cover
Contact Name
Khoirul Huda
Contact Email
khoirulhuda@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agastya@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 20878907     EISSN : 25022857     DOI : -
Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya is a biannual journal, published by Universitas PGRI Madiun on January and July, with regitered number ISSN 2087-8907 (printed), ISSN 2502-2857 (online). Agastya provides a forum for lecturers, academicians, researchers, practitioners, to deliver and share knowledge in the form of empirical and theoretical research articles on historical education and learning.
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
Umating agama adam dalam perspektif sejarah samin di Bojonegoro Novi Triana Habsari; Sieva Inda Nurdianti
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i2.13344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat Samin di Bojonegoro terhadap kepercayaan Umating Agama Adam. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan yaitu antara bulan Februari sampai Juni. Bentuk penelitian ini yaitu penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian deskriptif. Teknik pengambilan data yaitu dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data yang dipakai yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik keabsahan data yang digunakan untuk menguji kebenaran data yaitu trianggulasi sumber. Analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian didapat bahwa masyarakat Samin memiliki aliran kepercayaan yang disebut agama Adam. Hyang Wenang Pramesti Agung adalah sebutan masyarakat Samin kepada Allah SWT dan menganggap dirinya sebagai Umating Agama Adam Kawitan. Meskipun tidak mempunyai agama yang diakui oleh Negara, namun perilaku masyarakat Samin sangat terpuji, saling menolong, jujur, dan mengahargai sesama terbukti saat ini sudah banyak didirikan masjid dan gereja. Saat ini terdapat 5 masjid dan 1 gereja jawi wetan (GKJW) di Desa Jepang. Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro. Para penganut agama Adam memiliki toleransi yang tinggi dan mampu hidup berdampingan dengan masyarakat di luar Samin.
Sikap politik surat kabar fadjar asia: Respon politis atas isu pergerakan nasional 1927-1930 Arditya Prayogi; Ardiyan Darutama
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i2.9656

Abstract

Artikel membahas sejarah dan sikap politik surat kabar Fadjar Asia dari tahun 1927 sampai 1930. Permasalahannya mengenai respon politik Fadjar Asia dalam menghadapi beragam isu politik pada masa pergerakan nasional Indonesia kurun masa terbitnya. Artikel bertujuan menggambarkan respon surat kabar menanggapi berbagai isu di seputar surat kabar tersebut. Surat kabar Fadjar Asia yang berhaluan Islam merespon fenomena nasional dalam paradigma Islam. Implikasinya sudut pandang Islam sejatinya dapat dibawa dalam merespon berbagai persoalan nasional yang muncul pada masanya. Artikel disusun menggunakan metode sejarah, ialah heuristik berupa penelusuran sumber sejarah, terutama surat kabar Fadjar Asia itu sendiri. Proses selanjutnya kritik terhadap berbagai sumber yang dikumpulkan hingga melalui tahapan interpretasi, atau proses penafsiran terhadap data sejarah yang dihasilkan, selanjutnya melalui tahapan terakhir yaitu penulisan sejarah surat kabar Fadjar Asia. Hasil penelitian menunjukkan sikap politik Fadjar Asia berpihak pada pergerakan nasional dengan tetap berpegang teguh pada ideologinya. Hal ini tetap tidak berubah sampai surat kabar ini ditutup karena para pengurusnya kekurangan modal produksi. Sehingga menjadi keterbatasan penelitian ini, yang mana pembahasan terbatas pada masa terbit hingga berakhirnya surat kabar Fadjar Asia.
Kehidupan sosial ekonomi pengrajin di Desa Tanjung Atap Kecamatan Batu tahun 2007-2018 Ika Suryani; Alian Sair; S Syarifuddin
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v12i2.8332

Abstract

Desa Tanjung Atap menjadi daerah sentral industri pengrajin di Kabupaten Ogan Ilir, sebab mayoritasnya berprofesi pengrajin. Keahlian ini didapatkan turun-temurun yang terus dilestarikan. Sehingga berpengaruh terhadap kehidupan sosial dan ekonominya yang dapat dilihat pada dinamika perkembangannya dalam sebelas tahun terakhir (2007-2018). Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan keadaan sosial dan ekonomi pengrajin Desa Tanjung Atap Kecamatan Tanjung Batu, khususnya kerajinan alumunium dan anyaman tikar purun. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian sejarah. Awal mula peneliti mengumpulkan sumber yang berkaitan dengan topik yang diteliti, setelah terkumpul peneliti melakukan ktirik terhadap semua sumber yang sudah didapat, seperti narasumber yaitu pengrajin di Desa Tanjung Atap sebagai rujukannya. Kemudian peneliti melakukan analisis terhadap hasil yang didapatkan dari wawancara dengan narasumber. Selanjutnya hasil analisis tersebut peneliti uraikan dalam bentuk tulisan yang sistematis sehingga hasil dari penelitiannya dapat diuraikan bahwa kehidupan sosial pengrajin alumunium dan anyaman tikar purun memiliki relasi yang terjalin antara pengrajin dengan tengkulak dan pengrajin dengan masyarakat setempat. Kemudian aspek kehidupan ekonominya secara historis mengalami peningkatan terutama rentang waktu 2007 sampai 2018 terhadap penjualan kerajinan alumunium dan kerajinan anyaman tikar purun.
Media pembelajaran board game Jamapra (jelajah zaman prasejarah) untuk siswa sekolah menengah atas Apriliya Rida Nabila; Slamet Sujud Purnawan Jati; Wahyu Djoko Sulistyo
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v13i1.10598

Abstract

Berangkat dari permasalahan pembelajaran sejarah di kelas X IIS 2 SMA Al-Izzah IIBS Batu berupa kurang variatifnya media yang digunakan sehingga sejarah dianggap tidak menarik dan membosankan; pernyataan bahwa bahwa prasejarah termasuk materi yang sulit dipahami; dan sebagian besar siswanya yang menyukai cara belajar sambil bermain, maka penelitian ini bertujuan untuk menjadi solusi dari permasalahan yang ada dengan jalan mengembangkan media pembelajaran inovatif board game Jamapra sekaligus mengetahui keefektifan dan kepraktisannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada 10 langkah R & D milik Sugiyono. Penelitian dilakukan di kelas X IIS 2 SMA Al-Izzah IIBS Batu dengan melibatkan 19 siswa sebagai responden. Data penelitian diambil menggunakan instrumen lembar validasi, angket, dan lembar soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa board game ‘Jamapra’ yang menarik dan interaktif dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga mampu memotivasi siswa dalam belajar prasejarah dan efektif berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.
Pengembangan nilai kearifan lokal ekologi kampung adat Cikondang dalam lingkungan kebudayaan dan komunitas melalui ecomuseum Wawan Darmawan; Yeni Kurniawati; Iing Yulianti; Faujian Esa Gumelar
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v13i1.15140

Abstract

Masyarakat Adat Cikondang adalah masyarakat yang beretnis Sunda yang masih memegang nilai luhur dari masa ke masa. Nilai-nilai yang dipegang teguh terkait dengan kearifan lokal dalam melestarikan lingkungan hidup disekitarnya. Permasalahan utama yang dihadapi terkait dengan pengikisan budaya lokal yang terjadi di Indonesia terutama pada generasi muda. Indikatornya terlihat dalam ketidakpahaman generasi muda akan budaya lokal yang mesti dijaga dan semakin gencarnya budaya populer baru yang lebih digemari dibanding budaya tersebut. Adapun dalam kajian pustaka, peneliti memasukan dua konsep, pertama berkaitan dengan karakteristik Masyarakat Adat Cikondang yang merupakan masyarakat sosial agraris yang membuka ladang dengan menggunakan konsep pamali, Selain itu ada konsep ecomuseum yang berisi proyek warisan berbasis masyarakat lokal. Metode yang digunakan adalah metode netnografi yang dipandang sebagai metode kajian budaya khususnya komunikasi yang dimediasi Komputer. Hasil dan Bahasan merujuk pada nilai-nilai Masyarakat Adat Cikondang yang dapat diimplementasikan dalam proses pelestarian lingkungan hidup. Pewarisan tersebut dapat difasiltasi dengan konsep ecomuseum yang dijadikan wadah dalam penghayatan dan pengenalan bagi generasi muda. Simpulan dan implikasi merujuk pada nilai-nilai Nilai-nilai Masyarakat Adat Cikondang dapat dijadikan solusi dalam menjawab tantangan terkait kerusakan lingkungan yang terjadi diberbagai wilayah di Indonesia. Adapun keterbatasan penelitian ini terkait dengan sumber lisan, karena keterbatasan waktu dari peneliti.
Kiprah abdul wahab chasbullah terhadap dialektika persatuan dan nasionalisme tahun 1908-1971 Tati Herawati; Widiati Isana
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v13i1.11147

Abstract

Abdul Wahab Chasbullah merupakan Ulama kharismatik asal Jombang yang juga merupakan salah satu pendiri organisasi Nahdhatul Ulama. Salah satu ideolog Muslim yang kiprahnya berpengaruh terhadap persatuan bangsa Indonesia pada masa kebangkitan nasional hingga turut andil dalam mengantarkan Indonesia mencapai kemerdekaan di tahun 1945. Pemikiran yang bercorak bebas membuatnya aktif dalam mempersatukan umat Islam dengan didirikannya beberapa organisasi, diantaranya Nahdhatul Wathan, Nahdatul Tujjar, Tashwirul Afkar, dan Nahdatul Ulama. Namun, geraknya sebagai aktivis tidak banyak orang yang mengetahuinya. Bahkan, jika melihat sifat sejarah yang subjektif, perannya jarang sekali disinggung terkait ketokohan pendiri Nahdhatul Ulama. Berangkat dari perihal tersebut, maka upaya menggali lebih dalam mengenai pandangannya, khususnya tentang Persatuan dan Nasionalisme. Artikel ini menggunakan metode penelitian sejarah melalui empat tahapan. Tahapan yang dilalui yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi dengan mengacu sumber primer yakni syiir Syubhanul Wathon yang pada tahun 2016 dijadikan sebagai Lagu Nasional oleh Kementrian Sosial Indonesia. Penelitian ini menghasilkan tulisan mengenai dialektika persatuan dan nasionalisme oleh Mbah Wahab dengan internalisasi terhadap pembelajaran sejarah yang terkandung dalam diri Mbah Wahab serta syiir yang diciptakannya yakni Syubhanul Wathan. Dalam melakukan penulisan terdapat keterbatasan penelitian yang mana sulit didapatkannya sumber lisan sebagai penunjang bahan tulisan.
Makna simbolik ritual tiwah suku dayak ngaju sebagai sumber belajar sejarah lokal di Kalimantan Tengah Dita Ayu Murdiya Ningrum; S Soebijantoro
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v13i1.14959

Abstract

Penelitian dilakukan dalam upaya mengkaji makna simbolik ritual tiwah suku dayak ngaju yang berpotensi sebagai sumber belajar sejarah lokal di Kalimantan Selatan. Penelitian dengan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Observasi bersifat non partisipasi dalam berbagai kegiatan masyarakat dengan wawancara terstruktur melalui daftar pertanyaan yang telah dirancang sesuai gambaran awal yang di dapat ataupun bebas. Wawancara dilakukan kepada tokoh dayak ngaju, perangkat desa serta guru SMAN Katingan. Analisis data berpedoman pada langkah reduksi data, penyajian data dan  penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan makna simbolik yang terdapat dalam tradisi ritual tiwah yaitu ritual tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial baik berupa tangung jawab masyarakat adat, baik terhadap nenek moyang maupun menjunjung tinggi harkat dan martabat masyarakat atau keyakinan untuk membuang sial bagi keluarga yang ditinggalkan. Kemudian terdapat karakter gotong royong sebagai simbol kehidupan bermasyarakat mengingat ritualnya memerlukan waktu dan biaya besar. Guna menghemat pengeluaran, kini masyarakat Dayak mengadakan upacara tiwah bersama-sama. Lau adanya sikap ungkapan rasa syukur kepada tuhan YME atas nikmat dan permohonan supaya terhindar dari kemalangan, kemiskinan dan keterbelakangan. Makna simbolik itu berpotensi sebagai sumber penyusunan sejarah lokal yang masih kurang bagi sumber belajar siswa di SMA Katingan.
Dinamika konflik panembahan dan residen: Kebijakan sistem irigasi dan implikasinya terhadap masyarakat Madura (1850-1907) Mohammad Refi Omar Ar Razy; Reiza D. Dienaputra
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v13i1.12614

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis politik lingkungan hidup yang terdapat di Madura. Fokus utamanya yaitu permasalahan sistem irigasi yang dikelola Panembahan dan Residen yang pada akhirnya menjadi konflik tersendiri dalam pusaran pemerintahan di Madura. Konflik ini sebenarnya akibat pengambilalihan kekuasaan penguasa lokal seperti kerajaan Bangkalan, Pamekasan dan Sumenep yang oleh Belanda sejak 1850-an terjadi sebuah peralihan sistem pemerintahan yang mengelola hajat hidup masyarakat di Madura. Dalam perkembangannya banyak terjadi berbagai perlawanan yang diinisiasi para Panembahan bersama dengan rakyat Madura dengan melakukan perlawanan dalam pembangunan irigasi yang dibangun oleh Residen di Madura. Hal ini tentu menjadi fenomena yang langka pada masa kolonial. Di satu sisi mereka membutuhkan irigasi untuk kebutuhan pokok serta mengairi sawah. Di sisi lain, sebagian dari masyarakat Madura mencoba untuk menghancurkannya. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Beberapa data di dapatkan dari Arsip Nasional Republik Indonesia, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan media online yang terpercaya seperti delpher.nl dan Gahetna. Sumber yang didapatkan berupa arsip dan manuskrip. Hasil penelitian menunjukkan dinamika konflik antara Panembahan dan Residen diawali oleh pengambilalihan kekuasaan lokal oleh pemerintah kolonial sehingga menimbulkan kepentingan kekuasaan yang cukup berlawanan antara keduanya. Adapun konflik tersebut mengakibatkan kerusakan lingkungan di Madura.
Pemetaan situs peninggalan sejarah Kabupaten Ponorogo berbasis macromedia flash sebagai media pembelajaran sejarah SMA Shabrina Sabila El Haq; Muhammad Hanif; Novi Triana Habsari
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v13i1.13302

Abstract

Sekarang ini teknologi menjadi hal yang berpengaruh dalam kehidupan. Perkembangan teknologi tersebut dapat dimanfaatkan dalam pengembangan media pembelajaran. Mengingat bisa mengatasi permasalahan pelajaran sejarah. Oleh karena itu perlu adanya media pembelajaran yang menarik dengan memanfaatkan teknologi. Terutama untuk mengurai kurangnya minat siswa dalam mempelajari sejarah lokal. Mengingat begitu penting untuk dipelajari sebagai jembatan memahami sejarah nasional. beberapa situs sejarah banyak ditemukan, namun masyarakat belum mengetahui sebab minimnya informasi. Tujuan peneilitian ini untuk memetakan situs peninggalan sejarah di Kabupaten Ponorogo yang nantinya diolah menjadi media pembelajaran sejarah untuk SMA kelas X menggunakan Macromedia Flash. Rancangannya dengan menggabungkan teks, gambar dan suara dalam bentuk animasi. Pada peta tersebut memuat informasi mengenai letak situs, sejarah dan foto situsnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif berdasarkan wawancara, observasi, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran peta situs peninggalan sejarah Kabupaten Ponorogo, membantu meningkatkan motivasi siswa dalam belajar sejarah. Selain itu juga media ini bisa digunakan guru untuk memudahkan dalam mengajar pelajaran sejarah.
Sejarah kota pelabuhan Ambon tahun 1602-1942: Dari pelabuhan monopoli menuju kota pelabuhan bebas La Raman; Suharlin Ode Bau
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/ajsp.v13i1.12833

Abstract

Ambon memiliki peran penting dalam dunia perdagangan Asia.  Pengangkutan pala dari dan ke kepulauan Banda dilakukan pedagang Cina, Arab, India, dan Persia menyebabkan terciptanya Ambon sebagai pelabuhan transit memainkan peran penting dalam dunia perdagangan cengkeh dan pala. Pelabuhan ini menunjukan eksistensinya sejak kehadiran Portugis kemudian dilanjutkan Belanda. VOC memanfaatkan perairan teluk Ambon sebagai pusat konsolidasi armada kapal untuk melancarkan perang terhadap penduduk Ternate, Ambon, dan Banda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika sejarah pelabuhan Ambon tahun 1605-1942. Metode menggunakan sejarah dengan langkah mengumpulkan data yang teliti, melakukan kritisi, menginterpretasi dan menyusun peristiwa sejarah menjadi cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelabuhan Ambon mulai  eksis sebagai kawasan maritim strategis ketika hadirnya orang Portugis dan Belanda. Pasca runtuhnya VOC dan Inggris sempat mengendalikan kekuasaan di Nusantara, pelabuhan Ambon pada 1810 dijadikan sebagai pelabuhan yang terbuka bagi kapal-kapal asing. Tetapi ini tidak bertahan lama, karena masa kekuasaan pemerintah kolonial 1816, kembali menjadi pelabuhan tertutup. Pada masa kekuasaan kolonial pembangunannya mulai dilakukan. Dermaga pelabuhan segera di bangun pada 1817 hingga 1865, kemudian proses perbaikan sarana diteruskan pada 1917. Setelah pembangunan dermaga dan pembentukan maskapai pelayaran KPM, kunjungan kapal-kapal di pelabuhan terus mengalami peningkatan.