cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kantor LP3M Unismuh Makassar Jl. Sultan Alauddin No. 259 Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
OCTOPUS : Jurnal Ilmu Perikanan
ISSN : 23020670     EISSN : 27464822     DOI : https://doi.org/10.26618/octopus
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Octopus Ilmu Perikanan terbit dua kali setahun yakni Januari dan Juli berisi artikel ilmiah dalam bentuk hasil penelitian dan non penelitian berupa kajian. Jurnal Octopus Ilmu Perikanan bertujuan untuk menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan perikanan dari para akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan pemerhati perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
STATUS MUTU MIKROBIOLOGIS KIMIA DAN SENSORIS IKAN ASIN KERING YANG DI PASARKAN DI PASAR IBUH KOTA PAYAKUMBUH Azura, Asyifa Siti; Hasan, Bustari; Iriani, Dian
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 14 No. 1 (2025): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/krcrsv73

Abstract

Pengawasan mutu ikan asin, terutama setelah pengolahan atau sewaktu penyimpanan dan pemasaran merupakan aspek yang sangat penting untuk menjamin agar produk tidak terkontaminasi mikroba pembusuk maupun patogen yang dapat memperpendek masa simpan produk dan membahayakan kesehatan konsumen. Penelitian ini ditujukan untuk mengevaluasi status mutu mikrobiologis, kimia dan sensoris ikan asin kering yang dipasarkan di Pasar Ibuh Kota Payakumbuh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purporsive sampling. Nilai rata rata angka lempeng total ikan asin kering yang dipasarkan di Pasar Ibuh Kota Payakumbuh berkisar antara 5,8x104 sampai 6,9 x104 koloni/g, total halofik antara 3,1x104 sampai 3,8 x104 koloni/g, nilai TBA berkisar antara 0,8 sampai 1,0 mg MDA/kg, dan nilai sensori secara keseluruhan untuk kriteria kenampakan, tekstur, bau dan rasa berkisar antara 7,5 sampai 7,8. Secara umum total ALT, halofilik, TBA dan sensori ikan asin kering yang dipasarkan di Pasar Ibuh Kota Payakumbuh  memenuhi batas standar yang telah ditetapkan oleh SNI. Secara umum total ALT,Halofilik, TBA dan Sensori ikan asin kering yang di pasarkan di pasar ibuh kota payakumbuh berbeda berdasarkan jenis, asal produk dan umur ikan saat di produksi.
STUDI LITERATUR: PENGOLAHAN BAHAN PAKAN IKAN ASAL CRUSTACEA DAN INSECTA Andriani, Yuli; Pratama, Rusky I.; Ratih, Ai; Ansori, Muhammad Rifat; Aisyah, Aisyah
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 14 No. 1 (2025): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/74tjs521

Abstract

Pakan merupakan salah satu faktor utama dalam kegiatan budidaya perikanan, dengan kontribusi biaya mencapai sekitar 65% dari total pengeluaran produksi. Oleh karena itu, peningkatan efisiensi penggunaan pakan sangat penting untuk menekan biaya operasional, terutama di tengah kenaikan harga bahan baku pakan secara global. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memproduksi pakan mandiri dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang lebih ekonomis, seperti insecta dan crustacea yang kaya protein dan mineral sebagai alternatif pengganti tepung ikan. Namun, tingginya kandungan kitin dalam bahan tersebut menjadi kendala karena sulit dicerna oleh ikan. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan perlakuan fisik berupa perendaman dengan air abu sekam dan pengukusan, serta perlakuan biologis melalui fermentasi menggunakan asam organik yang mampu mendegradasi kitin. Hasil pengolahan menunjukkan bahwa metode tersebut efektif dalam menurunkan kadar kitin sehingga meningkatkan potensi kecernaan dan nilai gizi bahan pakan alternatif tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa limbah crustacea dan insecta seperti cangkang udang, rajungan, dan maggot berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pakan lokal yang berkelanjutan dalam budidaya perikanan.
OPTIMASI Rhizopus oligosporus SEBAGAI FERMENTOR BIJI TREMBESI Samanea saman DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) Kasman, Kasman; Anwar, Asni; Darmawati; Murni; Anwar, S.Pi., M.Si., Dr. Asni
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 14 No. 1 (2025): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/vtq99g22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis Rhizopus oligosporus yang optimal sebagai dosis fermentor pada biji trembesi dalam pakan ikan untuk menunjang pertumbuhan dan sintasan ikan bandeng sehingga penggunaan biji trembesi dapat meningkatkan produksi ikan bandeng secara nasional. Penalitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan masing-masing diulang 3 kali. Adapun yang di uji adalah perlakuan A (tepung biji trembesi terfermentasi tanpa menggunakan Rhizopus oligosporus (kontrol)), B (tepung biji trembesi terfermentasi Rhizopus oligosporus 3 g/kg), C (tepung biji trembesi terfermentasi Rhizopus oligosporus 5 g/kg) dan D (tepung biji trembesi terfermentasi Rhizopus oligosporus 7 g/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi biji trembesi menggunakan Rhizopus oligosporus dengan dosis yang berbeda berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan bandeng. Uji lanjut menggunakan jarak berganda (Duncan) memperlihatkan adanya perbedaan antar perlakuan. Pertumbuhan mutlak selama penelitian tertinggi diperoleh pada perlakuan C (dosis Rhizopus oligosporus 5 g/kg) sebesar 2,60 g), disusul perlakuan D (dosis Rhizopus oligosporus 7 g/kg) 2,10 g, perlakuan B (dosis Rhizopus oligosporus 3 g/kg) 1,76 g, dan terendah perlakuan A (kontrol) 1,42 g. Sintasan tertinggi diperoleh pada perlakuan C (dosis Rhizopus oligosporus 5 g/kg) sebesar 80,00%, disusul perlakuan D (dosis Rhizopus oligosporus 7 g/kg) 73,33%, perlakuan B (dosis Rhizopus oligosporus 3 g/kg) 70,00%, dan perlakuan A (kontrol) dengan nilai 60,00%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pada kadar tepung biji trembesi terfermentasi Rhizopus oligosporus dengan dosis 5 g/kg dalam pakan mempu meningkatkan pertumbuhan dan sintasan ikan bandeng.
INDEKS BIOLOGI PAKAN ALAMI PADA BUDIDAYA UDANG WINDU (Penaeus monodon) SEMI INTENSIF DI TAMBAK BETON Sahabuddin, Sahabuddin; Suwoyo, Hidayat Suryanto
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 7 No. 1 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i1.1800

Abstract

Plankton merupakan pakan alami yang memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan sintasan udang, sehingga perlu dikaji pada sistem budidaya udang semi intensif di tambak. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji dinamika plankton pada budidaya udang windu (Penaeus monodon) semi intensif di tambak beton.  Penelitian  dilakukan  di tambak percobaan Punaga Takalar, menggunakan 4 petak tambak yaitu tambak beton masing-masing berukuran 1.000 m2. Hewan uji adalah udang windu PL-20 dengan bobot awal rata-rata 0,01 g yang ditebar pada tambak dengan kepadatan 20 ekor/m2. Perlakuan yang diujicobakan yaitu: A) Benur Transfeksi dan  B) Benur Non Transfeksi. Sebelum penebaran udang terlebih dahulu dilakukan persiapan tambak yang meliputi: Pengeringan tambak, pengapuran dengan kapur bakar 2000 kg/ha, pemberantasan hama dengan saponin 20 kg/ha. Untuk menumbuhkan pakan alami dilakukan pemupukan dasar urea dan SP-36 dosis masing-masing 150 kg/ha dan 200 kg/ha.Rancangan penelitian diset dengan dua perlakuan masing-masing dua ulangan.   Pengambilan sampel plankton dilakukan dengan menyaring air tambak menggunakan plankton net no 25. sebanyak  100 L, kemudian disaring dan dipadatkan menjadi 100 mL, selanjutnya sampel diawetkan dengan menggunakan larutan lugol 1 mL. Identifikasi jenis plankton dilakukan di laboratorium menggunakan mikroskop monitor dengan berpedoman pada  buku  identifikasi plankton dan perhitungannya menggunakan  Sedwick Rafter Counting (SRC). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah total jenis plankton yakni ; 34 jenis di petak A dan 42 jenis di petak B, jumlah jenis fitoplankton yang ditemukan sebanyak 14 di petak A dan 26 jenis di petak B, sedangkan zooplankton terdapat 13 jenis di petak A dan 11 jenis di petak B. Nilai indeks keragaman yang diperoleh pada petak A = 1,0735, dan petak B = 1,0956, Indeks keseragaman petak  A = 0,5646 dan petak B = 0,5024, Indeks dominasi petak A  = 0,3544 dan petak B = 0,3127. Komposisi plankton (fitoplankton dan zooplankton) dan indeks biologi tersebut mendukung kelangsungan hidup dan pertumbuhan udang windu yang dibudidayakan
HIDROLISIS PAKAN IKAN DENGAN MENGGUNAKAN CAIRAN RUMEN SAPI HYDROLYSIS OF FISH FEED USING COW RUMEN LIQUID Masriah, Andi; Aslamyah, Siti; Zainuddin, Zainuddin
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 7 No. 1 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i1.1801

Abstract

Cairan rumen merupakan salah satu limbah buangan rumah potong hewan (RPH) yang kaya enzim pencernaan. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi cairan rumen untuk menghidrolisis pakan ikan. Penelitian dilaksanakan pada bulan oktober-november 2015 di Hatchery mini FIKP Unhas dan analisis sampel dilaksanakan di BPPBAP Maros, Sulawesi Selatan. Cairan rumen diambil dari isi rumen sapi yang berasal dari RPH Makassar dengan cara filtrasi (penyaringan dengan kain katun) kemudian cairan dimasukkan ke dalam termos agar suhunya tetap hangat. Pakan yang digunakan adalah pakan komersial dengan kadar protein 30%, lemak  4%, dan serat kasar 6% dihidrolisis dengan cairan rumen pada konsentrasi  tanpa cairan rumen/kontrol, 40, 60, 80, dan (E) 100 mL/100 g pakan. Volume cairan rumen setiap perlakuan disamakan dengan menambahkan aquades dan disemprotkan secara merata pada pakan, selanjutnya diinkubasi selama 24 jam pada suhu ruang. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji W-Tuckey. Hasil analisis  menunjukkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi cairan rumen pada pakan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap serat kasar dan protein pakan tetapi tidak berpengaruh (p>0,05) terhadap lemak (1,331-1,457 %bk) dan BETN (7,748-7,875 %bk) pakan ikan komersial. Kadar serat terendah 1,999±0,039 %bk terjadi pada pemberian cairan rumen 80, 2,214±0,156 %bk, 2,309±0,080 %bk, 2,413±0,105 %bk  dan 2,507±0,028 %bk masing-masing pada 60, 100, 40 dan control. Kadar protein tertinggi 30,630±0,360%bk terjadi pada pemberian cairan rumen 80, 29,523±0,32%bk, 28,460±0,21%bk, 28,260±0,307%bk  dan 25,678±3,70%bk masing-masing pada control, 40, 100, dan 60. Dengan demikian konsentrasi cairan rumen terbaik untuk menghidrolisis pakan komersial adalah 80 mL/100 g pakan.
ANALISIS SEKTOR UNGGULAN BERDASARKAN POTENSI WILAYAH DI KABUPATEN BANTAENG SULAWESI SELATAN Massiseng, Andi Nur Apung; Ummung, Andi
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 7 No. 1 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i1.1802

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui klasifikasi pertumbuhan sektor ekonomi di Kabupaten Bantaeng, untuk mengetahui sektor basis dan non basis pada pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Bantaeng,  dan untuk menentukan sektor ekonomi  unggulan di Kabupaten Bantaeng.  Metode yang digunakan adalah analisis Klassen Typology dan analisis  Location Quotient (LQ).  Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa klasifikasi pertumbuhan sektor ekonomi di Kabupaten Bantaeng yang termasuk dalam sektor maju dan berkembang cepat  adalah Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Sektor Konstruksi, Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jamsos Wajib, Sektor Jasa Pendidikan dan Sektor Jasa Lainnya.  Sektor  maju tetapi tertekan yaitu Pertambangan dan Penggalian, Industri Pengolahan, serta Pengadaan Listrik dan Gas. Sektor potensial dan masih dapat berkembang yaitu sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Real Estate serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial.   Sektor relatif tertinggal yaitu Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang, Transportasi dan Pergudangan, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, Informasi dan Komunikasi, Jasa Keuangan dan Asuransi serta Jasa Perusahaan.   Yang termasuk dalam sektor basis di Kabupaten Bantaeng adalah sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Real Estate dan Administrasi Pemeritahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib.  Sektor unggulan di Kabupaten Bantaeng adalah sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan utamanya sub sektor Perkebunan serta Sektor Administrasi dan Jasa.
ANALISIS FINANSIAL RUMPUT LAUT DI KELURAHAN BINTARORE KECAMATAN UJUNG BULU KABUPATEN BULUKUMBA Syarif, Asriyanti
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 7 No. 1 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i1.1803

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui penerimaan, biaya, pendapatan, R/C ratio, serta BEP Produksi dan BEP harga dalam usahatani rumput laut. Penelitian dilakukan di Kelurahan Bintarore  Kabupaten Bulukumba dengan pertimbangan salah satu sentra usaha rumput laut disepanjang pesisir pantai di Sulawesi Selatan dengan memanfaatkan rumput laut Euchema cottoni untuk dibudidayakan. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pernerimaan usahatani rumput laut sebesar Rp. 12.812.500/musim, biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp. 4.695.000/musim, dan memberikan pendapatan sebesar Rp. 8.117.500/musim. Hasil analisis finansial secara R/C ratio memberikan nilai 2,72 yang menunjukkan bahwa usahatani rumput laut mengguntungkan karena memiliki nilai lebih besar dari nilai 1. Hasil perhitungan BEP produksi sebesar 375,6 kg yang menunjukkan bahwa rumput laut harus dijual diatas nilai tersebut untuk memperoleh keuntungan. Hasil BEP harga sebesar RP. 4.580/kg yang menunjukkan titik impas harga. BEP produksi dan BEP harga dilapangan lebih besar dari nilai perhitungan menunjukkan bahwa usahatani rumput laut layak diusahakan.
PROSES PENANGANAN IKAN SEGAR PADA SWALAYAN DI KOTA MAKASSAR Hiola, Sitti Khadijah Yahya
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 7 No. 1 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i1.1804

Abstract

Ikan yang baik adalah ikan yang masih segar, sehingga disukai oleh konsumen. Kualitas ikan segar sangat bergantung pada proses penanganannya. Penanganan yang baik sangat diperlukan untuk tetap menjaga kesegaran ikan, makin lama berada di udara terbuka maka makin menurun kesegarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penanganan ikan segar pada swalayan di kota Makassar. Penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara, diskusi, dan dokumentasi, dengan menggunakan analisis kualitatif deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada beberapa swalayan di kota Makassar selalu menerapkan tahapan-tahapan dalam proses penanganan ikan segar antara lain handling bahan baku yang meliputi pengadaan, ordering, dan penerimaan ikan segar; penyortiran dan grading bahan baku; pencucian dan pengemasan; penyimpanan dan penyajian (display) ikan segar. Penanganan yang disertai pengawasan mutu pada setiap tahapan pengolahan dan penanganan akan memberikan produk yang bermutu baik.
ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT PRODUKSI DENGAN TINGKAT PENDAPATAN PETANI RUMPUT LAUT DI DESA PUNAGA KECAMATAN MANGARABOMBANG KABUPATEN TAKALAR Wahyu, Farhanah
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 7 No. 1 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i1.1805

Abstract

Mangarabombang is one of the locations of seaweed cultivation in Takalar and Punaga is one of village in Mangarabombang who has waters location are very supportive of local government programs to increase national production of seaweed. To Increase of seaweed is based on the government's target in Takalar So, this reaseach aims to determine effect of production levels and income levels, analysis factors  that influence the risk level of production and income as well as farmer's behavior in the face of the risk of seaweed production. The method of this reseach are random sampling of respondents with income data analysis, R/C Ratio and correlation of production and income. After processing data, showed that respondents increase seaweed production in 2014 to 2016 has significant change by followed a decrease levels income during 2016. Because of seasons and pricing from government uncertain about the unit price of seaweed in the market. In addition, the correlation data analysis showed that a strong correlation between production of seaweed and income of seaweed farming to continue in future. So much needed attention by government to make strategic policy for the increase production of seaweed and income of farmer to make sustainable seaweed better.
UJI KETAHANAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) HASIL VAKSINASI TERHADAP BAKTERI Streptococcus sp Darmawati, Darmawati; Surialam, Surialam
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 7 No. 1 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i1.1806

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hasil ketahanan benih ikan   nila   (Oreocromis niloticus)   yang   divaksin bakteri   Streptococcus   sp. Sedangkan kegunaan penelitian ini adalah sebagai media informasi bagi pembudidaya benih ikan nila. Metode yang digunakan adalah yang pertama melakukan vaksin indukan ikan nila di Labolatorium Hatchery mini Jurusan Perikanan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan  Universitas  Hasanuddin.  Hal ini dilakukan  untuk  merangsang  pemijahan  yang  cepat.  Larva ikan nila dibesarkan hingga mencapai umur 3 minggu kemudian di lakukan uji tantang dengan bakteri Streptococcus sp selama 2 minggu lamanya. Penelitian menggunakan  3 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Pada perlakuan A (konsentrasi bakteri 105CFU/ml), perlakuan B (konsentrasi  bakteri 106   CFU/ml),  perlakuan  C (konsentrasi  bakteri 107CFU/ml). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik adalah perlakuan B, diperoleh sintasan tertinggi 65%, disusul perlakuan C (49%), dan tingkat kelangsungan hidup terendah pada perlakuan  A (38%) dengan nilai RPS tertinggi di dapatkan pada perlakuan B  (87%) pada masa pemeliharaan, kemudian perlakuan C (58 %) pada masa pemeliharaan, dan untuk yang terendah terdapat pada perlakuan A (26 %).