cover
Contact Name
Dian Yosi Arinawati
Contact Email
dianyosi@umy.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkgumy@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Insisiva Dental Journal : Majalah Kedokteran Gigi Insisiva
ISSN : 22529764     EISSN : 26859165     DOI : 10.18196/idj
Core Subject : Health,
Insisiva Dental Jurnal memberikan informasi tentang ide, opini, perkembangan dan isu-isu di bidang kedokteran gigi meliputi klinis, penelitian, laporan kasus dan literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 314 Documents
Hubungan Status Karies Gigi dengan Oral Health Related Quality Of Life pada Mahasiswa Sri Utami; Dayu Irma Prasepti
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 8, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.8207

Abstract

Berdasarkan data WHO 2012, di seluruh dunia 60-90% anak-anak sekolah dan 96% orang dewasa memiliki karies gigi yang sering menimbulkan rasa sakit serta dapat mempengaruhi kualitas hidup, dengan prevalensi dan keparahannya yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status karies gigi dengan kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan mulut (Oral Health Related Quality of Life) pada mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah observational analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 110 responden yang diambil menggunakan teknik multistage random sampling. Subjek penelitian merupakan mahasiswa Prodi Ilmu Ekonomi Univesitas Muhammadiyah Yogyakarta berusia 20-21 tahun. Status karies gigi diukur menggunakan indeks DMF-T (WHO) sedangkan dampak kualitas hidup diukur menggunakan OHIP-14 (WHO). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s. Hasil uji Spearman’s menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status karies gigi dengan Quality of Life (r=0,2, p=0,04). Mean DMF-T 5,5 (tinggi) dan status OHIP-14 sebesar  59 % (buruk). Hal tersebut menunjukkan bahwa status karies gigi mahasiswa adalah tinggi dan kualitas hidup terkait status karies tersebut adalah buruk. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status karies gigi dengan kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan mulut pada mahasiswa, semakin tinggi karies gigi maka akan semakin buruk kualitas hidupnya. 
Efektivitas Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) terhadap Bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans Penyebab Gingivitis Sutiyono, Triagus Nursasongko; Anwar, Risyandi; Aprillia, Zita
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 8, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.8204

Abstract

Gingivitis merupakan tahap pertama dalam perkembangan penyakit periodontal, yang disebabkan oleh plak gigi. Bakteri yang ditemukan dalam plak tersebut adalah Aggregatibacter actinomycetemcomitans (Aa). Perawatan gingivitis dapat dilakukan dengan berkumur larutan chlorhexidine 0,2. Bawang putih (Allium sativum) mengandung senyawa allicin yang memiliki efek antibakteri. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak bawang putih (Allium sativum) terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri Aa sebagai penyebab gingivitis. Penelitian true eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian “post-test only control group design”. Pengujian kemampuan antibakteri ekstrak bawang putih dengan menggunakan metode difusi sumuran. Pembuatan ekstrak dengan metode maserasi dengan konsentrasi 12,5%, 25%, 50%, dan chlorhexidine 0,2% sebagai kontrol positif. Pengulangan dilakukan 6 kali setiap konsentrasi dilanjutkan pengamatan zona hambat bakteri. Hasil Penelitian menunjukkan nilai rerata zona hambat ekstrak bawang putih terhadap pertumbuhan bakteri Aa dengan konsentrasi 50% sebesar 11,50 mm, konsentrasi 25% sebesar 8,17 mm, dan kontrol positif sebesar 7,22 mm namun konsentrasi 12,5% tidak menghambat pertumbuhan bakteri Aa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa konsentrasi 50% merupakan konsentrasi paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Aa.
Hubungan Kesiapan dan Gaya Belajar dengan Tingkat Kelulusan Ujian Multiple Choice Question (MCQ) Kurniasih, Indri; Azzahraa, Dinni Alifa
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 9, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.9218

Abstract

Masa transisi terjadi pada mahasiswa baru yang mengalami proses adaptasi dengan lingkungan kampusnya. Selama penyesuaian diri mahasiswa terkadang mengalami masalah psikologis dengan perubahan metode belajar, karena mahasiswa masih cenderung menerapkan cara belajar ketika belajar di sekolah menengah atas. Setiap mahasiswa memiliki kesiapan belajar (Self Directed Learning Readiness/SDLRS) dan gaya belajar (learning styles) yang dapat mempengaruhi hasil belajar. Multiple Choice Questions (MCQ) merupakan salah satu penilaian hasil belajar dengan tingkat objektivitas tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kesiapan belajar dan gaya belajar mahasiswa dengan tingkat kelulusan ujian MCQ.Metode penelitian adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Jumlah responden penelitian sebanyak 82 mahasiswa dipilih secara stratified random sampling. Kuesioner SDLRS dan Visual, Auditory, Read-White, Kinaesthetic (VARK) digunakan untuk mendapatkan data primer tentang kesiapan belajar dan gaya belajar mahasiswa. Data Sekunder yang digunakan adalah jumlah kelulusan ujian MCQ pada blok 1 sampai 6.Analisis uji Somers’d menunjukkan nilai p = 0,237 (p0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kesiapan belajar dengan tingkat kelulusan ujian MCQ. Hasil analisis uji Lambda menunjukkan nilai p = 0,178 (p0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar dengan tingkat kelulusan ujian MCQ. Gaya belajar mahasiswa didominasi oleh gaya belajar kinestetik.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwakesiapan belajardan gaya belajar mahasiswa tidak berhubungan dengan tingkat kelulusan ujian MCQ.
Immunoglobulin-Y Effect On Protein Of Streptococcus Mutans Isolated From Caries And Caries-Free Subjects Aditiya Irwandi, Rizky; Winiati Bachtiar, Endang; Yuniastuti, Mindya
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v1i1.514

Abstract

The main microbial culprit in dental caries is Streptococcus mutans (S.mutans),virulence of which can be observed by its differential protein expression betweencaries and caries-free subjects.The success of Immunoglobulin-Y (IgY) antiS.mutans as a passive immunization agent in eliminating S.mutans has beenreported. The aim of this study is to analyze the effect of IgY anti S.mutans on theprotein expression of S.mutans isolated from caries and caries-free subjects. Eachdental plaque was collected by swabbing the buccal surface of the first lowerpermanent molar of caries and caries-free subjects. The plaques were thencultured on agar medium TYS20B. After 72 hours, the colonies from each of themwere cultured in liquid medium TYS Broth for 72 hour. Each collected bacteria(whether from caries or caries-free subjects) were grouped into control andexposure group. In exposure group, S.mutans was exposed by pre-incubated (forone hour at 37°C) IgY anti S.mutans for one hour at 37°C. Protein expression ofS.mutans was analyzed with SDS PAGE after the preparation of its antigen andBradford protein assay. Our result shows that S.mutans 41.3 kilodalton proteinexpression of caries subjects, are up-regulated in comparison to the control group.Meanwhile, the S.mutans 41.3 kilodalton protein expression of caries-freesubjects, are down-regulated in comparison to the control group. This studysuggests that IgY anti S.mutans up-regulates 41.3 kilodalton protein expression ofS.mutans in the caries subjects. However IgY anti S.mutans down-regulates 4.13kilodalton protein expression of S.mutans in the caries-free subjects.
Perbandingan Pemberian Ekstrak Kayu Siwak (Salvadora Persica) 50% Dan Larutan Sodium Fluorida 2% Terhadap Ketahanan Email Gigi Rattus Norvegicus Diana, Sherli; Triawan, Andi
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v1i2.531

Abstract

Miswak (Salvadora Persica) Has A Substance Of Anti Bacterium Which Can Decrease The Amount Of Bacteria In Mouth So That The Tooth Become Health And Prevent Dental Caries And Also The Disinfectant Effect Of Miswak That Can Discontinue Gum Bleeding. While Sodium Fluoride Pursue Decalcification And Enamel Condensation In Mouth And Also Remineralization Of Tooth Enamel. The Aim Of This Research Is To Compare The Effect Between Extract Of Wood Miswak 50% And Solution Of Sodium Fluoride 2% To Enamel Resistant In Rattus Norvegicus On Tooth. The Subjects This Research Are 10 Rattus Norvegicus Which 20 Days Old. During 30 Day Of Rattus Norvegicus Is Given The Same Feed And Drink With Different Intervention That Is Lower Jaw Teeth Of 5 Rattus Norvegicus Was Dabbing With Extract Of Wood Miswak 50% And Other Lower Jaw Teeth Of 5 Rattus Norvegicus Was Dabbing With Solution Of Sodium Fluoride 2%. After 30 Day, All Rattus Norvegicus Were Decapited By Using Ether. Afterwards, Lower Jaw Of Rattus Norvegicus Was Extracted, Next Nub With 37% Phosphoric Acid Gel During 60 Second Then Cleaned With Refine Water And Digitally Periapical Roentgen. Then, They Were Scored To Get Data Of Each Variable And Statistical Test With Mann-Whitney Test. Statistical Test With MannWhitney Test Resulted ( P=0,419) Because ( P0,05) Means There Is Influence Which Not Significantly Different Between Extract Of Wood Miswak 50% And Solution Of Sodium Fluoride 2%. Research Result Indicates That Extract Of Wood Miswak 50% And Solution Of Sodium Fluoride 2% Have Influence Which Not Significantly Different To Enamel Resistance Of Rattus Norvegicus Tooth Which Assessed With Score Using 5 Point Of Belief Scale.
Status Kesehatan Gingiva Pada Penderita Sindrom Down Di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Temanggung Reizena Werdiningsih, Catra; Hartanti, Hartanti
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v2i1.561

Abstract

Gingivitis adalah salah satu bentuk penyakit pada gingiva yang paling sering dijumpai. Hampir semua bentuk penyakit pada gingiva disertai peradangan atau inflamasi oleh karena bakteri dari plak yang berakumulasi di daerah gingiva. Proses peradangan yang terbatas pada epitel mukosa di sekitar leher gigi dan tulang alveolar. Peradangan pada gingiva ini membuat perubahan warna pada gingiva dari merah muda menjadi merah tua sampai keunguan, kecenderungan meningkat untuk berdarah, pembengkakan serta disertai rasa sakit. Penelitianini bertujuan untuk melihat prevalensi kasus gingivitis pada penderita sindrom Down di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Temanggung. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental yang bersifat analisa deskriptif dengan pendekatan cross sectional, subyek penelitian yaitu penderita sindrom Down di BBRSBG Temanggung. Pengumpulan data diperoleh dari hasil pemeriksaan status kesehatan gingiva, yangdiukur menggunakan Indeks Gingiva. Data kemudian diolah dan dianalisis secara statistik dan hasilnya dilihat dari tabel frekuensi data (mean). Kasus gingivitis pada penderita sindrom Down di BBRSBG Temanggung ini berjumlah 19 responden (100%). Dari semua responden (100%) masuk dalam kategori gingivitis ringan.Dari 19 responden tersebut sebagian besar terlihat kondisi rongga mulut seperti gigi geligi yang rusak, rongga mulut kotor, susunan gigi geligi yang tidak teratur, lidah besar dan berfisure, palatum sempit. Kondisi ini dipengaruhi akibat skor IQ yang rendah antara 25-75 yang membuatnya tidak mempunyai kesadaran untuk menjaga kebersihan dirinya.
Perbedaan Kekuatan Geser dan Kekuatan Tarik pada Restorasi Resin Komposit Microhybrid dengan Bonding Generasi V dan Bonding Generasi VII Susra, Winda; Listya Nur, Desi; Puspita, Sartika
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v2i2.578

Abstract

Microhybrid composite resin is current development of a hybrid composite resin which has particle size of 0.6- 0.8 µm in average and 0.04µm as filler for 78% of the whole weight that have contribution to improve mechanical properties. A bonding agent is required to bond composite resin into tooth. It has a function to embed composite resin as restorative material, therefore it has to had a good adhesive strength. This study has purpose to determine the differences between shear and tensile bond strength of V and VII bonding agent generation in the microhybrid composite resin restoration. The study was in vitro experimental laboratory with 20 samples of post-extraction-caries-free premolars. The samples were cut through dentin. Before microhybrid resin composite was applied into the samples, they were equally separated into two groups. Fifth bonding agent generation was applied on first group and seventh bonding agent generation was applied on second group then incubated for 24hours at room temperature. It was tested in the term of shear and tensile bond strength by universal testing machine at speed 0.5mm/second. The result showed significance shear and tensile bond strength between two groups (p0,05) by Independent Sample T-Test. It can be concluded that V bonding agent generation has greater shear and tensile strength than VII bonding agent generation.
Gambaran Pengetahuan dan Kecemasan Mahasiswa Profesi Kedokteran Gigi terhadap Human Immunodefficiency Virus/Acquired Immunodefficiency Syndrome (HIV/AIDS) di RSGM UMY The Knowledge Description and Hesitation of Dental Clerkship Student about Human Immunod Okti Kusumastiwi, Pipiet
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.v3i1.1732

Abstract

Latar Belakang: Prosedur perawatan gigi dan mulut seringkali melibatkan darah dan saliva yang kemungkinanmengandung banyak mikroorganisme patogen, seperti HIV. Dokter gigi memiliki tanggung jawab etik danprofesional untuk memberikan perawatan kepada semua pasien, termasuk pasien dengan HIV AIDS.Pengetahuan tentang HIV/AIDS merupakan bekal seorang dokter gigi untuk dapat melakukan perawatan yangbaik kepada pasien dengan HIV/AIDS. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswakedokteran gigi tentang HIV/AIDS dan kecemasan mahasiswa kedokteran gigi terhadap HIV/AIDS. Metode:Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah 74 mahasiswaprofesi kedokteran gigi di RSGM UMY dipilih secara simple random sampling. Instrumen penelitianmenggunakan kuesioner untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap responden tentang HIV/AIDS.Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 74 mahasiswa profesi, 12 (16,21%) memiliki pengetahuan yangbaik, 46 (62,16%) memiliki pengetahuan sedang, dan 16 (21,62%) memiliki pengetahuan yang buruk. Sebesar12 (16,21%) akan merawat pasien HIV AIDS tanpa cemas, 44 (59,45%) akan merawat dengan cemas, dan 18(24,32%) akan merujuk pasien HIV AIDS. Kesimpulan: Sebagian besar responden berpengetahuan sedangtentang HIV/AIDS dan akan merawat pasien HIV/AIDS dengan cemas.
Perbandingan Persepsi Rasa Sakit Setelah Aktivasi Alat Ortodontik Lepasan pada Pasien di RSGM Unjani dengan Metode Visual Analog Scale (Vas) Himawati, Marlin; Herawati, Hillda
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.6283

Abstract

Latar belakang: Rasa sakit sering terjadi selama perawatan ortodontik. Rasa sakit bukan suatu masalah yang besar,tetapi hampir 10% pasien menghindari perawatan ortodontik, karena pasien memiliki pengalaman rasa sakit. Pasienyang merasa takut akan sakit dapat langsung menghindar dari perawatan ortodontik. Tujuan: mengetahui perbedaanpersepsi rasa sakit setelah aktivasi alat ortodontik lepasan pada pasien di RSGM Unjani dengan metode Visual AnalogScale (VAS). Desain penelitian: Jenis penelitian kuasi eksperimental dengan rancangan post test. Subyek penelitianadalah pasien di RSGM Unjani Cimahi sebanyak 5 orang tiap kelompok perlakuan, diambil dengan cara purposivesampling. Variabel pengaruh yakni aktivasi alat labial bow, skrup ekspansi dan C Retractor. Variabel terpengaruh yaknipersepsi rasa sakit. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji Kruskall Wallis dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil:menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna pada ketiga variabel yang diuji dengan p=0,439. Kesimpulan:tidak terdapat perbedaan persepsi rasa sakit setelah aktivasi alat ortodontik lepasan pada pasien di RSGM Unjanidengan metode Visual Analog Scale (VAS), terutama pada ketiga varibel yang diuji, yaitu labial bow, skrup ekspansidan C retractor.
Efek Berkumur Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis) terhadap Volume dan Viskositas Saliva pada Penderita Gingivitis Nedyani, Veby; Hayati, Maulida; Bakar, Abu
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 8, No 1 (2019): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.8199

Abstract

Air liur berfungsi untuk melindungi jaringan di rongga mulut dengan pembersihan mekanis untuk mengurangi akumulasi plak. Fungsi ini sangat dipengaruhi oleh perubahan yang terkait dengan volume dan viskositas saliva. Teh hijau (Camellia sinensis) adalah jenis tanaman yang telah terbukti menghambat pertumbuhan bakteri Asidogenik dan pembentukan plak gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berkumur dengan ekstrak teh hijau terhadap volume dan viskositas saliva pada pasien gingivitis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain pre test dan post test. Populasi yang diambil yaitu pasien radang gusi di RSGM Baiturrahmah dari Desember 2017 hingga Januari 2018 dengan sampel 10 orang. Analisis data yang digunakan adalah paired sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian ada perbedaan yang signifikan antara volume dan viskositas saliva sebelum dan sesudah berkumur dengan ekstrak teh hijau pada pasien gingivitis (p 0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak teh hijau dapat meningkatkan volume saliva dan dapat menurunkan viskositas saliva gingivitis.