cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Tataloka
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 23560266     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Tataloka is a peer reviewed journal publishing scientific articles, focusing mainly on research and studies in the field of urban and regional planning. TATALOKA Journal is published quarterly by Biro Penerbit Planologi (Planologi Publishing), Diponegoro University every February, May, August, and November.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
Analisis Perwilayahan Usaha Ternak Domba di Provinsi Jawa Barat Muhammad Asep Surachman; Sri Mulatsih; Wiwiek Rindayati
TATALOKA Vol 24, No 3 (2022): Volume 24 No. 3 August 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.3.257-266

Abstract

Provinsi Jawa Barat merupakan wilayah dengan populasi domba terbesar di Indonesia. Analisis perwilayahan ternak domba di Jawa Barat diperlukan untuk memunculkan keunggulan komparatif wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis wilayah basis dan karakteristik penyebaran usaha ternak domba di Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah analisis location quotient (LQ), localization index (LI), dan specialization index (SI). Data yang digunakan adalah data statistik peternakan yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Hasil dari penelitan ini menyatakan bahwa wilayah basis usaha ternak domba di Provinsi Jawa Barat yaitu di Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Garut, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Cirebon. Usaha ternak domba di Provinsi Jawa Barat tidak terpusat pada satu wilayah kabupaten, dan tidak ada wilayah kabupaten yang mengkhususkan pada usaha ternak domba. Makalah ini juga menyajikan peta wilayah basis dan penjelasan karakteristik peternak domba di Jawa Barat.
Kajian Revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang Periode Tahun 2019: Persepsi Wisatawan dan Ahli Terhadap Daya Tarik Wisata Savira Nur Afifah Kusuma Putri; Agung Sugiri
TATALOKA Vol 24, No 3 (2022): Volume 24 No. 3 August 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.3.214-230

Abstract

Revitalisasi yaitu proses memvitalkan kembali kawasan dengan mengadaptasi sesuai kebutuhan masyarakat saat ini. Revitalisasi penting dilakukan untuk kawasan mati dan peninggalan budaya, seperti Kawasan Kota Lama Semarang (KKLS). Seiring berkembangnya zaman, kawasan ini menjadi terbengkalai dan muncul berbagai permasalahan. Oleh karena itu diadakan revitalisasi hingga tahun 2019 terlihat mendatangkan banyak wisatawan dan masuk dalam 3 besar destinasi wisata Provinsi Jawa Tengah. Kondisi tersebut seharusnya dapat membuktikan bahwa adanya revitalisasi 2019 dapat meningkatkan daya tarik kawasan tersebut sebagai objek pariwisata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi ahli dan wisatawan memandang revitalisasi KKLS tahun 2019 terhadap daya tarik wisata kawasan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis distribusi frekuensi, skala likert, force field, dan deskripsi statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa revitalisasi tahun 2019 meningkatkan daya tarik KKLS sebagai objek pariwisata baru menurut persepsi ahli dan wisatawan. Hal tersebut didukung dengan adanya beberapa atraksi wisata, fasilitas wisata, aksesibilitas wisata, serta pelaku kegiatan wisata. Revitalisasi diharapkan dapat terus dilanjutkan dengan memperhatikan beberapa hal.
Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Jagung Di Kabupaten Biak Numfor, Papua Afrizal Malik; Muhammad Prama Yufdy; Widia Siska; Ratih Kusumasari Ndaru
TATALOKA Vol 24, No 4 (2022): Volume 24 No 4, November 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.4.321-329

Abstract

Produktifitas jagung di Papua masih tergolong sangat rendah yakni kurang dari 1,8 ton/ha. Produksi jagung dapat ditingkatkan dengan penambahan areal tanam maupun introduksi teknologi yang tepat. Namun, inovasi teknologi tidak bisa memberikan hasil terbaik jika penanaman dilakukan di lahan yang kurang sesuai, sehingga kesesuaian lahan merupakan kunci penting dalam meningkatkan produktifitas. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan evaluasi kesesuaian lahan tanaman jagung di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Penelitian dilakukan tahun 2015 menggunakan pendekatan penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan meliputi Citra satelit Landsat 7, Peta RBI digital skala 1:50.000 BIG, Peta Geologi, dan Digital Elevation Model (DEM). Penelitian ini terdari dari 3 tahap, tahap pertama adalah analisis parameter kesesuaian lahan, meliputi iklim, topografi dan tanah. Tahap kedua yaitu pengamatan lapang, pengambilan sampel dan analisis tanah. Analisis tanah meliputi sifat fisik-kimia tanah lengkap. Tahap ketiga yakni penilaian kesesuaian lahan menggunakan kerangka FAO (1976), pengolahannya menggunakan program Sistem Penilaian Kesesuaian Lahan (SPKL) Versi 1. Hasil analisis menunjukkan lahan di Kabupaten Biak Numfor, Papua, potensial untuk pengembangan tanaman jagung, dengan lahan potensial seluas 27.951 atau  12,76% dari total luas lahan Kabupaten Biak Numfor. Lahan sesuai meliputi lahan sangat sesuai (S1) seluas 6.777 ha (3,09%), lahan cukup sesuai (S2)  seluas 1.733 ha (0,79%) dan lahan sesuai marginal (S3) seluas 19.441 ha (8,87%). Budidaya tanaman jagung di lahan yang sesuai diharapkan dapat meningkatkan produktifitas tanaman jagung di Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat terhadap Tingkat Kapasitas Masyarakat dalam Merespon Wabah Covid-19 di Lingkungan Permukiman Ade Firmansyah; Deasy Olivia; Rendy Akbar; Aditya Reinaldi; Rana Zahra Tamsil
TATALOKA Vol 24, No 4 (2022): Volume 24 No 4, November 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.4.338-348

Abstract

Dalam memberikan gambaran kondisi nyata dalam menghadapi dan memutus penyebaran wabah covid-19 di lingkungan permukiman, kapasitas masyarakat menjadi faktor yang sangat penting untuk diketahui. Dengan metode survey dan pendekatan statistik deskriptif, penelitian ini mencoba untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah ditetapkan yaitu bagaimana pengaruh kondisi masyarakat, berdasarkan aspek sosial ekonomi, terhadap tingkat kapasitasnya dalam merespon wabah Covid-19 di lingkungan permukiman, dengan studi kasus Kelurahan Bojong Nangka dan Kelurahan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Berdasarkan hasil analisis, diketahui tingkat kapasitas masyarakat dalam merespon wabah Covid-19 didominasi oleh tingkat tinggi dan sebagian kecil tingkat sedang. Artinya, secara individu ataupun sosial, masyarakat di Kelurahan Bojong Nangka dan Kelurahan Kelapa Dua tersebut dinilai mampu mengantisipasi dan beradaptasi terhadap kondisi wabah covid-19 yang sedang terjadi. Diketahui juga bahwa faktor umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan jenis pekerjaan tidak memiliki hubungan dengan tingkat kapasitas masyarakat dalam merespon wabah covid-19 di lingkungan permukiman. Keluaran ini diharapkan dapat menjadi informasi awal bagi stakeholder dalam menyusun strategi pencegahan perluasan wabah covid-19.
Kemiskinan Multi Dimensi dan Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia Mirza Fuady; Muhammad Rafi Farrel Fuady; Fahmi Aulia
TATALOKA Vol 24, No 4 (2022): Volume 24 No 4, November 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.4.330-337

Abstract

Persoalan kemiskinan menjadi masalah yang umum terjadi di hampir semua negara termasuk Indonesia. Hasil kajian beberapa penelitian menunjukkan persoalan  kemiskinan  akan berhubungan  dengan  kondisi pertumbuhan ekonomi dan  kualitas  sumber  daya  manusia. Dimana menurunnya pertumbuhan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia pada suatu wilayah akan berdampak negatif naiknya tingkat kemiskinan, begitupula sebaliknya. Berdasarkan data dari BPS diketahui bahwa indeks pembangunan manusia dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia terus meningkat, namun angka kemiskinan tidak signifikan turun. Karenanya studi ini dibuat dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan hubungan antara indeks pembangunan manusia dan pertumbuhan ekonomi dengan kemiskinan. Studi deskriptif ini memakai metode kualitatif dimana dilakukanpengumpulan dan analisis data terkait pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia dan kemiskinan pada beberapa wilayah di Indonesia dan kemudian menjadikannya sebagai rujukan untuk memahami hubungan indeks pembangunan manusia dan pertumbuhan ekonomi dengan kemiskinan yang terjadi di Indonesia. Dari studi ini diperoleh hasil bahwa meskipun indeks pembangunan manusia dan angka pertumbuhan ekonomi semakin baik, namun masih banyak indikator kemiskinan di Indonesia yang belum membaik. Hal tersebut berdampak lambatnya proses menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Untuk itu pendekatan multidimensi dalam mengukur kemiskinan diharapkan dapat mengatasi kekurangan tersebut dan mendukung terciptanya kebijakan yang lebih baik dalam mengatasi persoalan kemiskinan di wilayah Indonesia. 
Perumahan, Ruang Perkotaan dan Pengaruhnya terhadap Mobilitas Mandiri Anak Fenita Indrasari
TATALOKA Vol 24, No 3 (2022): Volume 24 No. 3 August 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.3.267-281

Abstract

Anak memiliki pengalaman dan memanfaatkan lingkungan perkotaan dengan cara yang berbeda dari orang dewasa. Perkotaan yang dibangun dengan hanya membuat taman bermain tanpa mempertimbangkan faktor mobilitas mandiri anak cenderung mempengaruhi proses tumbuh kembang anak secara negatif. Artikel ini memuat analisis skala layanan sarana pendidikan, serta data survei checklist sebagai instrumen pemetaan sarana dan dokumentasi foto pada tujuh sampel perumahan dan wawancara terstruktur pada keluarga yang dipilih secara acak dari tiga sampel perumahan. Hasilnya diketahui bahwa mobilitas mandiri anak (CIM) tidak banyak terjadi. Pemilihan sekolah berdasarkan kualitas dan biaya, jarak yang harus ditempuh antara rumah dan sekolah, serta dikombinasikan dengan minimnya moda transportasi umum dan rendahnya walkability menghasilkan pola CIM sebagai berikut: untuk sekolah, lebih banyak anak yang pergi diantar jemput menggunakan kendaraan pribadi; Untuk aktivitas selain sekolah, seperti berbelanja atau jajan dan bermain, lebih banyak yang bepergian secara mandiri. Alasan dibalik pola CIM tersebut adalah ketakutan orang tua, terhadap lalu lintas kendaraan maupun orang tak dikenal. Untuk menggalakkan CIM, upaya penyediaan sarana dan prasarana yang ramah anak harus juga disertai penyadaran orang tua dan masyarakat akan pentingnya CIM dan aktivitas anak di luar rumah.
Model Desain Lanskap Agroforestri Sempadan Sungai Condet di DAS Ciliwung Tengah Jakarta Rini Fitri; Silia Yuslim; Olivia Seanders; Reza Fauzi
TATALOKA Vol 24, No 3 (2022): Volume 24 No. 3 August 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.3.202-213

Abstract

Perubahan penggunaan lahan menjadi ancaman diperkotaan, semakin berkurangnya lahan, yang dikonversi untuk kepentingan sektor pembangunan berdampak terhadap keberlanjutan ketahanan pangan. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan, dimulai Juni sampai Agustus 2020. Tujuan penelitian mendesain model lanskap agroforestri untuk ketahanan pangan dan perbaikan ekologi lingkungan pada sempadan Sungai Condet di DAS Ciliwung Tengah Jakarta. Metode yang digunakan adalah survei langsung ke lapangan untuk mengupulkan data primer maupun data sekunder. Data primer dan data sekunder dianalisis secara deskriptif sebagai dasar pertimbangan dalam membuat model desain lanskap agroforestri sempadan sungai yang tepat untuk diterapkan di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model desain akan membagi area sempadan menjadi tiga zona sesuai dengan karakter sungai. Setiap zona akan didesain sesuai dengan kebutuhan lingkungan dan masyarakat setempat, serta sesuai kriteria dari sebuah agroforesti. Melalui model desain ini diharapkan selain ketahanan pangan dapat tercapai dan kualitas lingkungan dapat ditingkatkan.
Perubahan Harga Lahan di Sekitar Kawasan Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru Nadiah Handayani; Bambang Hari Wibisono
TATALOKA Vol 24, No 3 (2022): Volume 24 No. 3 August 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.3.231-248

Abstract

Pemerintah Kota Pekanbaru telah melakukan pembangunan kawasan baru untuk mewadahi kegiatan perkantoran pemerintah yang semakin berkembang, yaitu wilayah Kelurahan Negeri. Kelengkapan fasilitas pelayanan yang tersedia di pusat kota mengakibatkan konsentrasi kegiatan di daerah tersebut paling tinggi. Harga lahan di pusat kota memiliki kecenderungan lebih mahal jika dibandingkan dengan harga lahan yang ada di pinggir kota. Pembangunan kawasan perkantoran pemerintah kota membentuk mini peak yang ada di pinggir Kota Pekanbaru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh pembangunan kawasan perkantoran pemerintah kota terhadap perubahan harga lahan dan faktor-faktor yang mempengaruhi harga lahan selain pembangunan tersebut. Data dianalisis secara kualitatif dengan memetakan dan membandingkan perubahan harga lahan berupa NJOP yang muncul di kawasan sekitarnya sebelum dan sesudah pembangunan (tahun 2012 hingga 2019) dan membuat kesimpulan dari hasil wawancara. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa harga lahan di sekitar pembangunan kawasan perkantoran pemerintah kota mengalami perubahan NJOP yang semakin meningkat karena pengaruh dari pembangunan tersebut. Terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi perubahan harga lahan, yaitu aksesibilitas, lokasi, ketersediaan fasilitas dan legalitas lahan, NJOP, fasilitas umum dan fasilitas sosial, serta permintaan dan penawaran.
Perkembangan Kawasan Permukiman di Sekitar Titik Transit Kabupaten Bogor Nedalia Wilza; Ernan Rustiadi; Janthy Trilusianthy Hidayat
TATALOKA Vol 24, No 4 (2022): Volume 24 No 4, November 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.4.349-365

Abstract

Kabupaten Bogor sebagai salah satu hinterland dalam KSN Jabodetabekpunjur, telah mengalami perkembangan wilayah yang pesat dan pertumbuhan penduduk yang tinggi. Wilayah ini memiliki jumlah komuter yang tinggi dan terhubung dengan sistem transportasi massal yang terintegrasi di wilayah Jabodetabek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pertumbuhan kawasan permukiman di kawasan transit pada kurun waktu 2000-2020 dan mengidentifikasi perkembangan ketersediaan fasilitas permukiman melalui analisis hierarki desa di kawasan transit pada tahun 2011-2019. Penelitian ini menggunakan data berupa peta landuse tahun 2000, 2010, 2015, dan 2020 serta data sekunder dari BPS berupa data Potensi Desa (Podes) tahun 2011, 2014, dan 2019. Penelitian dilakukan dengan metode tumpang susun peta dan analisis skalogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan sekitar stasiun kereta jenis commuter line memiliki laju pertumbuhan permukiman dan kepadatan permukiman yang tinggi pada kurun waktu 2000-2020. Kepadatan dan laju pertumbuhan permukiman tertinggi terjadi di kawasan sekitar Stasiun Citayam, Stasiun Cilebut, dan Stasiun Bojonggede. Sementara itu berdasarkan nilai IPD, kawasan yang memiliki fasilitas permukiman yang baik ditemui di kawasan sekitar Stasiun Cibinong, Stasiun Citayam, Stasiun Bojonggede, Stasiun Cilebut, dan Stasiun Nambo. Secara keseluruhan kawasan transit stasiun commuterline memiliki potensi berkembang menjadi pusat pertumbuhan. Oleh karena itu rencana dan strategi pembangunan daerah dapat mengarahkan kawasan transit cepat tumbuh menjadi pusat-pusat pelayanan baru.
Struktur Ruang Wilayah Gerbangkertosusila Berdasarkan Teori Pusat-Pinggiran: Sebuah Kajian R Dimas Widya Putra; Wilmar Salim
TATALOKA Vol 24, No 3 (2022): Volume 24 No. 3 August 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.3.186-201

Abstract

Perkembangan suatu kota tidak dapat dipisahkan dari area sekitarnya, sehingga dalam sistem perkotaan, suatu kota akan memiliki efek saling ketergantungan dengan kota-kota terdekat di sekitarnya. Salah satu bentuk keterkaitan antar wilayah terjadi pada Kawasan Gerbangkertosusila, yang terbentuk dari gabungan kota dan kabupaten. Fenomena pusat-pinggiran ini dapat terjadi dalam bentuk keterkaitan antar sektor yang dihubungkan dengan jaringan jalan, industri, pekerjaan, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teori pusat-pinggiran dengan studi di Kawasan Gerbangkertosusila (GKS) dengan mengevaluasinya berdasarkan center-periphery model (CPM) dari John Friedmann. Hasil studi kepustakaan dilanjutkan dengan analisis deskriptif kualitatif dengan menerjemahkan teori dengan data yang diperoleh dari penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan saat ini dari 4 fase model CPM Friedmann, kawasan GKS berada pada fase 3 dimana pertumbuhan ekonomi menyebar ke seluruh wilayah dan menyebabkan munculnya pusat-pusat pertumbuhan lainnya. Pada wilayah GKS struktur kotanya mengalami perluasan, selain karena penduduk bermukim di pinggiran akibat urban sprawl, berkembang pusat- pusat industri baru di sekitar kota inti Surabaya yang terletak di perbatasan Surabaya-Gresik dan Surabaya-Sidoarjo.

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 (2025): Volume 27 No 4, November 2025 Vol 27, No 3 (2025): Volume 27 No. 3 August 2025 Vol 27, No 2 (2025): Volume 27 No. 2 May 2025 Vol 27, No 1 (2025): Volume 27 No. 1 February 2025 Vol 26, No 4 (2024): Volume 26 No 4, November 2024 Vol 26, No 3 (2024): Volume 26 No. 3 August 2024 Vol 26, No 2 (2024): Volume 26 No. 2, May 2024 Vol 26, No 1 (2024): Volume 26 No. 1 February 2024 Vol 25, No 4 (2023): Volume 25 No. 4 November 2023 Vol 25, No 3 (2023): Volume 25 No. 3 August 2023 Vol 25, No 2 (2023): Volume 25 No. 2 May 2023 Vol 25, No 1 (2023): Volume 25 No. 1 February 2023 Vol 24, No 4 (2022): Volume 24 No 4, November 2022 Vol 24, No 3 (2022): Volume 24 No. 3 August 2022 Vol 24, No 2 (2022): Volume 24 No. 2, May 2022 Vol 24, No 1 (2022): Volume 24 No. 1, February 2022 Vol 23, No 4 (2021): Volume 23 No. 4, November 2021 Vol 23, No 3 (2021): Volume 23 No. 3, August 2021 Vol 23, No 2 (2021): Volume 23 No. 2, May 2021 Vol 23, No 1 (2021): Volume 23 No. 1, February 2021 Vol 22, No 4 (2020): Volume 22 No. 4, November 2020 Vol 22, No 3 (2020): Volume 22 No. 3, August 2020 Vol 22, No 2 (2020): Volume 22 No. 2, May 2020 Vol 22, No 1 (2020): Volume 22 No. 1, February 2020 Vol 21, No 4 (2019): Volume 21 No 4, November 2019 Vol 21, No 3 (2019): Volume 21 No. 3, August 2019 Vol 21, No 2 (2019): Volume 21 No. 2, May 2019 Vol 21, No 1 (2019): Volume 21 No. 1, February 2019 Vol 20, No 4 (2018): Volume 20 Number 4, November 2018 Vol 20, No 3 (2018): Volume 20 Number 3, August 2018 Vol 20, No 2 (2018): Volume 20 Number 2, May 2018 Vol 20, No 1 (2018): Volume 20 Number 1, February 2018 Vol 19, No 4 (2017): Volume 19 Number 4, November 2017 Vol 19, No 3 (2017): Volume 19 Number 3, August 2017 Vol 19, No 2 (2017): Volume 19 Number 2, May 2017 Vol 19, No 1 (2017): Volume 19 Number 1, February 2017 Vol 18, No 4 (2016): Volume 18 Number 4, November 2016 Vol 18, No 3 (2016): Volume 18 Number 3, August 2016 Vol 18, No 2 (2016): Volume 18 Number 2, May 2016 Vol 18, No 1 (2016): Volume 18 Number 1, February 2016 Vol 17, No 4 (2015): Volume 17 Number 4, November 2015 Vol 17, No 3 (2015): Volume 17 Number 3, August 2015 Vol 17, No 2 (2015): Volume 17 Number 2, May 2015 Vol 17, No 1 (2015): Volume 17 Number 1, February 2015 Vol 16, No 4 (2014): Volume 16 Number 4, November 2014 Vol 16, No 3 (2014): Volume 16 Number 3, August 2014 Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 Number 2, May 2014 Vol 16, No 1 (2014): Volume 16 Number 1, February 2014 Vol 15, No 4 (2013): Volume 15 Number 4, November 2013 Vol 15, No 3 (2013): Volume 15 Number 3, August 2013 Vol 15, No 2 (2013): Volume 15 Number 2, May 2013 Vol 15, No 1 (2013): Volume 15 Number 1, February 2013 Vol 14, No 4 (2012): Volume 14 Number 4, November 2012 Vol 14, No 3 (2012): Volume 14 Number 3, August 2012 Vol 14, No 2 (2012): Volume 14 Number 2, May 2012 Vol 14, No 1 (2012): Volume 14 Number 1, February 2012 Vol 13, No 4 (2011): Volume 13 Number 4, November 2011 Vol 13, No 3 (2011): Volume 13 Number 3, August 2011 Vol 13, No 2 (2011): Volume 13 Number 2, May 2011 Vol 13, No 1 (2011): Volume 13 Number 1, February 2011 Vol 11, No 1 (2009): Februari 2009 More Issue