cover
Contact Name
Pudyastuti Kusumaningrum
Contact Email
mot.farmasi@ugm.ac.idm
Phone
-
Journal Mail Official
mot.farmasi@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Obat Tradisional
ISSN : 14105918     EISSN : 24069086     DOI : -
Core Subject : Health,
raditional Medicine Journal (Majalah Obat Tradisional), or Trad. Med. J. (ISSN 1410-5918 (print) and ISSN 2406-9086 (online)), is an international scientific journal published by Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada, three times annually. Collaborating with Indonesian Pharmacist Association, Daerah Istimewa Yogyakarta, and we dedicate our journal to researches and development in traditional medicine. The journal receives papers on research laboratory, field research, and case studies of traditional medicine and its constituent, covering research topics including raw materials, cultivation, phytochemical, pharmacological effects and toxicology, formulation, and biotechnology.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 19, No 3 (2014)" : 7 Documents clear
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN SENYAWA DERIVAT PIRANON DARI MIKROBA ENDOFITIK Penicillium sp PADA TUMBUHAN KUNYIT PUTIH (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) Muharni, Muharni; Fitrya, Fitrya; oktaruliza, Milanti; Elfita, Elfita
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.669 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss3pp107-112

Abstract

Pencarian senyawa bioaktif terus menerus dilakukan seiring dengan makin banyaknya penyakit-penyakit baru yang bermunculan, mulai dari penyakit infeksi, kanker, dan berbagai penyakit degeneratif lainnya. Penemuan senyawa antibiotoik baru dan senyawa yang bersifat antioksidan sangat diperlukan untuk mengatasi hal ini.  Mikroba endofitik merupakan mikroba yang tumbuh dalam jaringan tumbuhan yang dapat menghasilkan metabolit sekunder yang aktif.  Pada penelitian sebelumnya telah berhasil diisolasi dua senyawa dari mikroba endofitik Penicillium sp pada tumbuhan kunyit putih dan diidentifikasi sebagai Di-(2-etilheksil)phthalat dan derivat piranon yaitu5 (4’-etoksi-2’-hidroksi-5’-metil-2’,3’-dihidrofuran-3’-il (hidroksi) metil-4-isopropil-3-metil-2-piran-2-on). Tujuan penelitian ini adalah menguji aktivitas antibakteri dan antioksidan dari senyawa derivat piranon yang dihasilkan dari mikroba endofitik Penicillium sp pada tumbuhan kunyit putih (Curcuma zeodaria). Aktivitas antibakteri  dilakukan  dengan metode difusi cakram dengan bakteri uji E.coli, S. dysenteriae, S. aureus, dan B.  subtilis  dengan variasi konsentrasi uji  250, 500, 1000, dan 2000 μg/ml, dan  aktivitas antioksidan dengan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dengan variasi konsentrasi 1000, 500, 250, 125, 62,5, 31,25, 15,625, dan 7,8125µg/mL. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antibakteri paling kuat pada bakteri S. aureus dengan zona hambat 11mm pada konsentrasi 250µg/mL. Senyawa derivat piranon juga bersifat aktif anti oksidan dengan IC5016,05µg/mL.
PENGARUH ENKAPSULASI EKSTRAK DAUN MURBEI (Morus alba L.) TERHADAP TEKANAN DARAH ARTERI PADA TIKUS Aminah, Siti; Suwaldi, Suwaldi; Fudholi, Achmad; Wahyono, Wahyono
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1042.062 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss3pp149-155

Abstract

Rutin dan kuersetin merupakan senyawa golongan flavonoid yang terkandung dalam ekstrak daun murbei (Morus alba L.) dan mempunyai pengaruh  dalam sistem kardiovaskuler. Pada penelitian ini diteliti pengaruh enkapsulasi ekstrak daun murbei terhadap tekanan darah arteri,. Ekstrak dibuat secara remaserasi dengan menggunakan penyari etanol 95%. Kandungan rutin dan kuersetin didalam ekstrak ditentukan dengan menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Enkapsulasi  dilakukan terhadap 0,25% ekstrak,  menggunakan kitosan  0,5mg/mL  dan TPP 1mg/mL. Karakterisasi dilakukan terhadap ukuran partikel, efisiensi enkapsulasi dan Spektroskopi Infra Merah-Fourier Transform. Ekstrak dengan dosis 1g/kg berat badan dan ekstrak terenkapsulasi dengan dosis 1,313g/kg berat badan kemudian diberikan   secara per oral pada tikus normotensif maupun tikus hipertensif, selanjutnya diukur tekanan darah arteri dan frekuensi denyut jantung dengan menggunakan Coda Non-Invasive Blood Pressure System. Hasil menunjukkan bahwa kadar rutin dan kuersetin dalam ekstrak adalah (0,87±0,138) mg/g  dan (4,427±0,065) mg/g.  Kitosan-TPP dengan perbandingan 0,5:1  membentuk partikel dengan ukuran antara  25,11–45,21nm  dan  efisiensi enkapsulasi  (76,14±2,29) % pada enkapsulasi ekstrak daun murbei. Ekstrak daun murbei dan ekstrak daun murbei terenkapsulasi dapat menurunkan tekanan darah  arteri.
GRANUL MINYAK SERAI DAPUR SEBAGAI LARVASIDA NYAMUK Aedes aegypti Mulyani, Sri
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.752 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss3pp138-141

Abstract

Salah satu cara untuk mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue  adalah dengan abatesasi. Penggunaan abate sebagai larvasida sering dikeluhkan memberi bau yang tidak enak, dan telah ada indikasi menyebabkan resistensi. Minyak serai dilaporkan memiliki aktivitas sebagai larvasida, dan penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan granul minyak  serai dapur, serta menentukan nilai LC50, LC 90 terhadap larva Ae. aegypti instar III.  Sediaan granul minyak serai dapur dibuat dengan menggunakan bahan pengisi laktosa dan pengikat CMC-Na. Uji aktivitas larvasida terhadap larva nyamuk Ae. aegypti instar III dilakukan dengan menggunakan 20 ekor larva untuk masing-masing larutan granul yang dibuat dalam 5 seri konsentrasi, dan dibiarkan terpapar selama 24jam. Jumlah kematian larva dihitung dan dianalisis dengan analisis probit modifikasi Finney untuk menentukan nilai LC50 dan LC90.  Hasil penelitian menunjukkan minyak serai dapur dapat dibuat granul dengan pengisi laktosa dan pengikat larutan CMC-Na, memiliki aktivitas larvasida terhadap larva nyamuk Ae. aegypti instar III dengan nilai LC50 sebesar 38,30 ppm dan LC90 51,57ppm.
FORMULASI SERBUK EFFERVESCENT EKSTRAK AIR UMBI BAWANG TIWAI (Eleuterine palmifolia ) SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN Syamsul, Eka Siswanto; Supomo, Supomo
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.273 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss3pp113-117

Abstract

Penggunaan tanaman obat oleh masyarakat saat ini masih dalam bentuk tradisional, yaitu dengan cara direbus atau diseduh, sehingga diperlukan inovasi dalam penggunaannya yang lebih praktis, nyaman dikonsumsi, dan berkhasiat dengan dosis yang tepat. Tanaman yang dikembangkan adalah Bawang Tiwai (Eleuterine palmifolia (L) Merr) yang secara tradisional digunakan untuk obat kanker payudara, pelancar air susu ibu dan antioksidan yang dikembangkan dalam sediaan serbuk Effervescent. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas 3 kelompok dengan Formulasi yang berbeda pada komposisi effervescent mix yang mengandung asam tartrat, asam sitrat dan natrium bikarbonat atas dasar kaidah stokiometri, yaitu: Formula A (50%), Formula B (55%), dan Formula C (60%). Pengujian meliputi sifat fisik dan kimia serbuk serta uji hedonis (kesukaan). Formula B merupakan yang terbaik, dengan hasil uji kadar air (0,6%), kecepatan alir (11,36g/detik), kompressibilitas (12,5%), waktu larut (1,52 menit), dan pH larutan (5). Hasil tersebut memenuhi kriteria serbuk yang baik. Hasil uji Hedonis yang telah dilakukan menunjukkan Formula B sebagai produk yang paling disukai.
UJI TOKSISITAS AKUT FRAKSI N-HEKSAN EKSTRAK METANOL DAUN DAN BATANG Impatiens balsamina Linn. DENGAN PEDOMAN OECD 425 Sunggono, Benny Wijaya; Kusharyanti, Indri; Nurbaeti, Siti Nani
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.094 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss3pp118-126

Abstract

Tanaman pacar air (Impatiens balsamina Linn.) merupakan tanaman herba yang secara empirik digunakan untuk terapi nyeri tulang, gigitan serangga, peluruh haid dan pencegah kanker pencernaan. Secara empiris, daun pacar air tidak boleh dikosumsi secara langsung karena mengandung racun yang dapat mempengaruhi pencernaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat keamanan dari fraksi n-heksan daun dan batang pacar air sehingga dapat dijadikan acuan untuk penggunaan terapi yang aman. Fraksi n-heksan diperoleh dari ekstraksi cair cair ekstrak metanol daun dan batang pacar air. Hasil penapisan fitokimia dengan uji tabung menyatakan bahwa fraksi n-heksan mengandung senyawa triterpenoid steroid. Uji toksisitas akut dilakukan dengan metode yang diadopsi dari OECD (Organization for economic co-operation and development) nomor 425: Acute Oral Toxicity (Up and Down Procedure). Hasil pengujian Limit Test menyatakan fraksi n-heksan daun dan batang pacar air memiliki nilai LD50 lebih besar dari 5000 mg/kg berat badan tikus. Hingga dosis 5000 mg//kgBB tidak ada tanda-tanda toksik pada sistem mata, respirasi, kelakuan, otonom dan somatomor. Pada dosis 5000 mg/kgBB, fraksi n-heksan juga tidak menyebabkan kematian pada tikus, tidak menyebabkan penurunan berat badan, tidak menyebabkan perubahan makan dan minum yang signifikan. Pemberian fraksi n-heksan pada dosis 2000 mg/kg dapat menyebabkan lesi degenarasi hidropik pada organ hati dan dapat memperparah kerusakan pada organ ginjal pada dosis 5000 mg/kg. Oleh sebab itu, penggunaannya tetap harus diperhatikan. Menurut klasifikasi Loomis, fraksi n-heksan pacar air berada dalam kategori toksik ringan.
EFEK ANTIANGIOGENESI EKSTRAK ETANOL GANGGANG HIJAU (Spirogyra sp.) BERDASARKAN EKSPRESI COX-2 PADA SEL T47D Widyaningsih, Wahyu; Salamah, Nina; Susanti, Hari; Fitriani, Dwi
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.752 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss3pp127-132

Abstract

Kanker adalah sekelompok penyakit yang timbul apabila sebuah sel atau sekelompok sel lepas dari kontrol yang mengatur pertumbuhan. Ganggang hijau (Spirogyra sp.) merupakan salah satu tanaman obat yang digunakan sebagai obat tradisional untuk pengobatan kanker. Ganggang hijau (Spirogyra sp.) mempunyai kandungan zat aktif berupa melatonin dimana melatonin merupakan senyawa yang sudah diteliti para peneliti dunia sebagai obat antikanker dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol ganggang hijau (Spirogyra sp.) terhadap ekspresi COX-2 pada sel T47D. Ganggang hijau diekstraksi dengan menggunakan alat Soxhlet dengan pelarut etanol 96%. Penelitian ini menggunakan 3 kelompok yaitu kontrol sel, pemberian ekstrak etanol ganggang hijau konsentrasi 247,668 μg/ml dan 123,834 μg/ml. Untuk memastikan adanya ekspresi COX-2 dilakukan uji imunositokimia secara tidak langsung. Pengamatan dilakukan menggunakan mikroskop cahaya untuk melihat dan menghitung persen ekspresi COX-2. Hasil yang didapatkan menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna penurunan ekspresi COX-2 pada tiap kelompok.. Jadi dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol ganggang hijau (Spirogyra sp.) mampu menurunkan ekspresi COX-2 pada sel T47D.
EFEK HEPATOPROTEKTIF DAN NEFROPROTEKTIF BIJI ALPUKAT PADA TIKUS TERINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA Hendra, Phebe; Krisnadi, Gidion; Perwita, Ni Luh Putu Dian; Kumalasari, Ike; Quraisyin, Yuditha Anggarhani
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.145 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss3pp133-137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek hepatoprotektif dan nefroprotektif dari biji alpukat pada tikus terinduksi karbon tetraklorida. Sejumlah tikus diberikan infusa dan dekokta biji alpukat dengan dosis berturut-turut 360,7; 642,1 dan 1142,9 mg/kg sekali sehari selama 6 hari berturut-turut kemudian pada hari ke-7 diberi karbon tetraklorida dosis hepatotoksin. Pengambilan darah tikus dilakukan setelah 24 jam melalui sinus orbitalis mata, lalu diukur aktivitas enzim transaminase dan kadar kreatinin. Kenaikan serum transaminase dan kreatinin pada tikus terinduksi karbon tetraklorida dapat diturunkan secara signifikan (p<0,05) baik dengan perlakuan ekstrak infusa dan dekokta. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulakn bahwa infusa dan dekokta biji alpukat mempunyai efek protektif pada hepar dan ginjal tikus jantan terinduksi karbon tetraklorida. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7