Articles
107 Documents
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2015 DALAM MENDUKUNG PEMASARAN
deny suryana
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Juli 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (822.197 KB)
|
DOI: 10.36048/jtpii.v4i1.5152
Dalam menghadapi persaingan global antara pabrik baja tulangan beton dengan proses Re-Rolling atau hasil canai panas ulang yang dihasilkanperusahaan, perlu diperhatikan karena saat ini kesadaran konsumen baik pemerintah atau perorangan mengenai mutu produk semakin meningkat. Untuk itu perusahaan harus memiliki sertifikat SPPT SNI 07-0065- 2002 dan sertifikat ISO 9001:2015. Penerapan sistem manajemen mutu yang konsisten mempengaruhi mutu produk dan kepuasan pelanggan. Di sini peran dan komitmen wakil manajemen (Management Representatif) sangat penting dalam implementasi sistem tersebut untuk memahami kondisi perusahaan. Tingkat kesiapan dan keseriusan perusahaan pada implementasi system manajemen mutu diperhitungkan menggunakan checklist yang dibuat berdasarkan persyaratan ISO 9001:2015. Dari hasil perhitungan menggunakan checklist menunjukan kesiapan PT.X untuk impelementasi atau sertifikasi ISO 9001:2015. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem manajemen mutu berdasarkan 7 prinsip ISO 9001:2015 dan faktor-faktor yang menjadi penghambat penerapannya pada PT.X. Dari informasi yang didapat diusulkan rekomendasi pengoptimalan agar tercapai keberhasilan implementasi ISO 9001:2015 dalam menunjang pemasaran.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan dianalisis dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi kelapangan, dokumentasi, dan wawancara dengan wakil manajemen.
UJI NITRIT PADA PRODUK AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK) YANG BEREDAR DI PASARAN
lutfi amanati
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi November 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (303.904 KB)
|
DOI: 10.36048/jtpii.v1i2.1916
Pada penelitian ini telah dilakukan pengambilan sampel air minum dalam kemasan baik yang berada di proses produksi maupun di gudang bahan jadi. Sampel di ambil di 60 titik di jawa timur. Pengujian nitrit menggunakan SNI AMDK 01-3554-2006 secara spektrofotometri UV-Vis dengan menggunakan pereaksi N-(1-naptil) etilendiamina dihidroklorida (NEDA) melalui reaksi diazotasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar nitirit pada AMDK yang beredar di Jawa Timur.Konsentrasi nitrit pada air minum dalam kemasan dari 60 sampel di gudang bahan jadi yang diambil di proses produksi 12 sampel yang tidak memenuhi syarat. Sedangkan dari 60 sampel yang diambil di gudang bahan baku 7 sampel tidak memenuhi syarat yaitu lebih besar dari 0.005 mg/l.
Desain dan Uji Muatan Sistem Elektronika Roket Eksperimen Lapan Tipe RX-200
Kurdianto, Kurdianto;
Laksono, Shandi Priyo
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi Juli 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (16.043 KB)
|
DOI: 10.36048/jtpii.v1i1.1762
(Roket RX–200 adalah jenis roket model balistik dengan diameter 200mm. Roket ini memiliki muatan (payload) berupa sensor pengindera gerak berbasiskan mikroprosesor.Payload tersebut dilengkapi dengan 6-Degree of Freedom (6-DOF) Inertial Measurement Unit (IMU) yaitu sensor berupa akselerometer dan gyroskope beserta telemetri sistem di onboard maupun di ground station dilengkapi dengan power sistem. Sensor pengindera gerak berupa akselerometerberfungsi untuk mengetahui percepatan saat roket terbang.Sedangkan gyroskopeberfungsi untuk mengetahui kecepatan sudut terbang roket (roll, pitch, yaw).
Karakteristik Kandungan KIO3 pada Garam Konsumsi Beryodium yang Beredar di Kota Blitar
lutfi amanati
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (386.305 KB)
|
DOI: 10.36048/jtpii.v2i2.3506
Garam Konsumsi Beryodium merupakan produk yang dikonsumsi masyarakat, KIO3merupakan fortifikasi yang ditambahkan ke dalam garam konsumsi beryodium Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) dapat dicegah dengan mengkonsumsi garam dapur yang mengandung iodium ke dalam tubuh. . Garam harus memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan kadar kalium iodat (KIO3) 30 ppm. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan menetapkan kadar kalium iodat dalam garam dapur yang beredar di pasar Kota Blitar . Sampel yaitu semua garam bermerek (50 sampel) dan di uji sesuai SNI 3556 : 2010. Dari 50 sampel terdapat 28 merk garam yang kadar KIO3 nya di bawah syarat mutu dan 6 merk garam tidakmengandung KIO3 tidak memenuhi syarat.
Verifikasi Metode Pengujian Sulfat Dalam Air dan Air Limbah Sesuai SNI 6989.20 : 2009
ardhaningtyas riza utami
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (762.683 KB)
|
DOI: 10.36048/jtpii.v2i1.2726
Verifikasi metode pengujian sulfat dalam air dan air limbah secara turbidimetri yang mengacu pada SNI 6989.20 : 2009 telah dilakukan. Didapatkan Limit of Quantity (LOQ) = 1,921 mg/L, Method Detection Limit (MDL) = 0.6038 mg/L. Kurva kalibrasi untuk konsentrasi > 5 mg/L dan konsentrasi < 5 mg/L mempunyai derajat linearitas ( r ) =0.997 dan 0.998. RSD presisi contoh = 3.187 %, sedangkan RSD reproducibility contoh = 2.60%. Hasil verifikasi metode tersebut memenuhi syarat keberterimaan, sehingga metode tersebut dapat diterapkan di laboratorium.
HARMONISASI METODE HYBRID DALAM PENENTUAN PUPUK BERSUBSIDI DI WILAYAH JAWA TIMUR
Ilham Ilham
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Juli 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (85.262 KB)
|
DOI: 10.36048/jtpii.v4i1.5239
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kebutuhan pupuk yang ada di tiap kabupaten sekitar wilayah jawa timur. Sistem pendukung keputusan bertujuan mengukur serta mengevaluasi penjualan yang masih kurang dari 100% dari alokasi target penjualan. Untuk menindak lanjuti hasil evaluasi terhadap suatu kabupaten diterapkan dua metode hybrid, yaitu Analytic Hierarchy Proses dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution untuk melakukan perangkingan terhadap penjualan pupuk bersubsidi.Dengan adanya harmonisasi metode hybrid ini dapat ditentukan kriteria beragam dan memecahkan masalah pengambilan keputusan yang menggunakan presepsi manusia dengan membandingkan bobot kepentingan sebagai input utamanya. Sistem pendukung keputusan menggunakan metode AHP dan TOPSIS mampu menganalisa dan menyimpulkan variabel perbandingan rencana, realisasi dan potensi penjualan di masing-masing kabupaten, hasil penelitian dari sampling propinsi Jawa Timur penjualan terendah adalah Lumajang dengan nilai 0,4993 karena penjualan masih kurang dari 100% yaitu 300 ton dari total rencana 1216 ton, dengan mengetahui penjualan yang kurang dari 100% di masing-masing kabupaten.
Respon Rasio Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) dan Tepung Terigu Terhadap Kadar Air, Serat Kasar dan Organoleptik Kue Brownies Kukus
Hartati, Fadjar Kurnia
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi Juli 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (16.043 KB)
|
DOI: 10.36048/jtpii.v1i1.1769
Keberadaan singkong sebagai bahan pangan lokal bisa diolah menjadi tepung mocaf dan menggantikan posisi tepung terigu. Tentu saja belum semua peran tepung terigu bisa digantikan sepenuhnya. Mocaf juga dapat menjadi bahan baku beragam kue kering, seperti cookies, nastar, kastengel, brownies, kue kukus dansponge cake. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui respon rasio tepung mocaf dan tepung terigu terhadap kadar air, kadar serat dan organoleptik kue brownies kukus. Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola 1 faktor dan 5 kali ulangan, yaitu faktor rasio tepung mocaf dan tepung terigu (20:80; 40:60; 60:40; 80:20; 100;0). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rasio tepung mocaf dan tepung terigu pada pembuatan kue brownies kukus tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar air tetapi memiliki pengaruh yang sangat nyata terhadap kandungan serat kasar. Sedangkan rasio tepung mocaf dan tepung terigu tidak memiliki pengaruh yang nyata terhadap organoleptik rasa, warna dan aroma tetapi memiliki pengaruh yang sangat nyata terhadap keempukan kue brownies kukus. Hasil uji efektifitas perlakuan rasio tepung mocaf dan terigu 40:60 merupakan perlakuan terbaik/tertinggi dengan nilai 0,72 sedangkan perlakuan terendahnya adalah perlakuan rasio tepung mocaf dan terigu 100:0 dengan nilai 0,37.
Studi Uji kekerasan Rockwell Superficial vs Micro Vickers
Magdalena Feby Kumayasari;
Arif Indro Sultoni
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (444.988 KB)
|
DOI: 10.36048/jtpii.v2i2.789
Pengujian menggunakan mesin uji kekerasan Microvickers membutuhkan preparasi yang cukup sulit. Hal ini membuat banyak produsen yang lebih menyukai menggunakan pengujian Rockwell T karena proses yang lebih mudah dan cepat. Namun, pada kenyataannya pengujian Rockwell tidak dapat digunakan pada benda uji dengan ketebalan yang cukup tipis dasn lunak , sehingga mengakibatkan banyak sampel yang tidak lolos uji saat diuji menggunakan alat uji kekerasan microvickers pada tingkat kekekerasan lunak. Pada penelitian ini akan dilakukan perbandingan pengujian dengan dua metode kekerasan yang berbeda. Hal ini bertujuan agar mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil pengujian terhadap benda yang sama. Kekerasan yang digunakan adalah Rockwell superficial 15 T dan 30 T dengan Microvickers 2 kgf. Dari penelitian ini didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil uji kekerasan antara kedua metode itu, jika dilakukan pemolesan yang benar terhadap benda uji yang akan dilakukan menggunakan microvickers.
Perbandingan Sensor, Komunikasi Data, Aplikasi Monitoring untuk pengembangan Modul IoT pengukuran Suhu
Aneke Rintiasti;
Aan Anto Suhartono
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Juli 2019
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1331.066 KB)
|
DOI: 10.36048/jtpii.v4i1.5243
Saat ini Industri Tembakau masih banyak menggunakan tenaga manusia dalam proses produksinya. Proses fermentasi tembakau adalah menumpuk daun pada luasan dan ketinggian tertentu (disebut juga dengan staple) untuk diperolehnya proses pematangan daun secara alamiah hal inilah yang menentukan kualitas daun termasuk aroma dan rasa yang dikehendaki. Pengukuran suhu dilakukan secara manual dengan memasukkan thermometer raksa kedalam pipa yang diletakkan diantara tumpukan daun tembakau. Dari hasil percobaan diantara ketiga sensor tersebut DHT-22 ternyata lebih akurat dan presisi dalam hasil pengukuran dibanding thermistor dan juga LM35. untuk jangkauannya DHT 22 cukup simpel seperti halnya LM35 yang tinggal langsung menghubungkan ke dalam arduino. Tidak seperti thermistor yang harus ada rangkaian tambahannya terlebih dahulu. Biaya Per titik untuk Wifi menggunakan NodeMCU lebih ekonomis dibandingkan dengan RF menggunakan Zigbee. Jarak Transmit : zigbee maksimal 100 m. Verifikasi Sensor DHT 22 memenuhi. Lokasi tiap stapel dapat diketahui dari IP tiap nodeMCU.
Pemanfaatan Sludge Limbah Industri MSG Sebagai Bahan Baku Pupuk Organik
ardhaningtyas riza utami
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi November 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (445.569 KB)
|
DOI: 10.36048/jtpii.v1i2.1915
Sludge Limbah MSG banyak mengandung bahan organic dan unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Pemanfaatan sludge limbah MSG sebagai bahan baku pupuk organic perlu ditambahkan kotoran sapi dan fosfat. Penambahan kotoran sapi dan fosfat dapat meningkatkan kandungan C organic dan nilai C/N ratio. Variasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah variasi komposisi antara P2O5 : Limbah MSG : Kotoran Sapi, yaitu : 40:30:30 ; 30:40:30 dan 40:20:40. Komposisi yang memberikan hasil terbaik adalah 30 bagian fosfat : 40 bagian sludge limbah MSG : 30 bagian kotoran sapi. Komposisi tersebut dapat menghasilka C/N rasio sebesar 21,9.