cover
Contact Name
Pudyastuti Kusumaningrum
Contact Email
mot.farmasi@ugm.ac.idm
Phone
-
Journal Mail Official
mot.farmasi@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Obat Tradisional
ISSN : 14105918     EISSN : 24069086     DOI : -
Core Subject : Health,
raditional Medicine Journal (Majalah Obat Tradisional), or Trad. Med. J. (ISSN 1410-5918 (print) and ISSN 2406-9086 (online)), is an international scientific journal published by Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada, three times annually. Collaborating with Indonesian Pharmacist Association, Daerah Istimewa Yogyakarta, and we dedicate our journal to researches and development in traditional medicine. The journal receives papers on research laboratory, field research, and case studies of traditional medicine and its constituent, covering research topics including raw materials, cultivation, phytochemical, pharmacological effects and toxicology, formulation, and biotechnology.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 20, No 1 (2015)" : 9 Documents clear
EFEK EKSTRAK ETANOL GANGGANG HIJAU (Ulva lactuca L.) TERHADAP AKTIVITAS SGOT-SGPT PADA TIKUS Pertiwi, Puteriragil Atma; Widyaningsih, Wahyu
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.013 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss1pp%p

Abstract

Kerusakan pada hepar dapat ditunjukkan oleh aktivitas enzim seluler yang semakin meningkat. SGOT dan SGPT adalah dua macam enzim yang paling sering dihubungkan dengan kerusakan sel hepar. Salah satu penyebab kerusakan hepar adalah senyawa radikal bebas yaitu CCl4. Ganggang hijau (Ulva lactuca L.) memiliki senyawa melatonin yang bersifat anti oksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan ekstrak etanol ganggang hijau (Ulva lactuca L.) sebagai hepatoprotektor dengan menurunkan kadar SGOT dan SGPT akibat senyawa radikal bebas yaitu CCl4. Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I (kontrol normal) hanya diberi makan dan minum, kelompok II  diberi suspensi CMC-Na 1% sebagai kontrol pelarut, kelompok III diberi suspensi ekstrak etanol ganggang hijau dengan dosis 100mg/kgBB/hari, kelompok IV diberi suspensi ekstrak etanol ganggang hijau dengan dosis 200mg/kgBB/hari, dan kelompok V larutan pembanding tablet curcuma sebagai kontrol pembanding dengan dosis 200mg/kgBB/hari. Perlakuan dilakukan selama 21 hari secara per oral, pada hari ke-22 diberi suntikan CCl4 1,0mL/kgBB secara intraperitoneal kecuali kelompok I. Pengambilan darah melalui sinus orbitalis untuk diukur aktivitas SGOT dan SGPT. Hasil yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD dengan taraf kepercayaan 95 %. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol ganggang hijau (Ulva lactuca L.) dapat menurunkan aktivitas SGOT dan SGPT pada tikus jantan putih yang diinduksi CCl4.
FORMULASI TABLET HISAP CAMPURAN EKSTRAK RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb) dan KENCUR (Kaempferia galanga L) MENGGUNAKAN KOMBINASI BAHAN PENGISI MANITOL – MALTODEXTRIN Prasetyo, Widodo Ndaru; Mufrod, Mufrod
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.235 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss1pp%p

Abstract

Campuran rimpang temulawak dan kencur sering digunakan sebagai penambah nafsu makan.Namun bentuk sediaan yang selama ini digunakan kurang praktis dan tidak stabil dalam penyimpanan. Oleh karena itu perlu dibuat sediaan tablet hisap yang lebih praktis dan acceptable. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi bahan pengisi manitolmaltodextrin terhadap sifat fisik granul, sifat fisik tablet dan rasa tablet.Ekstrak temulawak dan kencur dibuat dengan metode perkolasi menggunakan etanol 70%, kemudian digranul dengan metode granulasi basah, dibuat menjaditiga formuladengan kombinasi bahan pengisi manitol-maltodekstrin (100:0, 85:15, 70:30). Hasil penelitian menunjukkan kombinasi bahan pengisi manitol-maltodextrin berpengaruh terhadap waktu alir, kompaktibilitas pada sifat fisik granul, dan sifat fisik tablet hisap, kecuali pada uji penampilan. Hasil uji tanggap rasa menunjukkan bahwa responden merasakan formula I asam, sedangkan formula II dan III menunjukkan rasa pahit.
PENGARUH MEDIA PADA PERTUMBUHAN FUNGI ENDOFIT IP-2 DAN PRODUKSI METABOLIT AKTIF INHIBITOR POLIMERISASI HEM Purwantini, Indah; Wahyono, Wahyono; Mustofa, Mustofa; Susidarti, Ratna Asmah
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.469 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss1pp%p

Abstract

Endophytic fungus IP-2 is the endophytic fungus isolated from the plant Artemisia annua L. This fungus is known to have activity as an inhibitor of heme polymerization. The aim of this study is to examine the suitable medium for the growth and production of the active metabolite and to determine the appropriate time for harvesting the active metabolite. Endophytic fungus was fermented in 4 types of media for 14 days. Sampling was taken every day to obtain the weight of the dry cells which were used for analysis of growth. The media obtained is used to determine their activities as heme polymerization inhibitor. Tests were carried out using the method developed by Bassilico et al (1998). Data of dry cell weight and the percentage inhibition of heme polymerization were analyzed in order to obtain the curve of growth and metabolite production. Both curves will be used to determine the proper time to harvest the active metabolite. The results showed that the PDB was the best medium for endophytic fungus IP-2 growth and was able to produce the active metabolite higher than most other media. In the PDB media, at day-7 showed that active metabolite produced at most so that proper harvest time metabolite is on the 7th day of fermentation.
AKTIVITAS MUKOLITIK SIRUP EKSTRAK ETANOLIK BUNGA KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L.) WARNA MERAH MAHKOTA TEGAK SECARA IN VITRO Permatasari, Dinar Hesti; Murrukmihadi, Mimiek
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.805 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss1pp%p

Abstract

Ekstrak etanolik bunga kembang sepatu warna merah telah terbukti dapat menurunkan viskositas mukus secara in vitro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh varian konsentrasi ekstrak dalam menurunkan viskositas mukus dalam sirup secara in vitro dan untuk mengetahui besarnya konsentrasi ekstrak yang sebanding dengan sirup asetilsistein 2,00%. Ekstrak etanolik diperoleh dengan menggunakan metode maserasi kemudian dibuat dalam sediaan sirup  dengan konsentrasi ekstrak yang bervariasi (1,00; 1,25; 1,50; 1,75 dan 2,00%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sirup dengan konsentrasi ekstrak 1,00; 1,25; 1,50; 1,75; dan 2,00% tidak  menunjukkan adanya aktivitas mukolitik secara in vitro dengan menurunkan viskositas mukus usus sapi dan tidak ada yang sebanding dengan aktivitas mukolitik asetilsistein 2,00%.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI MINYAK ATSIRI RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza Roxb.) DAN KURKUMINOIDNYA TERHADAP EFEK ANALGETIK PADA MENCIT Wicaksono, Arko Jatmiko; Yuniarti, Nunung; Pramono, Suwijiyo
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.4 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss1pp%p

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui efek analgetik dari minyak atsiri rimpang temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.), kurkuminoid, dan kombinasi keduanya. Penyarian kurkuminoid dilakukan dengan pelarut etil asetat dan heksan. Minyak atsiri diperoleh dari hasil destilasi air-uap. Uji analgetik dilakukan dengan metode formalin tes (20µL formalin 1%, intraplantar) terhadap mencit jantan galur Swiss (30±5g), umur 2 bulan. Kelompok uji meliputi CMC-Na 0,5 % p.o. (kontrol negatif), indometasin 4 mg/kgBB p.o. dan i.p. (kontrol positif), kurkuminoid 48 mg/kgBB p.o., minyak atsiri 24mg/kgBB p.o, serta kombinasinya p.o. Injeksi formalin dilakukan 1 jam setelah pemejanan sampel. Data licking time diambil pada fase I (menit 0-5) dan fase II (10-30menit) setelah injeksi formalin. Fase I mengindikasikan nyeri yang terjadi pada daerah susunan saraf pusat (SSP) sedangkan fase II pada daerah perifer. Hasil uji terhadap fase I menunjukkan daya analgetik indometasin p.o sebesar (4,96±3,26 %) dan i.p. (4,54±1,65%). Kurkuminoid dan minyak atsiri masing-masing (1,22±0,89%) dan (28,8±8,48%), sedangkan campuran (42,14±5,6%). Kurniawan (2007) melaporkan bahwa besarnya daya analgetik fase I pada morfin 5 mg/kgBB p.o. adalah (69,68±2,17%). Pada fase II minyak atsiri memiliki daya analgetik sebesar (74,63±1,97%), campuran minyak atsiri (24mg/kgBB) dan kurkuminoid (48 mg/kgBB) memiliki daya analgetik sebesar (67,56±0,59%), indometasin i.p. (49,46±1,08%) dan p.o (49,82±0,91%), serta kurkuminoid (44,80±1,46%).
OPTIMASI FORMULA TABLET DISPERSIBLE EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI DENGAN KOMBINASI BAHAN PENGHANCUR CROSCARMELLOSE SODIUM DAN SODIUM STARCH GLYCOLATE Rachmawati, Aditya Novera; Wahyono, Wahyono; Sulaiman, T. Nanda Saifullah
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.549 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss1pp%p

Abstract

Khasiat dan keamanan daun jambu biji (Psidium guajava L.) sebagai antidiare telah diuji secara praklinik dan klinik. Bentuk sediaan yang ada saat ini kebanyakan susah ditelan, waktu disintegrasinya lama serta memiliki rasa dan bau yang kurang enak, sehingga perlu diformulasikan sediaan yang lebih akseptabel bagi anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi formula tablet dispersible ekstrak air daun jambu biji menggunakan variasi bahan penghancur croscarmellose sodium (CCS) dan sodium starch glycolate (SSG) dengan metode simplex lattice design (SLD). Tablet dispersible dibuat 5 formula dengan metode granulasi kering yaitu formula I (100% CCS), II (75% CCS : 25% SSG), III (50% CCS : 50% SSG), IV (25% CCS : 75% SSG) dan V (100% SSG). Standarisasi ekstrak yang dilakukan meliputi uji organoleptik, susut pengeringan dan kromatografi lapis tipis (KLT). Tablet dispersible yang diperoleh, diuji sifat fisik keseragaman bobot, kerapuhan, kekerasan, waktu disintegrasi, waktu dispersi, waktu pembasahan serta KLT. Data dianalisis menggunakan software Design Expert® versi 7.1.4.0 untuk mendapatkan formula optimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi bahan penghancur CCS-SSG mempengaruhi sifat fisik tablet. Semakin besar jumlah SSG maka semakin besar kekerasan, waktu disintegrasi, waktu dispersi dan waktu pembasahan tablet. Formula optimum yang diperoleh adalah formula dengan kombinasi 71% CCS dan 29% SSG. 
PENENTUAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz, Blumeamollis (D.Don)Merr., Siegesbeckia orientalis L., DAN Salvia riparia H.B.K YANG DIKOLEKSI DARI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI DENGAN METODE DPPH(2,2-DIFENIL-1-PIKRIL-HIDRAZIL) SERTA PROFIL Santosa, Djoko; Haresmita, Perdana Priya
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.539 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss1pp%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan ekstrak wasbenzen dan metanolik empat jenis tumbuhan, yaitu Garcinia dulcis (Roxb.)Kurz, Blumea mollis (D.Don) Merr., Siegesbeckia orientalis L.,dan Salvia riparia H.B.K hasil koleksi dari TNGM berdasarkan metode penangkapan radikal bebas dengan DPPH dan mengetahui profil kromatografi lapis tipisnya. Ekstrak dibuat dengan proses maserasi bertingkat dengan penyari wasbenzen dan metanol, uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH serta analisis kualitatif dengan kromatografi lapis tipis (KLT) untuk tumbuhan dengan aktivitas antioksidan tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara keempat ekstrak metanolik, ekstrak Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz mempunyai aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC50 38,613µg/mL. Untuk ekstrak wasbenzen, ekstrak Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz juga mempunyai aktivitas tertinggi dengan nilai IC50 139,381µg/mL. Analisis kualitatif ekstrak metanolik Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz dengan kromatografi lapis tipis (KLT) menunjukkan bahwa ekstrak metanolik Garcinia dulcis (Roxb.) Kurz mengandung senyawa golongan fenol dan flavonoid.
SKRINING IN SILICO SENYAWA AKTIF BENGKOANG (Pachyrrhizus erosus) SEBAGAI ANTITIROSINASE PADA Aspergillus oryzae (STUDI KOMPUTASIONAL DENGAN HOMOLOGY MODELING DAN MOLECULAR DOCKING) Lukitaningsih, Endang; Wisnusaputra, Aditya; Sudarmanto, B. S. Ari
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.937 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss1pp%p

Abstract

Bengkoang has been widely used in the cosmetics industry as a whitening agent. Based on research by Lukitaningsih (2009), bengkoang contains 6 active compounds that  acts as a inhibitors of the Aspergillus oryzae (TyrAo) tyrosinase enzyme. However, the interaction between the active compounds in bengkoang and the enzyme tyrosinase has not been known yet. Interaction between bengkoangs active compounds and TyrAo enzyme can be identified by computational studies (in silico). The interaction is conducted using homology modeling and molecular docking. Homology modeling performed to design a three-dimensional (3D) model of Aspergillus oryzae tyrosinase enzyme (TyrAo) using a template form of known 3D structure of TyrAb enzyme (PDBID: 2Y9X). TyrAo model used as target macromolecules in molecular docking method. Molecular docking method is a method to describe ligand (active compounds) position on the active receptor (TyrAo model). Based on the docking results, it is known that residues interacting on the active site of tyrosinase enzyme were Thr275 and His294 residues. The Thr275 made a hydrogen bonding, while the His294 residue made a hydrophobic interaction on the aromatic ring. Experiments in silico and in vitro have been done; the results exhibited a good correlation of them with R2 value of -0.8366. This correlation indicates that the activity of the active compounds in Bengkoang was similar with the results of them in silico and in vitro studies.
EFEK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava Linn.) DAN DAUN JAMBU METE (Anacardium occidentale Linn.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PADA KULIT MENCIT (Mus musculus Linn.) Hasibuan, Fitri Nirwana; Yuniwarti, E. Yusuf Wachidah; Suedy, S. Widodo Agung
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.408 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss1pp%p

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji khasiat daun jambu biji dan daun jambu mete sebagai obat alternatif untuk pengobatan luka. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dibagi menjadi 5 perlakuan dengan 4 ulangan, K0 sebagai kontrol menggunakan B®, K1 menggunakan daun jambu biji dengan pelarut air, K2 menggunakan daun jambu biji dengan pelarut alkohol, K3 menggunakan daun jambu mete dengan pelarut air, K4 menggunakan daun jambu mete dengan pelarut alkohol. Metode yang digunakan adalah dengan cara menghaluskan masing-masing perlakuan K1, K2, K3 dan K4 sebanyak 100mg/200ml, kemudian diendapkan selama lima hari di dalam lemari es. Pasta obat didapatkan dengan memisahkan antara cairan dan endapan, kemudian pasta obat dapat dioleskan pada mencit yang telah diberi luka sepanjang 2 cm pada bagian punggung setiap pagi dan sore. variabel yang digunakan adalah lama penyembuhan, jumlah leukosit, neutrofil, limfosit dan rasio N/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lama penyembuhan tidak terdapat beda nyata (P<0,05) antara kontrol dengan perlakuan yaitu pada kontrol selama 14,00±1,63 hari, daun jambu biji dengan pelarut air 12,25±4,50 hari, daun jambu biji dengan pelarut alkohol 10,50±4,35 hari, daun jambu mete dengan pelarut air 12,50±1,00 hari, dan daun jambu mete dengan pelarut alkohol 11,00±3,91 hari. Tingkat stres yang dihasilkan juga menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (P<0,05) antara perlakuan dan kontrol yaitu pada kontrol N/L sebesar 1,95±0,11, daun jambu biji dengan pelarut air 1,98±0,20, daun jambu biji dengan pelarut alkohol 2,30±0,09, daun jambu mete dengan pelarut air 1,84±0,30, dan daun jambu mete dengan pelarut alkohol 1,95±0,20. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa daun jambu biji dan daun jambu mete baik dengan pelarut air maupun alkohol dapat digunakan sebagai obat penyembuh luka pada kulit.  

Page 1 of 1 | Total Record : 9