cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Riset Gizi
ISSN : 2338154X     EISSN : 26571145     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/jrg
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 466 Documents
Efektifitas Kombinasi Buah Pisang Dan Jambu Biji Terhadap Daya Terima Dan Nilai Gizi Jus Sebagai Alternatif Selingan Bagi Pasien Hipertensi Afinsa Kumalasari Azzahro; Mohammad Jaelani; Meirina Dwi Larasati
JURNAL RISET GIZI Vol 11, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i1.10786

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan penyebab kematian utama dan kecacatan tertinggi di Indonesia. Konsumsi 2 porsi buah per hari dikaitkan dengan penurunan risiko hipertensi sebesar 7%. Kandungan kalium pada pisang dapat menghambat reabsorpsi natrium di ginjal dan meningkatkan ekskresi natrium melalui urin. Penambahan jambu biji diharapkan dapat mencegah terjadinya browning dan menurunkan tekanan darah.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh komposisi buah pisang dan jambu biji terhadap daya terima dan kandungan gizinya.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL). Data yang dikumpulkan adalah data kadar kalium dan vitamin C serta uji organoleptik dengan tingkat kesukaan. Uji Krukal Wallis untuk mengetahui pengaruh formula dengan uji organoleptik dan uji One Way Anova untuk mengetahui pengaruh formula terhadap kadar kalium dan vitamin C.Hasil: Kandungan kalium dan vitamin C dalam 1 porsi jus kombinasi adalah F1 (124.25; 59.71 mg), F2 (127.58 ; 57.23 mg) dan F3 (115.49 ; 51.24 mg). Terdapat perbedaan penerimaan panelis terhadap warna (p=0,008) dan rasa (p=0,014). Tingkat penerimaan jus kombinasi adalah 63% konsumen dapat menghabiskan 75% porsi F1, 23% pada F2, dan 43% pada F3.Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji organoleptik dengan parameter warna, aroma, rasa dan kekentalan panelis, konsumen menyukai formula jus F1.
Analisis Tingkat Literasi Gizi Terhadap Pola Makan Pada Orang Dewasa Alfia Nur Faizah; Dian Luthfita Prasetya Muninggar; Meirina Dwi Larasati; Mohammad Jaelani; Yuniarti Yuniarti
JURNAL RISET GIZI Vol 11, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i1.10771

Abstract

Latar Belakang: Literasi gizi merupakan kemampuan seseorang dalam memperoleh, mengolah, dan memahami informasi terkait gizi sehingga dapat mengambil keputusan mengenai pangan yang meliputi pengetahuan seseorang tentang kesehatan, motivasi, kemampuan mengakses, memahami, menilai dan menerapkan informasi kesehatan. untuk memelihara atau meningkatkan kesehatannya. Tingkat literasi gizi dapat mempengaruhi perilaku makan dan pola makan seseorang.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan tingkat literasi gizi terhadap pola makan.Metode : Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain studi cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara snowball sampling sehingga diperoleh 121 sampel. Data yang dikumpulkan adalah karakteristik sampel (umur, jenis kelamin, ras dan suku, status gizi, fakultas), tingkat literasi gizi, dan pola makan. Kuesioner yang digunakan adalah NLS (Nutrition Literacy Scale) untuk mengukur tingkat literasi, dan FFQ (Food Frekuensi Questionnaire) untuk melihat pola makan. Data diisi secara mandiri oleh responden melalui kuesioner online. Hasil analisis bivariat menggunakan Chi-Square.Hasil : Terdapat hubungan yang signifikan antara literasi gizi dengan pola makan (P = 0,000). dengan koefisien positif (CI = 95%, p0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara literasi gizi dengan pola makan.
Analisis Dampak, Solusi serta Pencegahan Stunting: Literature Riview Adjeng Permana Dewi; Adinda Rahmadini; Julia Setiawati; Anisatu Zulkhistianingtias Wakhidah
JURNAL RISET GIZI Vol 12, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i1.10943

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh terhambatnya penyerapan nutrisi. Permasalahan stunting pada anak berdampak pada buruknya perkembangan motorik, kognitif, dan sosial emosional. Gangguan ini dapat menyebabkan menurunnya prestasi di sekolah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi literatur. Semua literatur yang diterbitkan di atas tahun 2009 mengenai kejadian dan pencegahan stunting pada anak dikumpulkan dan dikaji. Sumber perpustakaan yang diteliti berasal dari artikel penelitian yang dipublikasikan dari web pencarian Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah gizi kompleks, dampak dan pencegahan stunting, data yang diambil dari literatur. Balita dengan panjang badan lahir 48cm dan berat badan lahir 2500 gram termasuk bayi stunting atau pendek. Stunting menimbulkan dampak jangka pendek dan jangka panjang yang menyebabkan peningkatan angka kesakitan, kematian, dan penurunan kemampuan kognitif dan motorik. Memperhatikan jumlah nutrisi dapat menurunkan kejadian stunting. Pencegahan stunting pada ibu hamil dapat dilakukan dengan mengkonsumsi tablet suplemen darah , suplemen (energi, protein, kalsium, zat besi, vitamin A, zinc) dan memberikan ASI eksklusif pada balita. Jika anak sudah terlanjur mengalami stunting, maka harus melakukan pencegahan seperti menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mengonsumsi sayuran seperti brokoli, bayam, wortel, kentang, dan kubis. 
Edukasi Melalui Brosur Berpengaruh Terhadap Peningkatan Pengetahun Ibu Balita Dan Hubungan MPASI Terhadap Wasting Fairuz Fatin
JURNAL RISET GIZI Vol 12, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i1.10910

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh gizi, sehingga sangat penting untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemantauan dapat dilakukan di Posyandu, selain itu Posyandu juga berfungsi sebagai media promosi kesehatan. MPASI merupakan makanan yang diberikan kepada bayi mulai usia 6 bulan, namun pengenalan MPASI kepada bayi seringkali dilakukan sebelum usia 6 bulan, sehingga dilakukan penyuluhan terkait MPASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu balita sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan terkait MPASI, efektivitas penggunaan media brosur dalam penyuluhan, serta hubungan usia pemberian MPASI dengan status gizi balita. Populasi merupakan balita di Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel. Subjek merupakan balita di Posyandu Cempaka II IX. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan model one group pretest-posttest design. Hasil dan kesimpulan yang diperoleh yaitu terdapat peningkatan pengetahuan ibu balita sebelum dan setelah penyuluhan, namun media brosur dikatakan tidak efektif secara signifikan dengan p-value 0,225 (p0,05), sedangkan usia awal pemberian MPASI tidak memiliki korelasi terhadap status gizi (wasting) dengan p-value=0,757 (p0,05). 
Hubungan Pengetahuan, Kebiasaan Sarapan Dan Asupan Zat Gizi Makro Sarapan Dengan Status Gizi Pada Remaja Ahmad Faridi; Andra Vidyarini; Aditya Yudha Prasetya
JURNAL RISET GIZI Vol 11, No 2 (2023): November (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i2.10615

Abstract

Background: Nutritional problems in adolescents can cause other health problems. Adolescents with poor nutritional status tend to have low immune system so they are easily affected by disease, besides this, it can inhibit muscle formation during the growth period, lack of intelligence level. In overweight or obese teenagers, it can increase the risk of cardiovascular disease, coronary heart disease and stroke, and cancer.Objective: To determine the relationship between nutritional knowledge, breakfast habits and breakfast macronutrient intake with the nutritional status of school adolescents at SMAN 74 South Jakarta.Method: This research uses a cross-sectional study design with stratified random sampling technique. The population in this study were students of classes X and XI at SMAN 74 South Jakarta. The sample in this study consisted of 86 respondents from class X and XI students. Data were analyzed using the chi square test.Results: The results of the study showed that there was no significant relationship between nutritional knowledge (p = 0.688), breakfast habits (p = 0.413), and macronutrient intake, energy (p = 0.608), protein (p = 0.608), fat (p =0.593), carbohydrates (p=0.359) with nutritional status.Conclusion: Research shows that there is no relationship between breakfast and the nutritional status of female students, but the quality of nutritional intake is still less than the RDA.
Efektivitas Edukasi Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular dengan Booklet terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Alfiyatul Musabikhah; Sri Noor Mintarsih; Heni Hendriyani
JURNAL RISET GIZI Vol 11, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i1.10782

Abstract

Latar belakang : Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit kronis yang berlangsung lama dan berkembang lambat. Perubahan pola hidup remaja saat ini memiliki resiko tinggi terhadap kejadian penyakit tidak menular. PTM merupakan penyebab kematian utama di dunia. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa pada tahun 2016 sebanyak 71% dari 57 juta kematian di dunia disebabkan oleh PTM. Di Kabupaten Batang, jumlah penderita hipertensi pada usia 15 tahun menjadi prevalensi tertinggi, kemudian diikuti penyakit diabetes mellitus dan obesitas. Edukasi tentang faktor resiko PTM dianggap efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja.Tujuan : Mengetahui efektivitas edukasi faktor resiko penyakit tidak menular dengan booklet terhadap pengetahuan dan sikap remaja.Metode : Penelitian ini termasuk bidang gizi masyarakat dengan jenis penelitian quasi experimental design dan rancangan penelitian pre-test post-test control group design. Jumlah sampel penelitian yaitu 23 orang pada setiap kelompok. Perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan edukasi diuji menggunakan Uji Independent Sample T-test dan Paired T-Test untuk data berdistribusi normal and untuk data berdistribusi tidak normal menggunakan uji Wilcoxon.Hasil : Faktor resiko PTM yang dijumpai yaitu riwayat PTM pada keluarga, kurang konsumsi sayur buah, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, dan malnutrisi. Pengembangan media booklet cukup efektif digunakan sebagai media edukasi. Edukasi gizi dengan media booklet efektif meningkatkan pengetahuan remaja (p = 0,041) dan sikap remaja (p = 0,031).Kesimpulan : Edukasi gizi dengan ceramah dan media booklet efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja.
Hubungan Antara Pola Makan Dan Aktivitas Sedentari Dengan Status Gizi Remaja Pada Saat Masa Pandemi Covid-19 Diani Afifah Puspitasari; Mohammad Jaelani; Kun Aristiati Susiloretni
JURNAL RISET GIZI Vol 10, No 2 (2022): November (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v10i2.10742

Abstract

Latar Belakang: Pemenuhan gizi seimbang sangat penting dikonsumsi dalam upaya meningkatkan dan mencapai status gizi optimal. Adanya kebijakan dari pemerintah dalam mencegah penyebaran virus COVID-19 dengan membatasi pergerakan manusia melalui social distance dan Physical Distancing, menyebabkan terjadinya perubahan gaya hidup remaja seperti peningkatan aktivitas sedentary dan perubahan pola makan yang dapat mempengaruhi perubahan status gizi. Tujuan: Mengetahui hubungan pola makan dan aktivitas sedentary dengan status gizi remaja pada masa pandemi COVID-19. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain case control. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sehingga diperoleh 48 sampel. Data yang dikumpulkan adalah data identitas, status gizi menggunakan z-score hasil perhitungan BMI/U dengan pengukuran, pola makan menggunakan formulir Food Frekwensi Questionnaire (FFQ) dengan wawancara dan aktivitas sedentary menggunakan Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ) formulir dengan wawancara melalui link google form. Hasil analisis diuji dengan uji Chi square. Hasil: Responden kelompok kasus sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (72,7%), sedangkan kelompok kontrol berjenis kelamin perempuan (72,7%). Diet tinggi ditemukan pada kelompok kasus (58,3%). Aktivitas sedentary yang tinggi terdapat pada kelompok kasus (52,4%), aktivitas tertinggi pada aktivitas duduk dan bersantai dengan rata-rata 131 menit/hari. Berdasarkan uji chi square ditemukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pola makan (p=0,392), dan aktivitas sedentary (p=1,000) dengan status gizi remaja. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan pola makan dan aktivitas sedentary terhadap status gizi remaja pada masa pandemi COVID-19.
Edukasi Diet Diabetes Puasa untuk Mengendalikan Gula Darah Saat Menjalankan Puasa Ramadhan Mohammad Jaelani; Meirina Dwi Larasati; Dian Luthfita Prasetya Muninggar; Ali Rosidi
JURNAL RISET GIZI Vol 12, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i1.11470

Abstract

Background: Fasting during Ramadan could have negative effects on individuals with Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM), as it would lead to hypoglycemia or hyperglycemia. Non-compliance with the recommended diet during fasting is one of the factors that can trigger these conditions. Knowledge about the appropriate diet plays a crucial role in successfully adhering to the diet.  Objective: The aim of this study is to assess the effect of providing T2DM education during Ramadan fasting on knowledge and fasting blood glucose levels.  Method: This study is an experimental research conducted using a randomized controlled trial design with a pretest-posttest control group design. The participants of this study were T2DM patients from Tlogosari Kulon Community Health Center and Kedungmundu Community Health Center who were enrolled in the Prolanis program and did not have any complications related to kidney failure or stroke. A total of 46 participants were divided into a treatment group and a control group. The treatment group received nutritional education on managing their diet while fasting during Ramadan. This education was provided one week prior to the start of Ramadan fasting. Data collection included assessing knowledge, food intake, nutritional status, and fasting blood glucose levels before and after Ramadan fasting. The collected data will be analyzed using univariate analysis to describe the research data and to test the impact of nutrition education on knowledge and fasting blood glucose levels levels. The independent t-test with a significance level of α=0.05 will be used for this analysis.Result: There was a significant difference before and after being given nutrition education in intervention group on increasing knowledge levels in the intervention group (p=0.029) also lowering the blood glucose levels                 (p = 0.000). Providing education to the intervention group increased the knowledge score from 68.56 +12.81 to 79.26+9.47. There was an increase in knowledge leves by 10.70+3.34 in the intervention group. Nutritioneducation also reduced fasting blood glucose levels in intervention gropus from 177.78 + 79.61 to 141.35 + 43.78. There was a lowering in the blood glucose levels by -36.43 + 71.89 in the intervention group.Conclusion: There is a relationship between fasting ramadhan diabetes education with knowledge and blood glucose levels.
Tingkat Pengetahuan Tentang Covid-19 dengan Perilaku Penerapan Gizi Seimbang pada Mahasiswa Asrama di Yogyakarta, Indonesia Chriestina Nanda Iskandar; Fery Lusviana Widiany; Lala Budi Fitriana
JURNAL RISET GIZI Vol 11, No 2 (2023): November (2023)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i2.10251

Abstract

Tanda dan gejala Covid-19 dapat diminimalkan dengan upaya peningkatan daya tahan tubuh. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penerapan gizi seimbang. Penerapan kebiasaan makan seseorang dengan pedoman gizi seimbang diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pengetahuan seseorang merupakan salah satu faktor seseorang dalam menerapkan kebiasaan makan dengan pedoman gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan perilaku penerapan gizi seimbang pada mahasiswa di Asrama Mahasiswa Kalimantan Utara, Yogyakarta, Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian terdiri dari 43 orang yang memenuhi kriteria inklusi eksklusi penelitian. Variabel bebas penelitian adalah tingkat pengetahuan tentang Covid-19, variabel terikatnya perilaku penerapan gizi seimbang. Data dianalisis statistik dengan uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 83,7% subjek memiliki pengetahuan tentang Covid-19 dengan kategori tidak baik dan sebanyak 95,3% subjek memiliki perilaku penerapan gizi seimbang dengan kategori tidak baik. Hasil uji Fisher Exact untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan perilaku penerapan gizi seimbang menunjukkan nilai p = 0,023 (p0,05). Kesimpulannya, tingkat pengetahuan tentang Covid-19 memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku penerapan gizi seimbang.
Efektifitas Edukasi Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) Dengan Media Buku Saku Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Nihayatuz Zein; Sri Noor Mintarsih; J. Supadi; Astidio Noviardhi; Heni Hendriyani
JURNAL RISET GIZI Vol 11, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v11i1.10787

Abstract

Latar belakang : Penyakit Tidak Menular (PTM) kini banyak diderita di Indonesia. Meningkatnya kejadian PTM berkaitan dengan perubahan gaya hidup sehingga menimbulkan faktor risiko PTM yang dapat digambarkan dengan perilaku remaja saat ini seperti merokok, konsumsi sayur buah kurang, kurangnya olahraga dan aktivitas fisik dan konsumsi minuman beralkohol. Masalah ini dapat ditanggulangi dengan melakukan edukasi. Buku saku dapat digunakan sebagai salah satu media dalam kegiatan edukasi tersebut.Tujuan : Mengetahui pengaruh edukasi faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) dengan media buku saku terhadap pengetahuan dan sikap remaja di SMA Negeri 1 Wiradesa Kabupaten Pekalongan.Metode : Penelitian termasuk kedalam lingkup ilmu gizi masyarakat. Jenis penelitian quasi experiment design dengan rancangan Pretest Posttest dengan kelompok kontrol (Pretest-Posttest with Control Group). Jumlah sampel sebanyak 80 siswa. Data yang dikumpulkan yaitu pengetahuan dan sikap. Analisis statistik menggunakan uji Mann Whitney dan uji Independent T-Test.Hasil : Edukasi gizi dengan buku saku dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja di SMA Negeri 1 Wiradesa. Ada perbedaan pengetahuan dan sikap remaja sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi dengan media buku saku “AKSI CERDIK UNTUK CEGAH PTM (Penyakit Tidak Menular)” (p value = 0,000 dan p value = 0,002).Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian buku saku “AKSI CERDIK UNTUK CEGAH PTM (Penyakit Tidak Menular)” sebagai media edukasi gizi terhadap pengetahuan dan sikap remaja di SMA Negeri 1 Wiradesa.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): November 2025 Vol 13, No 1 (2025): Mei 2025 Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025 Vol 12, No 2 (2024): November 2024 Vol. 12 No. 2 (2024): November 2024 Vol 12, No 1 (2024): Mei 2024 Vol. 12 No. 1 (2024): Mei 2024 Vol. 11 No. 2 (2023): November (2023) Vol 11, No 2 (2023): November (2023) Vol 11, No 1 (2023): Mei 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): Mei 2023 Vol 10, No 2 (2022): November (2022) Vol. 10 No. 2 (2022): November (2022) Vol. 10 No. 1 (2022): Mei (2022) Vol 10, No 1 (2022): Mei (2022) Vol 9, No 2 (2021): November (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): November (2021) Vol. 9 No. 1 (2021): Mei (2021) Vol 9, No 1 (2021): Mei (2021) Vol 8, No 2 (2020): November (2020) Vol 8, No 1 (2020): Mei (2020) Vol 7, No 2 (2019): November (2019) Vol 7, No 1 (2019): Mei (2019) Vol 6, No 2 (2018): November (2018) Vol 6, No 1 (2018): Mei (2018) Vol 5, No 2 (2017): November (2017) Vol 5, No 1 (2017): Mei (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): Mei (2017) Vol 5, No 1 (2017): Mei (2017) Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol. 4 No. 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei (2016) Vol. 4 No. 1 (2016): Mei (2016) Vol. 3 No. 2 (2015): November(2015) Vol 3, No 2 (2015): November(2015) Vol. 3 No. 1 (2015): Mei (2015) Vol 3, No 1 (2015): Mei (2015) Vol. 2 No. 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol. 2 No. 1 (2014): Mei 2014 Vol 1, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol. 1 No. 2 (2013): November 2013 Vol. 1 No. 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 More Issue