cover
Contact Name
Rusdin Rauf
Contact Email
rr167@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkesehatan@ums.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 19797621     EISSN : 26207761     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan is a scientific journal of the Faculty of Health Sciences of Universitas Muhammadiyah Surakarta, which emphasizes on the delivery of scientific research results and literature review in the field of health in general.
Articles 281 Documents
Asupan Energi, Protein Dan Profil Psikososial Di Masa Pandemi COVID-19 (Studi Kasus Pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta) Dita Sulistiyani; Luluk Ria Rakhma
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v15i2.18251

Abstract

Pandemi COVID-19 mengubah segala aktivitas individu, termasuk mahasiswa. Kehidupan mahasiswa sangat rentan mengalami masalah psikososial. Psikososial adalah hubungan dinamis dan saling mempengaruhi antara aspek psikologis seseorang dengan aspek sosial disekitarnya. Permasalahan yang dihadapi mahasiswa di masa pandemi, memaksa mereka untuk beradaptasi untuk menanggulangi masalah yang timbul. Perubahan perilaku makan secara negatif menjadi metode coping yang sering digunakan saat menghadapi permasalahan psikososial yang terjadi. Perubahan perilaku makan dapat memengaruhi jumlah asupan zat gizi yang masuk kedalam tubuh dan menentukan tingkat asupan energi dan protein seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asupan energi, protein dan profil psikososial di masa pandemi COVID-19 (studi kasus pada mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain studi kasus. Data penelitian diperoleh dengan penyebaran kuesioner dan wawancara secara daring. Data asupan energi dan protein diperoleh dengan formulir semi kuantitatif FFQ selama 6 bulan terakhir dan masalah psikososial diukur dengan kuesioner masalah psikososial yang berisi 19 item pernyataan. Analisis univariat dilakukan untuk mendeskripsikan variabel. Hasil analisis menunjukkan Pola konsumsi makanan mahasiswa Gizi UMS di masa pandemi COVID-19 sebagian besar dalam kategori baik (51,8 %). Sebagian besar asupan energi pada mahasiswa termasuk kategori kurang (58,8%). Sebagian besar asupan protein pada mahasiswa termasuk kategori lebih (50,9%). Masalah psikososial pada mahasiswa di masa pandemi COVID-19 sebagian besar termasuk kategori sedang (55,3%).
HAMBATAN PADA PELAKSANAAN SELF CARE HIPERTENSI: Scoping Review Constantius Augusto; Eka Afrima Sari; Iwan Shalahuddin
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v15i2.19470

Abstract

Meningkatnya kasus pasien hipertensi mengalami komplikasi karena tidak optimalnya tindakan self – care pada pasien. Sehingga perlu diketahui hambatan – hambatan dalam melaksanakan self – care hipertensi. Penelitian sebelumnya hanya membahas mengenai faktor hambatan pada pasien hipertensi. Sedangkan hambatan secara keseluruhan belum ditemukan. Maka penelitian ini dilakukan untuk menemukan hambatan dalam melakukan self – care hipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan apa saja hambatan dalam mengimplementasikan self – care hipertensi dari beberapa penelitian sebelumnya yang kemudian akan dibagi menjadi beberapa kategori menurut sumber faktor penghambatanya. Metode penelitian scoping review. Pencarian literatur menggunakan database PubMed dan CINAHL, serta search engine Google Scholar. Literatur yang digunakan adalah penelitian eksperimental dan non – eksperimental, menggunakan artikel berbahasa Indonesia dan Inggris, rentang waktu terbit studi adalah 10 tahun terakhir (2012 – 2022), populasi penelitian adalah pasien hipertensi dewasa dan lansia. Kemudian artikel dilakukan ekstraksi data, analisa data secara kualitatif, dan hasil analisa dimasukan dan dilakukan pengelompokan berdasarkan sumber faktor hambatan self – care yang ditemukan. Hasil penelitian ditemukan 16 artikel dan dari ke 16 artikel tersebut hampir seluruhnya menyebutkan faktor hambatan dalam melakukan self – care hipertensi berasal dari pasien. Kesimpulan bahwa hampir seluruh faktor penghambat dalam melakukan self – care hipertensi berasal dari pasien. Rekomendasi diharapkan perawat untuk meningkatkan hubungan komunikasi, keterampilan, dan jumlah tenaga kerja dalam memberikan bantuan self –care. Pasien, keluarga, caregiver, dan masyarakat berkontribusi penuh dalam proses pendidikan self – care hipertensi. Serta peneliti selanjutnya untuk melanjutkan penelitian ini dan menemukan inovasi dalam upaya deteksi awa
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DENGAN PRAKTIK PENCEGAHAN DBD Dewi Yuliandari; Iskandar Arfan; Elly Trisnawati; Dedi Alamsyah; Ayu Rizky
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v15i2.18373

Abstract

Program Pemberantasan Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui kegiatan menguras, mengubur dan menutup (3M) plus bertujuan untuk memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk dengan memberantas telur dan larva nyamuk Ae. aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap praktik pencegahan DBD responden di Desa Ambawang Kuala Kubu Raya Kalbar. Merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 118 rumah tangga di ambil dengan Teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan wawancara. Analisa bivariat menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian Pengetahuan responden berhubungan dengan Praktik pencegahan DBD (p0,05), Sikap responden berhubungan secara signifikan dengan praktik pencegahan DBD (p0,05). Untuk meningkatkan praktik pencegahan DBD diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan sikap praktik pencegahan DBD dengan cara memberikan promosi kesehatan dan memperbanyak media Kesehatan tentang pencegahan DBD
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN SKABIES DI PONDOK PESANTREN Fitriatul Sulistiarini; Mitoriana Porusia; Rezania Asyfiradayati; Siti Halimah
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v15i2.19340

Abstract

Skabies disebabkan oleh Sarcoptes scabei yang mempunyai prevalensi tinggi dan menyerang segala umur dan komunitas seperti pondok pesantren karena faktor lingkungan fisik yang kurang memenuhi syarat dan personal hygiene santri yang kurang padahal penyakit skabies mudah untuk dicegah. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan faktor lingkungan fisik (kepadatan hunian, luas ventilasi, suhu dan kelembaban kamar) dan personal hygiene dengan kejadian skabies. Di pondok pesantren As-syafi’iyah 2 sidoarjo mempunyai prevalensi 1:2 santri yang terkena skabies tahun 2020. Jenis penelitian termasuk analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini sebanyak 67 santri di pondok pesantren As-syafi’iyah 2 Sidoarjo menggunakan teknik total sampling. Variabel bebas penelitian ini adalah faktor lingkungan fisik meliputi kepadatan hunian, luas ventilasi, suhu, dan kelembaban udara kamar serta personal hygiene, sedangkan variabel terikat adalah kejadian skabies. Pengumpulan data dengan lembar kuesioner sebagai pedoman wawancara tentang personal hygiene dan pengukuran faktor lingkungan fisik menggunakan instrumen lembar observasi dilakukan dengan pengamatan dan pengukuran menggunakan alat. Analisis data menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian bahwa ada hubungan antara kepadatan hunian kamar (p=0,043), luas ventilasi (p=0,000), kelembaban udara (p=0,000), personal hygiene (p=0,023) dengan kejadian skabies. Tidak ada hubungan antara suhu udara kamar (p=0,055) dengan kejadian skabies. Kesimpulan penelitian perlunya pihak pesantren mengurangi kepadatan kamar serta menghimbau santri untuk memaksimalkan penggunaan ventilasi agar udara kamar terjaga. Santri perlu diberikan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan terkait personal hygiene agar mampu mengurangi faktor penularan skabies. Kata kunci : skabies, faktor lingkungan fisik, personal hygiene
LITERATURE REVIEW : HUBUNGAN ANTARA LINGKAR PINGGANG DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS PADA INDIVIDU DEWASA DAN LANSIALITERATURE REVIEW : HUBUNGAN ANTARA LINGKAR PINGGANG DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS PADA INDIVIDU DEWASA DAN LANSIA Umi Kurniawati; Dwi Sarbini; Muwakhidah Muwakhidah; Nur Lathifah Mardiyati
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v15i2.19628

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan data prevalensi dunia sebesar 10,5% menderita diabetes melitus dan diperkirakan meningkat 12,2% pada tahun 2045. Salah satu factor risiko diabetes melitus yaitu obesitas sentral yang bisa diketahui salah satunya dengan lingkar piggang. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara lingkar pinggang dengan kejadian diabetes melitus pada individu dewasa dan lansia. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Literature Review pada desain studi Cross Sectional dengan mengkritisi 9 artikel 10 tahun terakhir (2012-2022) yang dipilih dari database “Pubmed” bereputasi internasional Q1-Q4. Kata kunci yang digunakan “diabetes mellitus” ditemukan 563.645 artikel dan ditambahkan “waist circumference” ditemukan 6.877 artikel serta ditambahkan filter “publication date 10 years”, “english language”, “free full text”, “adult and middle aged”ditemukan 125 artikel, kemudian dikeluarkan 27 artikel yang bukan metode cross sectional dan 93 artikle yang tidak menyediakan data diabetes mellitus didapatkan 9 artikel yang dilakukan abstract review. Hasil: Prevalensi kejadian diabetes melitus tertinggi di Kota Shanghai, Tiongkok sebesar 30,05% yang merupakan negara berkembang di benua Asia. Terdapat hubungan yang signifikan antara nilai lingkar pinggang dengan kejadian diabetes mellitus dengan nilai p value 0.05. Prevalensi diabetes melitus meningkat seiring bertambahnya usia, lebih tinggi pada laki-laki dan lebih tinggi pada perempuan, tidak berpendidikan, penduduk perkotaan, tidak melakukan aktivitas fisik, pada perokok dan mantan perokok, peminum alkohol, pada etnis minoritas dibandingkan kulit putih Kaukasia, serta di Skotlandia dibandingkan di Inggris. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara nilai lingkar pinggang mengalami obesitas sentral akan semakin berisiko mengalami diabetes melitus. Oleh karena itu, perlu intervensi mempertahankan nilai lingkar pinggang normal untuk mencegah kejadian diabetes melitus.
FAKTOR KEJADIAN ANEMIA PADA KEHAMILAN REMAJA DI POSYANDU WILAYAH PUSKESMAS PANGKAH MASTUROH Masturoh; Ike Putri Setyatama; Siswati Siswati; Adrestia Rifki Naharani
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v15i2.18262

Abstract

AbstrakPendahuluan: Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan derajat kesehatan suatu wilayah atau masyarakat. Dalam beberapa kasus, ibu hamil yang masih berusia remaja memiliki potensi kematian apabila selama kehamilan menderita anemia. Metode: Jenis penelitian ini adalah Deskriptif analitik dengan pendekatan Retrospektif. Populasi sebanyak 30 responden dengan waktu pengambilan data pada periode bulan Januari-Desember 2021. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Intrumen penelitian menggunakan data sekunder yang di dapatkan dari puskesmas pangkah dengan Teknik analisis Regresi. Hasil: Berdasarkan hasil Analisa multivariat didapatkan bahwa ketiga variabel, yaitu KEK (p = 0,31), umur kehamilan (p = 0,49) dan paritas (p = 0,56) menujukan tidak ada yang signifikan mempengaruhi anemia pada kehamilan remaja. Hasil uji model regresi logistic menunjukan model yang dihasilkan adalah model tanpa interaksi. Signifikansi Homer dan Lemeshow Test adalah 0,98 ( 0,05) hal ini menunjukkan model yang dihipotesiskan sesuai dengan data empiris atau dengan kata lain model dapat diterima. Simpulan: hasil Analisa multivariat didapatkan bahwa ketiga variabel, yaitu KEK (p = 0,31), umur kehamilan (p = 0,49) dan paritas (p = 0,56) menujukan tidak ada yang signifikan mempengaruhi anemia pada kehamilan remaja. Kata kunci : Anemia, kehamilan remaja
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT AKTIVITAS FISIK DENGAN KEPARAHAN PENYAKIT COVID-19 DI KARESIDENAN SURAKARTA Isna Andriani
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v15i2.19652

Abstract

Pendahuluan: Pola aktivitas fisik keseharian individu yang tidak banyak bergerak dapat berkontribusi terhadap prevalensi berbagai penyakit, termasuk coronavirus diseases-2019 atau COVID-19. COVID-19 merupakan penyakit bersifat menular yang disebabkan oleh virus dan mengakibatkan infeksi saluran pernapasan. Individu dari berbagai kelompok umur dapat terinfeksi COVID-19 dengan manisfestasi klinis mulai dari tanpa gejala, bergejala ringan seperti flu biasa hingga penyakit serius dan bahkan kematian. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan keparahan penyakit COVID-19. Metode: Penelitian observasional analitik ini dirancang secara study case control dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah penyintas COVID-19 di Karesidenan Surakarta. Total sampel dipilih dengan teknik non-probability sampling bertipe sampling purposive, yaitu 274 responden. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat aktivitas fisik pada level sedang dan keparahan penyakit COVID-19 pada level gejala ringan. Uji statistik korelasi non-parametrik dengan spearman’s rho didapat nilai r hitung sebesar -0.368 dan nilai p sebesar 0,000. Simpulan: Kesimpulannya antara tingkat aktivitas fisik terhadap keparahan penyakit COVID-19 terdapat hubungan yang cukup signifikan. Dimana semakin tinggi tingkat aktivitas fisik seseorang maka semakin rendah resiko keparahan penyakit COVID-19 dan begitu pula sebalikanya.
ANALISIS KANDUNGAN GLUTEN DAN SERAT PADA CHURROS KOMBINASI TEPUNG UBI UNGU DAN TEPUNG BERAS SEBAGAI ALTERNATIF CAMILAN BEBAS GLUTEN Asyifa Adni Maghfira; Natalia Desy Putriningtyas
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v15i2.19843

Abstract

Pendahuluan: anak autisme memiliki masalah pencernaan seperti konstipasi dan sulit untuk mencerna makanan yang mengandung gluten. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya gluten dan serat pangan pada churros kombinasi tepung ubi jalar ungu dan tepung beras dengan dua merek tepung ubi jalar ungu yang berbeda. Metode: penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan eksperimen laboratorium dan memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu formulasi tepung ubi jalar ungu dan tepung beras yakni 70%:30% dan dua perlakuan yaitu C1 (70% tepung ubi jalar ungu merek A : 30% tepung beras) dan C2 (70% tepung ubi jalar ungu merek B : 30% tepung beras). Pengambilan data diperoleh dari hasil uji kandungan gluten dan serat di laboratorium. Analisis data dilakukan menggunakan analisa univariat. Hasil: hasil uji kandungan gluten pada churros tersebut yakni bernilai negatif. Untuk hasil uji kandungan serat pangan churros yaitu churros dengan kode C1 sebanyak 20,43%, sedangkan untuk C2 sebanyak 13,98%. Simpulan: churros dengan kode C1 dan C2 keduanya tidak mengandung gluten, kemudian untuk uji kandungan serat pangannya churros dengan kode C1 mengandung serat pangan lebih banyak daripada churros dengan kode C2.
KECEMASAN IBU HAMIL SEMALA PANDEMI COVID-19 Resta Betaliani Wirata
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v15i2.18252

Abstract

Memasuki umur kehamilan yang semakin bertambah, maka semakin banyak keluhan yang dirasakan oleh wanita hamil baik keluhan yang bersifat psikis maupun fisik. Saat ini penyebaran COVID-19 antar manusia menjadi sumber transmisi utama sehingga penyebaran menjadi lebih agresif.  Hal ini menimbulkan kegelisahan bagi wanita hamil baik primigravida dan atau multigravida dimasa pandemik COVID-19. Banyaknya informasi seputar COVID-19 yang bermunculan di media sosial dan protokol baru baik di masyarakat terlebih di Rumah Sakit terkhusus bagi wanita hamil, membuat semakin meningkatnya kecemasan wanita hamil dalam menjalani masa kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat kecemasan wanita hamil primigravida dan multigravida di masa pandemi Covid-19. Desain yang digunakan dalam penelitian ini merupakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perceived Stress Scale (PSS-10). Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah tingkat kecemasan wanita hamil di masa pandemi Covid-19 secara keseluruhan berada pada kategori sedang, baik pada wanita hamil dengan primigravida (29,6) dan multigravida (26,8). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pengukuran tingkat kecemasan pada wanita hamil baik primigravida dan multigravida perlu diperhatikan selama Covid-19, karena dari pengukuran kecemasan wanita hamil dapat dilakukan tindak lanjut untuk penanganan wanita hamil sehingga mengurangi risiko pada ibu dan janin selama kehamilan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN SELF EFFICACY DENGAN SEXUAL ABSTINENCE PADA REMAJA Nisariati Nisariati; Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v15i2.14985

Abstract

Remaja rentan terhadap perilaku seksual berisiko sehingga remaja perlu untuk berpikir untuk melakukan sexual abstinence. Sexual abstinence kemungkinan dapat dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, dan self efficacy seseorang mengenai perilaku seks pranikah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dan self efficacy terhadap sexual abstinence pada remaja di salah satu SMP di Surakarta. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMP di Surakarta dengan sampel sebanyak 117 siswa dari kelas 8 dan 9  dan pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan google form. Hasil penelitian menggunakan fixer exact menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan (p0,327), sikap (p0,166), dan ada hubungan antara self efficacy (p0,001) dengan sexual abstinence. Disarankan perlunya pendidikan seksualitas  dan kesehatan reproduksi serta sexual abstinence pada remaja dan bagaimana cara negosiasi atau menolak ketika ada ajakan untuk melakukan perilaku seksual berisiko.