cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 107 Documents
Verifikasi Metode Pengujian Coliform dalam Sampel Air Mineral Kurnia Rahmayati Rifai; Anissa Anissa
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 4, No 2 (2019): Vol. 4, No. 2, November 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v4i2.5740

Abstract

Verifikasi metode pengujian Coliform dalam Air Mineral secara penyaringan membran yang mengacu pada SNI 3554 : 2015 Cara Uji Air Minum Dalam Kemasan telah dilakukan di Laboratorium Uji Baristand Industri Surabaya dan didapatkan nilai Presisi pada sampel dengan penambahan cemaran sebesar 10 koloni/ml sebesar 0.000, sampel dengan penambahan cemaran sebesar 100 koloni/ml sebesar 0.000, sampel dengan penambahan cemaran sebesar 500 koloni/ml sebesar 0.0699,  sampel dengan penambahan cemaran sebesar 700 koloni/ml sebesar 0.0467,  sampel dengan penambahan cemaran sebesar 1000 koloni/ml sebesar 0.000,  Nilai Recovery  pada sampel dengan penambahan cemaran sebesar 10 koloni/ml sebesar 85.03%, sampel dengan penambahan cemaran sebesar 100 koloni/ml sebesar 100.85%, sampel dengan penambahan cemaran sebesar 500 koloni/ml sebesar 99.22%,  sampel dengan penambahan cemaran sebesar 700 koloni/ml sebesar 99.41%,  sampel dengan penambahan cemaran sebesar 1000 koloni/ml sebesar 104.80%. Nilai linearitas sebesar 0.994. Hasil verifikasi tersebut telah memenuhi syarat keberterimaan sehingga metode tersebut dapat diterapkan di Labaoratorium Uji Baristand Industri Surabaya
EMISI RADIASI SPEAKER AKTIF PADA FREKUENSI 30 MHz - 1 GHz DAN 1 – 6 GHz Agung Yanuar Wirapraja; Mohamad Marhaendra Ali
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 4, No 2 (2019): Vol. 4, No. 2, November 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v4i2.5736

Abstract

Speaker merupakan piranti atau komponen yang kedudukannya hampir tidak bisa dipisahkan lagi dengan perangkat elektronika lainnya. Speaker aktif banyak digunakan ditempat tinggal, rumah ibadah, perkantoran hingga pertokoan. Saat ini speaker aktif dilengkapi oleh beberapa fitur komunikasi nirkabel untuk mempermudah proses pengiriman suara yang akan dihasilkan. Kemajuan teknologi komunikasi nirkabel juga dapat menghasilkan radiasi elektromagnetik yang dapat memberikan gangguan perangkat elektronik lain yang ada disekitarnya. Penelitian ini secara khusus menganalisa emisi radiasi elektromagnetik pada speaker aktif. Penelitian ini menggunakan dua kelompok speaker aktif yaitu speaker aktif dengan kabel suplai listrik dan speaker aktif menggunakan baterai. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan kabel suplai listrik dan baterai terhadap nilai emisi radiasi speaker aktif. Metoda pengujian mengacu pada CISPR 32 yaitu emisi radiasi pada frekuensi 30 MHz – 1 GHz dan 1 – 6 GHz. Speaker aktif dengan menggunakan baterai memiliki nilai emisi radiasi elektromagnetik yang lebih rendah jika dibandingkan speaker aktif dengan kabel suplai listrik langsung. Semua speaker aktif dengan baterai lulus persyaratan uji CISPR 32 emisi radiasi elektromagnetik pada frekuensi 30 MHz – 1 GHz.
Recovery Air Rendaman Bumbu Garam dari Industri Kacang Bawang Liayati Mahmudah; Nurul Mahmida Ariani
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 4, No 2 (2019): Vol. 4, No. 2, November 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v4i2.5715

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan dari proses pemasakan di industri kacang bawang memiliki kadar garam (NaCl) cukup tinggi sekitar 28,9% dengan derajat boume sekitar 35 Be, sehingga sulit untuk diolah dalam IPAL yang sudah ada dan memerlukan biaya yang cukup besar baik dalam instalasi maupun proses pengolahannya. Salah satu cara untuk mengolah air limbah ini adalah dengan mereuse air limbah dengan menggunakan tawas untuk menjernihkan airnya, namun kadar Na dalam larutan menjadi turun hingga 51%. Cara lainnya dengan me-recycle air limbah rendaman kacang bawang sehingga diperoleh Kristal garam dengan proses kristalisasi penguapan secara alami menggunakan sinar matahari. Secara visual garam yang dihasilkan berwarna hitam pekat karena pengaruh dari kotoran dan sisa tanah yang tercampur dalam air limbah. Garam yang dihasilkan memenuhi syarat mutu hampir disemua parameter sesuai SNI 3556:2010 Garam Konsumsi Beryodium, kecuali kadar NaCl. Kadar NaCl garam ini hanya 86% dibawah syarat mutu min 94%. Oleh karena itu dilakukan proses pencucian dengan air brine sampai 3x pencucian sehingga diperoleh kadar NaCl menjadi 95,9 %
Karakteristik dan Kinetika Dekomposisi Termal Komposit CR/NR dengan Substitusi Bahan Pengisi hesty eka mayasari; Agung Yanuar Wirapraja
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 4, No 2 (2019): Vol. 4, No. 2, November 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v4i2.5708

Abstract

Suhu dapat mempengaruhi karakteristik dan sifat suatu material.Penelitian ini mempelajari karakteristik dan kinetika dekomposisi termal dari komposit CR/NR dengan berbagai jenis bahan pengisi menggunakan metode termogravimetri.Carbon black (CB), kombinasi CB dan zeolite, kombinasi CB dan kaolin, serta kombinasi CB dan bentonit digunakan sebagai bahan pengisi. Komposit dibuat menggunakan two-roll mill dan dilakukan studi karakteristik dan kinetika dekomposisi termal dengan menggunakan alat termogravimetri analyser dengan kecepatan pemanasan 10⁰C/min. Dekomposisi termal pada komposit CR/NR terjadi secara tiga tahap, yaitu tahap penguapan zat mudah larut, tahap oksidasi, dan tahap dekomposisi CR/NR. Bentonit memberikan massa akhir dekomposisi tertinggi pada 600⁰C. Dari perhitungan dengan metode Coats-Redfern, diketahui bahwa CB membutuhkan energi aktivasi yang lebih tinggi dibandingkan kombinasi bahan pengisi kaolin dan bentonit.Bentonit dapat menjadi bahan pengisi yang sesuai untuk komposit CR/NR
Analisa Daya dan Emisi Konduksi pada Terminal Utama Lampu LED PJU Agung Yanuar Wirapraja; Ika Prawesty Wulandari
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 4, No 2 (2019): Vol. 4, No. 2, November 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v4i2.5689

Abstract

Pembangunan infrastruktur saat ini lebih berfokus pada pembangunan jalan raya, meliputi jalan bebas hambatan (TOL). Pertumbuhan pembangunan jalan raya berbanding lurus dengan penambahan lampu penerangan jalan umum (PJU) di berbagai ruas jalan raya. Hal ini membuat konsumsi energi listrik untuk penerangan jalan semakin besar. Penggunaan jenis lampu LED dan penambahan fitur dimmer untuk penerangan jalan raya menjadi solusi untuk mengurangi konsumsi energi listrik. Penelitian ini secara khusus menganalisa emisi konduksi yang dihasilkan oleh lampu LED penerangan jalan umum yang dilengkapi dengan fitur auto dimming. Penelitian ini menggunakan dua kelompok lampu LED peneragan jalan umum (PJU) yaitu lampu PJU dengan auto dimming dan lampu PJU tanpa dimming. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah mengetahui konsumsi daya dan emisi konduksi lampu LED PJU dengan dimming dan tanpa dimming. Metoda pengujian mengacu pada CISPR 15 yaitu mains terminal disturbance voltage. Konsumsi daya listrik lampu LED PJU dengan dimming lebih rendah jika dibandingkan dengan lampu PJU tanpa dimming. Konsumsi daya lampu LED PJU lebih rendah ≤ 8% jika dibandingkan dengan lampu PJU tanpa dimming. Semua lampu LED PJU dengan dimming memenuhi persyaratan uji emisi konduksi pada terminal utama pada CISPR 15. Pada lampu LED PJU tanpa dimming terdapat 2 buah lampu yang tidak memenuhi persyaratan uji emisi konduksi pada CISPR 15.
STUDI EFISIENSI PROSES PENGERINGAN RENGGINANG PADA ALAT PENGERING YANG MEMILIKI DELAPAN TINGKAT LOYANG deny suryana
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Juli 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v5i1.5849

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan pengujian efisiensi oven pengeringan pada rengginang basah yang memiliki delapan tingkat loyang terbuat dari bahan stainless steel, ukuran wadah atau loyang raknya dengan pangjang / lebar sekitar 50cm dan tingginya 5cm. Pada tungku pembakaran dilengkapi pipa kisi – kisi dengan diameter 1,5” dengan jumlah 7 buah. Kapasitas pengeringan rengginang dengan jumlah sekitar 392Pcs, menggunakan bahan bakar LPG. Selama proses pengeringan dilakukan pengaturan pada kompor gas bahan bakar LPG agar temperatur ruang pengering berkisar antara 400C sampai 600C selama 1 jam pertama untuk mencapai suhu stabil. Pemindahan rengginang ke delapan loyang berbeda dilaksanakan setiap 45menit, agar pemanasan rengginang merata dan tidak terjadi gosong. Pelaksanaan pemindahan rengginang berturut-turut dimulai dari tingkat terbawah sampai teratas. Selama proses pengeringan, temperatur udara pengering dicatat setiap memulai pengeringan dan terakhir pengeringan menggunakan indicator pada oven.  Yang perlu dicatat pada proses pengeringan ini adalah temperatur ruang pengering dan udara luar, lama waktu pengeringan, konsumsi bahan bakar LPG yang digunakan, serta kadar air terkandung dalam rengginang, baik sebelum maupun setelah dikeringkan. Perhitungan kadar air cengkeh, menggunakan acuan SNI  01-4307-1996. Lama pengeringan rengginang dengan jumlah 392pcs, selama 3 jam 30 menit, hingga terjadi penurunan kadar air dari 51,41 % menjadi 12,33 %. Data yang diperoleh pada penelitian ini, selanjutnya digunakan sebagai dasar perhitungan efisiensi termal pengeringan rengginang tersebut, yaitu sebesar 30,80 %.Kata kunci : rengginang, kadar air, SNI  01-4307-1996
The Effect of Compatibilizer on the Mechanical Properties and Compression Set of NBR/EPDM Composite hesty eka mayasari; agung yanuar wirapraja
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Juli 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v5i1.6333

Abstract

The mechanical properties of the materials are important to be studied to get the usage information of the material. The NBR/EPDM (Nitrile Butadiene Rubber/Ethylene Propylene Diene Rubber) composite is widely used as seal, gasket, and hose because of their excellent properties. This research used compatibilizer in the blending process of NBR/EPDM. This research aimed to study the effect of some compatibilizer on the mechanical properties and compression set of the NBR/EPDM composite. The compatibilizers used in this research were methyl-methacrylate-butadiene-styrene (MBS), montmorillonite (MMT), and silica. The hardness, tensile strength, elongation at break, tear strength, and compression set of the composites were studied using hardness tester, tensile strength tester, and compression set tester. The research showed that montmorillonite as compatibilizer gave the best hardness, tensile strength, tear strength, elongation, and compression set. The aging increased the hardness and the compression set of NBR/EPDM. However, the aging decreased the tensile strength, tear strength, and elongation at break of NBR/EPDM. Montmorillonite was a suitable compatibilizer for improving the mechanical properties and compression set of NBR/EPDM composite
Emisi Radiasi Stabilizer Gimbal Genggam Pada Frekuensi 30 MHz – 1 GHz Dan 1 – 6 GHz Agung Yanuar Wirapraja
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Juli 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v5i1.5869

Abstract

Stabilizer gimbal genggam merupakan piranti yang banyak digunakan dibidang photografi, videografi dan avionics. Penggunaan gimbal juga memiliki manfaat antara lain mampu menghasilkan gambar atau video yang lebih baik. Saat ini gimbal dilengkapi oleh beberapa fitur komunikasi nirkabel untuk mempermudah penggunaan dalam proses pengambilan gamabar atau video yang akan dihasilkan. Teknologi nirkabel khususnya bluetooth juga dapat menghasilkan radiasi elektromagnetik yang dapat memberikan gangguan perangkat elektronik lain yang ada disekitarnya. Penelitian ini secara khusus menganalisa emisi radiasi elektromagnetik pada stabilizer gimbal genggam. Penelitian ini menggunakan stabilizer gimbal genggam yang digunakan untuk pengoperasian kamera digital dan smartphone. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah mengetahui nilai emisi radiasi yang dihasilkan oleh stabilizer gimbal genggam. Metoda pengujian mengacu pada CISPR 32 yaitu emisi radiasi pada frekuensi 30 MHz – 1 GHz dan 1 – 6 GHz. Hasil pengukuran stabilizer gimbal genggam menunjukan bahwa ada satu gimbal yang gagal uji pada frekuensi 30 MHz – 1 GHz. Pengukuran nilai emisi radiasi pada frekuensi 30 MHz – 1 GHz memiliki kecenderungan nilai yang bervariasi jika dibandingkan dengan hasil pengukuran emisi radiasi pada frekuensi 1 – 6 GHz. Kata Kunci: stabilizer gimbal genggam, radiasi elektromagnetik, nirkabel, CISPR 32
Ketahanan Termal dan Ketahanan Perendaman Komposit NBR/EPDM dengan Berbagai Kompatibiliser hesty eka mayasari; Noor Maryam Setyadewi
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Juli 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v5i1.6107

Abstract

Komposit NBR/EPDM memiliki banyak manfaat, diantaranya sebagai sil, gasket.  Ketahanan termal dan ketahanan terhadap perendaman perlu dipelajari untuk mengetahui kondisi penggunaan dan penyimpanan yang tepat. Dalam penelitian ini, komposit NBR/EPDM dicampur dengan berbagai kompatibiliser untuk mendapatkan komposit yang homogen, yaitu metil-metakrilat-butadiene-stirene (MBS), montmorillonite (MMT), dan silika. Komposit NBR/EPDM dibuat menggunakan two-roll mill dan divulkanisasi mengggunakan hydraulic press. Pengujian ketahanan termal  dilakukan dengan menggunakan termogravimetry analyzer dan pengujian ketahanan terhadap perendaman dilakukan dengan metode perendaman dalam berbagai pelarut (IRM 903, toluene, n-heksana). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompatibiliser terhadap ketahanan termal dan perendaman dari komposit NBR/EPDM. Dari penelitian diketahui bahwa kompatibiliser, khususnya MBS, dapat meningkatkan ketahanan termal hingga 2.5% dan ketahanan terhadap perendaman komposit NBR/EPDM hingga 2%
Implementasi Unit Dosing Iod Pada IKM Garam Konsumsi Beryodium di Desa Gresik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep ardhaningtyas riza utami
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Juli 2020
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36048/jtpii.v5i1.6238

Abstract

Pemerintah mempunyai kebijakan untuk memenuhi kebutuhan garam nasional, maka untuk menunjang kebijakan tersebut, industri garam di Indonesia harus meningkatkan kuantitas dan kualitas produk. Keputusan Presiden No. 69 tahun 1994 tentang pengadaan garam beriodium menegaskan bahwa garam yang dapat diperdagangkan bagi keperluan konsumsi manusia, pengawet makanan atau bahan penolong industri pangan adalah garam beriodium yang telah memenuhi Standard Nasional Indonesia (SNI). Menurut SNI  01-3556-2010, kadar minimum iodium yang ada di dalam garam konsumsi adalah 30 mg/kg. Proses iodisasi yang dilakukan di industri garam konsumsi selama ini masih menggunakan cara manual, sehingga tidak bisa dikontrol berapa dosis KIO3 yang harus ditambahkan secara tepat. Sistem iodisasi seperti ini menyebabkan kandungan KIO3dalam garam tidak merata, selain itu juga banyak KIO3 yang tercecer + 10% sehingga terjadi pemborosan. Baristand Industri Surabaya telah mendesain unit dosing iod secara otomatis sebagai solusi dari permasalahan yang timbul pada proses iodisasi garam. Unit dosing iod tersebut telah diuji coba di Desa Gresik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep. Dari hasil implementasi tersebut didapatkan data bahwa garam konsumsi beryodium yang dihasilkan telah mempunyai homogenitas KIO3 yang cukup bagus dan memenuhi syarat SNI 3556 : 2010.

Page 8 of 11 | Total Record : 107