cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Tataloka
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 23560266     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Tataloka is a peer reviewed journal publishing scientific articles, focusing mainly on research and studies in the field of urban and regional planning. TATALOKA Journal is published quarterly by Biro Penerbit Planologi (Planologi Publishing), Diponegoro University every February, May, August, and November.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
Persepsi Masyarakat Dalam Pengembangan Destinasi Wisata Religi Kota Semarang (Kajian Kuantitatif di Kawasan Masjid Besar Kauman) Ayu Setya Kemalasari; Agung Sugiri
TATALOKA Vol 25, No 2 (2023): Volume 25 No. 2 May 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.25.2.81-94

Abstract

Kawasan sekitar Masjid Agung Semarang sebagai salah satu wisata religi saat ini belum cukup optimal menjadi sebuah titik lokasi berlangsungnya perayaan agama dikarenakan oleh keterbatasan ruang terbuka untuk menampung aktivitas masyarakat. Adanya kajian mengenai persepsi masyarakat dinilai penting mengingat perlunya dukungan masyarakat bagi setiap implementasi kebijakan publik. Tujuan dari studi ini adalah untuk mendalami persepsi masyarakat setempat terhadap adanya kebijakan pengembangan di kawasan sekitar Masjid Agung Semarang sebagai destinasi wisata religi. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam studi ini dengan analisis statistik deskriptif dan skoring dan masyarakat sekitar kawasan Masjid Agung Semarang sebagai responden. Teknik sampling menggunakan proportionate stratified-random sampling yang dipadukan dengan pendekatan keruangan yang membagi lokasi penelitian ke dalam 4 (empat) zona berdasarkan radiusnya dari titik lokasi Masjid Agung Semarang. Proposisi pada studi ini berfokus pada 2 (dua) aspek yang menjadi pertimbangan yaitu persepsi masyarakat terkait kebijakan pengembangan dan persepsi masyarakat terkait ketersediaan aspek pendukung pariwisata. Berdasarkan hasil studi, persepsi masyarakat dalam merespon adanya kebijakan pengembangan destinasi wisata religi tergolong positif dan cenderung homogen bila dilihat dari kedua aspek. Indikator dengan skor tertinggi yaitu terkait pentingnya dilakukan promosi kebudayaan guna mendukung kegiatan pengembangan kawasan. Sedangkan indikator dengan skor terendah yaitu terkait adanya perubahan gaya hidup dan peningkatan harga lahan setelah adanya pengembangan kawasan.
Resilient Urban Design Approach for Coastal Settlement (Case Study: Kampung Bahari Tambak Lorok, Semarang) Khansa Saffana; Febri Guinensa Putra; Ananda Amelia Pandani; Heru Wibowo Poerbo
TATALOKA Vol 25, No 3 (2023): Volume 25 No. 3 August 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.25.3.204-216

Abstract

Kampung Bahari Tambak Lorok is a coastal settlement in Semarang that has a vulnerability to disaster. The main problem of the vulnerability is the tidal and annual flooding every rainy season. The flooding is caused by the location of Kampung Bahari, the land subsidence issue, and the effect of climate change that causes extreme weather and sea-level rise (SLR). Kampung Bahari is located in North Semarang and is formed by the young alluvial deposits that trigger subsidence, while the subsidence itself is not only caused by geology reason but also geotechnical reasons, such as excessive water consumption, consolidation, and excessive land loads. This paper aims to examine the design approach that is most probable to be implied due to the vulnerability of Kampung Bahari towards the tidal and annual flood caused by the reasons mentioned above. The research will be carried out by data collection about Kampung Bahari, finding the actual settlement condition, and describing the problems deeper. The result will focus on the physical intervention consisting of implementing water-sensitive design principles, especially in the spatial planning of the settlements, urban system efficiency, building prototype guidelines, and infrastructure.
Pengembangan Lahan Skala Besar dan Transformasi Sosial-Ekonomi Masyarakat di Sekitarnya: Bukti dari Pengembangan Summarecon Bandung dan Rencana Pengembangan TOD Tegalluar Mukhlis Silmi Kaffah; Haryo Winarso
TATALOKA Vol 25, No 3 (2023): Volume 25 No. 3 August 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.25.3.181-203

Abstract

Beberapa tahun terakhir, pengembangan lahan skala besar kian intensif dilaksanakan, terkhusus di wilayah perbatasan kota dengan ketersediaan lahan yang memadai sehingga relatif terbebas dari konflik. Pengembangan lahan skala besar menghasilkan pengaruh yang besar serta kurun waktu yang lama untuk masyarakat. Hal tersebut dapat menciptakan transformasi sosial-ekonomi seperti perpindahan penduduk, pergantian jenis pekerjaan, serta kenaikan penghasilan keluarga. Di samping itu, akan terdapat pergeseran dari kegiatan utama pedesaan (pertanian) menjadi kegiatan utama perkotaan (perdagangan dan jasa). Riset ini hendak memaparkan transformasi sosial-ekonomi masyarakat di sekitar pengembangan lahan skala besar Summarecon Bandung dan TOD Tegalluar. Riset ini fokus pada sejumlah aspek transformasi, yaitu perpindahan penduduk, jenis pekerjaan, serta penghasilan dan pengeluaran keluarga. Lingkup wilayah studi mencakup lima desa/kelurahan, yaitu Kelurahan Cisaranten Kidul, Kelurahan Rancabolang, Kelurahan Cimincrang, Kelurahan Rancanumpang, dan Desa Tegalluar. Riset ini menggunakan metode campuran dengan analisis deskriptif dan statistik terhadap hasil kuesioner pada rumah tangga di sekitar pembangunan Summarecon Bandung dan TOD Tegalluar. Riset memperlihatkan bahwa telah terjadi transformasi sosial-ekonomi pada masyarakat sekitar pengembangan lahan skala besar, walaupun tidak secara signifikan. Transformasi tersebut terlihat dari adanya perpindahan penduduk ke wilayah studi dengan persentase yang meningkat, semakin beralihnya jenis pekerjaan dari sektor primer ke sektor sekunder dan tersier, serta semakin baiknya perekonomian masyarakat.
Pengaruh Industri Mikro dan Kecil terhadap Kemiskinan di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Mishbahuddin Dhiyaa'ulhaq; Sahara Sahara; Bambang Juanda
TATALOKA Vol 25, No 3 (2023): Volume 25 No. 3 August 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.25.3.133-144

Abstract

Kemiskinan masih menjadi masalah utama dalam pembangunan bagi setiap daerah, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta. Kemiskinan sendiri terjadi salah satunya karena disebabkan oleh tingginya tingkat pengangguran, ketimpangan pembangunan antara daerah perdesaan dan perkotaan ikut menjadi penyebab semakin tingginya tingkat kemiskinan di daerah perdesaan.  Industri mikro dan kecil merupakan sektor yang dapat tumbuh di seluruh wilayah dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pola penyebaran kemiskinan dan pengaruh indsutri mikro dan kecil terhadap kemiskinan di wilayah D.I. Yogyakarta. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Moran’s I, Moran’s Scatterplot, Local Indicator of Spatial Autocorrelation (LISA), dan analisis model regresi Geographically Weighted Regression (GWR). Hasil analisis memperlihatakan adanya pola hubungan spasial persentase penduduk miskin antar kecamatan, dengan tiga pola hubungan, yaitu High-High (HH), Low-Low (LL), dan  Low-High (LH). Tenaga kerja dan investasi industri mikro dan kecil secara siginifikan dapat mengurangi persentase kemiskinan di sebagian besar kecamataan di D.I. Yogyakarta, kecuali di kecamatan yang berada di wilayah Kota Yogyakarta dan sekitarnya.
Sense of Place Masyarakat untuk Keberlanjutan Aktivitas Sosial-Budaya di Kampung Jawi sebagai Destinasi Wisata Bella Shifa; Rina Kurniati; Mardwi Rahdriawan
TATALOKA Vol 25, No 3 (2023): Volume 25 No. 3 August 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.25.3.145-164

Abstract

Kampung Jawi merupakan salah satu destinasi wisata budaya di Kota Semarang. Saat ini keberlanjutan aktivitas sosial-budaya Kampung Jawi dihadapkan oleh beberapa permasalahan antara lain: (i) Partisipasi masyarakat lokal dalam aktivitas sosial-budaya belum optimal, (ii) Pandemi Covid-19 yang membatasi dan mempengaruhi pelaksanaan aktivitas sosial-budaya. Pengkajian berbasis pendekatan masyarakat dibutuhkan karena masyarakat merupakan pelaku utama pengembangan wisata. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sense of place masyarakat untuk keberlanjutan aktivitas sosial-budaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis skoring dan deskriptif kuantitatif. Analisis skoring digunakan untuk mengukur tingkat place attachment dan tingkat keberlanjutan aktivitas sosial-budaya. Analisis deskriptif kuantitatif digunakan untuk menganalisis sense of place masyarakat dalam konsep keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa place attachment masyarakat termasuk dalam kategori “Keterikatan Kuat”. Place attachment yang kuat membentuk kesadaran dan rasa kepedulian terhadap keadaan yang terjadi di Kampung Jawi. Sedangkan tingkat keberlanjutan aktivitas sosial-budaya saat ini adalah “Keberlanjutan Sedang”. Dapat disimpulkan bahwa place attachment dan sense of place masyarakat menjadi potensi yang mendorong masyarakat bertindak untuk meningkatkan keberlanjutan aktivitas sosial-budaya.
Spatial diversity of Village Funds in reducing Poverty in West Sumatra Province Guswandi Guswandi; Siska Amelia
TATALOKA Vol 25, No 3 (2023): Volume 25 No. 3 August 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.25.3.165-180

Abstract

One of the efforts to improve the community's welfare and poverty alleviation requires an integrated development program and synergized based on local resources. One of the efforts is the village fund program, are funds provided for villages sourced from the state budget and are used for government administration, implementation of development and empowerment of village communities. This paper examines the spatial diversity of the effectiveness of the Village Fund in reducing poverty in West Sumatra Province from 2015 to 2020 (data from the Ministry of Finance). The unit of research analysis is the regency/municipal that receives the Village Fund assistance. This study uses Geographically Weighted Regression, with dimensions of observing the allocation of Village Funds and poor people. The study results show that the Village Fund cannot reduce poverty in the beneficiary regencies/municipals. The number of Village Funds disbursed increases every year, but the number of poor people also increases; only three districts, namely Limapuluh Kota, Pesisir Selatan, and Kepulauan Mentawai, have decreased in 2020. The Village Fund Program is ineffective in reducing poverty in West Sumatra Province due to the Village Fund allocation percentage being more prominent for village government operations. The allocation of Village Funds for the administration of village government is much larger than what is mandated by law, which is 30%. The main objective of the Village Fund Program is to eradicate poverty and reduce inequality. To achieve this noble goal, it is necessary to evaluate the distribution of Village Funds. This study looks at the effectiveness of the Village Fund in reducing poverty, and looks at the spatial diversity of the effectiveness of the Village Fund in beneficiary regencies/municipals.
Keragaman Spasial Faktor-faktor Penentu Harga Jual Rumah di Kota Depok Fikri, Arie; Pravitasari, Andrea Emma; Indraprahasta, Galuh Syahbana
TATALOKA Vol 26, No 2 (2024): Volume 26 No. 2, May 2024
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.26.2.110-125

Abstract

Pembangunan kawasan perumahan menjadi primadona di Kota Depok mengingat letaknya yang strategis sebagai kota satelit Jakarta dengan fasilitas yang relatif memadai. Sebagai dampaknya, terjadi lonjakan penduduk yang terus meningkat. Hal ini kemudian berujung pada peningkatan harga jual rumah yang tidak terkendali dengan wajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor penentu harga jual rumah dan memberikan arahan spasial terkait pengendalian harga jual rumah di Kota Depok. Metode regresi Ordinary Least Square (OLS) dan Geographically Weighted Regression (GWR) digunakan untuk menjawab tujuan tersebut. Hasil analisis regresi OLS mengungkapkan bahwa dimensi struktural dan atribut lokasi fasilitas memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penentuan harga jual rumah. Selain itu, hasil analisis GWR mengungkapkan bahwa atribut lokasi fasilitas berupa jarak ke Central Business District (CBD) Jakarta dinilai dapat berperan efektif sebagai instrumen pengendali harga jual rumah demi pemanfaatan ruang berkelanjutan di Kota Depok.
Tipologi Kawasan Kampung Kota yang Terjepit di Tangerang Selatan dalam Perspektif Spasial Wihadanto, Ake; Cahyadi, Ni Made Ayu Krisna; Prima, Suci Rahmawati; Permana, Mirza; Pamungkas, Guntur Bagus
TATALOKA Vol 26, No 1 (2024): Volume 26 No. 1 February 2024
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.26.1.63-76

Abstract

Pembangunan kota modern skala besar (kota baru) di wilayah Kota Tangerang Selatan secara tidak langsung mengekspansi penggunaan lahan termasuk kawasan kampung yang ada di sekitarnya. Kawasan kampung kota tersebut harus hidup berdampingan dan bertahan menjadi bagian halaman belakang dari permukiman real estate kawasan kota mandiri membentuk kantong-kantong (enclave) yang terjepit (strangulation). Kawasan tersebut tumbuh tersebar dan tidak tertata, dengan keterbatasan infrastruktur sehingga dalam jangka panjang dapat menjadi permukiman kumuh dan tidak layak huni. Penelitian bertujuan untuk mengembangan dan merumuskan tipologi Kawasan kampung kota terjepit di Tangerang Selatan dalam pendekatan spasial. Metode penelitian mengunakan pendekatan berbasis keruangan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografi (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 44 kampung terjepit di Kota Tangerang Selatan pada lahan-lahan yang telah diakuisisi oleh pengembangan seperti Alam Sutera, Bintaro Jaya, dan Bumi Serpong Damai. Temuan penelitian ini menunjukkan sebaran kampung terjepit terbanyak berada di lahan pengembangan perumahan ‘Bumi Serpong Damai (BSD)’. Tipologi kampung kota terjepit secara spasial dirumuskan berdasarkan karakteristik pola sebaran, luasan, kepadatan bangunan, aksesibilitas dan dimensi ruang milik jalan (3 meter). Keberadaan kampung kota terjepit menjadi tantangan di masa depan bagi perencana kota.
Pemodelan Pemilihan Moda Perjalanan dengan Kombinasi Stated dan Revealed Preference: Studi Kasus Kota Makassar Andani, I Gusti Ayu; Taufik, Yushalihah Fitri
TATALOKA Vol 26, No 3 (2024): Volume 26 No. 3 August 2024
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.26.3.180-194

Abstract

Penggunaan kendaraan pribadi semakin meningkat menyebabkan meningkatnya kemacetan. Rendahnya minat masyarakat dalam menggunakan BRT yang ditunjukkan dengan rendahnya load factor berdampak pada berhentinya pengoperasian BRT. Hal ini menjadikan adanya isu ketidakseimbangan antara supply dan demand transportasi. Dengan mengambil studi kasus di Kota Makassar, penelitian ini bertujuan untuk memodelkan pemilihan moda transportasi guna mengetahui potensi permintaan angkutan umum massal dalam mendukung kebijakan pengembangan angkutan umum massal. Penelitian ini menggunakan metode analisis discrete choice model dengan pendekatan disagregat dengan menggunakan data stated dan revaled preferences yang berasal dari 400 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan moda perjalanan berkaitan dengan karakteristik pelaku perjalanan, karakteristik perjalanan, karateristik fasilitas transportasi, persepsi terhadap moda, dan attitude. Probabilitas pemilihan angkutan umum lebih rendah (11%) dibandingkan kendaraan pribadi (52% untuk sepeda motor dan 24% untuk mobil). Lebih lanjut, analisis elastisitas menunjukkan bahwa BRT dan sepeda motor pribadi adalah moda transportasi yang paling sensitif terhadap perubahan terhadap perubahan biaya perjalanan. Guna dapat secara signifikan meningkatkan peluang permintaan terhadap BRT, tidak hanya diperlukan penurunan tarif BRT, namun juga biaya penggunaan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor.
Pengaruh Dana Keistimewaan Terhadap Ketimpangan Pembangunan Ekonomi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tjahjanto, Dinda Luthfiani; Fauzi, Akhmad; Juanda, Bambang
TATALOKA Vol 26, No 3 (2024): Volume 26 No. 3 August 2024
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.26.3.143-153

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendapatan asli daerah terhadap output untuk mengurangi disparitas daerah terhadap pembangunan ekonomi di Provinsi DIY. Analisis dalam makalah ini menggunakan model ekonometrik data panel yang menggambarkan pengaruh sumber pendapatan daerah terhadap output untuk mengurangi ketimpangan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemui bahwa Dana Keistimewaan Yogyakarta belum memiliki pengaruh yang besar dalam mengatasi masalah ketimpangan pembangunan yang terjadi. Dana Keistimewaan Yogyakarta hanya berpengaruh signifikan terhadap belanja modal, dimana belanja modal sendiri memiliki pengaruh yang berbeda antara model kota dengan model kabupaten terhadap kinerja pembangunan.

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 (2025): Volume 27 No 4, November 2025 Vol 27, No 3 (2025): Volume 27 No. 3 August 2025 Vol 27, No 2 (2025): Volume 27 No. 2 May 2025 Vol 27, No 1 (2025): Volume 27 No. 1 February 2025 Vol 26, No 4 (2024): Volume 26 No 4, November 2024 Vol 26, No 3 (2024): Volume 26 No. 3 August 2024 Vol 26, No 2 (2024): Volume 26 No. 2, May 2024 Vol 26, No 1 (2024): Volume 26 No. 1 February 2024 Vol 25, No 4 (2023): Volume 25 No. 4 November 2023 Vol 25, No 3 (2023): Volume 25 No. 3 August 2023 Vol 25, No 2 (2023): Volume 25 No. 2 May 2023 Vol 25, No 1 (2023): Volume 25 No. 1 February 2023 Vol 24, No 4 (2022): Volume 24 No 4, November 2022 Vol 24, No 3 (2022): Volume 24 No. 3 August 2022 Vol 24, No 2 (2022): Volume 24 No. 2, May 2022 Vol 24, No 1 (2022): Volume 24 No. 1, February 2022 Vol 23, No 4 (2021): Volume 23 No. 4, November 2021 Vol 23, No 3 (2021): Volume 23 No. 3, August 2021 Vol 23, No 2 (2021): Volume 23 No. 2, May 2021 Vol 23, No 1 (2021): Volume 23 No. 1, February 2021 Vol 22, No 4 (2020): Volume 22 No. 4, November 2020 Vol 22, No 3 (2020): Volume 22 No. 3, August 2020 Vol 22, No 2 (2020): Volume 22 No. 2, May 2020 Vol 22, No 1 (2020): Volume 22 No. 1, February 2020 Vol 21, No 4 (2019): Volume 21 No 4, November 2019 Vol 21, No 3 (2019): Volume 21 No. 3, August 2019 Vol 21, No 2 (2019): Volume 21 No. 2, May 2019 Vol 21, No 1 (2019): Volume 21 No. 1, February 2019 Vol 20, No 4 (2018): Volume 20 Number 4, November 2018 Vol 20, No 3 (2018): Volume 20 Number 3, August 2018 Vol 20, No 2 (2018): Volume 20 Number 2, May 2018 Vol 20, No 1 (2018): Volume 20 Number 1, February 2018 Vol 19, No 4 (2017): Volume 19 Number 4, November 2017 Vol 19, No 3 (2017): Volume 19 Number 3, August 2017 Vol 19, No 2 (2017): Volume 19 Number 2, May 2017 Vol 19, No 1 (2017): Volume 19 Number 1, February 2017 Vol 18, No 4 (2016): Volume 18 Number 4, November 2016 Vol 18, No 3 (2016): Volume 18 Number 3, August 2016 Vol 18, No 2 (2016): Volume 18 Number 2, May 2016 Vol 18, No 1 (2016): Volume 18 Number 1, February 2016 Vol 17, No 4 (2015): Volume 17 Number 4, November 2015 Vol 17, No 3 (2015): Volume 17 Number 3, August 2015 Vol 17, No 2 (2015): Volume 17 Number 2, May 2015 Vol 17, No 1 (2015): Volume 17 Number 1, February 2015 Vol 16, No 4 (2014): Volume 16 Number 4, November 2014 Vol 16, No 3 (2014): Volume 16 Number 3, August 2014 Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 Number 2, May 2014 Vol 16, No 1 (2014): Volume 16 Number 1, February 2014 Vol 15, No 4 (2013): Volume 15 Number 4, November 2013 Vol 15, No 3 (2013): Volume 15 Number 3, August 2013 Vol 15, No 2 (2013): Volume 15 Number 2, May 2013 Vol 15, No 1 (2013): Volume 15 Number 1, February 2013 Vol 14, No 4 (2012): Volume 14 Number 4, November 2012 Vol 14, No 3 (2012): Volume 14 Number 3, August 2012 Vol 14, No 2 (2012): Volume 14 Number 2, May 2012 Vol 14, No 1 (2012): Volume 14 Number 1, February 2012 Vol 13, No 4 (2011): Volume 13 Number 4, November 2011 Vol 13, No 3 (2011): Volume 13 Number 3, August 2011 Vol 13, No 2 (2011): Volume 13 Number 2, May 2011 Vol 13, No 1 (2011): Volume 13 Number 1, February 2011 Vol 11, No 1 (2009): Februari 2009 More Issue