AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Articles
298 Documents
Kampung Wayang Dan Penguatan Materi Bahan Ajar Entreprenuer Sejarah
Andry Jadi Saputro;
Soebijantoro soebijantoro
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/ajsp.v10i2.6868
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji sejarah perkembangan kampung wayang di desa Kepuhsari dan potensinya sebagai penguatan materi bahan ajar entrepreneur sejarah bagi mahasiswa Program studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI MADIUN. Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan dengan pengamatan langsung secara non partisipasi dalam berbagai kegiatan masyarakat. Wawancara dilakukan baik secara terstruktur dengan daftar pertanyaan yang telah disistematisasikan berdasarkan gambaran awal yang didapat. Analisis data penelitian ini berpedoman pada langkah-langkah analisis data penelitian kualitatif yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Seni tatah sungging wayang kulit di desa Kepuhsari sudah berlangsung sejak abad ke 18. Keterampilan yang diperoleh dari abdi dalem keraton Mangkunegaran menjadikan kualitas produk seni tatah sungging wayang kulit kulit di desa Kepusari diakui secara nasional. Sampai saat ini kerajinan tatah sunggih wayang kulit dinilai oleh masyarakat desa Kepuhsari lebih menjanjikan secara ekonomi dari pada bertani. Hingga tahun 2015 di Desa Kepuhsari ini telah memiliki 135 kepala keluarga yang menekuni usaha sebagai pengrajin wayang kulit sehingga oleh Pemerintah Kabupaten Wonogiri mendapat predikat sebagai Kampung Wayang. 2) Terdapat karakter entreprenuer yang dapat dibangun oleh mahasiswa melalui pembelajaran entrepreneur yaitu a) Berani mengambil resiko, b) Mandiri dan c) cerdas dalam melihat peluang ekonomi pada kondisi exciting yang menjadi kekuatan dalam usaha pengembangan wisata sehingga potret kampung wayang di desa Kepuhrejo dapat diaplikasikan dalam praktik entrepreneur khususnya potensi seni budaya yang bersinergi dengan pariwisata di Indonesia.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Situs Astana Gede Kawali Untuk Meningkatkan Ketahanan Budaya Lokal Siswa
Aan Suryana;
Dewi Ratih
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/ajsp.v11i1.5391
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis sejarah lokal dengan menampilkan eksistensi Situs Astana Gede Kawali untuk meningkatkan ketahanan budaya siswa, serta menganalisis keefektifan produk bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Plus Informatika Ciamis dengan menggunakan metode penelitian Reseach & Development (R&D) dari Borg & Gall. Hasil penelitian menunjukan: 1) model dan metode pembelajaran yang diterapkan masih didominasi oleh guru dan masih menggunakan bahan ajar yang sudah disediakan di sekolah; 2) Penggunaan situs sejarah lokal sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran belum dilakukan secara optimal; 3) Pengembangan bahan ajar berbasis sejarah lokal Situs Astana Gede Kawali dilakukan dengan mengembangkan bahan ajar yang sudah ada dan dilakukan pembaharuan serta disesuaikan dengan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Materi Pokok pembelajaran. Penerapan bahan ajar berbasis sejarah lokal Situs Astana Gede Kawali efektif meningkatkan ketahanan budaya dan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dari hasil evaluasi belajar yang sangat tinggi dan aktivitas pembelajaran yang sangat baik.
Studi Historis Sekolah Kedokteran Di Indoensia Abad XIX
Aulia Novemy Dhita SBK
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/ajsp.v10i2.6481
Pandemi Covid-19 saat ini menggemparkan dunia. Berbagai pihak dari seluruh negara, putar haluan fokus pada Covid-19, terlebih tenaga medis. Peristiwa semacam ini pernah dialami Indonesia pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda yang kewalahan menghadapi penyakit Cacar. Berangkat dari peristiwa tersebut, sangat menarik untuk mengangkat permasalahan yaitu bagaimana sejarah sekolah kedokteran di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk merekonstruksi sejarah sekolah kedokteran di Indonesia. Adapun metode yang digunakan adalah metode historis yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah kedokteran di Indonesia berawal dari epidemi Cacar yang melanda Jawa pada abad ke-19 dan perkembangnnya tidak lepas dari Politik Etis. Pemerintah Kolonial Belanda lalu membentuk Dokter Djawa School, yang kemudian bermetamorfosa menjadi STOVIA dan Geneeskundige Hoge School. Berbagai kebijakan dan revitalisasi kurikulum mewarnai perjalanan sekolah kedokteran di Indonesia. Saat ini sekolah kedokteran tersebut termasuk pendidikan vokasi dan fakultas kedokteran pada lembaga pendidikan tinggi di Indonesia.
Kehidupan Sosial-Ekonomi Masyarakat Samin Kabupaten Bojonegoro dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal
Marga Bayu Kurniawan;
Novi Triana Habsari;
Muhammad Hanif
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/ajsp.v10i2.6809
Kebudayaan masyarakat Samin tidak mengajarkan anak cucu mereka untuk bekerja di luar dari desa, karena takut melupakan kultur budayanya. Suasana kehidupan ini berpengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Samin. Penelitian bertujuan menungkap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Samin Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi dengan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan interaksi sosial masyarakat di Desa Meduri masih terjaga seperti gotong royong dan kekeluargaan hingga saat ini. Akses jalan masih berbatu dan tempat tinggal di dalam hutan semakin terisolasi. Sehingga terpengaruh pada ekonomi yang berdampak pada anak-anak yang belum menempuh pendidikan. Kehidupan ekonomi pengrajin dan pencari bonggkahan bonggol jati berada di lapiasan bawah karena upah yang diterima tidak terlalu besar dan menentu. Kehidupan sosial ekonomi masyarakat Samin ini berpotensi sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Berdasarkan kurikulum 2013 edisi revisi pada kelas X mata pelajaran sejarah, terdapat KD 3.6 Menganalisis perkembangan kehidupan masyarakat, pemerintahan, dan budaya pada masa kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha di Indonesia serta menunjukkan contoh bukti-bukti yang masih berlaku pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini yang sesuai dengan penelitian ini. Dengan mempelajari kehidupan sosial ekonomi masayarakat Samin secara langsung, mahasiswa dapat menambah wawasan kebangsaan tentang tradisi masa lampau yang tetap dilestarikan sebagai pemersatu bangsa.
Sejarah Pembangunan Jalur Kereta Api Sebagai Alat Transportasi Di Sumatera Selatan Tahun 1914-1933
R Ravico;
Berlian Susetyo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/ajsp.v11i1.8052
Abad 18-19 yang menjadi momentum revolusi industri, dan berkembangnya kapitalis Kolonial Belanda. Berdampak bagi kehidupan di Hindia Belanda khususnya Kerisidenan Palembang sebagai wilayah koloni Belanda. Salah satu dampaknya ialah dibangunnya alat transportasi kereta api. Prioritas pembangunan kereta api sebagai upaya pemangkasan biaya angkut dan mempersingkat waktu dalam mengankut hasil bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan sejarah pembangunan rel kereta api dan di Sumatera Selatan tahun 1914-1933. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian sejarah dengan langkah-langkah: heuristik yaitu mengumpulkan sumber data, kemudian memverifikasi data, tahapan berikutnya menginterpretasi dan terakhir adalah menuliskan sejarah secara objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan rel kereta api di Sumatera Selatan dimulai tahun 1914 melalui rute Kertapati, Palembang. Kemudian diteruskan hingga ke Prabumulih, Muara Enim dan Lahat yang selesai tahun 1924. Jalur kereta api terakhir di Lubuk Linggau pada tahun 1933. Tujuan awal pembangunan rel kereta api adalah untuk memangkas biaya trasporatsi pengangkutan hasil bumi seperti karet, batu bara, emas, kopi dan lainnya. Namun dalam perkembangannya kereta api tidak hanya berfungsi sebagai moda angkutan hasil bumi akan tetapi juga sebagai moda transportasi penumpang.
Pengembangan Media Pembelajaran IPS Sejarah Berbasis Kesenian Ambiya Untuk Meningkatkan Ketahanan Budaya Lokal
Arif Wahyu Hidayat;
Dany Miftahul Ula
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/ajsp.v10i2.5387
Merasuknya nilai-nilai Barat pada kalangan masyarakat merupakan ancaman bagi budaya asli yang mencitrakan lokalitas kekhasan daerah. Kesenian daerah seperti Ambiya menghadapi ancaman serius karena banyak generasi muda yang menganggapnya kuno dan tidak menarik. Gerakan pelestarian kesenian tradisional dalam bentuk multimedia perlu diterapkan dalam pembelajaran sehingga kebudayaan lokal tetap terjaga. Tujuan penelitian 1) Mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis kesenian ambiya untuk meningkatkan ketahanan budaya lokal, 2) Menguji efektivitas pengembagan media pembelajaran interaktif berbasis kesenian ambiya dalam meningkatkan ketahanan budaya lokal. Metode penelitian menggunakan penelitian pengembangan untuk menghasilkan video interaktif berbasis kesenian ambiya. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Islam swasta di kabupaten Blitar dengan teknik sampel Cluster Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan angket ketahanan budaya lokal. Analisis data menggunakan pendekatan kualitatif berupa saran ahli media dan Pendekatan kuantitatif yaitu Uji Normalitas, Uji Homogenitas serta Uji t. Hasil penelitian menunjukkan melalui penerapan media pembelajaran video interaktif, siswa mampu mengetahui dan memahami kebudayaan lokal yang ada di kabupaten Blitar yaitu kesenian Ambiya. Berdasarkan data angket terdapat peningkatan ketahanan budaya lokal siswa. Hal ini dikarenakan siswa mampu menyerap nilai-nilai yang terdapat dalam kesenian Ambiya yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat.
Hegemoni Kolonialisme Terhadap Kekuasaan di Nusantara: Strategi Politik Daendels Meruntuhkan Kesultanan Banten Tahun 1808-1811
Faizal Arifin
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/ajsp.v11i1.8000
Penelitian ini menganalisis berbagai kebijakan politik praktis Herman Willem Daendels kepada Kesultanan Banten saat periode lemahnya kekuasaan politik Banten. Peristiwa ini menarik untuk diteliti karena sebagai wilayah yang secara geopolitik berpotensi membahayakan Batavia serta memiliki potensi ekonomi, yang menjadi motivasi politik Daendels dalam kekuasaannya yang singkat turut serta melumpuhkan penguasa tradisional (kesultanan) Banten yang telah berdiri beberapa abad. Metode sejarah dengan pendekatan sejarah politik digunakan untuk menelaah dan menganalisa berbagai catatan historis mengenai strategi serta implementasi politik Daendels yang memanfaatkan dengan cermat situasi melemahnya kekuasaan Kesultanan Banten. Hasil penelitian menunjukkan berbagai peristiwa politik diantaranya penolakan Sultan menyerahkan Keraton dan terbunuhnya utusan Belanda, Daendels mendapatkan legitimasi untuk melucuti kekuasaan Banten hingga dihapuskan dan tidak memiliki kedaulatan. Meskipun secara institusi politik Kesultanan sudah dihapuskan namun harapan kembalinya “Sultan Banten” tidak berhenti dan Islamisasi budaya tetap mengakar pada masyarakat Banten.
Tingkat Literasi Multikultural Mahasiswa Pendidikan Sejarah Dalam Memahami Materi Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia
Hendra Kurniawan
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/ajsp.v11i1.5592
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat literasi multikultural mahasiswa pendidikan sejarah dalam memahami materi sejarah pergerakan nasional Indonesia pada ranah hard skill dan soft skill. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan pada keseluruhan populasi yakni mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Sanata Dharma Angkatan 2015 dan 2016 sejumlah 80 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tes prestasi, angket, dan studi kepustakaan. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi multikultural mahasiswa pendidikan sejarah dalam memahami materi sejarah pergerakan nasional Indonesia pada ranah hard skill termasuk rendah karena hanya 44% mahasiswa yang memiliki pemahaman di atas kategori cukup. Pada ranah soft skill termasuk tinggi ditunjukkan sebanyak 91% mahasiswa mengungkapkan sikap multikultural di atas kategori cukup. Implikasi dari penelitian ini melahirkan rekomendasi akan perlunya revisi bahan ajar sejarah pergerakan nasional Indonesia dengan memperhatikan literasi multikultural pada ranah materi.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Historis Melalui Penerapan Model Pembelajaran Resource Based Learning Di SMA Trenggalek
Danan Tricahyono;
Aditya Nugroho Widiadi
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/ajsp.v10i2.6462
Guna menghasilkan pembelajaran sejarah yang bermakna maka setiap siswa harus dibekali dengan kemampuan berpikir untuk memahami sejarah. Salah satu kemampuan berpikir yang harus dimiliki siswa kaitannya dengan pembelajaran sejarah adalah berpikir historis. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan berpikir historis melalui penerapan model pembelajaran Resource Based Learning (RBL). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan dan jenis penelitian PTK. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Durenan dengan jumlah 11 siswa laki-laki dan 24 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan tes. Analisis data menggunakan naratif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan Resource Based Learning (RBL) dapat meningkatkan kemampuan berpikir historis. Dari hasil tes kemampuan berpikir historis pada siklus 1 perolehan rata-rata skor sebesar 52.82. Sementara pada siklus 2 mengalami kenaikan menjadi 72.88. Dari hasil analisis dapat diketahui jika siswa mampu menguasai lima aspek kemampuan berpikir historis yang meliputi: (1) berpikir kronologis, (2) pemahaman sejarah, (3) analisis dan interpretasi kesejarahan, (4) kemampuan penelitian kesejarahan, (5) analisis isu kesejarahan dan pengambilan keputusan.
Penetrasi Jepang Dan Dampaknya Terhadap Batik Pekalongan, 1930-1945
Satrya Paramanandana;
Ismail Lutfi;
Lutfiah Ayundasari
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/ajsp.v11i2.8948
Penelitian ini membahas mengenai penetrasi Jepang ke Hindia Belanda pada tahun 1930-1945. Jepang pada tahun 1930-an mulai mendominasi perekonomian Hindia Belanda terutama dalam hal ekspor kain. Selain itu pada tahun 1942, pendudukan Jepang menimbulkan krisis kain di Hindia Belanda. Penetrasi yang dilakukan secara ekonomi dan militer ini berdampak pada batik di Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan sejarah kebudayaan. Hal ini karena dalam artikel ini menyoroti morfologi budaya akibat penetrasi ekonomi dan militer Jepang. Perubahan ini terekam dalam batik Pekalongan periode 1930-1945. Pembahasan dalam artikel ini antara lain masa keemasan dan jatuhnya industri batik di Pekalongan pada 1929-1930, tren gaya batik di Pekalongan menjelang 1930, dan dampak penetrasi Jepang terhadap batik Pekalongan tahun 1930-1945. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetrasi ekonomi dan militer Jepang terhadap Hindia Belanda memengaruhi batik di Pekalongan dari segi ketersediaan kain untuk industri batik dan perubahan tren batik serta tata warna khas Jepang akibat selera pasar.