cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kantor LP3M Unismuh Makassar Jl. Sultan Alauddin No. 259 Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
OCTOPUS : Jurnal Ilmu Perikanan
ISSN : 23020670     EISSN : 27464822     DOI : https://doi.org/10.26618/octopus
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Octopus Ilmu Perikanan terbit dua kali setahun yakni Januari dan Juli berisi artikel ilmiah dalam bentuk hasil penelitian dan non penelitian berupa kajian. Jurnal Octopus Ilmu Perikanan bertujuan untuk menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan perikanan dari para akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan pemerhati perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 270 Documents
ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT PRODUKSI DENGAN TINGKAT PENDAPATAN PETANI RUMPUT LAUT DI DESA PUNAGA KECAMATAN MANGARABOMBANG KABUPATEN TAKALAR Farhanah Wahyu
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 7, No 1 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.351 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v7i1.1805

Abstract

Mangarabombang is one of the locations of seaweed cultivation in Takalar and Punaga is one of village in Mangarabombang who has waters location are very supportive of local government programs to increase national production of seaweed. To Increase of seaweed is based on the government's target in Takalar So, this reaseach aims to determine effect of production levels and income levels, analysis factors  that influence the risk level of production and income as well as farmer's behavior in the face of the risk of seaweed production. The method of this reseach are random sampling of respondents with income data analysis, R/C Ratio and correlation of production and income. After processing data, showed that respondents increase seaweed production in 2014 to 2016 has significant change by followed a decrease levels income during 2016. Because of seasons and pricing from government uncertain about the unit price of seaweed in the market. In addition, the correlation data analysis showed that a strong correlation between production of seaweed and income of seaweed farming to continue in future. So much needed attention by government to make strategic policy for the increase production of seaweed and income of farmer to make sustainable seaweed better.
UJI KETAHANAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) HASIL VAKSINASI TERHADAP BAKTERI Streptococcus sp Darmawati Darmawati; Surialam Surialam
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 7, No 1 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.029 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v7i1.1806

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hasil ketahanan benih ikan   nila   (Oreocromis niloticus)   yang   divaksin bakteri   Streptococcus   sp. Sedangkan kegunaan penelitian ini adalah sebagai media informasi bagi pembudidaya benih ikan nila. Metode yang digunakan adalah yang pertama melakukan vaksin indukan ikan nila di Labolatorium Hatchery mini Jurusan Perikanan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan  Universitas  Hasanuddin.  Hal ini dilakukan  untuk  merangsang  pemijahan  yang  cepat.  Larva ikan nila dibesarkan hingga mencapai umur 3 minggu kemudian di lakukan uji tantang dengan bakteri Streptococcus sp selama 2 minggu lamanya. Penelitian menggunakan  3 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Pada perlakuan A (konsentrasi bakteri 105CFU/ml), perlakuan B (konsentrasi  bakteri 106   CFU/ml),  perlakuan  C (konsentrasi  bakteri 107CFU/ml). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik adalah perlakuan B, diperoleh sintasan tertinggi 65%, disusul perlakuan C (49%), dan tingkat kelangsungan hidup terendah pada perlakuan  A (38%) dengan nilai RPS tertinggi di dapatkan pada perlakuan B  (87%) pada masa pemeliharaan, kemudian perlakuan C (58 %) pada masa pemeliharaan, dan untuk yang terendah terdapat pada perlakuan A (26 %).
ANALISIS SEKTOR UNGGULAN BERDASARKAN POTENSI WILAYAH DI KABUPATEN BANTAENG SULAWESI SELATAN Andi Nur Apung Massiseng; Andi Ummung
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 7, No 1 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.504 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v7i1.1802

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui klasifikasi pertumbuhan sektor ekonomi di Kabupaten Bantaeng, untuk mengetahui sektor basis dan non basis pada pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Bantaeng,  dan untuk menentukan sektor ekonomi  unggulan di Kabupaten Bantaeng.  Metode yang digunakan adalah analisis Klassen Typology dan analisis  Location Quotient (LQ).  Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa klasifikasi pertumbuhan sektor ekonomi di Kabupaten Bantaeng yang termasuk dalam sektor maju dan berkembang cepat  adalah Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Sektor Konstruksi, Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jamsos Wajib, Sektor Jasa Pendidikan dan Sektor Jasa Lainnya.  Sektor  maju tetapi tertekan yaitu Pertambangan dan Penggalian, Industri Pengolahan, serta Pengadaan Listrik dan Gas. Sektor potensial dan masih dapat berkembang yaitu sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Real Estate serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial.   Sektor relatif tertinggal yaitu Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang, Transportasi dan Pergudangan, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, Informasi dan Komunikasi, Jasa Keuangan dan Asuransi serta Jasa Perusahaan.   Yang termasuk dalam sektor basis di Kabupaten Bantaeng adalah sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Real Estate dan Administrasi Pemeritahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib.  Sektor unggulan di Kabupaten Bantaeng adalah sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan utamanya sub sektor Perkebunan serta Sektor Administrasi dan Jasa.
NISBAH KELAMIN DAN UKURAN PERTAMA KALI MATANG GONAD BULUBABI Tripneustes gratilla (LINNAEUS 1758) PADA EKOSISTEM LAMUN DAN EKOSISTEM BERPASIR DI PULAU BARRANG LOMPO SULAWESI SELATAN Yeni Savitri Andi Lawi; Farida G. Sitepu; M. Arifin Dahlan
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 8, No 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3145

Abstract

Pulau Barrang Lompo terletak di Zona II Kepulauan Spermonde secara administratif termasuk wilayah kecamatan Ujung Tanah, yang berjarak 12, 77 km dari kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi reproduksi bulubabi (Tripneustes gratilla LINNAEUS, 1758) yang hidup pada ekosistem lamun dan ekosistem berpasir di perairan Pulau Barrang Lompo, dengan menganalisis aspek reproduksinya antara lain nisbah kelamin dan ukuran pertama kali matang gonad.  Pengambilan sampel dilakukan mulai akhir juli hingga desember 2015 pada ekosistem lamun dan ekosistem berpasir di Pulau Barrang Lompo, Sulawesi Selatan. Jumlah bulubabi yang diperoleh pada ekosistem lamun sebanyak 273 jantan dan 239 betina pada ekosistem berpasir sebanyak 217 jantan dan 160 betina. Hasil penelitian menunjukkan Nisbah kelamin bulubabi (Tripneustes gratilla Linnaeus 1758) pada ekosistem lamun dan ekosistem berpasir di Pulau Barrang Lompo, Makassar, Sulawesi Selatan tidak seimbang atau bukan (1:1). Hasil analisis terhadap ukuran pertama kali matang gonad bulubabi pada kedua ekosistem bulubabi jantan mengalami kematangan gonad pertama kali yang lebih cepat pada ukuran 53.6162 mm pada ekosistem lamun dan 55.3639 mm pada ekosistem berpasir sedangkan bulubabi betina pada ekosistem lamun 57.9453 mm dan 57.3778 pada ekosistem berpasir.
STUDI KANDUNGAN KALSIUM PADA TEPUNG TULANG IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DAN TENGGIRI (Scomberomorus commerson) Abdurrahman Suad; Kristina Novalina N.
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 8, No 1 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i1.2485

Abstract

Ikan tongkol dan ikan tenggiri merupakan komoditi sumberdaya ikan pelagis yang mempunyai arti ekonomis cukup tinggi. Meski demikian, tulang ikan dari kedua jenis ikan tersebut biasanya belum termanfaatkan. Salah satu cara pemanfaatannya adalah dengan mengolahnya menjadi tepung tulang ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kandungan kalsium pada tepung tulang ikan tongkol dan tenggiri. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu pembuatan tepung tulang ikan tongkol dan tenggiri mengikuti metode Khuldi et al. (2005); serta analisa kandungan kalsium dari tepung tulang ikan tongkol dan tenggiri berdasarkan metode Batubara (2009). Sebagai data pelengkap, pada kedua jenis tepung tulang ikan tersebut dilakukan juga perhitungan rendemen, analisa kadar air dengan metode oven menurut SNI-01-2354.2-2006, dan uji kadar mineral dengan metode gravimetri menurut SNI 01-2354.1-2006. Hasil pengujian menunjukkan rendemen tepung tulang ikan tenggiri sebesar 15,73%; sedangkan rendemen tepung tulang ikan tongkol hanya sebesar 9,34%. Kandungan mineral, kalsium dan air tepung tulang ikan tenggiri berturut-turut sebesar 51,5%; 4,9% dan 3,1%. Sedangkan tepung tulang ikan tongkol memiliki kandungan mineral, kalsium dan air sebesar 49,4%; 4,2%, dan 3,7%. Data tersebut menunjukkan bahwa tepung tulang ikan tenggiri memiliki rendemen serta kandungan mineral dan kalsium lebih tinggi dengan kandungan air yang lebih rendah dibanding tepung tulang ikan tongkol.
TINGKAT KEMATANGAN GONAD KERANG SIMPING (Placuna placenta Linnaeus, 1758) SECARA VISUAL DAN HISTOLOGI Zul Khairiyah; Joeharnani Tresnati; Sharifuddin Bin Andy Omar
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 8, No 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3153

Abstract

Data dan informasi yang pasti mengenai kerang simping di Sulawesi Selatan belum lengkap, sehingga diperlukan penelitian yang bertujuan mengevaluasi tingkat kematangan gonad kerang simping dibeberapa daerah untuk mengetahui keberadaan kerang ini. Data tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu data dasar dalam upaya pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya kerang simping di Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan (Oktober 2015 – Maret 2016) di dua lokasi yaitu di perairan Makassar dan di perairan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Pengambilan  sampel  kerang  dilakukan saat  surut  terendah  secara  manual. Pengamatan histologi dilakukan di Laboratorium Balai Karantina Makassar dan Balai Besar Veteriner Maros. Pengamatan visual dan histologi menghasilkan klasifikasi tingkat kematangan gonad kerang simping, terdapat empat fase TKG baik jantan maupun betina di semua lokasi penggamatan. Fase TKG I (awal aktif), TKG II (tahap berkembang), TKG III (matang) dan TKG IV tahap pemijahan. Berdasarkan data yang dihasilkan tipe pemijahan kerang simping yang terdapat di perairan Barat Sulawesi Selatan, dapat dikategorikan dalam tipe pemijahan partial spawner atau pemijahan sedikit-demi sedikit, dimana sperma dan telur tidak dikeluarkan dalam satu musim pemijahan.
STUDI PENGARUH KEMUNDURAN MUTU TERHADAP KANDUNGAN GIZI IKAN BETOK (Anabas testudineus) DARI DAERAH MANDOR Lemae Lemae; Leni Lasmi
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 8, No 1 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i1.2491

Abstract

Ikan segar memiliki kelemahan yaitu mudah mengalami kerusakan atau kemunduran mutu, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemunduran mutu terhadap kandungan proksimat dan kualitas fisik Ikan Betok yang mana pengamatan dilakukan pada suhu ruang dengan interval pengamatan 0 jam, 6 jam dan 24 jam setelah kematian ikan. Nilai orgoleptik diuji merujuk berdasarkan SNI 01-2346-2006, uji pH merujuk pada metode Waryani et al 2014, Analisis Kadar Air merujuk pada SNI 01-2354.2-2006, Analisis Kadar Abu merujuk pada SNI 01-2354.1-2006, Analisis Kadar Lemak merujuk pada SNI 01-2354.3-2006 dan analisis Protein merujuk pada Sudarmadji et al 2007. Berdasarkan hasil pengamatan, nilai organoleptik Ikan Betok pada setiap perlakuan berturut-turut 8,47, 6,607, 1,99. sedangkan nilai pH pada ikan betok berturut-turut 5,83, 4,88, 5,66. Nilai hasil uji proksimat berupa nlai kadar air berturut turut 80,07, 77,76, 86,32, nilai kadar abu berturut turut 1,71, 1,52, 1,76, nilai kadar lemak berturut-turut yaitu 3,24, 2,6, 2,02, nilai kadar protein berturut-turut yaitu 9,75, 9,12 dan 7,5. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa nilai organoleptik, kadar protein dan kadar lemak mengalami penurun pada setiap perlakuan, nilai pH ikan, kadar air dan kadar abu mengalami penurunan pada interval 0 jam ke 6 jam kemudian naik kembali pada interval 24 jam.
GAMBARAN HISTOPATOLOGI HATI, LAMBUNG DAN USUS IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) YANG TERINFESTASI CACING ENDOPARASIT Dewi Farah Diba; Wildan Erfandi Rahman
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 7, No 2 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i2.2469

Abstract

Penelitian ini  bertujuan  mengetahui gambaran kerusakan  jaringan hati, lambung,  dan  usus  ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) yang terinfestasi cacing endoparasit. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2018 di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere dan di Laboratorium Histologi Klinik Hewan Pendidikan Universitas Hasanuddin. Sebanyak 30 ekor ikan cakalang yang berasal dari TPI Paotere digunakan sebagai sampel penelitian, ikan kemudian dibedah untuk diambil bagian dalam organ tubuhnya yang terinfestasi cacing endoparasit kemudian difiksasi dan dibuat preparat slide histopatalogisnya dengan prosedur mikroteknik dan pewarnaan hematoksilin-eosin untuk diamati di bawah mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infestasi cacing endoparasit pada tubuh ikan cakalang dapat berakibat pada kerusakan jaringan tubuh berupa peradangan, hemorhagi, dan kongesti.
POLA KEDATANGAN IKAN PADA AREA PENANGKAPAN BAGAN TANCAP SEKITAR MANGROVE DENGAN TEKNOLOGI HIDROAKUSTIK Husni Angreni; Sudirman Sudirman; Muhammad Kurnia
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 8, No 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3146

Abstract

Alat bantu penangkapan ikan dengan metode teknologi hidroakustik bidang penangkapan ikan pada umumnya digunakan untuk mempelajari tingkah laku ikan dan secara khusus mampu mendeteksi keberadaan ikan pada suatu alat tangkap di area penangkapan tertentu. Kajian pola kedatangan dengan metode akustik ini dilakukan untuk mengetahui arah kedatangan ikan di area bagan, berdasarkan kedalaman dan waktu pengamatan. Studi dilakukan dengan metode experimental fishing dengan mengikuti operasi penangkapan ikan pada satu unit bagan tancap di Perairan Kabupaten Pangkep yang dilaksanakan pada November 2015 sampai April 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan mendatangi sumber cahaya dan alat bantu aktraktor dengan pola gerombolan kecil dan individu (Ikan domersal). Kedatangan ikan mengalami peningkatan jumlah selama penelitian rata-rata pada pukul 20:00-22:00 Wita dan pukul 03:00-04.30 Wita. Kawanan ikan mendatangi sumber cahaya pada kedalaman 2-5 meter dengan pola kedatangan kawanan ikan dari arah kanan (sebelah Barat) berfokus pada pencahayaan dan kiri bagan (sebelah Timur) pada aktraktor. Hal ini dapat dijadikan acuan waktu Hauling yang tepat untuk penarikan jaring lebih efektif.
OPTIMASI PEMBERIAN KEONG MAS PADA PAKAN UNTUK PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH IKAN GABUS (Channa striata) Andi Khaeriyah; Murni Murni; Saiful Saiful
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 8, No 1 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i1.2486

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemberian keong mas (Pomacea canalicul)  pada pakan terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan gabus (Channa striata). Benih ikan gabus yang digunakan berukuran 4 cm dan dipelihara pada akuarium berkapasitas 50 liter sebanyak 12 buah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan  A : 0% tepung keong mas, 100% tepung ikan;  perlakua B: 25% tepung keong mas, 75% tepung ikan; perlakuan C : 50% tepung keong mas, 50% tepung ikan; dan perlakuan D: 75% tepung keong mas, 25% tepung ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan keong mas pada pakan benih ikan gabus memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan sintasan benih ikan gabus. Pertumbuhan mutlak terbesar dicapai pada perlakuan C 50% keong mas yakni sebesar 4.44 g diikuti perlakuan B 25% keong mas sebesar 4.00 g; perlakuan D 75% keong mas sebesar 3.63 g; dan pertumbuhan mutlak terendah diperoleh pada perlakuan A (kontrol) sebesar 3.37 g. Sintasan benih ikan gabus terbesar juga diperoleh pada perlakuan C yaitu 93.33%; perlakuan B yaitu 90%; perlakuan D yaitu 83.33%; dan terendah pada perlakuan A (kontrol) yaitu 76.67%.

Page 11 of 27 | Total Record : 270