cover
Contact Name
Khoirul Huda
Contact Email
khoirulhuda@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agastya@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20878907     EISSN : 25022857     DOI : -
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
The Development of Reflective-Scientific Learning Model to Improve 21st Century Learning Skills In Historical Learning Musa Pelu
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v11i2.9704

Abstract

This research aims to develop the Reflective-scientific Learning Model to accommodate 21st-century learning skills in learning history. The ADDIE instructional design was used as the research method to develop the learning model. The research participants were 120 senior high school students. The Reflective-scientific Learning Model consists of five learning stages: historical engagement, critical-exploration, communicative-explanation, creative-elaboration, and reflective evaluation. The research results prove the feasibility and effectiveness of the developed learning model in improving students' 21st-century learning skills in the learning history process. It means that the developed learning model can accommodate the needs of the 21st-century learning skills and the learning history objectives. Based on this research, the authors highlight that the elaboration of the learning model can provide a space for synchronizing learning history objectives with other educational concepts from various disciplines. Thus, further research and development in the history education landscape should provide more opportunities for elaborating the learning models to amend the role and impact of learning history in the 21st century.
Pengembangan Media Komik Kerajaan Kanjuruhan Berbasis Online Dalam Mata Pelajaran Sejarah Indonesia Septa Rahadian; Hendri Setiawan
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v11i2.8832

Abstract

Selama ini banyak konsep yang perlu direvisi mengenai belajar sejarah. Di sekolah biasanya pelajaran yang dianggap membosankan oleh siswa diantaranya adalah pelajaran sejarah. Kebanyakan siswa menganggap pelajaran sejarah membosankan karena hanya berkutat pada hafalan tokoh, peristiwa dan tempat bersejarah. Hal lain yang menyebabkan pelajaran sejarah di sekolah terkesan membosan karena guru yang mengajar kurang mampu dalam menghidupkan spirit atau jiwa sejarah itu sendiri. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah pengembangan dengan fokus utamanya adalah pengembangan media pembelajaran Sejarah yang disajikan dalam bentuk komik yang bertujuan untuk mempermudah guru menyampaikan materi pelajaran dan membantu peserta didik dalam memahami materi. Dari hasil penelitian ini sebanyak 80% dari total jumlah peserta kelas mampu menyerap dengan baik materi yang disampaikan sehingga dapat ditarik kesimpulan melalui komik proses pembelajaran dapat mengaktifkan keseriusan peserta didik dalam pembelajaranya, media pembelajaran berupa komik yang menghibur dan ringan membuat peserta didik cenderung lebih menyenangi bacaan atau cerita tersebut dibandingkan mengunakan waktu mereka untuk membaca buku pelajaran sekolah.
Kesenian Penthul Tembem Di Kota Madiun (Studi Sejarah Dan Nilai Budaya) Dita Yulianti; Novi Triana Habsari
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v11i2.9907

Abstract

Kesenian Penthul Tembemmerupakan kesenian asli Kota Madiun.  Namun tidak sedikit warga masyarakat yang belum mengetahui dan memahami sejarah serta nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Untuk itu perlu dilaksanakan penelitian dengan tujuan mendeskripsikan dan menjelaskan sejarah kesenian Penthul Tembemdan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan mulai bulan Maret-Juni 2020. Sumber data yang digunakan bersifat primer dan sekunder. Data diambil dengan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Dari penelitian yang dilaksanakan dapat dijelaskan bahwa sejarah kesenian Penthul Tembemberasal dari perjalanan Ranggawarsita (Bagus Burhan muda) putra Tumenggung Yasadipura dari Keraton Surakarta yang  menuntut ilmu agama dan kenegaraan di Tegalsari. Hingga pada akhir cerita adanya pertemuan dua abdi Bagus Burhan di Alun-Alun Kota Madiun yang ngamen bersama menggunakan topeng Penthul dan Tembem. Peristiwa inilah yang disebut dengan Kesenian Penthul Tembem. Perkembangan Penthul Tembemdi Kota Madiun bisa dikatakan kurang, dikarenakan kurang adanya perhatian Pemerintah dan masyarakat. Nilai-nilai budaya yang terkandung dalam kesenian penthul Tembemdapat dilihat dari segi kesejarahannya dan pementasannya yaitu terkandung nilai moral, nilai kepemimpinan, nilai religi, nilai estetika dan nilai hiburan. Nilai tersebut merupakan nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis History Mapping Pada Materi Sejarah Perkembangan Kota Palembang Muhammad Reza Pahlevi; Adhitya Rol Asmi; Y Yunani
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v11i2.8578

Abstract

Penelitian pengembangan bahan ajar berbasis history mapping pada materi sejarah perkembangan Kota Palembang. Masalah penelitian bagaimana model fisikal dan efektifitas bahan ajar berbasis history mapping dalam pembelajaran sejarah perkembangan Kota Palembang. Tujuan penelitian mendapatkan prototype dan efektifitas bahan ajar berbasis history mapping. Penelitian menggunakan model ADDIE yang kevalidan materi dengan indikator kesesuaian dan keakuratan materi mendapat nilai sebesar 3,06 dalam kategori cukup valid. Kevalidan bahasa  dengan indikator kejelasan informasi, kesesuaian dengan kaidah bahasa Indonesia, penggunaan bahasa secara efektif dan efesien, dan keterbacaan sebesar 4,4 dalam kategori sangat valid. Adapun kevalidan media dengan indikator kualitas gambar, ketepatan teks, kesesuaian warna, ketepatan video, dan kesesuaian informasi sebesar 4,27 dalam kategori sangat valid. Efek potensial penggunaan bahan ajar berbasis history mapping pada tahap uji coba lapangan dengan hasil rata-rata pre test yaitu 50,99 dengan kategori sedang dan rata-rata post test yaitu 56,13 dengan kategori sedang. Terjadi peningkatan sebesar 5,14% dan nilai N-Gain 0,10 termasuk dalam kategori rendah. Hal ini menunjukan bahan ajar berbasis history mapping pada  materi sejarah perkembangan Kota Palembang memiliki nilai kevalidan dan dampak efektivitas berupa peningkatan hasil belajar dalam pembelajaran materi sejarah perkembangan Kota Palembang setelah menggunakan bahan ajar history mapping. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa bahan ajar digital berupa history mapping dapat meningkatkan antusiasme dan keaktifan mahasiswa yang turut berefek pada peningkatan hasil belajar sehingga perlu adanya pengembangan produk digital yang lebih variatif untuk diterapkan dalam proses pembelajaran.
Akulturasi Etnis Tionghoa Dalam Pengembangan Seni Budaya Di Kelenteng Tri Dharma Hwie Ing Kiong Di Kota Madiun Febriyana Kusuma Dewi; S Soebijantoro; Anjar Mukti Wibowo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v11i2.9887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kelenteng Hwie Ing Kiong pada proses akulturasi dalam pengembangan seni budaya etnis tionghoa sebagai sarana untuk mengembangkan kesenian dengan adanya perpaduan antara kesenian yang berbeda namun tetap mempertahankan atau tetap menampilkan ciri khas masing-masing dan tentunya juga sebagai sarana unutk tradisi perayaan hari besar Tionghoa, adapun pengaruh proses akulturasi yakni faktor pendukung timbulnya rasa saling menghargai antar kebudayaan dan faktor penghambat suatu kebudayaan yang sudah kuat tertanam pada masyarakat. Pada proses penelitian ini lokasi dilaksankan di wilayah Kecamatan Taman Kota Madiun dan pendekatan yang dipergunakan oleh peniliti yaitu pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Dari hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa Kelenteng Hwie Ing Kiong memiliki peran sebagai sarana pengembangan kesenian juga perpaduan seni budaya atau berkolaborasi dan sarana untuk perayaan hari besar atau kegiatan masyarakat Tionghoa dalam akulturasi. Pada proses akulturasi adapun faktor yang mempengaruhi yakni faktor penghambat pada etnis Tionghoa memiliki pendirian yang kuat dengan tetap mempertahankan budaya leluhur, memiliki suatu anggapan atau pemikiran yang kurang yakin pada ras tertentu, lalu pada faktor pendukung menerapkan dalam kehidupan saling bertoleransi atas perbedaan budaya masing-masing dengan memiliki kepribadian yang beraneka ragam dan berinteraksi sosial dengan etnis lainnya.
Penggunaan Biografi Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Haris Firmansyah; Agus Sastrawan Noor; Ika Rahmatika Chalimi
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v11i2.8005

Abstract

Pembelajaran sejarah harus menghadirkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar kepada peserta didiknya agar pembelajaran lebih bermakna karena masih sering dijumpai peserta didik banyak belum mengenal sejarah lokalnya sendiri, dalam hal ini guru dapat menjadikan biografi tokoh yang berpengaruh di kota Pontianak yakni Sultan Syarif Abdurrahman sebagai sumber pembelajaran sejarahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan biografi Sultan Syarif Abdurrahman serta mengatahui bagimana penggunaan biografi tersebutdalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini merupakan penelitian dasar  dengan menggunakan bentuk deskriptif-kualitatif. Teknik pengupulan data yang digunakan antara lain: Observasi langsung, Wawancara mendalam  serta Mengkaji dokumen dan arsip. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2020-2021 di tiga sekolah yakni SMA Negeri 5, SMA Negeri 6 dan SMA Negeri 9 Pontianak dengan teknik analisis interaktif. Adapun hasil penelitian ini adalah (1) Perjalanan panjang telah digoreskan oleh Sultan Syarif Abdurrahman. Mulai dari pendirian kota Pontianak hingga perkembangan yang terjadi di kerajaan Pontianak pada masa pemerintahannya. Sultan yang sangat religius, bijaksana dan tegas pun tergambarkan dari cerita-cerita dalam buku-buku sejarah berdirinya kota Pontianak. (2) Memanfaatkan biografi Sultan Syarif Abdurrahman menjadi sumber belajar untuk memberikan variasi dalam pembelajaran sejarah kepada peserta didik. Dalam Pemanfaatan biografi Sultan Syarif ini dilaksankan dengan melakukan wisata sejarah ke tiga lokasi yang berkaitan dengan Sultan Syarif Abdurrahman yakni Masjid Jami’, Istana Kadriah dan Komplek Pemakan Sultan Di Batu Layang. Implikasi penelitian ini bahwa pengembangan materi sejarah lokal dapat digunakan oleh guru sejarah hampir pada setiap materi sejarah yang terdapat di kurikulum.
Pengembangan Model Pembelajaran Sejarah Kepemimpinan Berbasis Pedagogi Reflektif Untuk Meningkatkan Sikap Kepemimpinan Siswa SMA Yoel Kurniawan Raharjo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v11i2.7938

Abstract

Pembelajaran sejarah memiliki fungsi strategis dalam mengembangkan nilai karakter peserta didik apabila guru mengajarkan secara inovatif. Meninjau filosofis pedagogik, sejarah bukan hanya sebagai sarana transmitting knowledge namun juga transmitting value dan transmitting virtue. Desain pembelajaran sejarah sebaiknya bukan hanya mengeksplorasi narasi peristiwa saja, tetapi mampu merefleksi nilai karakter dari materi yang dipelajari. Materi sejarah tentang heroisme mengandung nilai karakter, salah satunya kepemimpinan. Nilai kepemimpinan dapat diajarkan kepada peserta didik dalam rangka menumbuhkan sikap kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran sejarah berbasis pedagogi reflektif untuk meningkatkan sikap kepemimpinan siswa. Model pembelajaran ini diintegrasikan dalam KD 3.2 sub materi Perjuangan RM Said atau Mangkunegara I. Metode penelitian menggunakan penelitian pengembangan. Objek penelitian adalah peserta didik Kelas XI IPS SMA Kolese De Britto, Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) sikap kepemimpinan dikalangan peserta didik perlu ditingkatkan dilihat dari 8 indikator kepemimpinan dari Northouse dan Ignatian, (2) guru masih berkutat pada eksplorasi narasi peristiwa sejarah saja karena terpaku pada diktat-diktat, serta (3) Pengembangan model pembelajaran sejarah ini efektif untuk meningkatkan sikap kepemimpinan siswa dengan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t-test.
Nasionalisme dalam lintasan sejarah perjuangan bangsa di Lombok Barat 1942-1950 Abdul Rasyad; B Badarudin; Sadikin Ali; Muchamad Triyanto; Bambang Eka Saputra; Abdul Hafiz
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i1.8678

Abstract

Penelitian ini mengkaji bahwa nasionalisme rakyat Indonesia sesungguhnya telah tumbuh jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Hal ini seiring dengan munculnya kaum terpelajar Indonesia. Memasuki masa kemerdekaan dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan, sumbangan perlawanan rakyat di Lombok Barat dapat dipahami merupakan penguatan atas apa yang telah dicapai sejak proklamasi 17 Agustus 1945. Permasalahan yang dibahas adalah bagaimana peran nasionalisme masyarakat Lombok Barat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia tahun 1942-1950? Tujuan penelitian untuk menjelaskan mengenai sumbangan masyarakat Lombok Barat melalui semangat nasionalisme ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia tahun 1942-1950. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan tahapan yaitu, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan sosial budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang melatarbelakangi peristiwa perlawanan masyarakat Desa Bayan/Sesait dan peristiwa-peristiwa penting di Lombok Barat setelah proklamasi merupakan bentuk nasionalisme baru dalam konteks Indonesia sebagai cita-cita para kaum terdidik Indonesia sebelum merdeka. Tekad Amak Jaliyah menginisiasi perlawanan terhadap pemerintah Jepang menandakan bahwa kesadaran nasional sebagai buah pikir nasionalisme telah tumbuh pada lokalitas daerah di Lombok Barat. Hal ini membuktikan bahwa jati diri bangsa dan kesadaran nasional telah tumbuh dan berkembang di daerah-daerah sebelum Indonesia merdeka.
Zonasi kawasan wisata sejarah Monumen Kresek berbasis CBT (community-based tourism) Yudi Hartono; Andri Saputra
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i1.11887

Abstract

Desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun telah mengembangkan kawasan wisata sejarah Monumen Kresek melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis) “MEKAR”. Kendala yang dihadapi adalah belum adanya kesepakatan tentang zonasi yang berdampak pada kurang tertata dan kurang jelasnya arah pengembangan wisata serta memunculkan masalah lain seperti pedagang dari luar daerah yang secara liar menempati tempat-tempat tertentu untuk membuka lapak dagangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan masalah dalam penataan zona wisata sejarah Monumen Kresek dan memetakan zona wisata sejarah Monumen Kresek berbasis CBT (Community-Based Tourism). Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, FGD, dan studi dokumentasi. Penelitian terdiri dari 2 tahapan: 1) Menganalisis potensi dan masalah penataan zona kawasan wisata Monumen Kresek; dan 2) Memetakan zona wisata Monumen Kresek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan zonasi kawasan wisata sejarah Monumen Kresek, yaitu zona inti, zona penyangga, zona pengembangan, dan zona penunjang. Zonasi kawasan wisata terdiri dari: pertama, area apa yang harus dipertahankan keasliannya; kedua area transisi yang berfungsi edukasi, dan ketiga zona komersial. Ketiga zona tersebut tidak boleh saling tumpang tindih.
The reinforcement of sumpah Satie Bukik Marapalam values for character building of students in the learning of history Piki Setri Pernantah; S Sariyatun; W Warto; A Aisiah
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i1.7976

Abstract

Sumpah Satie Bukik Marapalam is a concept of ideological order that contains a long historical meaning. This text is the local wisdom of the Minangkabau community that contains a moral message and high values to become the philosophy of life of the community. The values contained in the Sumpah Satie Bukik Marapalam can serve as the basis for character formation. The values contained can also be a strengthening attitude in learning in school, contributing to building better student character. Therefore, character development becomes very important through learning, especially through strengthening character values derived from local wisdom carried out in the process of historical learning in schools. This is particularly relevant because historical learning has an important role in the character-building process that seeks to educate students to have more reflective thinking and meaningful learning. The methods used in this study are descriptive-qualitative with a literature study approach and a methodological review between historical learning related to character formation strategies and educational values. This article consists of three steps, as follows: 1) Conduct literature studies and methodological reviews, 2) Analyze literature data and come up with new ideas, 3) report the results of the analysis. This article describes an innovative form of historical learning that is integrated with the strengthening of the local wisdom values of the Minangkabau community so as to contribute to the development of student character. Strengthening the values of local wisdom integrated in the form of religion, responsibility, courage, independence, honor, caring, intellectual, tolerance, movement, and solidarity. In short, this paper formulates other strategies in educational value through historical learning relevant to the goal of historical learning to better shape student character.