cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Counsellia
ISSN : 20883072     EISSN : 24775886     DOI : -
Core Subject : Education,
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling with registered number ISSN: 2088-3072 (Print) and ISSN: 2477-5886 (Online), is a peer-reviewed journal which publishes conceptual ideas, studies and research on the theory and application of Guidance and Counseling also education related to Guidance and Counseling. Counsellia is published by Departement of Guidence and Counseling Faculty of Teacher Training and Education Universitas PGRI Madiun. Any changes to the journal will be delivered on Journal History. Abstracts and full text that have been published on the website can be read and downloaded for free. Counsellia publish regularly two times a year in May and November.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2020)" : 8 Documents clear
Efektivitas Konseling Kelompok Ringkas Berfokus Solusi untuk mengembangkan konsep diri akademik Siswa Sumini, Sumini; Saputra, Wahyu Nanda Eka; Suardiman, Siti Partini
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v10i2.5144

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui efektifitas konseling kelompok ringkas berfokus solusi guna mengembangkan konsep diri akademik siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Tanjungsari tahun ajaran 2018/2019. Menggunakan jenis penelitian Eksperimen, dengan desain pre-eksperimen, model yang digunakan adalah One-group pretest posttest design. Subjek dipilih dengan teknik Nonprobability Sampling Design menggunakan Purposive Sampling. Pemilihan subjek didapatkan 6 siswa dari kelas VIII SMP Negeri 3 Tanjungsari, yang kategori dari nilai skala konsep diri akademiknya rendah. Teknik pengumpulan daya yang digunakan adalah skala konsep diri akademik dan pedoman wawancara. Data terkumpul dalam bentuk kuantitatif (angka). Analisis secara statistik dilakukan menggunakan rumus t-test. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan signifikan antara tingkat konsep diri akademik siswa sebelum dan setelah diberikan perlakuan yaitu layanan konseling kelompok ringkas berfokus solusi. Abstract: This study aims to determine the effectiveness of solutions focused group brief counseling to develop academic self-concept of class VIII students of Tanjungsari State Junior High School 3 academic year 2018/2019. The type of research used was Experiments with the Pre-Experimental Design using the One-group pretest posttest design. Determination of the subject uses the Nonprobability Sampling Design technique using Purposive Sampling. The subjects of this study were 6 students from 8th grade of Tanjungsari State Junior High School 3, with a category of low academic self-concept scale values. The power collection techniques used are the scale of academic self-concept and interview guidelines. Data collected in quantitative form (numbers) are then analyzed statistically using the t-test formula. The results showed a significant difference between the level of academic self-concept of students before and after being given a solution-focused group counseling treatment.
Pengembangan media animasi Flash untuk meningkatkan critical thinking skill Remaja melawan hoaks Amalia, Ulfa; Fitria, Erlin; Handayani, Irma
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v10i2.7600

Abstract

Peredaran berbagai informasi di dunia maya sangat beragam. Remaja yang cenderung aktif di media sosial memiliki resiko besar untuk terpapar hoaks. Kemudahan dalam mengakses dan menyebarkan informasi dengan bebas tanpa meninjau kebenarannya menjadi persoalan yang berpotensi untuk menimbulkan kesalahpahaman dan konflik. Karena itu, perlu upaya preventif dan interventif yang dapat dilakukan dengan memberikan pendekatan melalui edukasi dengan menggunakan media interaktif dalam lingkup layanan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media animasi flash dalam upaya meningkatkan critical thinking remaja melawan informasi hoaks. Metode penelitian dengan menggunakan R n D (research and development) mulai dari tahap perencanaan, desain, validasi ahli media dan ahli materi. Uji coba produk juga dilakukan pada kelompok terbatas untuk mendapatkan penilaian dari pengguna. Berdasarkan validasi ahli materi mendapatkan nilai 82,95% artinya sangat layak sedangkan menurut ahli media produk animasi dinilai sebesar 85,71% artinya juga sangat layak. Pada kelompok pengguna, produk mendapatkan nilai 84,40% dengan menggunakan standar penggunaan usability. Sesuai dengan hasil validasi dan penilaian maka hasil penelitian berupa animasi sebagai multimedia interaktif dianggap sangat layak untuk dapat digunakan dalam memberikan stimulasi positif bagi remaja dalam layanan informasi sebagai langkah membangun dan meningkatkan kemampuan berfikir kritis.Abstract: The circulation of various information in cyber space is very diverse. The ease of accessing and disseminating information freely without reviewing the truth is an issue that has the potential to cause misunderstanding and conflict. Therefore, preventive and interventive efforts are needed to carry out by providing an educational approach using interactive media within the scope of information services. This study aims to produce flash animation media as an effort to improve adolescent critical thinking to fight hoax. The research method used in this study is Reseach and development starting from the planning, design, expert validation, media and material validation. Product testing is also carried out in limited groups to get ratings from users. Based on the validation of material experts, the figure is 82.96% meaning that it is very feasible. In addition, according to media experts, the figure of animation products is 85.71% which means that it is also very feasible. In the user group, the product figure is 84.40% by using the usability standard. Related to the validation results and assessment, it is implied that animation as interactive multimedia is considered very feasible to be used in providing positive stimulation for adolescents in information services as a step to build and improve critical thinking skill
Pengembangan modul hipno-Neuro Linguistic Programming (NLP) untuk mengatasi stage fright Mahasiswa Rapikah, Rapikah; Casmini, Casmini
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v10i2.5816

Abstract

Stage fright sebagai sebuah masalah yang sering kali dialami oleh mahasiswa baru dapat menghambat mahasiswa dalam menjalankan tugas lapangan pada proses perkuliahan dan dalam proses menyampaikan materi di dalam kelas. Dalam peneitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian R&D, peneliti mengembangkan sebuah panduan terapi yang menggabungkan teknik hipnosis dan Neuro Linguistic Programming (NLP) yang diujicobakan kepada Mahasiswa baru UIN Sunan Kalijaga. Hasil uji coba dari modul panduan tersebut menunjukkan bahwa satge fright dapat diminimalisir dengan hypnosis dan NLP yang dalam penelitian ini berfungsi sebagai media untuk memasukkan nilai baru kepada klien dengan menggunakan pengembangan model Hipno-NLP untuk membuat bentuk anchor baru yang bertujuan mengatasi stage fright. Abstract: Stage fright as a problem that is oftentimes be experienced by new college students is obstructive in obeying assignment of study, either field assignment or presenting assignment in class. This research used Research and Development method and developed a therapeutic guide which combines hypnosis and Neuro Linguistic Programming (NLP) techniques and were tested on new students of UIN Sunan Kalijaga. The trial results of the guide module indicate that there is a significant effect on the subjects within both of these tools serve as a medium for entering new values to clients by using the development of the Hipno-NLP model to create new anchor that aim to overcome the stage fright
Teacher professional quality: Counselling services with technology in Pandemic Covid-19 Supriyanto, Agus; Hartini, Sri; Irdasari, Wahyu Nila; Miftahul, Aulia; Oktapiana, Siska; Mumpuni, Sesya Dias
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v10i2.7768

Abstract

The Covid-19 pandemic is affecting academic processes around the world and the emergence of problems in students. School counsellors have a significant role in helping problems and developing student potential through counselling services with digital technology media. This study focuses on discovering various technologies that were applied and used by school counsellors in the process of counselling services during the Covid-19 pandemic. The research method used a case study method, and a qualitative descriptive method with totally subject 20 teacher professional education alumni worked as school counsellors in various islands in Indonesia. The research instrument used an open questionnaire with distribution through google form media and descriptive qualitative data analysis. The results of the study found that asynchronous media and technology-based synchronous media were the leading alternatives for online counselling services during the Covid-19 epidemic. The use of asynchronous media with WhatsApp, Facebook, Instagram or social media, as well as synchronous media with Zoom, Webex, Google Meeting, or Hangout, can help solve problems and develop student potential. Recommendations for school counsellors to immediately adapt to the era of disruption and technology in counselling services. The following advice for the government is the administration of teacher and student welfare.
Hubungan religiusitas, depresi, dan kecemasan Matematika Mahasiswa Purnomo, Andreas Wisnu Adi; Loekmono, J.T. Lobby
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v10i2.6232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan antara variabel religiusitas, depresi dan kecemasan matematika secara bersamaan pada mahasiswa Fakultas Teknik Informatika Universitas Kristen Satya Wacana (FTI UKSW) angkatan 2017 penerima beasiswa dari pemerintah Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini berjenis penelitian korelasional dengan jumlah responden sebanyak 34 individu. Teknik sampling yang digunakan adalah Total sampling, yaitu semua populasi dijadikan sampel. Teknik analisis yang digunakan ialah korelasi ganda dengan koefisien signifikansi Sig< 0,05  dinyatakan ada hubungan signifikan. Berdasarkan hasil analisis didapati tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel religiusitas, depresi dan kecemasan matematika secara bersamaan. Hal ini dilihat dari koefisien signifikansi korelasi berganda senilai 0,601> 0,05. Abstract: This study aims to determine whether there is a significant relationship between the variables of religiosity, depression and math anxiety simultaneously in the Satya Wacana Christian University (SWCU FTI) Informatics Engineering students class of 2017 who are scholarship recipients from the Bengkayang Regency government. This research is a correlational research type with the number of respondents as many as 34 individuals. The sampling technique used was total sampling, in which all populations were sampled. The analysis technique used is multiple correlation with a significance coefficient of Sig <0.05, it is stated that there is a significant relationship. Based on the results of the analysis, it was found that there was no significant relationship between the variables of religiosity, depression and math anxiety simultaneously. This can be seen from the multiple correlation significance coefficient of 0.601> 0.05.
Pemberdayaan Remaja Masjid di masa pandemi Covid-19 melalui workshop dan simulasi Konseling Sebaya Sari, Ratna; Saleh, M Nurul Ikhsan; Rahman, Diana Nur; Aisah, Anita
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v10i2.7789

Abstract

Pandemi Covid-19 membuat ruang gerak semua orang menjadi terbatas, termasuk pada diri remaja. Remaja yang semestinya bebas untuk bersosialisasi dan berinteraksi, kini terbatasi oleh ruang-ruang online. Remaja disibukkan dengan sekolah online yang membuat lebih sibuk di dunia maya daripada di dunia nyata. Hal ini, tidak hanya menimbulkan kebosanan bagi remaja, melainkan juga berefek pada kesehatan mental remaja, sehingga membutuhkan rekan yang dapat membantu permasalahan yang dialami. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji efektifitas metode workshop dan simulasi sebagai wahana pemberdayaan remaja masjid dalam peningkatan skill konselor sebaya di masa pandemi Covid-19. Pendekatan penelitian mengkombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif atau mixed method. Metode pengumpulan data berupa observasi serta wawancara terstruktur, pretest dan posttest. Responden dalam penelitian ini adalah remaja masjid yang berjumlah 22 orang. Data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif teknik frekuensi. Adapun data kualitatif dianalisis menggunakan teknik Miles dan Huberman, yaitu; reduksi data, verifikasi data dan penyajian data. Hasil dari penelitian ini adalah berupa peningkatan pengetahuan dan kompetensi yang ditunjukkan remaja masjid setelah mengikuti rangkaian workshop konselor sebaya. Responden yang memiliki pemahaman yang baik pada materi posttest sebesar 87% dan dalam simulasi responden mampu melakukan praktik konseling sebaya sesuai panduan. Abstract: The Covid 19 pandemic limited everyone's space, including adolescents. Online spaces now limit youths who should be free to socialize and interact. Adolescents are preoccupied with online schools, which make them busier in cyberspace than in the real world. This case causes boredom for adolescents and affects their mental health, thus requiring partners to help their problems. This study intends to examine the effectiveness of workshop and simulation methods to empower mosque youth in increasing peer counselor skills during the Covid-19 pandemic. The research approach combines quantitative and qualitative methods (mixed method). The data collection methods were observation, a structured interview, pretest and posttest. Respondents in this study were 22 mosque youths. The quantitative data were analyzed by using descriptive statistics with frequency technique. The qualitative data were analyzed using the Miles and Huberman technique consisting of data reduction, data verification, and data presentation. This study's result is increased knowledge and competence shown by mosque youth after participating in peer counselor workshops and simulations. Respondents who had a good understanding of the posttest material were 87%, and in the simulation, respondents were able to practice peer counseling according to the guidelines.
Memahami perilaku kemandirian belajar Siswa melalui perspektif Human Agency: Sintesis perspektif Human Agency Alfaiz, Alfaiz; Kadafi, Asroful; Yuzarion, Yuzarion; Aulia, Rahmadianti; Suarja, Septya; Mulyani, Rila Rahma; Chandra, Yasrial; Adison, Joni
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v10i2.6761

Abstract

Human agency adalah konsep bahwa seorang individu memiliki kompetensi dalam perencanaan, disiplin, realisasi dan mengevaluasi perilaku mereka sendiri dalam keadaan hidup termasuk dalam pembelajaran. Ini telah dipelajari dalam pendidikan dengan empat sifat inti seperti sengaja, pemikiran, reaktivitas diri, dan reflektifitas diri membentuk individu sebagai aktor, bukan reaktor. Hal ini dapat digunakan untuk memahami pembelajaran mandiri siswa, karena konsep pembelajaran mandiri memiliki kesadaran diri secara sengaja. Jika individu selalu bergantung pada lingkungannya, itu karena ia tidak memiliki agen dalam keadaan hidupnya. Menurut sebuah penelitian terbaru yang dilakukan pada tahun 2012, telah menemukan bahwa seorang siswa memiliki kurang otonom dalam belajar, dan juga dari survei yang dilakukan pada 2017-2019 ditemukan bahwa 61,50% siswa di 4 sekolah menengah atas memiliki pembelajaran mandiri yang lebih rendah. Fenomena ini mempengaruhi perilaku selingkuh dan menunda-nunda mereka. Pada artikel ini akan membahas kondisi siswa dalam belajar dan memberikan rekomendasi baru dalam perspektif tentang intervensi alternatif dalam praktik bimbingan dan konseling tentang agensi manusia untuk membentuk dan memahami perilaku belajar mandiri dan juga sifat internalisasi agensi manusia dalam proses konseling dalam konteks dalam belajar.Abstract: Human agency is a concept that an individual has a competencies in planning, discipline, realization and evaluate their own behavior in life circumstance including in learning. It has been studied in education with four core properties such intentionally, forethought, self-reactiveness, and self-reflectiveness shape an individual as an actor, not a reactor. It can be used to understanding a student autonomous learning, because the concept of autonomous learning has a self-cognition purposely. If individual always depends on their environment, that because he does not have an agentic in his life circumstance. According a latest research that conducts in 2012, has found that a student has a lack of autonomous in learning, and also from survey that conduct in 2017-2019 it’s found that 61,50% students in 4 senior high school has lower autonomous learning. This phenomena influence to their cheating and procrastination behavior. On this article will discuss a student’s condition in learning and gives a new recommendation in perspective about alternative intervention in guidance and counseling practice about the human agency to shape and understanding an autonomous learning behavior and also internalization properties of human agency in counseling process in the context in learning.
Konseling Kelompok Singkat Berorientasi Solusi menggunakan media boneka untuk mengurangi agresivitas Siswa Sari, Syska Purnama; Indasari, Miftha; Surtiyoni, Endang
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v10i2.7569

Abstract

Aksi kekerasan merupakan bentuk dari agresivitas harus segera diselesaikan. Salah satu alternatif untuk menyelesaikan masalah agresivitas adalah menggunakan boneka dalam konseling kelompok singkat berorientasi solusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keeefektifan pendekatan konseling singkat berorientasi solusi dengan menggunakan media boneka untuk mengatasi masalah agresivitas siswa. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode eksperimen, model penelitian adalah pretest posttest one grup desain. Subyek penelitian adalah siswa kelas III Sekolah Dasar di Dusun Meritai. Setelah melakukan analisis data, hasil yang diperoleh adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi agresivitas siswa sebelum dan setelah diberikan perlakuan dengan konseling kelompok singkat berorientasi solusi yang menggunakan media boneka. Sehingga penggunaan boneka dalam konseling singkat berorientasi solusi dapat digunakan oleh guru BK sebagai alternatif untuk mereduksi perilaku agresif. Abstract: Violence which is part of aggressiveness and must be resolved. An alternative to resolving aggressiveness is to use dolls in solution focused brief group counseling. The purpose of this research is to observe the effectiveness of solution focused brief counseling using puppet media to reduce aggressiveness. This type of research is quantitative with the experimental method and the model is pretest posttest one group design. The research subjects were third grade elementary school students in Meritai village. The results of the study, it was a significant difference between the aggressiveness before and after being given solution focused brief group counseling using puppet media. So the conclusion is that the use of dolls in solution focused brief counseling can be used by counseling teachers as an alternative to reduce aggressiveness

Page 1 of 1 | Total Record : 8