cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpfunimed@unimed.ac.id
Editorial Address
Jurnal Pendidikan Fisika, Publications Unit, The Magister of Physics Education Departement in State University of Medan, Jl. Williem Iskandar, Medan, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika
ISSN : 2252732X     EISSN : 23017651     DOI : 10.22611/jpf
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
Pengaruh Model Kadir Dengan Echomind Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Gelombang Bunyi fitria silviana; Hilda Mazlina; Putri Zuhra; Soni Prayogi
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya hasil belajar fisika peserta didik masih menjadi tantangan dalam pembelajaran, khususnya pada materi gelombang bunyi yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran KADIR (Koneksi, Aplikasi, Diskursus, Improvisasi, dan Refleksi) berbantuan aplikasi EchoMind terhadap hasil belajar fisika peserta didik kelas XI SMAN 13 Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experimental dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari  kelas XI.2 yang berjumlah 30 orang sebagai kelas kontrol serta kelas XI.4 dengan  jumlah 30 orang sebagai kelas eksperimen. Sampel ini dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pembelajaran. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene, dan uji hipotesis menggunakan Mann–Whitney U test. Hasil penelitian setelah perlakuan, diperoleh perbedaan yang signifikan pada hasil posttest (p = 0,018 < 0,05), yang menunjukkan bahwa model pembelajaran KADIR berbantuan aplikasi EchoMind memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar fisika peserta didik. Integrasi model pembelajaran aktif dengan media pembelajaran digital mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan bermakna.
A Systematic Literature Review of Critical Thinking Skills in Physics Learning: Interventions, Assessment and Outcomes Khoirul Ikhsan Pane; Supahar Supahar; Heru Kuswanto; Utami Putri; Yuliyanti Daulay
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Critical thinking is a key competency in 21st-century education, yet a comprehensive synthesis of its development in physics learning remains lacking. This systematic review synthesizes empirical evidence on instructional interventions, assessment instruments, and outcomes related to critical thinking in physics learning (January 2017 – February 2026). Following PRISMA guidelines, three databases were searched (Scopus, ERIC, SINTA), yielding 491 records. After screening and eligibility assessment, 31 empirical studies were included, limited to open-access, quantitative or mixed-methods journal articles or conference papers in English or Indonesian, focusing on physics and critical thinking as the dependent variable (outcome). The open-access restriction was adopted due to institutional database constraints; this limitation is explicitly acknowledged. Inquiry-based learning (32.26%), problem-based learning (22.58%), and project-based learning (16.13%) were the most common interventions. Dominant assessment tools included the Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal and Facione-based instruments. Effect sizes ranged from moderate to large, with inquiry-based approaches yielding the highest gains. Active learning interventions particularly inquiry and problem-based learning effectively enhance critical thinking in physics. Standardized assessment frameworks and future research on technology integration and diverse cultural contexts are recommended.
Pengembangan Instrumen Four-Tier Diagnostic Test untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Siswa SMA Kelas XII Pada Materi Gejala Kuantum Aisyah; Yenni Amalia Siregar; Holit Mawardi Nasution; Miftahul Jannah Nasution
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/e8c94q40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen Four-Tier Diagnostic Test yang valid dan reliabel untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa SMA kelas XII pada materi gejala kuantum, khususnya efek fotolistrik dan efek Compton. Penelitian pengembangan ini menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang diujicobakan kepada 67 siswa kelas XII di SMA Negeri 1 Siabu yang terdiri dari 2 kelas. Instrumen yang dikembangkan terdiri dari empat lapisan, yaitu pertanyaan pengetahuan, tingkat keyakinan jawaban, alasan menjawab, dan tingkat keyakinan alasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen dinyatakan valid berdasarkan koefisien validitas Gregory pada rentang 0,60–0,80 dan reliabel dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,82. Profil pemahaman konsep siswa menunjukkan bahwa 37,9% siswa mengalami miskonsepsi (kategori sedang), 28,8% kurang pengetahuan, 24,5% paham konsep, dan 8,8% kesalahan lainnya. Miskonsepsi tertinggi terjadi pada sub-materi efek fotolistrik (42,5%) dibandingkan efek Compton (34%). Miskonsepsi spesifik yang teridentifikasi meliputi anggapan bahwa energi ambang bergantung pada intensitas cahaya, energi kinetik elektron bergantung pada intensitas, serta ketidakmampuan membedakan mekanisme tumbukan pada efek fotolistrik dan efek Compton. Dengan demikian, instrumen Four-Tier Diagnostic Test yang dikembangkan layak digunakan oleh guru sebagai alat diagnostik untuk memetakan miskonsepsi siswa, sehingga dapat merancang strategi remediasi yang lebih tepat sasaran dalam pembelajaran fisika kuantum.
Penerapan Media PhET Simulation untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Mahasiswa Materi Gelombang Evitamala Siregar; Rizki Fadilah; Novi Damayanti; Riyanto
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/7txz9r87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa pada materi gelombang, yang mencakup gelombang transversal, gelombang longitudinal, dan gelombang bunyi, melalui penerapan media PhET Simulation. Rendahnya pemahaman konsep pada materi ini umumnya disebabkan oleh sifat gelombang yang abstrak dan sulit divisualisasikan hanya melalui penjelasan verbal maupun persamaan matematis. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 20 orang mahasiswa yang menempuh mata kuliah dasar gelombang Listrik & magnet. Instrumen yang digunakan berupa tes uraian (essay) berjumlah 5 soal yang telah divalidasi untuk mengukur pemahaman konsep mahasiswa pada aspek gelombang transversal, longitudinal, dan bunyi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest meningkat dari 67,45 pada Siklus I menjadi 87,15 pada Siklus II, dengan rata-rata N-Gain meningkat dari 0,42 (kategori sedang) menjadi 0,73 (kategori tinggi). Ketuntasan klasikal juga meningkat dari 45% pada Siklus I menjadi 95% pada Siklus II, sehingga penelitian dihentikan pada siklus kedua karena telah memenuhi indikator keberhasilan. Disimpulkan bahwa penerapan media PhET Simulation efektif meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa pada materi gelombang.
Analisis Pengaruh Model Pembelajaran ECIRR Terhadap Miskonsepsi dan Motivasi Belajar Siswa  Pada Materi Fluida Dinamis Mariati Purnama Simanjuntak; Selvia Anggriani
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/fbtwnc44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran Eclicit, Confront, Identification, Resolve and Reinforce (ECIRR) dalam pembelajaran fisika mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap miskonsepsi siswa SMA kelas XI pada materi fluida dinamis dan  mengetahui hubungan antara miskonsepsi dan motivasi dengan pembelajaran ECIRR. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pretest- posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MIPA yang terdiri dari empat kelas salah satu SMA swasta di Sumatera Utara, Indonesia. Sampel penelitian diambil dengan teknik simple random sampling yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen XI MIPA I dengan menggunakan model ECIRR dan kelas kontrol XI MIPA 2 dengan pembelajaran konvensional yang masing-masing berjumlah 20 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes miskonsepsi berbentuk pilihan ganda berjumlah 20 item dan angket motivasi belajar sebanyak 20 pernyataan. Analisis data menggunakan varians multivariat (manova), korelasi, dan persentase N-gain. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model ECIRR terhadap pengurangan miskonsepsi, terdapat hubungan antara miskonsepsi dengan pembelajaran ECIRR, dan terdapat hubungan antara motivasi belajar siswa dengan pembelajaran ECIRR, serta terjadi persentase pengurangan miskonsepsi dan peningkatan motivasi siswa kelas XI dengan penerapan pembelajaran ECIRR pada materi fluida dinamis.
Pengaruh Model Pembelajaran SOLE (Self Organized Learning Environments) Berbasis Video Animasi terhadap Kemampuan Berpikir Kritis di SMA Kelas XI Halimah Berliani; Rofiqoh Hasan Harahap; Shinta Marito Siregar; Elia Putri; Lia Afriyanti Nasution
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/860dky92

Abstract

Rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran fisika menyebabkan kemampuan berpikir kritis pada materi Gerak Lurus belum berkembang secara optimal. Penelitian bertujuan menganalisis efektivitas model pembelajaran SOLE (Self Organized Learning Environments) berbasis video animasi terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pantai Labu. Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas yang masing-masing berjumlah 30 siswa dan dipilih melalui teknik cluster random sampling dari populasi sebanyak 90 siswa kelas XI MIPA. Data diperoleh melalui tes uraian yang mengukur kemampuan interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan eksplanasi. Video animasi Qreative Edukative dinyatakan sangat layak berdasarkan validasi ahli materi (85,45%) dan ahli media (90%). Hasil analisis menunjukkan rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 54,02% (kategori sedang), sedangkan kelas kontrol sebesar 17,83% (kategori rendah). Pengujian menggunakan Independent Sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), sehingga model pembelajaran SOLE berbasis video animasi terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa model pembelajaran SOLE berbasis video animasi berpotensi diterapkan sebagai strategi pembelajaran fisika yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Gerak Lurus.