cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
ISSN : 23017929     EISSN : 25021745     DOI : -
Core Subject : Education,
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) is a semiannual journal, published on March and September. JIPM published by Universitas PGRI Madiun. JIPM provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, and students to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles. The journal invites professionals in study of Mathematics Education, especially teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology , and educational developments.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2024)" : 9 Documents clear
The Effectiveness of Worksheet-Based Tri-N on Students' Mathematical Critical and Creative Thinking Abilities Material on Linear Equations in One Variable Suroyaningsih, Putri; Widodo, Sri Adi; Agustito, Denik; Perbowo, Krisna Satrio
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v12i2.19052

Abstract

This research is motivated by the fact that most junior high school students have low critical and creative thinking abilities when facing mathematical problems. Even though these two abilities can be used as a basis for solving a mathematical problem, this research aims to determine the effectiveness of Tri-N based LKPD on students' critical thinking and creative thinking skills in One Variable Linear Equations material. The research method used is an experimental method with a Posttest-Only Control Design. The sample size was 39 students in a private junior high school in Piyungan, Bantul. This sample was taken using a cluster random sampling technique. The instrument used in this research is a mathematical problem test, which aims to measure critical and creative thinking abilities in dealing with mathematical problems. The data analysis technique used is the MANOVA test. The research results show that learning mathematics on equations and linear inequalities in one variable using Tri-N based worksheets does not significantly affect students' ability to think critically and creatively. In connection with the results of this research, Tri-N based LKPD on equations and inequalities in one variable can be used as an alternative teaching material for mathematics learning in equations and inequalities in one variable.Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa sebagian besar siswa SMP memiliki kemamppuan berpikir kritis dan kreatif masih rendah saat menghadapi masalah matematis. Padahal dua kemampuan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk menyelesaikan suatu permasalahan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas LKPD berbasis Tri-N terhadap kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif siswa pada materi Persamaan Linier Satu Variabel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Posttest-Only Control Design. Ukuran sampel sebesar 39 siswa SMP swasta di Piyungan, Bantul. Sampel ini diambil dengan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes masalah matematis yang bertujuan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam mengahdapi masalah matematis. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika pada materi persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel menggunakan LKS berbasis Tri-N tidak berpengaruh signifikan terhadap kemampuan siswa dalam berpikir kritis dan kreatif. Berkaitan dengan hasil penelitian ini, LKPD berbasis Tri-N pada materi persamaan dan pertidaksamaan satu variabel dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar pembelajaran matematika pada materi persamaan dan pertidaksamaan satu variabel.
Analisis Kemampuan Inisiatif Peserta Didik SMP Dalam Memecahkan Masalah Kontekstual Pada Pembelajaran Matematika Lisnawati, Angga Dwita Desi; Zawawi, Irwani; Khikmiyah, Fatimatul
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v12i2.19477

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah kontekstual merupakan kemampuan yang perlu dikembangkan dalam menghadapi kehidupan nyata. Salah satu faktor internal yang perlu diperhatikan adalah kemampuan inisiatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan inisiatif peserta didik SMP dalam memecahkan masalah kontekstual pada pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 32 peserta didik kelas VII C SMP Negeri 34 Gresik Semester Genap Tahun Ajaran 2023/2024. Instrumen yang digunakan adalah lembar tes dan angket. Metode pengumpulan data penelitian ini yaitu tes dan penyebaran angket. Peserta didik mengerjakan tes dalam bentuk essai yang berisi dua soal kontekstual materi aljabar, dan angket yang berisi 15 item pernyataan. Kemudian, data akan dianalisis dengan menghitung persentase pada setiap indikatornya serta menggolongkan subjek penelitian kedalam kategori yang ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan inisiatif peserta didik kelas VII SMP tergolong tinggi dengan persentase 67%, meskipun kemampuan inisiatifnya tergolong tinggi tetapi kemampuan pemecahan masalah kontekstual mereka tergolong sedang dengan persentase 45%. Hal ini dapat dilihat pada analisis disetiap indikatornya yaitu peserta didik masih kurang pada indikator keterampilan berpikir luwes dalam kemampuan pemecahan masalah kontekstual, dan lebih banyak pada indikator berani mengambil risiko dalam kemampuan pemecahan masalah kontekstual. Contextual problem-solving skills are skills that need to be developed in dealing with real life. One of the internal factors to consider is the ability to take initiative. This study aims to describe the ability of junior high school students' initiative in solving contextual problems in mathematics learning. This type of research is descriptive research with a quantitative approach. The subjects of this study were 32 students of class VII C SMP Negeri 34 Gresik in the Even Semester of the 2023/2024 Academic Year. The instruments used are test sheets and questionnaires. The method of collecting this research data is testing and distributing questionnaires. Students take the test in the form of an essay containing two contextual questions of algebra material, and a questionnaire containing 15 statement items. Then, the data will be analyzed by calculating the percentage on each indicator and classifying the research subjects into specified categories. The results of this study showed that the initiative ability of grade VII junior high school students was high with a percentage of 67%, although their initiative ability was high, their contextual problem solving ability was classified as medium with a percentage of 45%. This can be seen in the analysis of each indicator, namely students are still lacking in indicators of flexible thinking skills in contextual problem solving abilities, and more in indicators of daring to take risks in contextual problem solving abilities.
Tren Penelitian Literasi Matematika di Indonesia: Analisis Bibliometric Warsitasari, Wahyu Dwi
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v12i2.18144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tren penelitian tentang literasi matematika di Indonesia. Tren penelitian dipetakan menggunakan metode analisis bibliometric dengan database SINTA (Science and Technology Index) yang melibatkan 466 publikasi dengan rincian jurnal yang sesuai scope pendidikan matematika sebanyak 139 jurnal yang mempublikasikan penelitian dengan topik literasi matematika dalam kurun waktu 2009 sampai dengan 2023 menunjukkan bahwa artikel tentang topik literasi matematika terbanyak dilakukan pada tahun 2022. Penulis dengan jumlah artikel terbanyak tentang literasi matematika adalah Wardono dengan total sitasi untuk seluruh penelitian dengan topik ini adalah 165 sitasi. Jurnal tujuan yang membahas topik literasi matematika terbanyak adalah Aksioma Jurnal Pendidikan Matematika yang dipublikasikan oleh Universitas Muhammadiyah Metro. Kata kunci yang paling banyak digunakan dalam penelitian-penelitian literasi matematika di Indonesia adalah mathematical literacy, disusul mathematics literacy ability, PISA, PBL (Problem-Based Learning) dan mathematics literacy. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan menggunakan topik-topik yang masih jarang dihubungkan dengan literasi matematika misalnya group investigation, information literacy, SPLTV (Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel), computer self-efficacy, scaffolding dan sebagainya.The purpose of this study is to ascertain the direction of mathematical literacy research in Indonesia. The SINTA (Science and Technology Index) database is used to map research trends using bibliometric analysis. This database contains details of 466 publications that correspond to the scope of mathematics education, as well as 139 journals that publish research on the topic of mathematical literacy between 2009 and 2023. The results indicate that the majority of articles on the topic of mathematical literacy were conducted in 2022. With 165 citations overall for all the studies on this subject, Wardono is the author with the most articles on mathematical literacy. The Aksioma Journal of Mathematics Education, which is published by Universitas Muhammadiyah Metro, is the journal that addresses mathematical literacy the most. Mathematical literacy is the most commonly used term in mathematical literacy research in Indonesia, followed by mathematics literacy ability, PISA, PBL (Problem-Based Learning), and mathematics literacy. Further study may be conducted on issues that are not commonly linked with mathematical literacy, such as group investigation, information literacy, SPLTV (System of Linear Equations Three Variables), computer self-efficacy, scaffolding, and so on. 
Analisis Kesalahan Siswa Kelas VIII dalam Menyelesaikan Soal Literasi Matematika Menggunakan Tes Testlet Rachma, Nur Ayuni Maulidya; Rosnawati, Raden
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v12i2.18707

Abstract

Literasi matematika merupakan sebuah kemampuan yang berkontribusi besar dalam penyelesaian masalah sehari-hari dengan berbagai konteks. Capaian literasi matematika siswa Indonesia masih rendah dan menunjukkan adanya kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal literasi matematika dengan indikasi adanya kesalahan siswa dalam mengerjakan soal literasi matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persentase kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal literasi matematika menggunakan tes testlet, mendeskripsikan persentase kesalahan pada tiap aspek literasi matematika, dan mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal literasi matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 153 siswa kelas VIII salah satu SMP di Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persentase kesalahan yang dilakukan siswa kelas VIII dalam menyelesaikan soal literasi matematika menggunakan tes testlet berkisar antara 1,307%–96,078%; (2) 83,66% dan 59,62% kesalahan dilakukan siswa pada konten aljabar, serta geometri dan pengukuran, pada konteks personal, sosial budaya, dan saintifik masing-masing sebesar 62,75%, 76,78%, dan 75,38%, pada level kognitif knowing, applying, dan reasoning masing-masing sebesar 61,5%, 77%, dan 76,83%; (3) Jenis kesalahan dari yang paling dominan dilakukan adalah kesalahan transformasi sebesar 38%, kesalahan keterampilan proses sebesar 31%, kesalahan penulisan jawaban akhir sebesar 18%, dan kesalahan memahami sebesar 13%.Mathematical literacy is an ability that contributes greatly to solving everyday problems with various contexts. Achievement of mathematical literacy of Indonesian students is still low and shows the difficulty of students in solving mathematical literacy problems with an indication of students' errors in solving mathematical literacy problems. This study aims to describe the percentage of errors made by students in solving mathematics literacy problems using testlet test, describe the percentage of errors in eact aspect of mathematics literacy, and describe the types of errors made by students in solving mathematical literacy questions. This type of study is descriptive research with a qualitative approach. The subjects of this research were 153 students in class VIII of one of the junior high schools in Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. The research results showed that: (1) The percentage of errors made by class VIII students in solving mathematical literacy questions using the testlet test ranged from 1,307%–96,078%; (2) 83,66% errors were made by students in algebra content and 59,62% of errors were made by students in geometry and measurement content, in personal, socio-cultural and scientific contexts, respectively 62,75%, 76,78% and 75,38%, at the cognitive level of knowing, applying, and reasoning respectively 61,5%, 77%, and 76,83%; (3) The most dominant types of errors made were transformation errors at 38%, process skills errors at 31%, errors in writing final answers at 18%, and understanding errors at 13%.
Profil Literasi Numerasi Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal AKM Konten Aljabar Berdasarkan Kemampuan Matematika Rachmawati, Fitri Kurnia; Lestari, Nurcholif Diah Sri; Oktavianingtyas, Ervin; Trapsilasiwi, Dinawati; Murtikusuma, Randi Pratama
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v12i2.18983

Abstract

Literasi numerasi diperlukan oleh siswa SMA untuk mempersiapkan diri dalam menempuh pendidikan tinggi atau memasuki dunia kerja pada abad 21 yang dapat diukur dengan tes AKM konten aljabar. Perbedaan kemampuan matematika siswa SMA menyebabkan perbedaan tingkat literasi numerasi yang dicapai. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan tujuan mendeskripsikan literasi numerasi siswa SMA dalam menyelesaikan soal AKM konten aljabar berdasarkan kemampuan matematika. Lokasi penelitian adalah SMAN 2 Jember dengan subjek penelitian adalah tiga siswa kelas XI MIPA 5 yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes tulis dan wawancara yang kemudian dianalisis berdasarkan indikator literasi numerasi pada proses kognitif pemahaman, penerapan, dan penalaran; dilakukan member check; menyajikan data, serta melakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa siswa dengan kemampuan matematika tinggi dikategorikan pada tingkat literasi numerasi mahir dan memenuhi seluruh indikator proses kognitif. Siswa dengan kemampuan matematika sedang dikategorikan pada tingkat literasi numerasi cakap dan hanya memenuhi indikator proses kognitif pemahaman dan penerapan. Siswa dengan kemampuan matematika rendah dikategorikan pada tingkat literasi numerasi dasar dan hanya memenuhi indikator proses kognitif pemahaman dan dua indikator proses kognitif penerapan. Dengan demikian, penggunaan soal dengan konteks kehidupan sehari-hari diperlukan untuk mengasah literasi numerasi siswa dalam menyelesaikan permasalahan dengan konteks dunia nyata.   Numeracy literacy is needed by high school students to prepare themselves for higher education or entering the workforce in the 21st century which can be measured by the AKM test on algebra content. Differences in the mathematical abilities of high school students cause differences in the level of numeracy literacy achieved. This type of research is descriptive qualitative with the aim of describing the numeracy literacy of high school students in solving AKM questions on algebra content based on mathematical ability. The research location is SMAN 2 Jember with the research subjects are three students of class XI MIPA 5 selected by purposive sampling technique. Data were collected through written tests and interviews which were then analyzed based on numeracy literacy indicators on cognitive processes of understanding, application, and reasoning; member checks were conducted; presenting data, and drawing conclusions. The results showed that students with high mathematics ability were categorized at the advanced numeracy literacy level because they met all the cognitive process indicators. Students with moderate mathematics ability are categorized at the proficient numeracy literacy level because they only fulfill the cognitive process indicators of understanding and application. Students with low mathematics ability are categorized at the basic numeracy literacy level because they only fulfill the cognitive process indicators of understanding and two cognitive process indicators of application. Thus, the use of problems with the context of everyday life is needed to hone students' numeracy literacy in solving problems with real-world contexts. 
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Matematika Materi Bangun Datar Kelas III Sekolah Dasar Nisaa, Roisatun; Yuniawatika, Yuniawatika; Surayanah, Surayanah
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v12i2.18184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan bahan ajar matematika materi bangun datar kelas III di UPT SD Negeri Tegalrejo 01 dan sebagai pedoman guru untuk membuat bahan ajar matematika dengan melibatkan teknologi agar menarik minat belajar siswa. Permasalahan yang ditemukan yaitu siswa kesulitan memahami sifat-sifat bangun datar, lemahnya hitungan perkalian dan pembagian, siswa kebingungan menempatkan rumus keliling dan luas bangun datar, dalam proses pembelajaran guru hanya menggunakan buku tematik saja tanpa adanya bahan ajar lainnya sebagai pendamping penjelasan materi bangun datar, serta keterbatasan informasi pada buku tematik dan kumpulan soal menyebabkan siswa kesusahan dalam memahami materi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualititatif dengan mengumpulkan data melalui angket, wawancara, dan observasi. Instrument data berupa wawancara dan angket analisis. Hasil dari analisis yang dilakukan yaitu didapatkan sebanyak 94 % siswa sangat membutuhkan bahan ajar sebagai pendamping belajar. Bahan ajar yang dimaksud haruslah kreatif dan inovatif dengan mengintegrasikan teknologi yang penyajiannya didukung dengan konten – konten yang menarik, dan untuk mendorong minat siswa terhadap matematika dan memudahkan memahami konsep matematika. This research aims to analyze the need for mathematics teaching materials for class III flat figures at UPT SD Negeri Tegalrejo 01 and as a guide for teachers to create mathematics teaching materials involving technology to attract students' interest in learning. The problems found were that students had difficulty understanding the properties of flat shapes, weak multiplication and division calculations, students were confused about placing the formulas for perimeter and area of flat shapes, in the learning process the teacher only used thematic books without any other teaching materials to accompany the explanation of flat shape material, and limited information in thematic books and question sets cause students to have difficulty understanding the material. The method used is descriptive qualitative obtained from interviews, student needs questionnaires, and observations. The results of the analysis carried out were that 94% of students really needed teaching materials as learning companions. The teaching materials in question must be creative and innovative by integrating technology whose presentation is supported by interesting content, to encourage student's interest in mathematics and make it easier to understand mathematical concepts.  
Students’ Ways of Understanding and Ways of Thinking in Solving Trigonometric Problems Maghfiroh, Fitria; Dasari, Dadan; Dahlan, Jarnawi Afgani; Inayah, Clara Fadhilah; Fitriyah, Yuni
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v12i2.18833

Abstract

Berpikir matematis sangat penting sebagai cara untuk mempelajari matematika. Menurut teori Harel istilah berpikir matematis tingkat lanjut berakar pada dua elemen pengetahuan: cara memahami (WoU) dan cara berpikir (WoT). Cara memahami mengacu pada bagaimana siswa menginterpretasikan suatu konsep tertentu dan hubungan antar konsep, memberikan solusi terhadap masalah, dan membenarkan apakah suatu keyakinan benar atau tidak, sedangkan cara berpikir adalah proses mental yang menghasilkan pemahaman siswa terhadap suatu hal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan cara siswa memahami dan berpikir dalam menyelesaikan masalah matematika yang terkait dengan trigonometri. Penelitian ini dilakukan di sebuah sekolah menengah atas di Jakarta Selatan, Indonesia. Subjek penelitian adalah siswa kelas 11 yang telah mempelajari tentang trigonometri. Data dikumpulkan dari instrumen tes yang terdiri dari tiga masalah matematika terkait trigonometri dan hasil wawancara. Analisis data dilakukan dengan tiga tahap, yaitu teknik reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cara memahami dan cara berpikir siswa saling memengaruhi. Jadi, dalam masalah trigonometri ini, cara berpikir siswa memengaruhi pemahaman siswa terhadap konsep, dan sebaliknya pemahaman siswa terhadap konsep memengaruhi cara berpikir mereka. Mathematical thinking is essential as a way of learning mathematics. According to Harel’s theory in defining the term advanced mathematical thinking, it is rooted in two pieces of knowledge: ways of understanding (WoU) and ways of thinking (WoT). Ways of understanding refer to how students interpret a particular concept and the relationship between concepts, give solutions to a problem, and justify whether a belief is true or not, while ways of thinking are a mental process that results in students’ understanding of a particular thing. The purpose of this research is to describe students’ ways of understanding and ways of thinking in solving mathematical problems related to trigonometry. The research was conducted at a senior high school in Jakarta Selatan, Indonesia. The subjects of the research were the students grade 11 who has learned trigonometry. The data were collected from the test instruments consisting of three mathematical problems related to trigonometry and interview transcript. The data analysis used in this research are reduction techniques, presentation, and drawing conclusions. The result of this research showed that students’ ways of understanding and ways of thinking influenced each other. So, in this trigonometry problem, students’ ways of thinking influence the students’ understanding of the concepts, and likewise students’ understanding of the concepts affects their ways of thinking.
Pengembangan Modul Ajar Berbasis Pirie Kieren untuk Mendukung Pertumbuhan Pemahaman Matematis Putri, Reni Albertin; Susiswo, Susiswo; Muksar, Makbul
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v12i2.19349

Abstract

 Pemahaman matematis merupakan tujuan pembelajaran matematika. Akan tetapi, berdasarkan studi literatur dan observasi lapangan, pemahaman matematis siswa masih rendah. Salah satu faktornya adalah kurangnya pembelajaran yang dapat mendukung pertumbuhan pemahaman matematis. Oleh karena itulah, peneliti melakukan penelitian dengan tujuan mengembangkan modul ajar berbasis Pirie Kieren yang valid, praktis, dan efektif untuk mendukung pertumbuhan pemahaman matematis. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model Plomp yang meliputi tiga tahap yaitu fase pendahuluan, pengembangan, dan assesmen. Instrumen pada penelitian ini adalah lembar validasi, lembar observasi pembelajaran, dan soal tes. Teknik analisis rata-rata digunakan untuk menentukan kevalidan dan kepraktisan produk berdasarkan skor pada lembar validasi dan lembar observasi pembelajaran. Sementara itu, uji-t (independent samples) digunakan untuk menentukan keefektifan produk berdasarkan skor tes siswa. Uji coba modul ajar dilakukan kepada 30 siswa kelas X SMAN 08 Malang. Berdasarkan hasil uji coba, diperoleh bahwa modul ajar memenuhi kriteria valid dengan skor validasi diatas 3,7, memenuhi kriteria praktis dengan skor observasi pembelajaran diatas 3,6, dan memenuhi kriteria efektif dengan hasil uji-t independent samples yang menunjukkan adanya kenaikan signifikan antara skor pretest dan posttest. Meskipun demikian tetap dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan modul ajar dengan model/ metode berbeda serta melakukan analisis terhadap proses pertumbuhan pemahaman siswa.   Mathematical understanding is the goal of mathematics learning. However, based on literature studies and field observations, students' mathematical understanding is still low. One factor is the lack of learning that can support the growth of mathematical understanding. Therefore, researchers conducted research with the aim of developing valid, practical and effective Pirie Kieren-based teaching modules to support the growth of mathematical understanding. This research is development research using the Plomp model which includes three stages, namely the preliminary, development and assessment phases. The instruments in this research were validation sheets, learning observation sheets, and test questions. The average analysis technique is used to determine the validity and practicality of the product based on the scores on the validation sheet and learning observation sheet. Meanwhile, t-test (independent samples) is used to determine product effectiveness based on student test scores. The teaching module trial was carried out on 30 class X students of SMAN 08 Malang. Based on the trial results, it was found that the teaching module met the valid criteria with a validation score above 3.7, met the practical criteria with a learning observation score above 3.6, and met the effective criteria with independent sample t-test results showing a significant increase between the pretest and posttest scores. However, further research is still needed to develop teaching modules with different models/methods and to analyze the process of growing student understanding.
Etnomatematika Rumah Adat Betang Suku Dayak Kalimantan Tengah Assidiqi, Hasby; Atiah, Atiah
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v12i2.18257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep matematika yang terdapat dalam Rumah Adat Betang Suku Dayak. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di lakukan di Desa Penyang, Kec. Telawang, Kab. Kotawaringin Timur. Subjek dalam penelitian ini adalah pengelola dari Rumah Adat Betang, sedangkan objeknya yaitu aspek matematika yang terkandung dalam Rumah Adat Betang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dengan alat bantu pedoman wawancara dan pedoman observasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yang mengacu pada model Milles and Huberman. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi (metode). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat konsep matematika pada rumah adat betang suku Dayak Ngaju. Berikut beberapa temuan konsep matematika diantaranya: Konsep geometri (titik, garis, persegi, lingkaran, tabung, balok), Pola bilangan Aritmatika, koordinat kartesius dan kurva. Karena keterbatasan peneliti dalam mengeksplorasi konsep-konsep matematika pada Rumah Adat Betang. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih mendalam terkait konsep matematika pada rumah adat betang dan dikelompokkan berdasarkan jenjang sekolah.This research is aimed at finding out the mathematical concepts that exist in the Aboriginal House of the Tribe of Dayak. The research approach used is qualitative descriptive. The research is being carried out in Penyang Village, Telawang District, East Waringin District. The subject in this study is the administrator of the Aboriginal House Betang while the object is the mathematical aspects contained in the aboriginal house Betang. The data collection technique uses observations, interviews and documentation. The research instrument is the researcher's own tool with the help of the guidelines for interviews, and the guidance for observations. Data analysis techniques using an interactive analysis model that refers to the Milles and Huberman models. Data validation techniques using triangulation (metode). Based on the research results, it can be concluded that there are mathematical concepts in the traditional betang house of the Dayak Ngaju tribe. The following are some of the findings of mathematical concepts including: Geometric concepts (points, lines, squares, circles, cylinders, blocks), arithmetic number patterns, Cartesian coordinates and curves. Due to the limitations of researchers in exploring mathematical concepts in the betang traditional house. Therefore, more in-depth research is needed regarding mathematical concepts in betang traditional houses and grouped by school level. 

Page 1 of 1 | Total Record : 9