cover
Contact Name
Rusdin Rauf
Contact Email
rr167@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkesehatan@ums.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 19797621     EISSN : 26207761     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan is a scientific journal of the Faculty of Health Sciences of Universitas Muhammadiyah Surakarta, which emphasizes on the delivery of scientific research results and literature review in the field of health in general.
Articles 281 Documents
ANALISIS PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS DENGAN PENDEKATAN HEALTH BELIEF MODEL (HBM) PADA WBP DI LAPAS KELAS IIA PADANG Sri Mindayani; Hilda Hidayat
Jurnal Kesehatan Edisi Khusus No 1, Februari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v0i1.7578

Abstract

Data prevalensi Surveilans Terpadu Biologis dan Perilaku Kementerian Kesehatan tahun 2011 ditemukan angka prevalensi HIV dan sifilis di kalangan narapidana yaitu 3% dan 5%. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahuianalisis perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS dengan pendekatan Health Belief Model (HBM) pada WBP dI LAPAS Kelas IIA Padang.Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari – September 2018 Lapas Kelas IIA Padang. Populasi penelitian berjumlah  dengan 1375 orang dan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat dan multivariat.Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara persepsi hambatan dan dorongan dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS pada WBP di Lapas Kelas IIA Padang. Hasil penelitian juga menunjukkan tidak adanya hubungan antara pengetahuan, persepsi keparahan, persepsi kerentanan, dan persepsi manfaat dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS pada WBP di Lapas Kelas IIA Padang.
Penilaian Pencatatan dan Pelaporan Tuberkulosis Berbasis Semar Betul (Semarang Berantas Tuberkulosis) dengan Metode Pieces di Puskesmas Kota Semarang Maryani Setyowati; Jaka Prasetya
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v13i2.11210

Abstract

Pencatatan dan pelaporan Tuberkulosis dilakukan mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan dasar seperti Puskesmas yang dilaporkan secara berjenjang ke tingkat kabupaten/kota, provinsi, sampai ke pusat dengan menggunakan sistem informasi secara elektronik yang disebut Sistem Informasi TB Terpadu (SITT) yang berbasis web dan terintegrasi dengan sistem informasi kesehatan secara nasional. Namun di Kota Semarang telah mengembangkan sistem pencatatan dan pelaporan Tuberkulosis dengan menggunakan aplikasi SEMAR BETUL pada tahun 2019 berdasarkan kebutuhan data dan informasi yang belum ada di SITT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai pencatatan dan pelaporan dalam SEMAR BETUL yang digunakan untuk Kasus Tuberkulosis di wilayah Kota Semarang dengan menggunakan metode PIECES. Penelitian ini termasuk jenis Explanatory research dengan metode Survei dengan pendekatan secara observasi dan wawancara kepada Programmer TB di puskesmas Kota Semarang. Berdasarkan evaluasi dengan Metode PIECES dari hasil wawancara dari Programmer TB dari 4 (empat) Puskesmas di Kota Semarang menyatakan bahwa aplikasi SEMAR BETUL sudah memenuhi kelengkapan pencatatan dan laporan yang dibutuhkan dalam pelayanan pengobatan pasien TB. Serta waktu respon untuk loading datanya sudah termasuk cepat dan bersifat online atau langsung terhubung dengan pelaporan di DKK Semarang, sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk mengetahui pengobatan pasien TB di puskesmas Kota Semarang.
PERBEDAAN EFEK LATIHAN MEDICINE BALL DAN CLAPPING PUSH UP TERHADAP DAYA LEDAK OTOT LENGAN PEMAIN BULUTANGKIS REMAJA USIA 13 – 16 TAHUN Nurul Fithrianti Harista; Bambang Trisnowiyanto
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v9i1.3409

Abstract

Effectiveness of Physical and Psychological Treatment for Cancer-Related Fatigue: Systematic Review Dian Hudiyawati; Wulan Syafitry
Jurnal Kesehatan Vol 14, No.2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v14i2.15596

Abstract

Cancer is the second leading cause of death worldwide. Fatigue is one of the most common side effects of people with cancer. The range of people with cancer who experience fatigue is 70-80%, when undergoing cancer treatment and during the phase before and after treatment. This systematic review aims to identify fatigue management with non-pharmacological intervention. The journals selected from 2015 to 2020 in an international database: Pubmed, SAGE journals, Microsoft Academic, and Science Direct. The database searched using the keywords "exercise treatment" OR "psychological treatment," AND "fatigue" OR "cancer-related fatigue," AND "during cancer treatment" OR "after cancer treatment." Assessment of Critical quality appraisal uses tools from the JBI (Joanna Briggs Institute) critical assessment checklist. The method of analysis used the descriptive method. The results of the Systematic review found 13 journals that met the inclusion criteria, the total sample was 1365 respondents with an average age of 56.85, and the consequences of female respondents were 857 respondents, and male respondents were 464 respondents. Physical treatment and psychological treatment can reduce cancer fatigue before and after treatment. The interventions given both physical treatment and psychological treatment have their benefits and vary in their effectiveness.
Hubungan Frekuensi Senam Aerobik dan Asupan Kolesterol terhadap Kadar Kolesterol Darah Wanita Usia Subur di Pusat Kebugaran Syariah Agung Fitnes Makamhaji Annissa Mustika Ayu; Mutalazimah Mutalazimah; Isnaini Herawati
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v10i2.5536

Abstract

Aktivitas fisik dan asupan makan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kadar kolesterol darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara frekuensi senam aerobik dan asupan kolesterol terhadap kadar kolesterol darah wanita usia subur di Pusat Kebugaran Syariah Agung Fitnes Makamhaji. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 37 orang diperoleh dengan teknik simple random sampling. Data frekuensi senam aerobik didapatkan melalui wawancara, data asupan kolesterol didapatkan melalui food recall 24 jam sebanyak 4 kali, dan data kadar kolesterol didapatkan dengan pemeriksaan darah di laboratorium. Analisis menggunakan uji statistik pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar frekuensi senam aerobik responden kurang (43,2%).  Sebagian besar responden memiliki asupan kolesterol yang kurang (54,1%). Responden yang memiliki kadar kolesterol yang normal sebesar (62,2%). Responden dengan frekuensi senam yang baik memiliki kadar kolesterol yang normal lebih tinggi (100%) dibandingkan dengan frekuensi senam yang kurang hanya (12,5%).  Responden dengan asupan kolesterol yang cukup memiliki kadar kolesterol normal lebih tinggi yaitu (69,2%) dibandingkan dengan asupan kolesterol yang lebih yaitu (58,3%). Ada hubungan frekuensi senam aerobik dengan kadar kolesterol (p=0,00), tidak ada hubungan asupan kolesterol terhadap kadar kolesterol darah (p=0,86).
Status Keterpajanan Household Air Pollution (HAP) Terhadap Panjang Badan Balita Kota Palembang Dwi Septiawati; Elvi Sunarsih; Inoy Trisnaini; Ani Nidia Listianti
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v11i2.7540

Abstract

Sejumlah studi lainnya menemukan bukti yang mendukung hipotesis bahwa polusi udara dalam ruang dapat meningkatkan risiko gangguan pada pertumbuhan panjang badan balita. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan status keterpajanan polusi udara dalam rumah terhadap pertumbuhan panjang badan balita Kota Palembang. Desain studi crossectional dengan 150 sampel. Teknik pengambilan sampel terpilih dilakukan dengan proportional random sampling. Data pertumbuhan fisik balita, pajanan udara dalam ruang, dan variabel lain yang diteliti merupakan data primer dari hasil wawancara langsung. Teknik analisa data secara univariat dan uji chi-square. Terbukti adanya hubungan antara HAP dengan pertumbuhan berat panjang balita yang tidak normal untuk indikator PB/U (p value: 0,002; PR 1.8; 95%CI: 1.2-2.8). Faktor risiko lain yang juga berhubungan dengan pertumbuhan panjang badan balita yang tidak normal adalah pemberian ASI eksklusif (p value: 0,013; PR 1.5; 95%CI: 1.1-2.2) dan pajanan asap rokok (p value: 0,048; PR 1.4; 95%CI: 1.02-2.04). Pajanan polusi udara dalam ruang terbukti dapat mempengaruhi pertumbuhan panjang badan ideal pada balita
HUBUNGAN DIMENSI KUALITAS PELAYANAN DENGAN MINAT KUNJUNGAN ULANG PASIEN DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2019 Rahmiati Rahmiati; Nauri Anggita Temesveri
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v13i1.11097

Abstract

Minat kunjungan ulang pasien menjadi sangat penting untuk mempertahankan eksistensi rumah sakit. Kualitas pelayanan yang baik akan memberikan kepuasan pelanggan, sehingga mempengaruhi pengambilan keputusan minat kunjungan ulang bagi pasien. RSU Kabupaten Tangerang mengalami penurunan jumlah kunjungan pasien pada tahun 2017 dan tahun 2018 sebanyak 10.11%. Hal tersebut juga berdampak pada target kunjungan pasien yang tidak tercapai dalam Rencana Bisnis dan Anggaran Pertahun rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi pada dimensi kualitas pelayanan dengan minat kunjungan ulang pasien di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang. Jenis penelitian menggunakan desain potong lintang. Sampel dalam penelitian sebanyak 106 pasien lama. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa lima dimensi kualitas pelayanan terdiri dari bukti fisik, kehandalan,daya tanggap, jaminan, dan empati tidak berhubungan dengan minat kunjungan ulang pasien (p-value 0.05).
Pemberian Plyometric Training Depth Jump Terhadap Tinggi Lompatan Vertical Jump Pada Pemain Bola Voli Wahyuni Wahyuni; Nur’alif Kukuh Ardian; Salma Muazarroh
Jurnal Kesehatan Vol 14, No.2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v14i2.12924

Abstract

Olahraga dapat meningkatkan kebugaran dan menjaga kesehatan, serta menjadi sarana pengembangan pribadi atau individu melalui prestasi masing-masing cabang olahraga tertentu. Di Indonesia dikenal berbagai olahraga seperti sepak bola, bola basket, bola voli, bulu tangkis dll. Salah satu olahraga yang digemari masyarakat di Indonesia adalah bola voli, perkiraan dari federasi de voli internasional bahwa 500 juta orang bermain bola voli di seluruh dunia. Dalam permainan bola voli ada beberapa teknik yang harus dikuasai seperti servis, passing, smash dan block. Aksi paku dan blok didominasi oleh jenis ledakan yang sesuai dengan gaya yang disebut lompatan vertikal pemain yang biasanya menjadi kunci kemenangan poin dalam permainan bola voli. Tujuan: Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh latihan pliometrik latihan depth jump terhadap ketinggian lompat vertikal pada pemain bola voli. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain penelitian pre and post test with control group. Banyaknya sampel dalam penelitian ini adalah 20 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol yang diukur dengan uji lompat vertikal. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pengaruh latihan lompat kedalaman plyometric terhadap ketinggian lompat vertikal. Kesimpulan: Terjadi peningkatan tinggi lompat vertikal setelah diberikan latihan pliometrik latihan depth jump pada pemain bola voli
Kajian Patofisiologis Gejala Klinis dan Psikososial Sebagai Dampak Gangguan Fungsi Tiroid pada Wanita Usia Produktif Mutalazimah Mutalazimah; Budi Mulyono; Bhisma Murti; Saifuddin Azwar
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v6i1.5506

Abstract

Indonesia has not been free from iodine deficiency, demonstrated by the increased prevalence oftotal goitre rate (TGR) from 9.8% in 1998, to 11.1% in 2003. New problem that occurs in endemic areas ofiodine deficiency is the presence of iodine excessive, one of them as the impact of universal salt iodizationprogram (USI) and iodiol supplementation in a long period of time. Both deficiency and excessive of iodinecan result in thyroid dysfunction. Impaired thyroid function is manifest broadly on biopsychosocial aspects,which is detrimental especially for childbearing women, as a determinant of survival and quality of life forfuture generations. Based on the measurement of TSH and FT4, were childbearing women who suffersubclinical hypothyroidism were 2%, subclinical hyperthyroidism were 26% and euthyroid were 76%.Biopsychosocial characteristics that can be described from hypothyroid subjects are visible goiter, puffyface, dry skin, fatigue, decreased concentration, menorrhagia, easily upset, depressed, apathetic and withdrawn.Meanwhile, the varying percentage of subjects with subclinical hyperthyroidism showed signs andsymptomsinclude a palpablegoiter,heat intolerance, exophthalmos, tiredness, pritibial edema, muscleweakness,delicated skin, poor memory,decreased concentration, menstrual disorders, decreased sexuallibido,anxiety,sleep disturbances, irritability,decreased motivation and decreased social activity.Thereforethatthe impact of thyroid dysfunction on a biopsychosocial characteristics, does not continue to secondarydiseases,efforts are needed to increase community awareness to recognize the signs and symptoms ofbiopsychosocialchanges. Therefore, the condition of iodine deficiency and excessive can be detected earlyandovercame with adequate therapy.
Pengaruh Penambahan Puree Wortel Terhadap Kadar Protein, Beta Karoten dan Daya Terima Cookies Kacang Hijau Hasna Nadila; Aan Sofyan
Jurnal Kesehatan Vol 15, No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v15i1.16856

Abstract

Cookies merupakan makanan yang sering dikonsumsi masyarakat sebagai alternatif makanan selingan. Cookies merupakan salah satu produk olahan panggangan yang biasanya berbahan utama tepung terigu protein rendah yang dapat diperkaya gizinya dengan pemanfaatan bahan lokal yaitu penggunaan kacang hijau sebagai pengganti tepung terigu dan pemanfaatan bahan lokal wortel yang diolah menjadi puree lalu ditambahkan pada pembuatan cookies. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan puree wortel terhadap kadar protein, kadar beta karoten dan daya terima cookies kacang hijau. Jenis penelitian adalah eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan. Besar penambahan puree wortel yaitu 0%, 10%, 20% dan 30%. Kadar protein tertinggi yaitu pada cookies kacang hijau dengan penambahan puree wortel 10%. Kadar beta karoten tertinggi yaitu pada cookies kacang hijau dengan penambahan puree wortel 30%. Nilai rata–rata tertinggi daya terima yaitu pada cookies kacang hijau dengan penambahan puree wortel 0%. Tidak terdapat pengaruh penambahan puree wortel terhadap kadar protein dan daya terima cookies kacang hijau, sedangkan terdapat pengaruh penambahan puree wortel terhadap kadar beta karoten cookies kacang hijau.