cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WARTA
ISSN : -     EISSN : 25495631     DOI : -
Core Subject : Education,
Warta LPM merupakan media komunikasi dan informasi ilmiah hasil pengabdian kepada masyarakat yang meliputi bidang ilmu-ilmu sosial, sains dan teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 447 Documents
Pelatihan Software bagi Komunitas Jurnalisme Warga Semarang Taruna Budiono; Agus Triyono
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 1, Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i1.10483

Abstract

Jurnalisme Warga telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kegiatan jurnalistik sekarang ini. Peristiwa-peristiwa yang biasanya jarang diliput oleh media mainstream sekarang bisa sampai ke masyarakat melalui saluran jurnalisme warga. Perkembangan jurnalisme warga di Indonesia dapat dikatakan menggembirakan yang ditandai dengan banyaknya masyarakat yang membagikan informasi dalam berbagai bentuk, mulai tulisan hingga video melalui media-media sosial. Namun hal ini bukan tanpa masalah, penyebaran informasi oleh masyarakat di media sosial umumnya masih berupa potongan-potongan peristiwa yang tidak utuh, sehingga rawan menimbulkan kesalahpahaman ketika dikonsumsi oleh khalayak. Hal ini disebabkan karena para jurnalis warga tersebut tidak memiliki kemampuan untuk menyusun berita secara runtut, atau dalam hal berita video mereka tidak memiliki keahlian editing video. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan mengadakan pelatihan software bagi para penggiat jurnalisme warga. Kegiatan pengabdian ini melibatkan komunitas jurnalisme warga Semarang sebagai peserta pelatihan. Hasil dari pelatihan ini adalah video berita dengan durasi maksimal 2 menit, yang akan diunggah melalui channel Youtube komunitas citizen journalism Semarang. Dengan pelatihan ini, penggiat jurnalisme warga, khususnya di kota Semarang telah mampu untuk melakukan editing berita sehingga menjadi suatu kesatuan yang runtut sehingga berita yang dihasilkan memenuhi kaidah jurnalistik.
Pendidikan Literasi Media Pada Guru Tk Gugus Kasunanan sebagai Upaya Menanggulangi Dampak Negatif Televisi Agus Triyono
WARTA LPM WARTA Volume 13., N0. 2., September 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v19i3.3219

Abstract

Television as part of the development of technology has been able to change the wayhuman life ranging from how to speak, dress, etc. chivalry ethics. Reality is there thecommunity is very far from what is called intelligent concept of media. Many parentswho do not pay attention to media consumption by their children and how muchimpact negetif raised by TV. Efforts to revive awareness of members of the Society ofTeachers Kindergarten Cluster Mangkunegaran about the negative influence of TVwith the concept of media literacy is expected to be applied in everyday life, has beenable to open the horizons of thought participants to the impact of TV. Critical attitudetoward TV has begun to take shape that comes to the end they hope to have a realaction from the government to fix the TV programs in Indonesia.
Peningkatan Pengetahuan Diet Diabetes, Self Management diabetes dan Penurunan Tingkat Stres Menjalani Diet pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret Nurhasan Agung Prabowo; Tonang Dwi Ardyanto; Muchtar Hanafi; Niken Dwi Aryani Kuncorowati; Frieska Dyanneza; Hendrastutik Apriningsih; Astri Tantri Indriani
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 2, April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i2.12515

Abstract

Diabetes Mellitus adalah penyakit kronik yang disebabkan oleh faktor genetik, karena kesalahan pola makan, atau gaya hidup yang tidak sehat. Diet Diabetes dan Self management Diabetes menjadi poin penting pada tata laksana DM tipe 2. Persadia (Perhimpunan Diabetes Indonesia) adalah perkumpulan pasien dan keluarga penderita diabetes di Indonesia yang bertujuan untuk edukasi pada pasien DM tipe 2. Persadia bertujuan meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes dan mencegah komplikasi diabetes pada pasien diabetes. Analisis situasi sebelumnya menunjukkan pasien diabetes anggota persadia cabang Surakarta mempunyai keterbatasan dalam pengetahuan tentang diet diabetes, self managemengt diabetes, dan tingkat stres dalam menjalakan diet cukup tinggi. Tujuan pengabdian ini adalah pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan diet diabetes, self management diabetes, dan menurunkan tingkat stres pada pasien DM tipe 2 anggota persadia di RS UNS. Metode yang dilakukan adalah dengan pemberian ceramah, diskusi, dan video edukasi. Sebelum dan sesudah pengabdian dilakukan pemberian kuesioner pengetahuan diet diabetes, kuesioner self management diabetes, dan kuesioner tingkat stres dalam menjalankan diet. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan diet diabetes (rerata peningkatan skor pengetahuan diet diabetes adalah 24,5+6,2), self management diabetes (rerata peningkatan skor self management diabetes 8,2+ 4,34), dan penurunan tingkat stres (rerata penurunan skor 14,5+5,32) pada pasien DM tipe 2 anggota persadia di RS UNS. Secara tidak langsung kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan pada pasien DM tipe 2 dalam lingkungan persadia RS UNS.
PENINGKATAN KETRAMPILAN MEDIA KOMUNIKASI DAN PERLUASAN KERJASAMA DALAM PENCEGAHAN NARKOBA OLEH POLDA DIY DAN BNNP YOGYAKARTA Basuki - Basuki; Panji Dwi Ashrianto
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 20, No. 2, September 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v20i2.4522

Abstract

Tingkat konsumsi narkoba dan sejensnya di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Kondisi Indonesia sudah dikategorikan sebagai “darurat narkoba”.  Tidak ada wilayah di Indonesia yang terbebas dari jeratan narkoba. Daerah Istimewa Yogyakarta masuk urutan kelima. Peringkat ini sudah mengkategorikan Jogjakarta dalam kategori “darurat narkoba”. Masyarakat harus dilindungi. Lembaga yang menjadi ujung tombak dari pencegahan dan penanggulangan dampak adalah Polri dan BNN. Penguatan dan dukungan terhadap dua lembaga ini perlu dilakukan. Prinsip mencegah penggunaan narkoba lebih baik dari rehabilitasi pecandu. Penggunaan dan penguasaan teknologi komunikasi belum banyak dipakai untuk sosialisasi pada masyarakat oleh kedua lembaga tersebut. Untuk itu perlu peningkatan ketrampilan  teknologi komunikasi oleh personil BNNP Yogyakarta dan Polda DIY. Hasil dari IbM ini adalah peningkatan: pertama,   peserta mampu dalam memetakan audience. Kedua, peserta mampu membuat konsep dan menuangkannya dalam skenario. Ketiga, peserta mampu  melakukan pengambila gambar. Keempat, peserta mampu melaksanakan produksi audio visual. Kelima, peserta mampu editing gambar. Keenam, peserta mampu memperluas jaringan kerjasama dengan berbagai media komunikasi  (termasuk mampu mengelola media sosial). Ketujuh, peserta mampu membuat press release. Adapun bentuk luaran dari IbM ini adalah film pendek, Iklan Layanan Masyarakat (ILM), portal web dan media social, MoU kerjasama antara BNNP DIY ataupun Polda DIY dengan media cetak dan elektronik di Yogyakarta. 
PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA LELE DI DESA DOPLANG, SAWIT, KABUPATEN BOYOLALI MELALUI PRODUKSI PAKAN IKAN BERUPA PELET SECARA MANDIRI DARI KOTORAN AYAM PETELUR Guruh Sri Pamungkas; Dian Kresnadipayana; Tri Mulyowati
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 21, No. 2, September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v21i2.5315

Abstract

Untuk membantu menyelesaikan persoalan mahalnya pakan pellet buatan pabrik di Kelompok Budidaya Lele Desa Doplang, Sawit, Kabupaten Boyolali maka dilaksanakan kegiatan IbM dalam bentuk kegiatan pembimbingan, pendampingan dan pelatihan bagi mitra. Metode yang digunakan untuk pencapaian tujuan tersebut adalah suatu proses alih teknologi dan dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik, dan pendampingan yang berkesinambungan. Ipteks yang ditransfer dalam program ini meliputi perancangan sepaket mesin pencetak pelet, proses analisis proximat bahan baku dan kotoran ayam, proses pengeringan dan pembuatan tepung dari kotoran ayam, proses formulasi bahan baku, pembuatan pakan ikan lele berupa pelet, pengeringan pelet dan uji lapangan pada ternak, evaluasi dan monitoring. Hasil dari pengabdian IbM ini cukup signifikan terhadap penurunan biaya pakan dari yang selama ini seharga Rp. 9300,- per kg menjadi Rp. 6000,- dengan Protein Kasar (PK) masih diatas 27 % . Hasil budidaya masih bisa bersaing dengan pakan komersial (pabrikan) dengan FCR (Feed Comsumption Rate)  yang kecil sehingga produktivitas dan efesiensi meningkat karena harga pakan yang diproduksi lebih murah sekitar 35% dibanding harga pabrik. Keuntungan juga didapatkan bagi kelompok peternak ayam bisa memproduksi bahan pakan berupa kotoran ayam serbuk (konsentrat) dengan harga Rp. 400,- per kg sehingga meningkatkan nilai jual dari kotoran ayam petelur dari Rp. 7000,- per karung 50 kg menjadi Rp. 20.000 per karung 50 kg.
PAKOM PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DI PCM KECAMATAN MATESIH KARANGANYAR Joko Santoso; Laili Etika Rahmawati; Muhroji Muhroji; Rizka Rahma Pradana; Rina Untari
WARTA LPM WARTA Volume 18, Nomor 1, Maret 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v18i1.1166

Abstract

This public service has aim to give knowledge for the MIM’s teachers in Matesih subregency about the curriculum of 2013 paradigm, continued profession development, and the lesson plan development based on the curriculum of 2013. The strategies used to pursue the goals were: (1) discussion: in the beginning of the activities, all ofthe  participants were  seated in  a room  to get  the knowledge  of curriculum  2013 paradigm and the continued profession development. After the presentation delivered by the speaker has finished, the participants conducted the discussion with the speaker related to the knowledge which had not been understood yet; (2) the lesson planworkshop: after the discussion finished, the participants were divided into two groups. The division of the groups  based on the class grade, they were class  1, 2, and 3 belonging to the first group while the class 4, 5, and 6 were belonging to the second group. Every group was guided by an instructure to give gudance for the participantsto understand the lesson plan format based on the curriculum of 2013 and asked to practice  the  lesson  plaan arranging.  The result  of  the  competitive social  service program (PAKOM) for the MIM’s teachers in Matesih subregency can be stated as successful. The indication was the target reached e.i. 100% of the teachers couldconstruct the lesson plan based on the curriculum of 2013.
Terapi Berhenti Merokok dengan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Eny Purwandari; Elvandari Pubianti; Mita Sofiana; Muhammad Didik Nugroho; Freddy Freddy
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 23, No. 2, September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v23i2.9538

Abstract

Remaja sebagai generasi penerus bangsa perlu dipersiapkan menjadi manusia yang sehat dan berkualitas. Namun, generasi muda kita sedang terancam karena rokok. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh School of Strategic and Global Studies untuk studi jaminan nasional Universitas Indonesia pada tahun 2018 menunjukkan perokok aktif adalah pada usia 25-38 tahun dengan persentase 44,75. Anak muda memiliki jumlah persentase yang cukup banyak yaitu sebanyak 33,03 persen pada 1000 responden berusia 18-24 tahun masih menjadi perokok aktif. Kondisi ini ditemukan SMA Al-Kautsar sebagai mitra. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari guru BK SMA Al-Kautsar ditemukan sebagian besar siswa laki-laki merokok. Hal ini yang menjadi perhatian bagi tim pengabdian untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat di SMA Al-Kautsar dengan tema “SELF DEVELOPMENT TRAINING FOR TEENAGERS”. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk dapat memberikan edukasi kepada remaja SMA akan bahaya merokok yang ditinjau dari sisi kesehatan, emosi dan spiritual. Selain itu kegiatan ini juga untuk mengaplikasikan intervensi berhenti merokok pada siswa sebagai perokok aktif secara berkelompok dan membantu siswa mengatasi kecanduan merokok. Metode yang digunakan dengan psikodedukasi dan terapi SEFT. Terapi SEFT dilakukan pada 3 perokok aktif (sebagai volunteer). SEFT Therapy, atau perpanjangan dari Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) adalah salah satu teknik terapi alternatif untuk mengatasi masalah emosi dan fisik. Terapi dilakukan dengan cara totok ringan pada titik saraf tertentu atau meridian dalam tubuh. Serangkaian teknik yang sistematis digunakan dalam sistem tubuh untuk meningkatkan kondisi pikiran, emosi, dan perilaku untuk mengurangi kebiasaan merokok. Hasil dari terapi SEFT pada kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya penurunan skala kenikmatan yang dirasakan anak yang ditunjukkan dengan adanya mual, pusing, pahit, batuk bahkan sampai muntah – muntah. Pemberian terapi SEFT ini dapat mengubah mindset siswa untuk menurunkan aktivitasnya dalam merokok. Jadi, SEFT dapat menjadi alternatif terapi yang dapat digunakan untuk kecanduan merokok yang bisa diterapkan setting sekolah.
PELATIHAN PEMERIKSAAN TAJAM PENGLIHATAN PADA SISWA KELAS 5 SD GEDONGAN I, COLOMADU, KARANGANYAR Em Sutrisna; Dedi Hanwar; Peni Indrayudha; Tanti Azizah Sujono
WARTA LPM WARTA Volume 10, Nomor 1, Maret 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v10i1.3210

Abstract

Seeing is crucial aspect in life includes in the field of education. Ifit is not cured the reduction of  sharpness of seeing/visus can affect thestudent ability to study. This action is done to detect  this reduction early.Therefore, the eyes will not be getting worse. The research is done bytraining and demonstrating how to check visus. The location of the researchis SD Gedongan I, Gedongan, Colomadu, Karanganayar. The 31 studentsare checked. The result is that there are 3 students have visus with miop.All the students can participate in this research well.
Rebranding Koperasi Intako Melalui Program Redecor Showroom dan Pemberdayaan Digital Marketing Fitria Widiyani Roosinda; Farah Aulia Salshabila
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 24, No. 2, April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v24i2.10727

Abstract

Koperasi INTAKO (Industri Tas dan Koper) merupakan industri kecil yang juga rumah bagi para perajin kulit di Tanggulangin. Sejak terjadinya lumpur Lapindo tahun 2006, industri ini sempat gulung tikar. Banyak perajin yang beralih menjadi buruh pabrik. Kondisi INTAKO mengalami krisis, dikarenakan berkurangnya jumlah perajin dan sedikitnya pembeli. Tak hanya itu, rintangan juga datang dari semakin ketatnya persaingan pasar, terutama pada industri tas. Rintangan dari gelombang barang impor yang murah menjadi pesaing utama bagi perajin di kawasan selatan Sidoarjo ini. Awal tahun 2017, INTAKO mulai berkembang kembali. Para pengurus membuat program yang menarik jumlah pembeli dan membenahi internal. Guna mendukung usaha ini, Universitas Bhayangkara melakukan KKN Tematik di INTAKO. Program yang dilakukan adalah melakukan rebranding berupa mendekor ulang showroom tas, penambahan komponen pendukung untuk display produk serta memberdayakan digital marketing melalui pembuatan akun Instagram beserta konten foto produk. Program ini bertujuan agar meningkatkat branding INTAKO dengan menghasilkan showroom disertai spot foto yang iconic dan meningkatkan kesadaran dan pemahaman kepada pengurus serta karyawan INTAKO tentang pentingnya penggunaan sosial media sebagai platform untuk promosi dan meningkatkan penjualan produk. Ada 3 tahap yang dilakukan, yaitu mendekorasi penempatan produk unggulan dari perajin, mengoptimalkan digital marketing melalui pengambilan foto produk, dan pembuatan akun Instagram. Hasil yang didapat, saat ini INTAKO sudah memiliki showroom khusus produk baru dan produk unggulan dan memiliki database digital mengenai foto-foto produk. Media promosi digital ini akan menambah peningkatan jumlah penjualan produk tas kulit dan membuat masyarakat lebih mengenal industri tas dan koper di Tanggulangin, Sidoarjo ini.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENGHADAPI MEA MELALUI PELATIHAN KETERAMPILAN DI KOTA MAGELANG Agrissto Pradana; Ari Suryawan; Tabah Subekti
WARTA LPM WARTA LPM Vol. 20, No. 1, Maret 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v19i3.2892

Abstract

A preliminary observation revealed that a number of people living near Mount Hill considered to start their business but they were lack of money and skills. This community service was conducted through a training purposed for improving their knowledge about enterpreneurship, motivation and skills on resin craft making. Conducted in November 27, 2016 in Magersari, Magelang, it was aimed at those living in RW VII. It was devided into two steps, preparation and training activities. The preparation covered the coordination with the stakeholders and participants, and the materials preparation. While the training activity provided the introduction of entrepreneurship, motivation and resin crafting experience. SWOT technique was presented in the entrepreneurship discussion activity. Then the crafts they experienced was made of resin. Based on the result, it can be concluded that the training gave them better understanding about entrepreneurship. Besides, they were finally able to create resin crafts. Follow-up was so needed to develop their skills that could be a souvenier business in Mount Tidar.