cover
Contact Name
buhari
Contact Email
pend.sejarah.fkip@uho.ac.id
Phone
+6285241919232
Journal Mail Official
pend.sejarah.fkip@uho.ac.id
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Sulawesi Tenggara – Indonesia Telp Kantor/HP : 04013127180 / 085241919232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25026666     EISSN : 25026674     DOI : https://doi.org/10.36709/jpps
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan November. Terbitan awal Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO yaitu Volume 1 nomor 1 Maret 2016. Tujuan dari adanya publikasi pada jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual dan hasil penelitian. Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO merupakan wadah ilmiah untuk mempublikasikan berbagai hasil penelitian mahasiswa, dosen, maupun guru, dengan Ruang lingkup Jurnal memuat tentang kajian Pendidikan Sosial-Budaya khususnya aspek: Pendidikan Sejarah, Etnopedagogik, Kajian Sejarah Lokal, Kajian kearifan lokal sebagai modal pendidikan dan penguatan karakter.
Articles 208 Documents
PENERAPAN MEDIA PETA KONSEP SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH PADA SISWA KELAS XI IPS 1 SMAN 1 WATOPUTE Rahmania, Rahmania; M., Aswati; Haq, Pendais
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.514 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v1i1.7351

Abstract

ABSTRAK Fokus penelitian ini mengacu pada beberapa permasalahan dasar yaitu (1) Apakah Penerapan Media Peta Konsep dalam pembelajaran sejarah di Kelas XI IPS 1 SMAN 1 Watopute dapat meningkatkan efektifitas Mengajar guru? (2) Apakah Penerapan media Peta Konsep dalam pembelajaran sejarah dikelas  XI IPS 1 SMAN Watopute dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa? (3) Apakah penerapan Media Peta Konsep dalam Pembelajaran Sejarah dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas XI. IPS 1 SMAN 1 Watopute?Penelitian telah dilakukan pada bulan Februari-Maret 2016 di kelas XI IPS1 SMA Negeri 1 Watopute yang telah dilaksanakan dengan prosedur penelitian (a) perencanaan (b) pelaksanaan tindakan (c) observasi dan evaluasi (d) refleksi. Dilakukan dalam dua siklus tiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan yang penjabarannya 2 kali pertemuan untuk tatap muka pembelajaran atau pemberian perlakuan dan 1 kali pertemuan ke-tiga untuk tes hasil belajar. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 SMAN 1 Watopute yang berjumlah 30 orang.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Penggunaan media peta konsep dalam pembelajaran sejarah di kelas XI IPS 1 SMAN 1 Watopute dapat meningkatkan efektifitas mengajar guru dimana pada siklus I hanya mencapai 71,42% dan pada siklus II mengalami peningkatan yang sangat signifikan yaitu mencapai 100%. (2) Penggunaan media peta konsep dalam pembelajaran sejarah di kelas XI IPS 1SMAN 1 Watopute dapat meningkatkan aktivitas  belajar siswa, dimana pada siklus I hanya mencapai 66,66% sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan yang sangat signifikan yaitu mencapai 100%. (3) penggunaan media peta konsep  hasil belajar siswa dikelas XI IPS 1 SMAN 1 Watopute mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang dilaksanakan pada siklus I siswa yang tuntas  18 0rang (60%) sedangkan yang tidak tuntas 12 orang (40%). Pada siklus II siswa tuntas meningkat menjadi 27 orang (90%) dan yang tidak tuntas 3 orang (10%).
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK PADA MATA PELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI AKTIVITAS EKONOMI DAN SUMBER DAYA ALAM DI KELAS IV SDN 8 TONGKUNO KABUPATEN MUNA Maut, Wa Ode Arini
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.514 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v4i3.12866

Abstract

ABSTRAK: Masalah pokok penelitian ini adalah apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick pada mata pelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi aktivitas ekonomi dan potensi sumber daya alam di kelas IV SDN 8 Tongkuno Kabupaten Muna? Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi aktivitas ekonomi dan potensi sumber daya alam melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick pada mata pelajaran IPS di kelas IV SDN 8 Tongkuno Kabupaten Muna. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SDN 8 Tongkuno Kabupaten Muna pada semester genap Tahun Pelajaran 2018/2019 dengan jumlah siswa 23 orang, yang terdiri dari 10 orang laki-laki  dan 13 orang perempuan. Data penelitian ini diperoleh dari tes hasil belajar untuk melihat keberhasilan belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran Talking Stick,  lembar observasi untuk guru dan siswa untuk melihat kondisi pelaksanaan tindakan. Prosedur penelitian ini terdiri dari: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan evaluasi, dan (4) refleksi. Sumber data penelitian ini adalah guru dan siswa. Jenis data  dalam penelitian ini adalah data kuantitatif  adalah hasil belajar siswa yang diambil dengan menggunakan tes hasil belajar, dan data kualitatif diambil dari hasil  observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa. Data hasil penelitian pada siklus I siswa tuntas berjumlah 14 siswa dengan persentase 60,9% dan siswa tidak tuntas berjumlah 9 siswa dengan persentase 39,1% dengan nilai rata-rata siswa 70,2. Keberhasilan aktivitas mengajar guru pertemuan pertama sebesar 63,64% dan pertemuan kedua sebesar 72,73%. Data hasil penelitian pada siklus II siswa tuntas berjumlah 20 siswa dengan persentase 87% dan siswa tidak tuntas berjumlah 3 siswa dengan persentase 13% dengan nilai rata-rata siswa 81. Keberhasilan aktivitas mengajar guru pertemuan pertama sebesar 90,91% dan pertemuan kedua sebesar 100%. Kata Kunci: Model, Hasil Belajar, Talking Stick ABSTRACT: The main problem of this research is whether the use of the Talking Stick type cooperative learning model in social studies subjects can improve student learning outcomes on economic activity material and natural resource potential in class IV SDN 8 Tongkuno Muna Regency? The research objective is to improve student learning outcomes on economic activity material and natural resource potential through the use of a Talking Stick type cooperative learning model in social studies subjects in class IV SDN 8 Tongkuno Muna Regency. This research was conducted in class IV SDN 8 Tongkuno Muna Regency in the even semester of the 2018/2019 Academic Year with a total of 23 students, consisting of 10 men and 13 women. The data of this study were obtained from the learning achievement test to see the success of student learning after the application of the Talking Stick learning model, observation sheets for teachers and students to see the conditions of action implementation. The procedure of this research consists of: (1) planning, (2) implementing actions, (3) observation and evaluation, and (4) reflection. Data sources of this research are teachers and students. The type of data in this study is quantitative data is the learning outcomes of students taken using learning outcomes tests, and qualitative data taken from observations of teacher activities and student activities. The results of research in the first cycle of students complete 14 students with a percentage of 60.9% and 9 students who did not complete the number of students with a percentage of 39.1% with an average value of 70.2 students. The success of the teaching activities of the first meeting teachers was 63.64% and the second meeting was 72.73%. The results of the research in the second cycle of students completed 20 students with a percentage of 87% and students who did not complete numbered 3 students with a percentage of 13% with an average value of students 81. The success of teaching activities of the first meeting teacher was 90.91% and the second meeting was 100 %. Keywords: Model, Learning Outcomes, Talking Stick
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI PADA SISWA KELAS XI IPS MA ANNUR AZZUBAIDI KONAWE Zaskia, Kiki; Mursidin T, Mursidin T; Hayari, Hayari
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 4 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.925 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v4i4.12875

Abstract

ABSTRAK: Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Apakah penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dapat meningkatkan efektivitas mengajar pada guru sosiologi kelas XI IPS MA Annur Azzubaidi? 2) Apakah penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dapat meningkatkan aktivitas belajar sosiologi pada siswa kelas XI IPS MA Annur Azzubaidi? 3) Apakah penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dapat meningkatkan hasil belajar sosiologi pada siswa kelas XI IPS MA Annur Azzubaidi?. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas  XI IPS MA Annur Azzubaidi Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe yang berjumlah 26 orang siswa putri. Aspek yang diteliti adalah guru, siswa dan hasil belajar. Prosedur penelitian tindakan kelas terdiri dari 2 siklus pelaksanaan penelitian tindakan tiap siklus dilakukan melalui empat tahap yaitu : 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan Tindakan, 3) Observasi dan Evaluasi serta 4) Refleksi. Indikator keberhasilan proses tindakan  yaitu : 1) Indikator efektivitas mengajar guru dikatakan tuntas apabila 90% telah melaksanakan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) 2) Indikator aktivitas siswa dikatakan tuntas apabila 90% telah melaksanakan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) 3) Indikator hasil belajar sosiologi dikatakan tuntas apabila 80% siswa telah tuntas dengan perolehan nilai 72 atau lebih, sesuai dengan KKM yang ditetapkan sekolah sebesar 72. Penelitian menunjukkan bahwa 1) Efektivitas mengajar guru dalam melaksanakan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) yaitu pada siklus I sebesar 84,61% siklus II  sebesar 100%, 2) Aktivitas belajar siswa juga meningkat dengan skor perolehan siklus I sebesar 83,33% siklus II sebesar 100% 3) Hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS MA Annur Azzubaidi Kecamatan Meluhu Kabupaten Konawe dapat ditingkatkan melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning), hal ini terlihat pada siklus I nilai rata-rata siswa 79,56 dengan persentase ketuntasan 61,53% adapun pada siklus II nilai rata-rata siswa 88,12 dengan persentase ketuntasan 82,60% sehingga ketuntasan belajar siswa tercapai. Kata Kunci: Efektivitas, Aktivitas, Hasil Belajar         ABSTRACT: The problems in this study are 1) Does the application of the problem based learning model can improve the effectiveness of teaching in class XI IPS MA Annur Azzubaidi sociology teachers? 2) Can the application of the problem based learning model improve sociology learning activities for students of class XI IPS MA Annur Azzubaidi? 3) Does the application of the problem based learning model can improve sociology learning outcomes in class XI IPS MA Annur Azzubaidi ?. This research is a Classroom Action Research (CAR) by applying a problem based learning model. The subjects of this study were students of class XI IPS MA Annur Azzubaidi, Meluhu District, Konawe District, totaling 26 female students. The aspects studied were teacher, student and learning outcomes. Classroom action research procedure consists of 2 cycles of action research implementation each cycle carried out through four stages, namely: 1) Planning, 2) Implementation of Actions, 3) Observation and Evaluation and 4) Reflection. Indicators of the success of the action process are: 1) Indicators of teaching effectiveness of teachers are said to be complete if 90% have implemented problem based learning models 2) Indicators of student activities are said to be complete if 90% have implemented problem based learning models (problem based learning) 3 ) Indicators of sociology learning outcomes are said to be complete if 80% of students have completed with 72 or more, in accordance with the KKM set by schools by 72. Research shows that 1) The effectiveness of teaching teachers in implementing problem-based learning models, namely on cycle I amounted to 84.61% cycle II amounted to 100%, 2) Student learning activities also increased with the acquisition score of cycle I amounted to 83.33% cycle II amounted to 100% 3) Sociology learning outcomes of students of class XI IPS MA Annur Azzubaidi District Meluhu District Konawe can be improved through the application of problem based learning models (problems based learning), this can be seen in the first cycle the average value of students 79.56 with a percentage of completeness 61.53% as for the second cycle the average value of students 88.12 with a percentage of completeness 82.60% so that students' mastery learning is achieved. Keywords: Effectiveness, Activities, Learning Outcomes
SEJARAH ORANG BONE DI KECAMATAN KABAENA BARAT KABUPATEN BOMBANA (1908-2015) Asmara, Asmira; Hadara, Ali; Sulaiman, h. Abd Rauf
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.211 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v1i1.7358

Abstract

ABSTRAK            Fokus utama penelitian ini mengacu pada empat permasalahan yaitu (1) Bagaimana Sejarah Kedatangan Orang Bone di Kabaena Barat Tahun 1908-2016? (2) Apa sebab umum dan sebab khusus kedatangan orang bone di Kecamatan Kabaena Barat tahun 1908-2016?, (3) Bagaimana interaksi sosial orang Bone di Kecamatan Kabaena Barat? (4) Bagaimana keadaan social ekonomi orang Bone di kecamatan Kabaena Barat tahun 1908-2016).Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yaitu: (a) Pengumpulan data melalui kepustakaan dan penelitian lapangan. (b) Kritik data yang dilakukan melalui kritik ekstern dan entern guna mendapatkan data yang akurat. (c) Historiografi yakni hasil penafsiran (interpretasi) dituangkan dalam bentuk tulisan secara sistematis dan kronologis.Temuan penelitian menunjukkan bahwa : (1) Proses kedatangan Orang Bone di Kecamatan Kabaena Barat Kabupaten Bombana dilakukan dengan dua tahap, tahap pertama dilakukan oleh Andi Mallorongeng beserta pengikutnya yang bertujuan untuk mencari tempat persembunyian dari pemerintah Belanda. Tahap kedua keluarga orang Bone yang sudah menetap dan memanggil keluarganya yang ada di Bone (2) Kedatangan orang Bone di Kecamatan Kabaena Barat, terdiri atas dua sebab pendorong dan sebab penarik: (a) sebab pendorong terdiri dari faktor ekonomi, faktor mata pencaharian dan faktor sosial. (b) sebab penarik terdiri dari faktor geografis dan faktor potensi alam di Kecamatan Kabaena Barat. (c) faktor Petualang (3) Interaksi Sosial Orang Bone Dengan Penduduk Setempat di Kecamatan Kabaena Barat dapat dilihat pada hubungan kemasyarakatan mereka baik sesama orang Bone maupun terhadap penduduk asli dalam hal ini Suku Moronene. Salah satu hubungan sosial antara orang Bone dengan penduduk setempat dikenal dengan istilah “Mappasisele” yakni hasil melaut sperti ikan biasanya ditukarkan dengan hasil bertani seperti umbi-umbian. (4) Keadaan Sosial Ekonomi Orang Bone di Kecamatan Kabaena Barat jauh lebih baik dibandingkan berada di daerah asalnya. Hal ini dikarenakan banyaknya potensi alam yang di Kecamatan Kabaena Barat. Kata Kunci: Sejarah, Orang Bone, dan Sosial Ekonomi
DINAMIKA SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT TANI DI KELURAHAN RANOMEETO KABUPATEN KONAWE SELATAN (1953-2015) Arsam, Fendy Imaduddin; Anwar, H.; M., Aswati
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.273 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v1i1.7363

Abstract

ABSTRAKSubtansi penelitian ini mengacu pada tiga aspek permasalahan dasar (1) Latar belakang kehidupan sosial ekonomi masyarakat tani Kelurahan Ranomeeto (2) Dinamika sosial ekonomi masyarakat tani Kelurahan Ranomeeto  antara tahun 1953-2015 (3) Dampak dinamika sosial ekonomi pada masyarakat tani di Kelurahan Ranomeeto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan prosedur mengacu pada Kuntowijoyo, yang terbagi lima tahapan yaitu: (1) Pemilihan topik, (2) Pengumpulan sumber, (3) Verifikasi (kritik sejarah, keabsahan sumber), (4) Interpretasi: analisis dan sintesis, (5) Penulisan (historigrafi).     Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang masyarakat tani di Kelurahan Ranomeeto mengolah lahan pertanian adalah karena keadaan alam wilayah Kelurahan Ranomeeto yang jauh dari laut dan sebagian besar merupakan dataran rendah, yang dikelilingi perbukitan, banyak rawa-rawa dan tanah yang subur. Sehingga masyarakatnya melakukan kegiatan cocok tanam dalam pemenuhan kebutuhan ekonominya. Masyarakat Tolaki merupakan yang pertama kali mengolah lahan pertanian dengan menerapkan sistem perladangan berpindah-pindah. Kemudian tahun 1953 dan 1959 orang-orang Jawa bertransmigrasi di Kelurahan Ranomeeto yang kemudian megembangkan sistem pertanian menetap. (2) Dinamika sosial ekonomi masyarakat tani di Kelurahan Ranomeeto secara kronologis pembabakan prosesnya dapat dibagi ke dalam tiga fase yakni; pertama, masa sebelum Revolusi Hijau tahun 1953-1967 yang ditandai dengan transmigrasi orang-orang Jawa dan kedua, masa Revolusi Hijau antara tahun 1967-1985 ditandai dengan kebijakan-kebijakan pemerintah Orde Baru di bidang pertanian seperti melalui program BIMAS, yang mengubah sistem pertanian masyarakat secara mendasar, penggunaan bibit unggul, pemupukan dengan bahan kimia, dan sebagainya.  Sedangkan yang Ketiga, masa setelah Revolusi Hijau tahun 1985-2015 yang terbagi lagi ke dalam dua bagian yakni: pertama, masa perkembangan masyarakat tani setelah Revolusi Hijau salah satunya ditandai dengan kebijakan bekerjasama dengan JICA, yang membawa perubahan teknologi pertanian yang lebih modern dari tradisional ke mesin. dan yang kedua, masa degradasi masyarakat tani yang gejalanya mulai bisa dilihat pada tahun 1998. Banyak petani beralih profesi dan sawah banyak yang berkonversi. (3) Dampak yang ada berupa dampak yang bernilai positif, yakni: (1) Tingkat pendidikan merata, dan (2) Berkurangnya angka kemiskinan. Serta dampak yang bernilai negatif, yakni : (1) Pergeseran nilai dalam masyarakat, (2) Hilangnya minat generasi muda untuk bekerja di sektor pertanian, dan  (3) Alih fungsi lahan pertanian. Kata Kunci: Dinamika, Sosial Ekonomi, dan Masyarakat Tani
PERKEMBANGAN PENGOLAHAN SAGU DI DESA KIAEA KECAMATAN PALANGGA KABUPATEN KONAWE SELATAN (1995-2014) Rispan, Rispan; M., Aswati; Haq, Pendais
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.044 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v1i1.7368

Abstract

ABSTRAKUlasan dan Fokus penelitian ini mengacu pada permasalahan (1) apa yang  melatarbelakangi pengolahan sagu di Desa  Kiaea (2) Bagaimana proses pengolahan sagu di Desa  Kiaea (3) Faktor-faktor apa yang mempengaruhi perkembangan pengolahan sagu di Desa  Kiaea (4) Bagaimana  akibat perkembangan pengolahan sagu terhadap kehidupan masyarakat pengolah sagu di Desa  Kiaea.Metode yang digunakan dalam Hasil Penelitian ini adalah metode sejarah menurut Helius Sjamsuddin yang terdiri dari (1) Heuristik (Pengumpulan Sumber), (2) Kritik Sumber (kritik internal dan eksternal), dan (3) Historiografi (Penulisan) yang terdiri dari (Interpretasi, Eksplanasi, dan Ekspose). Kajian pustaka dalam Penelitian ini menggunakan Konsep Perkembangan, Konsep Masyarakat Petani, Konsep Sagu, Konsep Sosial Ekonomi, dan Konsep Distribusi, Produksi, dan Konsumsi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Latar belakang pengolahan sagu di Desa Kiaea Kecamatan Palangga Kabupaten Konawe Selatan adalah: pertama karena sagu merupakan makanan pokok sebagian masyarakat Tolaki selain beras, kedua sagu merupakan salah satu sistem mata pencaharian masyarakat Desa Kiaea yang berlangsung secara turun temurun (tradisi), ketiga sumber daya dan potensi lahan yang memadai sangat menunjang untuk usaha tersebut, keempat mengolah sagu tidak butuh modal banyak, dan kelima sebagai sumber pendapatan ekonomi bagi keluarga pengolah sagu. (2) Proses pengolahan sagu di Desa Kiaea terdiri dari dua tahap yakni proses pengolahan sagu secara tradisional (manual) alat-alatnya terdiri dari: Suli (betel), Saku (alat untuk monokok), Tambu-Tambu (timba), Sandu (sendok), Basu ndinggawu (alat pengangkut sagu), Landaka, (tempat menyaring ampas-ampas sagu),  dan sistem pengolahan sagu secara modern (menggunakan mesin). (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan pengolahan sagu di Desa Kiaea terdiri dari dua faktor yaitu: Faktor teknologi disebabkan oleh adanya proses sebuah transformasi yang terjadi dalam pengolahan sagu yakni perubahan dari sistem tradisional menjadi sistem modern (mesin).  Dan faktor ekonomi  disebabkan oleh adanya Peranan modal dalam pengembangan usaha sagu. Karena hasil akhir dari pengolahan sagu adalah sumber pendapatan bagi masyarakat pengolah sagu. (4) Akibat perkembangan pengolahan sagu di Desa Kiaea terdiri dari tiga antara lain: Dibidang sosial dan ekonomi dapat terpenuhi kebutuhan primer keluarga Dibidang budaya terjadi perubahan budaya dalam aspek pengolahan, dan Dibidang pendidikan dan kesehatan dapat terpenuhi dengan perkembangan berupa penggunaan alat modern/mesin dalam pengolahan sagu. Kata Kunci: Sagu, Sejarah dan Orang Tolaki
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS IVA SD NEGERI 12 POASIA KENDARI Rusuli, La
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.821 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v2i2.8471

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini sebagai action research atas permasalahan yang dialami di kelas baik dari aspek sisiwa maupun guru. Olehnya itu tujuan penelitian ini bahwa melalui penerapan model kooperatif tipe STAD diharapkan dapat (1). Peningkatan aktivitas guru, (2) peningkatan  aktivitas siswa, (3) meningkatkan hasil belajar siswa. Secara metodologi penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan metode atau langkah-langkah pembelajaran IPS di kelas IV A SD Negeri 12 Poasia dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dalam bentuk kolaborasi  dengan guru lain yang dilaksanakan selama dua siklus pada semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015. Tujuan utama dari penelitian ini adalah merumuskan langkah-langkah pembelajaran IPS secara kooperatif tipe STAD. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus I interaksi belajar antar siswa masih kurang hal ini berimplikasi pada prestasi belajarnya, namun pada pelaksanaan siklus II frekuensi siswa saling membantu dan bertanya pada siswa lain sehingga berimplikasi pada prestasi belajarnya. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan bahwa prestasi belajar IPS siswa meningkat secara signifikan dengan nilai rata – rata 76,83 pada siklus II dan ini lebih baik jika dibandingkan dengan nilai rata – rata 60,75 pada siklus I. Pada siklus II pula sebanyak 35 siswa (87,5%) yang telah mencapai ketuntasan belajar. Aktivitas belajar siswa juga mengalami peningkatan dari 6 kelompok (60%) yang aktif pada siklus I menjadi 9 kelompok (90%) yang aktif pada siklus II. Sebagai implikasi yang diperoleh dari hasil penelitian ini, disarankan agar pembelajaran IPS secara kooperatif khususnya pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat dijadikan alternatif pembelajaran IPS yang berpusat kepada siswa, dan dilaksanakan dengan pendekatan kontekstual  . Kata Kunci: Model Kooperatif Tipe STAD, Peningkatan, dan Hasil Belajar
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) SISWA KELAS VI SD NEGERI 3 DURUKA SAMRIA, SAMRIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.426 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v2i1.8478

Abstract

ABSTRAKPenelitian dilakukan semata-mata untuk memperbaiki proses dan hasil pembelajaran. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar  IPS siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teamss  Achievement Divisions kelas VI SD Negeri 3 Duruka. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 3 Duruka dengan jumlah siswanya 24  orang yang terdiri dari laki-laki 10 orang dan  perempuan 14 orang. Prosedur pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari dua siklus. Adapun prosedur penelitian ini adalah: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan; (3) observasi dan evaluasi; (4) refleksi. Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang dicapai seperti apa yang telah didesain dalam faktor-faktor yang diteliti. Sumber data penelitian yaitu terdiri dari siswa dan guru. Jenis data yang didapatkan adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data tersebut diperoleh dari tes hasil belajar, lembar observasi dan jurnal. Teknik pengumpulan data, (1) data tentang kondisi pembelajaran diperoleh dengan menggunakan lembar observasi; (2) data tentang hasil belajar siswa diperoleh dengan menggunakan alat evaluasi hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD ( student teams achievement division) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 3 Duruka pada pembelajaran IPS. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I yang mencapai 73,75 dengan tingkat ketuntasan belajar mencapai 54,16%, sedangkan pada siklus II rata-rata siswa mencapai 90 dengan ketuntasan belajar siswa mencapai 91,6%. Aktivitas guru mengalami peningkatan pada setiap siklus di mana pada siklus I terdapat 66,6% dan pada siklus II mencapai 100%. Aktivitas siswa mengalami peningkatan pula di mana pada siklus I terdapat 66,6% dan pada siklus II mencapai 100%.  Oleh karena itu, hipotesis tindakan tercapai pada siklus II. Kata Kunci: Peningkatan, Model STAD, dan Hasil Belajar
PERKEMBANGAN PEMBINAANMORAL REMAJA DALAM LINGKUNGAN KELUARGA PETANI DI DESA MOWILA KECAMATAN MOWILA KABUPATEN KONAWE SELATANTAHUN 1960-2015 -, Nevi Asriani -; -, H. Mursidin T -
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.434 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v1i2.6097

Abstract

ABSTRAK            Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana perkembangan pembinaan moral anak remaja dalam lingkungan keluarga petani di Desa Mowila Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan tahun 1960-2015? (2) Bagaimana faktor-faktor penghambat orang tua dalam membina moral anak remaja di lingkungan keluarga petani di Desa Mowila Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah.Menurut Helius Sjamsuddin, yang terdiri atas: (1) Heuristik, yakni pengumpulan data melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, (2) Verifikasi, yakni penilaian terhadap keautentikan dan keabsahan data, dan  (3) Historiografi, yakni mencakup penafsiran (interpretasi), penjelasan (eksplanasi), dan penyajian (ekspose). Sedangkan kajian pustaka yang digunakan dalam penelitian ini yaitu konsep moral, konsep remaja, konsep keluarga, konsep petani dan upaya penanggulangan pembinaan moral remaja. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa: (1) Perkembangan pembinaan moral anak remaja dalam lingkungan keluarga petani di Desa Mowila Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan tahun 1960-2015 terbagi atas dua periode, dimana periode 1960-1980 merupakan periode pembinaan moral yang diperankan sepenuhnya oleh keluarga inti dari ayah (o’ama) dan ibu (o’ina). Bentuk pembinaan moral pada periode ini juga bersifat tradisional seperti pemberian pengajaran baik sedang dalam melakukan pekerjaan di sawah (meindio i galu) maupun sedang istrahat (mena’o-na’o). Selain itu pembinaan moral juga disampaikan melalui cerita dongeng (menango) dan pengajaran melalui budaya dan adat Tolaki (o’sara) seperti adab mengundang (mounda). Sedangkan pada periode 1980-2015 maerupakan pembinaan moral yang sifatnya sudah tidak sama dengan sebelumnya. Hal ini dikarenakan tersedianya sekolah formal tempat untuk memberikan pembinaan moral kepada peserta didik, sehingga orang tua tidak sepenuhnya memberikan pengajaran serta pembinaan moral kepada anaknya. (2) faktor-faktor penghambat orang tua dalam membina moral anak remaja di lingkungan keluarga petani di Desa Mowila Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan yaitu karena pada zaman sekarang anak-anak kebanyakan telah dipengaruhi oleh lingkungan (teman sepermainan) seperti anak sering mengikuti tingkah laku teman-temannya yang berbau negatif yang banyak dicontoh dari media massa seperti televisi dan internet. Kata kunci: Pembinaan, Moral,  Faktor-Faktor
SEJARAH DIBENTUKNYA FATO GHOERANO DIKERAJAAN MUNA 1600-1920 Joni, Joni; Untarti, Dade Prat
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.893 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v4i2.9828

Abstract

ABSTRAK: Permasalahan dalam penelitian ini membahas mengenai latar belakang dibentuknya fato ghoerano di Kerajaan Muna 1600-1920, proses dibentuknya fato ghoerano di Kerajaan Muna 1600-1920 dan dampaknya terhadap kerajaan Muna 1600-1920.      Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah menurut Helius Samsudin dimana tata kerja metode ini adalah (1) Heuristik (teknik pengumpulan data) (2) Kritik Sumber (analisis data) (3) Interprestasi (penafsiran) (4) Historiografi (penyusunan penulisan).Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibentuknya fato ghoerno karna pertambahan jumlah penduduk menyebabkan perluasan area pemukiman dan perluasan wilayah kerajaan. Luasnya wilayah kerajaan jelas menyulitkan bagi seorang raja dalam menjalankan pemerintahan serta dalam mengontrol seluruh wilayah kerajaan. Demikian pula halnya yang dialami raja La Titakono di kerajaan Muna pada tahun 1920 dimana terjadi pertumbuhan penduduk yang cepat sehingga kerajaan Muna pada saat itu bertambah luas. Untuk mengatasi hal itu maka raja La Titakono membagi wilayah kerajaan Muna menjadi fato ghoera (empat wilayah). Proses dibentuknya fato ghoerano dikerajaan muna 1600-1920 untuk memperlancar jalannya pemerintahan di daerah, olehnya La Titakono membagi wilayah kerajaan Muna menjadi empat 4 wilayah (fato ghoerano) dan tiap-tiap ghoera (kepala daerah) mempunyai hak untuk mengatur sendiri daaerahnya. Pembentukan pemerintahan Ghoera memberikan dampak yang postif dalam mengatur sistem pemerintahan, daerah-daerah diberi wewenang untuk mengatur rumah tangganya sendiri sehingga sangat membantu tugas dari raja Muna dalam menjalankan pemerintahan. Kata Kunci: Latar Belakang, Proses, Dampak, Fato Ghoerano

Page 9 of 21 | Total Record : 208


Filter by Year

2016 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 4 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 4 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 4 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO More Issue