cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Tataloka
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 23560266     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Tataloka is a peer reviewed journal publishing scientific articles, focusing mainly on research and studies in the field of urban and regional planning. TATALOKA Journal is published quarterly by Biro Penerbit Planologi (Planologi Publishing), Diponegoro University every February, May, August, and November.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
Pengaruh Lahan Kosong terhadap Kemiskinan di Kota Bengkulu harmes harmes; Bambang Juanda; Ernan Rustiadi; Baba Barus
TATALOKA Vol 24, No 4 (2022): Volume 24 No 4, November 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.4.282-294

Abstract

Penataan ruang di Indonesia sudah diimplemetasikan sejak tahun 2007, namun pengaruhnya terhadap kemiskinan belum banyak dikaji dan diteliti. Sejak perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) provinsi dan kabupaten/kota banyak ditetapkan ada kecederungan terjadi perlambatan angka penurunan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan menelaah pengaruh lahan kosong terhadap kemiskinan. Statistik yang biasa digunakan untuk menyelidiki adanya keterkaitan secara spasial sebuah variabel penelitian adalah indeks moran, sedangkan pengaruh antar variabel yang menyelidiki sampai pada setiap unit amatan biasa digunakan ekonometrika spasial yakni regresi terboboti spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan kosong dan kemiskinan memiliki autokorelasi spasial yang mengelompok dengan nilai indeks moran masing-masing 0,203 dan 0,331. Kebaikan model dilihat dari R2 sebesar 0,218, yang berarti model ini hanya dapat menjelaskan variasi kemiskinan yang terjadi sebesar 21,8%. Pengaruh antara lahan kosong terhadap kemiskinan bergradasi secara kontinum dari bagian utara kota, pusat dan bagian selatan kota, semakin ke arah selatan pengaruhnya semakin besar. Pengaruh terkecil adalah 0.056, di Kelurahan Kandang Limun sedangkan terbesar adalah 0.342 di Kelurahan Teluk Sepang. Nilai ini menjelaskan apabila luas lahan kosong meningkat 1%, maka jumlah penduduk miskin akan bertambah antara 0,56% sampai 34,2%. Re-rata koefisien regresinya adalah 0,145 artinya rata-rata pengaruh lahan kosong terhadap kemiskinan mencapai 14,5% per kenaikan 1 % lahan. 
Evaluasi Pembangunan Berkelanjutan dengan Rendah Karbon pada Sektor Pertanian Padi Dwi Sartika Adetama; Akhmad Fauzi; Bambang Juanda; Dedi Budiman Hakim
TATALOKA Vol 25, No 1 (2023): Volume 25 No. 1 February 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.25.1.50-69

Abstract

Pembangunan nasional berkelanjutan yang selama ini dilakukan oleh pemerintah tingkat keberhasilannya masih belum dinikmati oleh setiap provinsi di Indonesia, sebagian didominasi di Pulau Jawa. Pembangunan selama ini menggunakan skenario business as usual (BAU) diukur berdasarkan aspek pertumbuhan ekonomi tapi tidak memperhitungkan dampak lingkungan. Permasalahan mulai muncul disaat terdapat ketimpangan antara dimensi ekonomi dengan dampak lingkungan yaitu emisi gas rumah kaca. Penelitian ini mengusulkan pendekatan dalam mengevaluasi pembangunan nasional BAU dengan rendah karbon menggunakan Teknik Rap_withoutLCD  berdasarkan Multi Dimensional Scalling (MDS). Objek penelitian pada tanaman padi, data yang dianalisis adalah data sekunder tahun 2014-2018, beberapa literature dan penelitian lain. Hasil penelitian menunjukkan nilai tukar petani, konsumsi beras, produksi padi, penduduk buta huruf, persebaran penduduk, persentase penduduk miskin, percetakan sawah, curah hujan, suhu, tekonologi informasi, pompa air, Rice Milling Unit, penggunaan pupuk organik, peraturan rendah karbon, dan emisi gas rumah kaca merupakan atribut yang sensitif terhadap pembangunan nasional berkelanjutan. Artinya jika atribut tersebut dihilangkan maka akan berdampak pada status keberlanjutan. Penelitian ini menunjukkan hasil evaluasi eksisting pembangunan konsep BAU dengan rendah karbon didominasi antara kurang (less sustainable) dan cukup (quite sustainable) di setiap provinsi sehingga pemerintah perlu menerapkan kebijakan transformasi pembangunan pertanian rendah karbon yang dapat menunjang produktivitas pertanian dan juga pembangunan nasional di Indonesia. 
Korelasi Antar Aspek Pembentuk Tipologi Wilayah Peri Urban Kecamatan Sungai Raya Nana Novita Pratiwi
TATALOKA Vol 25, No 1 (2023): Volume 25 No. 1 February 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.25.1.13-23

Abstract

Dinamika fisik, sosial dan ekonomi yang saling mempengaruhi menyebabkan tingginya perkembangan Kecamatan Sungai Raya sebagai kawasan peri urban dari Kota Pontianak. Kajian ini bertujuan untuk melihat keterkaitan hubungan antara aspek fisik, sosial dan ekonomi dalam membentuk tipologi wilayah peri urban. Korelasi Rank Spearman dengan skala ordinal digunakan sebagai teknik analisis melalui hasil skoring antar variabel. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat masing-masing 4 desa atau 20% wilayah yang tergolong peri urban primer maupun peri urban sekunder. Selanjutnya, terdapat 12 desa atau 60% wilayah yang tergolong rural peri urban. Analisis korelasi menyimpulkan bahwa hubungan antara aspek fisik dengan sosial serta fisik dengan ekonomi tergolong kuat dimana nilai korelasi masing-masing sebesar 0,75 dan 0.65. Sedangkan hubungan antara aspek sosial dengan ekonomi tergolong sangat kuat, yaitu sebesar 0,82. Temuan dari penelitian ini menggambarkan bahwa luas permukiman, ketersediaan fasilitas, aksesibilitas, mata pencaharian, IKE, kepadatan dan pertumbuhan penduduk telah menunjukkan perbedaan sifat kekotaan serta kedesaan yang relevan dengan kondisi maupun karakter desa di Kecamatan Sungai Raya. Sementara pemanfaatan lahan pertanian dan angkatan kerja lulusan minimal SMP kurang mewakili antara jenis tipologi dengan karakteristik wilayahnya.
The Decision-Making in Planning of Housing on Musi Riverbank, Palembang Maya Fitri Oktarini; Primadella Primadella; Listen Prima
TATALOKA Vol 25, No 1 (2023): Volume 25 No. 1 February 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.25.1.40-49

Abstract

The riverbank has a unique landscape and socio-cultural character of the community. The area is the transition of the innerland and river ecosystem. The ecological function is very important for balancing the both ecosystems. The Living activity of dwellers creates a socio-cultural bond to the river. This study plans the housing riverbank with a socio-ecological approach. The approach considers the sustainability of the ecosystem and social culture of the dwellers. The research was conducted in Palembang, a big city in Indonesia that has evolved in wetlands on the riverbanks. The current development eliminates the character of the physical and socio-cultural landscape. This study uses the Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) method which is part of the Multi-criteria Decision-Making (MCDM) method. MAUT can determine alternative planning through attribute assessment by predetermined objective criteria. The decision making is based on the assessment by experts from various fields. It shows the best alternative depends on the attribute level of the house type. The attribute value is very dominant compared to other attributes. Environmental attributes quite influential are the size of the buffer zone and the construction of riveredge wall. The best alternative result indicated that the planning should accommodate the activities of residents who interact closely with the sustainability of river ecosystems.
Fenomena Place Attachment pada Komunitas Kawasan Rawan Bencana Merapi Desa Glagaharjo Kecamatan Cangkringan Catharina Dwi Astuti Depari
TATALOKA Vol 25, No 1 (2023): Volume 25 No. 1 February 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.25.1.1-12

Abstract

Tinggal dalam kerentanan merupakan salah satu dampak dari hidup bersama bencana bagi warga Desa Glagaharjo di Kawasan Bencana Erupsi Merapi. Meskipun demikian, warga secara persisten menolak program relokasi yang ditetapkan oleh pemerintah kabupaten. Warga Glagaharjo membangun mekanisme menghadapi risiko erupsi dengan memperkuat hubungan sosial-kultural dan membangun kewaspadaan terhadap bencana. Dengan kata lain, merancang lingkungan hunian yang sesuai bagi warga yang terdampak bencana dapat tercapai apabila karakteristik budaya dan kebutuhan warga menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan. Sikap penolakan warga terhadap program relokasi disebabkan oleh faktor spesifik yang mendasari adanya ikatan emosional yang kuat warga terhadap Glagaharjo terhadap tempat tinggalnya. Penelitian bertujuan untuk memahami karakteristik dan kebutuhan warga Glagaharjo menuju pada pembangunan ruang huni yang ideal setelah erupsi tahun 2010. Metode analitik penelitian dikombinasikan dengan pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif serta menerapkan Teknik pengukuran sikap Likert guna mengungkap persepsi, sikap, dan opini warga terhadap lingkungan huninya.
Assessment of the Achievement Level Kandri Tourism Village, Gunungpati District, Semarang City Abhi Kurniawan; Rina Kurniati
TATALOKA Vol 25, No 1 (2023): Volume 25 No. 1 February 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.25.1.24-39

Abstract

Kandri Tourism Village was founded in 2012, so it has been a tourism village for 9 years. In their development, in 2016 Kandri Tourism Village was classified as a "Pioneering Tourism Village" and in 2019 increased to a "Developing Tourism Village" based on data from the Central Java Province Tourism Village Assessment. These facts became the right momentum for researching the assessment of the Kandri Tourism Village program. The purpose of this study is to assess the achievement level of the Kandri Tourism Village which has been carried out until now. The research method uses a quantitative approach, while the sampling method uses simple random sampling and purposive sampling with a 100% response rate of the questionnaire, and is analyzed using scoring analysis techniques. The analysis process begins with the respondent giving a score to the tourism village variable, then recapitulating and calculating to get the average score for each variable, then summing it up to find out the final result of achievement level. The results showed that the achievement level of the Kandri Tourism Village program was 154 and was included in the "Developed Tourism Village" category. The benefit of this research is that it can provide information related to the achievement level of the Kandri Tourism Village program which is currently included in the "Developed Tourism Village" category and recommendations for improvement and development starting from the Aspects of Tourist Attractions, Accessibility, Infrastructure, Institutions, and Society in Kandri Tourism Village, so that the information and recommendations can be input for improving Kandri Tourism Village to be even better in the future.
Perubahan Penutupan/Penggunaan Lahan dalam Perspektif Perkembangan Wilayah dan Pengelolaan Taman Nasional Kepulauan Togean Irvan Dali; Muhammad Ardiansyah; Rinekso Soekmadi
TATALOKA Vol 25, No 2 (2023): Volume 25 No. 2 May 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.25.2.105-120

Abstract

Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT) ditunjuk pada tahun 2004 dengan fungsi utama sebagai area perlindungan sistem penyangga kehidupan, mempertahankan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa endemik, pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya sekaligus mendukung perekonomian wilayah. Pesatnya pertumbuhan penduduk, tingginya ketergantungan masyarakat terhadap sumberdaya alam dan meningkatnya aktivitas perekonomian memberikan tekanan terhadap kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis perubahan penutupan/penggunaan lahan, 2) menganalisis hirarki perkembangan wilayah, 3) menganalisis tingkat tekanan penduduk, 4) menganalisis kesesuaian penutupan/penggunaan lahan dengan zonasi TNKT, dan 5) menyusun arahan pengendalian perubahan penutupan/penggunaan lahan. Penelitian dilakukan dengan teknik interpretasi citra, analisis skalogram, analisis indeks tekanan penduduk, dan tumpang susun peta. Hasil interpretasi menunjukkan 9 (sembilan) jenis penutupan/penggunaan lahan. Dalam periode tahun 2003-2017, penyusutan luas terbesar dialami hutan primer yaitu sebesar 6.157 ha (62,61%), sementara perkebunan mengalami peningkatan luas yang signifikan yaitu 5.497 ha (30,74%). Dalam perspektif perkembangan wilayah, luas perubahan penutupan/penggunaan lahan terbesar terjadi pada wilayah hirarki III. Hasil analisis tingkat tekanan penduduk menunjukkan 15 desa di daerah penyangga TNKT dengan tekanan penduduk tinggi. Terdapat ketidaksesuaian penutupan/penggunaan lahan eksisting dengan zonasi TNKT. Arahan pengendalian perubahan penutupan/penggunaan lahan antara lain melalui: 1) model desa konservasi, 2) revisi zonasi, dan 3) pemulihan ekosistem.
Analisis Penggunaan Lahan Budidaya Ikan di Kawasan Minapolitan Kabupaten Bogor, Jawa Barat Ugeng Wijanarko; Baba Barus; Fredinan Yulianda
TATALOKA Vol 25, No 2 (2023): Volume 25 No. 2 May 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.25.2.95-104

Abstract

Kawasan minapolitan Kabupaten Bogor di Kecamatan Ciseeng, Parung, Gunung Sindur, dan Kemang telah berkontribusi terhadap produksi ikan nasional dan perekonomian daerah. Meskipun demikian, kawasan ini juga mengalami tekanan karena letaknya yang berada di sekitar DKI Jakarta yang semakin berkembang dan semakin meningkatnya kebutuhan lahan untuk permukiman dan pendukungnya. Upaya menjaga produksi ikan di kawasan minapolitan dilakukan dengan menggunakan lahan budidaya yang lebih efisien pada lahan budidaya yang memenuhi syarat karakteristik lahan untuk budidaya ikan dan selaras terhadap RTRW Kabupaten Bogor tahun 2016-2036. Skenario penggunaan lahan tahun 2028 yang terbaik adalah dengan mengimplementasikan peraturan RTRW secara moderat, dimana penggunaan lahan di kawasan perkotaan diutamakan pada permukiman, namun masih diperbolehkan untuk lahan budidaya ikan.  Skenario ini masih memberikan waktu penyesuaian pembudidaya untuk alih teknologi jika kegiatan budidaya ikan tetap dilakukan di kawasan permukiman. Kegiatan budidaya ikan di kawasan permukiman (urban agriculture) dapat memperpendek rantai distribusi pemasaran, sehingga lebih efisien.
Analisis Pola Spasial dan Sebaran Penduduk Miskin di Kabupaten Mandailing Natal Arif Naldi; Hermanto Siregar; Sri Mulatsih
TATALOKA Vol 25, No 2 (2023): Volume 25 No. 2 May 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.25.2.121-132

Abstract

Kemiskinan di Kabupaten Mandailing Natal merupakan masalah yang sangat krusial di Daerah Tapanuli Selatan (TABGSEL) karena Kabupaten Mandailing Natal merupakan salah satu daerah yang memiliki angka kemiskinan yang tinggi dan merupakan salah satu penyumbang kemiskinan yang tinggi di Provinsi Sumatera Utara. Keberagaman dan keluasan karakteristik wilayah yang dapat menyebabkan permasalahan dan kondisi kemiskinan menjadi kompleks dan berbeda-beda, sehingga menarik untuk ditelaah secara spasial karena karakteristik sosial dan ekonomi masyarakat terkait dengan karakteristik spasial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji sebaran penduduk miskin secara umum (Indeks Moran) dan pola spasialnya di 377 desa. Nilai data hasil penelitian sebesar 0,152434, menunjukkan adanya autokorelasi positif atau mengelompok antar desa. Autokorelasi tersebut menggambarkan bahwa desa-desa yang berdampingan memiliki karakteristik yang sama. Berdasarkan uji Lisa, 45 desa dengan kriteria tinggi-tinggi, 48 desa dengan kriteria rendah-rendah, 8 desa dengan kriteria rendah-tinggi, dan 10 desa dengan kriteria tinggi-rendah.
Perencanaan Penggunaan Lahan Pertanian Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara Jonas Purba; Santun R.P. Sitorus; Dwi Putro Tedjo Baskoro
TATALOKA Vol 25, No 2 (2023): Volume 25 No. 2 May 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.25.2.70-80

Abstract

Kabupaten Pakpak Bharat merupakan sebuah daerah otonom yang relatif baru, hasil pemekaran dari Kabupaten Dairi pada tahun 2003 di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Sektor pertanian merupakan penyumbang PDRB terbesar Kabupaten Pakpak Bharat dengan 90% masyarakatnya merupakan petani. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui komoditas unggulan pertanian tiap kecamatan, 2) menganalisis ketersediaan lahan dan kesesuaian lahan pertanian, 3) menentukan arahan lokasi pengembangan komoditas unggulan. Teknik analisis data yang digunakan adalah Location Quotient (LQ) dan Differential Shift (DS), sistem budidaya monokultur dan jumlah rumah tangga pertanian terbanyak. Ketersediaan dan kesesuaian lahan serta arahan pengembangan komoditas unggulan dianalisis secara spasial menggunakan software geographical information system (GIS). Hasil penelitian menunjukkan ketersediaan lahan seluas 24.319 ha. Komoditas unggulan untuk 1) tanaman pangan dan palawija adalah padi sawah di Kecamatan Tinada seluas 2.202 ha, padi gogo di Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu seluas 2.850 ha dan jagung di Kecamatan Kerajaan seluas 5.703 ha, 2) tanaman hortikultura tahunan dengan komoditas unggulan jeruk di Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut seluas 769 ha dan nenas di Kecamatan Siempat Rube seluas 3.222 ha, 3) tanaman perkebunan tahunan dengan komoditas unggulan kopi arabika di Kecamatan Salak seluas 3.113 ha dan kelapa sawit di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe seluas 2.607 ha.

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 (2025): Volume 27 No 4, November 2025 Vol 27, No 3 (2025): Volume 27 No. 3 August 2025 Vol 27, No 2 (2025): Volume 27 No. 2 May 2025 Vol 27, No 1 (2025): Volume 27 No. 1 February 2025 Vol 26, No 4 (2024): Volume 26 No 4, November 2024 Vol 26, No 3 (2024): Volume 26 No. 3 August 2024 Vol 26, No 2 (2024): Volume 26 No. 2, May 2024 Vol 26, No 1 (2024): Volume 26 No. 1 February 2024 Vol 25, No 4 (2023): Volume 25 No. 4 November 2023 Vol 25, No 3 (2023): Volume 25 No. 3 August 2023 Vol 25, No 2 (2023): Volume 25 No. 2 May 2023 Vol 25, No 1 (2023): Volume 25 No. 1 February 2023 Vol 24, No 4 (2022): Volume 24 No 4, November 2022 Vol 24, No 3 (2022): Volume 24 No. 3 August 2022 Vol 24, No 2 (2022): Volume 24 No. 2, May 2022 Vol 24, No 1 (2022): Volume 24 No. 1, February 2022 Vol 23, No 4 (2021): Volume 23 No. 4, November 2021 Vol 23, No 3 (2021): Volume 23 No. 3, August 2021 Vol 23, No 2 (2021): Volume 23 No. 2, May 2021 Vol 23, No 1 (2021): Volume 23 No. 1, February 2021 Vol 22, No 4 (2020): Volume 22 No. 4, November 2020 Vol 22, No 3 (2020): Volume 22 No. 3, August 2020 Vol 22, No 2 (2020): Volume 22 No. 2, May 2020 Vol 22, No 1 (2020): Volume 22 No. 1, February 2020 Vol 21, No 4 (2019): Volume 21 No 4, November 2019 Vol 21, No 3 (2019): Volume 21 No. 3, August 2019 Vol 21, No 2 (2019): Volume 21 No. 2, May 2019 Vol 21, No 1 (2019): Volume 21 No. 1, February 2019 Vol 20, No 4 (2018): Volume 20 Number 4, November 2018 Vol 20, No 3 (2018): Volume 20 Number 3, August 2018 Vol 20, No 2 (2018): Volume 20 Number 2, May 2018 Vol 20, No 1 (2018): Volume 20 Number 1, February 2018 Vol 19, No 4 (2017): Volume 19 Number 4, November 2017 Vol 19, No 3 (2017): Volume 19 Number 3, August 2017 Vol 19, No 2 (2017): Volume 19 Number 2, May 2017 Vol 19, No 1 (2017): Volume 19 Number 1, February 2017 Vol 18, No 4 (2016): Volume 18 Number 4, November 2016 Vol 18, No 3 (2016): Volume 18 Number 3, August 2016 Vol 18, No 2 (2016): Volume 18 Number 2, May 2016 Vol 18, No 1 (2016): Volume 18 Number 1, February 2016 Vol 17, No 4 (2015): Volume 17 Number 4, November 2015 Vol 17, No 3 (2015): Volume 17 Number 3, August 2015 Vol 17, No 2 (2015): Volume 17 Number 2, May 2015 Vol 17, No 1 (2015): Volume 17 Number 1, February 2015 Vol 16, No 4 (2014): Volume 16 Number 4, November 2014 Vol 16, No 3 (2014): Volume 16 Number 3, August 2014 Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 Number 2, May 2014 Vol 16, No 1 (2014): Volume 16 Number 1, February 2014 Vol 15, No 4 (2013): Volume 15 Number 4, November 2013 Vol 15, No 3 (2013): Volume 15 Number 3, August 2013 Vol 15, No 2 (2013): Volume 15 Number 2, May 2013 Vol 15, No 1 (2013): Volume 15 Number 1, February 2013 Vol 14, No 4 (2012): Volume 14 Number 4, November 2012 Vol 14, No 3 (2012): Volume 14 Number 3, August 2012 Vol 14, No 2 (2012): Volume 14 Number 2, May 2012 Vol 14, No 1 (2012): Volume 14 Number 1, February 2012 Vol 13, No 4 (2011): Volume 13 Number 4, November 2011 Vol 13, No 3 (2011): Volume 13 Number 3, August 2011 Vol 13, No 2 (2011): Volume 13 Number 2, May 2011 Vol 13, No 1 (2011): Volume 13 Number 1, February 2011 Vol 11, No 1 (2009): Februari 2009 More Issue