cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GEA, Jurnal Pendidikan Geografi
ISSN : 14120313     EISSN : 25497529     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Geografi Gea is the information media academics and researchers who have attention to developing the educational disciplines and disciplines of Geography Education in Indonesia. GEA taken from the Greek Ghea means "God of Earth." Jurnal Geografi Gea provides a way for students, lectures, and other researchers to contribute to the scientific development of Geography Education. GEA received numerous research articles in the field of Geography Education Science and Geography.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
ADA APA DENGAN TENAGA KERJA PULAU BAWEAN? Kastolani, Wanjat
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v6i1.1727

Abstract

Pulau Bawean diketahui memiliki keunikan terutama dalam hal ketenagakerjaan. Penduduk setempat lebih cenderung bekerja di Pulau Jawa, Sumatera bahkan sampai ke Batam, Tanjung Pinang, Singapura, dan Malaysia. Penduduk Pulau Bawean yang melakukan migrasi ke luar (out migration) didorong oleh sejumlah pemenuhan kebutuhan hidup yang belum terpenuhi. Mereka merupakan angkatan kerja yang produktif dan telah berhasil mengatasi berbagai faktor yang merintanginya. Sementara itu, tenaga kerja migran masuk ke pulau ini berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mereka yang melakukan migrasi masuk tersebut mampu menangkap peluang angkatan kerja. Kenyataan menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya fenomena ketenagakerjaan yang ada di Pulau Bawean memiliki karakter yang khas. Struktur kependudukan penduduk setempat dapat menjadi bahan pertimbangan. Oleh karena itu, agar ketenagakerjaan memiliki kontribusi terhadap pengembangan Pulau Bawean yang berkelanjutan perlu didukung dengan kebijakan ketenagakerjaan yang kondusif. Kata Kunci: Tenaga kerja, migrasi keluar, migrasi masuk.
ELAN VITAL ORANG BANJAR DI PERANTAUAN (Studi Kasus Migrasi dan Adaptasi Orang Banjar di Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau) Putra, Edi Susrianto Indra
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v11i1.1643

Abstract

This research is aim at studying the power struggle of Banjarese People in Indragiri Hilir Regency in which the focus of study is about the Banjarese People’s migration and adaptation and it’s implication to the social studies subject. The object of this research is to explore the causes of Banjarese People’s migration such as; the motivating factors from the place of origin and the attractions from the place of destination. In addition, this research also describes the adaptation strategy, culture, and the role of Banjarese people’s social capital which forms their power struggle in Shoreline. Further, the procedure of this research is qualitative research in the form of case study. The results of this research are; (1) the migration of Banjarese People is done because of the economy crisis and policy pressure at that time; (2) Indragiri Hilir is chosen as the migration place because it has the same geographic land with their place, thus it is easy for them to work there; (3) the adaptation and the social interaction of Banjarese People hold important role in managing and cooperating with other ethnics in Indragiri Hilir; (4) the social capital, especially the social networking holds important role in maintaining the banjarese identity ethnic in Shoreline.Key words: Migration, Adaptation, Social Capital, Banjarese People’s.
POTENSI PARIWISATA BERBASIS AGROTECHNOPARK (ATP) DI JAWA BARAT SELATAN (Studi Pariwisata di Kolaberes, Cianjur Selatan) Waspada, Ikaputera
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v8i1.1692

Abstract

Industri pariwisata adalah masalah pembangunan. Masalah pembangunan merupakan masalah yang tidak hanya dihadapi negara-negara berkembang (development countries). Pembangunan mengandung arti sebagai Pertama, pembangunan ekonomi sebagai suatu proses berarti perubahan terus menerus yang didalamnya telah mengandung unsur-unsur kekuatan sendiri untuk investasi baru. Kedua, usaha untuk meningkatkan pendapatan per kapita. Ketiga, kenaikan pendapatan per kapita harus berlangsung dalam jangka panjang. Pariwisata dikembangkan mampu membuka isolasi keterbelakangan daerah dan meminimalkan kemiskinan. Untuk itu hasil penelitian potensi pariwisata berbasis agrotechnopark di Jawa Barat Selatan dengan studi potensi lokal pariwisata di kolaberes, Cianjur Selatan mampu memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Cianjur Selatan sebagai salah satu daerah terbelakang yang ditinggalkan pengusaha perkebunan teh perlu dibangun dengan meningkatkan pariwisata berbasis agrotechnopark (ATP). Upaya ini sebagai konsekuensi pengembangan potensi lokal dengan ketepatan teknologi yang digunakan masyarakat dengan keunggulan lokal, sehingga masyarakat meraih kesejahteraan. Kata Kunci : Pariwisata dan Agrotechnopark
PERMUKIMAN PENDUDUK PERKOTAAN Pasya, Gurniwan Kamil
Jurnal Gea Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambahan penduduk kota-kota besar di Indonesia di antaranya dengan banyak pendatang sebagai migran, mereka ini menjadi kekhawatiran pemerintah kota apabila tanpa memiliki keahlian, keterampilan, dan dengan latar belakang pendidikan yang rendah. Para migran datang ke perkotaan telah ada sejak jaman kolonial Belanda tetapi akan tampak jelas di saat-saat kemerdekaan, mereka ini menempati wilayah-wilayah kosong sebagai pemukiman spontan atau pemukiman liar, yang lambat laun menjadi kumuh. Walaupun demikian, ada pula yang tidak beruntung mendapatkan pemukiman karena berbagai hal yang akhirnya tidur di mana saja tanpa adanya usaha yang nyata untuk mendapatkan tempat tinggal. Pemukiman padat penduduk menjadi kumuh dengan segala permasalahannya memerlukan adanya perbaikan melalui perbaikan kampung sehingga menjadi tempat tinggal yang sehat sesuai dengan pendekatan manusiawi yang dilakukan pemerintah kota. Sebagai salah satu usaha untuk mengatasi pemukiman kumuh di perkotaan, melalui dibangunnya rumah susun bagi penduduk miskin di atas tanah negara yang sebelumnya dijadikan tempat tinggal mereka. Kata kunci : pemukiman, urbanisasi, perkotaan.
KARAKTERISTIK DAN PEMANFAATAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUT DI KAWASAN PANTAI KABUPATEN INDRAMAYU Sodikin, Sodikin
Jurnal Gea Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumberdaya pesisir dan laut saat ini telah mengalami kerentanan yang cukup besar. Hal tersebut dikarenakan banyak pihak yang memanfaatkan kawasan tersebut tanpa mempertimbangkan aspek konservasi, malah pemanfaatannya cenderung bersifat merusak, dengan bertambahnya jumlah penduduk di kawasan pesisir berakibat bertambahnya degradasi dan konversi lahan menjadi kawasan pemukiman. Berbagai cara dilakukan manusia untuk memanfaatkan sumberdaya pesisir dan laut tanpa batas antara lain dengan mengambil kekayaan laut, memanfaatkan sumberdaya hayati, serta membangun bisnis jasa lingkungan misanya adanya tempat-tempat wisata bahari. Potensi Sumberdaya pesisir dan laut di Kabupaten Indramayu tergolong sangat besar misalnya dari sektor perikanan laut Indramayu memiliki potensi terbesar di Jawa Barat, dan masyarakat pesisir Indramayu banyak yang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan yang memanfaatkan kekayaan laut untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Dari segi konservasi di Indramayu banyak terdapat kawasan-kawasan yang dijadikan tempat konservasi hutan mangrove yang bertujuan untuk melindungi pantai dari ancaman abrasi. Dari sektor pariwisata, daerah pesisir Indramayu juga ada beberapa tempat untuk bisnis objek wisata antara lain, Pantai Eretan, Pantai Tirtamaya, Pantai Song Indah, dan Pulau Biawak.Kata kunci : sumberdaya pesisir dan laut
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENDUKUNG PROGRAM KONSERVASI LINGKUNGAN LAGUNA SEGARAANAKAN Mulyadi, Asep
Jurnal Gea Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendangkalan dan penyempitan Laguna Segara Anakan telah mengakibatkan rentetan kejadian seperti penurunan hasil tangkapan ikan- kemiskinan penduduk – degradasi hutan mangrove akibat penebangan liar. Keadaan ini sudah pada tingkat yang kritis, sehingga dikhawatirkan potensi-potensi tersebut hanya tinggal kenangan. Upaya perbaikan dan peningkatan kualitas kawasan telah dilakukan oleh pemerintah, namun hasilnya belum optimal. Salah satu faktor terpenting dari masalah ini adalah tingkat partisipasi masyarakat di daerah hulu dari Daerah Aliran Sungai yang bermuara ke Laguna Segara Anakan, dalam berinteraksi dengan lingkungan (lahan) dimana mereka tinggal. Hasil penelitian adalah secara keseluruhan, tingkat partisipasi masyarakat di kedua wilayah belum menunjukkan tingkat partisipasi sebagaimana yang diharapkan, hal tersebut ditunjukkan oleh tingkat persentase yang masih rendah dari seluruh variabel partisipasi, namun demikian secara parsial menunjukkan sebagai berikut: (1) Terkait dengan ide atau gagasan dalam rencana kegiatan konservasi ini cukup baik ditunjukkan oleh penduduk di kecamatan Cimanggu. Hal tersebut dimungkinkan karena terkait dengan tingkat pendidikan penduduk dan tingkat pengetahuan penduduk, dimana penduduk dengan tingkat pendidikan tinggi lebih banyak terdapat di Cimangu dari pada Padaherang; (2) Bentuk partisipasi barang, proporsi tertinggi terdapat di kecamatan Cimanggu yaitu pada kegiatan penghijauan hutan. Akan tetapi nilai persentase yang tinggi di kecamatan Padaherang yaitu pada kegiatan sosialisasi konservasi; (3) Bentuk partisipasi uang bila dilihat secara keseluruhan kecamatan Cimanggu yang paling tinggi; (4) Bentuk partisipasi tenaga yang tinggi, juga diperlihatkan oleh kecamatan Cimanggu Hal ini dimungkinkan karena jumlah penduduk Cimanggu yang lebih besar daripada kecamatan Padaherang; (5)Namun di kecamatan Padaherang dalam kegiatan penyediaan prasarana kesehatan memilki nilai yang tinggi, hal tersebut dimungkinkan terjadi karena masyarakatnya lebih apresiasi tentang kesehatan; (6) Berhubungan dengan keahlian masyarakat identik dengan pendidikan yang dimilki oleh setiap individu. Dalam bentuk keahlian posisi yang tinggi di kecamatan Padaherang yaitu pada kegiatan penanaman lahan pekarangan sedangkan di kecamatan Cimanggu pada kegiatan menjaga kebersihan lingkungan; (7) Partisipasi dalam bentuk sosial, di kecamatan Padaherang masyarakat memiliki tingkat partisipasi yang lebih tinggi dalam memfasilitasi/menjaga fasilitas pendidikan sedangkan di kecamatan Cimanggu masyarakat lebih berpartisipasi dalam menjaga keberadaan hutan hal ini disebabkan karena fasilitas pendidikan di Cimanggu lebih sedikit dibandingkan dengan Padaherang. Kata Kunci: Pengembangan sumberdaya manusia, Konservasi lingkungan, Laguna Sagaraanakan.
DAMPAK PEMBANGUNAN KAWASAN INDUSTRI DI KABUPATEN BEKASI TERHADAP ALIH FUNGSI LAHAN DAN MATA PENCAHARIAN PENDUDUK Nur, Djakaria M
Jurnal Gea Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : Rizki Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah kabupaten Bekasi yang letaknya berbatasan dengan Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta pada akhir akhir ini mengalami perkembangan pembangunan yang sangat pesat. Berdasarkan kebijakan pemerintah wilayah-wilayah yang berada di sekitar DKI Jakarta seperti Bakasi, Tanggerang, Cilegon dikembangkan sebagai wilayah pusat/kawasan industri. Tidak kurang dari 5.000 Ha di wilayah Kabupaten Bekasi diperuntukan sebagai wilayah kawasan industri. Dengan dijadikan wilayah kawasan industri terebut berdampak terhadap alih fungsi lahan dan sektor usaha/matapencaharian penduduk di wilayah tersebut. Kata kunci: kawasan industri, alih fungsi lahan, mata pencaharian.
PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI PERSEKOLAHAN Nandi, Nandi
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v6i2.1741

Abstract

Peranan multimedia interaktif semakin memegang peranan yang sangat penting dalam bidang pendidikan sejalan dengan pertumbuhan pengguna komputer dan pertumbuhan internet di masyarakat yang semakin memudahkan aliran produk multimedia dari satu komputer ke komputer lainnya. Kemampuan untuk merancang multimedia yang tepat, memadukan berbagai elemen multimedia dan menuangkannya dalam sebuah story board merupakan satu kunci keberhasilan sebuah proyek pengembangan produk multimedia interaktif. Pembelajaran geografi di persekolahan membutuhkan metode dan media yang baru agar pembelajaran geografi bergairah dan meningkatkan minat siswa untuk belajar geografi, melalui multimedia interaktif pembelajaran geografi di persekolahan diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. Kata kunci: Multimedia interaktif, Teknologi Komputer, Pembelajaran Geografi.
PENGEMBANGAN PUSAT PELATIHAN DAN SIMULASI KEJADIAN BENCANA ALAM UNTUK PENDIDIKAN KEBENCANAAN NASIONAL Yani, Ahmad
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v10i1.1666

Abstract

Pendidikan Kebencanaan Nasional merupakan pendidikan yang sangat dibutuhkan di negara yang selalu dihadang oleh bencana. Namun untuk dilembagakan masih sangat sulit dilakukan. Tulisan ini dapat dijadikan bahan bacaan awal untuk memulai usaha membangun Pendidikan Kebencanaan pada umumnya dan pendirian Pusat Pelatihan dan Simulasi Kejadian Bencana Alam pada khususnya. Sambil menanti terwujudnya gagasan ini, sebaiknya pendidikan kebencanaan sudah dimulai oleh semua pihak terutama oleh para guru IPS dan Geografi di sekolah. Sekolah yang telah mencoba melakukan simulasi evaluasi gempa bumi, banjir, dan kebakaran patut dihargai, apalagi jika sudah dijadwalkan secara rutin di sekolah. Kata Kunci: bencana, pendidikan, simulasi
MODEL PELESTARIAN FUNGSI LINGKUNGAN PERKOTAAN BERBASIS EKOSANITA-IPLT (Studi kasus Kota Majalaya di DAS Citarum Hulu) Pamekas, Pamekas
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Indonesia University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v7i1.1707

Abstract

Effort to maintained the sustainability of the assimilative as well as carrying capacity of the human environment for medium and small town had already been done since the third of the fifth national development plan. About 2 700 unit of faecal sludge treatment plant had been constructed to improve the Indonesia city wastewater management. However, this effort have not meet the requirement while the economic crisis had placed water and sanitation sector in critical state. This research uses a system dynamics approach to model the ideal effort (EkoSanita- IPLT model) for improving wastewater management using the case of Majalaya town. The model is than used to study their behavior to formulate ways to maintained the assimilative capacity of drinking watersources and demonstrate their usefulness for policy formulation. The results indicate that increasing service coverage will decrease the wastewater volume in the water environment leading to increase the water environmental assimilative capacity. Extending service areas from one district to four and six district town leading to increase wastewater volume in the receiving body and subsequently reducing the assimilative capacity of the river body. The analysis also indicates that the existing capacity of faecal sludge treatment plant need to be extended. Finally, the EcoSanita-IPLT model has demonstrated their capability to formulate the policy for improving the wastewater management for the town of Majalaya in a comprehensive and systemic ways. Key word: Faecal sludge, system dynamic, policy formulation.

Page 8 of 36 | Total Record : 352