cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2: September 2020" : 36 Documents clear
PENGARUH PENANGANAN SAMPAH DENGAN SISTEM PENGOMPOSAN TERHADAP BEBAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH Yustikarini, Rahmawati Tri; Setyono, Prabang; Wiryanto, Wiryanto
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.5134

Abstract

Keterbatasan lahan TPA merupakam masalah penting di Kabupaten Magetan yang harus diselesaikan mengingat semakin sulitnya mendapatkan lahan yang baru. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk maka timbulan sampah yang masuk TPA Milangasri pun semakin bertambah sehingga akan semakin memperpendek umur TPA. Dengan ditetapkannya Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2016 tentang Pengolahan Sampah Organik dengan Sistem Pengomposan maka apabila bisa diterapkan secara optimal akan mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA. Komposisi sampah Kota Magetan 52,59 % terdiri dari sampah organik yang terbagi ke dalam sampah organik basah 34,73 % dan organik kering 17,86 %. Dengan tingginya jumlah sampah organik maka akan memberi peluang untuk dapat dilakukan pengomposan. Pada penelitian ini saat tidak dilakukan pengomposan maka pada Tahun 2025 volume sampah terkompaksi atau beban landfill sebesar 129.030,57 m3 dan luas lahan TPA yang dibutuhkan sebesar 16.129 m2. Saat dilakukan pengomposan maka beban landfill berkurang menjadi 83.869.87 m3 dan luas lahan TPA yang dibutuhkan adalah 10.484 m2. Dengan demikian pengaruh sistem pengomposan bisa mengurangi beban TPA sehingga lahan yang dibutuhkan lebih sedikit dan dapat membuat umur TPA menjadi lebih lama.
STRUKTUR ANATOMIS OVARIUM DAN PERKEMBANGAN BUAH ADAS (Foeniculum vulgare Mill.) Adi, Bayu Nowo; Susanti, Siti
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.8909

Abstract

Adas (Foeniculum vulgare Mill.) merupakan tanaman yang digunakan secara luas sebagai tanaman obat dan rempah terutama bagian buah. Pemahaman mengenai struktur anatomis ovarium dan perkembangannya menjadi buah dapat dijadikan sebagai dasar studi untuk pengembangan metode pemanfaatan buah. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari struktur anatomis ovarium dan perkembangan buah adas. Sampel ovarium dan buah adas dalam 9 fase umur difiksasi dengan larutan FAA. Preparat dibuat dengan menggunakan metode parafin dengan pewarnaan tunggal menggunakan safranin 1% dan diamati di bawah mikroskop cahaya menggunakan OptiLab. Analisis data dilakukan dengan analisis kualitatif dan deskriptif. Ovarium bunga adas memiliki dua daun buah yang terdiri atas lapisan jaringan epidermis dan lapisan jaringan parenkim dengan bentuk sel membulat dan ruang antar sel yang sempit. Terdapat lima berkas pembuluh dan vittae pada bagian tengah lapisan parenkim. Masing-masing daun buah terdapat satu kantung embrio dan akan berkembang menjadi satu merikarpium. Eksokarpium berkembang dari epidermis ovarium dan 2-3 lapis sel parenkim di bawahnya, mesokarpium berkembang dari sel parenkim pada bagian tengah, serta endokarpium berkembang dari sel parenkim yang berbatasan dengan ruang ovulum. Eksokarpium dan endokarpium tidak mengalami perkembangan dan menipis di akhir perkembangan buah. Berkas pembuluh dan vittae masih dapat diamati di akhir fase. Berkas pembuluh bermigrasi ke sudut-sudut buah adas dan membentuk rigi.
ANALISIS SENYAWA INHIBITOR ENZIM KATEPSIN KULIT IKAN PATIN TERHADAP PENUNDAAN KEMUNDURAN MUTU CUMI-CUMI Kusuma, Fitriana Dian; Susanti, R.; Anggraini, Septiana; Arlinda, Dyken Dwi
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.8500

Abstract

Daya simpan cumi-cumi dipengaruhi oleh aktivitas enzim katepsin yang menyebabkan kemunduran mutu cumi-cumi pada hari ke tiga setelah fase post rigor. Aktivitas inhibitor katepsin alami dari ikan patin berpotensi menghambat kemunduran mutu ikan jenis lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa inhibitor enzim katepsin dari kulit ikan patin terhadap kemunduran mutu cumi-cumi. Penelitian didesain dengan rancangan acak dengan pola dua faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi inhibitor enzim katepsin yang diekstrak dari kulit ikan patin, dengan empat variasi yaitu 1:0; 1:1; 2:3; dan 3:2. Faktor kedua adalah lama rendaman/inkubasi cumi-cumi pada fase post rigor selama 3, 7, dan 9 hari dalam ekstrak inhibitor. Setelah direndam, aktivitas enzim katepsin pada cumi-cumi diukur dengan metode spektrofotometri. Setelah didapatkan absorbansi maka aktivitas enzim dan persentase penghambatannya dihitung. Hasil uji Two Way Annova menunjukan bahwa konsentrasi berbeda nyata dengan peresentase penghambatan sedangkan lama penyimpanan tidak berbeda nyata dengan taraf kepercayaan 0,05. Konsentrasi kemudian diuji lanjut dengan Duncan dan konsentrasi yang paling efektif untuk menghambat aktivitas enzim adalah konsentrasi 3:2 dengan persentase penghambatan 57%. 
UJI AKTIVITAS ANTI BAKTERI EKSTRAK ETANOLIK UMBI AKAR BATU (Coccinia grandis L.Voight) TERHADAP BAKTERI SALMONELLA SP Rukmana, Rizal Maarif; Nugroho, Rahmat Budi; Wisnumurti, Dwi Admani
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.8390

Abstract

AbstractSalmonella sp are bacteria that often infect human and animal. This type of bacteria can cause Salmonellosis in human. Previous research has been carried out on secondary metabolites of plants as medicinal ingredients. One of the plants that has potential as a medicine is stone Akar Batu (Coccinia grandis L Voight). This study aims at examining the antibacterial activities of ethanolic extract of stone Akar Batu on Salmonella sp. The extraction method was carried out by maceration and the solvent used was ethanol 96%. Antibacterial activity was conducted using diffusion method. Identification of compound groups of extracts was done by reacting extracts with various chemical reagents. The results showed that stone of Akar Batu powder had a moisture content of 5.99% and a yield of 1.76%. The identification results of ethanolic extract of stone Akar Batu chemical group indicated that the extract contained flavonoids, alkaloids, saponins and tannins. The results of antibacterial activity test have revealed that ethanolic extract of stone Akar Batu can inhibit Salmonella sp.
KEANEKARAGAMAN SPESIES DALAM SISTEM AGROFORESTRI DI DESA SURAJAYA KECAMATAN PEMALANG KABUPATEN PEMALANG JAWA TENGAH Roziaty, Efri; Pristiwi, Yunitisia
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.11743

Abstract

Agroforestry is sustainable land management system which integrate the yields of crops including trees and forest plants to increase the yields.This research intend to knowing the diversity type of vegetation in Desa Surajaya, Pemalang, Jawa Tengah. The research use exploration method by exploring all the research site and take the sample using purposive sampling method. The research done by exploring all the forest area and take a note for every new kind of vegetation. Research result shown that there are 19 kind of different vegetation, which is divided by a horticulture and non-horticulture. Forest land cleared for agriculture by agroforestry was 287,89 Ha or as much as 19,4% of the total forest area leaving 1.193,41 Ha of teak forest area.
INVENTARISASI DAN STRATEGI PENATAAN KOLEKSI PTERIDOPHYTA DI RUMAH KACA KEBUN RAYA PURWODADI Renjana, Elga; Firdiana, Elok Rifqi
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.8580

Abstract

Pteridophyta merupakan salah satu koleksi tumbuhan yang dimiliki oleh Kebun Raya Purwodadi. Pemeliharaan koleksi Pteridophyta dilakukan di dalam rumah kaca karena iklim di Kebun Raya Purwodadi panas dan kering. Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa Kebun Raya Purwodadi memiliki 36 jenis koleksi Pteridophyta yang terdiri atas 20 suku dan 38 marga. Suku yang paling banyak ditemukan adalah Nephrolepidaceae dan terdiri atas Nephrolepis bisserata Sw. Schott, N. cordifolia (L.) C. Presl., N. exaltata (L.) Schott, N. falcata (Cav.) C. Chr., N. hirsutula (G. Forst.) C. Presl., dan N. radicans (Burm.) Kuhn. Selain itu, Psilotum nudum (L.) P. Beauv. merupakan jenis koleksi Pteridophyta yang masuk pada IUCN Red List dengan kategori terancam punah. Untuk mempermudah proses pemeliharaan dan monitoring, dilakukan penataan koleksi Pteridophyta dengan pengelompokan berdasarkan marga dan diurutkan mulai kelompok paling primitif hingga modern. Hasil penataan ini dapat memberikan nilai edukasi kepada pengunjung Kebun Raya Purwodadi, khususnya para pelajar.
KAJIAN JENIS POHON DALAM PENGEMBANGAN HUTAN KOTA KIBITAY SUKABUMI Suhendar, Suhendar; Ramdhan, Billyardi; Triana, Ardika Eri
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.8609

Abstract

Penelitian  ini dilakukan untuk menginventarisir jenis tumbuhan, mengetahui struktur dan komposisi vegetasi tumbuhan, menganalisis kesesuaian vegetasi tumbuhan, menduga keanekaragaman jenis serta merekomendasikan jenis-jenis pohon potensial untuk ditanam di Hutan Kota Kibitay Sukabumi. Survey dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis pohon dan analisis vegetasi dilakukan untuk mengetahui struktur dan komposisi jenis. Hasil survey menunjukkan bahwa jumlah tumbuhan yang ditemui sebanyak 73 jenis dan 17 jenis diantaranya ditemukan dalam petak contoh seluas 1600 m2. Hasil perhitungan Indeks Nilai Penting (INP) menunjukkan jenis yang mendominasi di tingkat semai yaitu jenis Mimosa pudica dengan INP sebesar 0.75% dan sebagai spesies kodominan yaitu dari spesies Calliandra haematocephala dengan INP sebesar 0.5. Jenis vegetasi yang mendominasi di tingkat pancang yaitu Nephelium lappaceum dengan INP 1.533%. Spesies yang mendominasi pada vegetasi tingkat tiang yaitu Swietenia mahagoni dan Agathis dammara dengan masing-masing INP yaitu sebesar 1.711 dan 1.127%, sedangkan spesies yang mendominasi di tingkat pohon yaitu Agathis dammara dengan INP sebesar 2.47%. Hasil perhitungan Indeks Keanekaragaman Jenis (H’) Shannon-Wienner sebesar 4.71. Secara umum jenis-jenis pohon Hutan Kota Kibitay Sukabumi tergolong cukup sesuai dengan nilai rata-rata 60,232 yang terdiri atas 13 jenis pohon dengan kriteria sesuai, 22 jenis pohon dengan kriteria cukup sesuai dan 25 jenis pohon dengan kriteria tidak sesuai.
EFEKTIVITAS CENDAWAN ENTOMOPATOGEN METARHIZIUM ANISOPLIAE DALAM MEMBUNUH Imago Musca domestica L. (DIPTERA: MUSCIDAE) Flori, Florianus; Yunizar, Noni; Linawati, Linawati; Kustiati, Kustiati
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.8988

Abstract

Musca domestica L. atau lalat rumah dianggap sebagai serangga pengganggu di bidang kesehatan dan merupakan vektor mekanis beberapa penyakit pada manusia dan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektivitas cendawan Metarhizium anisopliae dalam membunuh imago Musca domestica. Lalat rumah yang digunakan adalah populasi lokal dari tempat pembuangan sampah di kota Pontianak. Metode penelitian dirancang mengunakan rancangan acak lengkap terdiri dari lima perlakuan dan satu kontrol dengan tiga ulangan yaitu: (P0) Kontrol;  (P1) 1,2x  konidia/ml;(P2) 3,6x106 konidia/ml;(P3) 6x106 konidia/ml;(P4) 8,4x106 konidia/ml; dan (P5) 10,8x106 konidia/ml diberikan dalam bentuk suspensi sebanyak 1 ml. Jumlah lalat yang menunjukkan paralisis dicatat dari satu hari setelah perlakuan hingga hari ke 14. Data kematian imago lalat dianalisa secara probit dengan bantuan program Excel untuk menentukan waktu kematian 50% (LT50) dari masing-masing konsentrasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suspensi M. anisopliae dengan kerapatan konidia 8x106 konidia/ml lebih efektif dalam membunuh imago M. domestica dalam waktu 5,88 hari dengan kisaran waktu mortalitas lalat uji sebesar 95%, yaitu 4,70–7,36 hari. Perlakuan dengan suspensi kerapatan konidia terendah mampu membunuh imago M. domestica L. sebanyak 50% atau lebih.  
POTENSI EKSTRAK BIJI ALPUKAT SEBAGAI HAND SANITIZER ALAMI: LITERATUR REVIEW Asngad, Aminah; Subiakto, Diah Wulandari
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.11765

Abstract

Hand sanitizer berbahan alkohol dapat menimbulkan iritasi, dan membuat kulit kering. Sehingga pada saat ini banyak dikembangkan pembuatan hand sanitizer berbahan alami. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan yaitu biji alpukat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi ekstrak biji alpukat yang dapat digunakan sebagai hand sanitizer alami yang lebih aman untuk kulit. Metode yang digunakan mengumpulkan, menganalisis dan marangkum artikel yang sesuai dengan tujuan yang dipublikasi pada tahun 2016-2020 dan bersifat free fulltext acces. Pencarian artikel menggunakan databased Google scholar dan Garuda dengan kata kunci fitokimia, antibakteri, hand sanitizer alami, dan biji alpukat. Hasil ditemukan bahwa ekstrak biji alpukat berpotensi digunakan sebagai Hands sanitizer alami dikarenakan dalam biji alpukat memiliki kandungan fitokimia berupa senyawa asam lemak, flavonoid, tannin, fenol, saponin, alkaloid, steroid, dan terpenoid. Memiliki aktivitas antibakteri pada bakteri Gram Negatif maupun bakteri Gram Positif dengan zona hambat dalam kategori sedang hingga kuat. Dan pelarut yang paling baik digunakan dalam ekstraksi biji alpukat yaitu pelarut Metanol yang bersifat polar.. Simpulan menunjukkan bahwa ekstrak biji alpukat berpotensi sebagai bahan pembuatan hand sanitizer alami dikarenakan memiliki senyawa dan aktivitas antibakteri.Kata Kunci. Antibakteri, Biji Alpukat, Fitokimia, dan Hand Sanitizer Alami.
Cover Vol 6, No 2: September 2020 Jurnal Penelitian Biologi, Bioeksperimen:
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 6, No 2: September 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v6i2.12378

Abstract

Page 1 of 4 | Total Record : 36