cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kantor LP3M Unismuh Makassar Jl. Sultan Alauddin No. 259 Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
OCTOPUS : Jurnal Ilmu Perikanan
ISSN : 23020670     EISSN : 27464822     DOI : https://doi.org/10.26618/octopus
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Octopus Ilmu Perikanan terbit dua kali setahun yakni Januari dan Juli berisi artikel ilmiah dalam bentuk hasil penelitian dan non penelitian berupa kajian. Jurnal Octopus Ilmu Perikanan bertujuan untuk menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan perikanan dari para akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan pemerhati perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 270 Documents
OPTIMASI PADAT TEBAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP UDANG VANAME (Litopenaus Vannamei) DENGAN SISTEM RESIRKULASI Lama, Abd. Wahyu H.; Darmawati, Darmawati; Wahyu, Farhanah
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.4001

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk Mengetahui pertumbuhan dan sintasan udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang dipelihara menggunakan air baku dari hasil reserkulasi. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukandengan cara acak untuk menjaga agar tidak ada organisme yang terlalu kecil atau besar yang terambil pada saat sampling atau dalam hal ini metode yang digunakan adalah metode eksperimental yakni menguji hasil penelitian dengan ragam uji ANOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kepadatan yang berbeda (1500 ekor/wadah) menyebabkanPertumbuhan mutlak, Laju pertumbuhan, dan Sintasan pada udang vaname (Litopenaeus vannamei)   meningkat. Hal inidisebabkan karena rendahnya kepadatan diperlakuan A (1500 ekor) dibandingkan perlakuan B (2000 ekor) dan perlakuan C (2500 ekor), menyebabkan tidak terjadi persaingan ruang gerak dan tidak terjadi persaingan makanan sehingga dapat memacu pertumbuhan dan sintasan udang vannamei (Litopenaeus vannamei). Pada penelitian ini disarankan, jika untukmenambah kepadatannya diharuskan menggunakan tambahan aerasi dan kincir untuk menyuplay oksigen kewadah budidaya.
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN DAN METODE PENGOPERASIAN DAN JARING INSANG DASAR (BATTOM GILLNET MILLENIUM) DI PERAIRAN KEPULAUAN SANGKARRANG Hasbi, Ibnu Malkan; Risa, Resky Dwiyanti; Djaffar, Rachmawaty
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.4027

Abstract

Peneliitian ini bertujuan untuk mengetahui pengoperasian alat tangkap Jaring Insang Dasar dan komposisi jenis hasil ikan tangkapan  Penelitian dilakukan pada lokasi awal  fishing base 5°6’13.2664“S, 119°25’59.2453“E kemudian bergerak pada beberapa titik di perairan sekitar kepulauan Sangkarrang.  Penelitian ini dilakukan dengan mengikuti operasi penangkapan nelayan Battom Gill net menentukan titik koordinat daerah penangkapan ikan. Dari hasil tangkapan selama penelitian di peroleh 870 ekor yang tertangkap dengan alat tangkap Jaring Insang Gill net. Mengidentifikasi jenis ikan hasil tangkapan Utama (main catch), sampingan (bycatch), dan buangan (discard). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komposisi Hasil tangkapan berdasarkan nilai ekonomis  yang banyak  terjaring oleh Gillnet Dasar Millenium (Battom Gillnet) yaitu Jenis Tangkapan Utama Ikan Kakap Putih (Lutjanus sp.), Jenis Tangkapan Sampingan  Ikan Belanak (Moolgarda Seheli), dan Jenis Tangkapan Buangan yaitu Ikan Buntal (Tetraodonitidae).
PENGARUH PERENDAMAN HORMON 17α-methyltestosteron DAN SUHU YANG BERBEDA TERHADAP PERSENTASE KELAMIN JANTAN DAN PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN BANGGAI CARDINAL (Pterapogon kauderni) Safir, Muhammad; Rukka, Andi Heryanti; Mangitung, Septina F.; Sambaeni, Daniel
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 2 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i2.7067

Abstract

Ikan Banggai kardinal (Pterapogon kauderni) merupakan jenis ikan hias air laut endemik yang ada di Sulawesi Tengah. Eksploitasi secara masif menyebabkan jumlah ikan P. kauderni di alam semakin menurun. Ikan P. kauderni jantan bersifat parental care dalam kegiatan reproduksinya sehingga dalam peningkatan kualitas benih dan kegiatan reproduksinya dibutuhkan jumlah induk jantan yang lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari perlakuan kombinasi hormon 17α-methyltestosteron (MT) dengan suhu melalui perendaman larva P. kauderni dalam menghasilkan persentase kelamin jantan yang tinggi. Perlakuan yang diujikan yakni; A) perendaman larva P. kauderni pada suhu 28˚C tanpa hormon MT (NMT+suhu 28˚C); B) perendaman larva P. kauderni pada suhu 28˚C dan hormon MT (MT+suhu 28˚C); C) perendaman larva P. kauderni pada suhu 34˚C tanpa MT (NMT+suhu 34˚C); D) perendaman larva P. kauderni pada suhu 34˚C dan hormon MT (MT+suhu 34˚C), masing-masing dengan lama perendaman 4 jam. Hasil penelitian menunjukkan persentase jantan P. kauderni lebih tinggi (P<0,05) pada semua perlakuan MT dengan suhu 28˚C dan 34˚C dibandingkan dengan perlakuan tanpa MT pada suhu 28˚C. Laju pertumbuhan harian lebih tinggi pada perlakuan MT dan NMT pada suhu 34˚C (P<0,05) dibandingkan perlakuan lainnya. Pertambahan biomasa dan kelangsungan hidup tidak berbeda untuk semua perlakuan. Kesimpulan, perendaman kombinasi hormon 17α-methyltestosteron dan suhu yang berbeda meningkatkan persentase kelamin jantan, ikan Banggai cardinal (P. kauderni).
OPTIMASI PENGGUNAAN ENZIM PAPAIN PADA PAKAN KEONG TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN IKAN PATIN (Pangasius sp.) Salam, Nur Insana; Sambu, Abdul Haris; Heriawan, Edi
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 2 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i2.7068

Abstract

Budidaya ikan patin mengalami peningkatan yang menyebabkan penggunaan pakan ikut meningkat sehingga dibutuhkan pakan yang murah dan ramah linkungan. Salah satu pakan yang dapat digunakan adalah pakan keong dengan penambahan enzim papain.  Penelitian ini  bertujuan mengetahui dosis enzim papain yang optimal pada pakan keong terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan patin. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu penambahan enzim papain masing-masing 2,3%, 2,5%, 2,7%, dan 0% (kontrol) pada pakan keong. Pakan uji diberikan pada ikan patin ukuran 2-5 cm sebanyak 5% dari biomassa selama 45 hari pemeliharaan dengan frekuensi pemberian tiga kali sehari (pukul 08.30, 13.00, dan 20.00). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian enzim papain dengan dosis 2,5 % merupakan dosis yang optimal terhadap tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan patin (P<0,05) dibandingkan perlakuan lainnya..Hal ini diduga karena adanya enzim protease yang terdapat pada enzim papain yang merombak protein menjadi asam amino sehingga dapat memacu pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan patin.
PENGGUNAAN WARNA WADAH YANG BERBEDA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS WARNA IKAN MAS KOI (Cyprinus carpio) Rahman, Samsu Adi; Djiada, Herdiyanto; Sangkia, Frederik Dony
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 2 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i2.7069

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perbedaan warna wadah pemeliharaan terhadap kualitas warna ikan mas koi (Cyprinus carpio). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Luwuk. Ikan mas koi berukuran 3-5 cm dipelaihara selama 28 hari. Penelitian dilakukan dengan empat perlakukan dengan tiga ulangan yaitu: perlakuan kontrol (wadah putih); perlakuan wadah merah; perlakuan wadah kuning; perlakuan wadah hitam. Pakan yang diberikan yaitu pelet dengan frekuensi pemberian pakan dua kali setiap hari secara satiasi, yaitu pagi hari (pukul 09.00), dan sore (pukul 16.00). Pengukuran kualitas warna menggunakan perangkat lunak “Adobe photoshop 8” dengan melihat nilai rata-rata Red Green Blue (RGB). Hasil penelitian menunjukkan semua perlakuan memberikan peningkatan kualitas warna pada ikan, dengan peningkatan warna terbaik pada wadah pemeliharaan berwarna merah. Parameter kualitas air selama penelitian berada pada kisaran normal.
PENGARUH PROBIOTIK EM4 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN UDANG GALAH (Macrobachium rosenbergii) PADA WADAH TERKONTROL Malik, Abdul; Rahmi, Rahmi; Nugrayadi, Andi
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 2 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i2.7070

Abstract

Probiotik mampu meningkatkan pertumbuhan dan status kesehatan organisme budidaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian probiotik EM4 terhadap pertumbuhan dan sintasan udang galah yang dipelihara pada wadah terkontrol. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari empat perlakuan, yaitu pemberian EM4 masing-masing sebanyak 10 ppm, 15 ppm, 20 ppm, dan tanpa penggunann probiotik (kontrol). Parameter uji meliputi pertumbuhan mutlak, sintasan, dan kualitas air (suhu, pH, DO) yang masing-masing diukur diakhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik EM4 mampu meningkatkan pertumbuhan dan sintasan udang galah. Pertumbuhan dan sintasan terbaik diperoleh pada pemberian EM4 sebanyak 15 ppm, yaitu pertumbuhan mutlak sebesar 2,68 g dan sintasan sebesar 100%.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN DENGAN PENAMBAHAN MANNANOLIGOSAKARIDA (MOS) TERHADAP KINERJA PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) Hamsah, Hamsah; Darmawati, Darmawati; Nurhijrah, Siti
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 2 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i2.7071

Abstract

Mannanoligosakarida (MOS) merupakan prebiotik yang mampu memacu pertumbuhan mikroflora yang menguntungkan pada saluran cerna sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan organisme. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian pakan dengan penambahan MOS terhadap kinerja pertumbuhan udang vaname. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, yaitu penambahan MOS pada pakan komersil masing-masing 1%, 1,5%, 2%, dan kontrol (tanpa penambahan MOS). Pemeliharaan udang uji menggunakan waring berukuran 60x90x100 cm yang diletakkan dalam tambak dengan tinggi air ± 80 cm dengan kepadatan udang uji 60 ekor/waring.  Pemeliharaan dan pemberian pakan dilakukan selama 60 hari dengan frekuensi pemberian pakan 4 kali sehari (pukul 05:00, 11:00, 17:00, dan 23:00 wita). Parameter uji meliputi specific growth rate (SGR), pertumbuhan mutlak, aktivitas enzim pencernaan, food convertion ratio (FCR) dan kualitas air sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan penambahan MOS mampu menghasilkan SGR, pertumbuhan mutlak, aktivitas enzim pencernaan, dan food convertion ratio (FCR) yang lebih baik dibandingkan kontrol. Penambahan MOS sebanyak 1% relatif lebih baik dibanding perlakuan lainnya (1,5% dan 2%).
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG RUMPUT LAUT Caulerpa sp. DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) Darmawati, Darmawati; Soadiq, Syawaluddin; Nurfa, Nurfa
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 2 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i2.7072

Abstract

Pemanfaatan Caulerpa sp. dalam pakan mampu meningkatkan pertumbuhan dan sintasan beberapa organisme akuatik, namun belum diujicobakan pada ikan bandeng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung rumput laut Caulerpa sp. dalam pakan terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan bandeng (Chanos chanos). Sebanyak 120 ekor benih ikan bandeng dengan ukuran 3-4 cm dan bobot rata-rata 5,39±0,07 g dipelihara dalam waskom volume 15 liter dengan kepadatan 10 ekor/waskom. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah penambahan tepung Caulerpa sp. dalam pakan masing-masing sebanyak 10%/kg pakan, 20%/kg pakan, 30%/kg pakan, dan tanpa penambahan tepung Caulerpa sp. (kontrol). Pemberian pakan uji sebanyak 5% dari biomassa perhari dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari (08.00, 12.00, dan 16.00). Pemeliharaan dan pemberian pakan uji dilakukan selama 40 hari dan setiap hari dilakukan penyiponan dan pengantian air. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pakan dengan penambahan tepung Caulerpa sp. memberikan pengaruh nyata (P<0.05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak dan laju pertumbuhan harian (LPH), tetapi tidak memberikan pengaruh nyata (P>0.05) terhadap sintasan ikan bandeng. Pertumbuhan bobot mutlak dan laju pertumbuhan harian tertinggi diperoleh pada pemberian tepung Caulerpa sp sebanyak 20%/kg pakan yaitu 6.90 g dan 1.34 %/hari.
PENGARUH JENIS CAIRAN RUMEN BERBEDA DALAM FERMENTASI LIMBAH SAYUR SEBAGAI BAHAN PAKAN TERHADAP RETENSI PROTEIN DAN KADAR GLIKOGEN UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) Murni, Murni; Anwar, Asni; Khaeriyah, Andi; Boni, Abdul Salam Khuzaifah
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 2 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i2.7073

Abstract

Pemanfaatan bahan pakan udang yang murah dan berkualitas perlu dilakukan untuk menekan biaya produksi pada usaha budidaya udang vaname. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jenis cairan rumen dalam fermentasi limbah sayur sebagai bahan pakan terhadap retensi protein dan kadar glikogen udang vannamei (Litopenaeus vannamei). Cairan rumen yang digunakan adalah cairan rumen sapi dan kambing yang diperoleh dari RPH Sungguminasa Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Cairan rumen diambil dari isi rumen dengan cara filtrasi (penyaringan dengan kain katun) kondisi suhu 4ºC. Limbah sayur (sawi, wortel, kol) dipotong-potong kecil kemudian dimasukan kedalam kantong pelastik masing-masing sebanyak 2 kg, lalu ditambahkan cairan rumen sapi  dan cairan rumen kambing masing-masing sebanyak 3% dari berat limbah sayur dan diinkubasi selama 4 hari. Limbah sayur yang sudah difermentasi, diblender dan diayak hingga menjadi tepung. Selanjutnya diformulasi dengan bahan lain hingga menjadi pakan (pellet) udang vaname. Udang vaname (PL32) dipelihara dalam akuarium ukuran 50 x 50 x 60 cm dengan kepadatan 40 ekor/wadah (1 ekor/L) dan diberi pakan uji sebanyak 5% dari biomassa selama 30 hari dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan A (pakan tanpa penambahan tepung limbah sayur), perlakuan B (pakan dengan tepung limbah sayur terfermentasi cairan rumen sapi), dan perlakuan C (pakan dengan tepung limbah sayur terfermentasi cairan rumen kambing). Hasil penelitian menunjukkan pemberian pakan dengan tepung limbah sayur terfermentasi cairan rumen sapi (perlakuan B) mampu meningkatkan retensi protein dan kadar glikogen udang vannamei masing-masing sebesar 81.03% dan 30.50%.
PENGARUH PEMBERIAN VITERNA DENGAN DOSIS BERBEDA PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH IKAN NILA (Oreocromis niloticus) Fadilah, Riza; Darmawati, Darmawati; Salam, Nur Insana
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 2 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i2.7074

Abstract

Pakan merupakan komponen penentu dalam budidaya sehingga perlu dioptimalkan penggunaannya, salah satunya dengan penambahan suplemen viterna yang dapat membantu pencernaan makanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian viterna dengan dosis berbeda pada pakan terhadap pertumbuhan, FCR dan sintasan benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan tersebut yaitu penambahan viterna 15 ml/kg pakan, 20 ml/kg pakan, 25 ml/kg pakan, dan tanpa penambahan viterna (kontrol). Penambahan viterna pada pakan komersil (PF1000) dilakukan dengan metode spray sesuai dosis  perlakuan, lalu dikering anginkan pada suhu ruang selama ± 10 menit. Ikan nila yang digunakan adalah benih umur 25 hari dengan panjang berkisar 4-5 cm dan dipelihara dalam waskom plastik dengan padat tebar 30 ekor/wadah (2 ekor/L). Pemberian pakan uji sebanyak 5% dari bobot tubuh dengan frekuensi 3 kali sehari (08.00, 13.00, dan 18.00 wita) selama 30 hari pemeliharaan. Parameter utama yang diukur yaitu laju pertumbuhan spesifik, FCR dan sintasan. Hasil penelitian menunjukkan penambahan viterna pada pakan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap laju pertumbuhan spesifik, food convertion ratio (FCR), dan sintasan benih ikan nila. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan C (penambahan viterna sebanyak 20 ml/kg pakan) yaitu laju pertumbuhan spesifik sebesar 1,63% per hari, FCR sebesar 1,15, dan sintasan sebesar 94,66%.