cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
Problematika Kepemimpinan Pendidikan Islam di Era Milenial Harun Harun
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2020.8.1.21-38

Abstract

Today we have entered the millennial era, which is happening so fast. Digital technology accompanies all human activities, in the current millennial, people are more preoccupied with technology such as using social media. Islamic leadership that adheres to Islamic principles will certainly make Islamic education able to overcome challenges and changes that occur so quickly. The type of research used was library research. The results of the study in the form of Islamic education leadership concept mean that not only includes influencing and facilitating what have been done but, including the ability used to ensure readiness to face challenges. The process must always be within Islamic values, namely the values ​​that bring up to shari'ah norms that was compatible with Islamic education. The problems of Islamic education leadership in millennial era was humans in the millennial era more concerned with the reason, leaving the spiritual, and decreasing millenial generation character. The solutions of Islamic education leadership problems in millenial era are the leaders have to have a character-based paradigm, able to develop Islamic education that responds to the development and demands of the times.
Model Pendidikan Karakter Berbasis Keluarga Perspektif Islam di Tengah Pendemi Covid-19 Fiina Tsamrotun Nafisah; Ashif Az Zafi
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2020.8.1.1-20

Abstract

This research raises a problem which is related to the character of children, especially in Indonesia in the midst of the Covid-19 pandemic. It must be realized that all parties, especially parents, play a role in creating a future generation of character or virtuous, religious, and good manners, to uphold civilized Indonesia. The purpose of this study is to determine the basis for the development of character education and character education models in the family in the midst of the Covid-19 pandemic. This research is a literature study and the method used is literature study (library research). The results obtained from this study are that in character education in the midst of the Covid-19 pandemic, attention must be paid to the basics of character development consisting of cognitive development, social development, and moral development. These developments can be instilled in children through character education in the family. In the cultivation of character, of course, must use a model that can direct the child towards the desired character. The model is a family-based character education model of Islamic perspective. In the model, the goal of character education in the family, character education program in the family, character education process in the family, and evaluation of character education in the family.
ANALISIS SOAL SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM MI ‎KELAS IV PERSPEKTIF HOTS Ica Putri Cahayaningsih
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2020.8.2.353-376

Abstract

Analysis of the items is adjusted to the material provided in the textbook, whether the questions available in the book or not, because in some cases it not in accordance with the questions. in addition the authors, also analyzed the items contained in the book with HOTS qualification categories based on Bloom’s Taxonomy. this study aims to describe wether the questions presented in thr studebt book (BSE) History of Islamic culture class IV curriculum 2013 published by Ministry of Religion in 2014 aew in accordance with the level HOTS category in Bloom’s Taxonomy. The data analyzed in this study are the study questions presented in the student’s book. The analysis technique used in the research is descriptive statistical analysis and with resulting data in the form of percentages. The result of the analysis in this study indicate that the questions contained in the SKI student book are presented with the proportion (1) 78% of questions in LOTS category, (2) 21% of questions in the MOTS category, and (3)1% of questions in the HOTS category. Thus, it can be concluded that the questions prsentes in the SKI student book are not ideal as matter of practice.
TPACK SEBAGAI BEKAL GURU PAI DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Imroatul Ajizah; Muhammad Nurul Huda
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2020.8.2.333-352

Abstract

Peserta didik abad 21 merupakan generasi yang paling akrab dengan teknologi dibanding dengan generasi sebelumnya. Dengan mengetahui hal tersebut, penting untuk guru mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran guna mengimbangi kebutuhan dan kondisi peserta didik di era saat ini. Namun, pengintegrasian teknologi tidak akan efektif jika tidak dibarengi dengan kemampuan pedagogi dan pengetahuan materi pembelajaran yang memadai, karena ketiga hal tersebut merupakan kerangka yang saling berkaitan satu sama lain. Pandangan transformatif ini menampilkan sifat dinamis dari interkoneksi konten, pedagogi, dan teknologi dalam konteks pendidikan menuju pengembangan pengetahuan yang disebut sebagai TPACK. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan cara menelusuri berbagai referensi yang berkaitan dengan judul. Hasil temuan menunjukkan bahwa TPACK memiliki peran yang sangat penting sebagai bekal guru dalam pembelajaran PAI. Dengan menguasai TPACK, guru PAI dapat menyajikan pembelajaran yang inovatif dan kreatif, serta efektif di dalam kelas sehingga peserta didik dengan mudah memahami pembelajaran yang sedang berlangsung. Hal ini berdampak pada meningkatnya kualitas pembelajaran PAI.
IMPLEMENTASI GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIF DALAM PENINGKATKAN DAYA SAING PENDIDIKAN Agus Purwo Widodo; Saifudin Zuhri; Djani Djani
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2020.8.2.309-332

Abstract

Budaya organisasi pada tataran sekolah memerlukan pemimpin yang berkemampuan memobilisasi perkembangan dan perubahan yaitu melakukan kegiatan kreatif, menemukan strategi, metode, cara-cara, atau konsep-konsep yang baru dalam pengajaran agar pembelajaran bermakna dan melahirkan pendidikan yang berkualitas. Berkenaan dengan hal tersebut maka diperlukan kepemimpinan transformatif sebagai upaya untuk menghasilkan pendidikan yang mampu berdaya saing dan menghasilkann peserta didik yang mempunyai integritas kepribadian, sikap disiplin, kreatif, inovatif, dan kompetitif. Profesionalitas kepemimpinan pendidikan sebagai pemimpin transformasional perlu memiliki kompetensi, transparansi, efisiensi, dan kualitas tinggi. Strategi Pelaksanaan Kepemimpinan Transformatif Kepala MI Perwanida Kota Blitar dan SD Islam Al Munawar Tulungagung dalam meningkatkan kebijakan daya saing pendidikan di lembaganya: (1) Di lembaga Madrasah/sekolah terjadi adanya kerjasama dengan wakil-wakilnya, guru-guru, dan staf dalam kerja tim (team work), sehingga memungkinkan terlaksananya peran kepemimpinan tim (team leadership); (2) Di lembaga Madrasah/sekolah terjadi adanya peningkatan motivasi dan membangkitkan gairah kerja guru yang diorientasikan pada terciptanya pertumbuhan personal dan profesional guru (personal and professional growth), sehingga memungkinkan terlaksananya peran kepemimpinan supervisi (supervisory leadership); (3) Di lembaga madrasah tercipta penataan organisasi madrasah, iklim hubungan yang bersifat loose coupling, dan mengubah struktur dan iklim birokrasi menjadi menyenangkan (comfortable bureaucracy) atau profesional (professional bureaucracy) sehingga memungkinkan terlaksanya peran kepemimpinan organisasional (organizational leadership).
MENANAMKAN TRADISI MEMBACA PADA SISWA MENURUT PANDANGAN KH. WAHID HASYIM DALAM MENJAWAB TANTANGAN ERA INDUSTRI 4.0 Zaenani Qodriyatun; Muqowim Muqowim; Radjasa Radjasa
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2020.8.2.267-285

Abstract

Abstract : This library research study attempts to answer two questions. First, how had  KH. Wahid Hasyim thought about character education? Second, how the character implementation likes reading according to KH. Wahid Hasyim on the current condition of reading power in Indonesia, especially madrasa students? Through inductive analysis, two findings are produced. First, there are eight character values that educated by KH. Wahid Hasyim. The eight values are religious, tolerance, self-attendance, democratic, nationalism, love for the motherland, friendly or communicative, and fond of reading. The second finding in this study, that the fondness of reading KH. Wahid Hasyim is in line with what is contained in the Law on the National Education System (National Education System) No. 20 of 2003 article 4 paragraph 5 which explains that education is carried out by developing a culture of reading, writing and arithmetic for all citizens. Also in line with the command of Allah in the teachings of Islam contained in the first revelation that is "Read in the name of your Lord who created," (Surah Al-'Alaq 96: Verse 1)  
KENAKALAN REMAJA KAUM SANTRI DI PESANTREN ‎(TELAAH DESKRIPTIF-FENOMENOLOGIS) ‎ Azam Syukur Rahmatullah; Halim Purnomo
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2020.8.2.222-245

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam kenakalan-kenakalan apa saja yang terjadi di pesantren, dan hasil penemuan penelitian dapat mengklasifikasikan jenis-jenis kenakalan remaja kaum santri di pesantren. Jenis penelitian ini adalah penelitian kenakalan remaja terjadi di manapun dan dalam situasi apapun, termasuk di ranah pesantren. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perilaku-perilaku santri terkadang nganeh-nganehi dan bisa dikatakan menyimpang dari aturan kepesantrenan. Hal yang demikian adalah fakta dan nyata. Oleh karena itu, dalam hal ini peneliti berupaya untuk menelaah lebih dalam lagi perihal kenakalan-kenakalan remaja santri yang terjadi di pesantren. Tujuan dari literatur dan sifat dari penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan eksploratif yang mengkaji secara mendalam untuk menemukan hal-hal baru, yang kaitannya dengan kenakalan remaja kaum santri di pesantren. Sedangkan analisisnya menggunakan studi content analysis yakni penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu infomasi tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kenakalan-kenakalan remaja santri antara lain dilihat dari individu santri, lingkungan pesantren dan lingkungan relationship antar santri. Adapun tingkatan kenakalan remaja santri terbagi menjadi tiga yakni kenakalan tingkat bawah, sedang dan tinggi. Sedangkan penanganan yang dilakukan pesantren untuk mengatasi kenakalan remaja santri menggunakan pendekatan antara lain pendekatan hati ke hati (touching heart), pendekatan spiritual-religius, sampai pada pendekatan yang berbasis kedisiplinan yang sifatnya tegas sesuai aturan yang berlaku.
PEMIKIRAN IBNU SAHNUN TENTANG ETIKA PROFESI GURU DAN RELEVANSINYA DENGAN UNDANG-UNDANG KODE ETIK PROFESI GURU Rusnadi Muhammad; M. Zainal Arif; Rido Kurniato
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2020.8.2.286-308

Abstract

Abstract The thesis is written with the purpose to understand the thinking of Ibn Sahnun about the ethics of teachers and its relevance to the teacher’s code of ethics act in Indonesia. The ethics of a teacher is a major element in educational activities, because education is not only a transfer of knowledge but also a transfer of value. Embedded ethics within the teacher, make it easier to implement their obligations in the process of education, thus to achieve the purpose of education. The study is also expected to provide useful information for the advancement of Islamic education. Furthermore, it also provides a fresh perspective and improve the quality of education in Indonesia. The research is using qualitative approach with literature research (library research) and the source of data the is the primary and secondary data. Data collection technique is done with the documentation. The data analysis technique used is the descriptive analysis and content analysis. While validity test used an adequate reference and discussion with colleagues (focus group discussion). The results showed that the ethics of teachers, according to Ibn Sahnun is an attitude reflected on the teachings of Islam according to the Qur’an and Hadith, then those behaviours applied in the teaching of the student. Behaviours of teachers are: 1. Fair and do not discriminate between students, 2. Be cautious to God, 3. Sincere and receive wages properly, 3. Being a role model and always give the guidance to the students. Thus, the relevancies between Ibn Sahnun’s thinking and code of ethics act of the teacher are 1. Teacher’s ethic a stable emotional and adults towards the students, 2. Teacher’s ethic Wise and dignified towards the students, 3. Teacher’s ethic a Role model and sincerity towards the students. Keywords: Ethics Teachers, Ibn Sahnun, Act Code of Conduct Teachers. Abstrak Tesis ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui pemikiran Ibnu Sahnun tentang etika guru serta relevansinya dengan undang-undang kode etik guru di Indonesia. Etika seorang guru merupakan unsur utama dalam kegiatan pendidikan, karena pendidikan tidak hanya transfer of knowledge tapi juga transfer of value. Dengan tertanamnya etika dalam diri seorang guru, mempermudahkan ia melaksanakan kewajiban-kewajibannya dalam proses pendidikan, sehingga dapat terwujudnya tujuan pendidikan. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberi sebuah infomasi yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan Islam. Selain itu juga dapat memberikan sebuah pandangan baru dan memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia khususnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Dan sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis isi (content analisis). Sementara teknik keabsahan data data dilakukan dengan kecukupan referensi data dan diskusi dengan teman sejawat (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika guru menurut Ibnu Sahnu adalah sebuah prilaku guru dicerminkan dari ajaran-ajaran Islam (menurut al-Qur’an dan Hadist, kemudian prilaku tersebut diaplikasikan dalam berhubungan dengan peserta didik. Diantara prilaku guru tersebut adalah: 1. Berlaku adil dan tidak melakukan diskriminasi terhadap anak didik, 2. Bertakwa kepada Allah, 3. Menanamkan sikap ikhlas dan diperbolehkan menerima upah, dan ke 3. Menjadi uswah hasanah serta senantiasa memberikan perhatian kepada anak didik. Disamping itu, adanya relevansi antara pemikiran Ibnu Sahnun dan Undang-Undang Kode Etik Guru. Beberapa temuan yang memiliki relevansi adalah: 1. Etika guru dengan memiliki emosional yang stabil dan dewasa terhadap anak didik, 2. Etika guru yang arif, bijak, dan berwibawa terhadap anak didik, 3. Etika guru yang menjadi Suri tauladan dan menanamkan sikap ikhlas terhadap anak didik Kata Kunci: Etika Guru, Ibnu Sahnun, Undang-Undang Kode Etik Guru.
STUDI KRITIS PENDIDIKAN TOLERANSI DI INDONESIA Ervan Choirul Anwar
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2021.9.1.30-52

Abstract

Indonesia. Pemetaan dalam pembahasan artikel ini meliputi tema-tema yang sering digunakan dalam penelitian sebelumnya dan implementasi pendidikan toleransi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif literature review dengan pendekatan Systematic Review. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Google Schoolar dengan memasukkan kata kunci “Pendidikan Toleransi” dan terbatas pada artikel yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir (2015-2020). Artikel tersebut kemudian diolah untuk memetakan tema-tema yang sering digunakan oleh peneliti sebelumnya. Kemudian dianalisis untuk mendapatkan gambaran tentang aspek fokus kajian, metode, dan model pelaksanaan pendidikan toleransi di Indonesia. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penelitian dengan topik pendidikan toleransi telah banyak dilakukan di sekolah dan pesantren. Kajian lebih banyak dilakukan dengan mengintegrasikan pendidikan toleransi dengan pendidikan agama. Sementara itu, penguatan pendidikan toleransi dengan nasionalisme atau kebangsaan masih kecil. Selain itu, topik pendidikan toleransi di masyarakat belum terlalu banyak dipelajari. Sementara itu, pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah, pondok pesantren dan masyarakat dilakukan dengan menggunakan empat pendekatan. Pertama, integrasi pendidikan toleransi dengan pendidikan multikultural. Kedua, integrasi pendidikan toleransi dengan Pendidikan Agama Islam. Ketiga, integrasi pendidikan toleransi dengan pembelajaran. Keempat, suri tauladan kyai. Kata Kunci : Pendidikan, Toleransi, Indonesia
PERSEPSI MAHASISWA IAIN TULUNGAGUNG TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM MAGANG DI MTSN 2 KOTA BLITAR Ahmad Fahrudin; Arbaul Fauziah
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2020.8.2.377-400

Abstract

Abstract: The aim of this study was to evaluate the perceptions of IAIN Tulungagung students on the implementation of the internship program at MTSN 2 Blitar. This study was conducted on March to November 2020. This study used a qualitative approach and secondary data was analyzed descriptively and exploratively. The informants in this study were students of the Tarbiyah and Teacher Training Faculty (FTIK) IAIN Tulungagung who carried out the Internship program 1 and 2 at MTsN 2 Blitar, East Java. Data were collected using questionnaires, observation, documentation, and interviews. As much as 92% of students stated that there was preparation or provision of apprenticeship program at IAIN Tulungagung before the students went to the field. At the same percentage, students claimed to be happy in carrying out an internship program. This was indicated by the existence of special preparations every day before entering the class which was stated by 84% of students. All students (100%) had high enthusiasm for teamwork. According to 84% of students, this was triggered by the atmosphere in the partner institutions to support the implementation of internships. Thus, all students (100%) can conduct socialization in a flexible manner with the school. Even though the implementation of internship was well, there were 30% of students who stated that there were obstacles in its implementation. The condition caused the dissatisfaction was felt by 23% of students. As many as 76% of students stated that there were administrative tasks and as many as 69% of students stated that there were several other tasks given by the school during the internship. Keywords: enthusiasm, internship, student, perception