cover
Contact Name
buhari
Contact Email
pend.sejarah.fkip@uho.ac.id
Phone
+6285241919232
Journal Mail Official
pend.sejarah.fkip@uho.ac.id
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Sulawesi Tenggara – Indonesia Telp Kantor/HP : 04013127180 / 085241919232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25026666     EISSN : 25026674     DOI : https://doi.org/10.36709/jpps
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan November. Terbitan awal Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO yaitu Volume 1 nomor 1 Maret 2016. Tujuan dari adanya publikasi pada jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual dan hasil penelitian. Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO merupakan wadah ilmiah untuk mempublikasikan berbagai hasil penelitian mahasiswa, dosen, maupun guru, dengan Ruang lingkup Jurnal memuat tentang kajian Pendidikan Sosial-Budaya khususnya aspek: Pendidikan Sejarah, Etnopedagogik, Kajian Sejarah Lokal, Kajian kearifan lokal sebagai modal pendidikan dan penguatan karakter.
Articles 208 Documents
SEJARAH TRANSPORTASI LAUT DI KELURAHAN TOLANDONA KECAMATAN SANGIA WAMBULU KABUPATEN BUTON TENGAH (1960-2015) Nurdin, Mega Wati
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.584 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v1i2.6109

Abstract

ABSTRAKFokus dan sasaran penelitian ini mengacu pada beberapa permasalahan yaitu; (1) Latar belakang transportasi laut di Kelurahan Tolandona (2) Perkembangan transportasi laut di Kelurahan Tolandona (3) Akibat perkembangan transportasi laut terhadap kehidupan masyarakat di Kelurahan Tolandona. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tolandona Kecamatan Sangia Wambulu Kabupaten Buton Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan mengacu pada Helius Sjamsuddin (2012: 67) yang terbagi dalam tiga tahapan yaitu: 1) Heuristik (Pengumpulan sumber), 2) Kritik Sumber, dan 3) Historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Latar belakang transportasi laut di Kelurahan Tolandona yaitu dipengaruhi oleh letak geografisnya. Secara geografis, Kelurahan Tolandona merupakan daerah yang cukup strategis, jika dilihat dari batas-batas wilayahnya yang hampir seluruhnya mempunyai daerah pesisir pantai. Kondisi ini telah mempengaruhi peradaban masyarakat Tolandona sehingga sebagian besar masyarakatnya berorientasi dan bermata pencaharian di laut seperti pelayar, nelayan dan pedagang. Untuk kegiatan tersebut dibutuhkan sarana transportasi yaitu transportasi laut. Awalnya transportasi laut di Kelurahan Tolandona digunakan  untuk menangkap ikan, kemudian meningkat menjadi alat transportasi yang digunakan sebagai angkutan jasa menuju ke Kota Baubau.; (2) Perkembangan transportasi laut di Kelurahan Tolandona dikaji dalam dua periode yakni periode pertama (1960-1974) dan periode kedua (1975-2015). Pada periode pertama transportasi laut masyarakat di Kelurahan Tolandona untuk melakukan aktivitas kesehariannya, baik untuk tujuan nelayan maupun tujuan perdagangan masih menggunakan alat transportasi yang masih tradisional,  kemudian pada periode kedua  telah menggunakan sarana transportasi laut yang terkategori modern yakni menggunakan mesin; (3) Akibat perkembangan transportasi laut terhadap kehidupan masyarakat Kelurahan Tolandona dapat dilihat pada bidang pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya. Dipandang dari segi pendidikan, transportasi laut telah membuat masyarakat Tolandona mampu menjangkau pendidikan ke berbagai daerah dengan sangat mudah. Kemudian dilihat dari segi ekonomi, transportasi laut berdampak pada pembangunan sumber daya maupun peningkatan kualitas hidup masyarakat Tolandona. Selanjutnya dilihat dari segi sosial, transportasi laut membuat hubungan komunikasi antara masyarakat yang tinggal di dalam maupun luar Tolandona tetap terjalin. Kata Kunci: Transportasi Laut, Sejarah, dan Tolandona
ETNOPEDAGOGI DALAM MASYARAKAT MORONENE DI DESA LAMOARE KECAMATAN POLEANG TENGGARA KABUPATEN BOMBANA Eminarti, Eminarti; Hak, Pendais
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.285 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v4i2.9837

Abstract

ABSTRAK: Tujuan utama penelitian ini adalah, 1) untuk mendeskripsikan budaya moronene yang mengandung nilai-nilai pendidikan 2) untuk mendeskripsikan bentuk etnopedagogi yang dikembangkan pada masyarakat moronene 3) untuk mendeskripsikan bentuk pengembangan etnopedagogi di dalam pembelajaran.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pengamatan. Analisis data dilakukan melalui model interaktif yang terdiri dari a) reduksi, b) penyajian data, c) penarikan kesimpulan (3) Validitasi data yang terdiri dari a) perpanjangan pengamatan b) triangulasi, triangulasi sumber, triangulasi teknik.Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) kearifan lokal moronene yang mengandung nilai-nilai pendidikan adalah berupa (a) Kaolifi yang disampaikan secara tersirat (b) lagu (c) cerita rakyat (d) kada (e) permainan tradisional (f) teka-teki (g) pantun. (2) Bentuk etnopedagogi yang dikembangkan pada masyarakat moronene ialah (a) saat istri hamil, (b) saat baru melahirkan (c) saat menidurkan anak (d) saat membangunkan anak (e) saat memandikan anak (f) saat mengajarkan anak mengaji dan sholat (g) mengajari cara bertutur kata, dan lewat didepan orang lain. (3) Bentuk pengembangan etnopedagogi di dalam pembelajaran, ialah berupa kata-kata bijak yang merupakan kearifan lokal masyarakat moronene yang diajarkan kepada peserta didik ialah (a) mofeu kamoicoa hai lufuno miano, (berbuat baik kepada semua orang), (b) kitasi nda’ta persao balasino hapa nda nifeu’nto (kita sendiri yang mendapatkan balasan perbuatan yang dilakukan) (c) miano moico da ni’onto yo guano da jujuru. (orang yang baik,dilihat dari perkataannya yang jujur). KataKunci: Budaya, Bentuk, Pengembangan, Etnopedagogi.
SEJARAH BENTENG ODO DI PULAU TOMIA KABUPATEN WAKATOBI Novita Sari, Novita Sari; Hadara, Drs Ali
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v2i3.6193

Abstract

ABSTRAK Inti pokok masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Bagaimana latar belakang pembangunan Benteng Odo? (2) Bagaimana struktur fisik Benteng Odo? (3) Apa Saja peninggalan sejarah yang ada dalam Benteng Odo? (4) Bagaimana hubungan Benteng Odo dengan benteng lain? (5) Bagaimana fungsi Benteng Odo? Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari, (1) Heuristik, yang dilakukan melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan dengan teknik pengamatan, wawancara, dan studi dokumen, (2) Kritik Sumber yang, dilakukan dengan menggunakan kritik eksternal dan internal, (3) Historiografi, dilakukan secara sistematis melalui tahap interpretasi, eksplanasi dan ekspose. Temuan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang pembangunan benteng Odo yaitu munculnya gangguan keamanan dari bajak laut yang biasa masyarakat Tomia menyebutnya sanggila. (2) Benteng Odo memiliki struktur fisik dengan berdinding batu gunung. Namun dataran benteng tidak rata sehingga ketinggian susunan batunya berbeda-beda. Susunan batu tertingginya 2 meter dan lebarnya 1 meter sedangkan susunan batu terendah berada pada ketinggian 1,51 meter, dan lebarnya 1 meter sedangkan luas benteng sekitar 300 x 200 meter persegi. (3) Didalam benteng Odo terdapat beberapa peninggalan bersejarah yang memiliki makna dan tujuan tersendiri bagi masyarakat Tomia antara lain bagunan fisik benteng Odo, koburu (kuburan), galampa. (4) Hubungan dengan bentengbenteng di sekitarnya yaitu mereka saling bekerja sama dan membantu dalam melakukan pekerjaan, tidak merugikan salah satu pihak, baik dalam hal peperangan atau pemerintahan, serta saling berinteraksi antara satu dengan yang lain dalam berbagai macam kegiatan. (5) Pembangunan Benteng Odo mempunyai fungsi yaitu sebagai perlindungan, keamanan, dan tempat untuk mengintai musuh yang merupakan pusat pertahanan untuk menyerang musuh karena letaknya sangat strategis diantara posisi jalur transportasi dan komunikasi, selain itu dijadikan tempat pemukiman yang tergolong aman dibandingkan bila berada dalam lingkungan pemukiman biasa yakni sebagai tempat pertahanan dan perlindungan orang- orang pribumi khususnya yang berada dalam lokasi Benteng Odo dalam menghadapi bajak laut sanggila serta sebagai bukti peradaban masyarakat rumpun Tongano yang dipimpin oleh Sipanyong dan istrinya Pada Timu.Kata Kunci: Sejarah, Benteng, Odo
SEJARAH MASJID NURUL IKHSAN KELURAHAN WALAMBENOWITE KECAMATAN PARIGI KABUPATEN MUNA (1963-2018) Ongka, La; T., H. Mursisdin
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.776 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v4i2.9894

Abstract

ABSTRAK : Tujuan utama penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan latar belakang pembangunan Masjid Nurul Ikhsan di  Kelurahan Walambenowite. (2) Untuk menjelaskan proses pembangunan Masjid Nurul Ikhsan di Kelurahan Walambenowite. (3) Untuk menjelaskan arsitektur Masjid Nurul Ikhsan Kelurahan Walambenowite dan (4) Untuk menguraikan fungsi Masjid Nurul Ikhsan dalam penyebaran dakwah Islam di Kelurahan Walambenowite.Penelitian ini adalah jenis penelitian sejarah yang bersifat deskriptif kualitattif, yakni suatu jenis penelitian dimana peneliti berusaha mendeskripsikan data-data dan fakta-fakta yang diperoleh berdasarkan bahan informasi/temuan objek yang diteliti dilapangan.Hasil penelitian ini adalah (1) Latar belakang pembangunan Masjid Nurul Ikhsan tidak dapat dipisahkan dari peran mantan raja muna La Ode Dika yang pada saat itu bermukim di kampung Rete. Pada tahun 1963 atas inisiatif dari beliau dibangunlah sebuah masjid yang berukuran 10x10 meter, (2) Dalam sejarah pembangunanya, masjid yang dibangun pada tahun 1963 ini  telah mengalami beberapa kali perpindahan lokasi dan renovasi, (3) Arsitektur bangunan Masjid Nurul Ikhsan merupakan perpaduan antara arsitektur tradisional Muna dengan gaya arsitektur Arab (4) Masjid Nurul Ikhsan memiliki fungsi yang sangat penting tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai tempat musyawarah dan tempat pendidikan untuk membina kader-kader mubaliq yang dipersiapkan untuk menyebarkan agama Islam di masyarakat Kelurahan Walambenowite
RITUAL SANGIA PADA MASYARAKAT DESA MATA KECAMATAN KAMBOWA KABUPATEN BUTON UTARA Wa Lifi, Wa Lifi; H. Jamiludin, H Jamiludin
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.652 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v2i3.6197

Abstract

ABSTRAK: Permasalahan pokok dalam penelitian adalah: (1) Bagaimana latar belakang pelaksanaan Ritual sangia pada Masyarakat Desa Mata Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara? (2) Bagaimana proses pelaksanaan Ritual sangia pada Masyarakat Desa Mata Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara? (3) Apa nilai-nilai yang terkandung dalam Ritual sangia pada Masyarakat Desa Mata Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara? (4) Apakah ada perubahan yang terjadi pada proses pelaksanaan Ritual sangia pada Masyarakat Desa Mata Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah kualitatif yang dikemukakan oleh Helius Sjamsuddin yaitu (1) Heuristik (kajian tentang sumber), (2) Kritik, dan (3) Historiografi. Penelitian menunjukkan bahwa munculnya Ritual Sangia (1) dilatarbelakangi oleh keyakinan masyarakat Desa Mata bahwa disamping manusia sebagai penghuni alam semesta juga ada makhluk lain yaitu roh para leluhur yang telah tiada. Oleh karena itu, masyarakat memikirkan keseimbangan antara hidup keduanya yaitu manusia dan roh para leluhur yang telah tiada tersebut, maksudnya bahwa manusia dan roh para leluhur tersebut saling menjaga atau tidak saling mengganggu. Untuk menciptakan keseimbangan roh para leluhur yang telah tiada antara manusia dan makhluk alam yang lain menurut kepercayaan masyarakat secara turun-temurun dapat dilakukan melalui Upacara Ritual tradisional. Salah satu jenis Upacara Ritual yang dilakukan oleh Masyarakat Desa Mata Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara adalah Ritual Sangia. (2) Pelaksanaan Ritual Sangia Dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama yaitu: Penentuan Hari Pelaksanaan Ritual Sangia (kalentu holeometa), Pembersihan Lahan, Pembuatan Rumah Kecil (kalambu-lambu), Membawa Fasilitas atau Alat-Alat Pertanian dan Hari atau Malam Pelaksanaan Ritual Sangia. Tahap kedua yaitu: Ndepopake Mote-Mote, Ndepopake Gunu dan Ndebatah Tombi (3) Nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan Ritual Sangia yaitu nilai Sejarah yang berupa manifestasi pada budaya masa lampau yang dilakukan oleh nenek moyang masyarakat Desa Mata Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara, nilai Sosial yang berupa sistem gotong royang atau kebersamaan, nilai keagamaan yang berupa keyakinan masyarakat tentang sang pencipta alam semesta dan makhluk ciptaannya dan nilai Etika yang berupa norma-norma atau nasehat-nasehat untuk dijadikan pegangan dalam menjalani kehidupan. (4) Perubahan yang terjadi dalam pelaksanaan Ritual Sangia meliputi empat aspek yaitu proses pelaksanaan Ritual yang meliputi mantera yang dibaca, suara bacaan dan peserta ritual, perubahan pada alat yang digunakan, perubahan pada bahan yang digunakan dalam pelaksanaan RitualSangia. dan perubahan nilai serta penyebabnya pada Ritual Sangia.Kata Kunci: Ritual, Sangia
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS 〖XI〗^B IPS DI SMA NEGERI 2 PARIGI Indomanan, Nurfadila; Mursidin T, H.; Hak, Pendais
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v3i1.11990

Abstract

ABSTRAK: Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk meningkatkan aktivitas mengajar guru Sejarah kelas IPS di SMA Negeri 2 Parigi melalui model pembelajaran kooperatif Tipe Make A Match. Untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah di kelas IPS di SMA Negeri 2 Parigi model pembelajaran kooperatif Tipe Make A Match. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah di kelas IPS di SMA Negeri 2 Parigi melalui model pembelajaran kooperatif Tipe Make A Match. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif Make A Match. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap, yaitu: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan, (4) Refleksi. Subyek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IPS SMA Negeri 2 Parigi dengan jumlah siswa 21 peserta didik, yang terdiri dari 15 peserta didik laki-laki dan 6 peserta didik perempuan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada aktivitas mengajar guru, aktifitas belajar siswa dan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Aktivitas mengajar guru pada siklus I mencapai persentase keberhasilan 64,28% meningkat pada siklus II menjadi 92,85%, aktifitas belajar siswa dari siklus I mencapai persentase keberhasilan 54,54% meningkat pada siklus II dengan persentase keberhasilan mencapai 90,90%, kemudian hasil belajar siswa dari siklus I mencapai persentase ketuntasan yang diperoleh 47,61%, pada siklus II meningkat dengan persentase ketuntasan 85,71% atau sebanyak 18 dari 21 siswa yang tuntas (mencapai nilai KKM) secara individual dengan mendapat nilai ?75. Kata Kunci: Kooperatif Tipe Make A Match, Hasil Belajar SiswaABSTRAC: The purpose of this study is to improve teaching activities of the class history teacher (XI) ^ B IPS in SMA Negeri 2 Parigi through the cooperative learning model Type Make A Match. To increase student learning activities on the history subject in class (XI)^ B IPS in SMA Negeri 2 Parigi Cooperative learning model Type Make A Match. To improve student learning outcomes in the subject of History in the class (XI) ^ B IPS in SMA Negeri 2 Parigi through the cooperative learning model Type Make A Match. This type of research is Classroom Action Research (CAR) by applying the Make A Match cooperative learning model. This research was conducted in two cycles. This research consists of several stages, namely: (1) Planning, (2) Implementation, (3) Observation, (4) Reflection. The subjects of this study were the teacher and students of class XI IPS B Public High School 2 Parigi with a total of 21 students, consisting of 15 male students and 6 female students. Based on the results of the study showed an increase in teacher teaching activities, student learning activities and student learning outcomes from cycle I to cycle II. Teacher teaching activities in the first cycle reached a percentage of success 64.28% increased in the second cycle to 92.85%, student learning activities from the first cycle reached a percentage of success 54.54% increased in the second cycle with a percentage of success reaching 90.90%, then student learning outcomes from the first cycle reached the percentage of completeness obtained 47.61%, in the second cycle increased with a percentage of completeness 85.71% or as many as 18 of 21 students who completed (reaching KKM scores) individually by getting a value of ?75. Keywords: Cooperative Type Make A Match, Student Learning Outcomes
IKO-IKO SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT BAJO DI DESA BOKORI KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE Adri, Adri; Anwar, H.
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.819 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v4i1.7323

Abstract

ABSTRAK: Fokus penelitian ini adalah: (1) Apa jenis iko-iko yang ada di lingkungan masyarakat Bajo di Desa Bokori, Keamatan Soropia. (2) Bagaimana fungsi Iko-Iko sebagai media pembelajaran dalam lingkungan masyarakat Bajo di Desa Bokori, Kecamatan Soropia (3) Bagaimana bentuk implementasi Iko-Iko dalam pembelajaran di Desa Bokori Kecamatan Soropia. Penelitian yang bersifat  deskriptif  kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini, berasal dari: sumber tertulis, sumber lisan, dan sumber visual. Prosedur yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengacu pada metode sejarah sesuai dengan yang ditulis oleh Sugiono, yaitu: (1) Observasi, (2) Wawancaara, (3) Studi Dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Jenis Iko-iko ada 7: (a) Danring Lao, (b)  Anak Koda Lamannang, (c) Babawang, (d) Anak Koda Hasang, (e) Suku Sama/Bajo, (f) Dilao Seheku (laut sahabatku), (g) Dayah nggai lagi darua dolu (ikan tidak sama lagi seperti dulu). (2) Fungsi Tradisi lisan Iko-Iko sebagai media pembelajaran yaitu Tradisi lisan iko-iko menjadi alat masyarakat Bajo untuk mengkonstruksi dan mereproduksi kebudayaannya. Termasuk mengkonstruksi masa depannya dan berkomunikasi dengan orang lain. Tidak mengherankan dalam tradisi lisan Komunitas Bajo dijadikan sarana bersopan santun dalam menyatakan kedermawanan, kebijaksanaan, kerendahan hati, permufakatan, penghargaan, dan kesimpatian. Oleh karena itu, tradisi lisan Komunitas Bajo dapat dijadikan dan dikembangkan sebagai media pembelajaran dalam mengembangkan karakter positif peserta didik. Agar pembelajaran lebih menyenangkan guru dapat menggunakan berbagai media pembelajaran yang inovatif. Menggunakan media dalam pembelajaran tidak hanya berperan sebagai sarana dalam membantu dalam proses pembelajaran akantetapi juga merupakan strategi pembelajaran. (3) Impementasi Iko-Iko dalam pembelajaran yaitu Lewat Iko-Iko ini genarsi suku bajo bisa menjadikannya sebagi pembelajaran ekstrakulikuler karana pembelajaran berbasis budaya bajo blum di terpkan di sekolah-sekolah formal oleh karena itu Iko Iko hadir untuk menjawab permasalahnan ini karna meskipun tidak di ajarkan di sekolah formal generasi muda bisa menjumpai bapak M. Jais, bisa belajar tenttang Iko-Iko serta nilai yang terkandung di dalamnya ada bnyak pemebelajaran lewat Iko-Iko di samping regenaris bisa mengetahui tentang budaya Iko-Iko enarasi bajo bisa juga belajar tentang sejarah,tentang kehidupan laut dan lain sebagainya. Kata Kunci: Media, Fungsi, dan pembelajaran
PENGARUH ROHIPOLIMBA TERHADAP SISTEM KEPERCAYAAN MASYARAKAT DESA SANDANG PANGAN KECAMATAN SAMPOLAWA KABUPATEN BUTON SELATAN (1938-2017) Salima, Fitri; BARLIAN, H.
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v3i2.12264

Abstract

ABSTRAK: Permasalahan pokok yang dikaji dalam penelitian ini adalah: 1) Apa latar belakang munculnya Rohipolimba terhadap sistem kepercayaan masyarakat Desa Sandang Pangan Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan? 2) Bagaimana eksistensi Rohipolimba terhadap sistem kepercayaan masyarakat Desa Sandang Pangan Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan? 3) Apa pengaruh Rohipolimba terhadap sistem kepercayaan masyarakat Desa Sandang Pangan Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan? 4) Apa faktor penyebab terjadinya pergeseran Rohipolimba terhadap sistem kepercayaan masyarakat Desa Sandang Pangan Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut Helius Sjamsuddin dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: 1) Heuristik (Pengumpulan Sumber), 2) Verifikasi (Kritik Sumber), 3) Historiografi (Penulisan Sejarah). Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Latar belakang munculnya Rohipolimba merupakan sistem kepercayaan pra-Islam Dimana masyarakat Buton mengenal dan memiliki kepercayaan yaitu pemujaan terhadap roh nenek moyang (animisme dan dinamisme), adanya pengaruh Hindu dan dalam perkembangan mengalami sinkritisasi antara kepercayaan sebelum Islam dengan kepercayaan setelah Islam masih berlangsung utamanya kepercayaan Reinkarnasi atau Rohipolimba yang berlangsung sejak abad ke-15 M sampai abad ke 19 M. 2) Eksistensi Rohipolimba masyarakat Desa Sandang Pangan mengalami alkuturasi dengan kebudayaan Buton pra-Islam kepercayaan itu terbentuk di bawah pengaruh Hindu dan islam dalam Rohipolimba terkandung dalam sufisme yang dibawah ke Buton dan penyebarannya sampai ke Desa termaksud Desa Sandang Pangan. 3) Pengaruh Rohipolimba masyarakat Desa Sandang Pangan sangat mempengaruhi pola pikir masyarakat, sehingga masyarakat meyakini dengan adanya kepercayaan ini menjadi sebuah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat sejak dahulu hingga kini. 4) Faktor penyebab terjadinya pergeseran Rohipolimba masyarakat Desa Sandang Pangan yaitu kurangnya pendidikan dan kurangnya pemahaman terhadap agama. Kata Kunci: Pengaruh, Rohipolimba, Sistem Kepercayaan ABSTRACT: The main problems examined in this study are: 1) What is the background of the emergence of Rohipolimba on the community trust system of Sandang Pangan Village, Sampolawa District, South Buton Regency? 2) What is the existence of Rohipolimba on the community trust system of Sandang Pangan Village, Sampolawa District, South Buton Regency? 3) What is the influence of Rohipolimba on the community trust system of Sandang Pangan Village, Sampolawa District, South Buton Regency? 4) What are the factors causing the Rohipolimba shift towards the community trust system in Sandang Pangan Village, Sampolawa District, South Buton Regency? The method used in this study is the historical method according to Helius Sjamsuddin with the following stages: 1) Heuristics (Collection of Sources), 2) Verification (Critical Sources), 3) Historiography (Writing History). The results showed that: 1) The background of the emergence of Rohipolimba is a pre-Islamic belief system where the Butonese know and have beliefs that is worship of ancestral spirits (animism and dynamism), the influence of Hinduism and in the development experiencing synchronization between pre-Islamic beliefs and beliefs after Islam continued its main belief was the Reincarnation or Rohipolimba which lasted from the 15th century AD to the 19th century AD 2) The existence of Rohipolimba Sandang Pangan villagers experienced alkuturation with pre-Islamic Buton culture that belief was formed under the influence of Hinduism and Islam in Rohipolimba contained in Sufism below to Buton and its spread to the village referred to as Sandang Pangan Village. 3) The influence of Rohipolimba in Sandang Pangan Village greatly influences the mindset of the community, so that the community believes that this belief has become a tradition carried out by the community since then until now. 4) Factors causing the shifting Rohipolimba Sandang Pangan Village community is lack of education and lack of understanding of religion. Keywords: Influence, Rohipolimba, Trust Systems
SEJARAH LIMBO TOMOAHI DALAM SISTEM PEMERINTAHAN BARATA KULISUSU (1605-1956) Asmar, Asmar; H. Barlian, H.
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.859 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v4i1.7341

Abstract

ABSTRAK: Tujuan utama penelitian ini adalah: 1) Untuk menjelaskan latar belakang terbentuknya Limbo Tomoahi dalam sistem Pemerintahan Barata Kulisusu 1605-1956, 2) Untuk mendeskripsikan faktor-faktor Pembentukan Limbo Tomoahi Dalam sistem Pemerintahan Barata Kulisusu 1605-1956, 3) Untuk menjelaskan perkembangan Limbo Tomoahi Dalam sistem Pemerintahan Barata Kulisusu dari tahun 1605-1956.            Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) pengumpulan sumber (heuristik) yaitu, kegiatan peneliti untuk memperoleh data; 2) kritik sumber (verifikasi) yaitu, untuk mengetahui otentitas (keaslian) dan kredibilitas (kebenaran) data yang berhasil dikumpulkan; 3) Penulisan sejarah (historiografi) yaitu, menyampaikan sintesis dalam bentuk kisah sejarah dalam 3 tahap, yaitu interpretasi (penafsiran), eksplanasi (penjelasan), dan ekspose (penyajian).Hasil penelitian menunjukan bahwa: Latar Belakang Terbentuknya Limbo Tomoahi dilihat dari beberapa faktor yaitu: (a) Faktor wilayah, (b) Faktor sosial budaya, (c) Faktor pertanian. Faktor terbentuknya Limbo Tomoahi dalam sistem pemerintahan Barata Kulisusu ialah: Proses awal pembentukan limbo Tomoahi dari musyawarah kepala adat dan para tokoh-tokoh masyarakat yang berinisiatif untuk membentuk sebuah Limbo karena melihat pertumbuhan penduduk yang begitu pesat dan persyaratan pembentukan salah satu Limbo sudah sepenuhnya dimiliki oleh Tomoahi pada saat itu seperti jumlah penduduk, luas wilayah, sosial budaya, dan kehidupan masyarakatnya, sehingga tidak bisa dipungkiri, bahwasanya Limbo Tomoahi sudah layak dibentuk. Ini semua berkat antusiasme kepala kampung dan tokoh-tokoh masyarakat.Perkembangan Limbo Tomoahi dalam pemerintahan Lakino Kulisusu Tahun 1605-1956 secara umum menunjukan perkembangan yang lebih baik seperti dalam bidang politik Limbo Tomoahi menunjukan pemerintahan yang sudah cukup maju seperti penyusunan hukum-hukum yang berlaku tentang pengangkatan aparat. Dalam bidang ekonomi masyarakat Limbo Tomoahi semakin maju ke arah kesejahteraan dengan memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia dalam mengelola perkebunan. Dalam bidang sosial Limbo Tomoahi selalu menjunjung tinggi rasa kebersamaan dalam setiap kegiatan baik itu pembukaan lahan ataupun dalam upacara kematian. Selanjutnya, perpindahan wilayah dari Tangkeno Tomoahi ke Epe membuat Limbo Tomoahi menjadi semakin dekat dengan pusat pemerintahan Barata Kulisusu yang membuat Limbo Tomoahi dapat berhubungan secara langsung dengan pusat pemerintahan. Kata kunci: Pemerintahan, Limbo, Lakino Kulisusu
SEJARAH BANDARA MATAHORA DI PULAU WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI (2007-2017) Asmiani, Asmiani; Hayari, Hayari
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.653 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v3i3.12820

Abstract

ABSTRAK: Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah: (1) Apa latar belakang pembangunan Bandara Matahora di Pulau Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi, (2) Apa kendala yang dihadapi dalam pembangunan Bandara Matahora di Pulau Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi? (3) Apa dampak yang ditimbulkan terhadap pembangunan Bandara Matahora di Pulau Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi? dan (4) Bagaimana Perkembangan pembangunan Bandara Matahora di Pulau Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi? Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang dikemukakan oleh Helius Sjamsuddin, yang terdiri atas 3 tahap yaitu: (1) Heuristik yakni mencari sumber melalui wawancara, studi kepustakaan, dan penelitian lapangan, (2) Kritik Sumber terdiri atas kritik eksternal dan kritik internal guna mendapat data yang akurat, (3) Historiografi yang dimaksudkan dalam bentuk karya tulis kronologis, sistematis dan ilmiah. Penelitian ini menunjukan bahwa latar belakang perkembangan Bandara Matahora berawal dari pemikiran atau ide bupati wakatobi Ir. Hugua yang yang tergambar dalam visi misinya membangun dan menjadikan Kabupaten Wakatobi menjadi daerah yang digemari oleh banyak orang dengan visi “Terwujudnya Surga Nyta Bawah Laut di Pusat Segitiga Karang Dunia” (2) Kendala yang dihadapi dalam pembangunan Bandara Matahora dapat dilihat dari pandangan masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk respon dari masyarakat berkaitan dengan pembangunan Bandara Matahora serta kecenderungan rencana yang dilakukan pasca Bandara terbangun. Respon yang dimaksud adalah respon mengenai pembangunan Bandara Matahora. Misalnya dari satu pihak menerima adanya Bandara Matahora dipihak lain ada yang menolak pembangunan Bandara Matahora. (3) Dampak dari pembangunan Bandara Matahora ialah terdapat dampak yang bersifat positif dan yang bersifat negatif bagi masyarakat dan daerah. (4) Perkembangan pembangunan Bandara Matahora dari tahun ke tahun semakin bagus, dimana Bandara yang menjadi kebanggaan masyarakat tersebut digunakan dengan semaksimal mungkin dan pembangunan tambahan Bandara terus berkelanjutan hingga saat ini. Disamping itu, banyak wisatawan dalam dan luar negeri yang menggunakan Bandara Matahora tersebut sebagai alternatif yang memungkinkan perjalanan masyarakat bisa dijangkau dengan cepat. Kata Kunci: Sejarah, Bandara Matahora, Pulau Wangi-Wangi, dan Wakatobi ABSTRACT: The main problems in this study are: (1) What is the background of the development of Matahora Airport on Wangi-Wangi Island, Wakatobi Regency, (2) What are the obstacles faced in the construction of Matahora Airport on Wangi-Wangi Island, Wakatobi Regency? (3) What are the impacts on the construction of Matahora Airport on Wangi-Wangi Island, Wakatobi Regency? and (4) How is the development of Matahora Airport development on Wangi-Wangi Island, Wakatobi Regency? This research uses the historical method proposed by Helius Sjamsuddin, which consists of 3 stages, namely: (1) Heuristics which is looking for sources through interviews, library research, and field research, (2) Source Criticism consists of external criticism and internal criticism in order to obtain data accurate, (3) Historiography intended in the form of chronological, systematic and scientific writing. This research shows that the background of the development of Matahora Airport originated from the thoughts or ideas of the Regent of Wakatobi, Ir. Hugua, who is depicted in his vision and mission to build and make Wakatobi Regency a favorite area for many people with the vision of "Realizing the Underwater Paradise of the Sea at the Center of the World Coral Triangle" (2) Constraints faced in the construction of Matahora Airport can be seen from the view of the community that is realized in the form of response from the public relating to the construction of Matahora Airport and the tendency of plans to be carried out after the Airport was built. The response in question is the response regarding the construction of Matahora Airport. For example, from one party accepting the existence of Matahora Airport, on the other hand there are those who reject the construction of Matahora Airport. (3) The impact of Matahora Airport development is that there are positive and negative impacts on the community and the region. (4) The development of the Matahora Airport development from year to year is getting better, where the Airport which is the pride of the community is used to the maximum extent possible and the construction of additional airports continues to the present. In addition, many domestic and foreign tourists who use the Matahora Airport as an alternative that allows people's trips can be reached quickly. Keywords: History, Matahora Airport, Wangi-Wangi Island, and Wakatobi

Page 10 of 21 | Total Record : 208


Filter by Year

2016 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 4 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 4 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 4 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO More Issue