cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Articles 60 Documents
STUDI FORMULASI, SIFAT FISIKO KIMIA, STABILITAS DAN TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN TERHADAP MINYAK AROMATERAPI SEREH WANGI shintawati - shintawati; Zulfahmi -- --
Majalah TEGI Vol 11, No 2 (2019): Majalah TEGI Vol 11, No 2 Desember 2019
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46559/tegi.v11i2.5784

Abstract

. Sereh sejak dahulu telah digunakan sebagai bahan obat luar. Minyak atsiri sereh wangi, dikenal dengan nama citronella, secara  komersil diperoleh dari distilasi uap daun tanaman sereh wangi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari formulasi, sifat fisiko kimia, stabilitas dan tingkat kesukaan konsumen terhadap dua formula produk minyak aromaterapi sereh wangi. Produk minyak aromaterapi sereh wangi dibuat dalam 2 formula yaitu formula J2 dan J3 yang terdiri minyak kelapa, minyak gandapura, kristal mentol, minyak piperin, minyak lemon dan minyak sereh wangi dengan perbandingan 1:5:6:2:2:4 dan 1:5:6:2:0:6. Metode pembuatan minyak aromaterapi diawali dengan pemanasan campuran kristal mentol, minyak kelapa dan minyak gandapura pada suhu 60-700C. Setelah campuran mencapai suhu kamar ditambahkan minyak atsiri lainnya. Parameter fisiko kimia  produk yang diuji antara lain viskositas, densitas dan pH. Evaluasi formulasi minyak  aromaterapi dilaksanakan melalui uji iritasi terhadap 10 panelis, uji angka lempeng total serta uji stabilitas selama 30 hari pada suhu kamar, 30±20C dan 40±20C dan  dilaksanakan dengan 3 kali ulangan. Uji tingkat kesukaan konsumen dilaksanakan oleh 26 orang panelis tidak terlatih dengan atribut sensori meliputi warna, wangi alami, kesegaran, kehangatan, tekstur dan kesukaan keseluruhan terhadap produk. Hasil penelitian menunjukkan formula J2 dan formula J3 memiliki pH  masing-masing 5,25 dan 5,47 yang aman bagi kulit. Uji iritasi menunjukkan kedua formula J2 dan J3 tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Hasil uji stabilitas menunjukkan kedua formula stabil pada ketiga variasi suhu dimana tidak ada perubahan  pH, warna maupun wangi alami selama penyimpanan 30 hari.  Formula J2 dan J3 memenuhi kriteria Peraturan Kepala BPOM Nomor 12 tahun 2014 tentang Persyaratan Obat Tradisional, dimana kandungan angka lempeng total formula J2 dan J3 masing-masing 1,1 x 104 koloni/ml dan 0 koloni/ml. Analisa Anova menunjukkan terdapat beda nyata antara formula J2 dan J3. Evaluasi sensori memperlihatkan panelis lebih menyukai formula dengan penambahan minyak lemon,  J2 dibandingkan dengan formula tanpa penambahan minyak lemon, J3. Nilai rata-rata kesukaan panelis secara keseluruhan terhadap formula J2 dan J3 masing-masing 4,23 dan 2,69.
Hubungan Kausalitas Granger Harga Minyak Makan Nabati: Minyak Sawit, Minyak Kedelai, Minyak Canola, dan Minyak Biji Bunga Matahari Devi Oktiani
Majalah TEGI Vol 11, No 1 (2019): Majalah TEGI Vol 11, No 1 Juni 2019
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46559/tegi.v11i1.5658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kausalitas diantara minyak makan nabati yang banyak diperdagangkan di pasar internasional, yaitu minyak sawit, minyak kedelai, minyak kanola, dan minyak biji bunga matahari. Analisis dilakukan menggunakan metoda kausalitas Granger. Diketahui bahwa terdapat hubungan kausalitas dua arah antara harga minyak biji bunga matahari dan harga minyak kanola, dan juga antara harga minyak bunga matahari dengan minyak kedelai, hubungan kausalitas satu arah terdapat pada harga minyak goreng sawit mempengaruhi harga minyak biji bunga matahari. Harga minyak goreng sawit tidak dipengaruhi secara signifikan oleh harga minyak nabati lainnya.
Kajian Hilirisasi Industri Berbasis Singkong dalam Industri Pangan Damar wiraputra; Karim Abdullah; Masmulki Daniro Jyoti
Majalah TEGI Vol 11, No 2 (2019): Majalah TEGI Vol 11, No 2 Desember 2019
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46559/tegi.v11i2.5798

Abstract

Singkong dapat diolah menjadi berbagai macam produk seperti gaplek, tapioka, onggok, pati termodifikasi, bioethanol, dextrine, hingga sorbitol. Industri pengolahan singkong di Lampung didominasi oleh industri skala besar, sedangkan industri kecil belum banyak berperan dalam pengembangan produk berbasis singkong. Berbagai upaya telah dilakukan dan dikembangkan teknologi pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah, nilai gizi dan mengangkat citra dari singkong.  Untuk memperbaiki produk dari singkong, berbagai teknologi pengolahan telah dihasilkan dalam rangka meningkatkan mutu produk dan penerimaannya oleh konsumen. Tulisan ini adalah hasil kombinasi kajian dari studi pustaka yang membahas teknologi pengolahan singkong dan aplikasinya sehingga meningkatkan nilai guna akan bahan baku singkong Berdasarkan peluang tersebut, diharapkan tulisan ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan produk lanjutan dari singkong dalam upaya meningkatkan nilai tambah dan menambah pendapatan para pelaku bisnis di bidang tersebut.
PEMBUATAN BIOETANOL DARI AMPAS TAHU DENGAN METODE HIDROLISIS ASAM DAN FERMENTASI DENGAN MENGGUNAKAN RAGI INSTAN Nanti Musita
Majalah TEGI Vol 11, No 1 (2019): Majalah TEGI Vol 11, No 1 Juni 2019
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46559/tegi.v11i1.5214

Abstract

Dewasa ini, kebutuhan energi dunia semakin meningkat sementara persediaan energi dari bahan bakar fosil yang selama ini diandalkan jumlahnya terbatas. Oleh karena itu, diperlukan sumber energi alternatif yang mampu mengatasi krisis energi tersebut. Salah satu sumber energi alternatif yang sedang dikembangkan adalah bioetanol. Bioetanol dapat diproduksi dengan cara fermentasi glukosa menggunakan ragi Saccharomyces cerevisiae. Produksi etanol dalam penelitian ini menggunakan bahan dasar ampas tahu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi asam sulfat optimum pada proses hidrolisa dan waktu fermentasi optimum pada proses pembuatan bioetanol dari ampas industri tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi asam sulfat yang optimum untuk menghidrolisa ampas tahu yaitu pada konsentrasi 0,5 M selama 30 menit pada suhu 121oC. Selama fermentasi berlangsung terjadi penurunan pH dan glukosa serta peningkatan produksi etanol. Produksi etanol optimum terjadi pada lama fermentasi 5 hari dengan konsentrasi etanol 4,77% b/b.
UJI COLIFORM DAN ESCHERICHIA COLI PRODUK AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK) YANG BEREDAR DI PASARAN DI DAERAH BANDAR LAMPUNG Fidela Devina Agrippina
Majalah TEGI Vol 11, No 2 (2019): Majalah TEGI Vol 11, No 2 Desember 2019
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46559/tegi.v11i2.5428

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas air minum dalam kemasan yang beredar dipasaran di Bandar Lampung. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan melakukan pemeriksaan bakteriologi sampel air di Laboratorium Mikrobiologi Balai Riset dan Standardisasi Industri Bandar Lampung pada bulan Juli 2019. Pengujian sampel meliputi dua tahapan yaitu penyaringan sampel sebanyak 250ml dengan membran filter dan ditumbuhkan pada medium CCA. Kemudian, hasil yang positif pada medium CCA akan dilanjutkan dengan uji konfirmasi menggunakan kertas oksidase. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa sampel C dan E tidak terdeteksi adanya Coliform dan Escherichia coli. Sedangkan pada sampel A, B, dan D menunjukkan hasil positif adanya Coliform dan Escherichia coli.
STRATEGI PENGEMBANGAN DAYA SAING PRODUKSI KOPI LAMPUNG Ananda Leonard
Majalah TEGI Vol 11, No 1 (2019): Majalah TEGI Vol 11, No 1 Juni 2019
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46559/tegi.v11i1.5802

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan rumusan strategi terbik dalam pengembangan produsi kopi lampung sebagai bahan baku bagi industri produsen kopi. Kopi merupakan suatu komoditi lokal lampung yang sudah mendunia, hal ini ditunjukkan dengan adanya indikasi geografis yang terdaftar dengan nomor IDG 0ss00000026, namun kopi lampung, terus mengalami penurunan, dimana hingga tahun 2019 tercatat mengalami penurunan hingga 6.21% sementara lahan perkebunan mengalami penurunan sebesar 2.03%. untuk itu dirumuskan strategi berupa: meningkatkan suplai kopi untuk menjaga stabilitas harga, dan meningkatkan daya saing harga kopi domestik, membangun SDM tani yang berbasis riset dan pengembangan kopi sebagai komoditi unggulan, Peningkatan produktifitas kopi melalui penerapan teknologi dan kerjasama riset.
Pemanfaatan Daun Ungu ((Graptophyllum pictum) Sebagai Bahan Dasar Pewarna Alami Okta Amelia
Majalah TEGI Vol 11, No 2 (2019): Majalah TEGI Vol 11, No 2 Desember 2019
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46559/tegi.v11i2.5780

Abstract

Warna merupakan salah satu daya tarik utama, dan menjadi kriteria penting untuk penerimaan produk seperti tekstil, kosmetik, pangan dan lainnya. pewarna alami telah digunakan di China pada 2600 SM. Hampir semua bagian tumbuhan apabila diekstrak dapat  menghasilkan zat warna, seperti: bunga, buah, daun, biji,kulit, batang atau kayu dan akar. Penelitian ini bertujuan mengetahui ketahanan luntur pewarna daun ungu pada tekstil. Penelitian ini dilakukan dengan mengekstrak daun ungu (Graptophyllum pictum) 100 gram dan etanol 96% 1000 ml dengan lama maserasi 12 jam, 24 jam, 36 jam, dan 48 jam yang kemudian dikeringkan untuk memperpanjang umur simpan dan memudahkan dalam proses pengemasan. Parameter yang diuji dalam penelitian yaitu kadar air pewarna daun ungu, serta laundrymeter. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan kadar air rata-rata yang dihasilkan dari ektraksi sebesar 4,15, nilai gray scale 3-4 cukup baik dan staining scale 4-5 baik.
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KADAR TOTAL PARTIKULAT DEBU DARI EMISI CEROBONG INDUSTRI DI LAMPUNG Masmulki Daniro Jyoti; Ira Setiawati
Majalah TEGI Vol 11, No 1 (2019): Majalah TEGI Vol 11, No 1 Juni 2019
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46559/tegi.v11i1.5765

Abstract

Perkembangan industri di Provinsi Lampung semakin meningkat, namun dapat menimbulkan sisi negatif yaitu pencemaran udara akibat kegiatan industri tersebut. Salah satu bahan pencemar yang dihasilkan adalah partikulat. Konsentrasi total partikulat yang dihasilkan dari emisi cerobong dapat dipengaruhi oleh jenis bahan bakar dan jumlah beban cerobong yang digunakan oleh industri. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan pola persebaran emisi berupa partikulat selama periode 1 (satu) tahun dari beberapa industri yang tersebar di Provinsi Lampung dan mengetahui konsentrasi maksimum dari total partikulat tersebut. Penelitian ini dilakukan secara eksploratif kuantitatif dan pengambilan contoh total partikulat dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Industri pengolahan merupakan lapangan usaha yang paling banyak beroperasi di Provinsi Lampung pada Tahun 2018 dengan nilai presentase sebesar 68,63%. Hal ini seiring dengan hasil emisi partikulat tertinggi dihasilkan oleh Kabupaten Tulang Bawang dan Kabupaten Lampung Tengah, dengan konsentrasi rata-rata total partikulat sebesar 74,17 mg/Nm3 dan 72,68 mg/Nm3.
REVIEW : TEKNOLOGI PRODUKSI PLASTIK BIODEGRADABLE DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN KEMASAN Nurmalisa Lisdayana; Dyah Ayu Larasati; Eka Nurazmi Yunira
Majalah TEGI Vol 11, No 2 (2019): Majalah TEGI Vol 11, No 2 Desember 2019
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46559/tegi.v11i2.5801

Abstract

Plastik merupakan bahan pengemas yang sangat sering digunakan karena sifatnya yang ringan, mudah dibentuk, serta murah harganya. Namun, tingginya penggunaan plastik menjadi permasalahan baru terutama terhaddap lingkungan karena membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat terdegradasi dan tidak ramah lingkungan. Permasalahan tersebut menjadi penyebab berkembangnya penelitian maupun produksi plastik yang dapat terdegrasasi secara alami atau plastik biodegradable. Penelitian tentang plastik biodegradable banyak banyak menggunakan polimer alami seperti pati dan selulosa sebagai bahan utama pembuatan plastik biodegradable karena ketersediannya yang melimpah. Pati lebih banyak digunakan sebagai matriks plastik biodegradable karena sifatnya yang mudah dibentuk dan elastis. Namun pati memiliki kelemahan dalam sifat fisik dan mekaniknya sehingga memerlukan bahan tambahan lain, modifikasi pati, dan teknologi produksi untuk memperkuat sifat fisik dan mekanik plastik biodegradable. Komposit plastik biodegradable cenderung memiliki sifat fisik dan mekanik yang lebih baik dibandingkan plastik biodegradable yang hanya terdiri dari satu bahan saja.
Kesiapan Produk Minyak Goreng Sawit Terfortifikasi dalam Rangka Penerapan Wajib SNI Amelia Sari; Ira Setiawati
Majalah TEGI Vol 11, No 1 (2019): Majalah TEGI Vol 11, No 1 Juni 2019
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46559/tegi.v11i1.5758

Abstract

Minyak goreng sawit merupakan bahan pangan dengan komposisi utama trigliserida yang berasal dari minyak sawit dengan atau tanpa perubahan kimiawi, termasuk hidrogenasi, pendinginan dan telah melalui proses pemurnian dengan penambahan vitamin A. Minyak goreng sawit yang beredar dan diperjualbelikan di masyarakat harus terjamin mutunya sesuai standar yang berlaku sehingga meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar vitamin A pada minyak goreng sawit terfortifikasi yang beredar di pasar sebagai persiapan wajib SNI 7709:2012 Minyak goreng sawit. Hasil analisis minyak goreng sawit di wilayah Bandar Lampung menunjukkan bahwa 50% dari produk-produk tersebut telah memenuhi persyaratan mutu SNI 7709:2012 pada lini pabrik dan 83,33% produk memenuhi persyaratan kadar vitamin A pada lini pasar.