cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Tataloka
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 23560266     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Tataloka is a peer reviewed journal publishing scientific articles, focusing mainly on research and studies in the field of urban and regional planning. TATALOKA Journal is published quarterly by Biro Penerbit Planologi (Planologi Publishing), Diponegoro University every February, May, August, and November.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
Keterikatan Anak Sekolah Dasar di Desa Pagar Dalam, Provinsi Lampung terhadap Ruang Bermain Diko Hary Adhanto; Widyawati Sumadio
TATALOKA Vol 24, No 2 (2022): Volume 24 No. 2, May 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.2.167-185

Abstract

Sense of place adalah upaya sesorang untuk memahami ‘status’ mereka dalam dunia dan membentuk rasa identitas diri. Dari sense of place ini seseorang memiliki identitas tempat. Identitas tempat sendiri berkembang karena penjelajahan seseorang di lingkungan terdekatnya. Penjelajahan lingkungan di awali sejak usia dini dengan berbagai cara. Salah satu cara menjelajahi lingkungan adalah dengan bermain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola ruang bermain anak berdasarkan karakteristik tempat, dan karakteristik demografi anak. Metode pengumpulan data dilakukan melalui pemetaan mental kepada 80 anak kelas 1 hingga 5 dan pengukuran indeks keterikatan tempat kepada 44 anak yang duduk di kelas 4 dan 5 Sekolah Dasar, di Desa Pagar Dalam, Provinsi Lampung. Hasil dari penelitian ini adalah 75% anak-anak pedesaan memilih bermain di lingkungan dekat rumahnya. Tingkat identitas dan ketergantungan tempat pada semua ruang bermain bernilai baik. Sedangkan interpretasi peta mental, elemen alam pada kategori penilaian memiliki skor yang hampir dominan pada beberapa ruang bermain. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah anak pedesaan cenderung memilih ruang bermain yang dekat dengan lokasi tempat tinggal mereka dan adanya perluasan jangkauan dalam mengeksplorasi ruang bermain yang lebih jauh berdasarkan umur dan gender. Keterikatan fungsional dan keterikatan emosional anak terhadap ruang bermain berbeda-beda dengan elemen alam yang sangat dominan.
Analisis Spasial Karakteristik Kawasan Strategis Ekonomi Koridor Barat-Timur dalam Pengembangan Wilayah Provinsi Sumatera Barat Siska Amelia; Ernan Rustiadi; Baba Barus; Bambang Juanda
TATALOKA Vol 24, No 2 (2022): Volume 24 No. 2, May 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.2.141-155

Abstract

Salah satu upaya dalam mewujudkan tujuan pembangunan adalah dengan pengembangan wilayah yang disesuaikan dengan potensi, permasalahan dan kondisi eksisting wilayah yang bersangkutan. Setiap wilayah memiliki karakteristik masing-masing yang membedakan wilayah tersebut dengan wilayah lainnya. Karakteristik yang berbeda pada setiap wilayah menyebabkan potensi dan permasalahan pada wilayah tersebut juga berbeda sehingga strategi pengembangan wilayah juga berbeda. Koridor barat - timur merupakan salah satu dari sebelas kawasan strategis ekonomi provinsi yang ada di Sumatera Barat. Koridor barat - timur yang melingkupi sembilan kabupaten/kota dan 65 kecamatan mempunyai karakteristik dan tipologi yang beragam, sehingga strategi pengembangan koridor barat - timur juga beragam. Dalam penelitian ini ingin melihat karagaman karakteristik dan tipologi kawasan strategis ekonomi provinsi koridor barat - timur. Metode yang digunakan adalah dengan teknik analisis Principal Component Analysis (PCA). Pengelompokkan karakteristik dan tipologi wilayah berdasarkan pada dimensi potensi ekonomi, struktur wilayah, lingkungan, dan topografi. Dimensi potensi terdiri dari 12 variabel pengamatan ekonomi menghasilkan 4 komponen utama yang dikelompokkan menjadi 1) perdagangan dan jasa wisata, 2) peternakan dan perikanan, 3) pertanian dan perkebunan, 4) wisata. Hasil dimensi potensi ekonomi adalah perdagangan dan jasa wisata 38 kecamatan, peternakan dan perikanan 15 kecamatan, pertanian dan perkebunan 7 kecamatan dan wisata 4 kecamatan. Dimensi struktur wilayah dari 11 variabel pengamatan menghasilkan 2 komponen utama yang dikelompokkan menjadi 1) perkotaan, 2) pedesaan. Hasil dimensi struktur wilayah adalah perkotaan 49 kecamatan, pedesaan 16 kecamatan. Dimensi lingkungan dikelompokkan menjadi 1) kawasan rawan bencana, 2) kawasan tidak rawan bencana. Dimensi topografi dikelompokkan menjadi 1) dataran rendah, 2) dataran tinggi.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenyamanan Kota Yogyakarta Menurut Persepsi Masyarakat Fahril Fanani; Ayu Candra Kurniati
TATALOKA Vol 24, No 2 (2022): Volume 24 No. 2, May 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.2.156-166

Abstract

Kota Yogyakarta sebagai lingkungan kehidupan manusia dengan kompleksitas yang terjadi karena perkembangannya yang dipengaruhi oleh aktivitas perkotaan seperti permasalahan yang dilematis dengan semakin banyaknya keberadaan hotel dan mall yang berada di seluruh Kota Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang paling dominan mempengaruhi kenyamanan Kota Yogyakarta. Metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif digunakan untuk mencapai tujuan penelitian dengan menilai kriteria-kriteria kenyamanan dengan indikator-indikator dari studi literatur sehingga dapat diperoleh variabel yang digunakan dalam penelitian. Faktor-faktor yang mempengaruhi kenyamanan Kota Yogyakarta antara lain keamanan, kebersihan, fasilitas Penunjang, dan ruang terbuka hijau dengan rata-rata nilai rating lebih dari atau sama dengan tiga koma lima dengan kategori seluruh faktor tersebut adalah nyaman.
[RETRACTED] Pengaruh Internet Terhadap Intensi Migrasi Internasional Kaum Muda di Perdesaan (Studi Kasus di Desa Tambakasri)
TATALOKA Vol 24, No 2 (2022): Volume 24 No. 2, May 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.2.i

Abstract

RETRACTION TO:Prayitno, G., Nursaputra, Z. N., Subagiyo, A., & Wigayatri, M. (2021). Pengaruh Internet Terhadap Intensi Migrasi Internasional Kaum Muda di Perdesaan (Studi Kasus di Desa Tambakasri). TATALOKA, 23(2), 281-297. https://doi.org/10.14710/tataloka.23.2.281-297The article has been withdrawn at the request of the author.Reason:2019The published article was part of collaborative research from several authors, where the topic research came from the principal researcher, which was also part of his research roadmap. However, the principal researcher could not continue participating in the joint research because he was awarded a scholarship to study abroad. Afterward, the research was handled by the co-author.2020The research has been completed, and then compiles an article submitted to the Tataloka. The authors' composition of the articles sent to Tataloka did not mention the previous principal researcher because he was not involved in the research completion process and the preparation of the articles.2021:The article was published in Tataloka Vol. 23. No. May 2, 2021. In July, the previous principal researcher confirmed an objection to the published article. It was because the published material was part of his ongoing doctoral study. Therefore, based on COPE (Publication Ethics Committee) Retraction Guidelines, the published paper can be retracted if there are materials or data without permission to be used from the principal author.
Formulation of Framework for Evacuation of Tsunami Disaster after COVID-19 Pandemic on The South Coast of Watulimo, Trenggalek Fadhilatus Shoimah; Fadly Usman; Septiana Hariyani
TATALOKA Vol 24, No 2 (2022): Volume 24 No. 2, May 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.2.131-140

Abstract

The research aims to identify and design the latest theory-based tsunami disaster evacuation after the COVID-19 pandemic. Analysis of temporary shelters and analysis of evacuation routes were used in research with scoring techniques and network analysis techniques. The conceptual framework related to tsunami disaster evacuation after the COVID-19 pandemic has been compiled in research and can be used as material for consideration to formulate government policies and determine contingency plans and operational plans that will be carried out in the event of a tsunami disaster following the COVID-19 pandemic. Parameters of temporary shelter variables that must be considered are building function, the number of floors, building capacity, road location, building area, distance from the beach, and building construction. The capacity of the temporary shelter before the COVID-19 pandemic was obtained from the building area divided by the minimum space requirement per person of 1.64 m2. After the COVID-19 pandemic, the minimum space requirement per person combined with a physical distance of 2 m, the total area required will be 6 m2/person. Meanwhile, the parameters of the evacuation route variables that must be considered are road width, travel time, road pavement conditions, and road class.
Pengaruh Program KOTAKU terhadap Pengentasan Kemiskinan di Kelurahan Selumit Pantai Fadhilah Fadhilah; Bakti Setiawan
TATALOKA Vol 24, No 2 (2022): Volume 24 No. 2, May 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.2.84-100

Abstract

Permukiman kumuh dan kemiskinan merupakan masalah perkotaan yang muncul akibat laju pertumbuhan penduduk perkotaan yang tumbuh pesat. Keduanya berkaitan dan berkorelasi positif. Disisi lain, pemerintah Indonesia telah mencanangkan program penanganan permukiman kumuh sejak tahun 1969 yang ternyata belum tuntas hingga saat ini. Padahal kemiskinan Indonesia telah memiliki tren menurun selama 15 tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi capaian Program KOTAKU di Kelurahan Selumit Pantai dan pengaruhnya terhadap pengentasan kemiskinan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deduktif. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui survei instansional, wawancara mendalam, dan pengamatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian Program KOTAKU di Kelurahan Selumit Pantai secara umum sangat baik. Aspek yang memiliki capaian tertinggi adalah aspek infrastruktur dasar sebesar 35,2%. Selanjutnya secara berurutan yaitu aset 25,35%, kualitas bangunan rumah 15,5%, pengeluaran 12,67%, dan pendapatan 11,26%. Capaian program bertujuan untuk menjembatani pengaruh program terhadap kemiskinan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Program KOTAKU memiliki pengaruh yang tidak langsung terhadap pengentasan kemiskinan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah peran ketua RT, partisipasi masyarakat, sosial/keluarga, kesadaran warga, keterbatasan lahan, bencana kebakaran, dan tipologi wilayah.
"Betterment Levy" sebagai Mekanisme "Land Value Capture" (LVC): Sebuah Kajian Konsep, Prosedur, dan Implementasi di Indonesia Fadila Septiandiani
TATALOKA Vol 24, No 2 (2022): Volume 24 No. 2, May 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.2.116-130

Abstract

Land Value Capture (LVC) yang telah diterapkan di beberapa negara memberikan pelajaran bagi negara lain untuk dapat mencari alternatif pembiayaan infrastruktur berdasarkan nilai lahan. Salah satu mekanisme LVC yang dikembangkan adalah retribusi perbaikan. Berdasarkan nilai tanah sebelum dan sesudah perbaikan, retribusi perbaikan dapat mendukung pendapatan daerah dan sumber pembiayaan infrastruktur dengan syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi. Makalah ini bertujuan untuk menyajikan konsep, prosedur, dan studi implementasi perbaikan retribusi di Indonesia dengan mengambil studi preseden di Kolombia dan Inggris. Dalam menjelaskan temuan, pendekatan tinjauan pustaka digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis hal-hal teoretis dan praktis yang melingkupi topik tersebut. Pertama, tulisan ini akan menjelaskan teori LVC secara umum, kemudian mendeskripsikan studi perbaikan retribusi secara lebih spesifik. Dibantu oleh pengalaman dari 2 negara untuk memungkinkan studi banding. Hal ini penting untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan penerapan di kedua negara. Kedua, studi pemanfaatan di Indonesia juga akan diuraikan. Temuan makalah menunjukkan bahwa beberapa prasyarat harus dipenuhi, mulai dari data referensi, metode penilaian, niat politik pemerintah, masukan kontekstual terkait proyek, survei kapasitas pembayaran masyarakat, serta kerangka kelembagaan dan dasar hukum yang jelas.
Challenges of Developing a Logistics Hub Case Study: Batu Ampar Port Mulia Pamadi; Yusra Aulia Sari
TATALOKA Vol 24, No 3 (2022): Volume 24 No. 3 August 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.3.249-256

Abstract

As a region with leading sectors of marine, tourism, industry, fisheries, and Batu Ampar as the Main Port, Batam has the potential to be developed. One of the main centers of activity is large ports and international airports that can become national and international-scale economic gateways for logistics hubs. This research aimed to determine The Challenges of developing a logistics hub in Batu Ampar Port. This research uses a descriptive qualitative approach and secondary data from the Batam port office and the Human Settlements and Spatial Planning Office. This research shows some challenges such as geography, infrastructure, connectivity, transportation costs and time, Trade movement requirements, Shipping dependability, Transport, and trade regulations. Poor logistics performance is a significant obstacle to trade growth in most Indonesian cities. In this case, there is an international shipping port that does not yet have adequate facilities and infrastructure to become a logistics hub.
Faktor yang Berpengaruh dalam Indeks Keberlanjutan Kota di Provinsi DKI Jakarta Mohammad Erick Kusuma; Rahel Situmorang; Anindita Ramadhani
TATALOKA Vol 24, No 4 (2022): Volume 24 No 4, November 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.4.312-320

Abstract

Sebagaimana ditentukan oleh Sustainable Development Goals (SDGs), pertumbuhan kota yang baik ditandai dengan keseimbangan kemajuan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Tantangan kota dalam mengatur kebergantungan akan lingkungan dan upaya masyarakat memenuhi kebutuhan dasar menjadi salah satu aspek keberlanjutan kota agar kesejahteraan lingkungan, ekonomi, dan sosial sejalan dengan respon pertumbuhan kota. Kebijakan, faktor lingkungan-sosial-ekonomi, infrastruktur, merupakan beberapa faktor yang termasuk di dalamnya. Jakarta menjadi tarikan bagi urbanisasi yang bersumber dari daerah sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur indeks keberlanjutan kota pada tahun 2010, 2015, dan 2019 di kota administrasi DKI Jakarta (Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara). Perhitungan indeks melibatkan 13 indikator keberlanjutan kota. Untuk menilai komponen yang mempengaruhi keberlanjutan perkotaan, regresi linier berganda dan perhitungan kontribusi efektif digunakan sebagai metode analisis. Temuan studi ini menunjukkan bahwa keberlanjutan kota Jakarta cenderung rendah dan telah menurun selama sepuluh tahun terakhir, dengan proporsi RTH, tingkat pengangguran, dan jumlah tenaga kesehatan menjadi faktor yang paling berpengaruh.
Sistem Pembiayaan Peningkatan Kualitas Lingkungan Permukiman Kumuh yang Berkelanjutan di Kelurahan Kemijen Fera Wahyu; Agung Sugiri
TATALOKA Vol 24, No 4 (2022): Volume 24 No 4, November 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.4.295-311

Abstract

Kelurahan Kemijen merupakan salah satu titik permukiman kumuh dengan luas kumuh mencapai 15,86 Ha. Tantangan terbesar dalam peningkatan kualitas permukiman kumuh agar dapat berkelanjutan adalah sistem pembiayaan meliputi perbaikan fisik lingkungan dan pembiayaan untuk mendorong peningkatan kondisi ekonomi masyarakat melalui pemberian dana bergulir kepada masyarakat miskin. Pembiayaan peningkatan kualitas lingkungan permukiman kumuh di Kelurahan Kemijen sangat bergantung dari APBN/APBD dan pinjaman luar negeri (ADB). Pinjaman luar negeri tentu mengharuskan adanya pengembalian pinjaman yang masuk ke dalam pos pembiayaan APBN sehingga dinilai bukan solusi yang tepat untuk menjamin keberlanjutan. Sistem pembiayaan yang dinilai memiliki potensi untuk membantu keterbatasan dana APBN/APBD salah satunya bersumber dari dana CSR dan zakat dimana kedua sistem pembiayaan ini bersifat hibah untuk membiayai perbaikan lingkungan dan bergulir untuk bantuan ekonomi produktif bagi masyarakat miskin tanpa mengenakan jasa administrasi. Dengan demikian tujuan penelitian ini untuk mengkonfirmasi sistem pembiayaan peningkatan kualitas permukiman kumuh yang sebaiknya diterapkan di Kelurahan Kemijen agar berkelanjutan. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa sistem pembiayaan CSR terkonfirmasi menjadi sistem pembiayaan yang berkelanjutan sedangkan sistem pembiayaan melalui dana zakat memiliki potensi namun belum mampu dijadikan sebagai sistem pembiayaan peningkatan kualitas lingkungan permukiman kumuh yang berkelanjutan untuk Kelurahan Kemijen karena potensi pengumpulan dana zakat yang sangat rendah di Kota Semarang.

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 (2025): Volume 27 No 4, November 2025 Vol 27, No 3 (2025): Volume 27 No. 3 August 2025 Vol 27, No 2 (2025): Volume 27 No. 2 May 2025 Vol 27, No 1 (2025): Volume 27 No. 1 February 2025 Vol 26, No 4 (2024): Volume 26 No 4, November 2024 Vol 26, No 3 (2024): Volume 26 No. 3 August 2024 Vol 26, No 2 (2024): Volume 26 No. 2, May 2024 Vol 26, No 1 (2024): Volume 26 No. 1 February 2024 Vol 25, No 4 (2023): Volume 25 No. 4 November 2023 Vol 25, No 3 (2023): Volume 25 No. 3 August 2023 Vol 25, No 2 (2023): Volume 25 No. 2 May 2023 Vol 25, No 1 (2023): Volume 25 No. 1 February 2023 Vol 24, No 4 (2022): Volume 24 No 4, November 2022 Vol 24, No 3 (2022): Volume 24 No. 3 August 2022 Vol 24, No 2 (2022): Volume 24 No. 2, May 2022 Vol 24, No 1 (2022): Volume 24 No. 1, February 2022 Vol 23, No 4 (2021): Volume 23 No. 4, November 2021 Vol 23, No 3 (2021): Volume 23 No. 3, August 2021 Vol 23, No 2 (2021): Volume 23 No. 2, May 2021 Vol 23, No 1 (2021): Volume 23 No. 1, February 2021 Vol 22, No 4 (2020): Volume 22 No. 4, November 2020 Vol 22, No 3 (2020): Volume 22 No. 3, August 2020 Vol 22, No 2 (2020): Volume 22 No. 2, May 2020 Vol 22, No 1 (2020): Volume 22 No. 1, February 2020 Vol 21, No 4 (2019): Volume 21 No 4, November 2019 Vol 21, No 3 (2019): Volume 21 No. 3, August 2019 Vol 21, No 2 (2019): Volume 21 No. 2, May 2019 Vol 21, No 1 (2019): Volume 21 No. 1, February 2019 Vol 20, No 4 (2018): Volume 20 Number 4, November 2018 Vol 20, No 3 (2018): Volume 20 Number 3, August 2018 Vol 20, No 2 (2018): Volume 20 Number 2, May 2018 Vol 20, No 1 (2018): Volume 20 Number 1, February 2018 Vol 19, No 4 (2017): Volume 19 Number 4, November 2017 Vol 19, No 3 (2017): Volume 19 Number 3, August 2017 Vol 19, No 2 (2017): Volume 19 Number 2, May 2017 Vol 19, No 1 (2017): Volume 19 Number 1, February 2017 Vol 18, No 4 (2016): Volume 18 Number 4, November 2016 Vol 18, No 3 (2016): Volume 18 Number 3, August 2016 Vol 18, No 2 (2016): Volume 18 Number 2, May 2016 Vol 18, No 1 (2016): Volume 18 Number 1, February 2016 Vol 17, No 4 (2015): Volume 17 Number 4, November 2015 Vol 17, No 3 (2015): Volume 17 Number 3, August 2015 Vol 17, No 2 (2015): Volume 17 Number 2, May 2015 Vol 17, No 1 (2015): Volume 17 Number 1, February 2015 Vol 16, No 4 (2014): Volume 16 Number 4, November 2014 Vol 16, No 3 (2014): Volume 16 Number 3, August 2014 Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 Number 2, May 2014 Vol 16, No 1 (2014): Volume 16 Number 1, February 2014 Vol 15, No 4 (2013): Volume 15 Number 4, November 2013 Vol 15, No 3 (2013): Volume 15 Number 3, August 2013 Vol 15, No 2 (2013): Volume 15 Number 2, May 2013 Vol 15, No 1 (2013): Volume 15 Number 1, February 2013 Vol 14, No 4 (2012): Volume 14 Number 4, November 2012 Vol 14, No 3 (2012): Volume 14 Number 3, August 2012 Vol 14, No 2 (2012): Volume 14 Number 2, May 2012 Vol 14, No 1 (2012): Volume 14 Number 1, February 2012 Vol 13, No 4 (2011): Volume 13 Number 4, November 2011 Vol 13, No 3 (2011): Volume 13 Number 3, August 2011 Vol 13, No 2 (2011): Volume 13 Number 2, May 2011 Vol 13, No 1 (2011): Volume 13 Number 1, February 2011 Vol 11, No 1 (2009): Februari 2009 More Issue