cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
SOCIETAL
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 105 Documents
POLA PEMBINAAN NARAPIDANA ANAK LAKI-LAKI DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS II KENDARI Ningsih, Sri Murtia; Arsyad, Muhammad; Upe, Ambo
SOCIETAL Vol 7, No 2 (2020): Edisi Oktober
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola pembinaan Narapidana anak laki-laki di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Kendari, dan tahap pembinaan narapidana anak laki-laki di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Kendari. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tehnik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penentuan informan pada penelitian ini ditentukan secara (purposive sampling) yaitu penelitian langsung menentukan informan yang akan diwawancarai. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu 13 orang yaitu terdiri dari Ketua Kepala Lembaga Pemasyarakatan Anak, Kepala Seksi Pembinaan Anak, pengelola Pembimbingan Kemandirian dan ditambah dengan 11 orang Narapidana Anak yang berada didalam Lapas. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pola Pembinaan Narapidana Anak di bagi menjadi dua yaitu: 1. Pola Pembinaan Kepribadian, meliputi: a) pembinaan kesadaran beragama, b) pembinaan jasmani, c) pembinaan kemampuan intelektual, dan d) pembinaan kesadaran hukum. 2. Pola Pembinaan Kemandirian, meliputi beberapa kegiatan atau program yang diberikan oleh pihak lapas yaitu: bercocok tanam (polyback), hydroponic, perikanan dan pelatihan pembekalan. Adapun tahapan pembinaan narapidana anak terdiri dari 3 tahap yaitu: tahap penyadaran, tahap transformasi, dan tahap peningkatan kemampuan intelektual.
EKSISTENSI BUDAYA PENCAK SILAT (MANSA’A) DI DESA TINDOI KECAMATAN WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI Masiadi, Masiadi; Roslan, Suharty; Jabar, Aryuni Salpiana
SOCIETAL Vol 7, No 2 (2020): Edisi Oktober
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan secara kualitatif di Desa Tindoi Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Eksisnya Budaya Pencak Silat (Mansa’a) karena merupakan budaya sejak dulu dan sifatnya turun temurun kemudian diwariskan dari generasi ke generasi. Ada 2 macam Eksistensi Budaya Pencak Silat (Mansa’a) yaitu tatanan nilai dana tatanan kenyataan (pelaksanaan kegiatan). Tatanan nilai, masyarakat Desa Tindoi dulunya dalam memainkan Pencak Silat (Mansa’a) masih memahami, menjaga, mewarisi nilai-nilai solidaritas sosial (kemanusiaan) dan sekarang tidak lagi memahami, menjaga, dan mewarisi nilai-nilai solidaritas sosial (kemanusiaan). Tatanan kenyataan (pelaksanaan kegiatan) ada 3 macam yaitu waktu pelaksanaan, pakaian yang digunakan, dan proses pelaksanaan Pencak Silat (Mansa’a). Dalam pelaksanaan kegiatan, dilaksanakan pada hari-hari yang tidak ditentukan waktunya, dan sekarang dilaksanakan pada hari-hari yang ditentukan yang sifatnya resmi atau sah seperti dalam acara pesta adat kampung. Pakaian yang digunakan dalam memainkan Pencak Silat (Mansa’a) dulunya masih menggunakan pakaian adat seperti peci adat dan sarung tenun adat dan sekarang tidak lagi menggunakan pakaian seperti peci dan sarung tenun adat terkecuali pada acara festival budaya. Sedangkan pada proses pelaksanaan Pencak Silat (Mansa’a), dulunya masyarakat masih memberikan sikap hormat terhadap orang tua ataupun orang memukul gendang dan sekarang masyarakat tidak lagi atau jarang sekali memberikan sikap hormat terhadap orang tua ataupun orang yang memukul gendang ketika masuk untuk memulai memainkan Pencak Silat (Mansa’a). Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan nilai-nilai sosial terhadap Eksistensi Budaya Pencak Silat (Mansa’a) di Desa Tindoi yaitu ada 3 faktor yaitu penyimpangan sosial, teknologi, dan modernisasi.
DAMPAK KEBERADAAN PERTAMBANGAN PASIR TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT Bahmid, Angriani Melinda
SOCIETAL Vol 7, No 2 (2020): Edisi Oktober
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak keberadaan pertambangan pasir terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di desa Besu, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe. Dalam penelitian ini di ambil informan sebanyak 11 orang, tipe penelitianya itu menggunakan deskriptif kualitatif, jenis dan sumber data yaitu jenis data kualitatif dan sumber data dalam penelitian ini adalah jenis data primer dan data sekunder. Sedangkan teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian bahwa dampak keberadaan pertambangan pasir terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat yaitu dilihat dari tingkat pendidikan, kesehatan, pendapatan bagaimana perubahan yang terjadi sebelum adanya pertambangan pasir dan sesudah adanya pertambangan pasir.
STRATEGI PETANI JAGUNG DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN EKONOMI KELUARGA (Studi di Desa Walengkabola Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna) Munarti, Munarti; Hos, Jamaluddin; Juhaepa, Juhaepa
SOCIETAL Vol 7, No 2 (2020): Edisi Oktober
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi petani jagung dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga di Desa Walengkabola Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna. Teknik analisa yang akan di gunakan dalam penelitia ini adalah teknik domain dan taksonomi. Teknik domain merupakan salah satu teknik dalam penelitian kaulitatif, dimana teknik penulisannya  memaparkan  secara umum dengan rincian namun tanpa ada penjelasan lebih lanjut. Sedangkan taksonomi merupakan teknik penulisannya bersifat terperinci dengan penjelasan yang akurat dan mampu menjelaskan elemen yang ada. Hasil penelitian ini adalah strategi petani jagung dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga terdapat tiga poin strategi yaitu:  1. Strategi aktif merupakan strategi bertahan hidup yang dilakukan dengan cara memanfaatkan segala potensi yang dimiliki. 2. Strategi pasif adalah strategi bertahan hidup dengan cara mengurangi pengeluaran keluarga, misalnya biaya untuk primer, sekunder, dan tersier. 3. Strategi jaringan merupakan strategi bertahan hidup yang di-lakukan dengan cara menjalin relasi, baik formal maupun dengan lingkungan sosialnya dan lingkungan kelembagaan (misalnya meminjam uang kepada tetangga, mengutang di warung atau toko, memanfaatkan program kemiskinan, meminjam uang ke rentenir atau bank dan sebagainya). Kehidupan ekonomi keluarga petani jagung dapat dikatakan cukup baik atau menengah kebawah, akan tetapi dengan kehidupan ekonomi tersebut keluarga petani jagung harus mempunyai strategi. Berdasarkan indikator  ekonomi, keluarga petani jagung memiliki tingkat pendidikan rendah (SD-SMP) dan sedang (SMA). Memiliki tingkat pendapatan rendah dan sedang yaitu sekitar Rp 1.000.000 - Rp 1.250.000 yang telah ditambah dari penghasilan sumber lainnya seperti anggota keluarga lain ikut bekerja.
PERAN TOKOH ADAT TOLAKI DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK PERKAWINAN (Study Pada Masyarakat Suku Tolaki di Kelurahan Kolono Kecamatan Kolono Kabupaten Konawe Selatan) Asmawati, Siti; Juhaepa, Juhaepa; Tawulo, Megawati A.
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah mengenai konflik dalam perkawinan. Masalah kawin lari ini meliputi kawin bawa lari dan kawin lari bersama.Dari dua perkara ini tentu memiliki jalan keluar serta hukuman atau sangsi yang harus di tanggung.Untuk mencapai titik temu antara pihak orangtua perempuan dan orangtua laki-laki, maka harus ada tokoh adat yang harus membantu menyelesaikannya. Metode dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif merupakan salah satu dari jenis penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan kejadian atau fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berlangsung dengan menyuguhkan peran dalam menyelesaiakan konflik kawin lari diantaranya kawin bawa lari dan kawin  lari bersama. Dari pembahasan dua jenis pelangaran adat perkawinan bawa lari dan perkawinan lari bersama didaerah Kelurahan Kolono tersebut maka dapat ditarik kesimpulan  bahwa kedua jenis tindakan tersebut mempunyai satu kesamaan yaitu untuk melangsungkan pernikahan tanpa adanya campur tangan dari kedua orang tua masing-masing, dan keduanya juga memiliki perbedaan yaitu pada perkawinan lari bersama pernikahan biasanya dilakukan untuk menghindari uang jujur yang besar maupun upacara adat yang berat untuk dilaksanakan,  juga untuk menghindari kerabat yang tidak setuju dengan perkawinan tersebut, sedangkan didalam perkawinan bawa lari ini lebih dapat diidentikkan dengan kawin lari yang sebenarnya secara harfiah apabila dikaitkan dengan hukum pidana perkawinan bawa lari inilah yang disamakan dengan tindak pidana melarikan anak gadis orang.
KONTROL SOSIAL PEMILIK RUMAH KOS TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG MAHASISWA KOS (Studi di Kelurahan Lalolara Kecamatan Kambu Kota Kendari) Sriwulan, Windi; Bauto, La Ode Monto; Sarpin, Sarpin
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah sebagai berikut: (1) Untuk mengetahui bentuk-bentuk perilaku menyimpang yang dilakukan oleh mahasiswa kos di Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. (2) Untuk mengetahui kontrol sosial pemilik rumah kos terhadap perilaku menyimpang mahasiswa kos di Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Terdapat 13 informan dalam penelitian ini yakni, 4 orang pemilik kos, 2 orang  masyarakat, 7 orang mahasiswa kos. Tipe dari penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Jenis dan sumber data yaitu  jenis data kualitatif dan data kuantitatif. Adapun sumber data dalam penelitian ini mencakup data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara langsung, observasi atau pengamatan dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa bentuk-bentuk perilaku menyimpang yang dilakukan oleh mahasiswa, dan aturan serta sanksi yang diberikan pemilik kos kepada mahasiswa kos. Kontrol sosial yang dilakukan oleh agen-agen kontrol sosial untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan yang mana dapat mengganggu keamanan, dan ketenangan di lingkungan kos-kosan. Tujuan dibuatnya peraturan agar penghuni kos-kosan lebih tertib dan tidak melangar norma sosial di dalam lingkungan kos. Berat ringannya sanksi senantiasa tergantung dari sifat pelanggarannya.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM PENGELOLAAN DANA DESA Yuslin, Yuslin; Arsyad, Muh.; Sarpin, Sarpin
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui persepsi masyarakat Terhadap Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Pengelolaan Dana Desa (DD) Di Desa Batuawu Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan (2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi Masyarakat Terhadap Kepemimpinan Kepala Desa dalam Pengelolaan Dana Desa Di Desa Batuawu Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat data kualitatif dan data kuantitatif. Penulis menggunakan teknik analisis data kualitatif yaitu dengan memberikan penjelasan dan uraian secara deskriptif berdasarkan hasil penelitian dilapangan. Untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan, penulis menggunakan dua metode pengumpulan data yakni wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di lapangan, maka dapat disimpulkan bahwa dalam pandangan masyarakat terdapat dua persepsi. Persepsi yang pertama sebagian masyarakat berpersepsi positif (setuju) bahwa pengelolaan dana desa yang dilakukan oleh bapak Jahiruddin selaku Kepala Desa Batuawu sudah cukup baik dan maksimal, mulai dari tahap perencanaan hingga tahap evaluasi selalu melibatkan masyarakat secara umum dan pemerintah desa mengelola anggaran Dana Desa secara terbuka. Persepsi yang kedua sebagian masyarakat juga berpersepsi negative (tidak setuju) terhadap pengelolaan Dana Desa di Desa Batuawu, mereka menganggap beberapa pembangunan di Desa Batuawu tidak tepat guna dan pemborosan anggaran. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan Dana Desa, yaitu faktor latara belakang pendidikan, umur, status sosial, dan kedekatan emosional.
MINAT LULUSAN SLTA UNTUK MELANJUTKAN PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI (Studi di Desa Wonua Jaya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan) Efendi, Irpan; Bahtiar, Bahtiar; Sarpin, Sarpin
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk menganalisis minat lulusan SLTA untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Desa Wonua Jaya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan. (2) Untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi rendahnya minat lulusan SLTA untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Desa Wonua Jaya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan. (3) Untuk menganalisis aktivitas lulusan SLTA yang tidak melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Desa Wonua Jaya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan. Adapun manfaat (1) Manfaat secara teoritis yaitu penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai bahan perbandingan bagi penelitian lainnya yang berhubungan dengan minat dalam melanjutkan pendidikan serta diharapkan dapat menjadi dasar pemikiran dan motivasi bagi peneliti lainnya. (2) Manfaat secara praktis yaitu dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan  pemikiran bagi masyarakat luas khususnya lulusan SLTA dalam meningkatkan minatnya untuk melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi. Penelitian dilaksanakan di Desa Wonua Jaya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu melakukan penelitian melalui wawancara mendalam pada masyarakat.Hasil penelitian ini bertujuan untuk menemukan (1) minat lulusan SLTA untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Desa Wonua Jaya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan yaitu cukup rendah di karenakan banyak lulusan SLTA yang tidak melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi yang didasari oleh kurangnya minat mereka untuk melanjutkan pendidikannya (2) faktor yang mempengaruhi rendahnya minat lulusan SLTA untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Desa Wonua Jaya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan yaitu (a) faktor internal berupa kurangnya motivasi serta keinginan untuk langsung bekerja, (b) faktor eksternal yaitu kurangnya dorongan dari keluarga dan keadaan lingkungan sekitar (3) aktivitas yang dilakukan lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Desa Wonua Jaya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan yaitu bekerja baik membantu atau meneruskan usaha orang tua mereka maupun mencari pekerjaan lain di kota.
UANG PANAI DALAM PERKAWINAN SUKU BUGIS (Studi Di Desa Leboea Kecamatan Poleang Tengah Kabupaten Bombana) Nirmawati, Nirmawati; Bahtiar, Bahtiar; Anggraini, Dewi
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan uang panai di Desa Leboea Kecamatan Poleang Tengah Kabupaten Bombana dan untuk mengetahui dampak tingginya uang panai dalam perkawinan Suku Bugis di Desa Leboea Kecamatan Poleang Tengah Kabupaten Bombana. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Leboea Kecamatan Poleang Tengah Kabupaten Bombana. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara langsung, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi penentuan uang panai dan dampak tingginya uang panai dalam perkawinan Suku Bugis di Desa Leboea Kecamatan Poleang Tengah Kabupaten Bombana. Faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan uang panai yaitu: status ekonomi, jenjang pendidikan, kehormatan, dan kondisi fisik calon istri. Faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap penentuan uang panai karena semakin tinggi perekonomian, pendidikan, dan semakin sempurna fisik seorang perempuan maka semakin tinggi pula uang panai yang akan dipatok oleh pihak perempuan dan merupakan kehormatan tersendiri oleh kedua belah pihak apabila perkawinan dapat terlaksana. Dampak tingginya uang panai dalam perkawinan Suku Bugis memiliki dua dampak yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif yaitu timbulnya semangat kerja laki-laki yang ingin melaksanakan perkawinan. Sedangkan dampak negatif yaitu pernikahan dibatalkan, menjual harta benda dan bahkan terjadi kawin lari.
BENTUK INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT SUKU SUNDA DAN SUKU JAWA DI DESA WONUA RAYA KECAMATAN BAITO KABUPATEN KONAWE SELATAN Elvianti, Elvianti; Juhaepa, Juhaepa; Peribadi, Peribadi
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Bagaimana bentuk interaksi sosial suku Jawa dan suku Sunda yang bersifat asosiatif dan Disosiatif di Desa Wonua Raya Kecamatan Baito Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian dilaksanakan di Desa Wonua Raya Kecamatan Baito Kabupaten Konawe Selatan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu melakukan penelitian melalui wawancara mendalam pada masyarakat. Hasil penelitian ini bertujuan untuk menemukan (1) bentuk-bentuk interaksi sosial dalam proses asosiatif, diantaranya adalah (a) Kerjasama Yang Terbentuk Di Desa Wonua Raya, (b) Asimilasi. (2) bentuk-bentuk interaksi sosial dalam proses disosiatif yaitu (a) Persaingan, (b) Konflik.

Page 3 of 11 | Total Record : 105