cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
ISSN : 23017929     EISSN : 25021745     DOI : -
Core Subject : Education,
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) is a semiannual journal, published on March and September. JIPM published by Universitas PGRI Madiun. JIPM provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, and students to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles. The journal invites professionals in study of Mathematics Education, especially teaching and learning, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology , and educational developments.
Arjuna Subject : -
Articles 315 Documents
Improvement of Prospective Teacher Mathematics Reasoning Ability Using Numeration Assisted E-Learning Jayanti, Jayanti; Jumroh, Jumroh
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v10i1.10347

Abstract

This study aims to examine the improvement of prospective teacher Mathematical Reasoning (KPM) abilities through E-Learning-assisted Numeration learning. This study used a quasi-experimental method with a non-equivalent pretest and posttest control group design. The subjects of this study were mathematics prospective teachers at Universitas PGRI Palembang. namely the experimental class which received E-learning assisted numeracy learning (PNBE) and the control class which received conventional learning (PK). Based on the results of the analysis of the difference in the mean difference in the KPM increase of prospective teachers who received PNBE learning and prospective teacher who received conventional learning, the scores from the table of increasing KPM of students who received E-learning-assisted Numeration learning (PNBE) were better than a prospective teacher who received conventional learning. Based on the results of data analysis, it can be concluded that numeracy skills and mathematical reasoning abilities of fourth-semester prospective teacher PGSD at PGRI university are quite good. It is recommended for teaching staff/lecturers to be able to try out this learning model on other mathematical abilities.
Bahan Ajar Etnomatematika Situs Purbakala Pugung Raharjo untuk Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Choirudin, Choirudin; Mispani, Mispani; Setiawan, Agus; Muslimin, Ahmad; Anwar, Muhammad Saidun
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v10i1.8137

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi benda-benda budaya (artefak) dari Situs Pugung Raharjo di Lampung Timur dan menerapkan potensi yang dapat dikembangkan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran matematika pendidikan tinggi untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) yang mengacu pada jenis pengembangan model ADDIE dan melibatkan semua pihak terkait (stakeholders): 1) Pemerintah Kabupaten Lampung Timur selaku pemilik otoritas di bidang penelitian dan pengembangan, 2) Lembaga Pendidikan Ma'arif NU sebagai pembuat kebijakan di lingkungan pendidikan di bawah NU Lampung, 3) Lembaga Penjaminan Mutu IAIMNU Metro, 4) Dosen dan Guru, 5) Mahasiswa sebagai subjek dari belajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan survei terhadap pengembangan buku ajar bagi mahasiswa Pendidikan Matematika di IAIMNU Metro, khususnya bagi pecinta, pemerhati, dan pembuat kebijakan di bidang budaya dan matematika. Etnomatematika telah menjadi salah satu materi pembelajaran Matematika. Sudah menjadi mata kuliah wajib yang harus diajarkan pada program studi Matematika di beberapa kampus ternama di Indonesia namun belum menjadi salah satu mata kuliah wajib dalam program pendidikan matematika IAIMNU Metro Lampung. Etnomatematika Situs Pugung Raharjo memiliki makna dan fungsi bagi mahasiswa apabila mahasiswa dapat mengkaitkan dengan matematika.
Profil Kemampuan Penalaran Spasial Siswa SMPN 1 Padangpanjang Pada Masalah Geometri Leni, Nofri; Musdi, Edwin; Arnawa, I Made; Yerizon, Yerizon
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v10i1.10000

Abstract

Penalaran spasial adalah kemampuan mental yang bersangkutan dengan pemahaman, memanipulasi, merotasi, dan hubungan visual.  Penalaran spasial yang terdiri dari tiga konstruk yakni visualisasi spasial, rotasi mental, dan orientasi spasial ini merupakan salah satu kemampuan penting dalam geometri. Penelitian  deskriptif  kualitatif  ini  bertujuan mendeskripsikan kemampuan spasial siswa SMPN1 Padangpanjang dalam memahami, memanipulasi dan merotasi  suatu  objek  serta  kemampuan  membayangkan  bentuk  objek  dari  perspektif berbeda dengan pemberian tes masalah geometri  dengan topik dimensi tiga. Subjek dalam penelitian ini adalah 32 orang  siswa SMPN1 Padangpanjang. Subjek kemudian dikategorikan menjadi kelompok tinggi, sedang, rendah dan dilakukan pendalaman pada tiap perwakilan kelompok melalui wawancara. Berdasarkan aktivitas penalaran spasial dan wawancara, diperoleh deskripsi sebagai berikut: siswa kelompok tinggi sebanyak 18,75% siswa, memiliki kemampuan penalaran spasial yang tinggi karena mampu memunculkan mental images yang jelas untuk menyelesaikan masalah geometri dengan langkah terstruktur, siswa kelompok sedang sebanyak  56,25% siswa memiliki kemampuan penalaran spasial yang sedang karena menemukan jawaban dengan cara yang tidak terstruktur dengan menebak jawaban, lalu membayangkan untuk mengecek kebenaran jawaban, sedangkan siswa kelompok rendah  sebanyak 25% siswa memiliki kemampuan penalaran spasial yang rendah karena sama sekali tidak mampu memperoleh gambaran visual dalam pikirannya dan tidak tahu cara menyelesaikan masalah yang diberikan.
Pengembangan Modul Elektronik Berbasis Differentiated Instruction untuk Pembelajaran Blended Learning Fatmianeri, Yulia; Hidayanto, Erry; Susanto, Hery
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v10i1.8709

Abstract

Hasil belajar matematika siswa masih rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah minat belajar. Minat belajar siswa dipengaruhi oleh gaya belajar siswa (Iin Asikin, 2017). Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah pengembangan bahan ajar berupa e-modul berbasis Differentiated Instruction berdasarkan gaya belajar siswa untuk pembelajaran Blended Learning. Penelitian ini memiliki tujuan menghasilkan e-modul berbasis Differentiated Instruction berdasarkan gaya belajar siswa untuk pembelajaran Blended Learning yang menarik minat siswa. Research and Development dengan tipe 4D merupakan metode yang digunakan pada penelitian ini. Pendefenisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran merupakan tahapan dari pengembangan e-modul berbasis Differentiated Instruction untuk pembelajaran Blended Learning. Penelitian ini hanya sampai pada tahap pengembangan karena hasil penelitian sudah didapatkan. Instrumen yang digunakan adalah Lembar Penilaian Validasi Differentiated Instruction untuk model pembelajaran Blended Learning. Validator hanya dilakukan oleh praktisi Pendidikan. Hasil validasi e-modul berbasis Differentiated Instruction untuk pembelajaran Blended Learning pada materi Relasi dan Fungsi pada seluruh aspek memiliki persentase 82.32% dengan kategori layak. Oleh sebab itu, e-modul pembelajaran matematika berbasis Differentiated Instruction untuk pembelajaran Blended Learning ini layak digunakan sebagai bahan ajar pendukung, atau bahan ajar pokok pada materi Relasi dan Fungsi untuk siswa kelas VIII MTs/SMP. Implikasi dari penelitian ini agar e-modul berbasis Differentiated Instruction untuk pembelajaran Blended Learning dapat dikembangkan pada materi dan mata pelajaran lain, serta hendaknya ada pelatihan untuk guru-guru membuat e-modul yang menarik minat siswa dalam belajar.
Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal HOTS Geometri Rosyidah, Ana Siti; Hidayanto, Erry; Muksar, Makbul
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v10i2.8819

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS geometri. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMPN 1 Madiun pada 32 siswa kelas IX H tahun ajaran 2020/2021. Selanjutnya, dipilih satu subjek pada masing-masing kategori yaitu kemampuan penalaran matematis tinggi, kemampuan penalaran matematis sedang, dan kemampuan penalaran matematis rendah untuk dilakukan analisis data dengan melihat kemampuan penalaran matematis siswa berdasarkan indikator; mengajukan dugaan, melakukan manipulasi matematika, memberikan alasan atau bukti dan menarik kesimpulan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang mempunyai kemampuan penalaran kategori rendahmenuliskan jawaban dengan tidak tepat dan hanya memenuhi indikator penalaran matematis pertama yakni mengajukan dugaan. Siswa yang memiliki kemampuan penalaran matematis kategori sedang menjawab soal kurang lengkap dan memenuhi dua indikator penalaran matematis; mengajukan dugaan dan menarik kesimpulan. Siswa yang memiliki kemampuan penalaran matematis kategori tinggi menuliskan jawaban dengan tepat, lengkap dan memenuhi semua indikator penalaran matematis: mengajukan dugaan, melakukan manipulasi matematika, memberikan alasan atau bukti dan menarik kesimpulan.Kata kunci: Penalaran matematis; Soal HOTS, GeometriAbstract: This study aims to describe students' mathematical reasoning abilities in solving geometric HOTS problem. The method used is descriptive qualitative. The research was conducted at SMPN 1 Madiun on 32 students of class IX H for the 2020/2021 school year. Furthermore, one subject was selected in each category, namely high mathematical reasoning ability, medium mathematical reasoning ability, and low mathematical reasoning ability for data analysis by looking at students' mathematical reasoning abilities based on indicators; making conjectures, performing mathematical manipulations, providing reasons or evidence and drawing conclusions. Data collection techniques in this study used tests and interviews. The results of this study indicate that students who have low category reasoning abilities write answers incorrectly and only satisfy the first mathematical reasoning indicator, namely making conjectures. Students who have the medium category of mathematical reasoning write answer incomplete and satisfy two indicators of mathematical reasoning; making conjectures and drawing conclusions. Students who have high category mathematical reasoning abilities write answers accurately, completely and satisfy all indicators of mathematical reasoning: making conjectures, performing mathematical manipulations, providing reasons or evidence and drawing conclusions.Key words: Mathematical reasoning; HOTS Problem, Geometry
Eksplorasi Etnomatematika pada Proses Penentuan Hari Sakral Desa Sambeng di Kabupaten Cirebon Sulaiman, Herri
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v10i1.8812

Abstract

Sistem penanggalan jawa di desa Sambeng pada umumnya seperti penanggalan jawa. Akan tetapi dalam penanggalan jawa setiap nama hari memiliki nilai (neptu) yang dapat dilambangkan dengan angka atau disebut juga neptu hari. Selain itu, hari dalam jawa memiliki nilai (neptu) yang dilambangkan dengan angka disebut juga neptu pasaran. Proses penentuan hari sakral di Desa Sambeng biasanya diterapkan pada hari pernikahan, bercocok tanam, serta dalam membangun rumah. Sebagai bagian dari budaya proses penentuan hari sakral di Desa sambeng memiliki banyak hal yang dapat dieksplorasi dan diketahui kaitannya dengan unsur-unsur matematika. Penelitian  ini  bertujuan  untuk menelaah  istilah dan pola perhitungan pada proses penentuan hari sakral dalam budaya Desa Sambeng di Kabupaten Cirebon. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan triangulasi dan analisis data model Spadley. Pola hidup serta adat istiadat dari suatu masyarakat di suatu daerah terkadang tidak disadari bahwa secara langsung masyarakat tersebut menggunakan suatu unsur matematika. Salah satu unsur yang terdapat dalam pola perhitungan penanggalan jawa yaitu konsep himpunan, penjumlahan, dan pembagian. Sehingga hasil dari  eksplorasi tersebut dapat dihubungkan dengan konsep materi di SMP.
Analisis Berpikir Reflektif Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau Dari Tipe Kepribadian Ngadino, Dede; Sukoriyanto, Sukoriyanto; Sudirman, Sudirman
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v10i2.9009

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis berpikir reflektif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika ditinjau dari tipe kepribadian. Jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif. Pengambilan subjek dilakukan dengan mengamati karakteristik siswa dengan merujuk pada ciri-ciri tipe kepribadian introvert maupun ekstrovert. Siswa yang memenuhi karakteristik tipe kepribadian kemudian diberikan soal tes yang dikerjakan secara think a loud dan dilakukan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menyelesaikan soal, kedua siswa dengan tipe kepribadian yang berbeda mampu memenuhi semua indikator berpikir reflektif yaitu Reacting (berpikir reflektif untuk aksi), Comparing (berpikir reflektif untuk evaluasi) dan Contemplating (berpikir refektif untuk inkuiri kritis). Jika dilihat dari proses kerja kedua siswa, tampak bahwa dengan tipe kepribadian yang berbeda dapat menghasilkan cara kerja yang berbeda pula. Tipe kepribadian introvert cenderung menyelesaikan masalah dengan teliti dan terperinci dari awal sampai akhir. Sementara tipe kepribadian ekstrovert cenderung menyelesaikan masalah dengan cara yang tidak detail serta tergesa-gesa dalam pengambilan keputusan tanpa berpikir dengan baik sehingga hasil yang diperoleh keliru. Setelah melalui tahap refleksi sehingga dapat memperbaiki cara kerja hingga memperoleh hasil yang benar.Kata kunci: Berpikir reflektif; tipe kepribadian AbstractThis study aims to analyze students' reflective thinking in solving math problems in terms of personality types. This type of research is qualitative research. Subject taking is done by observing the characteristics of students by referring to the characteristics of introvert and extrovert personality types. Students who meet the characteristics of the personality type are then given test questions that are done think a loud and are interviewed. The results showed that in solving the questions, the two students with different personality types were able to fulfill all indicators of reflective thinking, namely Reacting (reflective thinking for action), Comparing (reflective thinking for evaluation) and Contemplating (reflective thinking for critical inquiry). When viewed from the work process of the two students, it appears that with different personality types can produce different ways of working. The introvert personality type tends to solve problems thoroughly and in detail from start to finish. While the extrovert personality type tends to solve problems in a way that is not detailed and rushed in making decisions without thinking well so that the results obtained are wrong. After going through the reflection stage so that it can improve the way it works to get the right results.Keywords: Reflective thinking; personality type
Argumentasi Siswa Dalam Pembuktian Konjektur Savitri, Intan Carolina; Nusantara, Toto; Rahardjo, Swasono
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v10i2.8903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Struktur argumentasi siswa dalam pembuktian konjektur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek pada penelitian adalah 8 orang siswa kelas XI SMAN 1 Rogojampi. Subjek diminta membuktikan konjektur kemudian dikelompokan berdasarkan hasil pembuktian yang diberikan. Kemudian setiap subjek akan diwawancara untuk mengetahui argumentasinya. Hasil wawancara akan dianalisis berdasarkan struktur argumentasi Toulmin. Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur argumentasi siswa yang menghasilkan pembuktian dengan contoh generik hampir sama dengan siswa yang menghasilkan pembuktian dengan contoh empirik. Struktur argumentasi siswa yang membuktikan dengan contoh lebih rumit dan memuat lebih banyak jenis komponen argumentasi dibanding siswa yang membuktikan secara formal.
Pengembangan Lembar Kerja Siswa dengan Model Inkuiri Terbimbing Berbantuan Software Geometer’s Sketchpad Kadarisma, Gida; Priatna, Nanang; Dahlan, Jarnawi Afgani
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v10i2.9330

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman siswa pada materi geometri khususnya sudut dan garis. Karena objek-objek geometri bersifat abstrak maka dalam belajar geometri diperlukan suatu bahan ajar yang didalamnya terdapat cara-cara penemuan konsep dengan bimbingan guru serta bantuan software agar siswa lebih mudah mengeksplorasi objek-objek secara dinamis dan akurat. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan LKS dengan model inkuiri terbimbing berbantuan Software Geometer’s Sketchpad pada materi sudut dan garis. Dengan demikian metode dalam penelitian ini adalah metode pengembangan model 4D yaitu Define  (pendefinisian), design (perancangan), develop (Pengembangan), dan disseminate (Penyebaran). Pada tahap pendefinisian dilakukan analisis KD dan bahan ajar yang digunakan sekolah, pada tahap perancangan dilakukan pembuatan storyboard, pemilihan cover, background, dan pengunduhan gambar untuk konten LKS. Pada tahap pengembangan dilakukan penilaian oleh validator ahli dan praktisi selanjutnya dilakukan revisi atas catatan-catatan dari ahli kemudian pada tahap penyebaran dilakukan uji coba LKS kepada sampel terbatas yaitu 23 siswa di salah satu sekolah SMP di Cimahi. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi untuk mengukur kelayakan LKS yang dilakukan oleh 3 orang ahli dan lembar praktikabilitas untuk mengukur kepraktisan LKS yang dilakukan oleh 3 orang praktisi guru. Selain itu instrument  tes sebanyak 5 butir soal untuk mengukur efektifitas LKS setelah diimplementasikan. Hasil dari penelitian ini yaitu LKS yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria valid, sangat praktis dan efektif. Implikasi dari penelitian ini LKS yang dikembangkan dapat digunakan guru agar siswa mudah memahami konsep pada materi sudut dan garis.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Memecahkan Masalah Geometri Berdasarkan Kriteria Ennis Hasanah, Firda Dyah Alvin; Sukoriyanto, Sukoriyanto; Sulandra, I Made
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v10i2.8657

Abstract

Tujuan penelitin ini adalah menerapkan kriteria Ennis untuk mendeskripsikan kesalahan pemecahan masalah geometri siswa. Enam kriteria Ennis yaitu focus, reason, inference, situation, clarity, dan overview. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Calon subjek yaitu 30 siswa kelas VIII menyelesaikan soal tes geometri terkait persegi dan persegi panjang. Selanjutnya dari masing-masing kategori kemampuan matematika diambil 1 siswa sebagai subjek penelitian. Sehingga total subjek sebanyak 3 siswa. Data yang diambil adalah jawaban tertulis siswa dan hasil wawancara siswa yang menjadi subjek penelitian. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah persegi dan persegi panjang. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa siswa berkemampuan matematika tinggi melakukan kesalahan pada kriteria clarity. Siswa dengan kemampuan matematika sedang melakukan kesalahan pada kriteria focus, inference, situation, clarity dan overview. Sedangkan siswa dengan kemampuan matematika rendah melakukan kesalahan pada kriteria focus, reason, situation, clarity dan overview.  Secara garis besar, baik siswa kemampuan matematika tinggi, sedang ataupun rendah, masih melakukan kesalahan dalam memecahkan masalah geometri.