutan ke dalam narasi branding arsitekturnya sehingga melahirkan "arsitektur berjiwa" dan pengalaman pengguna yang otentik. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kesenjangan literatur yang cenderung memisahkan kajian keberlanjutan dan branding, tanpa menjelaskan interaksi dinamis antara arsitektur, desain komunikasi visual (DKV), dan nilai keberlanjutan dalam membentuk identitas ruang. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi visual digital, analisis dokumentasi desain, serta analisis naratif ruang berbasis konten digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Changi terletak pada tiga strategi utama: (1) integrasi desain biofilik yang menjadikan alam sebagai narator utama brand; (2) penerapan arsitektur transparan sebagai simbol kejujuran dan efisiensi brand; serta (3) penciptaan pengalaman pengguna yang mulus (seamless) melalui sistem wayfinding dan fasilitas non-aeronautical. Studi ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan bukan sekadar aspek teknis, melainkan benang inti dalam merajut identitas ruang yang berjiwa. Temuan ini memperkuat konsep "arsitektur berjiwa" serta menawarkan panduan praktis bagi pengembangan ruang publik berkelanjutan di masa depan.
PRODUKSI RUANG DI DEPARTEMEN ARSITEKTUR UNDIP: STUDI KUALITATIF PERILAKU MAHASISWA DALAM PEMBENTUKAN RUANG INFORMAL BELAJAR Bagus Setiono; Agung Budi Sardjono
Tesa Arsitektur Vol 24, No 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v24i1.14544

Abstract

At the Department of Architecture, Universitas Diponegoro, students frequently utilize areas outside the classroom—such as corridors and cafeterias—as study spaces in a spontaneous and recurring manner. This research aims to examine the phenomenon of informal space formation by analyzing how student behavior responds to, gives meaning to, and utilizes campus spaces beyond their official functions. Employing a qualitative phenomenological method, data were collected through observations, open-ended questionnaires, and field notes, then analyzed thematically based on the theories of the production of space and environmental behavior. The results indicate that informal spaces are formed through the ways students adapt in search of learning comfort. They select spaces based on the availability of basic amenities (Wi-Fi and power outlets), thermal comfort and natural lighting, easily movable furniture, and proximity to peers for discussions. The novelty of this research highlights that students are not merely passive users, but active agents capable of creating their own study spaces through everyday practices, thereby blurring the boundaries between formal and informal spaces. This study contributes a new perspective for campus designers, suggesting that educational buildings need to provide flexible spaces capable of adapting to the natural habits of their users.
SELEKSI PRIORITAS KONFIGURASI PADA RETROFIT PENCAHAYAAN BUATAN DALAM BANGUNAN Leonardo Leonardo; Nathalia Sugiharto; Tantri Oktavia; Erwin Ardianto Halim
Tesa Arsitektur Vol 23, No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v23i2.14096

Abstract

Demi kepraktisan, masih banyak gedung pendidikan tinggi di Indonesia yang belum menerapkan penghematan energi, yang nampak pada penggunaan teknologi luminer lawas. Potensi retrofit tidak sekadar mengganti luminer berteknologi lawas, namun demi kinerja visual yang terbaik pada akhirnya memengaruhi nilai investasi awal dan biaya operasional. Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan potensi retrofit melalui simulasi dengan tiga skenario konfigurasi titik lampu dalam sebuah ruangan kuliah menggunakan Dialux Evo 13. Metode yang digunakan adalah membandingkan luaran ketiga simulasi menurut rumus UGR untuk melihat dampak konfigurasi pada intensitas rerata pencahayaaan, nilai UGR, dan tingkat kemerataaan distribusi pencahayaan. Hasil menunjukkan keunikan tiap konfigurasi pencahayaan dengan kelebihan dan kekurangannya akibat pengaturan jarak dan spesifikasi luminer yang sekaligus memengaruhi potensi retrofit. Sebagai kesimpulan, potensi retrofit pencahayaan dibatasi oleh waktu, yang membuka peluang antara nilai investasi dan kinerja pencahayaan dalam menentukan retrofit pencahayaan terbaik. Jika kinerja pencahayaan buatan diutamakan, maka investasi mengarah ke jangka panjang. Di sisi lain, jika nilai investasi diantisipasi, maka kinerja pencahayaan buatan akan dikompromikan. 
PENERAPAN ARSITEKTUR REGIONALISME RUMAH ADAT SAMOSIR PADA DESAIN PUSAT INFORMASI WISATA Reformanda Fransiskus Simbolon; Endah Tisnawati
Tesa Arsitektur Vol 24, No 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v24i1.13452

Abstract

This study examines the transformation of regionalism architecture of Samosir traditional houses in the design of Tourist Information Centers (TIC) in the Lake Toba area. The research is motivated by the need for sustainable tourism development and the preservation of local cultural identity in Indonesia’s national priority destinations. The objective is to formulate design principles for TIC that integrate traditional architectural elements, such as roof form, local materials, spatial layout, and ornamentation, with modern demands for functionality, innovation, and sustainability. The study employs a qualitative-descriptive approach through literature review, visual analysis, and design exploration based on local context. Findings reveal that applying regionalism principles, via adaptation of roof forms, spatial zoning based on the Tri Tunggal Banua philosophy, and the use of Batak Toba ornaments and color schemes, strengthens local identity, enhances tourism appeal, and creates educational and inclusive public spaces. This research highlights the significance of regionalism architecture as a strategic approach for developing sustainable and culturally-based public tourism facilities.
PENERAPAN TAMPILAN BANGUNAN DENGAN ARSITEKTUR NEOVERNAKULAR PADA MUSEUM DAN GALERI SENI DI BONTANG Ayu Diah Permata Sari; Iga Nur Ramdhani; Hatta Musthafa A.P
Tesa Arsitektur Vol 23, No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v23i2.13786

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penerapan arsitektur neovernakular Kutai dalam desain museum dan galeri seni di Kota Bontang untuk memperkuat identitas budaya lokal. Penerapan gaya arsitektur ini dirancang agar eksterior bangunan selaras, menonjolkan ciri khas lokal, serta menghadirkan pengalaman visual yang autentik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, meliputi pengumpulan data dan studi lapangan terhadap museum serta galeri seni di beberapa kota di Kalimantan Timur, dengan fokus pada analisis tampilan dan interior bangunan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan arsitektur neovernakular dapat menjadi strategi efektif dalam menyampaikan identitas budaya melalui desain publik, sekaligus memberikan referensi bagi perancang dan pemangku kebijakan dalam mengembangkan museum dan galeri seni. Penelitian ini menawarkan kontribusi baru dengan menyoroti hubungan antara estetika, fungsi, dan simbol budaya, sehingga museum dan galeri seni di Bontang tidak hanya berperan sebagai ruang pamer, tetapi juga sebagai simbol kebanggaan dan representasi budaya lokal.