cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kantor LP3M Unismuh Makassar Jl. Sultan Alauddin No. 259 Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
OCTOPUS : Jurnal Ilmu Perikanan
ISSN : 23020670     EISSN : 27464822     DOI : https://doi.org/10.26618/octopus
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Octopus Ilmu Perikanan terbit dua kali setahun yakni Januari dan Juli berisi artikel ilmiah dalam bentuk hasil penelitian dan non penelitian berupa kajian. Jurnal Octopus Ilmu Perikanan bertujuan untuk menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan perikanan dari para akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan pemerhati perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 270 Documents
MAKANAN IKAN PELAGIS PLANKTIVOR PADA BAGAN TANCAP DENGAN INTENSITAS CAHAYA LAMPU NEON Jumrawati, Jumrawati
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3147

Abstract

Zooplankton memegang peranan penting dalam rantai makanan pada ekositem perairan, yakni sebagai konsumer primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi makan memakan ikan pelagis kecil pada bagan tancap dengan intensitas cahaya lampu neon. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan November 2015 sampai Mei 2016 di perairan Desa Tekkolabua Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan, dengan pengambilan sampel ikan sebanyak 840 ekor pada alat tangkap bagan tancap. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jenis plankton dalam usus ikan tembang yaitu Protozoea Penaeus sp 17%, Meganyctiphanes sp 17%, larva annelida 17%, Microsetella sp 16%, dan larva Polychaeta 15%.  Usus ikan selar terdapat Meganyctiphanes sp 34%, Oikopleura 33%, dan larva annelida 33%. Jenis plankton yang dominan dalam usus ikan selar kuning yaitu Meganyctiphanes sp 22%, larva annelida 20%, calanus sp 20% dan larva polychaeta 18%. Sedangkan pada usus ikan kembung terdapat Calanus sp 35%, larva annelida 34% dan Meganyctiphanes sp 31%. Disimpulkan bahwa terdapat model interaksi makan memakan pada alat tangkap bagan tancap yang menggunakan jenis lampu neon. Jumlah zooplankton yang dimakan empat spesies ikan pada bagan tancap dengan lampu Neon sekitar  1.393 individu.
NISBAH KELAMIN CAKALANG DALAM RANGKA PENGELOLAAN PERIKANAN BERTANGGUNG JAWAB DI PERAIRAN LAUT FLORES, SULAWESI SELATAN Susaniati, Warda
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3148

Abstract

Cakalang merupakan salah satu sumberdaya perikanan Laut Flores yang komersil dan bernilai ekonomis penting. Nelayan melakukan berbagai usaha penangkapan untuk meningkatkan produksi. Sumberdaya ikan dapat pulih namun tingkat kecepatan pemulihan dapat saja tidak seimbangan dengan laju pemanfaatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data distribusi stuktur ukuran serta nisbah kelamin berdasarkan waktu pengambilan sampel dan TKG sebagai bahan dalam menyusun pengelolaan perikanan Cakalang di perairan Laut Flores sehingga terwujud pengelolaan perikanan bertanggung jawab. Metode penelitian yang digunakan adalah pengukuran dan survey langsung ke lokasi penelitian selama Juni 2013 - Mei 2014. Pengumpulan data dilakukan dengan mengambil beberapa sampel ikan dari berbagai ukuran mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar. Sampel ikan di bedah untuk pengamatan jenis kelamin dan TKG secara morfologi. Selanjutnya sampel gonad diawetkan untuk dianalisis secara histologi di Laboratorium Balai Veteriner Maros. Rata-rata ukuran Cakalang jantan dan betina yang tertangkap berdasarkan waktu pengambilan sampel dan TKG dominan berukuran < 56 cm dengan kondisi populasi yang tidak seimbang dan dominan jantan. Hasil chi square menunjukkan bahwa antara jantan dan betina tidak terdapat perbedaan pada setiap bulan namun berbeda nyata pada setiap TKG. 
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) UNTIA DI KOTA MAKASSAR Massiseng, Andi Nur Apung; Andi Ummung, Andi Ummung
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3149

Abstract

Kondisi PPN Untia yang tidak optimal saat ini perlu penerapan strategi bagi pengembangannya agar PPN ini mampu menjadi ikon industri perikanan berbasis pelabuhan di Kota Makassar dan memberikan kontribusi sesuai harapan pemerintah yaitu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi perikanan termasuk industri dan jasa – jasa terkait dengan usaha perikanan.  Tujuan Penelitian ini adalah memaparkan kondisi terkini kegiatan perikanan yang ada di PPN Untia, mengidentifikasi faktor – faktor pengelolaan yang berpengaruh signifikan terhadap pengembangan industri perikanan di PPN Untia, merumuskan strategi pengembangan industri perikanan PPN Untia. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan cara observasi dan analisis SWOT melalui penggalian informasi secara mendalam terhadap responden serta FGD. Hasil yang diperoleh adalah Fasilitas yang mendukung operasional pelabuhan untia sudah baik tapi belum beroperasi secara maksimal.  Fasilitas yang paling mendasar bagi nelayan yaitu Air, BBM dan Pabrik Es belum berjalan sehingga menjadi kendala bagi kapal yang singgah di pelabuhan Untia, dimana kapal tersebut membawa bahan baku untuk industri perikanan yang ada di pelabuhan untia.  Penetapan kelas pelabuhan yang belum jelas dan hanya dikelola oleh 3 orang yaitu 1 kepala Unit dan 2 Kepala Sub Unit menyebabkan pengelolaan PPN Untia tidak mampu untuk optimal sebagaimana PPN yang lain di Indonesia.  Mendukung Pengusaha Industri untuk menjalankan kegiatan industri perikanan dengan membuat kebijakan untuk mendatangkan kapal perikanan lebih banyak adalah prioritas strategi yang paling penting untuk menumbuhkan industri perikanan yang ada di pelabuhan untia.
TINGKAT KEMATANGAN GONAD KERANG SIMPING (Placuna placenta Linnaeus, 1758) SECARA VISUAL DAN HISTOLOGI Khairiyah, Zul; Tresnati, Joeharnani; Bin Andy Omar, Sharifuddin
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 8 No. 2 (2019): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v8i2.3153

Abstract

Data dan informasi yang pasti mengenai kerang simping di Sulawesi Selatan belum lengkap, sehingga diperlukan penelitian yang bertujuan mengevaluasi tingkat kematangan gonad kerang simping dibeberapa daerah untuk mengetahui keberadaan kerang ini. Data tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu data dasar dalam upaya pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya kerang simping di Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan (Oktober 2015 – Maret 2016) di dua lokasi yaitu di perairan Makassar dan di perairan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Pengambilan  sampel  kerang  dilakukan saat  surut  terendah  secara  manual. Pengamatan histologi dilakukan di Laboratorium Balai Karantina Makassar dan Balai Besar Veteriner Maros. Pengamatan visual dan histologi menghasilkan klasifikasi tingkat kematangan gonad kerang simping, terdapat empat fase TKG baik jantan maupun betina di semua lokasi penggamatan. Fase TKG I (awal aktif), TKG II (tahap berkembang), TKG III (matang) dan TKG IV tahap pemijahan. Berdasarkan data yang dihasilkan tipe pemijahan kerang simping yang terdapat di perairan Barat Sulawesi Selatan, dapat dikategorikan dalam tipe pemijahan partial spawner atau pemijahan sedikit-demi sedikit, dimana sperma dan telur tidak dikeluarkan dalam satu musim pemijahan.
FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN ALAMI JENIS Chaetoceros Sp YANG DIPUPUK CAIRAN RUMEN TERHADAP PERKEMBANGAN SINTASAN LARVA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) STADIA ZOEA SAMPAI MYSIS Sari, Nur Intan; Ikbal, Muhamad
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.3995

Abstract

Di indonesia budidaya udang sudah lama dilakukan oleh petani tambak, Tingginya permintaan akan udang didalam dan diluar negeri menjadikan indonesia sebagai pengirim udang terbesar di dunia, Salah satu udang yang dibudidayakan di indonesia adalah udang vannamei. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan frekuensi pemberian pakan alami jenis Chaetoceros sp yang optimal pada perkembangan dan sintasan pada larva udang vannamei stadia zoea sampai mysis.Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukan bahwa Perkembangan terbaik terdapat pada perlakuan B,C, dan D, Hal ini dibuktikan dengan pemeliharaan selama 6 hari mengalami perubahan perkembangan yang terjadi pada perlakuan A,B,C,D,dan E..Olehnya itu penelitian ini dapat  disimpulkan bahwa frekuensi pemberian pakan alami jenis Chaetoceros sp yang berbeda yang dipupuk cairan rumen pada setiap perlakuan memberikan efek yang berpengaruh nyata terhadap perkembangan dan sintasan larva udang vannamei. Kelulushidupan tertinggi terdapat pada perlakuan D (8 kali pemberian pakan) dengan sintasan rata-rata 83%.
PENGARUH MODEL PEMBUANGAN TERHADAP AKUMULASI BAHAN ORGANIK TAMBAK INTENSIF UDANG VANAME(LITOPENAEUS VANNAMEI) Jumraeni, Jumraeni; Khaeriyah, Andi; Burhanuddin, Burhanuddin; Anwar, Asni
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.3996

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan model buangan yang lebih efektif mengurangi akumulasi bahan organik pada tambak intensif udang Vaname. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2017 sampai Januari 2018 di Tambak Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar di Desa Manakku, Kecamatan Labbakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan dengan pengujian kualitas air di Kantor Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau Maros, Sulawesi Selatan.Hasil penelitian Pengaruh Model Pembuangan Terhadap Akumulasi Bahan Organik pada Tambak Intensif  Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembuangan yang berbeda pada tambak intensif udang vaname terjadi penurunan dan peningkatan konsentrasi amonia, nitrit dan nitrat serta parameter peubah. Berdasarkan hasil maka model pembuangan tengah (central drain) lebih efektif mengurangi akumulasi bahan organik pada tambak intensif udang vaname.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK KOMSERSIL TERHADAP PELEPASAN SPORA RUMPUT LAUT GRACILARIA SP. Asrul, Idi; Hamzah, Hamzah; Salam, Nur Insana
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.3997

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 01 sampai 05 September 2019 di BPBAP TAKALAR Divisi Kultur Jaringan Desa Mappakalompo, Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuannya adalah untuk menentukan dosis pemberian pupuk NPK terhadap pelepasan spora Rumput Laut Glacilaria sp. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi tentang penggunaan pupuk NPK terhadap pelepasan spora Rumput Laut Glacilaria sp. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan, perlakuan A 1ppt, perlakuan B 2ppt dan perlakuan C 3ppt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK terhadap pelepasan spora rumput laut Gracilaria sp sangat berbeda nyata (P<0,05) terhadap pupuk NPK. Hasil terbaik yaitu pada perlakuan A 1ppt dengan hasil jumlah pelepasan spora Gracilaria sp. 49.800±4.76.
SERANGAN PENYAKIT VIRUS PADA UDANG DI TAMBAK TANPA MEMPERLIHATKAN GEJALA KLINIS Lilisuriani, Lilisuriani
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.3998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atau mendiagnosa penyakit virus yang menginfeksi udang  ditambak tanpa memperlihatkan adanya gejala klinis. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sinjai Timur kabupaten Sinjai pada tahun 2015. Pengambilan sampel dilakukan secara selektif terhadap udang yang menunjukkan gejala klinis dan yang diduga terserang suatu penyakit dari suatu populasi budidaya maupun dari perairan umum dan sesuai dengan anamnesia kejadian penyerangan HPI yang pernah terjadi di wilayah tersebut. Selanjutnya pemeriksaan di laboratorium berupa pengujian parasit, bakteri, jamur dan virus serta histologi. Metode yang digunakan dalam pemeriksaan adalah pemeriksaan dengan metode konvensional dan biologi molekuler. Hasil penelitian ditemukan sampel udang vannamei (L. vannamei) tanpa memperlihatkan adanya gejala klinis tetapi pertumbuhan yang kerdil dan berdasarkan data sekunder yaitu sering ditemukan udang vannamei yang baru mati terlihat berwarna kemerahan. Hama penyakit ikan karantina (HPIK) golongan I yaitu White Spot Syndrome Virus (WSSV) yang rnenginfeksi udang vannamei  tersebut dan dikategorikan pada tipe III (kronis) dimana infeksi yang dialami oleh jaringan rendah sehingga bintik putih dan kemerahan pada udang tidak tampak. Hasil pemeriksaan  kualitas air pada budidaya udang vannamei yang terinfeksi mendukung munculnya virus tersebut, terutama salinitas sangat rendah yaitu 6,2 ppt.  
PENAMBAHAN LIMBAH CAIRAN RUMEN SAPI PADA BERBAGAI LEVEL KARBOHIDRAT DALAM PAKAN TERHADAP RETENSI NUTRIEN DAN KOMPOSISI KIMIA TUBUH IKAN BANDENG (CHANOS CHANOS FORSSKAL) Masriah, Andi
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.3999

Abstract

Ikan bandeng merupakan salah satu komoditi perikanan payau yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan berpotensi untuk terus dikembangkan. Namun pada kenyataannya dalam kegiatan budidaya, biaya pakan mencapai 60-75% dari total biaya produksi. Pakan yang dikonsumsi ikan sebaiknya mengandung nutrisi yang mudah dicerna dan diserap dengan baik oleh ikan, sehingga pakan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Salah satu pemanfaatan pakan optimal yang dapat dilaksanakan dengan mudah adalah melalui penambahan enzim eksogen yang berasal dari limbah cairan rumen pada pakan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan level karbohidrat yang efektif dalam pakan setelah diberi cairan rumen untuk mengoptimalkan retensi nutrient dan komposisi kimia tubuh ikan bandeng. Penelitian menggunakan rancangan desain acak lengkap, terdiri dari 4 perlakuan level karbohidrat dalam pakan (27,81; 39,50; 46,97 dan 56,75) kemudian dicampur dengan 80 mL cairan rumen/100 g pakan. Pakan diberikan pada juvenil ikan bandeng berukuran 7,19±0,036 g yang dipelihara dalam akuarium resirkulasi kepadatan 15 ekor/45 L air payau. Parameter yang diamati adalah retensi nutrient dan komposisi kimia tubuh ikan bandeng. Data yang diperoleh dianalisis ANOVA dan jika terdapat pengaruh nyata dilakukan uji lanjut W-Tuckey. Pemberian berbagai level karbohidrat pakan berpengaruh nyata terhadap retensi nutrien (P0,05). Level karbohidrat 46,97% dalam pakan memberikan retensi protein tertinggi sedangkan level karbohidrat 39,50% memberikan retensi lemak tertinggi yang nilainya masing-masing adalah 14,32±2,40 dan 22,49±4,57. Level karbohidrat terbaik dalam pakan setelah diberi cairan rumen yang dapat mengoptimalkan retensi nutrient dan komposisi kimia tubuh ikan bandeng adalah 46,57%.
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR DOLOMITE DAN KAPUR TOHOR DALAM MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP MOULTING, PERTUMBUHAN DAN SINTASAN UDANG VANAME Yunus, Rusmali; Haris, Abdul; Hamsah, Hamsah
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.4000

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui  pengaruh dan dosis terbaik kapur dolomit CaMg(CO3)2) dan kapur tohor (CaO) dalam media budidaya terhadap moulting, pertumbuhan dan sintasan udang vanamei (Litopenaus vannamei). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Pada masing masing perlakuan diberi kapur dolomit dan tohor dengan dosis tiap perlakuan yaitu perlakuan A (Kapur dolomit 0gram dan kapur tohor 0gram), perlakuan B (Kapur dolomit 0,6gram dan kapur tohor 0gram), perlakuan C (Kapur dolomit 0,4gram dan kapur tohor 0,2gram) dan perlakuan D (Kapur dolomit 0,3gram dan kapur tohor 0,3gram). Udang uji dipelihara dalam akuarium 50x60x40 cm3 yang berisi air laut sebanyak 60 L dengan kepadatan tebar 1 ekor L-1. Hewan uji diberi perlakuan selama 60 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan C (Kapur dolomit 0,4gram dan kapur tohor 0,2gram) menghasilkan intensitas molting, pertumbuhan bobot mutlak dan laju pertumbuhan harian yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya, sedangkan untuk sintasan perlakuan B (Kapur dolomit 0,6gram dan kapur tohor 0gram) lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya.