cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 107 Documents
The Effect of Accelerator on Mechanical and Swelling Properties of NBR/EPDM/BIIR Composite hesty eka mayasari; agung yanuar wirapraja
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6, No. 1, Juli 2021
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v6i1.6957

Abstract

Composite is a material made from two or more materials. Composite has better properties than a single material. Additive or compatibilizer is usually needed to make a homogeneous composite. This research used Nitrile Butadiene Rubber (NBR) and Ethylene Butadiene Monomer Rubber (EPDM) as the primary matrix with Bromobutyl Rubber (BIIR) as the compatibilizer. The blending of composite rubber was done using the two-roll mill. This research studied the effect of various accelerators (DPG, MBT, CBS, TMTD, and ZDEC) in NBR/EPDM/BIIR composite. The mechanical and swelling properties of the composite were studied using tensile strength tester and swelling test. The CBS gives the highest tensile, elongation at break, and tear strength. CBS gives the lowest swelling percentage. CBS is the proper accelerator for improving the mechanical and swelling properties of the NBR/EPDM/BIIR composite.
The Effect of Filler Substitution on the Mechanical Properties and Morphology of CR/NR Composite hesty eka mayasari; agung yanuar wirapraja
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 6, No 2 (2021): Vol. 6, No. 2, November 2021
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v6i2.7380

Abstract

Filler is one of the most important additives in making rubber goods. Filler can improve the properties of rubber goods. This study aims to determine the effect of filler substitution on the chloroprene/natural rubber (CR/NR) composite. The filler used in this study are carbon black (CB) N330, combination of zeolite and CB (1:1), combination of kaolinite and CB (1:1), and combination of bentonite and CB (1:1). The composites were done by a two-roll mill and hydraulic press. The mechanical properties and the morphology of CR/NR composite were studied using tensile strength tester and scanning electron microscope. The elemental composition of the composite was studied by X-ray fluorescence. From the study, it is known that the carbon black as a single filler gives the highest tensile strength and tear strength. The zeolite as substitute filler gives the highest tensile strength and elongation. The bentonite as substitute filler gives the lowest tensile strength and tear strength. All of the composites show fine dispersion in SEM micrograph. Zeolite as substitute filler is a potential alternative filler for CR/NR composite
Pengenalan Suara Crack Kopi Roasting menggunakan metode Fast Fourier Transform Aneke Rintiasti; Aan Anto Suhartono; Musthofa Sunaryo; Rieke Yuliastuti; Handaru Bowo Cahyono
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 6, No 2 (2021): Vol. 6, No. 2, November 2021
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v6i2.7425

Abstract

Mesin Sangrai kopi rumahan adalah konsep baru yang dilakukan masyarakat untuk menghasilkan cita rasa kopi yang disukai. Sayangnya, tanpa pemantauan suhu dan retakan biji kopi, banyak roaster rumahan tidak dapat memberikan konsistensi pemanggangan. Selain itu jika menggunakan metodologi analitik hanya akan menambah waktu untuk prosedur sangrai kopi. Berdasarkan latar belakang diatas pada Penelitian ini dikembangkan  metode pengenalan mendeteksi suara crack dari proses roasting kopi menggunakan metode Fast Fourier Transform (FFT) dengan menggunakan alat pengenalan suara crack dan  Behmor 1600 sebagai aktuator. Sensor suara dengan tipe GY-4466 digunakan dan diletakkan dibagian exhaust karena merupakan tempat yang paling dekat dengan chamber dan digunakan untuk proses roasting yang aman dari suhu tinggi. Karena data  suara yang terbaca dari sensor tidak bisa secara langsung digunakan untuk menentukan terjadinya sebuah crack, maka digunakan Fast Fourier Transform (FFT) untuk menganalisis sinyal yang terbaca. Dua kontrol utama pada integrasi Behmor yaitu Kontrol temperature untuk mengontrol elemen pemanas sehingga diperoleh pemanasan yang sesuai dengan kebutuhan.  Kontrol Roller motor digunakan untuk meratakan tingkat kematangan pada biji kopi. Desain telah diuji coba dan menunjukkan crack akan terjadi pada frekuensi antara 82 – 92 hertz dengan amplitude 17<Amplitudo<34Kata Kunci : behmor, crack, roasting, kopi, FFT
Pemanfaatan Limbah Lumpur Aktif dari Industri Crumb Rubber untuk Memperbaiki Kualitas Lahan Persawahan Mohamad Rusdi Hidayat, S.Si, M.Sc
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6, No. 1, Juli 2021
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v6i1.6958

Abstract

Pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan sistem lumpur aktif dihasilkan produk sampingan (by product) berupa limbah lumpur aktif yang berasal dari kelebihan endapan lumpur hasil proses pengolahan limbah cair. Limbah lumpur aktif ini selain mengandung berbagai jenis mikroorganisme juga mengandung berbagai senyawa organik/nutrisi yang diperlukan tanaman. Umumnya keberadaan limbah lumpur aktif dianggap sebagai permasalahan karena penanganan limbah lumpur aktif memerlukan penanganan khusus dan memerlukan biaya yang relatif tidak sedikit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah lumpur aktif yang dihasilkan oleh pabrik crumb rubber terhadap kualitas tanah persawahan. Contoh tanah di areal persawahan yang selama ini dialiri limbah lumpur aktif dari pabrik crumb rubber dibandingkan dengan contoh tanah dari lahan persawahan disekitar pabrik yang belum pernah diberi limbah lumpur aktif. Pengujian berbagai parameter kesuburan tanah terhadap contoh tanah dilakukan untuk membandingkan kualitas kesuburan tanah. Hasil pengujian tanah dari lahan pertanian di sekitar pabrik menunjukkan bahwa penambahan air limbah lumpur aktif pada lahan persawahan meningkatkan kadar unsur hara makro, unsur hara sekunder dan beberapa unsur mikro tanah; tetapi tidak mempengaruhi pH tanah. Diantara parameter tersebut, parameter yang mengalami peningkatan sangat tinggi diantaranya adalah kandungan fosfor sebesar 264%, karbon organik 94%, nitrogen total 65%, sulfat 97%, dan KTK 87%. Status kesuburan tanah pada lahan yang dibandingkan sama, yakni bertastus kesuburan sedang.  
Effect of Montmorrilonite on the Chloroprene/Natural Rubber Blend hesty eka mayasari; agung yanuar wirapraja
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 6, No 2 (2021): Vol. 6, No. 2, November 2021
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v6i2.7381

Abstract

The effect of montmorillonite on chloroprene (CR)/ natural rubber (NR) blend was studied in this research. Montmorillonite was used as a compatibilizer with the various amounts (0, 2.5, 5, 7.5, 10 phr). The compounds were done by the two-roll mill and hydraulic press. The cure characteristics, mechanical properties, morphology, and thermal characteristics had been investigated by rheometer, tensile strength tester, scanning electron microscope (SEM), and differential scanning calorimetry (DSC). The montmorillonite resulted in longer scorch time and lower activation energy. Analysis of the blends by SEM and DSC showed that montmorillonite resulted in a compatible blend. The 2.5 phr montmorillonite gave the best curing characteristics with the lowest optimum time, the highest constant rate, and the lowest activation energy. It also gave the best tensile strength, elongation, and tear strength. The 2.5 phr montmorillonite was the proper compatibilizer for CR/NR blend
Perancangan Alat Pendeteksi Warna Larutan KIO3 Dengan Menggunakan Sensor TCS230 Untuk Mesin Titrator Otomatis deny suryana
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6, No. 1, Juli 2021
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v6i1.6959

Abstract

Dalam pekerjaan pembacaan warna pada sebuah benda yang mengandalkan mata mempunyai titik kelemahan atau kelelahan apabila dilakukan secara kontinyu atau terus menerus. Sebagai contoh pada pekerjaan titrasi atau pelarutan garam, aquadest, larutan KIO3 dan amilum terjadi perubahan warna dari semula bening menjadi biru gelap kepekaan dan ketelitian mata di perlukan konsistensinya, warna yang sejenis susah untuk membedakannya misalnya antara biru gelap dengan hitam atau dan sebagainya. Selama ini proses titrasi dilakukan secara manual oleh manusia yang menggunakan teknologi sensor warna untuk proses titrasi belum ada, maka dalam membuat artikel makalah ini merancang alat pendeteksi warna larutan KIO3 dengan menggunakan sensor TCS 230 untuk mesin titrator otomatis. Dari hasil  perancangan dan pengujian alat didapat  kesimpulan bahwa sistem pendeteksi warna menggunakan sensor TCS230 yang dibangun dapat  bekerja dengan baik dan hasil implementasi menunjukkan bahwa tingkat akurasi alat sangat  tergantung beberapa hal seperti pencahayaan, jenis benda berwarna yang akan dideteksi, jarak antara  sensor dengan obyek warna. algoritma pembacaan sensor dengan membandingkan pembacaan frekuensi tanpa filter dengan filter sudah benar dan dapat diandalkan kemungkinan keberhasilan untuk pengujian dan pembacaan nilai RGB sebesar  87% untuk warna biru dan untuk warna putih 88%.Kata  kunci  : KIO3, titrasi dan sensor warna
Pengaruh Thermostat dan Thermal Fuse Pada Produk Penanak Nasi Terhadap Keselamatan Pengguna Mohamad Marhaendra Ali; Agung Yanuar Wirapraja
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 6, No 2 (2021): Vol. 6, No. 2, November 2021
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v6i2.7423

Abstract

Penanak nasi adalah peranti listrik rumah tangga yang apabila beredar dipasaran  wajib lulus uji sesuai SNI IEC 60335-1:2009 tentang persyaratan umum uji keselamatan dan SNI IEC 60335-2-15:2011 tentang persyaratan khusus untuk pemanas cairan. Klausal standard yang paling sering terjadi kegagalan pada proses pengujian adalah klausal 11 tentang pemanasan dan klausal 19 tentang uji operasi abnormal. Pengujian dilakukan untuk mengetahui perubahan suhu yaitu klausal 11 pada saat penggunaan normal dan klausal 19 pada saat  thermostat dihubungsingkatkan. Pengaruh keberadaan dan kinerja komponen termostat dan thermal fuse menjadi topik yang dibahas pada penulisan ini. Cara kerja thermostast sebagai pengatur suhu yang bekerja secara otomatis berdasarkan prinsip umpan balik dan thermal fuse untuk menurunkan atau memutus arus yang masuk kedalam  termostat secara simultan dan periodik apabila telah melebihi batas ambang kapasitasnya sehingga menghindari resiko kebakaran dan pengaruh buruk lainnya terhadap keselamatan pengguna. Hasil pengujian perubahan suhu terhadap 9 buah piranti penanak nasi yang terekam pada alat hybrid recorder pada klausal 11 terlihat bahwa sebagian besar bentuk grafik mendekati lurus yang  menunjukkan bahwa termostat berfungsi dengan baik sedangkan  pada klausal 19 terlihat sebagian besar bentuk grafik selalu naik hingga waktu tertentu mengalami penurunan yang menunjukkan bahwa thermal fuse bekerja menurunkan atau memutus arus yang berlebihan.
Peramalan Jumlah Permintaan Fuji Seat Dengan Metode Moving Average Dan Double Exponential Smoothing Di Pt. Tri Jaya Teknik Karawang Farid Ramdhan Nugraha; Winarno Winarno
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6, No. 1, Juli 2021
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v6i1.7007

Abstract

PT. Tri Jaya Teknik Karawang merupakan sebuah perusahaan yang berkomitmen untuk menunjang kelancaran proses produksi agar sesuai target yang ditetapkan. Permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan tersebut adalah kesulitan dalam menentukan jumlah produksi yang tepat dikarenakan permintaan Fuji Seat yang bervariasi setiap bulannya. Salah satu cara untuk menentukan jumlah produksi agar sesuai dengan jumlah permintaan konsumen adalah dengan melakukan peramalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah permintaan Fuji Seat, dan memilih metode peramalan yang paling tepat untuk diterapkan di perusahaan tersebut. Metode peramalan yang digunakan adalah metode Moving Average (MA) 2 bulanan dan 3 bulanan, serta metode Double Exponential Smoothing (DES) dengan a = {0,1; 0,5; 0,9}. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa metode peramalan yang paling tepat adalah metode (DES) a = 0,5. Hasil peramalannya adalah sebesar 335393 dan nilai ketepatan peramalan dengan Main Square Error, Main Absolute Percentage Error dan Mean Absolute Deviation masing - masing sebesar 6216634173; 0.19; dan 319741710.
Pengaruh Kontruksi Kipas Angin Terhadap Keselamatan Pengguna Sesuai SNI 7609:2011 Mohamad Marhaendra Ali; Lukman Hanafi
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 6, No 2 (2021): Vol. 6, No. 2, November 2021
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v6i2.7424

Abstract

Konstruksi pada kipas terhadap persyaratan keselamatan pengguna sesuai SNI 7609:2011. Pengujian dilakukan sesuai  klausal 20 tentang kestabilan dan bahaya mekanik, klausal 21 tentang kuat mekanik dan klausal 22 tentang kontruksi pada produk kipas angin. Metode pengujian yang digunakan adalah uji pukul, uji tarik dan tekan serta inspeksi kontruksinya terhadap bagian bertegangan dan bagian bergerak yang disesuaikan dengan kelas pirantinya. Topik penulisan ini membahas faktor penyebab kegagalan pengujian dan cara memperbaikinya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa piranti yang baik adalah tidak boleh ada kerusakan atau pecah pada pelindung di bagian bergerak dan bagian bertegangan sehingga tidak mudah tersentuh. Selain itu tidak boleh ada kerusakan pada celah isolasi, dan stabil sehingga terjamin keselamatan pengguna selama penggunaan normal.
Uji Indole sebagai Kegiatan Penjaminan Mutu Tambahan pada Hasil Pengujian Coliform dalam Sampel Air Mineral Kurnia Rahmayati Rifai
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6, No. 1, Juli 2021
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v6i1.6670

Abstract

Keberadaan bakteri Coliform dalam Air Mineral merupakan salah satu indicator kualitas Air Mineral. Syarat mutu Cemaran coliform menurut SNI 3553:2015 adalah tidak terdeteksi. Dalam SNI 3554:2016 Cara Uji Air Minum Dalam Kemasan disebutkan bahwa hanya koloni yang berwarna merah muda sampai merah, yang merupakan terduga coliform saja yang perlu dilakukan uji penegasan dengan menggunakan uji oksidase. Sedangkan untuk koloni yang berwarna biru tua sampai ungu tidak perlu dilakukan uji penegasan karena koloni tersebut adalah positif e coli. Namun pada kenyataannya banyak hasil pengujian coliform berupa koloni berwarna biru tua sampai ungu namun bukan e coli. Atau biasa dikenal dengan sebutan positif palsu atau false positive. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat positif palsu dari hasil pengujian coliform dalam sampel Air Mineral dengan menambahkan uji indole sebagai uji penegasan juga sebagai salah satu upaya penjaminan mutu hasil pengujian Coliform dalam sampel air mineral. Hasil yang diperoleh adalah sebanyak 50 % dari sampel yang diuji memberikan hasil positif palsu. Sehingga penambahan uji indole sebagai uji penegasan memang diperlukan dalam pengujian cemaran coliform dalam air mineral.

Page 10 of 11 | Total Record : 107