cover
Contact Name
buhari
Contact Email
pend.sejarah.fkip@uho.ac.id
Phone
+6285241919232
Journal Mail Official
pend.sejarah.fkip@uho.ac.id
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Sulawesi Tenggara – Indonesia Telp Kantor/HP : 04013127180 / 085241919232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25026666     EISSN : 25026674     DOI : https://doi.org/10.36709/jpps
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus dan November. Terbitan awal Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO yaitu Volume 1 nomor 1 Maret 2016. Tujuan dari adanya publikasi pada jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual dan hasil penelitian. Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO merupakan wadah ilmiah untuk mempublikasikan berbagai hasil penelitian mahasiswa, dosen, maupun guru, dengan Ruang lingkup Jurnal memuat tentang kajian Pendidikan Sosial-Budaya khususnya aspek: Pendidikan Sejarah, Etnopedagogik, Kajian Sejarah Lokal, Kajian kearifan lokal sebagai modal pendidikan dan penguatan karakter.
Articles 208 Documents
SEJARAH DESA LAIBA KECAMATAN PARIGI KABUPATEN MUNA TAHUN 1978-2017 Karfila, Karfila; Nur, Rifai
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.484 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v4i1.7347

Abstract

ABSTRAK: Masalah utama dalam penelitian ini adalah: (1) Apa latar belakang terbentuknya Desa Laiba Kecamatan Parigi Kabupaten Muna? (2) Bagaimana perkembangan Desa Laiba Kecamatan Parigi Kabupaten Muna Tahun 1978-2017? Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan mengacu pada Kuntowijoyo, yang terdiri atas lima tahap, sebagai berikut: (1) Pemilihan topik, (2) Heuristik yang terdiri dari Penelitian kepustakaan, Pengamatan, Wawancara, dan Studi dokumen. (3) Verifikasi, yang terdiri dari kritik ekstern (kritik luar) dan kritik intern (kritik dalam). (4) Interpretasi, yang terdiri dari analisis (menguraikan) dan sintesis. (5) Penulisan Sejarah. Kajian pustaka dalam penulisan ini terdiri atas (1) Konsep Pemerintah, (2) Konsep Otonomi, (3) Konsep Pemekaran, (4) Konsep Perkembangan, (5) Konsep Sistem dan Struktur, (6) Penelitian Relevan.Hasil peneltian menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang terbentuknya Desa Laiba Kecamatan Parigi Kabupaten Muna, yaitu terbentuknya Desa Laiba tidak terlepas dari peran para pemimpin dan tokoh adat  sebagai motivator dan dinamisator. Selain itu juga terbentuknya Desa Laiba karena faktor geografis dan faktor demografi (2) Perkembangan Desa Laiba Kecamatan Parigi Kabupaten Muna tahun 1978-2017 secara umum, bahwa perkembangan politik yang ada di Desa Laiba sudah cukup baik meskipun pada tahun 2014 kondisi politiknya gaduh akan tetapi setelah berjalannya waktu keadaan itu sudah kembali stabil. Kemudian dari segi ekonomi menunjukkan perkembangan yang lebih baik dan maju menuju arah yang semakin sejahtera dengan memanfaatkan potensi-potensi sumber daya alam yang ada di Desa tersebut. Selanjutnya karena kondisi ekonomi sudah cukup baik maka keadaan pendidikanpun ikut membaik, sarana dan prasaranapun yang ada di desa ini semakin memadai. Sedangkan keadaan sosial budaya Desa Laiba menunjukkan keadaan yang lebih baik. Kata Kunci: Latar Belakang, Perkembangan, Desa Laiba
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH PADA SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 1 KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA Aris, La Ode Yusman; Nur, Rifai
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 4 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.653 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v3i4.12859

Abstract

ABSTRAK: Tujuan utama penelitian ini adalah 1) Untuk meningkatkan efektivitas mengajar guru melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture. 2) Untuk meningkatkan aktifitas belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture 3) Untuk meningkatkan hasil belajar Sejarah siswa kelas XI IPS1 SMA Negeri Kulisusu Kabupaten Buton Utara melalui penerapan model pembelajaran kooperatif picture and picture. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture dalam efektivitas mengajar guru pada pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Kulisusu  kelas XI IPS 1 pada Siklus I  mencapai 76,92% artinya masih ada hal-hal yang masuk dalam kategori yang belum diobservasi pada aktivitas guru selama proses pembelajaran berlangsung. Karena dari 13 poin observasi hanya 10 poin saja yang diobservasi, sehingga efektivitas mengajar guru pada siklus 1 belum  mencapai indikator kinerja yang diharapkan yaitu 90%.  dan pada siklus II mengalami peningkatan hingga terlaksana dengan sempurna dengan pencapaian 100% yang artinya dari 13 poin observasi guru dalam mengajar sudah terobservasi semua pada siklus II sehingga indikator sudah tercapai. 2) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Kulisusu dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, namun pada siklus I hanya mencapai 60%, dari 10 aspek yang diamati hanya terlaksana 6 poin saja. Hal ini Aktifitas siswa pada siklus I dikatakan belum tercapai karena belum mencapai indikator pencapaian siswa yang ditetapkan 90% dan pada siklus II mengalami peningkatan hingga terlaksana dengan pencapaian 100% yang artinya dari 10 poin observasi aktifitas siswa dalam pembelajaran suda terobservasi semua pada siklus II sehingga indikator sudah tercapai. 3) Melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture dalam proses pembelajaran menunjukkan bahwa hasil belajar sejarah meningkat,  namun hasil belajar yang diperoleh siswa pada siklus I dengan perolehan nilai 83,33% karena dari 24 siswa yang berada pada kelas XI IPS 1 terdapat 4 orang siswa yang belum mencapai KKM dan belum mencapai indicator keberhasilan siswa yang ditetapkan dan pada siklus II mengalami peningkatan hingga 100%. Karena dari 24 siswa hasil belajar sudah mencapai KKM yang ditetapkan sekolah yaitu 75 dan sudah mencapai indikator keberhasilan yaitu 85%. Kata Kunci: Efeketivitas, Aktivitas, Hasil Belajar ABSTRACT: The main objectives of this study are 1) To improve the effectiveness of teaching teachers through the application of cooperative learning models picture and picture types. 2) To improve student learning activities through the application of the model of picture and picture cooperative learning 3) To improve learning outcomes History of class XI IPS 1 Senior High School Kulisusu North Buton Regency through the application of picture and picture cooperative learning models. The results showed that 1) The application of the type of picture and picture cooperative learning model in the effectiveness of teaching teachers in history learning in SMA Negeri 1 Kulisusu class XI IPS 1 in Cycle I reached 76.92% meaning there were still things that were included in the category that had not been observed in the teacher's activities during the learning process. Because of the 13 observation points only 10 points were observed, so the effectiveness of teaching the teacher in cycle 1 has not reached the expected performance indicator that is 90%. and in cycle II has increased to be carried out perfectly with an achievement of 100%, which means that of the 13 teacher observation points in teaching all have been observed in the second cycle so that the indicators have been achieved. 2) Application of the cooperative learning model type picture and picture in history learning in SMA Negeri 1 Kulisusu can increase student learning activities, but in the first cycle only reached 60%, of the 10 aspects observed only 6 points were implemented. This activity of students in the first cycle is said to have not been achieved because it has not yet reached the indicator of student achievement which is set at 90% and in the second cycle has increased to be accomplished with 100% achievement, which means that from 10 observation points of student activities in learning already observed all in the second cycle so the indicators has been reached. 3) Through the application of the cooperative learning model type picture and picture in the learning process shows that the history of learning outcomes increases, but the learning outcomes obtained by students in the first cycle with the acquisition value of 83.33% because of the 24 students in class XI IPS 1 there are 4 students who have not yet reached the KKM and have not yet reached the indicators of student success that were set and in the second cycle increased to 100%. Because of the 24 students the learning outcomes have reached the KKM set by the school which is 75 and have reached an indicator of success that is 85%.Keywords: Effectiveness, Activities, Learning Outcomes
SEJARAH PENDIDIKAN FORMAL DI KELURAHAN LAKONEA KECAMATAN KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA (1983-2015) Muchlis, Muchlis; Darnawati, Hj.; Haq, Pendais
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.995 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v1i1.7352

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini menfokuskan perhatian pada tiga permasalahan utama yaitu (1) Apa latar belakang  terbentuknya pendidikan formal di Kelurahan Lakonea Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara? (2) Bagaimana perkembangan pendidikan formal di Kelurahan Lakonea Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara? (3) Faktor-faktor apa yang mendukung dan menghambat pendidikan formal di Kelurahan Lakonea Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara serta apa manfaat adanya pendidikan formal bagi masyarakat Lakonea?Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah sesuai dengan yang ditulis oleh Kuntowijoyo. Adapun tata kerja dalam metode sejarah tersebut adalah: (a) Pemilihan Topik (b) Heuristik yaitu pengumpulan data (c) Verifikasi atau kritik sejarah yaitu penilaian terhadap keabsahan data (d) Interpretasi atau penafsiran yaitu data yang sudah dikritik selanjutnya ditafsirkan untuk memberikan penjelasan sesuai dengan masalah yang diteliti (e) Historiografi yaitu penulisan dan penyusunan sejarah.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Latar belakang pendidikan formal di Kelurahan Lakonea Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara yakni munculnya Kesadaran masyarakat setempat yang bekerja sama dengan pemerintah setempat dan pemerintah pusat untuk mengenyam pendidikan formal di Kelurahan Lakonea (2) Perkembangan pendidikan formal di Kelurahan Lakonea Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara sudah mengalami kemajuan. Hal ini dapat diketahui berdasarkan perkembangan pendidikan SDN I Lakonea (1983), SDN I Banu-Banua (1997), SMP Satap Banu-Banua Jaya (2011), dan TK Harapan Bunda (2012). (3) Faktor pendukung perkembangan pendidikan formal di Kelurahan Lakonea Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara adalah adanya pengetahuan dan kesadaran kepala keluarga, Adanya bimbingan, pengajaran, dan pendidikan orang tua yang baik kepada anaknya, Adanya pengelolaan pembelajaran yang baik oleh guru kepada peserta didik. Sedangkan faktor penghambat perkembangan pendidikan formal di Kelurahan Lakonea jauhnya jarak tempuh antara rumah peserta didik dengan lingkungan pendidikan, kurangnya transportasi, rusaknya jalanan umum, akses pada sekolah menengah atas yaitu SMA/SMK masih terbatas, semuanya merupakan faktor penghambat atas belum berkembangnya tingkat pendidikan masyarakat di tempat ini.                                                                      Kata Kunci: Sejarah, Faktor pendukung, Pendidikan Formal
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PERMAINAN KARTU DOMINO PADA SISWA KELAS XI IPS4 SMA NEGERI I KABAWO Munando, Fajarudin; Anwar, Anwar
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.951 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v4i3.12868

Abstract

ABSTRAK: Fokus penelitian ini adalah: 1) Untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaram sejarah di kelas XI IPS4 SMA Negri I Kabawo Kabupaten Muna. 2)Untuk meningkatkan keefektivitas mengajar guru pada mata pelajaran sejarah pada siswa kelas XI IPS4 SMA Negri I Kabawo Kabupaten Muna. 3) Untuk meningkatkan hasil belajara siswa pada mata pelajaran sejarah pada siswa kelas XI IPS4 SMA Negri I Kabawo Kabupaten Muna. Penelitian ini termasuk penelitian tidakan kelas (PTK) yang dilakukan dengan prosedur pelaksanaannya beberapa tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, serta refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan memberikan tes tertulis dalam bentuk uraian pada tiap akhir siklus pembelajaran. Sesudah itu juga dengan dilakukan pengamatan terhadap efektivitas mengajar guru dan aktivitas belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistic sederhanan yaitu analisis deksripsi untuk mencari rata-rata persentase. Teknik analisis ini digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa sesudah melakukan kegiatan pembelajaran dengan meenerapan model pembelajaran kooperatif tipe permainan kartu domino. Hasil penelitian ini menujukan bahwa: 1) persentase pelaksanaan efektifitas mengajar guru berdasarkan skenario penelitian yang dilaksanakan mengalami peningkatan setiap siklusnya. Persentase yang diperoleh pada siklus I sebesar 72,73% pada siklus II meningkatan mencapai 90,01%. 2) Aktivitas belajar siswa dengan menerapan model pembelajaran koopereatif tipe permainan kartu domino sudah menujukan peningkatan efektif. Perensentase yang diperoleh yaitu pada siklus I sebesr 25% dan pada siklus II mencapai persentase 90%. 3) Hasil belajar siswa meningkat dengan model pembelajaran kooperatif tipe permainan kartu domino dengan pesentase ketuntasan 89%. Dengan hasil tes siklus I yaitu sebesar 55,22% dengan nilai rat-rata 73. Pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 86,96% dengan nilai rata-rata 82 dengan demikian penelitian tindakan kelas ini telah berhasil. Kata Kunci: Kooperatif, Model, Permainan Kartu Domino,ABSTRACT: The focus of this study are: 1) To improve student learning activities in the history of history in class XI IPS4 SMA Negeri 1 Kabawo, Muna Regency. 2) To improve the effectiveness of teaching teachers on history subjects in class XI IPS4 students of SMA Negri I Kabawo, Muna Regency. 3) To improve student learning outcomes in history subjects in class XI IPS4 students at SMA Negri I Kabawo, Muna Regency. This research includes classroom action research (CAR) which is carried out with several stages of implementation procedures, namely: planning, implementing actions, observing, and reflecting. The data collection technique used in this study is to provide a written test in the form of a description at the end of each learning cycle. After that also the observation of the effectiveness of teacher teaching and student learning activities was carried out. The data analysis technique used is a simple statistical analysis that is descriptive analysis to find the average percentage. This analysis technique is used to find out the increase in student learning outcomes after conducting learning activities by applying cooperative learning models to the type of domino card game. The results of this study show that: 1) the percentage of the implementation of the effectiveness of teaching teachers based on research scenarios carried out has increased each cycle. The percentage obtained in the first cycle of 72.73% in the second cycle increased to reach 90.01%. 2) Student learning activities by applying the cooperative learning model of the type of domino card game have been aimed at effective improvement. The percentage obtained is 25% in the first cycle and 90% in the second cycle. 3) Student learning outcomes increase with the type of domino card cooperative learning model with a percentage of completeness 89%. With the results of the first cycle test that is equal to 55.22% with an average value of 73. In the second cycle increased to 86.96% with an average value of 82 thus this class action research has been successful. Keywords: Cooperative, Model, Domino Card Game
ANAK PUTUS SEKOLAH STUDI KASUS DI DESA LAMBELU KECAMATAN PASIKOLAGA KABUPATEN MUNA Murtia, Murtia; Hak, Pendais
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 4 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.981 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v4i4.12876

Abstract

ABSTRAK: Permasalahan yang dikaji dalam Penelitian ini adalah; 1) apakah penyebab anak putus sekolah di Desa Lambelu Kecamatan Pasikolaga Kabupaten? 2) bagaimana upaya mengatasi anak putus sekolah di Desa Lambelu Kecamatan Pasikolaga Kabupaten Muna? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan tahapan-tahapan sebagai berikut; 1) Observasi 2) wawancara 3) Dokumentasi. Tinjauan pustaka dalam penelitian ini yaitu menggunakan konsep teori perubahan sosial, konsep pendidikan, konsep pendidikan formal, konsep putus sekolah, dan faktor-faktor penyebab anak putus sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1. penyebab anak putus sekolah yang terjadi di Desa Lambelu yaitu faktor internal dan faktor eksternal. a. Faktor internal yang berasal dari diri anak  yaitu; kurangnya minat anak untuk sekolah dan rendahnya motivasi anak merupakan penyebab anak putus sekolah di Desa Lambelu Kecamatan Pasikolaga Kabupaten Muna. b. Faktor eksternal yang berasal dari luar diri anak yaitu; Kondisi ekonomi orang tua, lingkungan pergaulan yang kurang baik, dan Perkawinan Usia Muda. 2. upaya mengatasi anak putus sekolah di Desa Lambelu Kecamatan Pasikolaga Kabupaten Muna dalam penelitian ini adalah : 1) Adanya upaya orang tua dalam memberikan motivasi bagi anaknya untuk melanjutkan pendidikan, 2) Adanya upaya dari sekolah untuk memperhatikan pendidikan siswa dan bahkan diayomi atau mendekatkan diri dan memberikan arahan serta dukungan akan arti pentingnya pendidikan dan upaya pemerintah yaitu dengan memberikan bantuan PIP dan BOS serta bekerja sama dengan pemerintah desa untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, orang tua siswa tentang pentingnya pendidikan. Kata Kunci : Upaya, Penyebab, Metode, Anak putus sekolah ABSTRACT: The problems examined in this study are; 1) what is the cause of children dropping out of school in Lambelu Village, Pasikolaga District, Regency? 2) how to deal with school dropouts in Lambelu Village, Pasikolaga District, Muna Regency? The method used in this research is a qualitative descriptive approach with the following stages; 1) Observation 2) interview 3) Documentation. Literature review in this study is to use the concept of social change theory, the concept of education, the concept of formal education, the concept of dropping out of school, and the factors causing dropouts. The results of this study indicate that; 1. causes of school dropouts that occur in Lambelu Village are internal and external factors. a. Internal factors originating from the child, namely; lack of children's interest in schooling and low motivation of children are the causes of school dropouts in Lambelu Village, Pasikolaga District, Muna Regency. b. External factors originating from outside the child, namely; The economic condition of parents, unfavorable social environment, and Early Marriage. 2. efforts to overcome dropout children in Lambelu Village, Pasikolaga District, Muna Regency in this study are: 1) There is an effort by parents to provide motivation for their children to continue their education, 2) There is an effort from schools to pay attention to the education of students and even protect them or get closer and provide direction and support for the importance of education and government efforts, namely by providing PIP and BOS assistance and working with village governments to provide understanding to the community, students' parents about the importance of education. Keywords: Efforts, Causes, Methods, Children dropping out of school
PERUBAHAN POLA ASUH ANAK PADA KELUARGA PETANI TAMBAK DI DESA TEPPOE KECAMATAN POLEANG TIMUR KABUPATEN BOMBANA SEBELUM DAN SESUDAH REFORMASI TAHUN 1998 Ramayanti, Aulia; Hadara, Ali; Haq, Pendais
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.839 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v1i1.7359

Abstract

ABSTRAKPenelitian dilakukan dengan mengambil tema “Perubahan Pola Asuh Anak pada Keluarga Petani Tambak di Desa Teppoe Kecamatan Poleang Timur Kabupaten Bombana Sebelum dan Sesudah Reformasi Tahun 1998”. Dengan permasalahan utama adalah untuk melihat perbedaan pola asuh anak khususnya pada keluarga petani tambak antara sebelum dan setelah reformasi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Teppoe Kecamatan Poleang Timur Kabupaten Bombana. Prosedur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah seperti yang ditulis oleh Helius Sjamsudin (2007: 85), bahwa tata kerja penelitian sejarah terdiri dari tiga tahapan, yaitu: 1) Heuristik (Pengumpulan sumber), 2) Kritik Sumber, dan 3) Historiografi.Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa: (1) Pola asuh anak yang diterapkan pada keluarga petani tambak di Desa Teppoe Kecamatan Poleang Timur Kabupaten Bombana sebelum reformasi tahun 1998 ialah pola asuh yang bersifat otoriter (otoritative) dan pemanjaan (permisif). Dimana orang tua cenderung memaksakan kepada anak untuk disiplin, cenderung memberikan perintah dan larangan kepada anak, dan mengharuskan anak untuk mematuhi peraturan-peraturan yang dibuat oleh orang tua. Ini merupakan ciri dari pola asuh yang otoriter. Selain itu sebagian orang tua juga cenderung memanjakan anak dan memberikan semua yang diinginkan oleh anaknya (pola asuh permisif). (2) Pola asuh yang diterapkan pada keluarga petani tambak di Desa Teppoe Kecamatan Poleang Timur Kabupaten Bombana sesudah reformasi tahun 1998 ialah pola asuh yang bersifat demokratis (authoritative). Dimana orang tua di sini memberikan kesempatan kepada anak untuk mengemukakan pendapat, ada komunikasi yang baik antara orang tua dan  anak, memberi perintah dan larangan kepada anak disertai alasan di balik larangan tersebut, serta tidak mengekang keinginan anak. (3) Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan pola asuh anak terdiri atas dua, yaitu (a) faktor intern, antara lain usia anak, jenis kelamin anak, kepribadian orang tua dan kepribadian anak. (b) faktor ekstern, antara lain budaya, pengetahuan orang tua, adanya UU Perlindungan Anak, latar pengasuh, lingkungan, dan perkembangan teknologi. Kata Kunci: Pola Asuh Anak, Sebelum dan setelah Reformasi, dan Petani Tambak
SEJARAH MASUK DAN BERKEMBANGNYA AGAMA ISLAM DI PULAU RUNDUMA KECAMATAN TOMIA KABUPATEN WAKATOBI TAHUN 11900-1980 Ardianti, Wd. Nur; Hadara, Ali; Sulaiman, h. Abd Rauf
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.052 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v1i1.7364

Abstract

ABSTRAKMengawali penelitian ini dengan merumuskan permasalahan 1) Bagaimana proses masuknya agama Islam di Pulau Runduma? 2) Bagaimana metode penyiaran agama Islam di Pulau Runduma? 3) Bagaimana akibat masuknya agama Islam di Pulau Runduma? (4) Bagaimana perkembangan Agama Islam di Pulau Runduma? Penelitian ini mengunakan metode sejarah yaitu: (1) Heuristik, yaitu kegiatan  pengumpulan sumber data penelitian, (2) Verifikasi yaitu kritik sumber yang terdiri atas dua tahap yaitu kritik ekstern dan kritik intern, (3) Historiografi terdiri atas penafsiran (interpretasi), penjelasan (eksplanasi), dan penyajian (ekspose).Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Awal masuknya agama Islam di Pulau Runduma dibawa oleh La Punggui dari Pulau Buton. Sebelum ke Pulau Runduma beliau terlebih dahulu singgah di Pulau Tomia. Kemudian La Punggui berangkat dengan menggunakan perahu jarangka berlayar menuju Pulau Runduma. Saat itu La Punggui mendarat disalah satu pantai kemudian merapatkan perahunya dan berjalan memeriksa Kampung Runduma pada tahun 1900. Setelah La Punggui memeriksa kampung Runduma, beliau melihat manusia primitif tanpa sehelai kain di badannya sedang berdiri dan bersandar di batu La Runduma menghadap kebarat pada saat matahari tenggelam kearah daratan besar Pulau Tomia. La Punggui  meninggal dunia pada tahun 1915  dan dikebumikan di  Kampung pertama. Setelah Runduma di perkirakan aman oleh La Penanda maka menyusul sepasang suami istri dari Desa Kulati membuka kebun  di pohon asam besar bernama La Ujo atas panggilan La Penanda. Saat itu penghuni satu-satunya di Kampung lama adalah La Ujo bersama Istri. Setelah itu berdatangan dari Tomia, Kaledupa, Wangi-Wangi, dan Binongko untuk bermigrasi atau menetap di Pulau Runduma. Kemudian La Penanda bersama masyarakat setempat mendirikan Mesjid pertama untuk dijadikan sebagai pusat ibadah, pengkaderan dan penyebaran agama Islam di Pulau Runduma. 2) Metode penyiaran agama Islam di Pulau Runduma di lakukan melalui metode tasawuf, pendidikan dalam hal ini melakukan dakwah dari kampung ke kampung selanjutnya melalui seni dan melalui jaringan politik. 3) Akibat masuknya agama Islam dapat memperbaiki kepercayaan animisme dan dinamisme yang sebelumnya banyak dilakukan masyarakat dan menambah ghairah keagamaan khususnya Islam. 4) Perkembangan Agama Islam di Pulau Runduma mulai pada tahun 1977-1980.  Para Ulama dalam menyebarkan Ajaran Agaman Islam di Pulau Runduma dengan cara diskusi, pengajian dll. Kata kunci: Sejarah, Perkembangan, dan  Agama Islam
TRADISI PESONDO PADA MASYARAKAT KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA (1966-2017) Darnita, Darnita; Hayari, Hayari
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.235 KB) | DOI: 10.36709/jpps.v2i2.8436

Abstract

ABSTRAK Tujuan dalam penelitian adalah: (1) Untuk menguraikan latar belakang pelaksanaan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu; (2) Untuk menjelaskan tahap-tahap pelaksanaan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu; (3) Untuk menjelaskan  perubahan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu; dan (4) Untuk menguraikan nilai-nilai  yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah menurut  Helius Sjamsuddin yang terdiri atas: (1) Heuristik, yaitu pengumpulan data melalui studi kepustakaan, pengamatan, dan wawancara; (2) Kritik sumber untuk kritik sumber yaitu penilaian data melalui kritik eksternal dan kritik internal; dan (3) Historiografi, yaitu penulisan sejarah melalui penafsiran, penjesalan, dan penyajian.Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang pelaksanaan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu adalah timbulnya rasa takut pada orang tua, cemas dan was-was jika pada anak pertamanya mengalami kelainan ataupun penyakit dari kalangan Ode sehingga timbul suatu anggapan bahwa dengan melakukan tradisi Pesondo akan dijauhkan dari hal-hal buruk pada anak; (2) Tahap-tahap pelaksanaan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu yaitu: a) Tahap awal, yakni penentuan waktu dan hari pelaksanaan tradisi Pesondo sesuai kesepakatan dari keluarga dengan melihat hari baik. b) Tahap pelaksanaan, yakni diawali dengan membersihkan badan dan dilanjutkan mengenakan busana atau baju yang berwarna merah dilanjutkan dengan acara Pesondo. c) Tahap terakhir yakni pembacaan do’a oleh dukun anak dan acara makan bersama; (3) Perubahan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu yaitu seiring dengan berkembangnya waktu, tradisi Pesondo telah mengalami pergeseran khususnya masalah syarat-syarat yang sudah berubah yang dulunya masih berlaku syarat yang telah ditentukan sebaliknya pada masa kini syarat tersebut telah berubah seperti pelaksanaan tradisi Pesondo yang dulunya hanya kalangan Ode dan sekarang tidak diharuskan dari kalangan Ode serta alat-alat dan busana yang digunakan dalam tradisi Pesondo mengalami perubahan; dan (4) Nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi Pesondo pada masyarakat Kulisusu adalah: (a) Nilai religius, (b) Nilai kejujuran, (c) Nilai disiplin, (d) Nilai kerja keras, (e) Nilai rasa ingin tahu, (f) Nilai komunikatif, dan (g) Nilai tanggung jawab. Kata Kunci: Tradisi, Pesondo
INTERAKSI SOSIAL ANTARA ETNIK MUNA DAN ETNIK JAWA DI DESA SARI MULYO KECAMATAN KABANGKA KABUPATEN MUNA (1983-2017) Asrif, La Ode Muhamad; Batia, La
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v5i4.15684

Abstract

ABSTRAK: Permasalahan pokok dalam penelitian ini mengkaji proses kedatangan dan proses interaksi, bentuk interaksi serta dampak kedatangan Etnik Jawa Di Desa Sari Mulyo Tahun 1983-2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada metode sejarah yang terdiri dari heuristik, verifikasi dan histoografi atau penulisan. Sejarah kedatangan etnik Jawa di Desa Sari Mulyo antara lain karena mengikuti program pemerintah yaitu jalur transmigrasi pada tahun 1983 dengan jumlah 100 KK. Dengan faktor antara lain (a) faktor daerah asal, (b) faktor daerah tujuan, (c) faktor pribadi; Bentuk interaksi sosial antara etnik Muna dan etnik Jawa antara lain: a) interaksi sosial asosiatif, yaitu akomodasi dalam bidang pertanian dan ekonomi; wujud asimilasi dalam bidang bahasa yaitu antara dua kelompok etnik saling menyesuaikan diri dan akhirnya saling mengerti bahasa satu sama lain. b) Interaksi sosial disosiatif terdiri dari persaingan dalam bidang ekonomi pertanian dan organisasi sosial juga termasuk didalamnya persaingan. Proses interaksi sosial antara etnik Muna dan etnik Jawa adalah: a) interaksi melalui kegiatan pembangunan; b) Interaksi melalui perkawinan. Dampak interaksi sosial antara etnik Muna dan etnik Jawa, yaitu dampak posistif antara lain: bidang ekonomi, bidang pertanian, bidang politik, bidang sosial budaya. Sedangkan dampak negatif antara lain: keterampilan etnik pendatang dalam bercocok tanam membuat mereka menguasai sendiri roda perekonomian di Desa Sari Mulyo; keterbatasan pengetahuan dalam memilih bibitunggul sehingga menimbulkan persaingan, kecenderungan etnik yang sudah tinggal menetap untuk menolak etnik lain. Kata Kunci: Proses, Bentuk, Dampak dan Interaksi ABSTRACT: The main problem in this study examines the arrival process and the interaction process, the form of interaction and the impact of the arrival of the Javanese ethnic group in Sari Mulyo Village in 1983-2017. The method used in this study refers to the historical method which consists of heuristics, verification and histoography or writing. The history of the arrival of the Javanese ethnic group in Sari Mulyo Village, among others, was due to following the government program, namely the transmigration route in 1983 with a total of 100 families. With factors such as (a) factors of origin, (b) factors of destination, (c) personal factors; The forms of social interaction between the Muna and Javanese ethnicities include: a) associative social interaction, namely accommodation in agriculture and the economy; a form of assimilation in the field of language, namely between two ethnic groups adjusting to each other and finally understanding each other's language. b) dissociative social interaction consists of competition in the agricultural economy and social organization as well as competition. The processes of social interaction between the Muna and Javanese ethnicities are: a) interaction through development activities; b) Interaction through marriage. The impact of social interactions between the Muna and Javanese ethnicities, namely positive impacts, among others: the economic sector, the agricultural sector, the political sector, the socio-cultural sector. While the negative impacts include: the ethnic skills of immigrants in farming have made them master the wheels of the economy by themselves in Sari Mulyo Village; limited knowledge in selecting superior seeds, which creates competition, the tendency of ethnic groups who have lived permanently to reject other ethnicities.  Keywords: Process, Form, Impact and Interaction
ALIONDA DAN ASPEK PENDIDIKAN TERHADAP ANAK PEREMPUAN PADA MASYARAKAT DI DESA WAODE BURI Dahniar, Dahniar; irawaty, irawaty
Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpps.v6i1.19072

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk permainan Alionda pada masyarakat Desa Waode Buri Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara. 2) Untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan yang ada dalam Alionda pada anak perempuan di Desa Waode Buri Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara?. Metode penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian kualitatif dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: 1) Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, 2) Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan kesimpulan 3) Validitas data terdiri dari meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Bentuk-bentuk permainan Alionda, khususnya sesi pekoka (bermain kerang-kerangan) terdiri dari 18 rangkaian, yaitu a) Bhangkoka (koka diletakan di atas punggung kaki); b) Bhawande (membawa koka dengan satu kaki); c) Bhampu  (melempar koka dengan mta tertutup); d) Bhahiu Laro (melempar koka dengan tangan menyilang kaki kiri); e) Bhahiu Bungku (melempar koka dengan tagan menyilang kaki kanan; f) Bhantete (koka diletakan ditentangan siku); g) Bhaeko (koka diletakan dalam siku yang ditekuk kedalam); h) Bhangkubu (meletakan koka diatas lengan yang ditekuk); i) Bhadhagu (koka dijepit antara leher dan dagu); j) Bhalemba (koka diletakan diatas bahu); k) Bhabelenga (koka diletakan diatas pipi); l) Bhaenge (koka diletakan diatas hidung); m) Bhamata (koka diletakan diatas mata); n) Bhankansili (koka diletakan diatas pelipis); o) Bhansu’u (koka diletakan di ubun-ubun); p) Bhancundu (koka diletakan di belakang kepala; q) Bhantapa (melempar koka dengan mata tertutup); r) Bhancumburi (berjalan bersama dengan membawa koka); 2) Dalam aspek pendidikan terhadap anak perempuan dalam sesi pekoka (bermain kerang-kerang) ini banyak sekali nilai pendidikan yang dipertahankan dan diwariskan secara turun temurun dan mempunyai pengaruh nyata dalam kehidupan dan perkembangan masyarakat, terlihat dalam setiap rangkaian pekoka bahwa dalam pendidikan perempuan harus bisa menjaga pandangannya terhadap hal-hal yang kurang baik, dan perempuan juga harus mempunyai tujuan hidup, selain itu perempuan harus bisa berpikir, harus bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dan perempuan juga harus bisa bekerja dalam hal apapun itu Kata Kunci: Alionda, Pendidikan, Anak Perempuan

Page 11 of 21 | Total Record : 208


Filter by Year

2016 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 4 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 4 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 4 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah UHO More Issue