cover
Contact Name
Khairul Sani Usman
Contact Email
khairul.sani@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285352217814
Journal Mail Official
plano.madani@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Ruang Redaksi Jurnal Plano Madani Gedung Fakultas Sains dan Teknologi Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Jl. Yasin Limpo No 63 Samata Kabupaten Gowa
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
ISSN : 2301878X     EISSN : 25412973     DOI : https://doi.org/10.24252/jpm
Core Subject : Social, Engineering,
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota is a scientific journal in the Field of Regional and City Planning published by the Department of Regional and City Planning, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. The editorial team accepts scientific writings/articles and book reviews in the field of Regional and City Planning and Development or those with an emphasis on Spatial Planning. The encompassed fields include spatial planning, urban design, geographic information systems for regional and urban planning, Islamic spatial planning, transportation, coastal planning, environmental studies, socio-economic regional planning, rural planning, tourism planning, disaster management, urban landscape, and other relevant areas.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2021)" : 13 Documents clear
THE INFLUENCE OF PORT INFRASTRUCTURE ON LOGISTICS PRICES AS A MARITIME AXIS IN BATAM CITY: BATU AMPAR PORT Yusra Aulia Sari; Mulia Pamadi
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v10i1.20945

Abstract

The city of Batam has a geographical location which is a factor strategic for the port sector, as an activity sector potential and attractive economy prospective, so it needs to be well regulated and integrated with Batam's national spatial planning. One of the biggest goods ports in the city of batam is the Batu Ampar port. The aim of this reserach was to determine The influence of port infrastructure on logistics prices as a maritime axis in Batam City in Batu Ampar Port. This research uses descriptive quantitative approach and secondary data from the Batam port office and the Human Settlements and Spatial Planning Office. The results of this research are Batam national spatial plan for the realization of Batu Ampar as an export-oriented industrial center integrated with port services and trading areas is not compatible with the available port facilities. Batam as a port city still has not prioritized the development of port infrastructure and coastal areas in accordance with the Batam city spatial plan. Problems with the logistics costs in Batam are caused by several things: Inadequate port infrastructure for decades, high shipping costs, which are more expensive than other regions; port loading and unloading facilities that are less than the port standard; opportunities to develop direct calls and untapped transshipment and logistics management at ports that are still being carried out by door-to-door logistics companies in Singapore.
PENENTUAN HIRARKI KOTA DAN FASILITAS PELAYANAN PERKOTAAN PADA SATUAN WILAYAH PENGEMBANGAN (SWP) DI KABUPATEN PATI Shita Paramuditaningtyas; Wawan Destiawan
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v10i1.13811

Abstract

Penentuan hirarki perkotaan dan fasilitas pelayanan di suatu kabupaten adalah cara yang digunakan untuk pemerataan pembangunan sebagai kawasan stategis pengembangan sehingga tujuan penulisan ini adalah  mengidentifikasi hirarki perkotaan dan fasilitas pelayanan di Kabupaten Pati serta mengidentifikasi kawasan stretegis pengembangan wilayah di Kabupaten Pati, metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan  analisis christaller, skalogram guttman dan metode gravitasi dan hasil penelitian atau kesimpulan menunjukkan bahwa analisis christaller menunjukkan bahwa 3 kecamatan yaitu Kecamatan Pati, Juwana dan Sukolilo berada pada  orde perkotaan I, analisis skalogram menghasilkan V orde perkotaan serta analisis gravitasi menunjukan bahwa Kecamatan Margorejo memiliki nilai terbesar yang menunjukkan interaksi terbesar terhadap ibukota kabupaten.
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP KEBERLANGSUNGAN FUNGSI KAWASAN HUTAN SUAKA MARGASATWA BAKIRIANG Ali Akbar Amar; Adam Malik; Sulbadana Sulbadana; Rudy Gosal
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v10i1.15578

Abstract

Suaka Margasatwa Bakiriang (SM Bakiriang) merupakan salah satu kawasan hutan lindung yang memiliki keanekaragaman hayati di Provinsi Sulawesi Tengah.Berbagai aktivitas pemanfaatan lahan di dalam kawasan menyebabkan tidak berfungsinya kawasan sesuai arah peruntukannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan periode 1997-2012 dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilaksanakan dengan mengunakan metode ALUCT (Analysis of Land-Use and Land-Cover Changes and Trajectories)untuk memahami dinamika penggunaan lahan pada suatu bentang lahan dalam periode waktu tertentu melalui interpretasi data penginderaan jauh. Hasil penelitian menunjukan bahwa selama periode 1997-2012 luas penggunaan lahan pada kawasan SM Bakiriang mengalami perubahan yang cukup signifikan yakni 20,52% untuk kategori Kelompok Non-Suaka dan 79,48% yang masih dapat dikategorikan sebagai Kelompok Suaka. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan antara lain minimnya informasi tentang kawasan, ketidakjelasan batas deliniasi, lemahnya monitoring dan evaluasi serta pertumbuhan penduduk yang relatif cepat.
LOCAL COMMUNITY INVOLVEMENT IN TOURISM DEVELOPMENT OF KERINCI REGENCY, JAMBI PROVINCE Ahlunnaza Pandu Rahardjo; Desiana Desiana
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v10i1.20943

Abstract

The involvement of local communities are one of the efforts that can make development in tourist destinations that are allegedly in accordance with the needs of the community. Kerinci Regency included in one of the eighty eight National Tourism Strategic Areas (KSPN). The purpose of this study is to identify potential tourist destinations, forms of community involvement, factors that influence community involvement, and the influence of tourist visits on community involvement. This study uses qualitative research method, data analysis techniques starting from data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The actor-network analysis presented in this study to understand how the phenomenon of tourism occurs. The result of this research is that the phenomenon of tourism occurs continuously, each who comes to visit and then gives input, making the potential that there will increase. The level of participation of traders and tour guides are at the first level, namely Spontaneous Participation. Then, the level of participation of homestay managers, small boat tenants, drivers, performing arts providers, parking attendants, and ticket attendants are at the Induced Participation level. The factor of traditional leader is the main factor that must be considered, besides economic, cultural, and forest factors. These factors work by strengthening and weakening relationships that have existed before. Tourist visits have an influence on the variation of homestays, variation in pattern of tourist movements, the emergence of trainings, packages and tourist programs, the development of customary rules, strengthening with local resources (Cinnamon), and increasing the number of homestays
EVALUASI LOKASI RUMAH SAKIT DITINJAU DARI POTENSI RAWAN BENCANA KABUPATEN MAMUJU SULAWESI BARAT Asbi Samli; Veni Hadju; Andang Suryana Soma; Idayanti Nursyamsi; Hazairin Zubair; Agus Bintara Birawida
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v10i1.18876

Abstract

Ketersediaan fasilitas kesehatan di Kabupaten Mamuju bisa dikatakan cukup baik. Namun banyaknya jumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Mamuju tidak menjamin akan kualitas pelayanannya. Lokasi sangat erat kaitannya dengan pelayanan publik. Rumah sakit yang baik adalah rumah sakit yang aman dari kawasan bencana alam. Terdapat empat variabel dalam penelitian ini yaitu : potensi rawan banjir, potensi rawan bencana longsor, potensi rawan gempa dan potensi rawan tsunami. Adapun Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah overlay analysis.  Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan didapatkan bahwa ke-4 lokasi rumah sakit berada di kawasan rawan bencana dengan potensi bencana tinggi terutama untuk bencana gempa, bencana longsor dan bencana tsunami. Olehnya itu lokasi rumah sakit yang berada di Kabupaten Mamuju perlu ditinjau ulang kembali. 
PREPARING COMMUNITY RESILIENCE IN SOCIAL SECTOR BASED ON CLIMATE AND DISASTER RESILIENCE INITIATIVE (CDRI) CONCEPT IN SUNGGUMINASA, GOWA REGENCY Alif Dary Utomo; Risma Handayani
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v10i1.20944

Abstract

The city of Sungguminasa is one of the areas affected by flooding due to the overflow of the Je'neberang River. This is due to urban locations characterized by high population growth and infrastructure as well as land use change around the Je'neberang River. After the flooding, the quality of the settlement environment has decreased, such as damage to the road network and drainage and waste problems. The community is the party most affected by the occurrence of floods, therefore it is very important to increase community resilience in dealing with disasters. Resilience measurement needs to be done to determine the direction of adaptation in accordance with the social conditions of the community in the study site to restore the quality of settlements after the flood disaster. The formulation of the problem in this research is how the social resilience of the community in the recovery of the quality of the post-flood environmental settlements along the River Jeeberang City Sungguminasa. In this study to answer the problem formulation the analytical method used is the Likert scale analysis and analysis of the resilience index value. So the results of the analysis can be concluded that the level of social resilience of the community in the recovery of the quality of the environment after the flooding along the River Jeeberang Sungguminasa City is 4.2 and is in the high category.
COMPARISON STUDY OF DOMESTIC AND FOREIGN TOURISTS’ PERSPECTIVE: THE STANDARDS AND PRODUCT VALUES OF HALAL TOURISM G R Nurazizah; F Rahmafitria
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v10i1.22979

Abstract

Each country that developed halal tourism destinations, had arranged halal standards differently, for instance Indonesia which arranges the standards based on Islamic sharia values in the context of tourism facilities, services and management. However, due to tourism activities are related to recreational motivation, such as seeking pleasure and relaxation, the halal tourism standards that expected by tourists need to be continuously studied. Because the target of tourists is not only domestic, the perception of foreign Muslim tourists should be used as a comparison, including analysing their preferences. This study is very useful for the next development of halal tourism in Indonesia. The purpose of this study is to compare and examine the relationship between preferences and perceptions of halal tourism and intention to stay at halal hotels. A total of 45 foreign Muslim tourists and 200 domestic Muslim tourists were used as respondents to analyse their preferences for halal tourism quantitatively. The analysis shows the significant differences between the preferences of both tourism groups in terms of the importance of halal standard and the perceived value they felt. Furthermore, the result of analysis shows that there is an associative relationship between preferences and perceptions toward intention to stay at Halal Hotels.
PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN BERKELANJUTAN DI DESA WATOBUKU, KECAMATAN SOLOR TIMUR, KABUPATEN FLORES TIMUR Faujan Al Mukarim; Irsyadi Siradjuddin; Siti Fatimah
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v10i1.18017

Abstract

Minapolitan adalah kawasan yang terdiri dari sentra-sentra produksi perdagangan komoditas kelautan dan perikanan. pengembangan sector perikanan hanya dapat dirumuskan secara cepat dan tepat, baik perikanan budi daya maupun perikanan tangkap. Desa Watobuku merupakan salah satu kawasan pesisir yang memiliki fungsi utama sebagai kawasan permukiman dan perdagangan khususnya hasil laut. Sehingga  dalam pengembangan kawasan permukiman pesisir di Desa Watobuku sebagai kawasan minapolitan adalah melalui langkah-langkah yang strategis dalam rangka menciptakan kesejahteraan nelayan. Langkah-langkah tersebut adalah: 1) Bagaimana potensi perikanan di Desa Watobuku dalam mendukung pengembangan kawasan minapolitan? Dan. 2) Bagaimana strategi untuk mewujudkan Kawasan Minapolitan yang berkelanjutan  di Desa Watobuku?. Metode dalam penelitian ini adalah analisis Location Quotient  (LQ) dan analisis SWOT. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir Desa Watobuku melalui konsep pengembangan kawasan minapolitan berkelanjutan.
PEMILIHAN SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH (SPAL) DOMESTIK DI KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR Iyan Awaluddin
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v10i1.23000

Abstract

Air limbah domestik merupakan salah satu permasalahan kota yang kompleks, tetapi nyaris dikesampingkan dan tidak di kelola dengan baik. Wilayah studi yaitu Kelurahan Ballaparang Kecamatan Rappocini Kota Makassar sebagai pusat pemukiman dan perdagangan jasa. Dalam pengembangan kota tidak lepas dari penyediaan utilitas kota termasuk sarana dan prasarana pengelolaan air limbah pemukiman yang saat ini mendesak untuk disusun strategi pengelolaan air limbah domestik di permukiman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis skoring untuk mengatahui kondisi selanjutnya menggunakan metode analisis kualitatif untuk merumuskan arahan konsep penanganan yang akan digunakan. Berdasarkan analisis pembobotan setelah dilakukan pemberian skor setiap indikator pada masing-masing variabel tingkat ketersediaan sistem pengelolaan air limbah domestik masuk dalam kategori sedang yaitu 359-270. Selanjutnya menggunakan analisis kualitatif untuk arahan pengelolaan air limbah domestik memiliki beberapa alternatif yaitu on site system (septik tank dan bioseptik tank), dan untuk off site system (IPAL ABR dan IPAL Biofilter). Berdasarkan pertimbangan ketersediaan lahan, efesiensi biaya, kondisi social, dan kemudahan pengerjaan maka disarankan menggunakan IPAL Komunal yaitu IPAL ABR, apabila pada saatnya nanti kelurahan ballaparang sudah masuk dalam penanganan air limbah terpadu maka system ini langsung bisa tersambung ke jaringan IPAL Terpadu Kota Makassar.
KINERJA EKONOMI KAWASAN PERKOTAAN YOGYAKARTA MELALUI ANALISIS SPASIAL Ratika Tulus Wahyuhana; Bayu Argadyanto Prabawa
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v10i1.15444

Abstract

Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY) berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Nasional yang mencakup Kota Yogyakarta dan beberapa kecamatan di sekitarnya. KPY berperan sebagai kawasan strategis pertumbuhan ekonomi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pendapatan dalam bentuk kawasan terpadu. Namun dalam perkembangannya, perbedaan dan konsentrasi kegiatan ekonomi KPY disinyalir mempengaruhi ketidakmerataan pendapatan. Studi bertujuan untuk mengetahui kinerja ekonomi melalui distribusi pendapatan dari masing-masing wilayah KPY menggunakan pendekatan spasial. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Metode analisis yang digunakan yaitu pertumbuhan ekonomi, analisis Indeks Williamson, Tipologi Klassen, dan Location Quotient (LQ). Penelitian menunjukkan Kawasan Perkotaan Yogyakarta memiliki ketimpangan tinggi dengan nilai IW 0,94 atau >0,5. Tipologi wilayah cepat maju dan cepat tumbuh pada sektor sekunder dan tersier terdapat di wilayah pinggiran KPY seperti Kecamatan Godean, Mlati, Gamping, Ngaglik, dan Ngemplak. Sedangkan wilayah pusat kota cenderung memiliki tipologi potensial hingga relatif tertinggal. Analisis LQ menunjukkan sektor primer (pertanian) menjadi basis pada kecamatan yang berada di pinggiran KPY (Gamping, Godean, Mlati, Ngaglik, Ngemplak). Basis pada sektor sekunder dan tersier didominasi di pusat kota dan sebagian berada di kecamatan Godean, Gamping, dan Ngaglik. Kinerja ekonomi KPY menunjukkan bahwa sektor primer, sekunder, dan tersier berkembang ke arah pinggiran KPY. Kondisi tersebut terindikasi melalui alih fungsi lahan dan pembangunan fisik yang cukup pesat. Pertumbuhan ekonomi yang tidak merata serta perbedaan sektor potensial di masing-masing daerah menjadi tantangan dalam pembangunan ekonomi serta pengembangan wilayah. Diperlukan integrasi secara spasial, ekonomi dan tata kelola kelembagaan dalam pemerataan pendapatan pada sektor ekonomi baik primer, sekunder, dan tersier.Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY) berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Nasional yang mencakup Kota Yogyakarta dan beberapa kecamatan di sekitarnya. KPY berperan sebagai kawasan strategis pertumbuhan ekonomi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pendapatan dalam bentuk kawasan terpadu. Namun dalam perkembangannya, perbedaan dan konsentrasi kegiatan ekonomi KPY disinyalir mempengaruhi ketidakmerataan pendapatan. Studi bertujuan untuk mengetahui kinerja ekonomi melalui distribusi pendapatan dari masing-masing wilayah KPY menggunakan pendekatan spasial. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Metode analisis yang digunakan yaitu pertumbuhan ekonomi, analisis Indeks Williamson, Tipologi Klassen, dan Location Quotient (LQ). Penelitian menunjukkan Kawasan Perkotaan Yogyakarta memiliki ketimpangan tinggi dengan nilai IW 0,94 atau >0,5. Tipologi wilayah cepat maju dan cepat tumbuh pada sektor sekunder dan tersier terdapat di wilayah pinggiran KPY seperti Kecamatan Godean, Mlati, Gamping, Ngaglik, dan Ngemplak. Sedangkan wilayah pusat kota cenderung memiliki tipologi potensial hingga relatif tertinggal. Analisis LQ menunjukkan sektor primer (pertanian) menjadi basis pada kecamatan yang berada di pinggiran KPY (Gamping, Godean, Mlati, Ngaglik, Ngemplak). Basis pada sektor sekunder dan tersier didominasi di pusat kota dan sebagian berada di kecamatan Godean, Gamping, dan Ngaglik. Kinerja ekonomi KPY menunjukkan bahwa sektor primer, sekunder, dan tersier berkembang ke arah pinggiran KPY. Kondisi tersebut terindikasi melalui alih fungsi lahan dan pembangunan fisik yang cukup pesat. Pertumbuhan ekonomi yang tidak merata serta perbedaan sektor potensial di masing-masing daerah menjadi tantangan dalam pembangunan ekonomi serta pengembangan wilayah. Diperlukan integrasi secara spasial, ekonomi dan tata kelola kelembagaan dalam pemerataan pendapatan pada sektor ekonomi baik primer, sekunder, dan tersier.

Page 1 of 2 | Total Record : 13