cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Articles 141 Documents
PENGGUNAAN SENSOR FOTODETEKTOR UNTUK PENGUKURAN KANDUNGAN GULA DI DALAM LARUTAN NIRA TEBU Alex Taufiqurrohman Zain; Cahyaning Nur Karimah; Mochamad Irwan Nari; Anni Nuraisyah
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : Balai Besar Industri Hasil Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v15i1.6070

Abstract

Abstrak : Tebu merupakan salah satu tanaman penghasil gula. Kualitas gula yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh bahan baku utamanya yaitu nira tebu, sehingga diperlukan pengukuran kandungan nira pada tebu. Pada penelitian ini, dibuat alat ukur kandungan gula pada nira tebu yang terintegrasi dengan sistem PC. Selain nira tebu, digunakan larutan gula sebagai objek penelitian lainnya. Alat ukur yang dibuat memanfaatkan prinsip penjalaran sinar ketika melewati objek penelitian. Sumber sinar yang digunakan adalah RGB bright LED, fiber optic sebagai medium perambatan sinar, fotodioda BPW 34 sebagai fotodetektor, modul Arduino UNO sebagai modul mikrokontroler, dan refraktometer digital untuk mendapatkan data pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat ukur sudah bisa terintegrasi dengan sistem PC. Penelitian pada larutan gula menunjukkan bahwa sinar kuning mampu memberikan perubahan tegangan keluaran sistem sensor yang paling besar setiap variasi konsentrasi larutan, dan didapatkan kurva kalibrasi untuk penelitian pada nira tebu selanjutnya. Penelitian pada nira tebu menunjukkan bahwa masih ada perbedaan hasil pengukuran kandungan gula dari fotodetektor terhadap refraktometer digital.Kata kunci: fotodioda, kurva kalibrasi, nira tebu.
KARAKTERISTIK KANDUNGAN LEMAK DAN ASAM LEMAK COKELAT COMPOUND YANG TERBUAT DARI OLEOGEL MINYAK NABATI DAN COCOA BUTTER SUBSTITUTE DENGAN OLEOGATOR LEMAK KAKAO Dyah Wuri Asriati; Wahyuni Wahyuni; Sitti Ramlah; Andi Nur Amalia; Eky Yenita Ristanti
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : Balai Besar Industri Hasil Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v15i1.5978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik komposisi asam lemak dan bahan penyusun produk cokelat batang yang terbuat dari oleogel minyak nabati dan Cocoa Butter Substitute komersil dengan oleogator lemak kakao. Pembuatan cokelat batang dibuat dengan 10 formula yaitu F1-F10, dimana F1-F8 menggunakan oleogel dari minyak sawit atau minyak kedelai sebagai pengganti lemak kakao, sedangkan F9-F10 menggunakan Cocoa Butter Substitute (CBS) komersil. Formula pembuatan oleogel meliputi 90% minyak sawit atau minyak kedelai, 7% dan 9% beeswax serta 1% dan 3% lemak kakao. Analisis asam lemak dilakukan dengan menggunakan metode gas kromatografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan lemak yang paling tinggi didapat pada formula pasta kakao dengan oleogel minyak sawit dengan nilai 43,31%, sedangkan yang terendah didapat pada formula bubuk kakao dari oleogel minyak sawit dengan nilai 28,80%. Kandungan asam lemak total tertinggi terdapat pada formula pasta kakao dan oleogel minyak kedelai dengan kadar 93,12%, sedangkan nilai terendah pada formula bubuk kakao dan oleogel minyak kedelai dengan kadar 83,77%.Kata Kunci: oleogel, asam lemak, kandungan lemak, cokelat batang, kromatografi gas
STABILITAS DAN EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN ZAT WARNA ANTOSIANIN TEPUNG KAKAO TANPA FERMENTASI (Theobroma cacao L) SECARA IN VIVO Medan Yumas; Justus Elisa Loppies; Alfrida Lullung Sampe Barra
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : Balai Besar Industri Hasil Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v15i1.6124

Abstract

Abstrak : Tepungkakao tanpafermentasi diketahui mengandung senyawa polifenol golongan flavonoid yaitu zat warna antosianinyang dapat berfungsi sebagai antioksidan dan bahan aktif. Kemampuan antosianinsebagai antioksidan dan bahan aktif merupakan pertimbangan untuk diaplikasikan pada suatu produk kosmetik atau pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas dan efektivitas antioksidan dari zat warna antosianintepungkakao tanpafermentasisecara in vivo.Tahapan penelitian terdiri dari pembuatan tepungkakao tanpafermentasi, ekstraksi senyawa antosianinsecara maserasi menggunakan etanol dan asam sitrat, sertauji zat warna antosianin. Hasil penelitian menunjukkanbahwazat warna antosianindari tepungkakao tanpafermentasi yang terbaik adalah zat warnaantosianindengan pH 2,89. Zat warnaantosianinini memiliki panjang gelombang maksimum 565 nm dengan serapan antosianintertinggi sebesar 0,412, memiliki warna merah kecoklatan yang lebih stabil, memiliki efekdan aktivitasantioksidanpada kulit dan mata, tidak bersifat toksikatau iritasi pada kulit, namun bersifat toksikatau iritasi pada mata.Kata kunci : Tepungkakao tanpafermentasi, antosianin, ekstraksi, antioksidan, invivo
PERUBAHAN ASAM ASETAT, TOTAL POLIFENOL DAN WARNA BIJI KAKAO ASALAN SELAMA FERMENTASI Mulono Apriyanto; Hermiza Mardesci; Rujiah Rujiah
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : Balai Besar Industri Hasil Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v15i1.5573

Abstract

Abstrak: Biji kakao asalan adalah biji kakao kering di tingkat petani di Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasi. Kelemahan biji kakao kering tersebut yaitu tidak menghasilkan prekursor flavour khas kakao, sehingga upaya memiliki prekursor flavour khas kakao dilakukan melalui proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan asam asetat, total polifenol dan warna biji kakao asalan selama fermentasi. Fermentasi dilakukan dengan tiga cara yaitu: Perlakuan kontrol, perlakuan kedua yaitu penambahan inokulum S.cerevisiae (FNCC3056), L.lactis (FNC0086) dan A.aceti (FNCC0016), masing–masing108 cfu/gram yang diberikan serentak pada awal fermentasi. Perlakuan ketiga, pemberian inokulum secara bertahap S.cerevisiae (FNCC3056) pada awal fermentasi, L.lactis (FNC0086) di awal 24 jam kedua dan A.aceti (FNCC0016) di 24 jam ketiga, kemudian seluruh perlakuan difermentasi selama 120 jam. Hasil penelitian menunjukan persentase warna ungu kecoklatan, total polifenol keping biji kakao mengalami penurunan, hasil perlakuan kontrol, penambahan inokulum di awal fermentasi dan penambahan inokulum secara bertahap berturut-turut dari 30,11–5,03%, 30,14–4,98% dan 30,09–3,02% serta total polifenol berturut-turut dari 0,17–0,08; 0,18-0,07 dan 0,17–0,06 meq asam galat/gram. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terjadi perubahan asam asetat, total polifenol memberikan akibat perubahan presentase warna coklat lebih banyak terjadi pada perlakuan penambahan inokulum secara bertahap.Kata kunci: Biji kakao asalan, fermentasi, total polifenol dan, warna
KARAKTERISTIK KARET SHEET DENGAN BAHAN PENGISI ARANG AKTIF BAMBU Popy Marlina; Asma Assa; Hari Adi Prasetya
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : Balai Besar Industri Hasil Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v15i1.6126

Abstract

Abstrak: Bahan pengisi arang aktif bambu digunakan sebagai alternatif untuk memperbaikikekerasan dan memperbesar volume karet sehingga mutu karet lembaran menjadi lebih baik.Penelitian ini menggunakan arang aktif bambu yang dapat berfungsi sebagai filler aktif untukmeningkatkan karakteristik karet lembaran. Jumlah arang aktif bambu pada formulasi karetlembaran divariasikan menjadi 6, yaitu 25, 30, 35, 40, 45, 50 gram. Setiap perlakuan diulangsebanyak 3 (tiga) kali. Parameter yang diamati meliputi kadar abu, plastisitas awal (Po),Plasticity Resistance Index (PRI), dan viskositas Mooney. Hasil penelitian menunjukkan bahwaperlakuan variasi jumlah arang aktif bambu berpengaruh terhadap kadar abu, plastisitas awal(Po), Plasticity Resistance Index (PRI), dan viskositas Mooney. Karakteristik karet lembaranmemenuhi syarat mutu Standard Indonesian Rubber (SIR) sesuai SNI 06-1903-2000 dengankarakteristik kadar abu untuk semua perlakuan, Po dan PRI, perlakuan F3 (lateks pekat 945 gdan arang aktif bambu 35 g) hingga F6 (lateks pekat 945 g dan arang aktif bambu 50 g).Viskositas Mooney karet lembaran untuk semua perlakuan memenuhi standar mutu karet SIRkomersial, minimal 40.Kata Kunci: arang aktif bambu, karakteristik, karet lembaran
IDENTIFIKASI PROFIL KUALITAS KOPI SEBAGAI ACUAN PENGEMBANGAN PRODUK SPESIALTI DI KAWASAN MENOREH, KULON PROGO, YOGYAKARTA Aldicky Faizal Amri; Ervika Rahayu Novita Herawati; Rifa Nurhayati; Agus Susanto
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : Balai Besar Industri Hasil Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v15i1.5776

Abstract

Abstract: An understanding the characteristics of raw materials is important for the product development process. The characteristics and methods of processing of a coffee bean will affect its final quality and the taste of its brewed coffee. In Kulon-Progo Region, the coffee quality profile has not been identified clearly. Therefore, this research was conducted to identify the quality profile of coffee that grows in the Menoreh, Kulon Progo region so that it can be used as a guideline for further product development. Identification is carried out by testing the physical, chemical, and microbiological parameters and the taste of coffee grown in the Menoreh region, Kulon Progo. Physical, chemical and microbiological parameters testing is done by referring to SNI 1-3542-2004 concerning coffee powder. Taste testing is carried out with the help of expert panelists who refer to the SCAA Cupping Protocol. Based on this research results, the quality of Menoreh coffee has met the level I quality requirements of SNI 1-3542-2004 and has the potential to be developed into specialty coffee originating from the Special Region of Yogyakarta.Keywords: Menoreh Coffee, Quality, Specialty Coffee, Product Development
Optimasi Formula Mikroemulsi Berbahan Dasar Crude Palm Oil (CPO) Sebagai Antioksidan Potensial Pada Kulit Erga Syafitri; Nur Adliani; Sudewi Mukaromah Khoirunnisa; Fina Khaerunnisa Frima
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : Balai Besar Industri Hasil Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v15i1.6129

Abstract

Minyak Kelapa Sawit (Crude Palm Oil/CPO) merupakan salah satu tanaman khas Sumatera yang berpotensi sebagai sediaan antioksidan. Bentuk sediaan mikroemulsi dipilih karena dapat meningkatkan penetrasi CPO ke dalam kulit. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dibentuk sediaan mikroemulsi mengandung CPO dan diuji aktivitas antioksidannya. Mikroemulsi CPO diformulasikan menggunakan metode Phase Titration Method dengan CPO sebagai fase minyak, tween 80 sebagai surfaktan, PEG 400 sebagai kosurfaktan dan aquadest sebagai fase air. Formula optimum dari penelitian ini mengandung 5% (b/b) CPO,  20% (b/b) tween 80, 10% (b/b) PEG 400, dan 65% (b/b) air. Hasil evaluasi formula menunjukkan bahwa formula ini memiliki ukuran globul sebesar 288,87 ± 20,94 nm, zeta potensial sebesar -0,36 mV, bobot jenis 1,024 ± 6,15x10-5 g/mL dan pH berada pada rentang 4,5-6,5. Dari evaluasi stabilitas didapat bahwa sediaan stabil dalam penyimpanan selama 28 hari di suhu ruang (25ºC), stabil terhadap perubahan suhu ekstrim dan terhadap agitasi. Sediaan mikroemulsi CPO ini memiliki nilai IC50 sebesar 10,5 µg/mL yang menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sediaan mikroemulsi CPO memiliki karakterisasi fisik dan kestabilan yang baik dan dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai sediaan antioksidan pada kulit.  
Pengaruh Penambahan Enzim Kasar Polifenoloksidase Dari Kulit Buah Kakao Kombinasi Ekstrak Pucuk Daun Kakao Terhadap Mutu dan Waktu Fermentasi Biji Kakao Kalsum Kalsum; Rosniati Kasim; Medan Yumas
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : Balai Besar Industri Hasil Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v15i2.6618

Abstract

Salah satu permasalahan perkakaoan nasional adalah mutu biji kakao yang masih rendah yaitu aroma dan citarasa khas cokelat tidak kuat. Aroma dan citarasa khas cokelat yang tidak kuat ini, karena biji kakao tidak difermentasi atau difermentasi tidak sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan enzim kasar polifenol oksidase dari kulit buah kakao kombinasi ekstrak pucuk daun kakao terhadap waktu fermentasi biji kakao dan mutu biji kakao. Tahapan penelitian meliputi pembuatan nutrient, pembuatan enzim kasar polifenol oksidase kombinasi ekstrak pucuk daun kakao, fermentasi biji kakao 1 hari dan 2 hari dengan penambahan enzim kasar polifenol oksidase kombinasi ekstrak pucuk daun kakao dan fermentasi alami sebagai kontrol, serta  analisis data secara dekstriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji kakao kering yang dihasilkan terfermentasi 1 hari dan fermentasi 2 hari dengan penambahan enzim kasar polifenol oksidase dari kulit buah kakao kombinasi ekstrak pucuk daun kakao memiliki suhu optimum masing-masing 45oC dan 46oC; indeks fermentasi 0,9998 dan 1,0373; terfermentasi sempurna 99% dan 100%; memiliki presentase biji slety 1% dan 0%. Hasil ini memenuhi SNI 01-2323-2008 sebagai syarat mutu biji kakao. Selauin itu diperoleh biji kakao dengan warna cokelat terang dan tidak berjamur selama penyimpanan 1 bulan, 3 bulan dan 5 bulan.     
KARAKTERISTIK PANGAN FUNGSIONAL DARI PASTA DAN BUBUK KAKAO (Characteristics of Functional Foods from Cocoa Liquor and Cocoa Powder) Sitti Ramlah; Medan Yumas; Wahyuni Wahyuni
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : Balai Besar Industri Hasil Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v15i2.6376

Abstract

Abstrak.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuikarakteristik dan efekpanganfungsionaldari pasta dan bubukkakao. Metodologipenelitianmenggunakanmetodeeksperimen dan analisis. Pembuatan pasta dan bubukkakaomengacu pada pembuatan dark chocolate  (Ramlah dan Yumas, 2017), dengan modifikasi formula dengan menggunakan biji kakao  yang tidak difermentasi dan penambahan sukrosa 5 %.  Proses pembuatan bubuk kakao dilakukan setelah tahap pembuatan pasta kakao . Penelitian ini menggunakan 2 perlakuan yaitu pangan fungsional dalam bentuk pasta kakao (A3) dan  bubuk kakao (B3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pangan fungsional pasta kakao (A3) mempunyai karakteristikmengandungpolifenol16,81 %, lemak 47.76 %, pH 6.188, FFA 1.02 %, karbohidrat 14.31%, protein 9.6 %, kadar air 1.61 %,  kalsium ,magnesium, kalium,  besi, 12 jenisasam lemak dan  15 jenisasam amino, sedangkanpanganfungsionalbubukkakaomengandungpolifenol  17,99 %, lemak 14.59 %, pH 6.098, FFA 1.52 %,  karbohidrat 22.6 %, protein 19.63 %, kadar air 4.54%,  kalsium, magnesium  , kalium, besi, , 12 jenisasam lemak dan  15 jenisasam amino.Hasil uji efek pada hewan mencit menunjukkan bahwa pangan fungsional pasta maupun bubuk kakao memberikan efek dapat menurunkan kolesterol darah, sehingga dapat dijadikan sebagai adjunct therapy pada penanganan hiperkolesterolemia.Kata Kunci. Pasta kakao, bubuk kakao, pangan fungsional.
APLIKASI BUBUK (POWDER) ZAT WARNA ALAM KULIT BUAH KAKAO (Theobroma cacao Spp) PADA PEWARNAAN KAIN KATUN Isnaini Isnaini; Guring Briegel Mandegani; Masiswo Masiswo; Agus Haerudin; Vivin Atika; Dwi Wiji Lestari; Tin Kusuma Arta; Yudi Satria
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : Balai Besar Industri Hasil Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v15i2.6358

Abstract

Industri coklat (Theobroma cacao) di Indonesia mencapai jumlah produksi 500 ribu ton. Jumlah tersebut menyisakan sisa kulit dengan jumlah hampir mencapai 75% dari total berat kakao yang berpotensi untuk dimanfaatkan menjadi pakan, adsorben, ataupun yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit buah kakao (LKBK) dengan cara ekstraksi, pengeringan dengan penambahan variasi maltodekstrin (proses spray-drying), dan mengaplikasikan pembatikan pada kain katun dengan fiksasi tawas, kapur dan tunjung. Variabel percobaan yang dilakukan adalah variasi suhu ekstraksi (60, 80 dan 100℃), kondisi pH ekstraksi (netral, asam dan basa), jumlah maltodekstrin (5%, 10% dan 15%), serta mordan akhir tawas, kapur, dan tunjung. Hasil percobaan menunjukkan arah warna yang bervariasi pada masing-masing perlakuan. Arah warna pada perlakuan tunjung-suhu ekstraksi tinggi 100℃-maltodekstrin rendah akan menghasilkan warna yang lebih gelap daripada perlakuan yang lain. Hasil pengujian ketahanan luntur didapatkan cukup stabil yakni baik (4-5) hampir pada setiap perlakuan.

Page 10 of 15 | Total Record : 141