cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Arena Tekstil
ISSN : 05184010     EISSN : 25487264     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini memuat artikel dalam bidang tekstil yang meliputi teknik, kimia, material, desain serta konservasi energi dan lingkungan. Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian orisinal yang menyampaikan informasi baru pada bidang tekstil, hasil penelitian teknis yang menggambarkan suatu pengembangan, kemajuan teknis, dan inovasi dalam manufaktur dan processing, teknik laboran dengan data eksperimental yang cukup yang mengilustrasikan kegunaan suatu metoda atau peralatan tertentu, atau artikel tinjauan ilmiah (review) yang mengupas secara kritis suatu topik pada bidang tekstil yang cukup penting. Topik bahasan tidak bersifat umum, tetapi berupa suatu aspek yang dibahas secara mendalam.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
IDENTIFIKASI MOTIF LOKAL SARUNG MAJALAYA GENERASI PERTAMA Oktaviani, Endah; Sachari, Agus; Setiawan, Pindi
Arena Tekstil Vol 31, No 2 (2016)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.447 KB)

Abstract

Majalaya merupakan salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung yang dikenal sebagai sentra pertenunan di Jawa Barat sejak akhir tahun 1920. Industriawan tekstil pribumi Majalaya mengalami proses peralihan teknologi tekstil yang sangat cepat, yang membawa industri tekstil Majalaya menjadi penyedia 40% produk tekstil Nasional pada tahun 1960. Salah satu produk utama industri tekstil Majalaya adalah sarung poleng, yang sempat populer di seluruh Indonesia serta beberapa negara Asia. Namun, para perintis industri tekstil generasi pertama tidak mampu bertahan dari penetrasi pasar sehingga sarung poleng menjadi terlupakan. Dengan menggunakan metode sosio-historis, penelitian ini bertujuan untuk menelusuri jejak sejarah generasi pertama industri tekstil Majalaya, and mencoba mengidentifikasi motif-motif lokal yang muncul di kalangan produsen sarung pada tahun 1930-1970. Hasil penelitian berupa visualisasi enam nama motif lokal sarung poleng Majalaya yakni: poleng camat, poleng haji, poleng totog, poleng bolegbag, poleng taliktik, poleng namicalung. Motif poleng merupakan aplikasi dari motif desain struktur yang termasuk kedalam kategori garis dan kotak-kotak.Kata kunci : majalaya, motif lokal, sarung, poleng
KARAKTERISASI ZEOLIT ALAM GUNUNG KIDUL TERAKTIVASI SEBAGAI MEDIA ADSORBEN PEWARNA TEKSTIL Atikah, Wulan Safrihatini
Arena Tekstil Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.528 KB)

Abstract

Zeolit alam merupakan batuan mineral anorganik yang banyak terdapat di Indonesia. Zeolit alam adalah bahan berpori dengan sifat fisikokimia yang baik, seperti kapasitas tukar kation yang tinggi,  selektivitas kation dan volume pori besar. Penggunaan zeolit telah berkembang dalam berbagai bidang industri, pengolahan air dan pengolahan air limbah.  Sifat dari zeolit alam banyak ditentukan oleh sumber zeolit tersebut berasal. Dalam penggunaannya, zeolit alam harus melalui proses aktivasi yang bisa dilakukan secara fisika ataupun kimia. Pada percobaan ini akan dilakukan karakterisasi pada zeolit alam dari Gunung Kidul. Aktivasi dilakukan dengan menggunakan metode kimia dengan pengasaman dan metode fisika yaitu kalsinasi dengan ukuran zeolit 150 mesh. Kalsinasi dilakukan pada suhu 150oC sedangkan metode kimia menggunakan larutan HCl 5 M, kemudian akan dilakukan analisa menggunakan  XRD, KTK dan BET. Berdasarkan hasil XRD, zeolit alam Gunung Kidul teraktivasi secara kimia akan menghasilkan senyawa modernit dimana sangat cocok bila dijadikan sebagai media adsorben. Hasil uji KTK dan BET menunjukkan hasil optimum pada proses aktivasi secara kimia. Dilakukan pula uji kemampuan adsorpsi terhadap pewarna tekstil dalam berbagai pH. Penentuan karakterisasi dan pengujian yang telah dilakukan diharapkan dapat dijadikan acuan untuk mengukur potensi Zeolit teraktivasi Gunung Kidul untuk dapat diaplikasikan sebagai media adsorben dalam pengolahan limbah pewarna tekstil.
PEMILIHAN STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL DENGAN PENDEKATAN ANP-BOCR Susanto, Andi; Daryanto, Arief; Sartono, Bagus
Arena Tekstil Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.067 KB)

Abstract

Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) adalah industri yang penting dalam perekonomian nasional sebagai penyumbang devisa ekspor non migas, penyerapan tenaga kerja dan pemenuhan kebutuhan sandang dalam negeri. Namun dalam beberapa tahun terakhir industri TPT mengalami penurunan daya saing dan beberapa kalangan yang mengkategorikan industri ini sebagai sunset industry. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan negatif, nilai ekspor yang menurun dan jumlah tenaga kerja yang berkurang. Perkembangan industri TPT tidak sejalan dengan konsumsi domestik maupun dunia yang justru terus naik. Oleh sebab itu, stigma negatif sebagai sunset industry harus dihilangkan karena sektor ini menjadi salah satu solusi sebagai penyerap tenaga kerja di Indonesia serta menjadi sumber devisa sebagai modal pembangunan. Untuk menghadapi berbagai permasalahan dan hambatan yang menurunkan daya saing industri TPT, maka diperlukan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing industri ini. Pendekatan pemilihan alternatif strategi dilakukan dengan Analytic Network Process (ANP) dengan kontrol kriteria benefits, opportunities, cost dan risks (BOCR). Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi prioritas peningkatan daya saing industri TPT adalah perbaikan iklim usaha dan pemberian insentif dalam rangka investasi bahan baku, bahan penolong, aksesoris dan mesin/peralatan untuk skenario standar, optimistis dan pesimistis serta peningkatan ekspor dan perluasan pasar melalui kebijakan perdagangan dan kerjasama luar negeri untuk skenario realistis. Alternatif strategi yang paling rendah prioritasnya untuk semua skenario adalah peningkatan inovasi dan litbang serta kolaborasi lembaga penelitian, pemerintah, industri dan universitas serta peningkatan akses sumber modal dan penguatan dukungan pasar dan institusi keuangan.
SINTESIS NANOPARTIKEL ZnO DAN IMMOBILISASINYA PADA KAIN KAPAS SEBAGAI ABSORBER ULTRAVIOLET Sugiyana, Doni; Septiani, Wulan; Mulyawan, Agus Surya; Wahyudi, Tatang
Arena Tekstil Vol 32, No 2 (2017)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.378 KB)

Abstract

Nanopartikel ZnO merupakan salah satu material anorganik yang memiliki sifat absorpsi ultraviolet/UV dan dapat diaplikasikan pada material tekstil untuk memperoleh kemampuan proteksi UV. Dalam penelitian ini dipelajari sintesis nanopartikel ZnO dan immobilisasinya pada kain kapas sebagai absorber UV. Metodologi penelitian meliputi sintesis suspensi nanopartikel ZnO dan immobilisasi nanopartikel pada kain kapas dengan metode pad-dry-cure menggunakan agen kationisasi trietilamina (TEA). Evaluasi dilakukan terhadap morfologi nanopartikel yang terimmobilisasi pada permukaan kain, ketahanan perlekatan nanopartikel pada kain dan uji kekuatan tarik pada kain setelah irradiasi UV. Hasil scanning electron microscopy/SEM menunjukkan nanopartikel ZnO terbentuk dan terimmobilisasi pada permukaan kain dengan ukuran partikel antara 100-500 nm. Nanopartikel ZnO yang terkationisasi dengan TEA 5% memperlihatkan perlekatan yang baik pada kain kapas setelah melalui uji siram hujan. Setelah irradiasi UV selama 10 jam, penurunan kekuatan tarik pada sampel kain dengan nanopartikel ZnO pada arah lusi dan pakan masing-masing sebesar 10,6% dan 9,5%, lebih rendah dibandingkan sampel kain tanpa nanopartikel ZnO dengan penurunan kekuatan tarik masing-masing sebesar 23,6% dan 22,6% pada arah lusi dan pakan.
Preface Arena Tekstil Vol 32 No 1 2017 Tekstil, Arena
Arena Tekstil Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.041 KB)

Abstract

EVALUASI KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN UJI KEKUATAN TARIK KAIN CARA PITA TIRAS Islam, Saeful; Sana, Arif Wibi
Arena Tekstil Vol 31, No 2 (2016)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.066 KB)

Abstract

Sebuah studi tentang evaluasi ketidakpastian pengukuran pada uji kekuatan tarik kain cara pita tiras.  Studi dilakukan untuk mendapatkan model dan mengestimasi ketidakpastian pengukuran. Model pengukuran dibuat dengan memperhitungkan metoda dan proses utama pengujian kekuatan tarik kain cara pita tiras. Model pengukuran yang dihasilkan yaitu : besarnya kekuatan tarik kain cara pita tiras berbanding lurus dengan penunjukan gaya oleh alat uji tarik (F) dan konstanta lebar contoh uji sesuai metoda uji (Ls), serta berbanding terbalik dengan lebar contoh uji (Lk) atau   . Formulasi tersebut dijadikan sebagai acuan dalam menentukan komponen-komponen berkontribusi pada ketidakpastian totalnya, yaitu repeability hasil uji, penunjukan alat uji kekuatan tarik, lebar contoh uji dan tetal kain. Kata kunci: ketidakpastian pengukuran, kekuatan tarik kain, pita tiras.
PENGEMBANGAN DESAIN KAIN TENUN IKAT GARUT BERDASARKAN INDONESIA TREND FORECASTING Makki, Achmad Ibrahim; Hernawati, Resty Mayseptheny; Putri, Wine Regyandhea
Arena Tekstil Vol 32, No 1 (2017)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.389 KB)

Abstract

Indonesia Trend forecasting bertujuan sebagai sumber inspirasi kreatif serta memberikan keyakinan dan kepercayaan diri kepada para pelaku ekonomi kreatif untuk melangkah ke depan dalam menciptakan inovasi baru yang potensial untuk disenangi oleh pasar dan relevan dengan masa yang akan datang. Tenun ikat Garut sebagai salah satu kain tradisional Indonesia memiliki desain motif yang penuh filosofi dan cerminan kearifan lokal. Agar kain tenun ikat Garut mampu bersaing namun tetap menjunjung nilai-nilai kearifan lokal maka disusun rencana penelitian ini yang bertujuan untuk mendapatkan alternatif desain motif kain tenun ikat Garut yang sesuai dengan Indonesia trend forecasting dan kearifan lokal Garut. Hasil dari penelitian ini berupa karya kain tenun ikat yang memiliki desain motif serta komposisi warna yang sesuai dengan nilai-nilai lokal dan tema yang ada dalam Indonesia Trend Forecasting 2016-2017. Metodologi yang digunakan adalah study pustaka serta ekperimen.
PRODUKSI DAN KARAKTERISASI GUM XANTHAN DARI AMPAS TAHU SEBAGAI PENGENTAL PADA PROSES TEKSTIL Gustiani, Srie; Helmy, Qomarudin; Kasipah, Cica; Novarini, Eva
Arena Tekstil Vol 32, No 2 (2017)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.378 KB)

Abstract

Pada proses pencapan tekstil diperlukan zat pembantu berupa pengental untuk menghantarkan warna pada kain. Beberapa pengental alam dapat digunakan untuk proses pencapan tersebut salah satu diantaranya adalan gum xanthan. Gum xanthan dapat diperoleh dari aktivitas mikroorganisme dengan diberikan nutrisi yang mencukupi untuk pertumbuhannya, seperti sumber karbon dan nitrogen. Sumber karbon dapat diperoleh dari ampas tahu sisa dari kegiatan industri pembuatan tahu. Pada penelitian ini, digunakan ampas tahu sisa dari proses pembuatan tahu di industri tahu rumahan, sebagai substrat dalam produksi gum xanthan oleh bakteri Xanthomonas campestris. Gum xanthan yang dihasilkan dicoba sebagai pengental pada proses tekstil dengan melihat sifat-sifat dari pengental diantaranya viskositas, dilihat gugus-gugus fungsional gum xanthan dengan analisis FTIR, melihat morfologi gum xanthan serbuk menggunakan SEM, kadar air, kadar abu, derajat putih dan kekakuan kain. Hasil dari Penelitian ini diperoleh gum xanthan sebanyak 35 g/L pada kondisi konsentrasi tepung ampas tahu sebanyak 2% (b/v), penambahan sukrosa 1% (b/v), volume kultur bakteri Xanthomonas campestris sebanyak 20% (v/v) dan proses fermentasi yang dilakukan selama 5 hari. Dari hasil tersebut membuktikan bahwa bakteri Xanthomonas campestris mampu mengkonversi gula menjadi gum xanthan maksimal sebesar 87,5%. Dari hasil karaktisasi derajat putih dan kekakuan kain, gum xanthan dari tepung ampas tahu dapat digunakan sebagai pengental pada proses tekstil baik untuk serat sintetis maupun serat alam.
APLIKASI KITOSAN SEBAGAI ZAT ANTIBAKTERI PADA KAIN POLIESTER-SELULOSA DENGAN CARA MODIFIKASI GUGUS POLIESTER-SELULOSA Winiati, Wiwin; Septiani, Wulan; Kasipah, Cica; Wibi Sana, Arif
Arena Tekstil Vol 32, No 2 (2017)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.767 KB)

Abstract

Pada penelitian terdahulu, aplikasi kitosan pada kain poliester-selulosa (kapas/rayon) dengan teknik perendaman disertai proses untuk oksidasi selulosa dengan periodat yang menghasilkan gugus aldehida, telah menghasilkan kain poliester-selulosa antibakteri. Pada penelitian ini aplikasi kitosan pada kain poliester-selulosa dilakukan melalui 2 tahap proses modifikasi gugus poliester-selulosa yaitu proses untuk menempelkan gugus amina dari alkilamina (dodesilamina) pada serat poliester dilanjutkan dengan proses untuk oksidasi selulosa dengan periodat bersamaan dengan menempelkan kitosan pada serat poliester–selulosa termodifikasi. Diketahui bahwa pada teknik padding diperlukan waktu yang lebih singkat dan diperlukan larutan padding yang lebih sedikit dari pada larutan untuk cara perendaman, pada penelitian ini proses penempelan dilakukan dengan teknik padding 2 tahap. Digunakan kain poliester-selulosa yang tidak berwarna (kain grey) dan yang telah diberi warna yaitu hijau angkatan darat (AD) dan kain loreng. Hasil penelitian menunjukkan telah dihasilkan kain poliester-selulosa yang mempunyai sifat antibakteri. Sifat antibakteri yang diperoleh mempunyai durabilitas (ketahanan) terhadap pencucian yang baik yaitu setelah pencucian berulang setara 25 kali pencucian rumah tangga, ketahanan terhadap bakteri Staphylococcus aureus hampir tidak berubah yaitu turun 0-20%, sedangkan terhadap bakteri Escherichia coli ketahanan bakteri turun sebanyak 20-40%. Penempelan kitosan dengan cara padding 2 tahap tersebut pada kain poliester-kapas/rayon berwarna, walaupun memberikan peningkatan atau penurunan nilai K/S tetapi secara visual tidak mengakibatkan perubahan ketuaan warna yang signifikan.
Preface Arena Tekstil Vol 32 No 2 2017 Tekstil, Arena
Arena Tekstil Vol 32, No 2 (2017)
Publisher : Arena Tekstil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.703 KB)

Abstract

Page 9 of 26 | Total Record : 254