cover
Contact Name
Khoirul Huda
Contact Email
khoirulhuda@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agastya@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20878907     EISSN : 25022857     DOI : -
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
Implementasi model PjBL dengan pemanfaatan biografi (autobiografi) tokoh sejarah dalam kelas pergerakan kebangsaan Indonesia Yelda Syafrina; Ridho Bayu Yefterson; Uun Lionar; E Erniwati; Khairul Fahmi
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v13i1.14273

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan potensi biografi atau autobiografi tokoh lokal dalam mata kuliah sejarah Indonesia Baru III, dan menganalisis kemampuan mahasiswa sejarah dalam pendalaman materi organisasi pergerakan kebangsaan 1908-1935 dengan pendekatan tokoh. Penelitian ini bersifat naturalistik inkuiri dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh melalui observasi terhadap aktivitas belajar, wawancara tentang pengalaman belajar, dokumen aktivitas dan tugas-tugas terstuktur yang dikerjakan mahasiswa selama 10 kali pertemuan. Data diperoleh dari mahasiwa yang mengambil mata kuliah sejarah Indonesia baru III di departemen sejarah Universitas Negeri Padang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pengalaman membaca dan mengolah informasi sejarah dari sumber berupa biografi dan autobiografi, kemudian mereka dapat menjelaskan dengan baik latar belakang serta kiprah organisasi pergerakan dari sudut pandang tokoh yang menjadi kekuatan serta ruh dari organisi seperti sarekat islam, perhimpunan Indonesia, PNI, PNI baru dan muhammadiyah. Sehingga model PjBL membuat proses pembelajaran dalam kelas pergerakan kebangsaan Indonesia lebih terencana, terkontrol dan berbasis luaran, yakni naskah tulisan yang layak dipublikasikan menjadi langkah baru dalam upaya peningkatan jumlah publikasi mahasiswa.
Mapping of the Madiun historical cites Muhammad Hanif
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v13i2.16594

Abstract

This research aims to map Madiun historical sites. Given that some historical relics around Madiun have developed to be used as recreational functions or tourist attractions, but the public is still a lot of little information. The research was conducted in Madiun Regency and City for one year using the historiography method. This method moves through heuristic techniques, source criticism, interpreting facts and writing narratives according to field findings. The historical stories of the site were successfully reconstructed, then made into thematic maps in the form of traditional and digital maps. The results of the research found 17 sites that have important value in the history of Madiun, which are located in the administrative areas of Madiun Regency and Madiun City. Even though it includes two government areas, the road to the location is in good condition. The map of Madiun historical sites in the convention described is well mapped on conventional and digital historical maps. The maps that were successfully made in both traditional and digital forms were classified as good because they met the criteria of equidistance, equivalence, suitability, complete information and easy to understand. The findings of this research are so important so that the heritage of the past is not eroded by the times and the community needs to be made aware of knowledge information on Madiun's local wisdom.
E-modul berbasis process oriented guided inquiry learning untuk peningkatan critical thinking Herlinatus Sholehah; Nurul Umamah; M Marjono; S Sumardi; Riza Afita Surya
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v13i2.14404

Abstract

Paradigma pembelajaran berubah sangat cepat seiring dengan adanya transformasi digital di era RI 4.0. Perubahan ini mengharuskan pendidik berinovasi untuk menerapkan pembelajaran yang menyenangkan, memotivasi dan menarik minat peserta didik yang merupakan gen-Z. Pembelajaran berfokus pada proses pemecahan masalah, guna mengembangkan keterampilan 4C skills peserta didik. Critical thinking skills peserta didik merupakan salah satu keterampilan 4C yang menjadi salah satu capaian belajar sejarah dalam kurikulum merdeka. Namun berdasarkan observasi di sekolah 48,8% CTS  peserta didik kategori rendah. Berdasarkan hasil observasi tersebut dilakukan analisis kebutuhan untuk menemukan solusi pemecahan masalah. Produk pemecah masalah dalam penelitian pengembangan ini berupa e-modul berbasis process oriented guided inquiry learning (POGIL). Model penelitian dan pengembangan menggunakan 4D. E-modul berbasis POGIL yang dihasilkan telah tervalidasi ahli dan dinyatakan layak digunakan. Kelayakan e-modul berbasis POGIL dapat dilihat dari hasil validasi ahli isi bidang studi mencapai persentase 75,7% dengan kualifikasi baik, validasi ahli bahasa mencapai persentase 90% dengan kualifikasi sangat baik dan validasi ahli media mencapai 83,6% dengan kualifikasi baik. E-modul berbasis POGIL mampu meningkatkan critical thinking skills peserta didik sebesar 77,2% dengan kualifikasi tinggi. Kesimpulannya telah tervalidasi ahli dan direkomendasikan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran serta dapat meningkatkan CTS peserta didik.
Jejak peninggalan industri kolonial Suikerfabriek Poendoen 1875-1943 Estika Efa Prasiska; Dzaky Akhsan Hummada; Asyhar Basyari; A Aman
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v13i2.15022

Abstract

Penelitian tentang Pabrik Gula Pundong bertujuan untuk mengetahui sejarah industri gula kolonial pada 1875-1943 dan penyebab hilangnya situs peninggalannya. Metodenya menerapkan jenis pendekatan sejarah dengan heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Proses heuristik dengan melakukan pengamatan di BRTPD dan SMA N 1 Pundong, ditambah kajian literatur dan wawancara. Lalu mengkritisi secara internal dan eksternal terhadap temuan data sisa peninggalan dan sumber tertulis. Penafsiran dengan pendekatan historis untuk membandingkan dan menganalisa data sebagai sumber penelitian. Temuan tersebut kemudian diceritakan melalui penulisan berdasarkan fakta historis. Hasilnya menunjukkan bahwa pabrik gula Pundong dibumihanguskan pejuang pribumi supaya tidak digunakan sebagai basis pertahanan tentara Belanda. Mesin dijarah lalu peninggalannya dialihfungikan masyarakat untuk dimanfaatkan di kehidupan sehari-hari. Keadaan ini menjadi salah satu sebab terjadi kerusakan situs peninggalan Pabrik Gula Pundong sehingga menjadi terbengkalai. Hancurnya situs peninggalan ini diakibatkan dari adanya peristiwa agresi militer II, dijarah masyarakat, gempa bumi tahun 2006 dan pemanfaatan bekas lahan untuk bangunan yang baru.
Riwayat bangunan bersejarah sebagai peninggalan masa kesultanan Banten Ika Rifqiawati; Enggar Utari; Muhammad Jafar Aulia; Tazkia Salsabila
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v13i2.14491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah dari bangunan bersejarah yang ada di Banten sebagai peninggalan masa Kesultanan Banten yang masih berdiri hingga saat ini. Kesultanan Banten adalah satu dari banyaknya kerajaan Islam yang terbesar di Indonesia. Pada masa Kesultanan Banten banyak terdapat bangunan seperti Keraton Kaibon, Masjid Agung Banten, Keraton Surosowan, Vihara Avalokitesvara dan Benteng Speelwijk. Bangunan tersebut dibangun oleh masyarakat Banten dibawah pimpinan para sultan diantaranya seperti Sultan Maulana Hasanudin, Sultan Haji, Sultan Maulana Yusuf, dan Sultan Ageng Tirtayasa. Jenis penelitian deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dimana penelitian ini berusaha menjelaskan rangkaian kejadian atau kejadian sesuai dengan situasi yang ada. Metode sejarah digunakan dalam penelitian ini. Metode sejarah melalui beberapa langkah yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini dilakukan di kawasan Kesultanan Banten Lama Provinsi Banten. Teknik pengumpulan data yang memperoleh informasi secara langsung dengan mengamati situs-situs yang ada untuk menjalankan fungsi seperti pembuatan dokumen dan pencarian literatur. Penelitian ini juga berisikan nilai rekreatif, edukatif, dan informatif yang terkandung dalam situs peninggalan kesultanan Banten dengan analisa deskriptif.
Pembelajaran sejarah melalui folklore Ki Ageng Mangir untuk penanaman nilai kearifan lokal Bayu Ananto Wibowo; M Miranti
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v13i2.14368

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses penanaman nilai kearifan lokal melalui pembelajaran sejarah lokal berbasis folklore. Mengingat ada masalah bagaimana penanaman nilai kearifan melalui rekonstruksi folklore Ki Ageng Mangir pada siswa X IPS SMA Muhammadiyah Bantul. Penelitian menggunakan metode kualitatif yang berusaha menjabarkan pelaksanaan nilai-nilai tatkala berlangsungnya pembelajaran sejarah di kelas, terutama saat menghadirkan cerita sejarah Ki Ageng Mangir. Pengumpulan data dengan melaksanakan observasi untuk mengamati kegiatan pembelajaran, wawancara siswa dan dokumentasi kegiatan. Hasil temuannya diproses dengan analisis interaktif serta triangulasi metode. Penelitian tersebut menghasilkan temuan bahwa siswa kelas X IPS SMA Muhammadiyah Bantul dapat membantu mendorong peningkatan nilai kearifan lokal yang ada di folklore kisah Ki Ageng Mangir terutama segi budaya, religius, seni, moral. Selain itu peningkatan kompetensi berpikir kritis siswa muncul karena dalam pembelajarannya mengkaitkan materi folklore dengan praktik pada saat melaksanakan hidup sehari-hari. Sehingga siswa merasakan ikatan lebih kuat dengan identitasnya dan menjadi agen perubahan yang peduli pada pelestarian serta pengembangan budaya.
Sejarah dan perkembangan sastra Arab kawasan Asia Barat (Arab Saudi, Bahrain, Irak dan Iran) Saddam Reza Hamidi; Furna Khubbata Lillah
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v13i2.16001

Abstract

Bahasa Arab salah satu peradaban berupa bahasa yang karya sastranya memiliki nilai dan unsur seni patut dibanggakan dan diperhitungkan. Terbukti adanya nash atau teks peninggalan menjadi tolok ukur kejayaan peradaban yang pernah dilalui, seperti karya sastra Arab.  Ketika mencoba mempelajari karya sastra, jika subjek berasal dari bahasa asing, termasuk bahasa Arab. Masalah utamanya adalah faktor linguistik. Bahasa Arab kaya akan makna gramatikal. Sebuah kata bisa mempunyai banyak makna hanya berdasarkan jeda baris. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan corak sastra Arab, memaparkan sejarah dan perkembangan, serta memetakan bentuk dan tema sastra arab di kawasan asia barat. Metode menggunakan kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka. Hasil penelitian diperoleh corak dalam sastra Arab di Kawasan Asia Barat (Arab Saudi, Bahrain, Irak dan Iran) terdata sejak masa jahiliyah yaitu 2 abad sebelum kedatangan islam hingga masa modern saat ini mengalami dinamika signifikan. Dibuktikan pembaharuan bentuk dan corak produk sastra dari masa ke masa. Tema produk sastra saat mengikuti perkembangan zaman semakin kompleks dalam membaca kehidupan bermasyarkat dan problematikanya. Begitu pun hubungan kuat sastra Arab dengan bangsa dan sastra lain menjadi faktor utama kebangkitan pasca kejumudannya.
Politik ekonomi pemerintah Hindia Belanda perspektif kebijakan cultuurstesel di Madiun Mochammad Nginwanun Likullil Mahamid
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v13i2.13882

Abstract

Artikel bertujuan mengkaji kebijakan cultuurstesel yang mempengaruhi perubahan struktur pemerintahan di Madiun tahun 1800-an. Penguasaan Belanda atas wilayah Madiun di mulai setelah berakhirnya peristiwa perang Jawa pada 1830, sekaligus mengawali perubahan berbagai bidang politik dan ekonomi. Sebagai satu kesatuan yang melengkapi dengan tujuan utama pemerintah Belanda yang menginginkan efisiensi birokrasi untuk kelancaran perekonomian Hindia Belanda, serta mengambil keuntungan besar setiap tanah jajahan. Penelitian menggunakan metode sejarah, melalui pengumpulan sumber arsip kolonial dan foto sezaman, serta buku dan artikel jurnal. Sumber tersebut dipilih relevan lewat kritik sumber, lalu diinterpretasi dengan pendekatan politik dan politik ekonomi guna menganalisis usaha pemerintah Belanda terkait kebijakan cultuurstesel di Madiun, serta diperkuat teori kebijakan pemerintahan dari Roderick Arthur William Rhodes (1944). Lalu dilakukan historiografi, menghadirkan temuan berupa sistem tanam paksa yang memberatkan rakyat pribumi. Kemudian dalam pelaksanaannya ikut mengubah sistem pemerintahan di Madiun dari kerajaan ke kolonial, dan terbentuknya administrasi baru bernama Karesidenan Madiun beserta pejabat pemerintahan yang terdiri atas pejabat kolonial dan pejabat lokal atau pribumi.
The reconstruction of palupuh: The story of the natuurmonument and defense base in 1948 Fikrul Hanif Sufyan; Destel Meri; Nahdatul Hazmi; Y Yuhardi; Aldi Saputra
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v13i2.15827

Abstract

Palupuh had an important role in the past. Because the area, which was part of the Oud Agam Sumatra Westkust during the Dutch colonial era, was once designated by the government as a natuurmonument or forest conservation area. During the emergency government of the Indonesian republic (PDRI), it was once an important part of the defense of the mobilie brigade or mobbrig, and the ranks of the people from the onslaught of the Dutch army. In principle, this article aims to explain how Palupuh was before independence and the importance of this area for the defense base in 1948-1949. This article is organized in accordance with historical methods, namely heuristics, criticism, interpretation and historiography. The research findings show that during 1948-1949, when the Dutch bombarded Bukittinggi, the mobilie brigade moved its defense base several times. The final choice was Palupuh, which was a defense base in protecting Pasaman, which is in the north and Luhak Limopuluah Koto in the south. The mobrig troops and the nagari or kota defense line (BPNK) heroically guarded the defense bases to the north and south.
Tradisi petik tebu manten sebagai sumber belajar sejarah lokal di Sekolah Menengah Atas Triyanto, Jefri Rieski
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v14i2.18251

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana prosesi dan makna simbolik serta pentingnya nilai tradisi petik tebu manten yang mempunyai potensi sumber belajar sejarah bagi peserta didik di sekolah menengah atas di Kabupaten Jember. Metode menggunakan analisis kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilaksanakan dengan pengamatan di PG Semboro dan SMA di kabupaten Jember. Wawancara terhadap informan yang terlibat dalam acara tradisi petik tebu manten serta stakeholder. Penulis juga mengumpulkan dokumen dari pihak PG Semboro dan hasil riset sebelumnya. Lalu hasilnya di analisis dengan reduksi, penyajian dan simpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi petik tebu manten memiliki arti penting bagi masyarakat Semboro. Tradisi ini sebagai simbol keharmonisan antara masyarakat dan pihak pabrik gula Semboro. Selain itu, tradisi tersebut juga mempunyai nilai kearifan lokal seperti religius, sosial dan kepribadian. Hal tersebut terbukti pada setiap langkah proses pelaksanaan tradisi memiliki makna filosofis dan simbolik. Nilai tersebut begitu penting untuk internalisasi kepada peserta didik dalam proses pembelajaran sejarah. Sehingga mampu menjadikan ragam variasi oleh guru untuk sumber belajar, khususnya bagi siswa SMA.