cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
SOCIETAL
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 105 Documents
MAKNA KAHIYAA (PINGITAN) DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK PEREMPUAN (Studi di Desa Lantongau Kecamatan Mawasangka Tengah Kabupaten Buton Tengah) Alimuddin, Alimuddin; Moita, Sulsalman; Anggraini, Dewi
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah: (1). Untuk mengetahui prosesi kahiyaa (pingitan) di Desa Lantongau Kecmatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah. (2). Untuk mengetahui makna kahiyaa (pingitan) dalam membentuk karakter anak perempuan di Desa Lantongau Kecamatan Mawasangka Tengah Kabupaten Mawasangka Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Informan penelitian sebanyak 16 orang yaitu, toko Adat serta para anggotanya, orang tua anak yang melakukan kahiyaa (pingitan), Anak gadis yang melakukan kahiyaa dan anak yang sudah melakukan kahiyaa. Teknik pengumpulan data terdiri dari Observasi (pengamatan), wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi kahiyaa (pingitan) terdiri dari beberapa proses. Pertama menunjukan bahwa: 1). Prosesi pelaksanaan kahiyaa (pingitan) pada masyarakat Desa Lantongau terdiri dari tiga tahap yaitu. (a). Tahap persiapan yaitu, Pembuatan ruangan kahiyaa (kafokaumpu), Persiapan gendang (kadano ganda), Mempersiapkan mayang pinang (kalano bansa). (b). Tahap inti yaitu, Proses awal masuknya kaombo (kafofongkoha), Pengukuhan para gadis (kalempagi), Proses merapikan rambut dan alis (kabindu), Pencarian jodoh (mateano manu), Prosesi awal keluarnya kaombo (kafolimba). (c). Tahap  penutup yaitu, membersihkan ruangan kahiyaa (kaohono hewu), tari linda  peresmian anak yang melakukan kahiyaa (pingitan) yang dilakukan dilakapangan. 2). Makna kahiyaa (pingitan)  dalam membentuk karakter anak perempuan terdiri dari tujuh bagian yaitu : (a).  Kerja sama, yang dilakukan anak gadis dengan paganda (pemukul gendang). (b). Menjaga kehormatan). Dimana anak gadis (kabua-bau) akan  menjadi seorang anak dewasa (kalambe). (c). Tenggung jawab, seorang bhisa mengambil peran sebangai orang tua anak gadis dalam kaombo selama berlangsungnya kahiyaa (pingitan). (d). Disiplin, pada prosesi kahiyaa yaitu: pelaksanaan mandi baik pada waktu pembukaan maupun penutupan upacara, pelaksanaan makan dengan ukuran makan yang tertentu. (e). Mandiri yaitu, bimbingan yang dilakukan oleh bhisa kepada gadis yang di suo/kaombo, antara lain. Ketaatan dan kepatuhan kepada orang tua, kesetian terhadap suami. (f). Jujur, Setiap anak yang mengikuti prosesi kahiyaa (pingitan) dipaksa untuk menceritakan masalah yang mereka hadapi sebelum memasuki suo/kaombo. Kesimpulan, memperoleh kepastian tentang pembentukan karakter, khususnya pada anak perempuan dari anak remaja (kabua-bua) menjadi seorang anak dewasa (kalambe) yang dibibimbing agar kelak berumah tangga nanti memperoleh benih-benih keturunan yang berahlak muliah.
INTEGRASI SOSIAL ANTAR SUKU BANGSA DI PEMUKIMAN TRANSIGRASI (Studi di Desa Wapae Jaya Kecamatan Tiworo Tengah) Rosdiana, Herlin; Hos, Jamaluddin; Supiyah, Ratna
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk integrasi antar suku bangsa di pemukiman transmigrasi dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat integrasi sosial antar suku di pemukiman transmigrasi di Desa Wapae Jaya Kecamatan Tiworo Tengah Kabupaten Muna Barat. Dalam penelitian. Informan penelitian ini terdiri dari masing-masing suku bangsa, seperti 5 orang suku Muna, 5 orang suku Sunda, 1 orang suku Bali, 1 orang suku Bugis, 1 orang suku bajo, sehingga berjumlah 13 informan selain itu informan penelitian ini juga dari pihak pemerintah seperti Kepala Desa Wapae Jaya dan tokoh masyarakat, Sehingga informan penelitian ini berjumlah 15 orang. Dengan menggunakan tipe penelitian kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian dengan cara observasi, wawancar dan dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Integrasi soaial antar suku di pemukiman transmigrasi di Desa Wapae Jaya Kecamatan Tiworo Tengah Kabupaten Muna Barat mempunyai bentuk-bentuk integrasi seperti: Beradaptasi dan interaksi sosial, Pernikahn antar suku serta rasa toleransi dan sikap saling menghargai, adapun faktor pendukung berupa bahasa dan kerjasama adapun faktor penghambat berupa perbedaan agama dan stereotip.
TRADISI KANGKILO (SUNATAN) DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI MORAL DAN ETIKA ANAK Halisan, Halisan; Arsyad, Muh.; Tawulo, Megawati A.
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai apa saja yang terdapat dalam Tradisi Kangkilo di Desa Wasilomata II dan Upaya Masyarakat dalam mempertahankan Tradisi Kangkilo (Sunatan) pada masyarakat di Desa Wasilomatra 2 Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah. Adapun metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan Teknik pengumpulan datanya antara lain Observasi, wawancara, dan Dokumentasi. Menggunakan teknik observasi, wawancaara dan dokumentasi di dalam penelitian ini yang menjadi informan penelitian adalah kepala desa selaku informan kunci. Sedangkan informan pendukung terdiri dari dua orang tokoh adat dan 6 orang anggota masyarakat. Jadi jumlah keseluruhan informan penelitian ini adalah 9 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tradisi Kangkilo dalam menanamkan nilai-nilai moral dan etika anak usia dini mencakup: Nilai Religius, Nilai Budaya, Nilai Gotong-Royong dan Nilai Etika/Moral. Sedangkan Upaya Masyarakat dalam mempertahankan upacara adat Tradisi Kangkilo pada Masyarakata Desa Wasilomata 2 yaitu: Melibatkan lembaga Keluarga, Lembaga adat dan Lembaga Pemerintah bekerjasama.
SOLIDARITAS SOSIAL MASYARAKAT SUKU BALI DALAM PELAKSANAAN UPACARA NGABEN (Studi di Kelurahan Atula Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur) Depi, Desak Putu; Juhaepa, Juhaepa; Supiyah, Ratna
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis solidaritas sosial masyarakat suku Bali dalam pelaksanaan upacara ngaben di Kelurahan Atula Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur. Metode penelitian ini yaitu  menggunakan metode deskriptif kualitatif  dengan teknik pengumpulan datanya yaitu studi pustaka, studi lapangan, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa solidaritas yang ada pada masyarakat suku Bali dalam pelaksanaan upacara ngaben saling membantu satu sama lain, persatuan, saling bahu-membahu, bersama dalam suka maupun duka dan saling menghargai satu sama lain dan tidak membeda-bedakan saat pembagian pekerjaan. Bentuk solidaritas sosial masyarakat suku Bali dalam pelaksanaan upacara ngaben jika memakai kerangka pikir Emile Durkheim, penelitian ini dimasukan ke dalam jenis solidaritas sosial mekanik dan juga masuk dalam solidaritas organik. Sehingga dalam pembagian pekerjaan dalam pelaksanaan ngaben perbedaan kasta yang terdapat dalam masyarakat hindu tidak mempengaruhi kerjasama ataupun solidaritas sosial masyarakat, karena solidaritas yang terjalin didasarkan atas kesamaan keyakinan yang dianut, persatuan dan kewajiban yang harus dijalankan sebagai umat hindu. Serta sanksi yang diberikanpun pada masyarakat merupakan sanksi yang tidak memberatkan masyarakat atau hanya berupa sanksi sosial.
DEGENERASI TOLEA DAN PABITARA (Studi di Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara) Musakir, Faisal; Juhaepa, Juhaepa; Sarmadan, Sarmadan
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui fungsiTolea dan Pabitara di Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara (2) Untuk mengetahui fakto-faktor penyebab degenerasi Tolea dan Pabitara di Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara. Penelian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.  lokasi penelitian ini telah dilaksanakan di Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara.Hasil penelitian ini bertujuan untuk menemukan (1) bagaimana fungsi tolea dan pabitara di Kecamatan Andowia Kabupaten konawe utara diantaranya adalah (a) sebagai tokoh adat yaitu mampu menggunakan tulura sara (tuturan adat) penyelesaian konflik sosial dan mengetahui nila-nilai budaya tolaki (kalo sara) (b) sebagai komunikator adat yaitu tolea sebagai komunikator adat pihak laki-laki dan pabitara komunikator adat pihak perempuan. (2) faktor-faktor penyebab degenerai tolea dan pabitara yaitu (a) Faktor Sakralisasi budaya yaitu adanya kecemasan dan ketakutan masyarakat akan kesakralan kalo sara sehingga mengurangi minat sesorang untuk menjadi tolea dan pabitara(b) Faktor Insentif yaitu tidak menjajikannya menjadi seorang tokoh adat seperti tolea dan pabitara bagi ekonomi keluarga(c) Transmisi budaya yaitu kurang terjalinnya proses transmisi budaya pada masyrakat Kecamatan Andowia (d) Proses sosialisasi dan kaderisasi yaitu tidak terjadinya proses kaderisasi akibat sulitnya meneukan seseorang yang ingin dijadikan kader tolea dan pabitara. 
DISORGANISASI KELUARGA AKIBAT KEPALA KELUARGA TOMBALAKI (Studi di Kecamatan Lasolo Kab. Konawe utara) Sulistiwati, Sulistiwati; Roslan, Hj. Suharty; Sarmadan, Sarmadan
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab suami bersifat tombalaki di Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara (2)  untuk mendeskripsikan dampak sifat suami tombalaki terhadap terjadinya disorganisasi keluarga di Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara. Metode penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian di lapangan menunjukan bahwa masalah-masalah yang terjadi dalam rumah tangga yang di akibatkan oleh kepala keluarga yang bersifat tombalaki, ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor ekonomi, psikologi dan faktor kebiasaan. Dalam faktor ekonomi, seorang suami yang mengambil alih tugas istri dalam mengelola keuangan rumah tangga serta mengatur pengeluaran dan pemasukan. Faktor psikologi, dimana seorang suami memiliki sifat yang berubah-ubah dan bisa membuat anggota keluarganya merasa tidak nyaman dan stress. Faktor kebiasaan, kebiasaan buruk yang dimiliki seorang suami sebelum menikah, yang dimana kebiasaan ini susah untuk di rubah dan di tinggalkan, dan ketika berumah tangga kebiasaan buruk ini akan di terapkan dalam rumah tangganya. Adapun dampak sifat suami tombalaki terhadap terjadinya disorganisasi keluarga yaitu kehilangan kehangatan dalam keluarga, anggota keluarga stress, dan perceraian.
DAMPAK KONFLIK SOSIAL TERHADAP AKTIVITAS SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA GUNUNG JAYA DAN DESA SAMPUABALO KECAMATAN SIOTAPINA KABUPATEN BUTON Rosita, Rosita; Kasim, Syaifudin S.; Upe, Ambo
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Untuk mengetahui dampak konflik sosial terhadap aktivitas sosial ekonomi masyarakat di Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo Kecamatan Siotapina Kabupaten Buton. (2) Untuk mengetahui upaya atau resolusi konflik yang dilakukan oleh Stakeholder di Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo Kecamatan Siotapina Kabupaten Buton. Hasil penelitian menunjukan bahwa konflik yang terjadi di Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo Kecamatan Siotapina Kabupaten Buton berawal dari sekelompok pemuda Suku Cia Cia yang melakukan pawai membawa sepeda motor pada malam takbiran yang menggunakan kenalpot resing melintasi desa Gunung Jaya kemudian memainkan gas motornya hal itu membuat Pemuda dari Suku Laporo merasa terganggu dan tidak menerima lalu kemudian menegur pemuda suku CiaCia dari Desa Sampuabalo akan tetapi hal itu tidak di terima baik oleh pemuda suku CiaCia sehingga penyerangan terjadi pada keesokan harinya pada hari lebaran hal itulah yang menjadi puncak konflik antar Suku. Adapun dampak sosial konflik (a) Meningkatnya Integrasi Sosial Internal Warga Integrasi Sosial mengacu pada kondisi dimana terdapat bagian-bagian berbeda yang saling terhubung dan kemudian membentuk satu kesatuan. (b) Disharmoni Sosial Antar-warga konflik yang terjadi sangat mempengaruhi kebiasaan kedua suku tersebut karena masyarakat Desa Sampuabalo senbelum terjadinya konflik mereka melakukan aktivitas jual beli dan bersekolah sebagian besar dilakukan di Desa Gunung Jaya semua terlihat baik-baik saja. Dampak Ekonomi (a) pekerjaan Setelah konflik aktivitas masyarakat dari kedua Suku mereka merasakan kendala yang cukup besar karena tidak dapat melakukan proses bertani sebagaimana mestinya, dan (b) penghasilan masyarakat menurun karena proses jual beli terhambat. (c) Jaringan Sosial Melemah dengan adanya konflik hubungan antar kedua suku tersebut sudah tidak membaik karena tidak terjalinya lagi komunikasi yang baik, bahkan diantara mereka suda ada perasaan kesal hal itulah yang menyebabkan adanya jarak dianatara kedua desa.
FAKTOR PENYEBAB PUTUS SEKOLAH PADA ANAK NELAYAN (Studi di Desa Terapung Kecamatan Mawasangka) Diana, Nur; Hos, Jamaluddin; Jabar, Aryuni Salpiana
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab putus sekolah pada anak nelayan di desa terapung kecamatan mawasangka kabupaten buton tengah.Dalam penelitian ini diambil 14 informan.Dipilih karena benar-benar dianggap dapat memberikan informasi sesuai dengan penelitian.Dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan data dengan pengamatan (observasi), wawancara (interview) dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab putus sekolah pada anak nelayan memilki dua faktor internal dan faktor eksternal.Pada faktor internal yakni kurangnya minat, anak nelayan yang kurang tertarik pada sekolah dimana anak lebih memilih melaut dan kurangnya perhatian keluarga, akibat kesibukan orang tua anak merasa tidak diperhatikan dan membuat malas dan akhirnya putus sekolah. Sedangkan faktor eksternal yakni ekonomi lemah, dimana pendapatan atau penghasilan orang tua yang tidak seberapa yang hanya bisa memenuhi kebutuhan hari-hari, pengaruh lingkungan teman sebaya membuat anak terpengaruh dimana linkungan tersebut banyak anak tidak sekolah karena telah mengalami putus sekolah.
STRATEGI IBU RUMAH TANGGA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN KELUARGA (Studi Kasus 7 Ibu Rumah Tangga Yang Ditinggal Suami Merantau di Kelurahan Ladongi Jaya Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur) Puspita, Vira Fresha; Moita, Sulsalman; Upe, Ambo
SOCIETAL Vol 8, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi ibu rumah tangga yang ditinggal suaminya merantau dalam memenuhi kebutuhan keluarga dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi strategi ibu rumah tangga yang ditinggal suaminya merantau dalam memenuhi kebutuhan keluarga di Kelurahan Ladongi Jaya Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengguanakan penelitian deskriptif kualitatif, yakni menganalisis realitas sosial secara mendalam. Menggunakan metode penelitian kualitatif dapat digunakan untuk mempelajari, membuka, dan mengerti apa yang terjadi di dalam setiap fenomena ibu rumah tangga yang ditinggal suaminya merantau. Informan dalam penelitian ini adalah tujuh ibu rumah tangga yang di tinggal suaminya merantau di Kelurahan Ladongi Jaya Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur. Hasil penelitian bahwa strategi ibu rumah tangga yang ditinggal suaminya merantau di Kelurahan Ladongi Jaya Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur dapat dibedakan menjadi tiga yakni strategi aktif, pasif dan jaringan. Strategi aktif memuat pekerjaan pokok, strategi pasif yakni mendirikan usaha dan strategi jaringan yakni melibatkan anak dalam menambah pendapatan keluarga. Adapun yang menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi strategi ibu rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan keluarga dibagi menjadi dua yakni faktor ekonomi dan faktor sosial. Faktor ekonomi yakni mencari nafkah dan menambah penghasilan. Sedangkan faktor sosial yakni Aktualisasi diri.
MOBILITAS SOSIAL MASYARAKAT DI SEKITAR PERUSAHAAN PT. VIRTUE DRAGON NIKEL INDUSTRI (VDNI) DESA MOROSI KECAMATAN MOROSI KABUPATEN KONAWE
SOCIETAL Vol 9, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penilitian ini untuk mengetahui mobilitas sosial masyarakat dan mengetahui faktor apa yang menyebabkan mobilitas sosial masyarakat di sekitar serusahaan PT. Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI) desa morosi kecamatan morosi kabupaten konawe. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif  kualitatif dengan teknik penggunaan data yaitu penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, penelitian lapangan terbagi atas 3 yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dibatasi terhadap warga yang mengalami mobilitas sosial di Desa Morosi. Warga yang dimaksud disini adalah warga yang secara administrasi tinggal dan terdata sebagai penduduk Desa Morosi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Berdasarkan pembahasan sebelumnya penulis menyimpulkan bahwa: 1. Mobilitas sosial yang terjadi di wilayah desa Morosi dalam hal ini khususnya masyarakat morosi telah terjadi perubahan yang begitu pesat baik dari segi status sosialnya maupun ekonominya (social climbing) dan tidak di temukan dari masyarakat disana yang mobilitas sosialnya turun (social sinking). Dan dikarenakan adanya tuntutan ekonomi dimana pengeluaran dan kebutuhan seseorang yang semakin meningkat setiap saat. Keberhasilan seseorang dalam meningkatkan kehidupannya dapat diukur dari pendapatan ekonomi yang ia peroleh. Dengan meningkatnya jumlah pendapatan mereka, maka kita dapat menyimpulkan bahwa perubahan yang ditimbukan mengarahkan ke kehidupan yang lebih baik. 2. Mobilitas sosial yang terjadi dalam masyarakat disebabkan oleh berbagai faktor.Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah faktor pendidikan,, modernisasi, ekonomidan status. Pendidikan merupakan suatu sarana mobilitas sosial yang penting bagi seseorang yang ingin meningkatkan taraf hidupnya secara ekonomi. Semakin tingginya tingkat pendidikan seseorang dipercaya akan semakin tinggi skill yang mereka miliki. Beberapa jenis pekerjaan yang memiliki tingkat pendapatan yang cukup tinggi selalu menyertakan batas minimum pendidikan terakhir yang mereka jalani. Semakin tinggi pendidikan terakhir yang mereka miliki, biasanya selalu berpengaruh terhadap jenis pekerjaan yang mereka dapatkan. Modernisasi sangat mempengaruhi mobilitas sosial karena semakin berkembang dan majunya suatu wilayah maka masyarakat yang ada di suatu wilayah akan mengalami perubahan yang mengarah dalam peningkatan ekonomi masyarakat.Ketiga, ekonomi.Kebutuhan-kebutuhan rumah tangga serta pendidikan bagi anak-anak mereka mendorong pekerja untuk selalu giat dalam mencari pendapatan yang cukup bagi kebutuhan keluarganya. Banyak pekerja yang ketika memutuskan untuk berpindah tempat bekerja mengatakan bahwa pendapatan mereka cukup meningkat jika dibandingkan dengan jenis pekerjaan mereka sebelumnya, hal inilah yang dapat menyebabkan tingkat mobilitas sosial mereka juga meninngkat. Status seseoarang mampu mempengaruhi masyarakat di wilayah morosi. Semakin tinggi status seseorang maka perubahan seseorang akan mengalami perubahan yang sangat baik, ini dapat ditandai dengan meningkatnya perekonomian yang terjadi pada seseorang.

Page 4 of 11 | Total Record : 105