cover
Contact Name
Khoirul Huda
Contact Email
khoirulhuda@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agastya@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20878907     EISSN : 25022857     DOI : -
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
Internalisasi nilai-nilai nasionalisme di Pondok Pesantren Miftahul Mubtadi’in Krempyang Kabupaten Nganjuk Nur Huda; S Soebijantoro; Anjar Mukti Wibowo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i1.11956

Abstract

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam dengan berbagai kekhasannya. Keberadaan pesantren semakin penting di era perkembangan teknologi informasi yang berdampak pada perubahan nilai-nilai. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kurikulum Pondok Pesantren Miftahul Mubtadi’in Krempyang dan internalisasi nilai-nilai nasionalisme dalam pembelajarannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validasi data dengan triangulasi sumber. Teknik analisis data dengan analisis interaktif Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pondok pesantren Miftahul Mubtadi’in menerapkan kurikulum Salafiyah yang disusun berdasarkan kebijakan yayasan dan kurikulum formal (madrasah) dari Kementerian Agama Republik Indonesia; 2) Internalisasi nilai-nilai nasionalisme di Pondok Pesantren Miftahul Mubtadi’in Krempyang berdasarkan muatan kurikulumnya dilakukan melalui kegiatan-kegiatan formal (madrasah) dan kegiatan-kegiatan dalam pelaksanaan kurikulum salafiyah yang  memadukan kajian kebangsaan dalam kurikulum formal dengan kurikulum salafiyah yang berbasis ilmu agama Islam.
Menilik sejarah lokal: Riwayat pulau Onrust tahun 1613-1883 Muhamad Abi Fadila
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i1.9044

Abstract

Pulau Onrust sesuai yang diberikan Belanda (VOC) dan dikenal masyarakat lokal tentang pulau Onrust adalah gambaran eksistensi pulau tersebut pada pertengahan abad 17, dari kegiatan perkapalan yang tidak pernah henti-hentinya bekerja. Namun, struktur masyarakat di pulau Onrust, agaknya sedikit sekali diungkap yang kebanyakan statusnya sebagai budak dan sekaligus pekerja yang handal. Kesuksesan monopoli perdagangan Belanda (VOC) di Batavia, berbanding terbalik dengan struktur masyarakat di pulau Onrust sebagai pekerja di galangan kapal, yang berpengalaman dalam memperbaiki kapal-kapal yang hendak berlabuh ke Batavia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur masyarakat terhadap perubahan sosial yang terjadi akibat monopoli perdagangan di pulau Onrust pada pertengahan abad ke 17 sampai abad ke 18. Dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan kajian teori sosial Karl Marx dalam fenomena perubahan sosial dari feodalisme menuju kapitalisme, yang menganalisis fenomena tersebut terjadi akibat peralihan kekuasaan dari pangeran Jayakarta ke Belanda (VOC) dan perubahan sistem perilaku perdagangan. Penelitian menghasilkan pengetahuan sejarah lokal tentang pulau Onrust pada pertengahan abad ke 17 sampai abad ke 19, yaitu pola penjajahan Belanda (VOC) terutama mempunyai karakteristik yang menegaskan pada perdagangan dalam mekanisme pendistribusian yang berpusat di Batavia yang juga berpengaruh di pulau Onrust serta fenomena sosial yang terbentuk akibat kepentingan monopoli perdagangan Belanda (VOC).
Pemanfaatan fungsi Museum Mahameru sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal di SMA Cepu Serviana Mintartik; Muhammad Hanif; Novi Triana Habsari
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i1.11957

Abstract

Pendidikan memiliki peran terpenting dalam memajukan cita-cita bangsa, karena tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Demikian pula halnya dengan pendidikan sejarah, terutama pengajaran sejarah diperlukan dalam proses pembelajaran. Namun hingga saat ini masih ditemukan permasalahan yang muncul dalam pembelajaran sejarah. Salah satunya adalah kurangnya minat siswa dalam mempelajari sejarah lokal. Padahal sejarah lokal penting untuk dipelajari. Untuk menarik minat siswa dalam mempelajari sejarah lokal dapat memanfaatkan peninggalan benda sejarah sebagai sumber pembelajarannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan museum Mahameru di kabupaten Blora yang nantinya akan digunakan sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA. Metode penelitian adalaha desktiptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri atas reduksi, sajian data dan penarikan simpulan. Validitas data dengan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini adalah sekolah-sekolah di Kabupaten Blora sebagian sudah memanfaatkan peninggalan benda-benda bersejarah di  museum Mahameru sebagai pendukung sumber pembelajaran sejarah lokal di SMA Cepu kabupaten Blora.
Jejak kolonial dalam wawacan regen boncel bupati Caringin karya H.S. ranggawaluja Danan Darajat; Dedi Koswara; Agus Suherman
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i1.9091

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya jejak kolonial pada wawacan Regen Boncel bupati Caringin yang merupakan karya sastra Sunda klasik. Dalam wawacan ini diceritakan seorang tokoh bernama Boncel yang asalnya hidup sengsara, tetapi karena dipercaya dan diangkat anak oleh Tuan Asisten Residen, akhirnya dia bisa menjadi seorang bupati di Caringin. Namun, karena durhaka pada ibunya, di akhir kisah hidupnya, Si Boncel menjadi celaka dan sengsara. Secara deksriptif-kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan struktur formal, struktur naratif, dan unsur poskolonial (mimikri, hipokritas, hibriditas, dan ambivalensi) yang terdapat dalam wawacan Regen Boncel Bupati Caringin karya H.S. Ranggawaluja. Hasilnya dapat disimpulkan bahwa struktur yang terdapat dalam wawacan tersebut sudah lengkap, yang meliputi struktur formal (guru lagu dan guru wilangan, watak pupuh, dan sasmita pupuh), struktur naratif (alur, motif cerita, pelaku, latar, dan tema). Selanjutnya, dalam wawacan ini juga ditemukan adanya unsur poskolonial yang meliputi mimikri, hipokritas, hibriditas, dan ambivalensi.
Literasi sikap kemandirian dalam berwirausaha melalui metode pembelajaran daring bagi mahasiswa peserta PMM prodi Pendidikan Sejarah UNIPMA S Soebijantoro; Bela Septianingrum
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i1.11955

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi literasi  kemandirian dapat meningkatkan sikap kemandirian mahasiswa peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) melalui metode daring pada pembelajaran  historiopreneurship di era  pandemi Covid 19. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode deskriptif kualitatif yaitu berupa studi kasus. Sumber data diperoleh melalui wawancara, angket , studi arsip dan dokumen serta observasi langsung. Adapun pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan dengan pengamatan langsung secara non partisipasi dalam berbagai kegiatan pembelajaran di kampus. Wawancara dilakukan baik secara terstruktur dengan daftar pertanyaan yang telah disistematisasikan berdasarkan gambaran awal yang didapat ataupun secara. Sedangkan data peningkatan sikap kemandirian dilakukan dengan menggunakan angket yang dianalisa melalui skala likert. Secara keseluruhan analisis data penelitian ini berpedoman pada langkah-langkah analisis data penelitian kualitatif dari Moleong (2011), yaitu: reduksi data, penyajian data, dan  penarikan simpulan. Dari analisis data diperoleh hasil 1)  Diperlukan literasi kesejarahan sebagai sebuah ilmu pengetahuan tentang masa lampau yang bermanfaat bagi manusia serta melakukan komersialisasi dengan jiwa dan semangat yang mampu menghadirkan produk-produk hasil kajian kesejarahan yang bisa diterima oleh masyarakat.2) Terdapat data peningkatan sikap kemandirian mahasiswa yaitu dengan 75,2 % responden mahasiswa PMM menunjukkan sikap sangat setuju bahwa  sikap kemandirian merupakan kunci keberanian seseorang untuk menekuni bidang kewirausahaan, 3) 81,3 % mahasiswa menyatakan bahwa di era transformasi digital, pariwisata sejarah merupakan bidang garapan lulusan prodi Pendidikan sejarah serta merupakan peluang bisnis yang sangat menjanjikan.
Islam, kolonial dan tradisi lisan: Tinjauan kritis terhadap babad Tempurejo Mochammad Nginwanun Likullil Mahamid
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i2.11165

Abstract

Babad Tempurejo adalah salah satu jenis karya sastra dalam bentuk historiografi tradisional Jawa, yang mengisahkan berbagai peristiwa sejarah di suatu daerah kecil di Pulau Jawa, yang diberi nama Dusun Tempurejo, seiring berjalannya waktu dusun tersebut kini telah tumbuh menjadi daerah yang berkembang, khususnya pada bidang pendidikan Islam, hal itu tidak terlepas dari kontribusi para tokoh ulama yang membuka lahan baru supaya nantinya dapat dijadikan tempat tinggal banyak orang, kemudian mendakwahkan ajaran Islam di sana. Penelitian ini dimaksudkan untuk meninjau secara kritis teks Babad Tempurejo, yang di dalamnya memuat peristiwa penting seputar Dusun Tempurejo, serta diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada pembaca tentang pentingnya melestarikan sejarah lokal. Adapun metode yang dipakai adalah metode deskriptif-analisis dan pendekatan sejarah, yang tahapannya meliputi heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi, penelitian ini menghasilkan tiga temuan, sebagai berikut: 1) Perkembangan Islam melalui peran ulama yang menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat, 2) Upaya menjaga kedaulatan wilayah dari pengaruh bangsa kolonial Belanda, dan 3) Adanya tradisi lisan yang digunakan dalam penulisan Babad Tempurejo, sebagai sarana untuk melestarikan sejarah lokal.
Situs mangiran Desa Sidorejo Kabupaten Madiun sebagai sumber belajar sejarah lokal Anida Putri Lestari; S Soebijantoro
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i2.13142

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi yang terdapat pada Situs Mangiran yang dapat dipergunakan sebagai sumber belajar sejarah lokal. Penelitian dilakukan di situs mangiran Desa Sidorejo Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun. Metode yang dipergunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan secara non partisipasi dalam berbagai kegiatan masyarakat. Wawancara dilakukan secara terstruktur dengan daftar pertanyaan yang telah disistematisasikan berdasarkan gambaran awal yang di peroleh. Analisis data berpedoman pada reduksi data, penyajian data dan  penarikan simpulan. Dari hasil analisa data ditemukan bahwa potensi situs mangiran sebagai sumber belajar sejarah lokal adalah Pertama, memberikan pemahaman kepada siswa bahwa situs tersebut semakin memperkuat fakta bersama situs lain yang diketemukan di wilayah Kabupaten Madiun tentang dinamika sosial ekonomi dan budaya masyarakat  yang mencerminkan corak budaya Majapahit, Kedua menambah dan memperluas pengetahuan siswa bahwa sejarah Madiun diwarnai sejumlah kekuatan politik yang silih berganti untuk menguasai wilayah Madiun sejak zaman klasik, mulai dari kekuatan politik yang bersifat lokal hingga kekuatan politik yang merupakan bagian dari kerajaan besar, seperti Singosari, Majapahit, Demak hingga Mataram Islam.
Pembebasan Baitul Maqdis oleh shalahuddin al-ayyubi 570-583: Studi analisis historis Amir Sahidin
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i2.9599

Abstract

Artikel tentang pembebasan Baitul Maqdis oleh Shalahuddin al-Ayyubi sangatlah banyak, akan tetapi kebanyakan hanya mengunggulkan salah satu aspek keberhasilan, seperti kepribadian dan kerohaniannya yang baik. Tentu hal ini membutuhkan penjabaran lain untuk melengkapi dan sekaligus memberi gambaran utuh tentang proses pembebasan tersebut. Untuk itu, Penulis akan mengungkap data dan analisis pembebesan Baitul Maqdis oleh Shalahuddin al-Ayyubi dalam kurun waktu 570-583 H dari berbagai aspek, meliputi ideologi, politik, sosial, budaya, pertahanan, keamanan dan militer. Kajian ini menggunakan jenis penulisan kualitatif dengan mengumpulkan berbagai data dari perpustakaan atau library research. Adapun pendekatan yang dilakukan, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analisis yang bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis pembebasan Baitul Maqdis oleh Shalahuddin al-Ayyubi 570-583 H. Berdasarkan kajian tersebut dapat disimpulkan, keberhasilan Shalahuddin al-Ayyubi dalam membebaskan Baitul Maqdis merupakan buah dari persiapan yang matang dan maksimal dari segala faktor keberhasilan. Dari segi ideologi, ia berhasil memupuk kerinduan untuk membebaskan Baitul Maqdis. Dari segi politik, ia berhasil membentuk kesatuan politik. Dari segi ekonomi, ia berhasil menjaga stabilitas ekonomi negara. Dari segi sosial budaya, ia berhasil merealisasikan keadilan dan menghidupkan syiar-syiar keagamaan. Dari segi pertahanan dan militer, ia berhasil mengokohkan negara dan menjalin kesatuan. Dari segi militer, ia berhasil menata sistem kemiliteran dengan sangat baik.
Implementasi nilai-nilai kejuangan raden ajeng kartini di SMPN 3 Madiun Andani Arum Sari; Anjar Mukti Wibowo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i2.13300

Abstract

Di dalam sejarah Indonesia penelitian mengenai perempuan termasuk penelitian yang masih kurang mendapat perhatian dibanding penelitian di bidang ilmu sosial yang lain. Ilmu sosiologi dalam hal ini merupakan contoh untuk penelitian mengenai perempuan. Saat ini penelitian mengenai peran perempuan dalam sejarah masih sedikit sehingga menarik untuk dikaji. Raden Ajeng Kartini adalah salah satu tokoh perempuan Indonesia yang telah mendapatkan perhatian. Sejak lama telah dikumandangkan perjuangan dan pemikirannya mengenai emansipasi wanita. Nilai-nilai bisa digali atas perjuangan dan pemikirannya lalu diimplementasikan oleh generasi sekarang. Penelitian ini mengungkap bentuk penerapan nilai-nilai kejuangannya pada SMPN 3 Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif studi kasus dengan teknik purposive sampling yang menggunakan beberapa informan yang ditunjuk sebagai subjek penelitian. Kemudian analisis data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di SMPN 3 Madiun sebenarnya telah menerapkan nilai-nilai kejuangan Kartini bagi seluruh warga sekolah sejak dahulu dan tidak terlepas melalui pembiasaan dan keteladanan.
Perempuan dalam iklan media massa di Jawa tahun 1930-an: Sebuah analisis wacana multimodal Rinda Handayani; Danan Tricahyono
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i2.10800

Abstract

Pendudukan Belanda di Nusantara berpengaruh terhadap struktur kehidupan masyarakat. Pengaruhnya dalam berbagai bidang seperti ekonomi, sosial, dan budaya. Salah satunya tentang representasi perempuan Jawa melalui iklan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, verifikasi eksternal dan internal, interpretasi dengan pendekatan analisis wacana multimodal untuk melihat sebuah gambar dikombinasikan dengan teks dan tata letak membentuk wacana yang dapat dipahami orang banyak, sehingga tergambar praksis sosialnya berkenaan aktivitas sosial beserta tatanan sosial masyarakat, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan jika iklan memainkan peran sebagai tulang punggung finansial bagi keberlangsungan industri pers. Iklan yang termuat dalam surat kabar dan majalah memiliki kredibilitas tinggi sebagai alat perekam dinamika masyarakat sehingga digunakan merekonstruksi perubahan masyarakat. Menariknya beberapa iklan selalu terdapat sosok perempuan. Ternyata dibalik sosok perempuan terdapat wacana yang ingin disampaikan pembuat iklan. Wacana tersebut diantaranya seksime untuk menarik minat laki-laki terhadap suatu produk. Terdapat pula wacana yang berhubungan dengan imperialisme, kolonialisme, dan kapitalisme terkait citra perempuan. Kaum bumiputra coba dibentuk pola berpikirnya jika citra perempuan ideal dan cantik seperti di Barat. Pada saat yang sama, iklan seperti itu menghadirkan kolonisasi sebagai hal yang suci dan mewah tanpa melewatkan acuan rasis yang menempatkan orang kulit putih sebagai representasi manusia yang superior yang berbudaya dan beradab.