cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kantor LP3M Unismuh Makassar Jl. Sultan Alauddin No. 259 Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
OCTOPUS : Jurnal Ilmu Perikanan
ISSN : 23020670     EISSN : 27464822     DOI : https://doi.org/10.26618/octopus
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Octopus Ilmu Perikanan terbit dua kali setahun yakni Januari dan Juli berisi artikel ilmiah dalam bentuk hasil penelitian dan non penelitian berupa kajian. Jurnal Octopus Ilmu Perikanan bertujuan untuk menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan perikanan dari para akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan pemerhati perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
OPTIMASI PEMBERIAN KEONG MAS PADA PAKAN UNTUK PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH IKAN GABUS (Channa striata) Khaeriyah, Andi; Murni, Murni; Saiful, Saiful
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 1 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i1.2486

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemberian keong mas (Pomacea canalicul)  pada pakan terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan gabus (Channa striata). Benih ikan gabus yang digunakan berukuran 4 cm dan dipelihara pada akuarium berkapasitas 50 liter sebanyak 12 buah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan  A : 0% tepung keong mas, 100% tepung ikan;  perlakua B: 25% tepung keong mas, 75% tepung ikan; perlakuan C : 50% tepung keong mas, 50% tepung ikan; dan perlakuan D: 75% tepung keong mas, 25% tepung ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan keong mas pada pakan benih ikan gabus memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan sintasan benih ikan gabus. Pertumbuhan mutlak terbesar dicapai pada perlakuan C 50% keong mas yakni sebesar 4.44 g diikuti perlakuan B 25% keong mas sebesar 4.00 g; perlakuan D 75% keong mas sebesar 3.63 g; dan pertumbuhan mutlak terendah diperoleh pada perlakuan A (kontrol) sebesar 3.37 g. Sintasan benih ikan gabus terbesar juga diperoleh pada perlakuan C yaitu 93.33%; perlakuan B yaitu 90%; perlakuan D yaitu 83.33%; dan terendah pada perlakuan A (kontrol) yaitu 76.67%.
KADAR KALSIUM DAN MUTU HEDONIK DONAT YANG DITAMBAHKAN TEPUNG KALSIUM TULANG IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) Deswita, Nurul Chintya; Fitriyani, Evi
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 1 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i1.2487

Abstract

Salah satu cara pemanfaatan limbah tulang ikan tongkol yaitu dengan menjadikannya tepung tulang dari ikan tongkol, dengan tujuan untuk mengurangi jumlah limbah dan menjadikannya produk lebih bernilai ekonomis. Produk ini mempunyai kandungan kalsium dan fosfor yang cukup tinggi. Untuk itu salah satu alternatif pemanfaatkan tepung tulang ikan tongkol yaitu dengan menambahkan pada produk donat.  Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kadar kalsium dan mutu hedonik donat yang ditambahkan tepung kalsium tulang ikan tongkol.  Analisis data dilakukan dengan deskriptif yaitu dengan menjabarkan data yang diperoleh untuk kemudian dibandingkan dengan literatur terkait. Hasil pengujian yang dilakukan pada tepung tulang ikan tongkol diperoleh data kandungan kalsium (14,01%), donat tanpa penambahan tepung kalsium (6,29%) dan donat penambahan tepung kalsium (7,07%). Berdasarkan hasil pengujian hedonik pada donat tanpa penambahan tepung kalsium bahwa parameter kenampakan memperoleh nilai tertinggi yaitu 7 (suka), sedangkan donat penambahan tepung kalsium memperoleh nilai 6 (agak suka). Spesifikasi warna donat tanpa penambahan tepung kalsium dan donat penambahan tepung kalsium memiliki nilai yang sama yaitu 7 (suka). Spesifikasi bau nilai tertinggi terdapat pada donat tanpa penambahan tepung kalsium yaitu 7 (suka) dan donat penambahan tepung kalsium memiliki nilai 6 (agak suka). Spesifikasi tekstur donat penambahan tepung kalsium memiliki nilai tertinggi yaitu 7 (suka), sedangkan pada donat tanpa penambahan tepung kalsium memiliki nilai 6 (agak suka) dan pada spesifikasi rasa nilai tertinggi terdapat pada donat tanpa penambahan tepung kalsium dengan nilai 7 (suka), sedangkan donat penambahan tepung kalsium memiliki nilai 6 (agak suka).
OPTIMASI KEPADATAN Skeletonema costatum TERHADAP LAJU HIPOKSIA PADA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) Anwar, Asni; Nasir, Besse Tiurlan
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 1 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i1.2489

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan optimalisasi kepadatan Skeletonema costatum yang mempengaruhi laju hipoksia pada udang vaname (Litopenaeus vannamei). Larva udang vaname yang digunakan sebanyak 30 ekor/wadah dengan kapasitas 30 liter. Perlakuan yang dicobakan adalah pemberian Skeletonema costatum dengan kepadatan berbeda, yaitu 20.000 sel/ml (perlakuan A), 30.000 sel/ml (perlakuan B), 40.000 sel/ml (perlakuan C), dan kontrol (perlakuan D). Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan mutlak dan sintasan larva udang vaname tertinggi diperoleh pada perlakuan A (kepadatan skeletonema costatum 20.000 sel/ml) masing-masing sebesar 0.5 mg dan 4%. Sementara pertumbuhan mutlak dan sintasan terendah diperoleh pada perlakuan C (kepadatan skeletonema costatum 40.000 sel/ml) yaitu sebesar 0.1 mg dan 1%.
OPTIMASI LAJU PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT ( Eucheuma cottonii ) PADA KEDALAMAN YANG BERBEDA DI DESA WAMSISI, KABUPATEN BURU SELATAN, PROVINSI MALUKU Booy, Jamaun; Burhanuddin, Burhanuddin; Haris, Abdul
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 1 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i1.2490

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kedalaman penanaman rumput laut yang berbeda terhadap pertumbuhan rumput laut E. cottonii. Rancangan percobaan dari penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan kedalaman penanaman yang berbeda yaitu:  30 cm, 40 cm dan 50 cm, masing-masing perlakuan diberi ulang 5 kali. Data yang dikumpulkan meliputi laju perumbuhan relatif dan laju pertumbuhan harian rumput laut.  Data diolah dengan ANOVA dan apabila data berbeda nyata maka dilakukan uji  lanjut  Duncan untuk melihat perbedaan  antar  perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman yang berbeda pada kegiatan budidaya rumput laut E. cottonii dengan metode longline berpengaruh sangat nyata pada pertumbuhan relative dan laju pertumbuhan harian pada rumput laut.  Perlakuan dengan kedalaman penanaman rumput laut 30 cm merupakan kedalaman yang terbaik pada penelitian ini.  Pertumbuhan relatif E. cottonii pada kedalaman 30 cm sebesar 32,00% atau meningkat sekitar 39% sampai 52% dibandingkan pertumbuhan relatif pada kedalaman 40 cm dan 50 cm yaitu masing-masing sebesar 23,60%  dan  21,00%.
STUDI PENGARUH KEMUNDURAN MUTU TERHADAP KANDUNGAN GIZI IKAN BETOK (Anabas testudineus) DARI DAERAH MANDOR Lemae, Lemae; Lasmi, Leni
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 1 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i1.2491

Abstract

Ikan segar memiliki kelemahan yaitu mudah mengalami kerusakan atau kemunduran mutu, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemunduran mutu terhadap kandungan proksimat dan kualitas fisik Ikan Betok yang mana pengamatan dilakukan pada suhu ruang dengan interval pengamatan 0 jam, 6 jam dan 24 jam setelah kematian ikan. Nilai orgoleptik diuji merujuk berdasarkan SNI 01-2346-2006, uji pH merujuk pada metode Waryani et al 2014, Analisis Kadar Air merujuk pada SNI 01-2354.2-2006, Analisis Kadar Abu merujuk pada SNI 01-2354.1-2006, Analisis Kadar Lemak merujuk pada SNI 01-2354.3-2006 dan analisis Protein merujuk pada Sudarmadji et al 2007. Berdasarkan hasil pengamatan, nilai organoleptik Ikan Betok pada setiap perlakuan berturut-turut 8,47, 6,607, 1,99. sedangkan nilai pH pada ikan betok berturut-turut 5,83, 4,88, 5,66. Nilai hasil uji proksimat berupa nlai kadar air berturut turut 80,07, 77,76, 86,32, nilai kadar abu berturut turut 1,71, 1,52, 1,76, nilai kadar lemak berturut-turut yaitu 3,24, 2,6, 2,02, nilai kadar protein berturut-turut yaitu 9,75, 9,12 dan 7,5. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa nilai organoleptik, kadar protein dan kadar lemak mengalami penurun pada setiap perlakuan, nilai pH ikan, kadar air dan kadar abu mengalami penurunan pada interval 0 jam ke 6 jam kemudian naik kembali pada interval 24 jam.
MUSIM PEMIJAHAN DAN KEBIASAAN MAKAN KERANG SIMPING (Placuna placenta Linnaeus, 1758) DI PERAIRAN MAKASSAR Kariyanti, Kariyanti; Khairiyah, Zul
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 1 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i1.2492

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji musim pemijahan dan kebiasaan makan kerang simping (Placuna placenta). Penelitian dilakukan selama 6 bulan, mulai bulan Oktober 2015 sampai Maret 2016 di Perairan pantai Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Musim pemijahan dilihat dari distribusi frekuensi matang gonad per tiap bulannnya, sedangkan kebiasaan makan kerang simping dianalisis menggunakan perhitungan indeks bagian terbesar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerang simping di Perairan Makassar memijah pada bulan Maret-April dan September-Oktober. Tipe pemijahan kerang simping dapat dikategorikan dalam tipe pemijahan partial spawner. Jenis makanan kerang simping dari perairan Makassar berdasarkan nilai IBT masing-masing yaitu Pleurosigma sp (49.91%), diikuti oleh Rhizosolenia sp (11.54%) dan Toxarium undulatum (7.24%). Sebaliknya, di perairan Pangkep adalah Lauderia sp (61.06%) dan diikuti oleh Rhizosolenia sp (16.10%) dan Pleurosigma sp (8.05%).
OPTIMASI PENGGUNAAN PROBIOTIK EM-4 (EFFECTIVE MICROORGANISM-4) DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP TINGKAT KEPADATAN Spirulina sp. Anwar, Asni; Nurlina, Nurlina
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3143

Abstract

Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui optimasi Penggunaan Probiotik EM-4 dengan dosis yang berbeda terhadap tingkat kepadatan Spirulina Sp. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yang dilakukan di laboraturium BPBAP Takalar dan dikultur dalam skala intermedit. Spirulina sp. yang digunakan sebanyak 200 ml l-1 wadah penelitian. Perlakuan yang diuji A (kontrol), B (dosis 2ml), C(dosis 4 ml ), D (dosis 6 ml).  Hasil penelitian yang dilakukan selama 18 hari menunjukan bahwa probiotik EM-4  memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kepadatan populasi Spirulina sp. dengan tingkat kepadatan 287,300 ind ml-1. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan probiotik EM-4 dengan dosisis 6 ml  dapat meningkatkan pertumbuhan dan kepadatan populasi Spirulina sp.
PENGGUNAAN IMUNITAS KERANG HIJAU (Perna viridis) SEBAGAI BIOMARKER UNTUK MENDETEKSI PENGARUH PENGASAMAN LAUT TERHADAP TOKSISITAS LOGAM Pb Kabangnga, Arnold; Yaqin, Khusnul
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3144

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengasaman laut terhadap toksisitas logam Pb denganmenggunakan biomarker imunitas kerang hijau (Perna viridis). Penelitian dilaksanakan pada bulan April hinggaMei 2017 di Laboratorium Penangkaran dan Rehabilitasi Ekosistem Laut Fakultas Ilmu Kelautan danPerikanan, Universitas Hasanuddin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan faktorial.Kerang hijau dengan ukuran panjang 5-6 cm diberi perlakuan dengan paparan konsentrasi logam Pb 0 mg/l(kontrol), 0.008 mg/l, 0.08 mg/l, 0.8 mg/l, pada kondisi pH (level asidifikasi) air media hidup yaitu 6.2, 7.7, 8.2.Pemaparan dilakukan selama 96 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logam Pb dan pH berpengaruhsignifikan (p<0.05) terhadap hemosit kerang yaitu persentase jumlah basofil, eosinofil dan hemosit mati.
NISBAH KELAMIN DAN UKURAN PERTAMA KALI MATANG GONAD BULUBABI Tripneustes gratilla (LINNAEUS 1758) PADA EKOSISTEM LAMUN DAN EKOSISTEM BERPASIR DI PULAU BARRANG LOMPO SULAWESI SELATAN Andi Lawi, Yeni Savitri; G. Sitepu, Farida; Dahlan, M. Arifin
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3145

Abstract

Pulau Barrang Lompo terletak di Zona II Kepulauan Spermonde secara administratif termasuk wilayah kecamatan Ujung Tanah, yang berjarak 12, 77 km dari kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi reproduksi bulubabi (Tripneustes gratilla LINNAEUS, 1758) yang hidup pada ekosistem lamun dan ekosistem berpasir di perairan Pulau Barrang Lompo, dengan menganalisis aspek reproduksinya antara lain nisbah kelamin dan ukuran pertama kali matang gonad.  Pengambilan sampel dilakukan mulai akhir juli hingga desember 2015 pada ekosistem lamun dan ekosistem berpasir di Pulau Barrang Lompo, Sulawesi Selatan. Jumlah bulubabi yang diperoleh pada ekosistem lamun sebanyak 273 jantan dan 239 betina pada ekosistem berpasir sebanyak 217 jantan dan 160 betina. Hasil penelitian menunjukkan Nisbah kelamin bulubabi (Tripneustes gratilla Linnaeus 1758) pada ekosistem lamun dan ekosistem berpasir di Pulau Barrang Lompo, Makassar, Sulawesi Selatan tidak seimbang atau bukan (1:1). Hasil analisis terhadap ukuran pertama kali matang gonad bulubabi pada kedua ekosistem bulubabi jantan mengalami kematangan gonad pertama kali yang lebih cepat pada ukuran 53.6162 mm pada ekosistem lamun dan 55.3639 mm pada ekosistem berpasir sedangkan bulubabi betina pada ekosistem lamun 57.9453 mm dan 57.3778 pada ekosistem berpasir.
POLA KEDATANGAN IKAN PADA AREA PENANGKAPAN BAGAN TANCAP SEKITAR MANGROVE DENGAN TEKNOLOGI HIDROAKUSTIK Angreni, Husni; Sudirman, Sudirman; Kurnia, Muhammad
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3146

Abstract

Alat bantu penangkapan ikan dengan metode teknologi hidroakustik bidang penangkapan ikan pada umumnya digunakan untuk mempelajari tingkah laku ikan dan secara khusus mampu mendeteksi keberadaan ikan pada suatu alat tangkap di area penangkapan tertentu. Kajian pola kedatangan dengan metode akustik ini dilakukan untuk mengetahui arah kedatangan ikan di area bagan, berdasarkan kedalaman dan waktu pengamatan. Studi dilakukan dengan metode experimental fishing dengan mengikuti operasi penangkapan ikan pada satu unit bagan tancap di Perairan Kabupaten Pangkep yang dilaksanakan pada November 2015 sampai April 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan mendatangi sumber cahaya dan alat bantu aktraktor dengan pola gerombolan kecil dan individu (Ikan domersal). Kedatangan ikan mengalami peningkatan jumlah selama penelitian rata-rata pada pukul 20:00-22:00 Wita dan pukul 03:00-04.30 Wita. Kawanan ikan mendatangi sumber cahaya pada kedalaman 2-5 meter dengan pola kedatangan kawanan ikan dari arah kanan (sebelah Barat) berfokus pada pencahayaan dan kiri bagan (sebelah Timur) pada aktraktor. Hal ini dapat dijadikan acuan waktu Hauling yang tepat untuk penarikan jaring lebih efektif.