cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kantor LP3M Unismuh Makassar Jl. Sultan Alauddin No. 259 Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
OCTOPUS : Jurnal Ilmu Perikanan
ISSN : 23020670     EISSN : 27464822     DOI : https://doi.org/10.26618/octopus
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Octopus Ilmu Perikanan terbit dua kali setahun yakni Januari dan Juli berisi artikel ilmiah dalam bentuk hasil penelitian dan non penelitian berupa kajian. Jurnal Octopus Ilmu Perikanan bertujuan untuk menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan perikanan dari para akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan pemerhati perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 270 Documents
Peningkatan Asam Lemakrotifer Brachionus Plicatilis Dengan Periode Pengkayaan Bakteri Bacillus Sp. Berbeda Sutia Budi; Zainuddin Zainuddin; St. Aslamyiah
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 1, No 1 (2012): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.412 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v1i1.434

Abstract

Rotifer Branchionus plicatilis hingga saat ini masih merupakan pakan alami utama dalam pembenihan ikan – ikan laut dan belum dapat tergantikan sepenuhnya oleh pakan buatan. Karakteristik rotifer sebagai biocapsule dapat meningkatkan kualitas rotifer secara praktis. Bacillus sp. mampu memperbaiki nutrisi rotifer proses pengoptimalan penyerapan nutrisi dan memproduksi asam lemak essensial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pengkayaan Bacillus sp. terhadap kualitas asam lemak rotifer. Wadah penelitian menggunakan bak fiber volume 1 ton yang berisikan Nannochloropsis sp. dengan kepadatan 105 cell/mL, kemudian ditebari rotifer dengan kepadatan 1.000 ind./mL. Jenis bakteri yang digunakan berupa Bacillus subtilis, B. Pumilus dan B. Licheformis dengan kepadatan 2 x 1010 cfu/g. Perlakuan yang diujikan adalah lama pengkayaan probiotik Bacillus sp. yang berbeda, yaitu perlakuan A (0 jam), perlakuan B (5 Jam), perlakuan C (10 jam) dan perlakuan D (15 jam). Sebagai data pembanding dilakukan percobaan kultur rotifer dengan Nannochloropsis sp. sebagai kontrol. Jumlah wadah penelitian yang dipergunakan sebanyak 24 buah yang terdiri atas 12 buah untuk perlakuan dan 12 buah sebagai kontrol. Peubah yang diukur berupa kandungan asam lemak pada masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama pengkayaan dengan Bacillus sp. berpengaruh nyata (P0,05) terhadap peningkatan kandungan nutrisi asam lemak rotifer. Pengkayaan optimal diperoleh pada 5 – 10 jam.Kata Kunci: Rotifer, bacillus, periode pengkayaan, asam lemak
Analisis Kelembagaan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan di Kabupaten Maluku Tengah Achmad Zaky Marasabessy; Najamuddin Najamuddin
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 4, No 1 (2015): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.142 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v4i1.567

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Melihat tata kelola sumberdaya perikanan tangkap di Kabupaten Maluku Tengah. Mendesain Kelembagaan Pengelolaan Sumberdaya perikanan tangkap di Kabupaten Maluku Tengah. Hasil penelitian menunjukkan desain kelembagaan  pengelolaan sumberdaya perikanan di Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku tengah menunjukan adanya keterkaitan antara pihak pengambil kebijakan dalam hal ini Pemerintah (collective chois level) dengan lembaga pelaksana kebijakan yang (Operasional Choise Level). Aktor-aktor yang telibat secara langsung dalam pengelolaan sumberdaya perikanan di Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah adalah Departemen Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Maluku, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Maluku Tengah, Lembaga Masyarakat yang tergabung dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Masyarakat Nelayan, Kelompok pengusaha dan pedagang pengumpul / papalele dan serta polisi perairan dan Angkatan laut.Kata Kunci: Kelembagaan. Sumberdaya. Perikanan.
Analisis Makrozoobentos pada Ekosistem Mangrove di Kabupaten Barru Abdul Malik
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 2, No 1 (2013): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.254 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v2i1.520

Abstract

Makrozoobentos biasa digunakan sebagai indikator lingkungan suatu perairan yang tercemar karena memiliki kepekaan dan memberikan reaksi terhadap perubahan yang terjadi. Selain itu makrozoobentos memiliki mobilitas yang rendah sehingga mudah di pengaruhi oleh lingkungan. Hasil yang didapatkan kelimpahan total individu di kerapatan jarang, sedang dan padat berturut-turut adalah 45,76 individu/m2, 30,12 individu/m2 dan 30,08 individu/m2, Indeks keanekaragaman  fauna makrozoobentos di semua plot kategori rendah (0,09-0,37), Keseragaman makrozoobentos, gastropoda yang stabil terutama Sinum maculatum (6,50-11,06), Tricolia affinis (6,00-7,59). Bivalvia  adalah Tellina radiate (0,02-1,24).  Selanjutnya Sipuncula yang diwakili Phascolosoma lurco (0,07-0,64), Polychaeta yang diwakili oleh Eunice fucata (0,03-0,09 ind/m2). Kepiting Sesarma sp (0,04-0,11) dan Uca sp (0,12 ) dan  dominansi makrozoobentos, jenis gastropoda yang baik meliputi Cerithidea quadrata (0,04-0,10), Crepidula convexa (0,04-0,10), Margarites cinereus (0,00-0,01), Telescopium mauritsi (0,02-0,05) dan Urosalpinx perrugata (0,02-0,09). Bivalvia dominasi di setiap kerapatan mangrove baik. Selanjutnya  Sipuncula yang diwakili Phascolosoma lurco (0,03-0,16), Polychaeta yang diwakili oleh Eunice fucata (0,00-0,06).  Kepiting Sesarma sp (0,02-0,06) dan Ucasp (0,01).Kata Kunci:  Makrozoobentos, kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dominansiMakrozoobentos is commonly used as an indicator of an environment polluted waters because it has sensitivity and provide reaction to the changes that occur. In addition makrozoobentos has low mobility so easily influenced by the environment. The result brings an abundance of total individuals in the density of rare, medium and solid in a row is 45,76 individual/m2, 30,12 individual/m2 and, 30,08 individual/ m2, Index makrozoobentos fauna diversity in all plots category low (0.09-0.37), uniformity of makrozoobentos, stable especially gastropod Sinum maculatum (6.50-11.06), Tricolia affinis (6.00-7,59). The home is Tellina radiate (0.02-1.24). Next the Sipuncula Phascolosoma lurco represented (0.07-0.64), Polychaeta represented by Eunice fucata (0.03-0.09 ind/m2). Crab Sesarma sp (0.04-0.11) and Uca sp (0.12) and the dominance of makrozoobentos, a good type of gastropod include Cerithidea quadrata (0.04-0.10), Crepidula convexa (0.04-0.10), Margarites cinereus (0.00-0.01), Telescopium mauritsi (0.02-0.05) and Urosalpinx perrugata (0.02-0.09). The home dominance in every good mangrove density. Next the Sipuncula Phascolosoma lurco represented (0.03-0.16), Polychaeta represented by Eunice fucata (0.00-0.06). Crab Sesarma sp (0.02-0.06) and Uca sp (0.01)Keywords: Makrozoobentos, abundance, diversity, uniformity,  dominance      
OPTIMASI PERTUMBUHAN CAULERPA SP YANG DIBUDIDAYAKAN DENGAN KEDALAMAN YANG BERBEDA DI PERAIRAN LAGURUDA KABUPATEN TAKALAR Darmawati Darmawati; Rahmi Rahmi; Eko Aprilyanto Jayadi
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 5, No 1 (2016): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.901 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v5i1.672

Abstract

The study aims to determine the effect of planting depth of seaweed (Caulerpa sp) is different to growth, as well as the depth of planting is best for the growth of seaweed Caulerpa sp. The experimental design of this study was completely randomized design (CRD) with 3 treatments ie different planting depths are: 50 cm, 100 cm and 150 cm, each treatment was repeated 3 test kali.Parameter absolute growth and daily growth rate is using ANOVA and followed by LSD test. Based on these results, value - average absolute growth (PM) was obtained at a depth of 50 cm is (197.5 g) followed by a depth of 100 cm (177.5 g) and the lowest at a depth of 150 cm (114.3 g). Results of water quality measurements at the site of the research is still in the ideal conditions for the growth of Caulerpa sp.
ANALISA CURAHAN KERJA PEREMPUAN PESISIR DALAM AGRIBISNIS IKAN DI LAPPA KECAMATAN SINJAI UTARA KABUPATEN SINJAI Muhammad Kusnady Tabsir
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 5, No 2 (2016): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.475 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v5i2.722

Abstract

The study aims to investigate the flow of female workforce in each subsystem of the fish agribusiness. The study was carried out in Lappa Village, North Sinjai District of Sinjai Regency. Thirty (30) family heads were purposively selected as samples out of a population of 298 families. The analysis framework is data analysis procedure including hypothesis testing of studied variable workflow. The study indicates that the contribution of the women workforce in the fish agribusiness economic activities is significant because it is greater than that of men. The income contribution of women workforce to the agribusiness activities significant as reflected by the combination of four types of household economic activities of the sample families; production-marketing, processing-marketing, production-processing-marketing, and marketing.
PENGARUH PENINGKATAN KONSENTRASI KARBONDIOKSIDA (CO2) TERHADAP PERTUMBUHAN POPULASI DAN PERFORMANSI FITOPLANKTON ADOPSI ( EMILIANIA HUXLEYI SP ) SKALA LABORATORIUM Sahabuddin Sahabuddin
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 6, No 1 (2017): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.815 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v6i1.730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh peningkatan konsentrasi karbondioksida (CO2) terhadap pertumbuhan populasi dan performansi fitoplankton adopsi Emiliania huxleyi sp skala laboratorium sedangkan kegunaan dari penelitian ini diharapkan menjadi informasi ilmiah tentang pengaruh konsentrasi karbondioksida (CO2) terhadap pertumbuhan dan populasi fitoplankton adopsi Emeliania  huxleyi sp bagi upaya pelestarian ekosistem laut. Pada penelitian ini dipilih lima perlakuan dan tiga ulangan yaitu konsentrasi karbondioksida (CO2)  385 ppm, konsentrasi karbondioksida (CO2) 450 ppm, konsentrasi karbondioksida (CO2) 550 ppm, konsentrasi karbondioksida (CO2) 650 ppm dan konsentrasi karbondioksida (CO2)  750 ppm. Untuk analisis data kepadatan Emiliania huxleyi sp dilakukan dilaboratorium. Pada penelitian ini yang diamati yaitu kepadatan pertumbuhan harian dengan menggunakan rumus kepadatan yang dihitung setiap hari bersama dengan pengukuran kualitas air yakni, suhu air, derajat keasaman ( pH ), oksigen terlarut (DO) dan salinitas.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan  Emiliania huxleyi sp dari dari semua perlakuan, kepadatan tertinggi didapatkan pada perlakuan  konsentrasi (CO2) 385 ppm, Kedua yaitu konsentrasi (CO2)  450 ppm, ketiga konsentrasi (CO2) 550 ppm, keempat konsentrasi (CO2) 650 ppm dan paling terendah yaitu konsentrasi (CO2) 750 ppm
Studi Kelimpahan dan Sebaran Phytoplankton secara Horizontal (Kasus Sungai Kuri Lompo Kabupaten Maros) Asni Anwar
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 3, No 2 (2014): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.579 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v3i2.548

Abstract

Penelitian ini dilakukan di sungai Kurilompo, Dusun Kurilompo, Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu Kabupaten Maros. Pada bulan Mei-Juni 2014. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive sampling) dengan pertimbangan bahwa lokasi tersebut adalah salah satu sumber pasokan air untuk usaha pertambakan masyarakat sekitar aliran sungai Kurilompo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran dan kelimpahan phytoplankton secara horizontal dan menentukan keanekaragaman, keseragaman, serta dominansi phytoplankton pada sungai kuri lompo. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan phytoplankton pada tiga stasiun pengamatan selama lima minggu penelitian diperoleh nilai rata-rata berkisar antara 18,5-24,5 ind/L dan menunjukkan nilai keanekaragaman yang sedang dengan kisaran nilai 0,212171 ind/L-0,851241 ind/L yang kemudian menghasilkan nilai keseragaman 0,978082 ind/L pada daerah estuaria atau muara sungai yang tergolong tinggi, daerah pemukiman dengan nilai 0,586516 ind/L dimana nilai tersebut dikategorikan dalam nilai keanekaragaman yang sedang, dan daerah saluran tambak atau kawasan perikanan yang memiliki nilai keanekaragaman yang tergolong rendah dengan nilai 0,306099 ind/L. Pada daerah pemukiman terdapat jenis phytoplankton yang mendominasi yaitu jenis navicula sp dengan nilai tertinggi 0,851852 ind/L.Kata Kunci : Phytoplankton, Kelimpahan dan  KeanekaragamanThis research was conducted in the river Kurilompo, Hamlet Kurilompo, Nisombalia Village, District Marusu Maros. In May-June 2014. The choice of location research done intentionally (purposive sampling) with the consideration that the location is one of the sources of water supply for aquaculture business community around the river Kurilompo. This study aims to determine patterns of distribution and abundance of phytoplankton horizontally and define diversity, uniformity, and dominance of phytoplankton in the river kuri lompo. The results showed the abundance of phytoplankton at three observation stations during the five-week study showed average values ranged from 18.5 to 24.5 ind / L and demonstrate the value of diversity is being with a range of values 0.212171 ind / ind L-0.851241 / L which then produces a uniform value 0.978082 ind / L in estuaries or river estuary that is high, a residential area with a value of 0.586516 ind / L where the value is categorized in the value of diversity is moderate, and the channel region or area of fishery ponds the value of diversity is low with a value of 0.306099 ind / L. In residential areas there is a type of phytoplankton that dominate the type of Navicula sp with the highest value 0.851852 ind / L.Keywords: Phytoplankton, Abundance and Diversity
Optimasi Frekuensi Pemberian Pakan Alami Jenis Branchionus Plicatilis Terhadap Sintasan Larva Rajungan (Portunus Pelagicus) Stadia Zoea Murni Murni
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 1, No 2 (2012): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.09 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v1i2.476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan frekuensi pemberian pakan alami B. plicatilis yang tepat untuk sintasan larva rajungan stadia zoea. Pemeliharaan larva rajungan berlangsung selama 12 hari. Pemeliharaan dimulai dari zoea I sampai megalopa I. Pemberian pakan menggunakan pakan alami jenis B. plicatilis dengan kepadatan 15 ind/ml. Pemberian B. plicatilis pada stadia zoea I dan II menggunakan B. plicatilis tipe S atau kecil. Pada stadia zoea III dan IV menggunakan B. plicatilis tipe L atau ukuran besar. Frekuensi pemberian pakan larva rajungan disesuaikan dengan perlakuan yang dicobakan. Sampling sintasan larva rajungan dilakukan setiap terjadi pergantian stadia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sintasan larva rajungan tertinggi dihasilkan pada perlakuan C (4 kali/hari), kemudian disusul perlakuan B (3 kali/ hari), perlakuan A (2 kali/hari) dan perlakuan E (5 kali/hari). Hal ini disebabkan karena frekuensi pemberian pakan alami yang diberikan sesuai dengan kebutuhan larva rajungan. Sehingga nutrisi tercukupi untuk mempertahankan tingkat kelangsungan hidupnya. Selain itu disebabkan karena jumlah pakan yang diberikan sesuai dengan kapasitas tampung lambung larva rajungan sehingga pakan yang diberikan dapat dikonsumsi dan dicerna oleh larva rajungan.Kata kunci: Brachionus plicatilis, Sintasan, ZoeaAbstractThis study aims to determine the natural frequency of feeding B. plicatilis right to survival rate of crab larvae stadia zoea. Maintenance crab larvae lasts for 12 days. Maintenance begins on zoea I to megalopa I. Feeding use of natural feed type B. plicatilis with a density of 15 ind / ml. Giving B. plicatilis at stadia zoea I and II using the B. plicatilis type S or small. In the stadia zoea III and IV using B. plicatilis L type or size. Crab larvae feeding frequency adapted to the treatment is tested. Sampling is done every crab larvae survival rate occurs turn of stadia. The results showed that the survival rate is the highest crab larvae produced in treatment C (4 times / day), followed by treatment B (3 times / day), treatment A (2 times / day) and treatment E (5 times / day). This is because the natural frequency of feeding are given according to the needs of small crab larvae. So that adequate nutrients to sustain their survival rate. In addition due to the amount of feed that is given in accordance with capacities of the stomach so that the crab larvae feed given can be consumed and digested by the larvae of crabs.Keywords: Brachionus plicatilis, Survival, zoea
EFEKTIFITAS PEMANFATAAN LARUTAN PACI-PACI (LEUCAS LAVANDULAEFOLIA) TERHADAP PERKEMBANGAN POPULASI PARASIT (TRICHODINA SP) PADA IKAN LELE DUMBO (CLARIAS SP) Abdul Haris; Andi Asran
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 4, No 2 (2015): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.953 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v4i2.600

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the solution to the abundance paci- paci Trichodina sp that attack catfish. This research is expected to be material information in an effort to increase fish production in the African catfish hatchery operations. This study was conducted in August and September 2015 Fish Seed Center (BBI) Bontomanai Gowa in South Sulawesi, The experimental design used was completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications ie Treatment A (1.000 ppm), treatment B (2,000 ppm), treatment C (3,000 ppm), and without giving a solution of PACI - Paci (treatment D). The results showed that soaking in the solution catfish paci paci leaf extract is effective to reduce the infestation Trichodina to 84%, and the best dose in this study with a 24-hour immersion is 3 g / l.dengan this treatment achieved a survival rate higher catfish during immersion, ie 97%.
Aplikasi Pemberian Alga Pasta Nannochloropsis Dengan Dosis yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Rotifera Brachionus Rotundiformis Skala Laboratorium Andi Khaeriyah
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 2, No 2 (2013): Octopus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.85 KB) | DOI: 10.26618/octopus.v2i2.532

Abstract

Salah satu upaya agar pemberian alga pada kultur Brachionus rotundiformis menjadi lebih efektif dan efisien adalah dengan pemberian alga Nannochloropsis sp dalam bentuk pasta. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan dosis yang optimum terhadap pertumbuhan Rotifera jenis Brachionus rotundiformis skala Laboratorium dengan pemberian pakan alga pasta. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus- September 2013 di Balai Budidaya Air Payau Takalar. Wadah yang digunakan dalam penelitian ini adalah ember bervolume 15 liter sebanyak 9 buah yang diisi  air laut  sebanyak 10 liter. Bibit Rotifera yang sudah disiapkan dimasukkan ke dalam media pemeliharaan  dengan kepadatan 15 ekor/ml. Pada penelitian ini, pemberian pakan berupa Nannocloropsis sp.  Rancangan yang  digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan Data yang diperoleh berupa pertumbuhan B. rotundiformis, Nilai rata-rata pertumbuhan relative B. rotundiformis selama penelitian  menunjukkan bahwa rata-rata pertumbuhan relative tertinggi pada perlakuan B ( 2 tetes) , kemudian perlakuan C (3 tetes) dan terendah pada perlakuan A (1 tetes). Hasil perhitungan pertumbuhan relatif B. rotundiformis selama penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan relatif dari setiap perlakuan berbeda-beda dan mengalami penurunan seiring dengan meningkatnya lama pemeliharaan. Analisis sidik ragam rata-rata pertumbuhan relatif B. rotundiformis (ind/ml) selama penelitian menunjukkan bahwa pemberian Nannocloropsis sp. Dengan dosis yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan relatif B. rotundiformis.Kata kunci: Alga, rotifer, dan pertumbuhanOne of the efforts that the provision of algal cultures Brachionus rotundiformis become more effective and efficient is by giving Nannochloropsis sp algae in paste form. The purpose of this study was to determine the optimum dose of the growth Rotifera Brachionus types rotundiformis scale laboratory by feeding the algae paste. The research was conducted in August-September 2013 in Hall Takalar Brackish Water Aquaculture. The container used in this study is a 15 liter bucket volume as much as 9 units were filled with sea water as much as 10 liters. Rotifers prepared seedlings put into maintenance medium with a density of 15 fish / ml. In this study, feeding in the form of Nannocloropsis sp. The design used was completely randomized design (CRD) with three treatments and three replications Data obtained in the form of growth B. rotundiformis, average value B. rotundiformis relative growth during the study showed that on average the highest relative growth in treatment B (2 drops ), then C treatment (3 drops) and the lowest in the treatment of A (1 drop). The result of the calculation of the relative growth of B. rotundiformis during the study showed that the relative growth of each different treatment and decreased with the increase in the length of culture. Analysis of variance on average relative growth B. rotundiformis (ind / ml) during the study showed that giving Nannocloropsis sp. Different doses of the very significant effect on the relative growth B. rotundiformis.Keywords: algae, rotifers, and growth

Page 9 of 27 | Total Record : 270