cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
eksplorium@batan.go.id
Editorial Address
BULETIN PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN GALIAN NUKLIR Jl. Lebak Bulus Raya No. 9, Ps. Jumat, Jakarta 12440, Indonesia, Telp (021) 7691775, 7695394, 75912956 Fax (021)7691977
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Eksplorium : Buletin Pusat Pengembangan Bahan Galian Nuklir
ISSN : 08541418     EISSN : 2503426x     DOI : https://doi.org/10.17146/eksplorium
Core Subject : Social,
Eksplorium : Buletin Pusat Pengembangan Bahan Galian Nuklir, adalah jurnal yang diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir-BATAN yang telah diakreditasi LIPI No.749/AU2/P2MI-LIPI/08/2016 dan menempati peringkat SINTA 2
Arjuna Subject : -
Articles 194 Documents
Identifikasi Patahan Menggunakan Analisis Data Deformasi Tanah di Tapak RDE Serpong Hadi Suntoko; Sriyana Sriyana
EKSPLORIUM Vol 38, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1410.16 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2017.38.2.3352

Abstract

AbstrakTapak Reaktor Daya Eksperimental (RDE) terletak di Serpong berjarak ± 67 km dari sesar aktif Cimandiri. Hasil evaluasi tapak menunjukkan bahwa tapak RDE layak dan aman dari patahan aktif. Namun, diperlukan pemantauan deformasi batuan menggunakan alat Global Positioning System (GPS). Tujuannya adalah mendapatkan koordinat teliti melalui data GPS untuk mengidentifikasi ada tidaknya aktivitas patahan dan pengaruh patahan terhadap tapak. Pemantauan menggunakan konfigurasi enam titik ukur yang memotong jalur yang diduga sebagai patahan berarah tenggara-baratlaut. Metode penelitian menggunakan pendataan koordinat titik stasiun GPS berkala BATAN dan titik stasiun GPS kontinyu BIG dalam radius 25 km. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Bernese Versi 5.2 dilakukan secara radial dari titik stasiun 1 sebagai titik referensi dan dilanjutkan intepretasi data. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi patahan/tektonik sekitar tapak RDE berada di kisaran 0,05 mikrostrain yang merupakan daerah dengan kondisi tektonik stabil. AbstractExperimental Power Reactor (EPR) site is located in Serpong and it has a distance of ± 67 km from the Cimandiri active fault. Result of EPR site evaluation show that it is feasible and safe from the active fault. However, it is necessary to monitor the rock deformation by using Global Positioning System(GPS) tool. The goal is to obtain precise coordinates through GPS data to identify the presence of active fault activity and its impact on the site. The monitoring is using six measuring points configuration mounted crossing the southeast-northwest suppose fault line direction. The research method is using coordinate data collection from BATAN GPS periodic station and BIG GPS continuous station in radius 25 km. Data processing is using Bernese Version 5.2 Software, proceed radially from station 1 as reference point and then continued by data interpretation. The Analysis result shows that the fault/tectonic condition near EPR site is in the range of 0.05 microstrain which is an area with stable tectonic condition.
Studi Pemisahan Thorium dari Besi dan Logam Tanah Jarang dalam Larutan Asam Nitrat dengan Ekstraksi Pelarut Menggunakan Ekstraktan Trioctylphosphine Oxide Briliant Briliant; Mohammad Zaki Mubarok; Kurnia Trinopiawan; Riesna Prassanti
EKSPLORIUM Vol 38, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.776 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2017.38.2.3924

Abstract

AbstrakSerangkaian percobaan ekstraksi pelarut untuk memisahkan thorium dari besi (Fe) dan logam tanah jarang (LTJ) menggunakan trioctylphosphine oxide (TOPO) dilakukan dengan variasi konsentrasi asam nitrat, waktu ekstraksi, nisbah ekstraktan terhadap diluen (g/mL), dan variasi nisbah volume larutan organik terhadap volume larutan aqueous (O/A) serta variasi konsentrasi asam pada proses stripping. Konsentrasi awal thorium, besi, dan LTJ dalam larutan umpan diukur masing-masing dengan Inductively Coupling Plasma (ICP), Atomic Absorption Spectroscopy (AAS), dan Ultraviolet Visible Spectroscopy (Spektro UV-VIS). Konsentrasi asam nitrat divariasikan pada 1M, 2M, 3M, 4M, dan 5M. Waktu ekstraksi divariasikan pada 2, 5, 10, 15, dan 20 menit, sementara nisbah ekstraktan terhadap diluen (g/mL) divariasikan pada 2:100, 3:100, 4:100, 5:100, dan 6:100 dengan variasi nisbah O/A yaitu 1:3, 1:2, 1:1, 2:1, dan 3:1. Pada tahap stripping dilakukan variasi konsentrasi asam nitrat pada 0,1 M; 0,2 M; 0,3 M; 0,4 M; dan 0,5 M. Hasil percobaan menunjukkan kondisi terbaik dicapai pada konsentrasi asam nitrat 3M, waktu ekstraksi 10 menit, nisbah ekstraktan terhadap diluen sebesar 5:100 (g/mL), dan nisbah O/A sebesar 1:1 sehingga didapatkan persen ekstraksi Th sebesar 97,26%, Fe sebesar 7,97%, dan LTJ sebesar 62,15% dengan nilai βTh-Fedan βTh-LTJ masing-masing sebesar 273,62 dan 14,43. Pada percobaan stripping didapatkan persen stripping Th tertinggi sebesar 51,37% pada konsentrasi asam nitrat 0,3M dengan persen stripping Fe dan LTJ masing-masing sebesar 2,72% dan 2,55%. AbstractA series of solvent extraction experiment to separate thorium(Th) from iron (Fe) and rare earth metals (REE) using trioctylphosphine oxide (TOPO) conducted with variations of nitric acid concentration, extraction time, ratio between exctractan and diluent (g/mL), and ratio between organic solution and aqueous solution volumes (O/A), and variation of nictric acid concentration in stripping process. Thorium, iron and rare earth metals early concentration in solution feed were measured by using Inductively Coupling Plasma (ICP), Atomic Absorption Spectroscopy (AAS), dan Ultraviolet Visible Spectroscopy (UV-VIS Spectro) respectively. The nitric acid concentration was varied at 1M, 2M, 3M, 4M, and 5M. The extraction time was varied at 2, 5, 10, 15, and 20 minutes, meanwhile the ratio between extractan and diluent (g/mL) was varied at 2:100, 3:100, 4:100, 5:100, and 6:100 with O/A ratio at 1:3, 1:2, 1:1, 2:1, and 3:1. At stripping stage, the nitric acid concentration was varied at 0.1M; 0.2M; 0.3M; 0.4M; and 0.5M. The result of the experiments show that the best condition was obtained on 3M nitric acid concentration, 10 minutes extraction time, 5:100 (g/mL) extractan and diluent ratio, and 1:1 O/A ratio, that resulted in 97.26% Th extraction, 7.97% Fe extraction, and 62.15% rare earth metals extraction with βTh-Fe and βTh-REE value 273.62 and 14.43 respectively. On the stripping experiment, the highest Th stripping percentage obtained as much as 51.37% at 0.3M nitric acid concentration with Fe and REE stripping percentage up to 2.72% and 2.55% respectively. 
Ekstraksi Pemisahan Neodimium dari Samarium, Itrium dan Praseodimium Memakai Tri Butil Fosfat Maria Veronica Purwani; Suyanti Suyanti
EKSPLORIUM Vol 38, No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.282 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2017.38.1.3035

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan ekstraksi konsentrat Nd(OH)3 (neodimium hidroksida) yang mengandung Y(itrium), Sm (samarium) dan Pr (praseodimium) hasil olah pasir monasit. Tujuan penelitian ini untuk pemisahan Nd dari Y, Pr dan Sm dalam konsentrat Nd. Sebagai fasa air adalah konsentrat Nd(OH)3 dalam HNO3 dan ekstraktan atau fasa organik adalah Tri Butil Fosfat (TBP) dalam kerosen. Parameter yang diteliti adalah pH umpan, konsentrasi umpan, konsentrasi TBP dalam kerosen, waktu pengadukan dan kecepatan pengadukan. Dari hasil penelitian optimasi proses ekstraksi pemisahan neodimium dari samarium, itrium dan presedimium dalam konsentrat Nd(OH)3 hasil olah pasir monasit dengan ekstraktan TBP, diperoleh kondisi optimum  sebagai berikut: pH umpan = 0,2; konsentrasi umpan 100 gram/L, konsentrasi TBP dalam kerosen 5 %, waktu pengadukan 15 menit, kecepatan pengadukan 150 rpm. Pada kondisi ini diperoleh  FP (faktor pisah) Nd-Y, FP Nd-Pr, FP Nd-Sm masing-masing sebesar 2,242; 4,811; 4,002 dan angka banding distribusi (D) Nd = 0,236 dengan efisiensi ekstraksi Nd = 19,07%. ABSTRACTThe extraction of Nd(OH)3 (neodymium hydroxide) concentrate containing Y (yttrium), Sm (samarium) and Pr (praseodymium) as product of monazite processed has been done. The purpose of this study is to determine the separation of Nd from Y, Pr and Nd Sm in Nd concentrate. The aqueous phase was concentrated Nd (OH)3 in HNO3 and extractant while organic phase was Tri Butyl Phosphate (TBP) in kerosene. Parameters studied were pH and concentration feed, concentration of TBP in kerosene, extraction time and stirring speed. The result showed that the optimization of separation extraction neodymium from samarium, yttrium and praseodymium in Nd(OH)3 concentrated  with TBP, obtained the optimum condition of pH = 0.2, concentration of feed 100 g /L, concentration of TBP in kerosene 5%, extraction time 15 minutes and stirring speed 150 rpm. With the conditions, Separation Factor (SF) obtained for Nd-Y, Nd-Pr, Nd-Sm are 2.242, 4.811, 4.002 respectively, while D and extraction efficiency of Nd are 0.236 and 19.07%.
Model Matematik Reduksi Thorium dalam Proses Elektrokoagulasi Prayitno Prayitno; Vemi Ridantami
EKSPLORIUM Vol 38, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.735 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2017.38.2.3566

Abstract

AbstrakReduksi thorium dengan elektrokoagulasi telah dilakukan pada limbah radioaktif yang memiliki kadar kontaminan thorium 5x10-4kg/l dengan sistem batch menggunakan elektrode-elektrode aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model matematik reduksi thorium melalui kecepatan reaksi, konstanta laju reaksi, dan orde reaksi yang dipengaruhi oleh parameter proses elektrokoagulasi seperti tegangan, waktu, jarak elektrode, dan pH. Penelitian menghasilkan kondisi optimum tegangan 12,5V, jarak 1 cm, pH 7, dan waktu proses 30 menit dengan efisiensi sebesar 99,6%. Prediksi nilai konstanta laju penurunan thorium didapatkan melalui perhitungan matematika dengan metode integral. Hasil penelitian menunjukkan laju penurunan thorium mengikuti konstanta orde dua dengan nilai konstanta laju penurunan thorium 5x10-3 KgL-1min-1. AbstractThorium reduction by electrocoagulation has been conducted on radioactive waste with thorium contaminant grade of 5x10-4Kg/l through a batch system using aluminium electrodes. This study aims to determine a mathematical model of thorium reduction through speed reaction, constante reaction rate and reaction order which are affected by electrocoagulation process parameters like voltage, time, electrode distance, and pH. The research results the optimum voltage condition at 12.5 V at 1 cm electrode spacing, pH 7, and 30 minutes of processing time with 99.6 % efficiency. Prediction on thorium decline rate constante is obtained through mathematic integral method calculation. The research results thorium decline rate is following second order constante with its value at 5x10-3KgL-1min-1.
Pola Tahanan Jenis dan Konduktivitas Batuan Mengandung Mineral Radioaktif di Botteng dan Takandeang, Mamuju, Sulawesi Barat Adi Gunawan Muhammad; Frederikus Dian Indrastomo; I Gde Sukadana
EKSPLORIUM Vol 38, No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.721 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2017.38.1.3540

Abstract

AbstrakKegiatan penyelidikan umum mineral radioaktif di daerah Mamuju, Sulawesi Barat merupakan tindak lanjut dari hasil pengukuran radioaktivitas lingkungan yang menunjukkan adanya nilai radioaktivitas tinggi. Kandungan mineral radioaktif yang cukup tinggi ditemukan antara lain di Desa Botteng dan Desa Takandeang yang tersusun oleh batuan berkomposisi leusit-basal tetapi karakteristik bawah permukaan daerah ini belum diketahui. Untuk mengetahui karakteristik geologi bawah permukaan, terkait dengan mineralisasi Uranium dan Thorium di daerah Botteng dan Takandeang, pengukuran geofisika menggunakan metode tahanan jenis dan polarisasi terimbas (Induced Polarization/IP) dilakukan. Pengukuran tersebut dilakukan menggunakan konfigurasi Wenner dan dipole-dipole, dimulai dengan pembuatan enam jalur pengukuran, masing-masing tiga jalur: GF/BTGY-01, GF/BTGK-02, dan GF/BTGK-04 di Botteng, dan tiga jalur lainnya: GF/TKDK-01, GF/TKDK-07, dan GF/TKDY-06 di Takandeang. Pengukuran dilakukan dengan memotong arah kemenerusan anomali radiometri permukaan. Hasil pengukuran menunjukkan keterdapatan anomali berada pada sebaran batuan autobreksia yang terlihat jelas di lokasi GF/TKDY-6, GF/TKDK-07, dan GF/BTGK-04. Beberapa indikasi mineralisasi di permukaan teridentifikasi di penampang GF/BTGK-02 dan GF/TKDK-01, dicirikan dengan anomali-anomali chargeabilitas >25,14 ms di lintasan GF/BTGK-02 dan 81,4 ms di GF/TKDK-01. Anomali yang signifikan direkomendasikan sebagai lokasi pemboran. AbstractThe general investigation activities of radioactive minerals in Mamuju Area, West Sulawesi is a respon of the environmental radioactivity measurement result, which shows the existence of high radioactivity value. High radioactive mineral content found in Botteng and Takandeang Villages. From the outcrops, they composed of leucite-basalt rocks; meanwhile the subsurface characteristics of this area are unknown. To characterize the subsurface geology, related to uranium and thorium mineralization in Botteng and Takandeang area, geophysical measurement conducted using resistivity and Induced Polarization (IP) methods. The measurements carried out using Wenner and dipole-dipole configurations. The measurements started with the creation of six measurement paths where three lines: GF/BTGY-01, GF/BTGK-02, and GF/BTGK-04 are in Botteng and three other lines: GF/TKDK-01, GF/TKDK-07 and, GF/TKDY-06 are in Takandeang. Measurements conducted by crossing the surface radiometric anomaly distribution. The result showed anomaly occurences on autobreccia distribution in GF/TKDY-6, GF/TKDK-07, and GF/BTGK-04 locations. Several mineralization indication on surface identified in GF/BTGK-0, and GF/TKDK-01 sections, charaterized by chargeability anomalies more than 25.14 ms and 81.4 ms respectively. All significant anomalies are recomended as drilling location.
Cover+Daftar Isi+Indeks Isi Redaksi Eksplorium
EKSPLORIUM Vol 39, No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2862.123 KB)

Abstract

Cover dan halaman pengantar pada volume 39, No.1: Mei 2018
Studi Karakteristik Air-Tanah di Kawasan Nuklir Pasar Jumat (KNPJ) dengan Metode Hidrokimia dan Isotop Alam Neneng Laksminingpuri Sanusi; Nurfadhlini Nurfadhlini; Satrio Satrio
EKSPLORIUM Vol 39, No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.626 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2018.39.1.4100

Abstract

Telah dilakukan penelitian air-tanah di Kawasan Nuklir Pasar Jumat (KNPJ) menggunakan metode hidrokimia dan isotop alam. Penelitian dilakukan dengan mengambil sejumlah sampel air di beberapa kawasan KNPJ dan sekitarnya. Sampel air tersebut kemudian dianalisis konsentrasi kimia airnya (anion-kation) dan konsentrasi isotop alam d2H dan d18O menggunakan alat lasser counter. Analisis kimia air dilakukan menggunakan metode ion kromatografi dan titrasi. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui karakteristik air-tanah terhadap kemungkinan interaksi dengan air permukaan sekitarnya. Berdasarkan hasil analisis hidrokimia (anion-kation) dan isotop alam (d2H, d18O) menunjukkan bahwa air-tanah dalam masih mencerminkan karakter sebagai air-tanah segar atau freshwater. Air-tanah akuifer dalam juga terindikasi tidak berhubungan dengan air-tanah akuifer dangkal yang berada di atasnya. Air-tanah dangkal, sebagian besar masih menunjukkan karakter air-tanah segar dan sebagian lainnya, yaitu SB-8, SB-9, dan SB-10, air-tanahnya mengalami pertukaran ion dan interaksi dengan air permukaan. Air permukaan untuk SB-8 diperkirakan berasal dari rembesan larutan pupuk tanaman sedangkan untuk SB-9 dan SB-10 air permukaan diperkirakan berasal dari rembesan tanki kotoran (septic tank). Groundwater research has been conducted in Nuclear Area of Pasar Jumat (KNPJ) using hydrochemical data and natural isotopes methods. The research was conducted by taking a number of water samples in some areas of KNPJ and also its surrounding areas. The water samples were then analyzed its hydrochemical concentration (anion-cation) and natural isotope concentration d2H and d18O using lasser counter device. Water chemical analysis was conducted by using ion chromatography and titration methods. The purpose of this research is to know the characteristics of groundwater to the possibility of its interaction with the surrounding surface water. Based on the results of hydrochemical analysis (anion-cation) and natural isotopes (d2H, d18O) indicates that groundwater still reflects the character as fresh groundwater or freshwater. The deep aquifer groundwater is also indicated to be unrelated to groundwater of shallow aquifers located above it. While most shallow groundwater still show the character of fresh groundwater, and some others namely SB-8, SB-9, and SB-10, the groundwater undergo ion exchanges and interact with surface water. Surface water for SB-8 is estimated come from the seepage of the liquid plant fertilizer, whereas for SB-9 and SB-10 surface water is estimated come from septic tank seepage.
Thorium and Total REE Correlation in Stream Sediment Samples from Lingga Regency Ronaldo Irzon
EKSPLORIUM Vol 39, No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.629 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2018.39.1.3558

Abstract

Rare Earth Elements (REE) are found in variety of minerals, which are mobilized by weathering from adjacent watersheds into streambeds and affect the chemical content. A study of stream sediments is useful to trace the source of metals, as they are representative of the composition of the drainage basin. This study describes trace and rare earth elements geochemistry composition of selected nine stream sediment samples from two major Islands in Lingga Regency, namely Singkep and Lingga. Moreover, the associations of rare earth elements abundance to other elements in selected samples are used on tracing the most possible mineral as REE source. Nine selected stream sediments were identified megascopically and measured for the trace and rare earth elements composition by inductively coupled plasma – mass spectrometry (ICP-MS). The selected samples from Lingga yielded very strong average Zr, Mn, Ba, and Rb compositions of 246 ppm, 172 ppm, 126 ppm, and 84 ppm, respectively. On the other hand, Zr, Mn, Cr, and Rb are the top four abundant trace elements from Singkep with consecutive median value of 486 ppm, 305 ppm, 145 ppm, and 85 ppm. Feltilizer for agricultural area at Lingga most posibly contain As and Rb upon these elements abundances and association. Tin mine activity was found to influence the streambeds composition with low Rb-Cs composition but high Zr-REE abundance. Very strong Th to ∑REE association suggests that thorium-bearing mineral, especially monazite-La, is the main REE source of the selected samples. All of the studied samples exhibit Eu negative anomaly to imply the absence of either detrital apatite or chemical weathering of apatite. Moreover, REE of Lingga stream sediments is averagely more fractionated than Singkep.  Unsur Tanah Jarang (UTJ) terkandung dalam berbagai jenis mineral yang dapat termobilisasi akibat pelapukan dari daerah aliran sungai terdekat, terendapkan, dan mempengaruhi kandungan kimianya. Studi mengenai sedimen sungai dapat dimanfaatkan untuk menelusuri sumber logam, sebagaimana sedimen tersebut merupakan bahan penyusun dasar sungai. Penelitian ini menerangkan kandungan geokimia unsur jejak dan tanah jarang dari sembilan contoh sedimen sungai terpilih dari dua pulau besar di Kabupaten Lingga, yaitu: Singkep dan Lingga. Selanjutnya, asosiasi kelimpahan unsur tanah jarang terhadap unsur lain dipergunakan untuk menelusuri mineral yang paling mungkin sebagai sumber UTJ. Sembilan contoh sedimen sungai terpilih telah dideskripsi secara megaskopis dan diukur kandungan unsur jejak dan tanah jarangnya menggunakan inductively coupled plasma – mass spectrometry (ICP-MS). Contoh terpilih dari Pulau Lingga tersusun atas sejumlah tinggi Zr, Mn, Ba, dan Rb, yaitu 246 ppm, 172 ppm, 126 ppm, and 84 ppm secara berurutan. Sementara itu, Zr, Mn, Cr, dan Rb merupakan unsur paling melimpah pada contoh dari Pulau Singkep dengan rataan kelimpahan masing-masing 486 ppm, 305 ppm, 145 ppm, and 85 ppm. Pupuk pertanian di Lingga kemungkinan besar mengandung As dan Rbberdasarkan kelimpahan dan asosiasi mineral tersebut. Aktivitas penambangan timah ditengarai mempengaruhi komposisi endapan sungai dengan komposisi Rb-Cs yang rendah tetapi Zr-REE melimpah. Korelasi kuat Th dan ∑UTJ menunjukkan bahwa mineral mengandung thorium, khususnya monasit-La, merupakan sumber utama UTJ pada contoh terpilih. Seluruh contoh menampakkan anomali negatif Eu yang menandakan ketiadaan apatit detrital maupun pelapukan kimia apatit. Lebih jauh, UTJ pada sedimen sungai Lingga secara rata-rata lebih terfraksinasi dari pada Singkep.
Relationship Between Leadership and Commitment with Quality Performance on U-Th-REE Processing Pilot Plant Construction in BATAN Nunik Madyaningarum; Mohammed Ali Berawi; Perdana Miraj
EKSPLORIUM Vol 39, No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2284.085 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2018.39.1.4161

Abstract

Management area of leadership and commitment in the quality management system is a mean to achieve successful functions, even more on construction industry. The objective of this research is to analyze the correlation between leadership and commitment focus management area and quality performance as indicated by rework. Research location is uranium (U), thorium (Th), and rare earth elements (REE) processing pilot plant construction area in Center for Nuclear Minerals Technology-BATAN. Primary data were collected from the 36 of 37 submitted questionnaires, and representing 97 % response rate. The research used descriptive analysis, which depends on the poll and the use of Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) main program for data analysis. The relationship between leadership and commitment and quality performance was analyzed using spearman rank correlation coefficient. Findings of research provide guideline and alert to project managers or management of organization where leadership, commitment, infrastructure, and environmental work have moderate to strong correlation to rework level. The results further revealed that there is no relationship between responsibility and authority for the management system and organizational policy and construction quality performance. The research provides evidence, in fact to achieve the quality performance of a pilot plant construction must be concerned with leadership attribute, maintaining commitment and provide support resources on the whole project cycle.  Area manajemen kepemimpinan dan komitmen dalam sistem manajemen mutu adalah sarana untuk mencapai keberhasilan suatu pekerjaan, terlebih pada industri konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara area fokus manajemen kepemimpinan, komitmen, dan kinerja kualitas yang ditunjukkan dengan pengerjaan ulang (rework). Lokasi penelitian adalah area kontruksi pilot plant pengolahan uranium (U), torium (Th), dan unsur logam tanah jarang (LTJ) di Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir-BATAN. Data primer merupakan hasil 36 dari 37 kuisioner yang dikirimkan, dan mewakili tingkat respons 97 %. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, yang bergantung pada polling dan menggunakan program utama Paket Statistik untuk Ilmu Pengetahuan Sosial (SPSS) untuk analisis data. Hubungan antara kepemimpinan dan komitmen dan kinerja kualitas dianalisis dengan menggunakan koefisien korelasi pemeringkatan spearman. Hasil penelitian memberikan panduan dan peringatan kepada manajer proyek atau manajemen organisasi bahwa kepemimpinan, komitmen, dan infrastruktur serta lingkungan kerja memiliki korelasi menengah hingga sangat kuat terhadap tingkat pengerjaan ulang. Hasil lainnya mengungkapkan bahwa tidak ada hubungan antara tanggung jawab dan wewenang sistem manajemen serta kebijakan organisasi dengan kinerja kualitas konstruksi. Penelitian ini memberikan bukti bahwa sebenarnya untuk mencapai kinerja kualitas konstruksi pilot plant harus memperhatikan atribut kepemimpinan, mempertahankan komitmen, dan memberikan sumber daya pendukung pada keseluruhan siklus proyek.
Studi Keterdapatan Torium Pada Endapan Laterit Bauksit di Pulau Singkep Dalam Rangka Pengembangan Eksplorasi Torium di Wilayah Granit Jalur Timah Ngadenin Ngadenin; Kurnia Setiawan Widana; Adhika Junara Karunianto
EKSPLORIUM Vol 39, No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.164 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2018.39.1.4258

Abstract

Eksplorasi torium di wilayah granit jalur timah pada lima tahun terakhir ditargetkan pada keterdapatan torium di cebakan timah primer maupun sekunder. Pulau Singkep adalah bagian dari Granit Jalur Timah, yang potensial terhadap keberadaan torium, sebagai cebakan primer maupun sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik keterdapatan torium pada laterit bauksit menyangkut kadar torium dan kaitannya dengan keterdapatan mineral radioaktif dan kandungan cerium (Ce), lantanum (La), itrium (Y), dan zirkon (Zr) pada laterit bauksit. Data yang diperoleh dari penelitian ini akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk pengembangan eksplorasi torium pada cebakan laterit bauksit di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pemetaan geologi, pengukuran kadar torium, dan pengambilan sampel konsentrat dulang untuk analisis mineral butir dan analisis kadar Ce, La, Y, dan Zr. Litologi yang menyusun daerah penelitian terdiri atas granit lapuk yang telah terubah menjadi laterit bauksit dengan kadar torium berkisar antara 25,9 hingga 177,8 ppm eTh. Konsentrat hasil pendulangan adalah konsentrat zirkon-ilmenit dengan kandungan mineral radioaktif terdiri dari zirkon, monasit, dan anatas. Kadar lantanum pada konsentrat zirkon-ilmenit adalah 0–412 ppm, cerium 0–80 ppm, itrium 27–82 ppm, dan zirkon 9.420–100.000 ppm. Keterdapatan torium pada endapan laterit bauksit di Pulau Singkep berhubungan erat dengan keterdapatan mineral zirkon, monasit, dan anatas. Karakterisrik keterdapatan torium pada endapan laterit bauksit mempunyai kemiripan dengan karakteristik keterdapatan torium pada cebakan timah primer dan sekunder. The thorium exploration in the last five years in the granite tin belt region is targeted at thorium availability in primary and secondary tin deposits. Singkep island is the part of granite tin belt which potential for thorium occurences either primer or secondary deposits. The purpose of this study was to determine the characteristics of thorium availability in bauxite laterite deposits concerning thorium content and its relation to the availability of radioactive minerals and cerium (Ce), lanthanum (La), Yttrium (Y), and zircon (Zr) contents on the bauxite laterite deposit. The data obtained from this study will be used as an evaluation material for the development of thorium exploration in bauxite laterite deposits in Indonesia. The methods used are geological mapping, thorium concentration measurements, and sampling of pan concentrate for mineral grain analysis and analysis of Ce, La, Y, and Zr contens. The lithology of the study area was granite that had weathered and turned into bauxite laterite deposit with thorium content ranging from 25.9 to 177.8 ppm eTh. The concentrate of the repeating result is zircon-ilmenite concentrate with radioactive mineral content composed of zircon, monazite, and anatase. La concentration on zircon-ilmenite concentrate is 0–412 ppm, Ce is 0–80 ppm, Y is 27–82 ppm and zircon is 9,420–100,000 ppm. Avaibility of thorium at the bauxite laterite deposit on Singkep Island is closely related to the zircon, monazite, and anatase minerals. Characteristics of thorium availability in the bauxite laterite deposit are similar to the thorium characteristics of the primary and secondary tin deposits.

Page 11 of 20 | Total Record : 194