cover
Contact Name
Arif Eko Wibawanto
Contact Email
arifeko@poliban.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
porosteknik@poliban.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
POROS TEKNIK
ISSN : 20855761     EISSN : 24427764     DOI : -
Jurnal POROS TEKNIK, with a registered number ISSN 2085-5761(Print), 2442-7764 (Online) is a journal in Civil Engineering, Electrical Engineering, Mechanical Engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 367 Documents
Studi Potensi Bahan Galian Bijih Emas (Au) Menggunakan Data Geolistrik Pada Desa Buang Baru Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara Rizhan, Muhammad; Rizani, Ahmad; Adhi Fajar, Reza; Djihad, Fajar
POROS TEKNIK Vol. 13 No. 1 (2021)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v13i1.943

Abstract

Studi potensi bahan galian emas (Au) dilakukan di Desa Buang Baru, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara dengan menggunakan data geolistrik konfigurasi Pol - Dipol sebanyak 4 titik. Metode geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang digunakan untuk mengetahui kondisi geologi bawah permukaan berdasarkan sifat kelistrikan batuannya. Emas merupakan native element dari batuan beku yang mempunyai sifat kelistrikan batuan yang kontras dengan batuan disekitarnya yang umumnya berupa batuan sedimen, sehingga metode geolistrik cocok digunakan untuk mengidentifikasi keberadaannya di bawah permukaan sekaligus menghitung potensi volume. Kegiatan pengukuran menghasilkan dua macam model, yaitu penampang 2D dan block model 3D. Pesebaran nilai tersebut diinterpretasikan sebagai lokasi keberadaan dari potensi emas yang terdapat diarea pengukuran. Area dengan nilai resistivity >1000 ohm.m diinterpretasikan sebagai area pesebaran batuan tersilisifikasi. Area dengan nilai 100-1000 ohm.m diinterpretasikan sebagai area pesebaran batuan terargilitkan dengan didalam area-area tersebut, terdapat interpretasi dari keberadaan bijih emas, yaitu area berwarna ungu kemerahan dengan nilai IP >250 msec. Interpretasi model 3D menunjukan bahwa alterasi batuan di area pengukuran secara umum didominasi oleh batuan yang terargilitkan. Batuan tersilisifikasi secara umum mengisi bagian tepi dari batuan terargilitkan pada model dengan bijih terbentuk diselimuti oleh batuan-batuan tersebut. batuan yang diinterpretasikan mengandung emas, terhitung memiliki volume 623.000 m3.
Kajian Geospasial Zonasi Sekolah Di Kota Banjarmasin Shodiq, Adib Muhammad; Nur Indah Sari, Dewi; Inayah, Nurul
POROS TEKNIK Vol. 13 No. 1 (2021)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v13i1.983

Abstract

Berlakunya Permendikbud 51/2018 menghapus stigma sekolah unggulan dan non-unggulan disetiap daerah. Penerapan zonasi sekolah menyebabkan banyak sekolah yang kelebihan murid dikarenakan berada di lingkungan padat penduduk. Permasalahan di Kota Banjarmasin disebabkan karena adanya Perwalkot Banjarmasin 22/2017 yang mengatur mengenai zonasi sekolah. Peraturan tersebut membatasi zonasi berdasarkan kecamatan, tanpa memperhatikan kedekatan jarak rumah dengan sekolah yang dituju seperti diatur Permendikbud 51/2018 dan 20/2019. Permasalahan kelebihan dan kekurangan murid perlu ditinjau secara komprehensif dari berbagai aspek, salah satunya aspek spasial. Zonasi sekolah yang difokuskan pada penelitian ini adalah zonasi pada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN). Metode pada penelitian ini menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Analisisnya menggunakan analisis spasial dengan luaran berupa suatu peta zonasi SMP dan SMA di Kota Banjarmasin. Hasil zonasi ini digunakan untuk memberikan rekomendasi zonasi SMP dan SMA di Kota Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih adanya permasalahan berkaitan dengan penerapan zonasi SMPN dan SMAN di Kota Banjarmasin. Hal ini dibuktikan dengan beberapa analisis yang telah dilakukan yaitu analisis sebaran, analisis spasial buffer, analisis CSRT dan analisis jaringan (Network Analysis). Daerah-daerah yang terdampak dari permasalahan yang timbul diantaranya yaitu Kelurahan Mantuil dan Sungai Lulut.
The Miniatur SPBU Dengan Kendali HMI (Human Machine Interface) Berbasis PLC (Programmable Logic Control) Sarifudin, Sarifudin; Aulia Rahman, Muhammad; Andhika Suryo Arisanto, Satrio; Rizal Wahyudi, Muhammad
POROS TEKNIK Vol. 13 No. 1 (2021)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v13i1.999

Abstract

Peningkatan pertumbuhan kendaraan bermotor di saat ini menyebabkan peningkatan penggunaan bahan bakar kendaraan. Penjualan BBM tidak hanya ada pada SPBU resmi dengan izin pemerintah, akan tetapi juga tumbuh di kalangan masyarakat kecil. Dimana proses layanan penjualan BBM nya bersifat tradisioonal atau sangat sederhana. Tidak mengutamakan presisi liter BBM dan juga keamanannya. Rancangan system berupa miniatur SPBU berbasis PLC dengan HMI (Human Machine interface) yang sederhana dan memenuhi kebutuhan BBM. Jadi perancangan pertamini menggunakan PLC dan sersor water flow yang akan menentukan literan. Sebagai alat bantu pengontrolan menggunakan HMI(Human Machine interface), sistem ini juga menggunakan pompa motor DC untuk mengompa BBM ketangki. Rancangan system berhasil mengeluarkan BBM dari mini SPBU ini sesuai dengan ukuran liter yg akurat. HMI bekerja dengan layar sentuhnya dapat menentukan jumlah liter yg di inginkan pembeli. PLC sebagai basis utama dapat mengendalikan beberapa motor pompa dan sensor dengan baik.
Simulasi Media Pembelajaran SCADA Monitoring Kendali Jaringan Spindel Distribusi 20 KV Rachman, Syaiful; Sarifudin, Sarifudin; Maududy, Ivan; Wibowo, Sunu Hasta; Suriansyah, Bambang
POROS TEKNIK Vol. 13 No. 2 (2021)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v13i2.1042

Abstract

Sistem distribusi tenaga listrik meliputi semua jaringan tegangan menengah 20kV dan semua jaringan tegangan rendah 220/380 V hingga meter-meter pelanggan. Distribusi tenaga listrik dilakukan dengan menarik kawat-kawat distribusi baik pengantar udara maupun pengantar di bawah tanah dari mulai gardu induk hingga kepusat-pusat beban. Sistem pengaturan tersebut berkembang mulai dari sistem pengaturan konvensional dimana tiap-tiap sub-sistem (seperti gardu induk) memerlukan operator, disusul kemudian dengan sistem pengaturan berbasis komputer agar sistem konvensional tersebut dapat dipantau dan diawasi secara terpusat dari jarak jauh. Pada sistem penyulang terjadi suatu gangguan pada jaringan dimana gangguan tersebut pada jaringan Gardu Distribusi yang mengakibatkan padam. Dengan mengimplementasikan sistem SCADA, APD (Area Pengatur Distribusi) dapat melakukan manuver dari pusat kontrol dan tanpa harus datang ke Gardu Distribusi untuk menghidupkan kembali listrik yang padam. Saat terjadi gangguan tersebut, Dengan mengimplementasikan sistem SCADA pengendalian listrik khususnya jaringan distribusi 20 KV dapat dilakukan dari jarak jauh dan dengan waktu yang singkat dan dapat menjadi media pembelajaran tentang simulasi sistem distribusi untuk mahasiswa jurusan Teknik Elektro.
Sistem IoT Untuk Monitoring Penggunaan Energi Listrik Dengan Protokol MQTT Ahyadi, Zaiyan; Amiennudin, Amiennudin; Prasetyo, Elvan; Saifullah, Saifullah; Noor, Imansyah
POROS TEKNIK Vol. 13 No. 1 (2021)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v13i1.1050

Abstract

Pengukuran konsumsi senergi listrik dilakukan alat yang disebut kWH meter. Ada dua jenis sstem KWH meter, prabayar dan pasca bayar. Untuk jenis KWH meter pasca bayar, montitoring data yang tertera pada KWH meter dilakukan secara manual oleh petugas PLN dari rumah ke rumah setiap bulan. Kendala yang sering terjadi adalah ketika petugas tidak dapat mengakses KWH meter karena pagar terkunci. Penelitian ini mengusulkan sistem monitoring KWH meter secara otomatis dengan yang dibangun berdasar system IoT (Internet of Things). Sistem ini membuat pembacaan stand KWH meter dapat dilakukan dari computer atau smartphone karena telah berbasis web. KWh meter yang digunakan adalah yang mendukung pembacaan data oleh mikrokontroller melalui protokol modbus. Hasil perancangan menunjukkan bahwa sistem mampu memperlihatkan nilai energi listrik, tegangan, dan frekuensi dapat dibaca secara real time melalui jaringan internet.
Troubleshooting Intake Exhaust System Pada Engine C6.4 Excavator Caterpillar Saputra, Ilham; Jufri , Agustion; Bukhari, Bukhari; Nofriadi, Nofriadi; Yetri, Yuli
POROS TEKNIK Vol. 13 No. 2 (2021)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v13i2.1097

Abstract

Terjadinya masalah engine black smoke pada engine C6.4 Caterpillar, ditandai dengan keluarnya asap keabu-abuan cenderung kehitaman, dan ketika diberi tenaga maksimal engine seakan-akan cenderung mati (low power). Untuk mengetahui penyebab kerusakan dan menentukan upaya pencegahan agar kerusakan tidak terulang kembali, telah dilakukan troubleshooting terhadap masalah yang terjadi. Troubleshooting dilakukan dengan 4 tahap yaitu tahap pendefinisian masalah, tahap evaluasi masalah, tahap perbaikan, dan tahap analisa. Dari hasil troubleshooting yang telah dilakukan, ditemukanlah akar masalah penyebab engine black smoke dari engine C6.4 Caterpillar yaitu rusaknya aftercooler yang mengalami kebocoran yang mengakibatkan udara panas dari turbocharger tidak bisa didinginkan dan udara tidak menjadi padat, sehingga udara yang masuk ke ruang bakar tidak mencukupi sesuai kebutuhan engine. Adapun penyebab terjadinya kerusakan pada aftercooler karena, adanya tekanan dari sebuah benda seperti kayu atau lain sebagainya, yang mengakibatkan sirip-sirip pada aftercooler bengkok dan bocor. Mengenai masalah ini, upaya penanggulangan yang dilakukan adalah penggantian pada aftercooler. Setelah penggantian, dilakukan pengetesan dan engine beroperasi dengan normal.
Kajian Metode Ekstraksi Otomatis Unsur Tutupan Lahan Bangunan Untuk Pembuatan Peta Dasar Skala 1 : 5000 (Studi Kasus Kecamatan Pungging) Sayegaisa, Gracieo; Sai, Silvester Sari; Batara, Jastin David
POROS TEKNIK Vol. 13 No. 2 (2021)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v13i2.1116

Abstract

Ketersediaan peta dasar skala 1:5000 sampai saat ini baru mencapai sekitar 1.3% dari seluruh wilayah Indonesia atau sekitar 3.8% dari wilayah non-hutan. Salah satu tahapan proses pembuatan peta dasar adalah ekstraksi unsur peta dasar. Sampai saat ini proses ekstraksi unsur peta dasar masih dilakukan secara manual melalui proses digitasi manual. Penelitian ini bertujuan untuk melakuan kajian terhadap metode ekstraksi otomatis GEOBIA menggunakan data citra satelit worldview2. Kajian dilakukan dengan membandingkan hasil ekstraksi otomatis dengan hasil digitasi secara manual dari unsur peta dasar bangunan. Parameter pembanding yang digunakan adalah ukuran geometrik berupa bentuk, luas, keliling dan jumlah bangunan yang dapat diekstraksi secara otomatis pada daerah jarang dan padat. Dari hasil proses ekstraksi otomatis diperoleh unsur bangunan yang dapat diekstraksi untuk area jarang dengan luas 341,193m² menghasilkan 21 bangunan atau 91% dari total 26 bangunan. Sedangkan pada area padat dengan luas 634.607 m² menghasilkan 94 bangunan atau 78% dari total 121 bangunan. Nilai rata-rata selisih luasan dan keliling bangunan hasil ekstraksi otomatisasi dan digitasi manual adalah sebesar 82.375 m2 dan 104.875 m. Dari segi visualisasi kenampakan bentuk bangunan, hasil digitasi manual lebih baik dari ekstraksi digital. Karena hasil ekstraksi otomatis masih terdapat deliniasi garis batas bangunan yang over dan under segmentasi.
Desain Prototype HMI Exhaust Fan Terhadap Kecepatan Waktu Pembersihan Tingkat Konsentrasi Debu zuraidah, Zuraidah; Paliling, Paliling; Suriansyah, Bambang
POROS TEKNIK Vol. 13 No. 2 (2021)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v13i2.1128

Abstract

Sistem otomatis pengukuran densitas debu dengan kipas pembuangan udara agar udara kembali bersih dengan menggunakan sensor debu jenis GP2Y1010AU0F Optical Dust Sensor dengan menggunakan Human Machine Interface (HMI) yang diantarmukakan dengan PLC , bahan pada percobaan menggunakan bedak bayi yang diukur sebesar 10 mg menggunakan timbangan neraca, kemudian hasil yang diperoleh nilai debu dapat dideteksi dengan baik perubahan kadar yang terjadi didalam ruangan, pada setiap waktu secara berkelanjutan. Nilai kadar debu yang terdeteksi berkisar 0.37 mg/m3 gangguan kondisi buatan, dan kipas sangat berpengaruh terhadap waktu pembersihan udara dengan ganguan kondisi buatan, dengan pembatasan maksimal konsentrasi kadar debu, Waktu cleaning menjadi semakin cepat. Jika jumlah kipas semakin banyak seperti yang telah dilakukan dengan terjadinya penambahan kipas dari percobaan ujicoba ke pertama dengan waktu 20 menit dan percobaan kedua dengan waktu sebsesar 14 menit pada pengujian menggunakan residu bedak bayi pada percobaan ini. sistem dapat mendeteksi kondisi gangguan yang terjadi dan membuktikan bahwa pengukuran densitas debu telah sesuai spesifikasi yang diharapkan.
Karakteristik Rangkaian RL Dan RC Menggunakan Bahasa Komputasi Matlab Khairunnisa, Khairunnisa; Qamariah, Qamariah; Wijayanto, Jarot
POROS TEKNIK Vol. 13 No. 2 (2021)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v13i2.1142

Abstract

Arus, tegangan, dan daya adalah parameter utama yang biasanya menjadi acuan bagi teknisi untuk diukur ketika mengoperasikan perangkat-perangkat listrik dan elektronika. Pengukuran menggunakan alat ukur konvensional berupa multimeter dan osiloskop, analog, maupun digital. Secara keseluruhan, hasil pengukuran seharusnya bisa menjadi acuan apakah respon rangkaian sudah sesuai dengan teori, apakah rangkaian layak atau tidak untuk diimplementasikan. Biasanya hasil pengukuran disajikan berupa tabel data. Beberapa tabel data dibuat dengan menggunakan variabel yang berbeda, kemudian disimulasikan dalam bentuk grafik. Grafik inilah yang biasanya dianggap sebagai karakteristik rangkaian. Untuk menghindari analisis berulang, diperlukan suatu modul komputasi praktis sehingga pembelajaran praktek rangkaian listrik dapat disajikan secara efektif dan efisien. Penelitian merancang suatu modul pembelajaran yang dapat menampilkan grafik karakteristik rangkaian meliputi arus, tegangan, dan daya berdasarkan persamaan sifat-sifat rangkaian sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada mahasiswa sekaligus membuktikan teori yang sudah ada.
Analisis Performa Turbin Angin Darrieus-H Naca 3412 Dengan Variasi Kecepatan Angin Dan Panjang Chord Fachrudin, Arif Rochman; Astuti, Fina Andika Frida
POROS TEKNIK Vol. 13 No. 2 (2021)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v13i2.1157

Abstract

Energi listrik di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, namun kapasitas terpasangnya masih kecil karena belum tergarap dengan baik. Salah satu sumber energi terbarukan adalah energi angin yang dapat dimanfaatkan menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin dan pembangkit listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh panjang chord dan kecepatan angin terhadap daya turbin yang dibangkitkan oleh turbin Angin Sumbu Vertikal Darrieus-H Naca 3412. Variasi kecepatan angin yang digunakan adalah 3.4 m / s; 3,6 m / dtk; 4,0 m / dtk; 4,4 m / s dan 4,6 m / s dan variasi panjang chord 100 mm, 130 mm, 150 mm, 170 mm dan 200 mm. Hasil dari penelitian ini adalah semakin panjang chord maka daya turbin semakin besar dan semakin besar kecepatan angin maka daya turbin yang dihasilkan akan semakin besar. Daya turbin terbesar terjadi pada panjang chord terbesar yaitu 200 mm dan pada kecepatan angin terbesar 4,5 m/s yaitu 37,559 Watt.